Nama : AURELIA PUTRI SALMA
NPM : 2515012005
Kelas : A
“Pancasila sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasinya terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi”
Jurnal ini menempatkan Pancasila bukan hanya sebagai dasar negara atau ideologi politik, tetapi sebagai filsafat ilmu yang harus menjadi landasan dalam proses berpikir, pengembangan, dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Penulis berangkat dari kegelisahan terhadap derasnya arus perkembangan IPTEK yang tidak selalu diiringi dengan penguatan nilai moral, etika, dan kepribadian bangsa. Dalam konteks tersebut, jurnal ini menegaskan bahwa IPTEK yang berkembang tanpa pijakan nilai Pancasila berpotensi merusak moralitas, mentalitas, dan identitas bangsa Indonesia.
Secara konseptual, jurnal ini kuat dalam menjelaskan bahwa Pancasila lahir dari proses historis dan kultural bangsa Indonesia yang panjang, sehingga memiliki legitimasi filosofis sebagai pandangan hidup dan sistem pengetahuan. Penulis menunjukkan bahwa Pancasila merupakan hasil sintesis dari berbagai pemikiran, budaya, dan pengalaman bangsa, sehingga layak dijadikan kerangka filosofis dalam pengembangan ilmu. Dengan pendekatan filsafat ilmu, Pancasila dipahami bukan sekadar norma praktis, tetapi sebagai dasar ontologis, epistemologis, dan aksiologis dalam ilmu pengetahuan.
Dalam pembahasannya, jurnal ini menekankan bahwa Pancasila sebagai filsafat ilmu mengarahkan ilmu agar tidak berhenti pada pencarian kebenaran rasional semata, melainkan juga diarahkan pada kebijaksanaan dan kemanfaatan bagi kehidupan manusia. Ilmu pengetahuan harus memiliki tujuan etik, yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia secara lahir dan batin.
Pandangan ini mengkritik paradigma ilmu modern yang sering bersifat bebas nilai dan berorientasi pada kekuasaan, eksploitasi, serta dominasi teknologi.
Analisis implikasi setiap sila Pancasila terhadap pengembangan IPTEK menjadi kekuatan utama jurnal ini. Penulis berhasil menunjukkan bahwa sila Ketuhanan Yang Maha Esa memberikan batas moral dan spiritual bagi ilmu agar manusia tidak menempatkan dirinya sebagai pusat segalanya. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab mengarahkan IPTEK agar dikembangkan untuk kepentingan kemanusiaan, bukan sekadar kepentingan kelompok atau keuntungan ekonomi. Sila Persatuan Indonesia menegaskan bahwa IPTEK harus memperkuat nasionalisme, kemandirian bangsa, dan persatuan, bukan justru memperdalam ketergantungan pada bangsa lain.
Lebih lanjut, sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan dipahami sebagai dasar demokratisasi ilmu, di mana pengembangan IPTEK harus terbuka, dapat dikritisi, dan tidak dimonopoli oleh elit tertentu. Sementara itu, sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia menegaskan bahwa hasil IPTEK harus dirasakan secara adil dan merata oleh seluruh rakyat, serta menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, masyarakat, dan alam.
Secara metodologis, jurnal ini bersifat konseptual-filosofis dengan pendekatan studi pustaka. Pendekatan ini sesuai dengan tujuan penulis untuk menegaskan posisi Pancasila sebagai filsafat ilmu. Namun, keterbatasannya terletak pada minimnya contoh konkret atau studi kasus IPTEK kontemporer yang dapat memperkuat relevansi praktis gagasan tersebut di era digital saat ini.
Secara keseluruhan, jurnal ini memberikan kontribusi penting dalam kajian Pendidikan Pancasila dan filsafat ilmu dengan menegaskan bahwa kemajuan IPTEK harus selalu dikendalikan oleh nilai-nilai Pancasila.
Jurnal ini meneguhkan pandangan bahwa IPTEK tidak boleh berdiri netral dan bebas nilai, melainkan harus berpihak pada kemanusiaan, keadilan, persatuan, dan kesejahteraan bangsa Indonesia.