Nama: Adelia fi janatin aliah
Npm: 2511011067
Jawaban:
1. Persiapan awal 83 hari pertama penting dilakukan supaya pemimpin tidak langsung mengambil keputusan tanpa memahami kondisi yang ada. Pemimpin perlu mempelajari organisasi, mengenali anggota tim, memahami masalah yang sedang dihadapi, dan mengetahui target yang harus dicapai. Dengan begitu, pemimpin punya dasar yang cukup untuk menentukan langkah selama masa awal kepemimpinannya.
2. Kesan pertama bisa dibangun melalui sikap yang percaya diri, terbuka, dan mau mendengarkan orang lain. Pemimpin juga harus menunjukkan bahwa dirinya serius dalam menjalankan tanggung jawab, tetapi tidak membuat anggota tim merasa takut. Cara berkomunikasi dan memperlakukan orang lain sejak awal sangat memengaruhi kepercayaan terhadap pemimpin.
3. Dalam dua minggu pertama, pemimpin sebaiknya lebih banyak mengamati dan memahami keadaan sebelum melakukan perubahan besar. Pemimpin dapat berdiskusi dengan anggota, mempelajari pekerjaan yang berjalan, melihat masalah yang ada, dan menentukan prioritas. Tahap ini menjadi dasar agar keputusan berikutnya tidak salah arah.
4. Pada dua bulan pertama, pemimpin mulai menyusun strategi berdasarkan hasil pengamatan sebelumnya. Selain itu, perlu ditentukan pembagian tugas, struktur kerja, dan orang yang paling sesuai untuk menjalankan setiap tanggung jawab. Penempatan staf harus mempertimbangkan kemampuan dan pengalaman masing-masing agar pekerjaan bisa berjalan lebih efektif.
5. Pada bulan ketiga, rencana yang sudah dibuat mulai dikomunikasikan kepada anggota tim. Pemimpin harus menjelaskan alasan perubahan, tujuan yang ingin dicapai, serta apa yang perlu dilakukan oleh setiap anggota. Perubahan juga harus dilakukan secara bertahap dan mendapat dukungan dari tim, bukan hanya berdasarkan keputusan pemimpin sendiri.
6. Pemimpin perlu melihat kembali apa saja yang sudah dilakukan selama 100 hari pertama. Hal yang berhasil bisa dipertahankan, sedangkan kesalahan perlu dijadikan pelajaran agar tidak terulang. Dari pengalaman tersebut, pemimpin dapat mengetahui cara memimpin yang lebih tepat untuk ke depannya.
7. Umpan balik dapat diperoleh dengan membuka komunikasi dengan anggota tim, rekan kerja, maupun atasan. Pemimpin bisa meminta pendapat mengenai cara kerja dan keputusan yang sudah dilakukan. Yang penting, pemimpin harus mau menerima kritik dan tidak langsung menganggap kritik sebagai sesuatu yang negatif.
8. Tantangan tambahan dapat dilakukan dengan mengambil tanggung jawab baru di luar pekerjaan utama. Hal tersebut bisa membantu pemimpin meningkatkan kemampuan dan mendapatkan pengalaman baru. Namun, tantangan tetap harus disesuaikan dengan kemampuan supaya tidak mengganggu pekerjaan utama.
9. Belajar dari orang lain dapat dilakukan dengan mengamati cara mereka bekerja dan memimpin. Kita bisa mengambil hal-hal positif dari orang yang lebih berpengalaman dan menjadikannya sebagai contoh. Selain itu, pengalaman orang lain juga bisa membantu kita menghindari kesalahan yang sama.
10. Jurnal pemimpin berisi catatan tentang pengalaman, keputusan, masalah, dan pembelajaran selama menjalankan pekerjaan. Tidak harus panjang, yang penting mencatat kejadian penting dan apa yang bisa dipelajari dari kejadian tersebut. Jurnal ini bisa digunakan untuk melihat perkembangan diri dari waktu ke waktu.
11. Rencana pengembangan dibuat dengan mengetahui kemampuan yang sudah dimiliki dan kemampuan yang masih perlu ditingkatkan. Setelah itu, tentukan tujuan, cara mencapainya, serta waktu yang dibutuhkan. Misalnya, jika kemampuan komunikasi masih kurang, maka bisa direncanakan untuk lebih sering melakukan presentasi atau diskusi.
12. Kompetensi teknis dapat dibangun dengan mempelajari pengetahuan dan keterampilan yang berhubungan langsung dengan pekerjaan. Caranya bisa melalui pelatihan, membaca, bertanya kepada orang yang lebih ahli, dan langsung mempraktikkannya. Semakin sering digunakan, kemampuan tersebut akan semakin berkembang.
13. Kita harus memahami tujuan besar organisasi terlebih dahulu, kemudian melihat hubungan antara pekerjaan yang dilakukan dengan tujuan tersebut. Setiap tugas seharusnya memiliki manfaat terhadap pencapaian tujuan organisasi. Dengan memahami hal ini, kita tidak hanya bekerja untuk menyelesaikan tugas, tetapi juga tahu alasan dari pekerjaan tersebut.
14. Menjadi ahli membutuhkan proses belajar dan pengalaman yang terus-menerus. Kita harus memahami pekerjaan secara mendalam, tidak hanya mengetahui cara mengerjakannya tetapi juga memahami alasan dan dampaknya. Kesalahan yang terjadi juga harus dijadikan bahan untuk memperbaiki kemampuan.
15. Peluang dapat dicari dengan bersedia mengikuti proyek, kegiatan, atau pekerjaan yang berbeda dari biasanya. Kita juga bisa meminta kesempatan kepada atasan untuk mencoba tanggung jawab baru. Dengan pengalaman yang lebih beragam, kemampuan dan cara berpikir kita juga akan semakin luas.
16. Hubungan dengan atasan dapat dibangun melalui komunikasi yang baik, sikap profesional, dan tanggung jawab terhadap pekerjaan. Kita harus memahami apa yang diharapkan atasan dan memberikan informasi mengenai perkembangan pekerjaan. Hubungan yang baik bukan berarti selalu setuju, tetapi bisa saling menyampaikan pendapat dengan cara yang tepat.
17. Memahami dunia atasan berarti mencoba melihat pekerjaan dari sudut pandang mereka. Atasan biasanya memiliki tanggung jawab dan tekanan yang lebih luas, sehingga keputusan mereka tidak hanya berkaitan dengan satu orang. Dengan memahami hal tersebut, kita bisa lebih mengerti alasan di balik keputusan yang dibuat.
18. Setiap atasan memiliki gaya komunikasi dan cara kerja yang berbeda. Kita perlu mengetahui bagaimana cara atasan memberikan arahan, menerima laporan, dan mengambil keputusan. Setelah memahaminya, kita bisa menyesuaikan cara berkomunikasi dan bekerja agar hubungan kerja menjadi lebih lancar.
19. Hubungan dengan rekan sejawat dapat dibangun melalui komunikasi, kerja sama, dan saling menghargai. Jangan hanya berfokus pada kepentingan pribadi karena pekerjaan biasanya membutuhkan kerja sama dengan orang lain. Kepercayaan juga penting supaya rekan kerja merasa nyaman untuk bekerja sama.
20. Kita perlu mencari tahu apa yang menjadi tujuan masing-masing pihak, kemudian menemukan bagian yang memiliki kesamaan. Jika tujuan bersama sudah diketahui, kerja sama akan lebih mudah dilakukan. Dengan fokus pada kepentingan bersama, perbedaan pendapat dapat lebih mudah diselesaikan.
21. Untuk memahami rekan sejawat, kita perlu mengetahui tanggung jawab dan masalah yang mereka hadapi. Kita juga perlu memahami apa yang mereka harapkan dari pekerjaan, termasuk penghargaan atau hasil yang ingin dicapai. Hal ini membuat kita lebih mudah memahami sudut pandang mereka ketika bekerja sama.
22. Perencanaan pengembangan dimulai dengan menentukan kemampuan atau bagian diri yang ingin ditingkatkan. Setelah itu, tentukan target yang jelas, langkah yang akan dilakukan, dan waktu pencapaiannya. Rencana tersebut juga perlu dibuat realistis supaya bisa benar-benar dilakukan.
23. Setelah menjalankan rencana, kita perlu melihat apakah hasilnya sudah sesuai dengan target. Jika ada cara yang kurang berhasil, rencana tersebut bisa diubah atau diperbaiki. Jadi, rencana pengembangan tidak harus selalu tetap karena dapat disesuaikan dengan pengalaman dan kebutuhan baru.
24. Hasil belajar bisa diterapkan dengan menyesuaikannya dengan kondisi lingkungan baru. Tidak semua cara yang berhasil di tempat sebelumnya akan langsung berhasil di tempat baru. Karena itu, kita perlu memahami situasi terlebih dahulu, kemudian menggunakan pengetahuan dan pengalaman yang sudah dimiliki dengan cara yang sesuai.