Nama: Kamila Fitri Salsabila
NPM: 2515012014
Kelas: A
ANALISIS JURNAL
Judul: Pancasila sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasi terhadap IPTEK
Tema Utama: Bagaimana Pancasila berfungsi sebagai filsafat ilmu dan bagaimana hal itu berdampak pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
1. Latar Belakang dan Fokus Kajian
Jurnal ini berangkat dari kenyataan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) berlangsung sangat cepat dan sering kali hanya berorientasi pada kemajuan teknis. Penulis melihat adanya kebutuhan mendesak akan landasan nilai agar perkembangan IPTEK tidak kehilangan arah dan tidak merugikan manusia. Dalam konteks tersebut, Pancasila diposisikan sebagai filsafat ilmu yang mampu memberikan arah, makna, dan batasan etis bagi pengembangan IPTEK di Indonesia.
Fokus utama jurnal adalah menjelaskan bagaimana Pancasila dapat berfungsi sebagai dasar filosofis dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta apa implikasinya terhadap praktik IPTEK di tengah perkembangan global.
2. Kerangka Pemikiran dan Pendekatan
Jurnal ini menggunakan pendekatan konseptual dan filosofis dengan metode studi pustaka. Penulis mengkaji berbagai pandangan mengenai filsafat ilmu dan nilai-nilai Pancasila, kemudian mengaitkannya dengan perkembangan IPTEK. Pendekatan ini menempatkan Pancasila sebagai sumber nilai yang mencakup aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis dalam pengembangan ilmu.
Melalui pendekatan ini, jurnal menekankan bahwa ilmu pengetahuan tidak bersifat netral sepenuhnya, melainkan selalu dipengaruhi oleh nilai dan kepentingan tertentu.
3. Temuan dan Argumen Utama
Jurnal menyimpulkan bahwa Pancasila memiliki peran strategis sebagai filsafat ilmu karena mampu memberikan arah nilai dalam pengembangan IPTEK. Pancasila tidak hanya menjadi dasar normatif, tetapi juga menjadi pedoman etis agar ilmu dan teknologi digunakan untuk kemaslahatan manusia.
Implikasi dari pemikiran ini adalah bahwa IPTEK seharusnya dikembangkan dengan memperhatikan nilai kemanusiaan, keadilan sosial, serta keseimbangan antara kemajuan dan dampaknya. IPTEK tidak boleh hanya mengejar efisiensi dan keuntungan, tetapi harus mempertimbangkan konsekuensi sosial, budaya, dan lingkungan.
4. Analisis Kritis terhadap Jurnal
Secara konseptual, jurnal ini kuat karena berhasil menempatkan Pancasila sebagai kerangka berpikir dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Argumen yang dibangun relevan dengan kondisi saat ini, di mana banyak masalah sosial muncul akibat penggunaan teknologi tanpa pertimbangan etika.
Namun, jurnal ini masih memiliki keterbatasan. Pembahasan yang disajikan cenderung bersifat normatif dan teoritis, sehingga kurang didukung oleh contoh konkret atau studi kasus nyata. Penulis belum menunjukkan secara langsung bagaimana Pancasila dapat diterapkan dalam menghadapi persoalan IPTEK modern seperti media sosial, hoaks, kecerdasan buatan, atau eksploitasi lingkungan. Akibatnya, gagasan yang disampaikan masih berada pada tataran ideal dan belum sepenuhnya operasional.
5. Relevansi dengan Kondisi IPTEK Saat Ini
Dalam konteks perkembangan IPTEK saat ini, jurnal ini menjadi sangat relevan. Banyak persoalan muncul akibat kemajuan teknologi yang tidak diimbangi dengan nilai dan tanggung jawab, seperti penyalahgunaan media sosial, pelanggaran privasi, serta kerusakan lingkungan akibat industrialisasi.
Pemikiran dalam jurnal ini memberikan kerangka kritis bahwa kemajuan teknologi tidak selalu berarti kemajuan peradaban. Tanpa landasan nilai yang kuat, IPTEK justru dapat memperlebar ketimpangan sosial dan menurunkan kualitas kehidupan manusia.
6. Kesimpulan Analisis
Secara keseluruhan, jurnal ini memberikan kontribusi penting dalam memperkuat pemahaman bahwa Pancasila dapat berfungsi sebagai filsafat ilmu dalam pengembangan IPTEK. Jurnal ini menegaskan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi harus diarahkan oleh nilai agar benar-benar bermanfaat bagi manusia dan bangsa.
Meskipun masih bersifat konseptual dan kurang aplikatif, gagasan yang ditawarkan jurnal ini tetap relevan sebagai dasar berpikir dalam menghadapi tantangan IPTEK di era global. Oleh karena itu, jurnal ini layak dijadikan rujukan akademik untuk membangun pengembangan IPTEK yang beretika, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
NPM: 2515012014
Kelas: A
ANALISIS JURNAL
Judul: Pancasila sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasi terhadap IPTEK
Tema Utama: Bagaimana Pancasila berfungsi sebagai filsafat ilmu dan bagaimana hal itu berdampak pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
1. Latar Belakang dan Fokus Kajian
Jurnal ini berangkat dari kenyataan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) berlangsung sangat cepat dan sering kali hanya berorientasi pada kemajuan teknis. Penulis melihat adanya kebutuhan mendesak akan landasan nilai agar perkembangan IPTEK tidak kehilangan arah dan tidak merugikan manusia. Dalam konteks tersebut, Pancasila diposisikan sebagai filsafat ilmu yang mampu memberikan arah, makna, dan batasan etis bagi pengembangan IPTEK di Indonesia.
Fokus utama jurnal adalah menjelaskan bagaimana Pancasila dapat berfungsi sebagai dasar filosofis dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta apa implikasinya terhadap praktik IPTEK di tengah perkembangan global.
2. Kerangka Pemikiran dan Pendekatan
Jurnal ini menggunakan pendekatan konseptual dan filosofis dengan metode studi pustaka. Penulis mengkaji berbagai pandangan mengenai filsafat ilmu dan nilai-nilai Pancasila, kemudian mengaitkannya dengan perkembangan IPTEK. Pendekatan ini menempatkan Pancasila sebagai sumber nilai yang mencakup aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis dalam pengembangan ilmu.
Melalui pendekatan ini, jurnal menekankan bahwa ilmu pengetahuan tidak bersifat netral sepenuhnya, melainkan selalu dipengaruhi oleh nilai dan kepentingan tertentu.
3. Temuan dan Argumen Utama
Jurnal menyimpulkan bahwa Pancasila memiliki peran strategis sebagai filsafat ilmu karena mampu memberikan arah nilai dalam pengembangan IPTEK. Pancasila tidak hanya menjadi dasar normatif, tetapi juga menjadi pedoman etis agar ilmu dan teknologi digunakan untuk kemaslahatan manusia.
Implikasi dari pemikiran ini adalah bahwa IPTEK seharusnya dikembangkan dengan memperhatikan nilai kemanusiaan, keadilan sosial, serta keseimbangan antara kemajuan dan dampaknya. IPTEK tidak boleh hanya mengejar efisiensi dan keuntungan, tetapi harus mempertimbangkan konsekuensi sosial, budaya, dan lingkungan.
4. Analisis Kritis terhadap Jurnal
Secara konseptual, jurnal ini kuat karena berhasil menempatkan Pancasila sebagai kerangka berpikir dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Argumen yang dibangun relevan dengan kondisi saat ini, di mana banyak masalah sosial muncul akibat penggunaan teknologi tanpa pertimbangan etika.
Namun, jurnal ini masih memiliki keterbatasan. Pembahasan yang disajikan cenderung bersifat normatif dan teoritis, sehingga kurang didukung oleh contoh konkret atau studi kasus nyata. Penulis belum menunjukkan secara langsung bagaimana Pancasila dapat diterapkan dalam menghadapi persoalan IPTEK modern seperti media sosial, hoaks, kecerdasan buatan, atau eksploitasi lingkungan. Akibatnya, gagasan yang disampaikan masih berada pada tataran ideal dan belum sepenuhnya operasional.
5. Relevansi dengan Kondisi IPTEK Saat Ini
Dalam konteks perkembangan IPTEK saat ini, jurnal ini menjadi sangat relevan. Banyak persoalan muncul akibat kemajuan teknologi yang tidak diimbangi dengan nilai dan tanggung jawab, seperti penyalahgunaan media sosial, pelanggaran privasi, serta kerusakan lingkungan akibat industrialisasi.
Pemikiran dalam jurnal ini memberikan kerangka kritis bahwa kemajuan teknologi tidak selalu berarti kemajuan peradaban. Tanpa landasan nilai yang kuat, IPTEK justru dapat memperlebar ketimpangan sosial dan menurunkan kualitas kehidupan manusia.
6. Kesimpulan Analisis
Secara keseluruhan, jurnal ini memberikan kontribusi penting dalam memperkuat pemahaman bahwa Pancasila dapat berfungsi sebagai filsafat ilmu dalam pengembangan IPTEK. Jurnal ini menegaskan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi harus diarahkan oleh nilai agar benar-benar bermanfaat bagi manusia dan bangsa.
Meskipun masih bersifat konseptual dan kurang aplikatif, gagasan yang ditawarkan jurnal ini tetap relevan sebagai dasar berpikir dalam menghadapi tantangan IPTEK di era global. Oleh karena itu, jurnal ini layak dijadikan rujukan akademik untuk membangun pengembangan IPTEK yang beretika, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.