Posts made by Shafaa Aulia Ramadhani

NAMA: SHAFAA AULIA RAMADHANI
NPM: 2515012004
KELAS: B

TUGAS PERTEMUAN 15 (ANALISIS JURNAL)
Jurnal ini membahas bahwa Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai landasan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan IPTEK yang pesat harus tetap diarahkan oleh nilai-nilai Pancasila agar tidak menimbulkan dampak negatif, terutama dalam hal moral dan kemanusiaan. Tanpa nilai tersebut, ilmu pengetahuan bisa disalahgunakan dan menjauh dari tujuan kesejahteraan manusia.

Selain itu, pancasila dipandang sebagai hasil pemikiran bangsa Indonesia yang lahir dari budaya dan pengalaman sejarah. Karena itu, Pancasila layak dijadikan pedoman berpikir dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Setiap sila memiliki peran, seperti menjaga keseimbangan antara akal dan moral, menumbuhkan sikap kemanusiaan, memperkuat persatuan, menjunjung demokrasi, serta mewujudkan keadilan sosial.
NAMA: SHAFAA AULIA RAMADHANI
NPM: 2515012004
KELAS: B

TUGAS PERTEMUAN 15 (ANALISIS SOAL-2)

A. Peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu arsitektur
Pancasila berperan sebagai paradigma ilmu yang menjadi landasan etika sekaligus arah pengembangan ilmu Arsitektur. Nilai-nilai Pancasila membimbing arsitek agar tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi dan estetika, tetapi juga pada tanggung jawab moral dan sosial.
1. Sila pertama: menuntun arsitek untuk bekerja secara jujur, profesional, dan bertanggung jawab dalam setiap proses perancangan.
2. Sila kedua: tercermin dalam desain bangunan yang mengutamakan keselamatan, kenyamanan, serta aksesibilitas bagi seluruh pengguna.
3. Sila ketiga: mendorong arsitektur yang menghargai budaya lokal, karakter lingkungan, dan identitas bangsa di tengah arus globalisasi.
4. Sila keempat: mengarahkan proses perancangan agar mempertimbangkan aspirasi masyarakat dan kebutuhan publik, sehingga tidak bersifat terbatas.
5. Sila kelima: menjadi dasar dalam menciptakan ruang dan lingkungan binaan yang berkelanjutan serta dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

B. Harapan mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang
Saya berharap pemimpin Indonesia memiliki sikap adil, bijaksana, dan mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi atau golongan. Warga negara diharapkan mampu bersikap kritis, toleran, dan bertanggung jawab dalam menggunakan kemajuan IPTEK. Sementara itu, ilmuwan dan akademisi, termasuk di bidang arsitektur, diharapkan tidak hanya mengejar inovasi, tetapi juga menjunjung etika, nilai kemanusiaan, dan keberlanjutan. Dengan demikian, kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia dapat berjalan seimbang antara perkembangan teknologi dan nilai-nilai Pancasila.
NAMA: SHAFAA AULIA RAMADHANI
NPM: 2515012004
KELAS: B

TUGAS PERTEMUAN 15 (ANALISIS SOAL 1)
A. Tanggapan terhadap berita dan antisipasi dampak negatif penyebaran hoaks
Menurut saya, berita tersebut menunjukkan bahwa hoaks adalah masalah serius yang bisa menyerang siapa saja. Media sosial membuat penyebaran hoaks menjadi jauh lebih cepat dan luas. Hal ini berbahaya karena dapat membentuk opini publik yang keliru dan memicu konflik di masyarakat.
Antisipasinya:
1. berusaha lebih kritis dalam menerima informasi
2. tidak langsung percaya atau membagikan berita sebelum mengecek kebenarannya dari sumber tepercaya
3. tingkatkan literasi

B. Pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi bagi pengembangan iptek yang lebih baik
Pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila dapat berdampak negatif di media sosial, seperti maraknya hoaks, ujaran kebencian, dan perpecahan di masyarakat. Teknologi yang seharusnya memudahkan kehidupan justru disalahgunakan tanpa memperhatikan nilai kemanusiaan dan persatuan. Oleh karena itu, pengembangan IPTEK perlu diimbangi dengan penanaman nilai Pancasila agar teknologi digunakan secara bijak, bertanggung jawab, dan membawa manfaat bagi masyarakat.

C. Solusi dari sikap konsumerisme menurut program studi yang diambil
Sikap konsumerisme membuat Indonesia lebih banyak menjadi pengguna teknologi dari negara lain. Dalam program studi Arsitektur, mahasiswa perlu didorong untuk lebih kreatif dan inovatif dalam merancang bangunan dengan memanfaatkan potensi lokal, seperti material, iklim, dan budaya setempat. Dengan penguatan keterampilan desain dan riset, mahasiswa arsitektur tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan arsitektur dan teknologi bangunan dalam negeri.
NAMA: SHAFAA AULIA RAMADHANI
NPM: 2515012004
KELAS: B

TUGAS PERTEMUAN 15 (ANALISIS VIDEO 2)
Peristiwa ketika Jepang menyerah kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945 menjadi momen penting dalam sejarah Perang Dunia II di wilayah Pasifik. Kekalahan yang dialami Jepang merupakan hasil dari peningkatan tekanan militer yang signifikan dari Sekutu, terutama setelah kehancuran yang dialami kota Hiroshima dan Nagasaki. Keadaan ini menempatkan Jepang dalam situasi di mana mereka tidak lagi bisa meneruskan pertikaian, sehingga pemerintah Jepang akhirnya memutuskan untuk menyerah tanpa syarat.
Dampak dari kejadian ini tidak hanya berdampak pada Jepang, tetapi juga kepada daerah-daerah yang berada di bawah kekuasaannya, seperti Indonesia. Kekalahan Jepang akibat dominasi teknologi militer sekutu menciptakan kekosongan kekuasaan di wilayah kolonial. Peluang ini dimanfaatkan oleh rakyat Indonesia untuk mendeklarasikan kemerdekaan mereka pada 17 Agustus 1945. Menurut laporan dari tvOne, peristiwa ini menggarisbawahi bahwa kemajuan iptek, meskipun digunakan dalam konteks perang, memiliki pengaruh besar terhadap perubahan politik dan lahirnya kemerdekaan Indonesia.
NAMA: SHAFAA AULIA RAMADHANI
NPM: 2515012004
KELAS: B

TUGAS PERTEMUAN 15 (ANALISIS VIDEO 1)
Ratusan warga di Kabupaten Pekalongan melakukan aksi unjuk rasa dengan menutup saluran pembuangan limbah dari enam pabrik pakaian yang membuang limbah langsung ke sungai. Aksi ini dilatarbelakangi oleh pencemaran lingkungan dan bau menyengat yang telah mengganggu kenyamanan warga sekitar. Warga mendatangi lokasi pabrik dan memprotes saluran pembuangan limbah yang dinilai merusak ekosistem sungai dan lingkungan permukiman.
Menurut keterangan warga, pencemaran tersebut telah terjadi selama kurang lebih 25 tahun. Selama periode itu, pemilik pabrik mengaku belum mengetahui cara mengolah limbah hasil produksi. Kondisi ini menunjukkan lemahnya penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dalam proses industri, khususnya pada pengelolaan limbah. Padahal, IPTEK berperan penting dalam menyediakan teknologi pengolahan limbah agar aktivitas industri tidak mencemari lingkungan. Kurangnya pemanfaatan IPTEK tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga memicu konflik sosial antara masyarakat dan pelaku industri. Oleh karena itu, warga menuntut pemerintah setempat untuk bertindak tegas terhadap pabrik yang tidak menerapkan teknologi pengolahan limbah secara memadai.