RESPONSI SESI 14

RESPONSI SESI 14

RESPONSI SESI 14

by Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M. -
Number of replies: 50

JAWABLAH PERTANYAAN PERTANYAAN BERIKUT INI

  1. Bagaimana pertumbuhan aktivitas bisnis internasional memengaruhi manajemen sumber daya manusia?
  2. Jelaskan faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap manajemen sumber daya manusia (SDM) di pasar internasional!
  3. Bagaimana perbedaan antarnegara memengaruhi perencanaan HR di organisasi dengan operasi internasional?
  4. Jelaskan bagaimana perusahaan memilih dan melatih sumber daya manusia dalam pasar tenaga kerja global!
  5. Bagaimana tantangan yang berkaitan dengan manajemen kinerja dan kompensasi karyawan dari negara lain?
  6. Bagaimana perusahaan mempersiapkan manajer untuk tugas internasional dan kepulangan mereka?

In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by lidya indah prayoga -
Lidya Indah Prayoga
2511011120

1. Pengaruh pertumbuhan bisnis internasional terhadap SDM
Perusahaan membutuhkan karyawan yang mampu bekerja dengan budaya dan bahasa yang berbeda serta memahami pasar global.
2. Faktor yang memengaruhi SDM internasional
Budaya, hukum ketenagakerjaan, bahasa, kondisi ekonomi, dan sistem pendidikan tiap negara.
3. Pengaruh perbedaan antarnegara terhadap perencanaan HR
Perbedaan aturan kerja, budaya, dan kebutuhan tenaga kerja membuat perusahaan harus menyesuaikan kebijakan SDM di setiap negara.
4. Pemilihan dan pelatihan SDM global
Perusahaan memilih karyawan yang memiliki kemampuan, pengalaman, dan kemampuan beradaptasi. Setelah itu diberikan pelatihan bahasa, budaya, dan pekerjaan.
5. Tantangan manajemen kinerja dan kompensasi
Perusahaan sulit menyamakan standar penilaian kerja dan pemberian gaji karena biaya hidup dan budaya tiap negara berbeda.
6. Persiapan manajer untuk tugas internasional dan kepulangan
Perusahaan memberikan pelatihan budaya, bahasa, dan penyesuaian lingkungan kerja sebelum berangkat, lalu membantu manajer beradaptasi kembali saat pulang ke negara asal.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Stevan Adrian Anas -
Nama: Stevan Adrian Anas
NPM:2511011056

1. Pertumbuhan aktivitas bisnis internasional membuat perusahaan harus mengelola karyawan dari berbagai negara dan budaya. Manajemen SDM menjadi lebih kompleks karena harus menyesuaikan aturan kerja, komunikasi, pelatihan, serta kebutuhan tenaga kerja global agar perusahaan dapat berjalan efektif di berbagai negara.

2. Faktor yang paling berpengaruh terhadap SDM internasional meliputi budaya, hukum ketenagakerjaan, kondisi ekonomi, sistem pendidikan, bahasa, dan politik negara setempat. Perbedaan faktor-faktor tersebut memengaruhi cara perusahaan merekrut, melatih, memberi kompensasi, dan mengelola karyawan.

3. Perbedaan antarnegara memengaruhi perencanaan HR karena setiap negara memiliki aturan kerja, tingkat upah, budaya kerja, dan ketersediaan tenaga kerja yang berbeda. Oleh karena itu, perusahaan harus menyesuaikan strategi SDM agar sesuai dengan kondisi negara tempat perusahaan beroperasi.

4. Perusahaan memilih SDM global berdasarkan kemampuan teknis, bahasa, pengalaman internasional, dan kemampuan beradaptasi. Setelah dipilih, karyawan biasanya diberikan pelatihan tentang budaya negara tujuan, komunikasi internasional, serta kemampuan kerja lintas budaya agar dapat bekerja dengan baik di lingkungan global.

5. Tantangan dalam manajemen kinerja dan kompensasi karyawan asing adalah adanya perbedaan budaya kerja, standar penilaian, nilai mata uang, dan biaya hidup antarnegara. Perusahaan harus membuat sistem penilaian dan kompensasi yang adil agar semua karyawan tetap termotivasi dan produktif.

6. Perusahaan mempersiapkan manajer internasional dengan memberikan pelatihan budaya, bahasa, dan penyesuaian lingkungan kerja sebelum penugasan. Saat kembali ke negara asal, perusahaan membantu proses kepulangan melalui evaluasi pengalaman kerja, penempatan jabatan baru, dan penyesuaian kembali dengan budaya kerja di negara asal.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Dwi Marissa 2511011115 -
Nama : Dwi Marissa
NPM : 2511011115

1. Pertumbuhan bisnis internasional membuat manajemen SDM jadi lebih kompleks karena perusahaan harus mengatur karyawan dari berbagai negara, budaya, bahasa, dan aturan kerja yang berbeda. SDM juga harus mampu merekrut dan melatih tenaga kerja global.

2. Faktor yang paling berpengaruh terhadap SDM internasional yaitu budaya, hukum ketenagakerjaan tiap negara, kondisi ekonomi, bahasa, sistem pendidikan, serta kebijakan pemerintah mengenai tenaga kerja asing.

3. Perbedaan antarnegara memengaruhi perencanaan HR karena setiap negara punya aturan kerja, budaya kerja, dan kebutuhan tenaga kerja yang berbeda. Jadi perusahaan harus menyesuaikan strategi rekrutmen, pelatihan, dan kompensasi.

4. Perusahaan memilih SDM global berdasarkan kemampuan, pengalaman, bahasa, dan kemampuan beradaptasi. Setelah dipilih, karyawan biasanya diberi pelatihan budaya, bahasa, dan pengetahuan tentang negara tujuan kerja.

5. Tantangan dalam manajemen kinerja dan kompensasi karyawan asing yaitu perbedaan standar kerja, budaya, mata uang, biaya hidup, dan harapan gaji di tiap negara. Penilaian kerja juga bisa berbeda tergantung budaya setempat.

6. Perusahaan mempersiapkan manajer internasional dengan pelatihan budaya, bahasa, dan kemampuan komunikasi global. Saat kembali ke negara asal, perusahaan membantu mereka beradaptasi lagi dan menempatkan posisi kerja yang sesuai dengan pengalaman internasionalnya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Nur Parida 2511011103 -
Nama : Nur Parida
NPM : 2511011103

1.Bagaimana pertumbuhan aktivitas bisnis internasional memengaruhi manajemen sumber daya manusia?
Pertumbuhan aktivitas bisnis internasional memberikan dampak besar terhadap manajemen sumber daya manusia (SDM), terutama dalam pengelolaan tenaga kerja yang semakin beragam secara budaya, bahasa, dan kebiasaan kerja. Perusahaan harus mampu menyesuaikan kebijakan SDM agar sesuai dengan kondisi global, seperti perekrutan lintas negara, pengelolaan karyawan ekspatriat, serta penerapan sistem kerja yang fleksibel. Selain itu, HR juga dituntut untuk memahami regulasi ketenagakerjaan di berbagai negara agar operasional perusahaan tetap berjalan efektif dan sesuai aturan.

2.Jelaskan faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap manajemen sumber daya manusia (SDM) di pasar internasional!
Beberapa faktor utama yang memengaruhi manajemen SDM di pasar internasional adalah perbedaan budaya, hukum ketenagakerjaan setiap negara, kondisi ekonomi, perkembangan teknologi, dan tingkat persaingan global. Budaya memengaruhi cara komunikasi, kepemimpinan, serta motivasi kerja karyawan. Sementara itu, regulasi ketenagakerjaan menentukan hak dan kewajiban perusahaan terhadap pekerja. Selain itu, kemajuan teknologi juga mendorong perusahaan untuk mengembangkan sistem SDM digital agar pengelolaan karyawan lebih efisien.

3.Bagaimana perbedaan antarnegara memengaruhi perencanaan HR di organisasi dengan operasi internasional?
Perbedaan antarnegara sangat memengaruhi perencanaan HR karena setiap negara memiliki sistem hukum, budaya kerja, tingkat pendidikan, dan kondisi pasar tenaga kerja yang berbeda. Hal ini membuat perusahaan harus menyesuaikan strategi rekrutmen, pelatihan, kompensasi, hingga evaluasi kinerja sesuai dengan karakteristik masing-masing negara. Dengan demikian, perencanaan HR harus bersifat fleksibel agar tujuan perusahaan global dapat tercapai tanpa mengabaikan kebutuhan lokal.

4.Jelaskan bagaimana perusahaan memilih dan melatih sumber daya manusia dalam pasar tenaga kerja global!
Perusahaan memilih sumber daya manusia dalam pasar global melalui proses seleksi yang mempertimbangkan kompetensi teknis, kemampuan bahasa, pengalaman internasional, dan kemampuan beradaptasi terhadap budaya baru. Setelah terpilih, karyawan biasanya diberikan pelatihan khusus seperti pelatihan lintas budaya, pengembangan keterampilan teknis, dan pelatihan kepemimpinan global. Tujuan pelatihan ini adalah agar karyawan mampu bekerja secara efektif dalam lingkungan internasional yang dinamis dan multikultural.

5.Bagaimana tantangan yang berkaitan dengan manajemen kinerja dan kompensasi karyawan dari negara lain?
Tantangan utama dalam manajemen kinerja dan kompensasi karyawan internasional adalah perbedaan standar kerja, ekspektasi budaya, nilai mata uang, serta biaya hidup di setiap negara. Sistem penilaian kinerja yang efektif di satu negara belum tentu sesuai diterapkan di negara lain. Selain itu, perusahaan harus memastikan kompensasi yang adil dan kompetitif dengan mempertimbangkan faktor lokal, seperti pajak, tunjangan, dan fasilitas tambahan agar karyawan tetap termotivasi.

6.Bagaimana perusahaan mempersiapkan manajer untuk tugas internasional dan kepulangan mereka?
Perusahaan mempersiapkan manajer untuk tugas internasional melalui pelatihan pra-penugasan, seperti pembelajaran budaya negara tujuan, bahasa, serta pengetahuan tentang lingkungan bisnis setempat. Selama penugasan, perusahaan biasanya memberikan dukungan berupa mentoring dan evaluasi berkala. Setelah masa tugas selesai, perusahaan juga perlu mempersiapkan proses repatriasi atau kepulangan agar manajer dapat beradaptasi kembali di negara asal serta memanfaatkan pengalaman internasional mereka untuk pengembangan karier selanjutnya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Novandria Amelia Putri -
Nama : Novandria Amelia Putri
NPM : 2551011004

1. Dampak Bisnis Internasional membuat HR jadi lebih rumit karena harus mengurus karyawan dari berbagai negara dengan budaya dan hukum yang berbeda.

2. Faktor Paling Berpengaruh meliputi budaya masyarakat terkait cara kerja serta sistem ekonomi untuk standar gaji dan hukum politik negara setempat mengenai aturan kontrak.

3. Pengaruh Perencanaan HR artinya HR tidak bisa pakai satu aturan yang sama di semua negara jadi harus fleksibel mengikuti aturan dan kebiasaan lokal.

4. Pemilihan dan Pelatihan SDM dilakukan dengan memilih orang yang paling kompeten baik lokal maupun ekspatriat lalu melatih mereka soal bahasa dan budaya negara tujuan.

5. Tantangan Kinerja dan Kompensasi berupa sulitnya menilai kerja dari jauh karena beda zona waktu dan rumitnya menghitung gaji yang adil agar tidak ada kecemburuan.

6. Persiapan Tugas dan Kepulangan dilakukan dengan memberikan pembekalan bahasa atau budaya sebelum pergi dan menyiapkan jabatan yang pas saat mereka kembali ke negara asal.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Marda Lika Rahmadani 2511011010 -
Marda Lika Rahmadani
2511011010

1. Pertumbuhan bisnis internasional memaksa HR mengelola tiga kategori karyawan sekaligus (PCN, HCN, TCN) serta menyeimbangkan integrasi global kantor pusat dengan adaptasi budaya lokal di tiap cabang.

2. Manajemen SDM global dikendalikan oleh perbedaan budaya (gaya komunikasi), sistem ekonomi dan pendidikan (standar upah dan kualitas instansi), serta hukum politik lokal (aturan kaku mengenai upah minimum dan PHK).

3. Perbedaan negara menghapus sistem seragam, sehingga HR harus menyesuaikan perencanaan jumlah staf (otomatisasi di negara maju vs padat karya di negara berkembang) dan menyelaraskan kalender kerja dengan hari libur lokal.

4. Perusahaan menyeleksi kandidat berdasarkan kemampuan adaptasi (cultural empathy) dan kesiapan keluarga, lalu melatih mereka menggunakan Cross-Cultural Training (CCT) untuk mencegah kegagalan akibat culture shock.

5. Tantangannya adalah bias penilaian jarak jauh dari pusat, benturan indikator kerja (individualis vs kelompok), serta kecemburuan sosial upah yang diatasi dengan balance sheet approach untuk menyamakan daya beli ekspatriat.

6. HR mempersiapkan keberangkatan dengan mentor dan tunjangan, serta mengelola kepulangan (repatriasi) dengan jaminan posisi karir baru yang jelas demi mencegah karyawan resign akibat reverse culture shock.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Nayla Faiza Chairunnisa -
Nayla Faiza Chairunnisa
2511011012

1. Pertumbuhan bisnis internasional membuat manajemen SDM menjadi lebih kompleks karena perusahaan harus mengelola karyawan dari berbagai negara, budaya, bahasa, dan aturan kerja yang berbeda.

2. Faktor yang paling berpengaruh terhadap SDM internasional meliputi budaya, hukum ketenagakerjaan, kondisi ekonomi, sistem pendidikan, bahasa, dan kebiasaan kerja di setiap negara.

3. Perbedaan antarnegara memengaruhi perencanaan HR karena perusahaan harus menyesuaikan perekrutan, pelatihan, gaji, serta kebijakan kerja sesuai budaya dan regulasi masing-masing negara.

4. Perusahaan memilih SDM global berdasarkan kemampuan, pengalaman, dan kemampuan beradaptasi. Pelatihan biasanya mencakup bahasa, budaya, komunikasi, dan keterampilan kerja internasional.

5. Tantangan manajemen kinerja dan kompensasi karyawan asing meliputi perbedaan standar kerja, budaya penilaian, nilai mata uang, biaya hidup, serta keadilan gaji antarnegara.

6. Perusahaan mempersiapkan manajer internasional melalui pelatihan budaya, bahasa, dan kepemimpinan global. Saat kembali ke negara asal, perusahaan membantu mereka beradaptasi kembali dan memanfaatkan pengalaman internasional yang dimiliki.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by aliifah husnul khotimah -
Nama: Aliifah Husnul Khotimah
NPM: 2511011114

1. Bagaimana pertumbuhan aktivitas bisnis internasional memengaruhi manajemen sumber daya manusia?
= Ketika bisnis berkembang ke luar negeri, tugas HR otomatis jadi lebih kompleks. HR tidak bisa lagi pakai satu aturan tunggal. Mereka harus mulai mengelola karyawan dengan latar belakang budaya yang berbeda, memahami hukum tenaga kerja di negara tujuan, serta mengatur perpindahan karyawan antarnegara (ekspatriat).

2. Jelaskan faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap manajemen sumber daya manusia (SDM) di pasar internasional!
= Ada empat faktor utama yang paling menentukan kebijakan HR global:
* Budaya: Menentukan cara berkomunikasi, motivasi kerja, dan gaya kepemimpinan yang cocok di negara tersebut.
* Sistem Ekonomi: Memengaruhi tingkat upah, biaya hidup, dan ketersediaan tenaga kerja ahli.
* Hukum dan Politik: Menentukan aturan kontrak kerja, jam kerja maksimal, hingga hak-hak serikat pekerja di negara tujuan.
* Sistem Pendidikan: Memengaruhi kualitas dan kesiapan draf tenaga kerja lokal yang bisa direkrut.

3. Bagaimana perbedaan antarnegara memengaruhi perencanaan HR di organisasi dengan operasi internasional?
= Perbedaan ini membuat HR tidak bisa asal menyamakan strategi.
* Penyediaan SDM: Di negara yang serikat pekerjanya kuat, HR harus lebih hati-hati dalam merencanakan perekrutan atau pengurangan karyawan.
* Kebutuhan Pelatihan: Jika kualitas pendidikan di negara tujuan belum merata, HR harus merencanakan anggaran pelatihan lokal yang lebih besar sejak awal.

4. Jelaskan bagaimana perusahaan memilih dan melatih sumber daya manusia dalam pasar tenaga kerja global!
= - Pemilihan (Seleksi): Perusahaan biasanya mengombinasikan manajer dari kantor pusat (ekspatriat) untuk posisi kunci, dan merekrut warga lokal untuk posisi operasional karena mereka lebih paham pasar setempat.
- Pelatihan: Fokus utamanya adalah pelatihan lintas budaya (cross-cultural training) dan bahasa, agar karyawan asing bisa cepat beradaptasi dan menghindari salah paham dengan tim lokal.

5. Bagaimana tantangan yang berkaitan dengan manajemen kinerja dan kompensasi karyawan dari negara lain?
= -Manajemen Kinerja: Menilai kinerja ekspatriat itu sulit karena jarak. Penilai di kantor pusat sering kali tidak tahu kondisi riil di lapangan, sementara penilai lokal mungkin punya standar keberhasilan yang berbeda karena faktor budaya.
- Kompensasi: HR harus adil. Sulitnya adalah menyetarakan gaji antara ekspatriat dan karyawan lokal agar tidak menimbulkan kecemburuan, sekaligus memastikan paket kompensasi ekspatriat cukup untuk menutup biaya hidup dan sekolah anak di luar negeri.

6. Bagaimana perusahaan mempersiapkan manajer untuk tugas internasional dan kepulangan mereka?
= -Sebelum Berangkat: Karyawan dan keluarganya diberikan konseling budaya, orientasi gaya hidup di negara tujuan, dan pengenalan kondisi kerja yang baru.
- Saat Kepulangan (Repatriasi): Ini yang sering dilupakan. Perusahaan harus menyiapkan posisi atau jabatan yang sesuai sekembalinya mereka ke tanah air, serta membantu mereka menyesuaikan diri kembali agar pengalaman internasional mereka tidak sia-sia dan mereka tidak pindah ke perusahaan kompetitor.
In reply to aliifah husnul khotimah

Re: RESPONSI SESI 14

by Filla zakila -
Nama : Filla Zakila

NPM : 2511011052

1. Pengaruh Pertumbuhan Aktivitas Bisnis Internasional terhadap MSDM

Ketika perusahaan melakukan ekspansi ke pasar internasional (menjadi perusahaan multinasional/MNC), fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) menjadi jauh lebih kompleks. Pengaruh utamanya meliputi:

 Kompleksitas Operasional: HR harus mengelola hukum tenaga kerja yang berbeda, sistem perpajakan ganda, mata uang yang bervariasi, serta kepatuhan regulasi di tiap negara tujuan (host country).

 Perubahan Fokus Rekrutmen: Perusahaan tidak lagi hanya mencari talenta lokal, melainkan harus merekrut ekspatriat (Parent-Country Nationals), karyawan lokal (Host-Country Nationals), atau karyawan dari negara ketiga (Third-Country Nationals).

 Kebutuhan Penyesuaian Budaya: HR dituntut untuk menciptakan kebijakan yang inklusif dan memfasilitasi pelatihan lintas budaya agar tidak terjadi benturan kerja.

2. Faktor-Faktor yang Paling Berpengaruh terhadap MSDM di Pasar Internasional

Ada empat faktor utama yang membentuk lingkungan MSDM global:

 Faktor Budaya: Nilai-nilai, norma, dan adat istiadat setempat (misalnya, tingkat individualisme vs kolektivisme menurut teori Geert Hofstede) sangat memengaruhi cara memotivasi dan memimpin karyawan.

 Sistem Ekonomi: Apakah negara tujuan menganut sistem pasar bebas, komando, atau campuran. Hal ini menentukan biaya tenaga kerja, tingkat inflasi, dan kebijakan insentif.

 Faktor Hukum dan Politik: Regulasi ketat mengenai upah minimum, jam kerja, hak berserikat, serta stabilitas politik di negara tujuan.

 Sistem Hubungan Industrial (Ketenagakerjaan): Seberapa kuat peran serikat pekerja dan bagaimana pola hubungan antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja di negara tersebut.

3. Pengaruh Perbedaan Antarnegara terhadap Perencanaan HR di Organisasi Internasional

Perbedaan antarnegara memaksa HR untuk memilih strategi perencanaan dan pengisian staf (staffing) yang tepat. Secara umum, ada 3 pendekatan utama:

 Pendekatan Etnosentris: Mengisi posisi manajerial kunci dengan warga negara asal perusahaan (home country). Ini dipilih jika kompetensi lokal belum memadai.

 Pendekatan Polisentris: Menyerahkan pengelolaan cabang kepada warga negara setempat (host country). Pendekatan ini meminimalkan hambatan budaya dan biaya, namun bisa mengurangi kontrol pusat.

 Pendekatan Geosentris: Mencari orang terbaik untuk posisi kunci tanpa memandang kewarganegaraan. Ini ideal untuk efisiensi global namun sangat mahal dan rumit secara administratif.

4. Cara Perusahaan Memilih dan Melatih SDM dalam Pasar Tenaga Kerja Global

 Proses Seleksi: Selain keahlian teknis, seleksi ekspatriat berfokus pada kemampuan adaptasi, kecerdasan kultural (CQ), stabilitas emosional, kemampuan bahasa, serta kesiapan keluarga (pasangan/anak) untuk ikut pindah.

 Proses Pelatihan: * Pelatihan Lintas Budaya: Memahami sejarah, norma, dan etika bisnis negara tujuan.

 Pelatihan Bahasa: Komunikasi dasar hingga profesional.

 Orientasi Praktis: Bantuan adaptasi hidup sehari-hari (tempat tinggal, sekolah anak, transportasi).

5. Tantangan Manajemen Kinerja dan Kompensasi Karyawan Global

 Manajemen Kinerja: * Tantangan: Siapa yang menilai? (Manajer di kantor pusat vs Manajer lokal). Sering kali terjadi bias karena jarak atau perbedaan budaya dalam melihat objektivitas kerja.

 Solusi: Menggunakan kriteria penilaian yang fleksibel namun tetap terstandarisasi.

 Kompensasi Global:

 Tantangan: Perbedaan daya beli (purchasing power), fluktuasi nilai tukar mata uang, dan tunjangan hidup.

 Solusi: Menggunakan Pendekatan Neraca (Balance Sheet Approach), yaitu memberikan paket kompensasi yang memastikan ekspatriat mempertahankan standar hidup yang sama seperti di negara asalnya, ditambah tunjangan insentif luar negeri.

6. Mempersiapkan Manajer untuk Tugas Internasional dan Kepulangan Mereka (Repatriation)

 Persiapan Tugas (Pre-departure): Memberikan pembekalan intensif, konseling realitas, dan pertemuan dengan mantan ekspatriat untuk menyelaraskan ekspektasi kerja.

 Proses Kepulangan (Repatriation): Ini adalah tahap yang sering diabaikan namun krusial karena mantan ekspatriat sering mengalami reverse culture shock (gegar budaya balik). Langkah persiapannya meliputi:

 Jaminan Karier: Menyediakan posisi/jabatan baru di kantor pusat yang memanfaatkan keahlian internasional yang baru mereka dapatkan.

 Konseling Keuangan & Psikologis: Membantu penyesuaian kembali tunjangan yang hilang setelah pulang.

 Mentoring: Menyediakan mentor selama tugas di luar negeri agar mereka tetap terhubung dengan perkembangan politik dan budaya di kantor pusat.



In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Kalila Aliffia Arieza -
Kalila Aliffia Arieza
2511011021

1. Bagaimana pertumbuhan aktivitas bisnis internasional memengaruhi manajemen sumber daya manusia?
Pertumbuhan bisnis internasional mengubah peran MSDM dari yang semula bersifat domestik menjadi jauh lebih kompleks (Global HRM). Pengaruh utamanya meliputi:
Kompleksitas Operasional: HR harus mengelola hukum, mata uang, pajak, dan budaya yang berbeda di setiap negara cabang.
Perubahan Fokus Strategis: HR tidak hanya merekrut untuk kebutuhan lokal, tetapi harus mampu melakukan perencanaan tenaga kerja lintas batas negara untuk mendukung ekspansi global.
Keberagaman Budaya: Perusahaan dituntut menciptakan kebijakan inklusif yang dapat menyatukan karyawan dari berbagai latar belakang budaya tanpa menghilangkan identitas lokal mereka.

2. Jelaskan faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap manajemen sumber daya manusia (SDM) di pasar internasional!
Ada empat faktor utama yang paling menentukan keberhasilan pengelolaan SDM di pasar internasional:
Faktor Budaya (Cultural Factors): Budaya lokal memengaruhi nilai-nilai kerja, motivasi, dan gaya kepemimpinan. HR sering menggunakan riset budaya (seperti teori Hofstede’s Cultural Dimensions) agar kebijakan HR tidak berbenturan dengan norma setempat.
Sistem Ekonomi (Economic Systems): Perbedaan biaya hidup, tingkat inflasi, dan perkembangan pasar tenaga kerja antarnegara memengaruhi penentuan standar upah.
Hukum dan Regulasi (Legal-Political Factors): Setiap negara memiliki undang-undang tenaga kerja yang ketat terkait jam kerja, upah minimum, hak berserikat, dan prosedur pemecatan karyawan.
Sistem Pendidikan (Human Capital): Kualitas dan ketersediaan tenaga kerja terampil di negara tujuan menentukan apakah perusahaan harus mendatangkan ekspatriat atau cukup merekrut warga lokal.

3. Bagaimana perbedaan antarnegara memengaruhi perencanaan HR di organisasi dengan operasi internasional?
Perbedaan karakteristik tiap negara memaksa organisasi menggunakan pendekatan perencanaan HR yang fleksibel, yang umumnya dibagi menjadi tiga orientasi:
Etnosentris: Mengisi posisi kunci di luar negeri dengan staf dari kantor pusat (Parent-Country Nationals). Perencanaan HR fokus pada pencarian bakat domestik yang siap dikirim ke luar negeri.
Polisentris: Mengelola cabang luar negeri dengan manajer dari negara lokal tersebut (Host-Country Nationals). Perencanaan HR fokus pada rekrutmen dan pengembangan bakat lokal di masing-masing negara.
Geosentris: Mencari orang terbaik untuk posisi kunci tanpa memandang kewarganegaraannya. Perencanaan HR berfokus pada pembentukan jaringan bakat global yang sangat cair.

4. Jelaskan bagaimana perusahaan memilih dan melatih sumber daya manusia dalam pasar tenaga kerja global!
Perusahaan harus jeli dalam menyaring dan membekali tenaga kerja internasional mereka:
Proses Pemilihan (Seleksi): Untuk tugas global, seleksi tidak hanya menilai kemampuan teknis, tetapi juga kecerdasan budaya (cultural intelligence), stabilitas emosional, kemampuan beradaptasi, dan kesiapan keluarga kandidat untuk ikut pindah.
Proses Pelatihan: Pelatihan global dibagi menjadi tiga tahap krusial:
Pelatihan Bahasa: Untuk kelancaran komunikasi operasional.
Pelatihan Budaya: Memahami norma, etika bisnis, dan keseharian di negara tujuan demi menghindari culture shock.
Pelatihan Praktis: Edukasi mengenai sistem adaptasi tempat tinggal, sekolah anak, dan hukum lokal.

5. Bagaimana tantangan yang berkaitan dengan manajemen kinerja dan kompensasi karyawan dari negara lain?
Tantangan Manajemen Kinerja: Sulitnya melakukan penilaian yang adil karena adanya jarak geografis, perbedaan zona waktu, dan perbedaan standar pencapaian kerja antarnegara. Penilai dari kantor pusat sering kali tidak memahami kendala riil yang dihadapi manajer di lapangan (negara cabang).
Tantangan Kompensasi: Menyeimbangkan keadilan bagi ekspatriat dan karyawan lokal. Perusahaan biasanya menggunakan Pendekatan Neraca (Balance Sheet Approach) untuk ekspatriat, yaitu memastikan daya beli mereka di luar negeri tetap setara dengan di negara asal mereka, ditambah dengan tunjangan khusus (tunjangan isolasi, biaya sekolah anak, dan penyesuaian pajak).

6. Bagaimana perusahaan mempersiapkan manajer untuk tugas internasional dan kepulangan mereka?
Persiapan Tugas (Pre-departure): Selain pelatihan budaya dan bahasa, manajer diberikan orientasi mengenai target bisnis spesifik di negara tujuan dan diberikan mentor dari kantor pusat sebagai jalur komunikasi konstan.
Proses Kepulangan (Repatriasi): Pemulangan manajer ke negara asal sering memicu reverse culture shock (kaget budaya saat pulang) dan perasaan karier mereka terhambat. Perusahaan yang baik mempersiapkan kepulangan ini dengan:
Menyediakan posisi baru di kantor pusat yang memanfaatkan keahlian internasional mereka.
Memberikan konseling finansial dan adaptasi ulang bagi manajer beserta keluarganya.
Menyelenggarakan sesi berbagi pengalaman agar pengetahuan global manajer tersebut dapat diserap oleh organisasi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Rani Umi'ah -
nama: Rani Umi'ah
npm: 2511011029

1.Bagaimana pertumbuhan aktivitas bisnis internasional memengaruhi manajemen sumber daya manusia?
jawab:
Pertumbuhan aktivitas bisnis internasional memperluas cakupan MSDM dari skala domestik ke skala global. Perubahan ini memengaruhi beberapa aspek utama:

* Keragaman Budaya: Mengelola karyawan dari latar belakang budaya, bahasa, dan nilai kerja yang berbeda.
* Kompleksitas Regulasi: Mematuhi hukum ketenagakerjaan dan aturan pajak yang berbeda di setiap negara operasional.
* Mobilitas Tenaga Kerja: Mengatur relokasi fisik, visa, dan adaptasi karyawan yang dikirim ke luar negeri (ekspatriat).


2. Jelaskan faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap manajemen sumber daya manusia (SDM) di pasar internasional!
jawab:
Empat faktor eksternal utama yang paling memengaruhi kebijakan MSDM internasional meliputi:

* Budaya Nasional: Memengaruhi gaya kepemimpinan, motivasi kerja, dan metode komunikasi (misalnya: tingkat individualisme vs kolektivisme).
* Kondisi Ekonomi: Perbedaan tingkat upah, biaya hidup, dan inflasi memengaruhi standar kompensasi.
* Sistem Hukum dan Politik: Regulasi ketenagakerjaan, hak berserikat, dan stabilitas politik di negara tujuan.
* Sistem Pendidikan: Menentukan kualitas dan ketersediaan tenaga kerja terampil di pasar lokal setempat.


3. Bagaimana perbedaan antarnegara memengaruhi perencanaan HR di organisasi dengan operasi internasional?
jawab:
Pengaruh Perbedaan Antarnegara terhadap Perencanaan HR
Perbedaan kondisi antarnegara memaksa HR menyesuaikan strategi perencanaan tenaga kerja melalui:

* Metode Rekrutmen: Memilih pendekatan etnosentris (manajer dari negara asal), polisentris (manajer lokal), atau geosentris (mencari talenta terbaik global).
* Alokasi Anggaran: Menyesuaikan anggaran biaya tenaga kerja berdasarkan standar upah minumum dan jaminan sosial lokal.
* Ketersediaan Talenta: Memetakan kelangkaan keahlian tertentu di suatu negara untuk menentukan opsi impor tenaga kerja atau pelatihan intensif.


4. Jelaskan bagaimana perusahaan memilih dan melatih sumber daya manusia dalam pasar tenaga kerja global!
jawab:
Perusahaan menggunakan strategi khusus untuk menyaring dan membekali tenaga kerja global:

* Proses Pemilihan (Seleksi):
* Menilai kemampuan adaptasi, stabilitas emosional, dan kecerdasan kultural (CQ) kandidat.
* Melibatkan wawancara keluarga untuk memastikan kesiapan relokasi.
* Proses Pelatihan:
* Pelatihan Lintas Budaya: Memahami norma sosial dan etika bisnis negara tujuan.
* Pelatihan Bahasa: Meningkatkan kemampuan komunikasi lokal.
* Orientasi Praktis: Pemahaman hukum lokal, sistem transportasi, dan fasilitas kesehatan.


5. Bagaimana tantangan yang berkaitan dengan manajemen kinerja dan kompensasi karyawan dari negara lain?
jawab:
Tantangan Manajemen Kinerja dan Kompensasi Internasional
Mengelola kinerja dan remunerasi lintas negara menghadapi hambatan berupa:

* Tantangan Manajemen Kinerja:
* Jarak fisik menyulitkan pemantauan langsung oleh kantor pusat.
* Bias budaya dalam memberikan penilaian atau umpan balik (feedback).
* Tantangan Kompensasi:
* Fluktuasi nilai tukar mata uang yang memengaruhi daya beli karyawan.
* Kebijakan pajak ganda (negara asal dan negara tempat bekerja).
* Penentuan tunjangan ekspatriat seperti biaya sekolah anak dan persiapan

6. Bagaimana perusahaan mempersiapkan manajer untuk tugas internasional dan kepulangan mereka?
jawab:
Perusahaan harus menjaga siklus penugasan ekspatriat berjalan lancar dari awal hingga akhir:

* Persiapan Keberangkatan:
* Memberikan pelatihan pra-keberangkatan intensif bagi karyawan dan keluarga.
* Mengadakan kunjungan awal (pre-visit) ke negara tujuan untuk pengenalan lingkungan.
* Persiapan Kepulangan (Repatriasi):
* Menyediakan program mentoring selama bertugas agar tetap terhubung dengan perkembangan kantor pusat.
* Menjamin posisi atau jalur karier yang jelas dan sesuai sekembalinya ke negara asal.
* Membantu mengatasi syok budaya terbalik (reverse culture shock) saat menyesuaikan diri kembali.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by CINDY OKTAVIA RAMADHANI -
Nama : Cindy Oktavia Ramadhani
NPM : 2511011143

1. Menurut saya, perusahaan harus siap menghadapi pertumbuhan bisnis internasional karena semakin luas operasi perusahaan, semakin kompleks juga pengelolaan SDM seperti perbedaan budaya, bahasa, dan aturan kerja tiap negara.

2. Hal yang paling berpengaruh terhadap SDM internasional adalah budaya, hukum ketenagakerjaan, bahasa, sistem ekonomi, dan kebiasaan kerja masyarakat di setiap negara.

3. Perbedaan antarnegara memengaruhi perencanaan HR karena perusahaan harus menyesuaikan sistem rekrutmen, pelatihan, komunikasi, hingga kebijakan kerja sesuai kondisi negara tempat perusahaan beroperasi.

4. Perusahaan biasanya memilih SDM global berdasarkan kemampuan profesional, bahasa, dan kemampuan adaptasi budaya. Setelah itu, karyawan diberikan pelatihan seperti komunikasi lintas budaya, bahasa asing, dan pemahaman lingkungan kerja internasional.

5. Tantangan dalam manajemen kinerja dan kompensasi karyawan asing adalah perbedaan standar kerja, biaya hidup, budaya kerja, serta harapan gaji di setiap negara sehingga perusahaan harus membuat sistem yang adil dan fleksibel.

6. Perusahaan mempersiapkan manajer internasional melalui pelatihan budaya, bahasa, dan kepemimpinan global. Saat kembali ke negara asal, perusahaan juga membantu mereka beradaptasi kembali agar pengalaman internasionalnya tetap bermanfaat bagi perusahaan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Mellisa Dwi Syerlina -
Nama : Mellisa Dwi Syerlina
NPM : 2511011126

1. Bagaimana pertumbuhan aktivitas bisnis internasional memengaruhi manajemen SDM?
Pertumbuhan bisnis internasional membuat perusahaan harus mengelola karyawan dari berbagai negara. HR harus memahami perbedaan budaya, bahasa, dan aturan kerja agar kerja sama berjalan baik.

2. Faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap manajemen SDM di pasar internasional
Faktor yang berpengaruh yaitu:
Budaya setiap negara
Bahasa
Hukum ketenagakerjaan
Kondisi ekonomi
Teknologi dan komunikasi

3. Bagaimana perbedaan antarnegara memengaruhi perencanaan HR?
Setiap negara memiliki aturan dan budaya kerja yang berbeda. Karena itu perusahaan harus menyesuaikan:
Jam kerja
Sistem gaji
Tunjangan
Cara bekerja dan berkomunikasi

4. Bagaimana perusahaan memilih dan melatih SDM di pasar tenaga kerja global?
Perusahaan memilih karyawan yang:
Bisa berbahasa asing
Mudah beradaptasi
Memiliki kemampuan komunikasi yang baik
Pelatihan biasanya meliputi:
Bahasa asing
Budaya negara lain
Cara kerja internasional

5. Bagaimana tantangan manajemen kinerja dan kompensasi karyawan dari negara lain?
Tantangannya yaitu:
Perbedaan standar penilaian kerja
Perbedaan mata uang dan biaya hidup
Harapan gaji tiap negara berbeda
Sulit menilai kinerja karyawan di luar negeri

6. Bagaimana perusahaan mempersiapkan manajer untuk tugas internasional dan kepulangan mereka?
Perusahaan biasanya memberikan:
Pelatihan budaya dan bahasa
Pengetahuan tentang negara tujuan
Pelatihan adaptasi kerja internasional
Saat manajer kembali ke negara asal, perusahaan membantu mereka menyesuaikan diri kembali dengan pekerjaan dan lingkungan kerja sebelumnya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Muhamad Rizky Adjie 2551011041 -
1. Pengaruh pertumbuhan aktivitas bisnis internasional terhadap MSDM
Pertumbuhan bisnis internasional membuat manajemen sumber daya manusia menjadi lebih kompleks karena perusahaan harus mengelola karyawan dari berbagai negara dengan budaya, bahasa, dan aturan kerja yang berbeda. MSDM juga harus mampu merekrut, melatih, dan mengembangkan tenaga kerja global agar perusahaan dapat bersaing di pasar internasional.
2. Faktor-faktor yang memengaruhi MSDM di pasar internasional
Beberapa faktor yang paling berpengaruh yaitu budaya, hukum ketenagakerjaan, kondisi ekonomi, sistem pendidikan, bahasa, serta kebiasaan kerja di setiap negara. Selain itu, perkembangan teknologi dan persaingan global juga memengaruhi cara perusahaan mengelola SDM.
3. Pengaruh perbedaan antarnegara terhadap perencanaan HR
Perbedaan antarnegara memengaruhi perencanaan HR karena setiap negara memiliki aturan, budaya, dan kebutuhan tenaga kerja yang berbeda. Perusahaan harus menyesuaikan proses rekrutmen, pelatihan, kompensasi, dan gaya kepemimpinan agar sesuai dengan kondisi negara tempat perusahaan beroperasi.
4. Pemilihan dan pelatihan SDM dalam pasar tenaga kerja global
Perusahaan memilih karyawan berdasarkan kemampuan, pengalaman, bahasa, dan kemampuan beradaptasi dengan budaya asing. Setelah dipilih, karyawan biasanya diberikan pelatihan tentang budaya negara tujuan, komunikasi internasional, dan kemampuan kerja global agar dapat bekerja dengan efektif.
5. Tantangan manajemen kinerja dan kompensasi karyawan asing
Tantangan utama adalah perbedaan standar kerja, budaya, mata uang, biaya hidup, dan sistem hukum di setiap negara. Perusahaan harus membuat sistem penilaian kinerja yang adil serta memberikan kompensasi yang sesuai agar karyawan asing tetap termotivasi dan merasa dihargai.
6. Persiapan manajer untuk tugas internasional dan kepulangan mereka
Perusahaan biasanya memberikan pelatihan budaya, bahasa, dan pengetahuan tentang negara tujuan sebelum manajer bekerja di luar negeri. Setelah kembali, perusahaan membantu proses penyesuaian kembali agar pengalaman internasional yang dimiliki manajer dapat dimanfaatkan untuk perkembangan perusahaan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Joanna Jesseca E -
Nama: Joanna Jesseca E
NPM: 2511011039

1. Pertumbuhan aktivitas bisnis internasional memengaruhi manajemen SDM karena perusahaan harus mengelola tenaga kerja lintas negara dengan sistem, budaya, dan regulasi yang berbeda. Fungsi SDM tidak hanya berfokus pada administrasi karyawan, tetapi juga pada pengelolaan tenaga kerja global, pengembangan kompetensi internasional, serta penyesuaian kebijakan perusahaan di berbagai negara.


2. Faktor yang paling berpengaruh terhadap SDM di pasar internasional meliputi budaya nasional, sistem hukum ketenagakerjaan, kondisi ekonomi, tingkat pendidikan tenaga kerja, perkembangan teknologi, dan stabilitas politik suatu negara. Faktor-faktor tersebut menentukan strategi rekrutmen, pelatihan, hubungan kerja, hingga sistem kompensasi yang digunakan perusahaan.


3. Perbedaan antarnegara memengaruhi perencanaan HR karena setiap negara memiliki karakteristik tenaga kerja yang berbeda, seperti tingkat produktivitas, kebiasaan kerja, standar upah, dan aturan ketenagakerjaan. Oleh karena itu, organisasi internasional harus menyesuaikan kebutuhan SDM, struktur organisasi, dan kebijakan kerja agar dapat berjalan efektif di setiap negara operasi.


4. Perusahaan memilih SDM dalam pasar tenaga kerja global berdasarkan kompetensi teknis, kemampuan komunikasi, fleksibilitas, dan kemampuan beradaptasi dengan budaya asing. Setelah proses seleksi, perusahaan memberikan pelatihan internasional seperti pelatihan budaya, bahasa, etika bisnis global, dan pengembangan kepemimpinan agar karyawan mampu bekerja dalam lingkungan multinasional.


5. Tantangan manajemen kinerja dan kompensasi karyawan asing muncul karena adanya perbedaan budaya kerja, standar penilaian, biaya hidup, kurs mata uang, serta harapan terhadap tunjangan dan fasilitas kerja. Perusahaan harus menciptakan sistem evaluasi dan kompensasi yang konsisten secara global namun tetap mempertimbangkan kondisi lokal di masing-masing negara.


6. Perusahaan mempersiapkan manajer untuk tugas internasional melalui program pelatihan sebelum penugasan, seperti orientasi budaya, pembelajaran bahasa, dan simulasi lingkungan kerja internasional. Selain itu, perusahaan juga menyiapkan proses repatriasi atau kepulangan agar manajer dapat kembali beradaptasi dengan perusahaan asal serta memanfaatkan pengalaman global yang telah diperoleh.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Mutia Dinar 2511011036 -
Nama: Mutia Dinar Ayu Hapsari
NPM: 2511011036

1. Bagaimana pertumbuhan aktivitas bisnis internasional memengaruhi manajemen sumber daya manusia?
Pertumbuhan bisnis internasional membuat pengelolaan tenaga kerja menjadi jauh lebih kompleks. Organisasi dituntut untuk menerapkan Transnational HRM System, yaitu sistem SDM tangguh yang memfasilitasi kerja lintas negara dan lintas budaya. Perusahaan harus bekerja dengan sistem yang fleksibel dan mampu merekrut manajer yang bisa beradaptasi di berbagai negara, serta sangat wajib mempertimbangkan perbedaan krusial antarnegara seperti hukum, budaya, pajak, dan biaya hidup setempat demi mempertahankan keunggulan kompetitif.

2. Jelaskan faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap manajemen sumber daya manusia (SDM) di pasar internasional!
Terdapat empat faktor utama yang sangat memengaruhi praktik HRM internasional, di mana budaya merupakan faktor yang paling mendominasi:
Budaya: Mendikte bagaimana individu bekerja, berkomunikasi, dan mengambil keputusan. Pengaruh kuat budaya ini dapat diukur dan dinilai melalui enam dimensi budaya Hofstede (seperti power distance, individualism vs collectivism, dan lainnya). Pendidikan dan Tingkat Keterampilan: Menentukan kualitas, kesiapan, dan kapabilitas ketersediaan tenaga kerja di negara tujuan operasi perusahaan.
Sistem Ekonomi: Sangat memengaruhi standar upah tenaga kerja, penyediaan fasilitas pendidikan, dan motivasi kerja (seperti perbedaan pendekatan insentif antara sistem negara kapitalis dan sosialis).
Sistem Politik dan Hukum: Mengatur seluruh regulasi terkait rekrutmen, ketenagakerjaan, hak-hak dan perlindungan pekerja, hingga aturan pemutusan hubungan kerja (PHK) di suatu negara.

3. Bagaimana perbedaan antarnegara memengaruhi perencanaan HR di organisasi dengan operasi internasional?
Perbedaan antarnegara membuat perencanaan HR menjadi jauh lebih berlapis dibandingkan dengan organisasi domestik. Perusahaan harus cermat menentukan lokasi operasi dengan tidak sekadar mencari tenaga kerja yang upahnya murah, melainkan mengevaluasi kombinasi optimal antara biaya efisien dengan kualitas SDM yang andal. Keputusan HR juga sangat dipengaruhi oleh pertimbangan stabilitas politik, infrastruktur, rantai pasok, serta ketersediaan teknologi lokal. Selain itu, HR dihadapkan pada keputusan strategis mengenai komposisi pegawainya, yaitu apakah organisasi sebaiknya menggunakan tenaga kerja lokal (host-country national), mendatangkan pekerja dari negara asal, atau negara ketiga.

4. Jelaskan bagaimana perusahaan memilih dan melatih sumber daya manusia dalam pasar tenaga kerja global!
Seleksi: Perusahaan sering kali lebih memilih tenaga kerja lokal (host-country national) karena mereka sudah sangat memahami norma dan budaya setempat, biayanya jauh lebih rendah, serta mencegah timbulnya masalah seperti penolakan relokasi tugas atau kendala karir pasangan yang lazim terjadi jika mengirimkan karyawan asing ke luar negeri.
Pelatihan: Perusahaan mengembangkan berbagai program pelatihan internasional yang didesain agar efektif bagi seluruh peserta tanpa memandang latar belakang negara asal. Metode maupun media pelatihannya selalu disesuaikan dengan bahasa dan kebiasaan belajar di negara tersebut (misalnya melalui cross-cultural training), yang dirancang untuk membangun pemahaman mengenai budaya bisnis lokal, komunikasi antarbudaya, dan memperlancar adaptasi.

5. Bagaimana tantangan yang berkaitan dengan manajemen kinerja dan kompensasi karyawan dari negara lain?
Manajemen Kinerja: Standar penilaian kinerja tidak bisa disamaratakan di seluruh dunia karena besarnya perbedaan hukum dan kebiasaan. Pemberian umpan balik (feedback) atau evaluasi harus diterapkan secara adaptif. Contohnya, menyampaikan kritik di budaya yang menjunjung tinggi keharmonisan mungkin memerlukan penyampaian ujian terlebih dahulu agar tidak menjatuhkan motivasi, sehingga penilaian dapat diproses secara adil.
Kompensasi: Menyusun struktur pembayaran menghadirkan dilema besar mengenai apakah harus menggunakan standar gaji pusat atau gaji lokal. Oleh sebab itu, pendekatan yang digunakan sering kali menggunakan balance sheet approach untuk menyeimbangkan standar hidup serta kompensasi atas perbedaan pajak. Tantangan lainnya adalah menyelaraskan insentif dan fasilitas yang menyesuaikan dengan aturan hukum negara setempat (seperti wajibnya uang cuti melahirkan, tunjangan kesehatan, hingga bonus hari raya).

6. Bagaimana perusahaan mempersiapkan manajer untuk tugas internasional dan kepulangan mereka?
Persiapan Penugasan Internasional: Manajer yang akan ditempatkan (ekspatriat) diberikan persiapan intensif berupa pelatihan lintas budaya, kelancaran bahasa, serta pembekalan orientasi mengenai dinamika di negara tujuan. Persiapan ini difokuskan pada penguatan ketahanan mental serta sosial, yang juga wajib menyertakan keluarga ekspatriat tersebut agar potensi kegagalan penugasan yang diakibatkan oleh gegar budaya (culture shock) bisa diminimalisir sebaik mungkin.
Persiapan Kepulangan (Repatriasi): Tingginya angka turnover pada ekspatriat yang telah pulang menuntut perusahaan menyusun strategi program repatriasi secara matang. Langkah preventif ini dilakukan dengan menugaskan mentor dari kantor pusat semenjak awal penugasan di luar negeri, terus menjaga komunikasi yang berkelanjutan, serta memposisikan mereka di posisi jabatan strategis pascakepulangan agar wawasan internasional, inovasi, serta negosiasi global yang telah mereka pelajari dapat dihargai dan dimanfaatkan oleh perusahaan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Annisa Tri Octavia -
Nama: Annisa Tri Octavia
NPM: 2511011123

1 Bagaimana pertumbuhan aktivitas bisnis internasional memengaruhi manajemen sumber daya manusia?
Bisnis internasional bikin tugas HR jadi makin kompleks. HR gak cuma ngurus karyawan lokal lagi, tapi harus paham aturan hukum baru, bisa mengelola karyawan dari berbagai budaya yang berbeda, dan pintar mengatur penempatan pekerja yang dikirim ke luar negeri.

2 jelaskan faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap manajemen sumber daya manusia (SDM) di pasar internasional!
Ada empat faktor utama yang paling pengaruh. Pertama adalah budaya lokal, kedua sistem pendidikan dan kesiapan tenaga kerja di negara tujuan, ketiga sistem ekonomi yang berlaku, dan keempat adalah aturan hukum serta politik di negara tersebut.

3 Bagaimana perbedaan antarnegara memengaruhi perencanaan HR di organisasi dengan operasi internasional?
Perbedaan ini bikin perusahaan gak bisa menyamakan strategi HR di semua tempat. Perusahaan harus jeli melihat ketersediaan jumlah dan kualitas tenaga kerja di tiap negara, serta harus menyesuaikan perkiraan biaya tenaga kerja karena standar upah dan pajaknya pasti berbeda-beda.

4 Jelaskan bagaimana perusahaan memilih dan melatih sumber daya manusia dalam pasar tenaga kerja global!
Untuk pemilihan, perusahaan nyari orang yang gak cuma pinter secara teknis, tapi juga punya kemampuan adaptasi budaya yang kuat. Untuk pelatihan, karyawan bakal dikasih bekal pemahaman bahasa baru, kebiasaan budaya di negara tujuan, dan bagaimana cara kerja di lingkungan yang baru tersebut.

5 Bagaimana tantangan yang berkaitan dengan manajemen kinerja dan kompensasi karyawan dari negara lain?
Tantangannya adalah menentukan standar penilaian kinerja yang adil karena adanya perbedaan gaya kerja dan zona waktu. Untuk kompensasi, susahnya adalah menyusun paket gaji dan tunjangan yang seimbang agar karyawan ekspatriat tetap sejahtera tapi tidak menimbulkan kecemburuan sosial bagi karyawan lokal di negara tujuan.

6 Bagaimana perusahaan mempersiapkan manajer untuk tugas internasional dan kepulangan mereka?
Sebelum berangkat, manajer dikasih pelatihan lintas budaya dan orientasi tugas. Pas mau pulang atau proses repatriasi, perusahaan harus nyiapin posisi baru yang cocok di kantor pusat, serta bantu mereka menyesuaikan diri kembali agar tidak kaget dengan budaya kerja asalnya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Muhamad Rafi Kurnia Fitra -
Muhamad Rafi Kurnia Fitra
2511011105


1. Pengaruh bisnis internasional terhadap MSDM
Bisnis internasional membuat MSDM lebih kompleks karena perusahaan harus mengelola karyawan dari berbagai negara, budaya, dan aturan kerja. HR juga harus mampu mendukung strategi perusahaan secara global.
2. Faktor yang memengaruhi MSDM internasional
Faktor utamanya yaitu budaya, hukum ketenagakerjaan, kondisi ekonomi, politik, kualitas tenaga kerja, dan teknologi. Semua faktor tersebut memengaruhi cara perusahaan merekrut, melatih, dan mengelola karyawan.
3. Pengaruh perbedaan antarnegara terhadap HR
Perbedaan budaya, gaji, aturan kerja, dan kualitas SDM membuat perusahaan harus menyesuaikan perencanaan HR di tiap negara. Karena itu, kebijakan HR tidak bisa disamakan di semua negara.
4. Pemilihan dan pelatihan SDM global
Perusahaan memilih karyawan berdasarkan kemampuan kerja, bahasa, dan kemampuan beradaptasi. Setelah itu, karyawan diberi pelatihan budaya, bahasa, dan komunikasi internasional agar dapat bekerja dengan baik.
5. Tantangan kinerja dan kompensasi
Tantangannya meliputi perbedaan budaya kerja, standar penilaian, gaji, biaya hidup, dan komunikasi antarnegara. Perusahaan harus membuat sistem yang adil agar semua karyawan merasa dihargai.
6. Persiapan manajer internasional
Perusahaan memberi pelatihan budaya dan bahasa sebelum manajer bekerja di luar negeri. Saat kembali, perusahaan membantu proses penyesuaian agar pengalaman internasional mereka tetap bermanfaat bagi perusahaan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Tazkiatul Fuadah 2511011038 -
Nama : Tazkiatul Fuadah
Npm : 2511011038

1. Pertumbuhan bisnis internasional membuat manajemen sumber daya manusia menjadi lebih kompleks karena perusahaan harus mengelola karyawan dari berbagai negara dengan perbedaan budaya, bahasa, dan aturan kerja. MSDM juga harus menangani penugasan internasional serta memastikan karyawan dapat bekerja secara efektif di lingkungan global, sehingga perannya menjadi lebih strategis dalam mendukung keberhasilan perusahaan.
2. Faktor-faktor yang memengaruhi MSDM internasional meliputi perbedaan budaya, sistem hukum, kondisi ekonomi, situasi politik, dan kualitas tenaga kerja. Perbedaan tersebut memengaruhi cara perusahaan merekrut, mengelola, dan mempertahankan karyawan di setiap negara.
3. Perbedaan antarnegara memengaruhi perencanaan SDM karena setiap negara memiliki karakteristik yang berbeda. Hal ini berdampak pada perencanaan tenaga kerja, rekrutmen, pelatihan, dan gaya kepemimpinan, sehingga perusahaan harus menyesuaikan strategi SDM dengan kondisi lokal di masing-masing negara.
4. Perusahaan memilih SDM global melalui pendekatan ethnocentric, polycentric, dan geocentric. Selain itu, perusahaan memberikan pelatihan berupa pelatihan budaya, bahasa, dan adaptasi lingkungan kerja agar karyawan mampu bekerja secara efektif di negara penugasan.
5. Tantangan dalam manajemen kinerja dan kompensasi internasional meliputi perbedaan standar kerja dan budaya yang memengaruhi penilaian kinerja, serta perbedaan mata uang, biaya hidup, pajak, dan tingkat upah yang memengaruhi sistem kompensasi. Perusahaan harus memastikan sistem yang adil dan sesuai dengan kondisi masing-masing negara.
6. Perusahaan mempersiapkan manajer untuk tugas internasional melalui pelatihan budaya, bahasa, dan pemahaman tentang negara tujuan. Selama penugasan diberikan dukungan agar dapat beradaptasi, dan setelah selesai dilakukan proses repatriasi dengan menyiapkan posisi kerja yang sesuai agar pengalaman internasional dapat dimanfaatkan dan pembantuan adaptasi lagi di lingkungan lama.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Batrisya Urfa -
Nama: Batrisya Urfa
NPM: 2551011010

1.Pertumbuhan aktivitas bisnis internasional sangat memengaruhi manajemen sumber daya manusia (SDM) karena perusahaan harus mengelola tenaga kerja dari berbagai negara dengan budaya, bahasa, dan aturan yang berbeda. Oleh karena itu, manajemen SDM dituntut lebih modern dan fleksibel dalam mengelola karyawan.

2.Manajemen SDM di pasar internasional dipengaruhi oleh faktor budaya, hukum, ekonomi, teknologi, pendidikan, dan kondisi sosial politik. Oleh karena itu, perusahaan harus mampu menyesuaikan strategi pengelolaan SDM agar dapat berjalan efektif di berbagai negara.

3.Perbedaan antarnegara memengaruhi perencanaan HR dalam hal budaya, hukum, komunikasi, ekonomi, dan kualitas tenaga kerja. Karena itu, organisasi internasional harus memiliki strategi HR yang fleksibel dan mampu menyesuaikan diri dengan kondisi setiap negara agar pengelolaan SDM berjalan efektif.

4.Perusahaan memilih dan melatih SDM global melalui proses rekrutmen internasional, seleksi kompetensi, serta pelatihan bahasa, budaya, dan teknologi agar karyawan mampu bekerja secara efektif dalam lingkungan bisnis internasional.

5.Manajemen kinerja dan kompensasi karyawan internasional menghadapi tantangan berupa perbedaan budaya, bahasa, hukum, dan ekonomi antarnegara. Oleh karena itu, perusahaan perlu menerapkan kebijakan yang fleksibel dan adil agar pengelolaan SDM global berjalan efektif.

6.Perusahaan mempersiapkan manajer internasional melalui pelatihan budaya, bahasa, dan kepemimpinan global, serta membantu proses kepulangan agar manajer dapat kembali beradaptasi dan tetap memberikan kontribusi positif bagi perusahaan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Zaskia Rizky Febriyanti -
1. Dampak Pertumbuhan Bisnis Internasional pada MSDMKompleksitas: Menambah tanggung jawab baru seperti mengelola pajak asing dan visa.Keragaman: Menuntut pengelolaan staf dengan latar belakang budaya yang berbeda.Mobilitas: Memerlukan pengaturan perpindahan karyawan antarnegara secara aman.
2. Faktor Paling Berpengaruh di Pasar InternasionalBudaya: Perbedaan bahasa, nilai, norma, dan etos kerja.Hukum: Regulasi tenaga kerja, hak buruh, dan visa.Ekonomi: Tingkat inflasi, biaya hidup, dan standar upah.Politik: Stabilitas pemerintahan dan risiko keamanan di negara tujuan.
3. Pengaruh Perbedaan Antarnegara pada Perencanaan HREtnosentris: HR fokus mengirim ekspatriat pusat untuk posisi kunci.Polisentris: HR fokus merekrut dan mengembangkan manajer lokal.Geosentris: HR mencari talenta terbaik global tanpa batas negara.
4. Pemilihan dan Pelatihan SDM GlobalSeleksi: Menilai keahlian teknis serta kemampuan adaptasi budaya (adaptability).Pelatihan: Memberikan kursus bahasa, budaya, dan simulasi kehidupan lokal.
5. Tantangan Manajemen Kinerja dan KompensasiKinerja: Menghindari bias budaya saat menilai performa kerja jarak jauh.Kompensasi: Menghitung tunjangan (rumah, sekolah, pajak) agar daya beli setara
6. Persiapan Tugas Internasional dan Kepulangan (Repatriasi)Persiapan: Pembekalan budaya, orientasi keluarga, dan pengurusan dokumen legal.Repatriasi: Menyediakan posisi baru dan konseling transisi guna mencegah gegar budaya terbalik
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Sofia Dwi Putri -
Nama: Sofia Dwi Putri 
NPM: 2511011108

1. Dampak Pertumbuhan Bisnis Internasional terhadap Manajemen SDM.
Ketika sebuah perusahaan mulai mengepansi bisnisnya ke kancah internasional, peran Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) otomatis berubah total. HR tidak lagi sekadar mengurusi masalah administratif domestik seperti absensi atau penggajian lokal, melainkan bertransformasi menjadi MSDM Global.
Pengaruh utamanya terlihat dari meningkatnya keragaman tenaga kerja, di mana perusahaan harus mengelola karyawan dari berbagai latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda. Selain itu, kompleksitas hukum juga meningkat tajam karena perusahaan wajib mematuhi regulasi ketenagakerjaan yang berlaku di tiap-tiap negara operasional. Terakhir, muncul kebutuhan baru untuk mengelola mobilitas global, seperti pengurusan transfer karyawan antarnegara (ekspatriat) agar proses transisinya berjalan lancar.

2. Faktor-Faktor yang Paling Berpengaruh di Pasar Internasional
Dalam lingkungan makro internasional, setidaknya ada empat faktor utama yang sangat memengaruhi kebijakan dan keputusan MSDM:
- Budaya Lokal: Ini adalah faktor paling krusial. Budaya menentukan bagaimana cara karyawan berkomunikasi, gaya kepemimpinan yang mereka terima, serta apa yang bisa memotivasi mereka dalam bekerja.
- Sistem Hukum dan Politik: Setiap negara punya aturan mainnya sendiri. Aturan mengenai upah minimum, jam kerja maksimal, hak berserikat, hingga prosedur pemutusan hubungan kerja (PHK) sangat mengikat kebijakan HR.
- Kondisi Ekonomi: Perbedaan tingkat inflasi, nilai tukar mata uang, dan biaya hidup di negara tujuan akan sangat menentukan strategi perusahaan dalam menyusun standar kompensasi.
- Kualitas Angkatan Kerja: Tingkat pendidikan dan keahlian masyarakat lokal di negara tujuan menentukan apakah perusahaan bisa langsung merekrut tenaga kerja setempat atau terpaksa mendatangkan tenaga ahli dari luar negeri.

3. Pengaruh Perbedaan Antarnegara terhadap Perencanaan HR
Perbedaan mendasar antarnegara membuat perencanaan HR di organisasi internasional tidak bisa disamaratakan. Perusahaan biasanya harus memilih satu dari tiga pendekatan strategis dalam merencanakan pengisian posisi penting mereka:
- Pendekatan Etnosentris: Perusahaan memilih untuk menempatkan orang-orang dari negara asal perusahaan untuk mengisi jabatan manajerial di cabang luar negeri. Strategi ini biasanya dipakai jika kompetensi lokal dirasa belum siap.
- Pendekatan Polisentris: Perusahaan memercayakan posisi kunci kepada manajer lokal dari negara tujuan. Keuntungannya adalah mereka jauh lebih paham pasar dan budaya setempat, serta biayanya cenderung lebih efisien.
- Pendekatan Geosentris: Perusahaan tidak peduli dari mana asal negaranya, yang penting adalah mencari talenta terbaik secara global untuk mengisi posisi strategis. Pendekatan ini sangat bagus untuk membangun kultur global, meski biaya pengelolaannya sangat mahal.

4. Proses Pemilihan dan Pelatihan Tenaga Kerja Global
Merekrut dan melatih karyawan untuk level internasional membutuhkan ketelitian tinggi karena risiko kegagalannya memakan biaya yang sangat besar.
- Dalam Proses Seleksi: Selain melihat kemampuan teknis atau hard skill, HR wajib menyaring kandidat berdasarkan Kecerdasan Budaya (CQ). Kandidat yang dipilih harus memiliki kemampuan adaptasi emosional yang tinggi, kemauan mempelajari bahasa baru, serta mendapatkan dukungan penuh dari keluarga mereka, karena ketidakbetahan keluarga sering menjadi pemicu utama gagalnya tugas internasional.
- Dalam Proses Pelatihan: Pelatihan tidak boleh melulu soal teknis pekerjaan. HR harus memberikan Pelatihan Lintas Budaya (Cross-Cultural Training). Isinya mencakup pemahaman norma sosial setempat, simulasi kehidupan sehari-hari, hingga pelatihan bahasa intensif agar karyawan tidak mengalami syok budaya (culture shock) saat mulai bekerja.

5. Tantangan Manajemen Kinerja dan Kompensasi Internasional
Dua aspek ini sering kali menjadi area yang paling sensitif dan rumit untuk dikelola oleh HR global.
- Manajemen Kinerja: Menilai kinerja karyawan di luar negeri sangat menantang karena adanya perbedaan zona waktu, jarak, dan potensi bias budaya. Penilaian yang hanya berdasarkan angka mentah dari kantor pusat sering kali tidak adil karena tidak melihat dinamika dan tantangan riil di lapangan. Oleh karena itu, standar penilaian harus disesuaikan agar tetap relevan dengan kondisi lokal namun tidak keluar dari target global perusahaan.
- Sistem Kompensasi: Tantangan terbesar muncul saat menyusun paket gaji untuk ekspatriat. HR biasanya menggunakan Pendekatan Neraca (Balance Sheet Approach) untuk memastikan standar hidup si karyawan tidak turun saat pindah ke luar negeri. Hal ini mencakup pemberian tunjangan kemahalan, biaya sekolah anak, hingga penyesuaian pajak. Namun, paket kompensasi yang terlalu tinggi ini sering kali memicu kecemburuan sosial bagi karyawan lokal di negara tujuan yang upah rata-ratanya lebih rendah.

6. Persiapan Tugas Internasional dan Proses Kepulangan (Repatriasi)
Siklus tugas internasional seorang manajer harus dikelola dengan baik sejak sebelum berangkat hingga mereka kembali ke negara asal.
- Persiapan Keberangkatan (Pre-departure): Sebelum dikirim, manajer harus dibekali dengan orientasi menyeluruh, mulai dari aspek legalitas seperti visa kerja, pengenalan budaya, hingga kunjungan singkat pra-tugas untuk melihat langsung kondisi lingkungan tempat mereka akan tinggal nanti.
- Proses Kepulangan (Repatriasi): Banyak perusahaan yang abai bahwa jalan pulang juga memerlukan adaptasi. Saat kembali ke negara asal, manajer sering mengalami reverse culture shock (kaget dengan kondisi kantor asal yang sudah berubah) atau merasa kecewa karena hilangnya tunjangan mewah yang didapat selama di luar negeri. Untuk mengatasinya, perusahaan perlu menyiapkan program pendampingan (mentoring) sejak mereka masih bertugas di luar negeri serta menjamin adanya kejelasan jalur karier baru yang dapat memanfaatkan pengalaman internasional yang telah mereka bawa pulang.
In reply to Sofia Dwi Putri

Re: RESPONSI SESI 14

by Icha Alika Putri -
Nama: Icha Alika Putri
NPM: 2551011024

1. Pertumbuhan aktivitas bisnis internasional terhadap MSDM
Pertumbuhan bisnis internasional membuat manajemen sumber daya manusia menjadi lebih kompleks karena perusahaan harus mengelola karyawan dari berbagai negara, budaya, bahasa, dan aturan kerja yang berbeda. MSDM juga harus mampu merekrut tenaga kerja global, melatih kemampuan lintas budaya, serta mengatur penempatan kerja internasional agar operasional perusahaan berjalan efektif.

2. Faktor yang mempengaruhi antara lain:
Perbedaan budaya dan bahasa
Hukum ketenagakerjaan tiap negara
Kondisi ekonomi dan politik
Teknologi dan globalisasi
Sistem pendidikan dan kualitas tenaga kerja
Nilai sosial dan kebiasaan kerja masyarakat setempat.

3. Perbedaan antarnegara mempengaruhi proses rekrutmen, pelatihan, sistem kompensasi, jam kerja, hingga gaya kepemimpinan. Karena itu perusahaan internasional harus menyesuaikan kebijakan HR dengan budaya, hukum, dan kondisi tenaga kerja di negara tempat perusahaan beroperasi.

4. Perusahaan memilih karyawan berdasarkan kemampuan teknis, kemampuan bahasa asing, kemampuan beradaptasi, dan pemahaman budaya internasional. Setelah itu perusahaan memberikan pelatihan seperti pelatihan bahasa, budaya kerja negara tujuan, komunikasi internasional, dan pengembangan kepemimpinan global.

5. Tantangannya meliputi perbedaan standar gaji antarnegara, nilai tukar mata uang, biaya hidup, budaya kerja, serta cara menilai kinerja yang adil. Selain itu perusahaan juga harus menjaga motivasi dan kepuasan kerja karyawan dari berbagai latar belakang budaya.

6. Perusahaan biasanya memberikan pelatihan budaya, bahasa, dan pengetahuan tentang negara tujuan sebelum penugasan internasional. Saat manajer kembali, perusahaan membantu proses penyesuaian kembali melalui evaluasi, penempatan kerja baru, dan pemanfaatan pengalaman internasional mereka bagi perusahaan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Nalisa Amalia 2511011027 -
Nama: Nalisa Amalia
NPM :2511011027

1. Bagaimana pertumbuhan aktivitas bisnis internasional memengaruhi manajemen sumber daya manusia?
HR tidak lagi hanya mengurus karyawan dengan satu latar belakang budaya atau satu aturan hukum saja. Sekarang, HR harus mampu mengelola tenaga kerja global yang memiliki perbedaan bahasa, budaya kerja, hingga regulasi ketenagakerjaan di masing-masing negara operasional perusahaan.

2. Jelaskan faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap manajemen sumber daya manusia (SDM) di pasar internasional!
1. Budaya: Menentukan cara berkomunikasi, nilai kerja, dan gaya kepemimpinan yang efektif.
2. Sistem Hukum & Politik: Menentukan aturan kontrak kerja, jam kerja, hak berserikat, dan keselamatan kerja.
3. Sistem Ekonomi: Mempengaruhi standar upah, biaya hidup, dan insentif karyawan.
4. Kualitas Tenaga Kerja: Menentukan apakah perusahaan bisa langsung merekrut tenaga ahli lokal atau harus melakukan pelatihan intensif terlebih dahulu.

3. Bagaimana perbedaan antarnegara memengaruhi perencanaan HR di organisasi dengan operasi internasional?
HR harus menyesuaikan perencanaan berdasarkan ketersediaan bakat dan kondisi ekonomi lokal. Misalnya, di negara maju yang upah kerjanya tinggi, HR akan fokus pada retensi (mempertahankan karyawan). Sementara di negara berkembang yang tenaga kerjanya melimpah, HR mungkin lebih fokus pada proses rekrutmen massal dan pelatihan dasar.

4. Jelaskan bagaimana perusahaan memilih dan melatih sumber daya manusia dalam pasar tenaga kerja global!
Sebelum dikirim ke luar negeri, karyawan diberikan pelatihan lintas budaya (cross-cultural training), kursus bahasa, dan pemahaman mendalam tentang regulasi bisnis di negara tujuan agar meminimalkan risiko gagal adaptasi.

5. Bagaimana tantangan yang berkaitan dengan manajemen kinerja dan kompensasi karyawan dari negara lain?
Tantangan terbesarnya adalah menciptakan rasa keadilan di tengah perbedaan kondisi ekonomi:
1. Manajemen Kinerja: Sulit melakukan penilaian yang objektif karena adanya jarak fisik, perbedaan zona waktu, dan potensi bias budaya antara manajer di kantor pusat dengan karyawan di kantor cabang.
2. Kompensasi: HR harus memutar otak agar paket gaji ekspatriat cukup menarik agar mereka mau pindah (misal ditambah tunjangan tempat tinggal), namun di sisi lain tidak menimbulkan kecemburuan sosial bagi karyawan lokal di negara tersebut.

6. Bagaimana perusahaan mempersiapkan manajer untuk tugas internasional dan kepulangan mereka?
Perusahaan harus melakukan persiapan matang di dua fase:
1. Sebelum Berangkat: Memberikan pembekalan komprehensif berupa orientasi budaya, bahasa, dan fasilitas yang menjamin kenyamanan hidup di negara tujuan.
2. Sebelum Pulang (Repatriasi): Perusahaan harus menyiapkan posisi atau jabatan baru yang strategis di kantor pusat jauh-jauh hari. Ini penting agar pengalaman internasional yang sudah didapat si manajer bisa diterapkan dengan baik, dan mencegah mereka merasa "turun jabatan" atau frustrasi setelah kembali ke rumah.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Dimas Akhtar Setiady -

2511011002

Dimas Akhtar Setiady


1). Pengaruh Pertumbuhan Aktivitas Bisnis Internasional terhadap MSDM

Pertumbuhan bisnis internasional mengubah MSDM domestik menjadi MSDM Internasional yang lebih kompleks. Pengaruh utamanya meliputi kompleksitas operasional seperti pengurusan visa dan adaptasi hukum lokal, perspektif yang lebih luas melalui konsep glocalization, manajemen keberagaman budaya dan nilai kerja, serta risiko lebih tinggi seperti kegagalan ekspatriat yang berdampak besar pada biaya dan reputasi perusahaan.


2). Faktor-faktor yang Paling Berpengaruh terhadap MSDM Internasional

Ada empat faktor makro utama. Budaya adalah yang paling krusial, sering dianalisis dengan teori Hofstede. Sistem ekonomi memengaruhi upah, inflasi, dan strategi kompensasi. Sistem hukum dan politik menentukan kebijakan perekrutan, PHK, dan jaminan sosial. Modal manusia atau tingkat pendidikan setempat memengaruhi keputusan merekrut staf lokal atau mendatangkan ekspatriat.


3). Pengaruh Perbedaan Antarnegara terhadap Perencanaan HR Internasional

Perbedaan antarnegara mendorong tiga pendekatan penstafan global. Pendekatan etnosentris mengisi posisi kunci dengan warga negara asal perusahaan. Pendekatan polisentris menyerahkan pengelolaan sepenuhnya kepada warga negara setempat. Pendekatan geosentris merekrut talenta terbaik tanpa memandang kewarganegaraan.


4). Seleksi dan Pelatihan dalam Pasar Tenaga Kerja Global

Seleksi ekspatriat tidak hanya berdasarkan kompetensi teknis, tetapi juga kemampuan adaptasi budaya, stabilitas emosional, kemampuan bahasa, dan dukungan keluarga. Pelatihan difokuskan pada pelatihan lintas budaya untuk mengurangi culture shock, mencakup sejarah negara tujuan, norma sosial, bahasa dasar, dan simulasi interaksi budaya.


5). Tantangan Manajemen Kinerja dan Kompensasi Karyawan Internasional

Manajemen kinerja menghadapi kendala jarak geografis, perbedaan zona waktu, dan bias budaya dalam menilai gaya komunikasi. Evaluasi harus memadukan penilaian objektif dengan kondisi lokal. Untuk kompensasi, perusahaan sering menggunakan pendekatan neraca dengan memberikan tunjangan tambahan seperti perumahan, pendidikan anak, penyesuaian biaya hidup, dan insentif agar daya beli ekspatriat setara dengan negara asal.


6). Persiapan Tugas Internasional dan Program Kepulangan

Sebelum keberangkatan, perusahaan memberikan pelatihan lintas budaya, kunjungan awal, bantuan logistik, pengurusan legalitas, dan konseling keluarga. Program kepulangan atau repatriasi sering diabaikan, padahal ekspatriat bisa mengalami reverse culture shock. Perusahaan perlu menjamin posisi atau promosi setelah kembali, menyediakan mentor selama penugasan di luar negeri, serta memberi ruang bagi repatriat untuk membagikan pengetahuan internasionalnya kepada organisasi.

In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Safira Destiana -
Nama : Safira Destiana
NPM : 2511011127

1. Pertumbuhan aktivitas bisnis internasional telah memperluas cakupan dan kompleksitas manajemen sumber daya manusia (MSDM) karena organisasi harus mengelola tenaga kerja yang berada di berbagai lokasi dengan konteks budaya, ekonomi, dan regulasi yang berbeda. Perusahaan yang beroperasi secara global dituntut untuk menyesuaikan praktik-praktik SDM mereka agar tetap relevan dalam menghadapi keragaman tenaga kerja, sistem nilai, dan ekspektasi sosial di setiap negara.

2. Manajemen SDM di pasar internasional sangat dipengaruhi oleh faktor budaya, hukum, kondisi ekonomi, dan sistem politik di masing-masing negara. Selain faktor tersebut, dinamika politik serta stabilitas negara memengaruhi fleksibilitas perusahaan dalam mengelola sumber daya manusia. Perusahaan harus merancang strategi SDM yang mempertimbangkan risiko politik, kebijakan pajak, serta dukungan pemerintah terhadap investasi asing.

3. Perbedaan antarnegara memengaruhi perencanaan SDM melalui variasi dalam budaya kerja, tingkat pendidikan tenaga kerja, dan struktur demografis. Perusahaan internasional harus menyesuaikan strategi perencanaan tenaga kerja agar sesuai dengan profil kompetensi yang tersedia di tiap negara.

4. Dalam pasar tenaga kerja global, perusahaan menggunakan proses seleksi yang lebih ketat untuk memastikan bahwa kandidat memiliki kompetensi teknis, kemampuan adaptasi lintas budaya, serta kecakapan komunikasi internasional. Seleksi biasanya melibatkan asesmen psikologis, wawancara berbasis kompetensi, serta evaluasi kemampuan bahasa asing. Perusahaan juga mempertimbangkan kesesuaian nilai kandidat dengan budaya organisasi global, terutama untuk posisi strategis.

5. Penilaian kinerja harus disesuaikan dengan norma lokal untuk menghindari bias budaya yang dapat berdampak pada motivasi karyawan. Selain itu, perusahaan harus merancang sistem evaluasi yang konsisten secara global namun fleksibel dalam penerapannya, agar tetap adil bagi karyawan di berbagai lokasi. Tantangan lainnya adalah kesulitan dalam mengukur kontribusi individu dalam struktur organisasi yang tersebar secara geografis.

6. Perusahaan mempersiapkan manajer untuk tugas internasional melalui program pelatihan intensif yang mencakup pengembangan kompetensi teknis, pemahaman budaya asing, serta kemampuan adaptasi dalam lingkungan kerja baru. Proses repatriasi atau kepulangan juga menjadi tantangan karena manajer harus kembali beradaptasi dengan struktur organisasi dan budaya kerja negara asal, untuk mengurangi risiko “culture shock balik” dan kehilangan motivasi, perusahaan perlu merencanakan jalur karier yang jelas setelah penugasan internasional selesai.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by FEDIA ARIANTI -
Nama: Fedia Arianti
NPM: 2511011092

1.Pertumbuhan bisnis internasional memengaruhi manajemen SDM karena perusahaan harus mengatur tenaga kerja dari berbagai negara dengan budaya, bahasa, dan cara kerja yang berbeda.

2.Faktor utama yang memengaruhi manajemen SDM internasional meliputi budaya, peraturan ketenagakerjaan, kondisi ekonomi, perkembangan teknologi, dan kebiasaan kerja di masing-masing negara.

3.Perbedaan antarnegara memengaruhi perencanaan HR sebab perusahaan harus menyesuaikan proses rekrutmen, pelatihan, kompensasi, dan kebijakan kerja dengan kondisi serta aturan setempat.

4.Perusahaan memilih tenaga kerja global berdasarkan kompetensi, pengalaman, dan kemampuan menyesuaikan diri, lalu memberikan pelatihan mengenai bahasa, budaya, dan keterampilan kerja internasional.

5.Tantangan dalam manajemen kinerja dan pemberian kompensasi karyawan asing mencakup perbedaan budaya kerja, sistem penilaian, biaya hidup, kurs mata uang, dan kebijakan pajak tiap negara.

6.Perusahaan mempersiapkan manajer untuk penugasan internasional melalui pelatihan budaya, bahasa, dan kepemimpinan global, serta membantu proses penyesuaian kembali saat mereka kembali ke negara asal.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Fransiska Anggi Romauli Br. Sibarani 2551011020 -
1. Pengaruh Bisnis Internasional terhadap MSDM
Pertumbuhan bisnis internasional meningkatkan kompleksitas MSDM karena HR harus mengelola tenaga kerja yang multikultural (karyawan asing dan lokal), mengurus administrasi lintas negara (visa dan pajak), serta menyeimbangkan antara standardisasi kebijakan kantor pusat dengan kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan di negara tujuan.
2. Faktor Paling Berpengaruh di Pasar Internasional
Faktor utamanya adalah budaya (memengaruhi gaya komunikasi dan kepemimpinan), ekonomi (memengaruhi standar upah dan biaya hidup), hukum/politik (memiliki aturan legal terkait undang-undang ketenagakerjaan dan serikat pekerja), serta sistem pendidikan (menentukan kualitas dan ketersediaan talenta lokal).
3. Pengaruh Perbedaan Antarnegara terhadap Perencanaan HR
Perbedaan ini memaksa HR menyesuaikan strategi pengisian posisi kunci—apakah menggunakan ekspatriat (etnosentris), warga lokal (polisentris), atau talenta global terbaik (geosentris)—serta menuntut perencanaan yang fleksibel dalam meramal pasokan tenaga kerja guna mengantisipasi risiko perubahan regulasi imigrasi dan politik lokal.
4. Cara Memilih dan Melatih SDM Global
Perusahaan memilih SDM berdasarkan kompetensi teknis, kecakapan bahasa, adaptasi budaya, dan kesiapan keluarga kandidat; kemudian melatih mereka melalui program pra-keberangkatan (pre-departure training) yang mencakup pengenalan budaya setempat, pelatihan bahasa, dan orientasi lapangan untuk mencegah culture shock.
5. Tantangan Manajemen Kinerja dan Kompensasi Karyawan Asing
Tantangan kinerja terletak pada jarak, perbedaan zona waktu, dan potensi bias penilaian dari kantor pusat yang kurang paham situasi lokal; sedangkan tantangan kompensasi adalah rumitnya menghitung tunjangan ekspatriat agar daya belinya tetap stabil (balance sheet approach) tanpa menimbulkan kecemburuan sosial bagi karyawan lokal.
6. Persiapan Tugas Internasional dan Kepulangan (Repatriasi)
Persiapan tugas dilakukan dengan memberikan orientasi target bisnis serta dukungan logistik pindahan; sementara untuk kepulangan (repatriasi), perusahaan harus menyiapkan jaminan jalur karier yang jelas di kantor pusat, konseling penyesuaian kembali, dan wadah untuk membagikan pengalaman global mereka kepada organisasi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by imas khansa qurota a'yun 2511011028 -
nama: imas Khansa Qurota A'yun
npm: 2511011028

1. Pertumbuhan bisnis internasional membuat manajemen SDM jadi lebih kompleks. Perusahaan harus mengelola karyawan dengan budaya, hukum, dan kebiasaan kerja berbeda, serta mengatur pemindahan karyawan antar negara dan kebijakan yang fleksibel.

2. Faktor paling berpengaruh adalah hukum ketenagakerjaan tiap negara, perbedaan budaya dan nilai kerja, kondisi ekonomi dan pasar tenaga kerja lokal, stabilitas politik, serta perbedaan bahasa.

3. Perbedaan antarnegara memaksa perencanaan HR disesuaikan. Sistem penilaian, gaya kepemimpinan, dan struktur gaji harus cocok dengan kondisi lokal. Perusahaan biasanya pakai pendekatan etnosentris, polisentris, atau geosentris tergantung strategi globalnya.

4. Perusahaan memilih SDM global dari tiga sumber: tenaga kerja lokal, karyawan dari negara asal, atau dari negara ketiga. Pelatihan meliputi pelatihan lintas budaya, bahasa, teknis, dan mentoring supaya cepat beradaptasi.

5. Tantangan kinerja dan kompensasi muncul karena standar kerja tiap negara beda. Perusahaan juga harus mengatur gaji yang kompetitif lokal tapi tetap adil internal, serta urusan pajak, tunjangan, dan perbedaan mata uang untuk karyawan asing.

6. Manajer disiapkan lewat pelatihan budaya, bahasa, dan hukum sebelum bertugas di luar negeri. Tantangan utama ada saat pulang karena sering merasa keahliannya tidak dipakai. Perusahaan yang baik biasanya sudah punya rencana karir untuk ekspatriat setelah kembali.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Arina Manda Haqqi -
1. Bagaimana pertumbuhan aktivitas bisnis internasional memengaruhi manajemen sumber daya manusia?
Semakin banyak perusahaan yang bekerja secara internasional, maka pengelolaan SDM juga jadi lebih luas dan kompleks. HR harus bisa mengatur karyawan dari berbagai negara dengan budaya, bahasa, dan aturan kerja yang berbeda. Selain itu, perusahaan juga perlu menyiapkan karyawan yang mampu bekerja di lingkungan global.
2. Faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap manajemen SDM di pasar internasional
Beberapa faktor yang paling berpengaruh yaitu budaya negara, hukum ketenagakerjaan, kondisi ekonomi, bahasa, sistem pendidikan, dan kebiasaan kerja masyarakat di tiap negara. Faktor-faktor ini memengaruhi cara perusahaan merekrut, melatih, dan mengelola karyawan.
3. Bagaimana perbedaan antarnegara memengaruhi perencanaan HR di organisasi dengan operasi internasional?
Perbedaan antarnegara membuat perusahaan harus menyesuaikan kebijakan HR sesuai kondisi masing-masing negara. Misalnya aturan jam kerja, gaji minimum, budaya kerja, dan cara berkomunikasi bisa berbeda. Karena itu, perencanaan HR harus fleksibel supaya tetap cocok diterapkan di berbagai negara.
4. Bagaimana perusahaan memilih dan melatih SDM dalam pasar tenaga kerja global?
Perusahaan biasanya memilih karyawan yang punya kemampuan profesional, bisa beradaptasi, dan mampu bekerja dengan orang dari budaya berbeda. Setelah dipilih, karyawan akan diberi pelatihan seperti bahasa asing, pemahaman budaya, dan kemampuan kerja internasional supaya lebih siap bekerja di luar negeri.
5. Bagaimana tantangan yang berkaitan dengan manajemen kinerja dan kompensasi karyawan dari negara lain?
Tantangannya adalah standar kerja dan biaya hidup tiap negara berbeda. Perusahaan harus menilai kinerja secara adil walaupun budaya kerja berbeda. Selain itu, pemberian gaji dan tunjangan juga harus disesuaikan dengan kondisi negara masing-masing agar tetap adil dan kompetitif.
6. Bagaimana perusahaan mempersiapkan manajer untuk tugas internasional dan kepulangan mereka?
Perusahaan biasanya memberikan pelatihan budaya, bahasa, dan pengetahuan tentang negara tujuan sebelum manajer berangkat. Setelah tugas selesai dan kembali ke negara asal, perusahaan juga membantu mereka beradaptasi lagi dengan lingkungan kerja sebelumnya agar pengalaman internasional mereka bisa dimanfaatkan dengan baik.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Bunga Fourviolina -
Nama : Bunga Fourviolina
NPM : 2551011007

1. Pertumbuhan aktivitas bisnis internasional memengaruhi manajemen sumber daya manusia karena perusahaan harus mengelola tenaga kerja dari berbagai negara dengan budaya, bahasa, hukum, dan sistem kerja yang berbeda. Oleh karna itu, Pertumbuhan bisnis internasional membuat HR harus mengelola karyawan dari berbagai negara dengan budaya, bahasa, dan aturan kerja yang berbeda.
2. • Perbedaan budaya dan bahasa antarnegara.
• Hukum ketenagakerjaan setiap negara.
• kondisi ekonomi dan tingkat upah.
• sistem pendidikan dan kualitas tenaga kerja.
• Stabilitas politik dan keamanan negara.
• Perkembangan teknologi dan globalisasi bisnis.
3. Perbedaan antarnegara memengaruhi perencanaan HR karena setiap negara pasti memiliki aturan kerja, budaya organisasi, jam kerja, sistem pengupahan, dan kebiasaan kerja yang berbeda. Perusahaan internasional harus menyesuaikan bagaimana strategi SDM agar sesuai dengan kondisi lokal, seperti menentukan jumlah tenaga kerja, jenis pelatihan, hingga kebijakan kompensasi yang tepat di tiap negara operasi.
4. Biasanya perusahaan melakukan sleksi untuk mempertimbangkan kemampuan teknis, bahasa asing, kemampuan adaptasi budaya, dan pengalaman internasional. Setelah dipilih, karyawan diberikan pelatihan seperti pelatihan budaya, komunikasi internasional, bahasa, serta penyesuaian terhadap lingkungan kerja negara tujuan agar mampu bekerja secara efektif di luar negeri.
5. - Perbedaan mata uang dan biaya hidup.
- Hambatan komunikasi dalam evaluasi kinerja.
-Perbedaan standar penilaian kerja antarbudaya.
6. Perusahaan mempersiapkan manajer untuk tugas internasional dengan memberikan pelatihan bahasa, budaya, kepemimpinan global, dan pengetahuan tentang negara tujuan. Selain itu, perusahaan juga membantu penyesuaian keluarga dan lingkungan sosial manajer. Saat kembali ke negara asal, perusahaan biasanya memberikan program repatriasi, yaitu proses penyesuaian kembali agar manajer dapat beradaptasi dengan pekerjaan dan budaya organisasi di negara asal setelah menjalankan tugas internasional.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Hairia Leena -
Nama: Hairia Leena
Npm: 2551011035

1. Pertumbuhan aktivitas bisnis internasional membuat manajemen SDM menjadi lebih kompleks karena perusahaan harus mengelola tenaga kerja dari berbagai negara dengan budaya, bahasa, dan aturan kerja yang berbeda. HR juga harus menyesuaikan proses rekrutmen, pelatihan, kompensasi, serta pengelolaan karyawan agar mampu mendukung operasi perusahaan secara global.
2. Faktor yang paling berpengaruh terhadap manajemen SDM internasional meliputi budaya nasional, hukum ketenagakerjaan, kondisi ekonomi, kualitas tenaga kerja, teknologi, dan stabilitas politik suatu negara. Perbedaan faktor-faktor tersebut membuat perusahaan harus menyesuaikan kebijakan SDM di setiap negara tempat mereka beroperasi.
3. Perbedaan antarnegara memengaruhi perencanaan HR karena setiap negara memiliki budaya kerja, sistem hukum, biaya hidup, dan kualitas tenaga kerja yang berbeda. Oleh sebab itu, organisasi internasional perlu membuat strategi SDM yang fleksibel agar dapat menyesuaikan kebutuhan global perusahaan dengan kondisi lokal di masing-masing negara.
4. Perusahaan memilih SDM global berdasarkan kemampuan profesional, penguasaan bahasa asing, kemampuan beradaptasi, dan keterampilan komunikasi lintas budaya. Setelah dipilih, karyawan biasanya diberikan pelatihan bahasa, budaya, kepemimpinan global, dan pemahaman tentang lingkungan kerja internasional agar dapat bekerja secara efektif.
5. Tantangan dalam manajemen kinerja dan kompensasi karyawan asing meliputi perbedaan budaya kerja, standar penilaian kinerja, biaya hidup, nilai mata uang, dan sistem pajak antarnegara. Perusahaan harus memastikan sistem penilaian dan kompensasi tetap adil, kompetitif, dan sesuai dengan kondisi negara tempat karyawan bekerja.
6. Perusahaan mempersiapkan manajer untuk tugas internasional melalui pelatihan budaya, bahasa, dan kepemimpinan global serta memberikan dukungan relokasi. Saat manajer kembali ke negara asal, perusahaan biasanya membantu proses penyesuaian kembali melalui program repatriasi, penempatan kerja yang sesuai, dan pengembangan karier agar pengalaman internasional mereka tetap bermanfaat.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Andhika Toni Pradipta 2511011146 -
Nama : Andhika Toni Pradipta
NPM : 2511011146

1.Pengaruh Bisnis Internasional terhadap MSDM: Pertumbuhan aktivitas bisnis internasional memaksa Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) bertransformasi dari fungsi domestik yang seragam menjadi fungsi global yang dinamis dan fleksibel. Perusahaan tidak lagi bisa mengandalkan satu kebijakan tunggal, melainkan harus mengembangkan kompetensi baru seperti mengelola ekspatriat (karyawan yang dikirim ke luar negeri), menjembatani jarak geografis dan zona waktu, serta menyelaraskan budaya kerja yang beragam. Akibatnya, fokus HR bergeser pada penciptaan strategi yang mampu menyeimbangkan antara standardisasi kebijakan global perusahaan dengan lokalisasi (penyesuaian) terhadap kebutuhan unik di setiap negara tempat perusahaan beroperasi.

2.Faktor Berpengaruh di Pasar Internasional: Faktor yang paling memengaruhi MSDM internasional dapat dikelompokkan ke dalam empat pilar utama, yaitu faktor budaya, ekonomi, sistem hukum-politik, dan modal manusia (human capital). Budaya suatu negara (seperti tingkat individualisme atau jarak kekuasaan) sangat menentukan bagaimana karyawan termotivasi dan dipimpin, sedangkan sistem ekonomi memengaruhi tingkat upah dan biaya hidup setempat. Selain itu, regulasi ketenagakerjaan yang ketat di negara tujuan serta ketersediaan tenaga kerja lokal yang terampil secara langsung membatasi atau mengarahkan kebijakan HR dalam hal perekrutan, jam kerja, hingga prosedur pemutusan hubungan kerja.

3.Perbedaan Antarnegara dan Perencanaan HR: Perbedaan mendasar antarnegara menuntut fleksibilitas tinggi dalam perencanaan HR karena setiap wilayah memiliki struktur demografi, undang-undang, dan ekspektasi pasar yang berbeda. Misalnya, saat merencanakan kebutuhan tenaga kerja, HR harus menyesuaikan diri dengan aturan pensiun, hukum perlindungan tenaga kerja, serta kuatnya pengaruh serikat pekerja di negara tujuan yang mungkin jauh berbeda dari negara asal. Perbedaan ini membuat HR tidak bisa langsung menduplikasi rencana kerja pusat, melainkan harus menganalisis kepatuhan hukum lokal dan pasokan talenta setempat agar strategi perekrutan serta retensi karyawan tetap relevan dan legal.

4.Pemilihan dan Pelatihan di Pasar Global: Dalam pasar global, perusahaan memilih tenaga kerja melalui tiga pendekatan utama: etnosentris (menggunakan manajer dari negara asal), polisentris (mempekerjakan warga lokal negara tujuan), atau geosentris (mencari talenta terbaik tanpa memandang kewarganegaraan). Proses seleksi tidak hanya menilai kemampuan teknis, tetapi juga kecerdasan budaya, fleksibilitas, dan kemampuan adaptasi calon karyawan terhadap lingkungan baru. Setelah terpilih, mereka diberikan pelatihan komprehensif yang mencakup penguasaan bahasa, pemahaman budaya (cross-cultural training), serta bimbingan praktis mengenai kondisi hidup di negara tujuan agar risiko kegagalan tugas di luar negeri dapat diminimalkan.

5.Tantangan Kinerja dan Kompensasi Internasional: Tantangan utama dalam manajemen kinerja internasional adalah adanya jarak geografis dan bias budaya yang membuat penilaian objektif menjadi sulit, terutama jika penilai di kantor pusat tidak memahami dinamika lokal tempat karyawan bekerja. Sementara di bidang kompensasi, tantangannya adalah menciptakan paket remunerasi yang adil melalui pendekatan neraca (balance sheet approach) untuk memastikan daya beli ekspatriat tetap setara dengan di negara asalnya. HR harus terus menyesuaikan kompensasi ini dengan fluktuasi mata uang, perbedaan tarif pajak, serta pemberian tunjangan khusus seperti biaya sekolah anak dan perumahan yang sering kali memicu kecemburuan sosial dari karyawan lokal.

6.Persiapan Tugas Internasional dan Repatriasi: Perusahaan mempersiapkan manajer untuk tugas internasional melalui pengarahan awal yang mendalam mengenai target bisnis, pelatihan budaya, serta kunjungan awal ke negara tujuan bersama keluarga mereka untuk mempermudah transisi. Namun, fase yang tidak kalah krusial adalah proses pemulangan atau repatriasi (repatriation), di mana manajer sering kali mengalami kejutan budaya balik (reverse culture shock) dan merasa keahlian internasional mereka tidak dihargai setelah kembali. Untuk mengatasinya, perusahaan yang bijak akan menyediakan program bimbingan (mentorship) selama mereka di luar negeri serta jaminan jalur karier yang jelas saat kembali agar investasi talenta global tersebut tidak hilang ke perusahaan pesaing.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Adelia fi janatin aliah 2511011067 -
1. Pertumbuhan bisnis internasional membuat perusahaan membutuhkan SDM yang mampu bekerja lintas negara, budaya, dan bahasa.
2. Faktor yang berpengaruh yaitu budaya, hukum ketenagakerjaan, kondisi ekonomi, bahasa, dan sistem pendidikan tiap negara.
3. Perbedaan antarnegara memengaruhi perekrutan, pelatihan, aturan kerja, hingga penyesuaian budaya dalam perencanaan HR.
4. Perusahaan memilih SDM berdasarkan kemampuan, pengalaman, dan adaptasi budaya, lalu melatih mereka dengan bahasa, budaya, dan keterampilan internasional.
5. Tantangannya meliputi perbedaan standar penilaian kerja, sistem gaji, tunjangan, nilai tukar mata uang, dan budaya kerja.
6. Perusahaan mempersiapkan manajer dengan pelatihan budaya, bahasa, dan penyesuaian kerja, serta membantu mereka beradaptasi kembali saat pulang.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Balqis sausan Khairunnisa -
Nama : Balqis Sausan Khairunnisa
Npm : 2511011141

1. Pertumbuhan aktivitas bisnis internasional membuat manajemen SDM menjadi lebih kompleks karena perusahaan harus mengelola karyawan dari berbagai negara, budaya, bahasa, dan aturan kerja yang berbeda. SDM juga harus mampu merekrut, melatih, serta menjaga hubungan kerja secara global agar perusahaan tetap efektif dan kompetitif.
2. - Perbedaan budaya kerja setiap negara
- Hukum dan peraturan ketenagakerjaan
- Kondisi ekonomi dan pasar tenaga kerja
- Sistem pendidikan dan keterampilan tenaga kerja
- Bahasa dan gaya komunikasi
- Stabilitas politik dan sosial negara tujuan
3. Perbedaan antarnegara memengaruhi perencanaan HR karena setiap negara memiliki aturan tenaga kerja, budaya, dan kebutuhan karyawan yang berbeda. Perusahaan harus menyesuaikan kebijakan perekrutan, pelatihan, kompensasi, dan jam kerja agar sesuai dengan kondisi negara tempat operasi berlangsung.
4. Perusahaan memilih SDM internasional berdasarkan kemampuan teknis, pengalaman, kemampuan bahasa, dan kemampuan beradaptasi dengan budaya lain. Setelah dipilih, karyawan biasanya diberikan pelatihan tentang budaya negara tujuan, komunikasi internasional, bahasa asing, dan cara bekerja di lingkungan global.
5. Tantangan dalam manajemen kinerja dan kompensasi karyawan asing meliputi perbedaan standar kerja, budaya, nilai mata uang, biaya hidup, serta harapan terhadap gaji dan tunjangan. Perusahaan juga harus memastikan sistem penilaian kinerja tetap adil bagi semua karyawan dari berbagai negara.
6. Perusahaan mempersiapkan manajer untuk tugas internasional melalui pelatihan budaya, bahasa, dan penyesuaian lingkungan kerja di negara tujuan. Saat kembali ke negara asal, perusahaan biasanya membantu proses kepulangan dengan memberikan dukungan penyesuaian kembali, evaluasi pengalaman kerja, dan penempatan jabatan yang sesuai.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Kgs.Fahri 2511011045 -
Nama : Kgs.Fahri Hidayatullah
NPM : 2511011045

). Pertumbuhan bisnis internasional membuat manajemen SDM menjadi lebih kompleks karena perusahaan harus mengelola karyawan dari berbagai negara, budaya, dan bahasa. HR juga dituntut lebih fleksibel dalam perekrutan, pelatihan, dan komunikasi kerja secara global.
2). Faktor yang paling berpengaruh terhadap SDM internasional adalah budaya, hukum ketenagakerjaan, kondisi ekonomi, teknologi, dan kualitas tenaga kerja di tiap negara. Faktor-faktor ini memengaruhi cara perusahaan merekrut, memberi gaji, dan mengelola karyawan.
3). Perbedaan antarnegara memengaruhi perencanaan HR karena setiap negara memiliki budaya kerja, aturan, dan kebiasaan yang berbeda. Oleh karena itu perusahaan harus menyesuaikan kebijakan SDM agar sesuai dengan kondisi negara tempat mereka beroperasi.
4). Perusahaan memilih SDM berdasarkan kemampuan, pengalaman, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan internasional. Setelah itu karyawan dilatih dalam bahasa, budaya, komunikasi, dan keterampilan kerja agar siap bersaing di pasar global.
5). Tantangan dalam manajemen kinerja dan kompensasi karyawan internasional adalah perbedaan budaya, standar kerja, nilai mata uang, dan biaya hidup tiap negara. Perusahaan harus membuat sistem penilaian dan gaji yang adil agar semua karyawan merasa dihargai.
6). Perusahaan mempersiapkan manajer internasional melalui pelatihan budaya, bahasa, dan kemampuan kepemimpinan global. Saat mereka kembali ke negara asal, perusahaan biasanya membantu proses penyesuaian kembali agar pengalaman internasional mereka bisa dimanfaatkan dengan baik.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Nayzilla Daffina 2511011084 -
Nama : Nayzilla Daffina Pasya
NPM : 2511011084

1. pertumbuhan aktivitas bisnis internasional memengaruhi manajemen sumber daya manusia...
Ketika sebuah perusahaan mulai go-international, tugas HRD otomatis jadi berubah dan msdm ikut terpengaruh sebagai berikut:
​- Mengelola Tenaga Kerja yang Beragam: HRD tidak lagi cuma mengurus orang lokal, tapi harus mengelola tiga jenis karyawan sekaligus: ekspatriat dari negara asal (Parent-Country), karyawan lokal di negara cabang (Host-Country), dan profesional dari negara dunia ketiga (Third-Country).
​- Menyelaraskan Kebijakan: HRD harus memutar otak agar sistem rekrutmen, penilaian kinerja, dan aturan gaji bisa fleksibel menyesuaikan diri dengan hukum dan budaya di masing-masing negara tujuan.

2. faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap manajemen sumber daya manusia (SDM) di pasar internasional...
Ada empat hal utama yang menentukan berhasil tidaknya manajemen SDM di luar negeri:
​- Budaya (Culture): Ini yang paling krusial. Budaya menentukan bagaimana orang lokal berkomunikasi, merespons motivasi, dan menerima gaya kepemimpinan atasan mereka.
- ​Sistem Ekonomi: Hal ini sangat berpengaruh terhadap standar biaya hidup, upah minimum, dan daya beli karyawan di negara tersebut.
​- Modal Manusia (Human Capital): Ini berkaitan dengan kualitas SDM di negara tujuan. Apakah tenaga kerja lokal di sana sudah berpendidikan tinggi dan punya keahlian yang dibutuhkan perusahaan?
- ​Sistem Hukum & Politik: HRD wajib tunduk pada undang-undang ketenagakerjaan setempat, termasuk urusan jam kerja, hak cuti, dan keselamatan kerja.

3. perbedaan antarnegara memengaruhi perencanaan HR di organisasi dengan operasi internasional...
Perbedaan karakteristik tiap negara membuat HRD harus cermat dalam mengambil keputusan strategis:
​- Menentukan Lokasi Bisnis: Saat ingin membuka kantor atau pabrik baru, HRD harus menghitung keseimbangan antara biaya tenaga kerja dan tingkat produktivitas di negara tersebut. Percuma upahnya murah kalau produktivitasnya sangat rendah.
​- Keputusan Alih Daya (Outsourcing/Offshoring): HRD harus jeli melihat apakah memindahkan operasional pekerjaan ke negara dengan upah rendah (seperti India atau Vietnam) benar-benar menguntungkan, atau justru malah memicu masalah baru seperti kendala bahasa dan penurunan kualitas kerja.

4. bagaimana perusahaan memilih dan melatih sumber daya manusia dalam pasar tenaga kerja global...
Perusahaan memilih dan melatih sdm dalam pasar tenaga kerja global dengan cara berikut ini:
- Proses Seleksi: Saat memilih karyawan untuk dikirim ke luar negeri (ekspatriat), keahlian teknis saja tidak cukup. HRD justru harus mengutamakan kemampuan adaptasi, kestabilan emosi saat stres, dukungan dari keluarga, serta kecerdasan budaya (cultural intelligence) si kandidat.
​- Proses Pelatihan: Sebelum berangkat, karyawan wajib dibekali dengan Pelatihan Lintas Budaya (Cross-Cultural Training). Di sini mereka diajarkan tentang norma kesopanan di negara tujuan, bahasa dasar, etika bisnis lokal, hingga tips agar tidak kaget dengan budaya baru (culture shock).

5. tantangan yang berkaitan dengan manajemen kinerja dan kompensasi karyawan dari negara lain...
- Manajemen Kinerja: Menilai kinerja karyawan di luar negeri itu cukup rumit. Kendala jarak membuat manajer di kantor pusat kesulitan memantau secara objektif, sementara manajer lokal di negara tujuan bisa saja punya standar penilaian yang berbeda karena pengaruh budaya setempat.
- ​Urusan Kompensasi (Gaji): Tantangannya adalah membuat paket gaji yang adil. Perusahaan biasanya memakai Pendekatan Keseimbangan (Balance Sheet Approach). Intinya, perusahaan memastikan standar hidup si ekspatriat tetap sama enaknya dengan di negara asal mereka, lalu ditambah dengan berbagai tunjangan penugasan (seperti biaya tempat tinggal, sekolah anak, dan tunjangan risiko).

6. Bagaimana perusahaan mempersiapkan manajer untuk tugas internasional dan kepulangan mereka...
Agar investasi besar perusahaan tidak sia-sia, HRD harus mengawal proses ini dari awal sampai akhir:
- ​Saat Persiapan Berangkat: HRD memberikan orientasi praktis mengenai urusan logistik pindahan rumah, sistem pajak internasional, hingga konseling keluarga agar pasangan dan anak-anak mereka siap beradaptasi.
​- Saat Proses Pulang (Repatriation): Ini sering kali terlupakan, padahal sangat kritis. Ketika ekspatriat pulang ke negara asal, mereka sering mengalami reverse culture shock (gegar budaya terbalik) dan merasa keahlian internasional mereka tidak dihargai lagi. HRD harus menyiapkan jalur karier yang jelas untuk mereka agar mereka tidak kecewa lalu memutuskan keluar dari perusahaan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Dansia Citary -
Nama :Dansia Citary
NPM:2511011107
1. Bagaimana pertumbuhan aktivitas bisnis internasional memengaruhi manajemen sumber daya manusia?

Jawaban:
Pertumbuhan aktivitas bisnis internasional membuat manajemen SDM menjadi lebih kompleks karena perusahaan harus mengelola karyawan dari berbagai negara dan budaya. HR harus mampu:
• Merekrut tenaga kerja global.
• Menyesuaikan kebijakan kerja dengan hukum tiap negara.
• Mengelola perbedaan budaya, bahasa, dan cara kerja.
• Memberikan pelatihan internasional kepada karyawan.
• Menyusun sistem kompensasi dan penilaian kerja yang sesuai secara global.

Akibatnya, HR tidak hanya berfokus pada kebutuhan lokal tetapi juga strategi internasional perusahaan.

2. Jelaskan faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap manajemen sumber daya manusia (SDM) di pasar internasional!

Jawaban:
Faktor-faktor yang memengaruhi manajemen SDM internasional antara lain:
1. Budaya negara
Perbedaan budaya memengaruhi cara komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama.
2. Hukum dan regulasi ketenagakerjaan
Setiap negara memiliki aturan berbeda mengenai upah, jam kerja, pajak, dan hak pekerja.
3. Kondisi ekonomi
Tingkat upah dan ketersediaan tenaga kerja berbeda di setiap negara.
4. Sistem pendidikan dan keterampilan tenaga kerja
Kualitas SDM tiap negara memengaruhi proses rekrutmen dan pelatihan.
5. Teknologi dan globalisasi
Kemajuan teknologi mempermudah koordinasi dan kerja lintas negara.
6. Stabilitas politik dan sosial
Kondisi politik memengaruhi keamanan dan kelancaran operasi perusahaan internasional.

3. Bagaimana perbedaan antarnegara memengaruhi perencanaan HR di organisasi dengan operasi internasional?

Jawaban:
Perbedaan antarnegara memengaruhi perencanaan HR karena perusahaan harus menyesuaikan strategi SDM dengan kondisi lokal masing-masing negara. Contohnya:
• Perbedaan hukum ketenagakerjaan menyebabkan kebijakan kerja berbeda.
• Budaya kerja memengaruhi gaya kepemimpinan dan komunikasi.
• Tingkat pendidikan tenaga kerja memengaruhi kebutuhan pelatihan.
• Kondisi ekonomi memengaruhi penentuan gaji dan tunjangan.

Karena itu, perusahaan internasional harus membuat perencanaan HR yang fleksibel agar sesuai dengan kondisi tiap negara.

4. Jelaskan bagaimana perusahaan memilih dan melatih sumber daya manusia dalam pasar tenaga kerja global!

Jawaban:
Perusahaan memilih SDM global dengan mempertimbangkan:
• Kemampuan teknis dan pengalaman kerja.
• Kemampuan berbahasa asing.
• Kemampuan beradaptasi dengan budaya lain.
• Kesiapan bekerja di luar negeri.

Setelah dipilih, perusahaan memberikan pelatihan seperti:
• Pelatihan budaya dan bahasa.
• Pelatihan komunikasi internasional.
• Pelatihan kepemimpinan global.
• Pembekalan tentang hukum dan kebiasaan negara tujuan.

Pelatihan ini bertujuan agar karyawan dapat bekerja efektif di lingkungan internasional.

5. Bagaimana tantangan yang berkaitan dengan manajemen kinerja dan kompensasi karyawan dari negara lain?

Jawaban:
Tantangan dalam manajemen kinerja dan kompensasi internasional meliputi:
1. Perbedaan standar penilaian kerja
Setiap negara memiliki budaya dan harapan kerja yang berbeda.
2. Perbedaan nilai mata uang dan biaya hidup
Gaji harus disesuaikan dengan kondisi ekonomi negara tempat bekerja.
3. Keadilan kompensasi
Perusahaan harus menjaga agar sistem gaji dianggap adil oleh semua karyawan.
4. Hambatan budaya dan komunikasi
Perbedaan bahasa dan budaya dapat memengaruhi evaluasi kinerja.
5. Kepatuhan hukum
Sistem kompensasi harus sesuai dengan aturan negara setempat.

6. Bagaimana perusahaan mempersiapkan manajer untuk tugas internasional dan kepulangan mereka?

Jawaban:
Perusahaan mempersiapkan manajer internasional dengan:
• Memberikan pelatihan budaya dan bahasa.
• Memberikan pemahaman tentang kondisi bisnis negara tujuan.
• Melatih kemampuan komunikasi dan kepemimpinan global.
• Membantu proses relokasi dan adaptasi keluarga.

Untuk kepulangan (repatriasi), perusahaan:
• Membantu manajer menyesuaikan diri kembali dengan lingkungan kerja asal.
• Menyediakan posisi kerja yang sesuai dengan pengalaman internasionalnya.
• Memanfaatkan pengalaman global manajer untuk pengembangan perusahaan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Christian Siswoyo co 2551011043 -
1. Perkembangan bisnis internasional membuat tugas manajemen SDM menjadi lebih besar karena perusahaan harus mengelola tenaga kerja dari berbagai negara. HR dituntut mampu memahami perbedaan budaya, bahasa, dan sistem kerja agar kerja sama antar karyawan tetap berjalan dengan baik.
2.Faktor yang berpengaruh antara lain budaya kerja, aturan ketenagakerjaan, kondisi ekonomi, tingkat pendidikan tenaga kerja, dan kebiasaan masyarakat di suatu negara. Semua hal tersebut memengaruhi cara perusahaan dalam merekrut, melatih, dan mengatur karyawan.
3.Setiap negara memiliki aturan dan budaya kerja yang berbeda, sehingga perusahaan harus menyesuaikan kebijakan HR di masing-masing tempat. Contohnya dalam hal jam kerja, sistem gaji, hak cuti, dan cara komunikasi di lingkungan kerja.
4. Perusahaan biasanya mencari karyawan yang memiliki kemampuan kerja yang baik, mudah beradaptasi, dan mampu bekerja dalam lingkungan internasional. Setelah itu, perusahaan memberikan pelatihan seperti bahasa asing, pengenalan budaya negara lain, dan kemampuan komunikasi global.
5. Perusahaan sering mengalami kesulitan dalam menentukan standar penilaian kerja karena setiap negara memiliki budaya dan cara kerja yang berbeda. Selain itu, pemberian gaji dan tunjangan juga harus disesuaikan dengan biaya hidup serta aturan di negara tempat karyawan bekerja.
6. Sebelum dikirim ke luar negeri, manajer biasanya dibekali pelatihan tentang budaya, bahasa, dan kondisi kerja di negara tujuan. Setelah kembali, perusahaan membantu mereka menyesuaikan diri kembali dengan lingkungan kerja di negara asal agar pengalaman yang didapat tetap bermanfaat bagi perusahaan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Alfarhan Taqiyuddin Khalid_2511011122 -
NAMA : Alfarhan Taqiyuddin Khalid
NPM : 2511011122
Bagaimana pertumbuhan aktivitas bisnis internasional memengaruhi manajemen sumber daya manusia?
Pertumbuhan aktivitas bisnis internasional membuat manajemen SDM menjadi lebih kompleks dan strategis. Perusahaan harus mengelola tenaga kerja dari berbagai negara dengan budaya, bahasa, hukum, dan kebiasaan kerja yang berbeda. SDM dituntut untuk mampu merekrut karyawan global, mengembangkan kemampuan lintas budaya, mengatur kompensasi internasional, serta memastikan komunikasi dan koordinasi antarnegara berjalan efektif. Selain itu, perusahaan juga perlu menyiapkan karyawan untuk penugasan internasional dan menghadapi persaingan tenaga kerja global.
Jelaskan faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap manajemen sumber daya manusia (SDM) di pasar internasional!
Faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap SDM internasional meliputi:
Perbedaan budaya: memengaruhi cara bekerja, komunikasi, dan kepemimpinan.
Hukum dan regulasi ketenagakerjaan: setiap negara memiliki aturan tenaga kerja yang berbeda.
Kondisi ekonomi: memengaruhi tingkat upah, kesempatan kerja, dan biaya tenaga kerja.
Sistem pendidikan dan kualitas tenaga kerja: menentukan kemampuan dan keterampilan karyawan.
Bahasa dan komunikasi: menjadi tantangan dalam koordinasi kerja internasional.
Teknologi dan globalisasi: mendorong penggunaan sistem kerja digital dan kerja jarak jauh lintas negara.
Kondisi politik dan sosial: memengaruhi stabilitas operasional perusahaan.
Bagaimana perbedaan antarnegara memengaruhi perencanaan HR di organisasi dengan operasi internasional?
Perbedaan antarnegara memengaruhi perencanaan HR karena perusahaan harus menyesuaikan kebijakan SDM dengan kondisi lokal masing-masing negara. Misalnya, perbedaan budaya kerja dapat memengaruhi gaya kepemimpinan dan sistem motivasi. Perbedaan hukum ketenagakerjaan memengaruhi jam kerja, upah minimum, dan hak karyawan. Selain itu, tingkat pendidikan dan keterampilan tenaga kerja di tiap negara juga memengaruhi proses rekrutmen dan pelatihan. Oleh karena itu, perusahaan internasional harus membuat perencanaan SDM yang fleksibel namun tetap sesuai dengan tujuan global perusahaan.
Jelaskan bagaimana perusahaan memilih dan melatih sumber daya manusia dalam pasar tenaga kerja global!
Perusahaan memilih SDM global melalui proses rekrutmen internasional dengan mempertimbangkan kemampuan teknis, kemampuan bahasa asing, pengalaman internasional, dan kemampuan beradaptasi dengan budaya lain. Setelah dipilih, karyawan diberikan pelatihan seperti:
pelatihan bahasa asing,
pelatihan budaya negara tujuan,
pelatihan komunikasi internasional,
pelatihan kepemimpinan global, dan
pengembangan keterampilan kerja internasional.
Tujuan pelatihan ini adalah agar karyawan mampu bekerja secara efektif di lingkungan multinasional dan dapat beradaptasi dengan cepat di negara lain.
Bagaimana tantangan yang berkaitan dengan manajemen kinerja dan kompensasi karyawan dari negara lain?
Tantangan utama dalam manajemen kinerja dan kompensasi internasional adalah adanya perbedaan budaya, standar kerja, dan biaya hidup antarnegara. Penilaian kinerja bisa menjadi sulit karena setiap budaya memiliki cara berbeda dalam melihat prestasi dan disiplin kerja. Selain itu, perusahaan harus menentukan sistem gaji yang adil dengan mempertimbangkan kurs mata uang, pajak, tunjangan internasional, asuransi, dan biaya hidup di negara tempat karyawan bekerja. Jika tidak dikelola dengan baik, perbedaan kompensasi dapat menimbulkan ketidakpuasan dan konflik antarpegawai.
Bagaimana perusahaan mempersiapkan manajer untuk tugas internasional dan kepulangan mereka?
Perusahaan mempersiapkan manajer internasional melalui pelatihan pra-penugasan, seperti pelatihan budaya, bahasa, hukum, dan kondisi sosial negara tujuan. Manajer juga dibekali kemampuan komunikasi global dan penyesuaian lingkungan kerja internasional.
Saat kembali ke negara asal (repatriasi), perusahaan membantu manajer menyesuaikan diri kembali melalui program orientasi, evaluasi pengalaman kerja internasional, dan penempatan jabatan yang sesuai. Hal ini penting agar pengalaman internasional yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk pengembangan perusahaan dan agar manajer tidak mengalami kesulitan beradaptasi setelah kembali.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Zaskya Khoirun 2511011071 -
‎Nama: Zaskya Khoirun Nisa
‎NPM: 2511011071

‎1. Pertumbuhan kegiatan bisnis lintas negara memperluas lingkup fungsi SDM, sehingga tidak hanya menangani rekrutmen dan gaji, tetapi juga:

‎- Perencanaan global SDM, relokasi ekspatriat, pelatihan lintas budaya, hukum ketenagakerjaan internasional, dan perpajakan tenaga kerja internasional.
‎- Penanganan risiko lebih tinggi, seperti kegagalan penugasan manajer ekspatriat, perbedaan produktivitas, dan masalah keamanan serta politik di negara tuan rumah.

‎Akibatnya, SDM harus menjadi fungsi strategis yang terintegrasi dengan kebijakan ekspansi global perusahaan, bukan hanya operasional administratif.

‎ 2. Faktor utama yang paling berpengaruh meliputi:

‎- Faktor budaya: perbedaan nilai, norma komunikasi, gaya kepemimpinan, dan sikap kerja di tiap negara menuntut penyesuaian gaya manajemen, proses rekrutmen, dan praktik motivasi.

‎- Faktor hukum dan regulasi ketenagakerjaan: peraturan soal kontrak kerja, jam kerja, cuti, PHK, upah minimum, dan hubungan serikat berbeda‑beda, sehingga perusahaan harus mematuhi regulasi lokal sekaligus menjaga standar global.

‎- Faktor ekonomi: tingkat pendapatan, inflasi, daya beli, dan biaya tenaga kerja memengaruhi kebijakan kompensasi, tunjangan, dan struktur gaji di masing‑masing negara.

‎- Faktor politik dan stabilitas: risiko politik, perubahan kebijakan, dan peraturan devisa memengaruhi keputusan menempatkan manajer dan struktur organisasi di luar negeri.

‎- Faktor teknologi dan infrastruktur: kualitas infrastruktur (komunikasi, transportasi, pendidikan) menentukan ketersediaan SDM terampil dan kemudahan pelatihan serta koordinasi global.

‎3. Kelima perbedaan besar antarnegara, budaya, hukum, ekonomi, politik, dan hubungan kerja, memaksa perencanaan HR internasional menjadi lebih fleksibel dan adaptif.

‎- Budaya dan gaya manajemen: perusahaan harus memodifikasi gaya supervisi, cara komunikasi, serta sistem penghargaan agar sesuai dengan nilai lokal (misalnya, kolektivisme vs individualisme).

‎- Hukum dan regulasi: perencanaan SDM harus memastikan bahwa prosedur rekrutmen, kontrak, dan pemutusan hubungan kerja sesuai undang‑undang di tiap negara.

‎- Ekonomi dan kompensasi: tingkat upah pasar, cost‑of‑living, dan pajak lokal memaksa perusahaan menyusun struktur gaji yang kompetitif namun tetap konsisten dengan standar global.

‎- Politik dan stabilitas: di negara dengan risiko politik tinggi, perencanaan HR harus mempertimbangkan rotasi cepat, relokasi, dan mekanisme evakuasi.

‎4. Perusahaan internasional biasanya menggunakan kombinasi karyawan ekspatriat, region‑spesifik, dan lokal:

‎Seleksi ekspatriat dan manajer global: -Penyaringan ketat, tidak hanya kompetensi teknis tetapi juga keterbukaan budaya, kemampuan beradaptasi, kemampuan komunikasi lintas budaya, dan stabilisasi keluarga. -Perusahaan sering menggunakan penilaian psikometrik, wawancara mendalam, dan simulasi situasi internasional.

‎Pelatihan dan pengembangan global: 
‎-Pelatihan pra‑penugasan: orientasi budaya, bahasa, kebijakan perusahaan, dan praktik ketenagakerjaan di negara tujuan.
‎-Pelatihan lintas budaya: meningkatkan kesadaran budaya, mengurangi “culture shock”, dan membangun keterampilan komunikasi antar budaya.
‎-Pengembangan karier internasional: program rotasi, mentoring, dan program pemimpin global untuk membangun jaringan dan konsistensi budaya perusahaan.

‎5. Tantangan manajemen kinerja dan kompensasi karyawan meliputi:

‎Manajemen kinerja: 
‎- Perbedaan budaya membuat kriteria kinerja dan cara penilaian berbeda, misalnya, di negara kolektif penilaian lebih menekankan kerja tim, sedangkan di negara individualis lebih menekankan pencapaian individu.
‎- Evaluasi kinerja manajer internasional sering dilakukan oleh atasan di negara tuan rumah, tetapi perlu koordinasi dengan pusat untuk memastikan kesesuaian standar dan konteks penugasan.

‎Kompensasi: 
‎- Perusahaan harus menyeimbangkan kesetaraan global (paritas dengan kantor pusat) dan kompetitif lokal (sesuai upah pasar dan biaya hidup).
‎- Tantangan lain: perbedaan sistem pajak, peraturan tunjangan, dan ekspektasi tunjangan (misalnya perumahan, sekolah anak, asuransi kesehatan) yang bisa sangat berbeda dari satu negara ke negara lain.

‎ 6. Perusahaan mempersiapkan manajer untuk penugasan dan kepulangan dengan cara:

‎Pra‑penugasan (sebelum ke luar neger retired): 
‎- Pelatihan budaya dan bahasa, orientasi lingkungan kerja, serta konseling keluarga untuk mengurangi stres dan drop‑out ekspatriat.
‎- Penyusunan paket kompensasi lengkap (gaji, tunjangan, relokasi, asuransi) sesuai standar perusahaan dan regulasi lokal.

‎Selama penugasan: 
‎- Pembinaan berkala, mentoring, dan akses ke jaringan global untuk menjaga keterlibatan dan pembelajaran.

‎Pasca‑penugasan / kepulangan: 
‎- Program “repatriation” (kepulangan): membantu reintegrasi manajer ke kantor pusat, agar pengalaman internasional dapat dimanfaatkan (misalnya, pelatihan internal, promosi, proyek lintas negara).
‎- Menghindari “reverse culture shock” dan “career stagnation” dengan memastikan ada jalur karier yang jelas setelah kembali.

In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Raka Jiwa Zahid -
Nama: Raka Jiwa Zahid
NPM: 2511011112


1. Pertumbuhan aktivitas bisnis internasional mendorong manajemen SDM untuk menangani keragaman budaya, hukum ketenagakerjaan lintas negara, mobilitas ekspatriat, serta standar kerja global. SDM harus beradaptasi dengan praktik rekrutmen, pelatihan, dan kompensasi yang fleksibel, serta mengelola tim lintas batas yang tersebar secara geografis.
2. Faktor paling berpengaruh terhadap manajemen SDM di pasar internasional meliputi perbedaan budaya (nilai, komunikasi, hierarki), sistem hukum dan regulasi ketenagakerjaan setiap negara, kondisi ekonomi (upah, inflasi, biaya hidup), serta tingkat pendidikan dan keterampilan tenaga kerja lokal.
3. Perbedaan antarnegara seperti budaya kerja (individualis vs kolektivis), aturan ketenagakerjaan (mudah vs sulitnya PHK), dan kebiasaan hari libur memengaruhi perencanaan HR dalam hal alokasi staf, desain pekerjaan, metode rekrutmen, serta kebijakan pelatihan yang harus disesuaikan secara lokal tanpa mengorbankan standar global perusahaan.
4. Perusahaan memilih SDM global melalui rekrutmen langsung di negara target, kerja sama agen lokal, atau rotasi ekspatriat dengan asesmen kompetensi lintas budaya. Pelatihan mencakup pembekalan budaya (cross-cultural training), keterampilan bahasa, serta pemahaman hukum dan praktik bisnis setempat sebelum penugasan internasional dimulai.
5. Tantangan manajemen kinerja dan kompensasi karyawan lintas negara meliputi perbedaan ekspektasi kinerja (akibat budaya), kesulitan dalam standarisasi penilaian, penyesuaian upah dengan biaya hidup dan pasar lokal, serta keadilan komparatif antara ekspatriat dan pekerja lokal yang seringkali memiliki paket kompensasi berbeda.
6. Perusahaan mempersiapkan manajer untuk tugas internasional dengan pelatihan pra-pemberangkatan (budaya, bahasa, keamanan), serta menyediakan dukungan keluarga dan paket kompensasi khusus. Untuk kepulangan (repatriasi), perusahaan perlu merencanakan posisi yang jelas setelah kembali, memberikan dukungan psikologis, dan memanfaatkan pengetahuan internasional yang diperoleh agar tidak terjadi budaya balik (reverse culture shock) dan turnover pasca-misi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Naufal Dzaky Arsyadani_2511011124 -
Naufal Dzaky Arsyadani
NPM: 2511011124

1. Pertumbuhan aktivitas bisnis internasional memengaruhi manajemen sumber daya manusia karena perusahaan harus mengelola tenaga kerja dari berbagai negara dengan budaya, bahasa, hukum, dan sistem kerja yang berbeda
2. Faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap manajemen SDM di pasar internasional meliputi perbedaan budaya, hukum ketenagakerjaan, kondisi ekonomi, tingkat pendidikan tenaga kerja, teknologi, serta kebijakan pemerintah di masing-masing negara. Faktor-faktor tersebut memengaruhi cara perusahaan merekrut, melatih, dan mengelola karyawan.
3. Perbedaan antarnegara memengaruhi perencanaan HR karena setiap negara memiliki aturan kerja, budaya organisasi, tingkat upah, dan ketersediaan tenaga kerja yang berbeda. Oleh karena itu, perusahaan harus menyesuaikan strategi perekrutan, pelatihan, dan pengelolaan karyawan sesuai kondisi negara tempat perusahaan beroperasi.
4. Perusahaan memilih sumber daya manusia di pasar tenaga kerja global dengan menilai kemampuan teknis, kemampuan bahasa, serta kemampuan beradaptasi dengan budaya lain. Setelah dipilih, karyawan diberikan pelatihan mengenai budaya, komunikasi internasional, dan keterampilan kerja agar mampu bekerja secara efektif di lingkungan global.
5. Tantangan dalam manajemen kinerja dan kompensasi karyawan dari negara lain meliputi perbedaan standar kerja, budaya penilaian, nilai mata uang, biaya hidup, dan harapan karyawan. Perusahaan harus menciptakan sistem penilaian dan kompensasi yang adil agar semua karyawan merasa dihargai.
6. Perusahaan mempersiapkan manajer untuk tugas internasional dengan memberikan pelatihan bahasa, budaya, dan kemampuan kepemimpinan global. Setelah tugas selesai, perusahaan membantu proses kepulangan melalui penyesuaian kembali terhadap budaya kerja di negara asal serta penempatan jabatan yang sesuai dengan pengalaman internasional yang dimiliki.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Fardan Afratama -
​1. Pengaruh Bisnis Internasional ke HR
Intinya, HR jadi makin kompleks. Perusahaan gak bisa lagi pakai satu aturan untuk semua negara. HR dituntut buat paham cara mengelola karyawan yang beda budaya, beda bahasa, dan beda aturan hukum biar operasional global tetap berjalan lancar.
​2. Faktor Paling Berpengaruh
Ada empat yang paling menentukan: budaya lokal (gaya komunikasi dan etos kerja), hukum ketenagakerjaan setempat, kondisi ekonomi (standar gaji), dan kualitas pendidikan di negara tersebut yang memengaruhi kemampuan calon pekerja.
​3. Pengaruh Perbedaan Negara ke Perencanaan HR
Bikin HR harus pintar membagi porsi. Solusinya adalah menerapkan sistem "kombinasi": aturan main dan visi besar tetap ikut standar pusat (global), tapi jam kerja, libur, dan rekrutmen disesuaikan dengan aturan di tiap negara (lokal).
​4. Cara Memilih dan Melatih Karyawan Global
Perusahaan biasanya mengombinasikan orang lokal (biar paham pasar) dan ekspatriat (biar budaya perusahaan terjaga). Saat memilih, yang dilihat bukan cuma jago kerja, tapi juga kemampuan adaptasi. Setelah itu, mereka dilatih bahasa dan budaya negara tujuan.
​5. Tantangan Kinerja dan Kompensasi
Paling menantang adalah soal keadilan. Menilai kinerja jadi susah karena standar sukses di tiap budaya bisa beda. Urusan gaji juga pusing, karena HR harus menghitung biaya hidup dan mata uang yang beda supaya ekspatriat gak tekor tapi karyawan lokal juga gak merasa iri.
​6. Menyiapkan Manajer Pergi dan Pulang (Repatriasi)
Sebelum berangkat, mereka dibekali kursus bahasa dan budaya biar gak kaget (culture shock). Pas mau pulang, perusahaan harus sudah menyiapkan posisi atau jabatan baru yang pas di kantor pusat, supaya ilmu dari luar negeri gak sia-sia dan mereka gak merasa "dibuang".
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Renza Tasa -
Renza Tasa
2511011099

1 Bagaimana pertumbuhan aktivitas bisnis internasional memengaruhi manajemen sumber daya manusia?
-Semakin banyak perusahaan bekerja di berbagai negara, pengelolaan SDM jadi lebih rumit. Perusahaan harus mengatur karyawan dari budaya, bahasa, dan aturan kerja yang berbeda-beda.
2 Jelaskan faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap manajemen sumber daya manusia (SDM) di pasar internasional!
-Faktor utamanya yaitu budaya, hukum ketenagakerjaan, kondisi ekonomi, kualitas tenaga kerja, teknologi, dan kebijakan pemerintah di tiap negara.
3 Bagaimana perbedaan antarnegara memengaruhi perencanaan HR di organisasi dengan operasi internasional?
-Setiap negara punya aturan dan budaya kerja berbeda. Karena itu, perusahaan harus menyesuaikan cara merekrut, melatih, dan mengelola karyawan di masing-masing negara.
4 Jelaskan bagaimana perusahaan memilih dan melatih sumber daya manusia dalam pasar tenaga kerja global!
-Perusahaan biasanya memilih karyawan yang punya kemampuan kerja, bisa beradaptasi, dan mampu berbahasa asing. Setelah itu, mereka diberi pelatihan budaya, bahasa, dan cara kerja di negara tujuan.
5 Bagaimana tantangan yang berkaitan dengan manajemen kinerja dan kompensasi karyawan dari negara lain?
-Tantangannya adalah perbedaan standar kerja, budaya, mata uang, biaya hidup, dan sistem gaji di tiap negara. Perusahaan harus membuat sistem yang adil untuk semua karyawan.
6 Bagaimana perusahaan mempersiapkan manajer untuk tugas internasional dan kepulangan mereka?
-Perusahaan memberi pelatihan bahasa dan budaya sebelum manajer bekerja di luar negeri. Saat kembali, perusahaan membantu mereka menyesuaikan diri lagi dengan lingkungan kerja di negara asal.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Johanes Satya Ranata Sibarani -
1. Pengaruh pertumbuhan aktivitas bisnis internasional terhadap MSDM
Pertumbuhan bisnis internasional membuat perusahaan harus mengelola karyawan dari berbagai negara dan budaya. MSDM menjadi lebih kompleks karena perusahaan harus menyesuaikan perekrutan, pelatihan, kompensasi, serta aturan kerja di tiap negara. Selain itu, HR juga harus mampu mengelola komunikasi lintas budaya dan mobilitas karyawan internasional.

2. Faktor-faktor yang memengaruhi MSDM di pasar internasional
●Budaya negara: perbedaan nilai, kebiasaan, dan cara kerja.
●Hukum ketenagakerjaan: aturan kerja setiap negara berbeda.
●Kondisi ekonomi: memengaruhi gaji dan kesempatan kerja.
●Sistem pendidikan: menentukan kualitas tenaga kerja.
●Teknologi dan globalisasi: mempermudah koordinasi kerja internasional.
●Stabilitas politik: memengaruhi keamanan dan operasional perusahaan.

3. Pengaruh perbedaan antarnegara terhadap perencanaan HR
Perbedaan bahasa, budaya, hukum, dan kondisi tenaga kerja membuat perusahaan harus menyesuaikan kebijakan HR di setiap negara. Contohnya, standar upah, jam kerja, dan sistem rekrutmen bisa berbeda. Karena itu, perusahaan internasional perlu membuat perencanaan HR yang fleksibel tetapi tetap sesuai tujuan perusahaan global.

4. Cara perusahaan memilih dan melatih SDM dalam pasar tenaga kerja global
Perusahaan memilih karyawan berdasarkan kemampuan teknis, kemampuan bahasa asing, kemampuan beradaptasi, dan pemahaman budaya internasional. Setelah dipilih, karyawan biasanya mendapat pelatihan seperti:
●pelatihan bahasa,
●pelatihan budaya negara tujuan,
●pelatihan kepemimpinan global,
●dan pelatihan komunikasi internasional.
Tujuannya agar karyawan dapat bekerja efektif di lingkungan internasional.

5. Tantangan manajemen kinerja dan kompensasi karyawan internasional
●Perbedaan standar kerja antarnegara.
●Sulit menentukan sistem penilaian kinerja yang adil untuk semua budaya.
●Perbedaan nilai mata uang dan biaya hidup.
●Perbedaan aturan pajak dan tunjangan.
●Menjaga motivasi dan kepuasan kerja karyawan asing.
Karena itu, perusahaan harus membuat sistem kompensasi yang kompetitif dan sesuai kondisi masing-masing negara.

6. Persiapan manajer untuk tugas internasional dan kepulangan mereka
Perusahaan biasanya mempersiapkan manajer melalui:
●pelatihan budaya dan bahasa,
●pembekalan tentang kondisi negara tujuan,
●pelatihan kepemimpinan global,
●serta dukungan bagi keluarga manajer.
Saat kembali ke negara asal, perusahaan membantu proses penyesuaian kembali (repatriasi), seperti penempatan jabatan baru, evaluasi pengalaman internasional, dan dukungan adaptasi agar manajer tetap nyaman bekerja di perusahaan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Thian Mutiara -
1. Dampak Bisnis Internasional ke MSDM
​Ekspansi ke luar negeri itu mengubah HR dari yang tadinya hanya urusan domestik menjadi super kompleks. HR tidak bisa lagi menggunakan satu aturan universal. Mereka dipaksa berpikir global tapi bertindak lokal (glocal), karena harus mengurusi perpindahan ekspatriat, penyesuaian budaya kerja, hingga kepatuhan hukum yang berbeda di tiap cabang negara.

2. Faktor yang paling berpengaruh di pasar internasional adalah:
​Budaya Lokal= menentukan cara berkomunikasi dan memotivasi karyawan (misalnya budaya individualis vs kelompok).
​Sistem hukum dan politik= aturan ketenagakerjaan, kontrak, dan hak berserikat di negara tujuan.
​Kondisi ekonomi dan pasar kerja= tingkat inflasi, rata-rata standar upah, dan ketersediaan tenaga kerja ahli di sana.

​3. Pengaruh perbedaan antarnegara ke perencanaan HR
​Perencanaan HR tidak bisa disamaratakan karena adanya perbedaan regulasi dan demografi. Misalnya, di negara yang populasinya menua, perencanaan HR akan fokus ke retensi karyawan senior. Sementara di negara berkembang yang ketat aturan kuota tenaga kerja lokal, HR harus merencanakan porsi perekrutan warga lokal (host-country nationals) yang lebih besar dibanding membawa ekspatriat.

​4. Cara memilih dan melatih SDM Global
​pemilihan (Seleksi): tidak hanya mencari yang pintar secara teknis, namun juga mencari orang yang memiliki kecerdasan budaya (cultural intelligence) tinggi, fleksibel, dan tahan stres di lingkungan baru.
​Pelatihan= fokusnya ke adaptasi budaya, kursus bahasa lokal, serta pemahaman regulasi bisnis di negara tempat mereka ditempatkan agar tidak culture shock.

5. Tantangan kinerja dan kompensasi lintas negara:
​Manajemen Kinerja= penilaian jadi bias jika standar di kantor pusat dipaksakan ke kantor cabang tanpa melihat tantangan riil di pasar lokal negara tersebut.
​Kompensasi= menghitung paket gaji yang adil hal yang rumit. Harus fluktuasi mata uang, perbedaan pajak, biaya hidup (cost of living), hingga tunjangan khusus (seperti biaya sekolah anak atau rumah) buat ekspatriat agar mereka tidak merasa rugi pindah tugas.

​6. Persiapan tugas internasional & kepulangan (Repatriasi)
​sebelum berangkat= diberi pembekalan budaya lintas negara (cross-cultural training) dan kunjungan awal (pre-departure visit) bersama keluarga supaya ada bayangan.
​Saat Pulang (Repatriasi)= perusahaan harus menyiapkan posisi baru yang setara atau lebih tinggi di kantor pusat supaya manajer tidak merasa "turun pangkat" atau kehilangan panggung, serta membantu proses adaptasi ulang mereka dengan budaya kantor lama.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Bintang Satriyani Putri 2551011022 -
Nama : Bintang Satriyani Putri
Npm : 2551011022
Pertumbuhan aktivitas bisnis internasional mengubah Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) dari fungsi domestik yang berfokus pada kepatuhan lokal menjadi **MSDM Global (MSDMG)** yang jauh lebih kompleks. Perusahaan tidak lagi hanya mengelola karyawan dengan latar belakang seragam, melainkan harus menyelaraskan strategi bisnis global dengan keragaman tenaga kerja di berbagai belahan dunia.
1. Pengaruh Aktivitas Bisnis Internasional terhadap MSDM
Ketika perusahaan berekspansi ke luar negeri, peran HR mengalami pergeseran besar dalam tiga aspek utama:
Kompleksitas Operasional: HR harus menangani fungsi baru seperti perpajakan internasional, pengurusan visa/izin kerja, relokasi keluarga karyawan, dan penyesuaian hukum ketenagakerjaan di berbagai negara.
Kebutuhan Perspektif Global:HR dituntut untuk menyeimbangkan antara integrasi global(menjaga agar budaya dan standar perusahaan tetap sama di seluruh dunia) dan lokal (menyesuaikan aturan dengan budaya dan hukum negara setempat).
Risiko yang Lebih Tinggi:Kegagalan dalam mengelola HR internasional dapat mengakibatkan kerugian finansial yang besar (misalnya biaya kegagalan ekspatriat) hingga tuntutan hukum di negara tujuan.
2. Faktor Paling Berpengaruh terhadap MSDM Internasional

Menurut kerangka literatur MSDM Global (seperti teori *John B. Cullen*), ada empat faktor lingkungan utama yang paling menentukan keberhasilan HR di pasar internasional:

| Faktor Lingkungan | Pengaruh terhadap MSDM
| Kebudayaan (Culture)| Nilai, norma, dan kepercayaan masyarakat setempat (misalnya tingkat individualisme vs kolektivisme menurut Hofstede) memengaruhi cara memotivasi karyawan, gaya kepemimpinan, dan komunikasi. |
| Sistem Ekonomi| Struktur ekonomi (pasar bebas vs komando) memengaruhi biaya tenaga kerja, ketersediaan tunjangan, dan insentif. Tingkat inflasi negara tujuan juga menentukan penyesuaian upah. |
| Sistem Hukum & Politik | Undang-undang ketenagakerjaan di negara tujuan mendikte aturan kontrak, pemecatan, jam kerja, keselamatan kerja, serta kuat atau tidaknya peran serikat pekerja lokal. |
Sistem Edukasi & Sumber Daya | Kualitas pendidikan di negara tujuan menentukan kompetensi angkatan kerja lokal. Jika keterampilan lokal rendah, perusahaan terpaksa mendatangkan tenaga kerja asing (ekspatriat). |

3. Pengaruh Perbedaan Antarnegara terhadap Perencanaan HR

Perbedaan kondisi antarnegara membuat strategi HR tidak bisa disamaratakan (*no one size fits all*). Perencanaan HR internasional harus adaptif terhadap:

Perencanaan Tenaga Kerja & Rekrutmen:Di negara dengan populasi menua (seperti Jepang atau beberapa negara Eropa), perencanaan HR berfokus pada retensi karyawan senior dan otomatisasi. Di negara berkembang dengan bonus demografi (seperti Indonesia atau India), fokusnya adalah penyaringan massal dan pelatihan intensif.
Hubungan Industrial: Di negara seperti Jerman, regulasi mewajibkan adanya *Works Council* (dewan pekerja) yang dilibatkan dalam keputusan manajemen. Perencanaan HR di sana harus mengalokasikan waktu lebih lama untuk negosiasi dibanding di Amerika Serikat yang menganut prinsip ketenagakerjaan yang lebih fleksibel (*at-will employment*).
Desain Struktur Organisasi:Menentukan apakah perusahaan akan menggunakan pendekatan:
:Posisi kunci di luar negeri diisi oleh orang dari negara asal perusahaan (HQ).
Polisentris:Manajemen cabang luar negeri diserahkan sepenuhnya kepada warga lokal negara tersebut.
Geosentris:Mencari orang terbaik untuk posisi penting tanpa memandang kewarganegaraannya.
4. Pemilihan (Seleksi) dan Pelatihan dalam Pasar Global

Merekrut tenaga kerja global membutuhkan penyaringan yang jauh lebih ketat daripada rekrutmen domestik.

Proses Seleksi

Saat memilih karyawan untuk tugas internasional (Ekspatriat), perusahaan tidak boleh hanya melihat kemampuan teknis (*hard skills*), melainkan harus menilai Kecerdasan Budaya (CQ - Cultural Intelligence)Indikator utamanya meliputi:

Kemampuan Adaptasi:Fleksibilitas emosional dalam menghadapi situasi baru.
Keterampilan Bahasa:Penguasaan bahasa negara tujuan atau minimal bahasa internasional.
Dukungan Keluarga: Kesiapan pasangan atau anak untuk ikut pindah (studi menunjukkan stres keluarga adalah alasan nomor satu kegagalan ekspatriat).
Proses Pelatihan

Pelatihan untuk pasar tenaga kerja global dibagi menjadi dua:

1. Untuk Karyawan Lokal (Host-Country Nationals):Pelatihan difokuskan pada pengenalan budaya perusahaan induk, standar kualitas global, dan transfer teknologi.
2. Untuk Ekspatriat: Pelatihan lintas budaya (*Cross-Cultural Training*) sebelum keberangkatan, mencakup sejarah negara tujuan, etika bisnis lokal, kebiasaan sehari-hari, dan simulasi mengatasi *culture shock
5. Tantangan Manajemen Kinerja dan Kompensasi Internasional Manajemen Kinerja (Performance Management)

Tantangan terbesar adalah jarak dan bias budaya. Supervisor di kantor pusat sering kali menilai kinerja manajer di cabang luar negeri hanya berdasarkan angka/laporan keuangan, tanpa memahami kondisi riil di lapangan (misalnya adanya ketidakstabilan politik lokal atau hambatan logistik). Selain itu, metode evaluasi 360 derajat yang biasa dilakukan di barat bisa gagal di budaya Asia yang sangat menghindari konfrontasi langsung dengan atasan.

Kompensasi Karyawan Asing

Menyusun paket remunerasi internasional sangat rumit karena harus adil secara internal dan kompetitif secara lokal. Pendekatan yang paling umum digunakan adalah Pendekatan Neraca (*The Balance-Sheet Approach*)
The Balance-Sheet Approach:Memastikan ekspatriat mempertahankan standar hidup yang sama dengan yang mereka miliki di negara asalnya, ditambah insentif ekstra untuk kompensasi ketidaknyamanan.

Komponen kompensasi ini biasanya meliputi:

Gaji Pokok:Berdasarkan skala negara asal.
Tunjangan Biaya Hidup (Cost-of-Living Allowance):Menutupi perbedaan harga barang di negara tujuan.
Tunjangan Kesulitan (Hardship Allowance):* Diberikan jika negara tujuan memiliki fasilitas kesehatan, keamanan, atau iklim yang ekstrem.
Fasilitas Tambahan:Biaya sekolah anak internasional, rumah, dan tiket pesawat tahunan untuk pulang kampung.

---
6. Persiapan Tugas Internasional dan Proses Kepulangan (Repatriasi)

Siklus penugasan internasional yang sukses tidak berakhir ketika tugas di luar negeri selesai, melainkan ketika karyawan berhasil kembali ke kantor asal.

Persiapan Keberangkatan Pre-departure Briefing: Menjelaskan secara transparan mengenai target kerja, hak-hak kompensasi, dan kondisi negara tujuan.
Mentoring:Menunjuk seorang mentor senior di kantor pusat yang bertugas menjaga komunikasi dengan ekspatriat selama mereka berada di luar negeri agar mereka tidak merasa "terisolasi" dari politik kantor pusat. Proses Kepulangan (Repatriation)

Banyak perusahaan mengabaikan proses ini, padahal angka pengunduran diri karyawan pasca-kembali dari luar negeri cukup tinggi akibat Culture Shock(kaget budaya terbalik) dan kekecewaan karier.

Langkah persiapan kepulangan yang ideal meliputi:

1. Perencanaan Karier Masa Depan:6 Bulan Sebelum Kembali.
HR dan mentor mendiskusikan posisi baru yang cocok di kantor asal. Posisi ini harus mampu memanfaatkan keahlian internasional dan jaringan global yang baru diperoleh karyawan tersebut.


2. Konseling dan Orientasi Ulang: Saat Kepulangan.
Memberikan waktu bagi karyawan dan keluarganya untuk kembali beradaptasi dengan lingkungan rumah lama mereka, serta memperbarui informasi mengenai perubahan kebijakan perusahaan yang terjadi selama mereka pergi.


3. Sesi Berbagi Pengalaman (Debriefing):Pasca-Kepulangan.
Mengadakan forum di mana mantan ekspatriat dapat membagikan pengetahuan, tren pasar luar negeri, dan efisiensi operasional yang mereka pelajari kepada tim domestik.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by Bintang Satriyani Putri 2551011022 -
Nama : Bintang Satriyani Putri
Npm : 2551011022
Pertumbuhan aktivitas bisnis internasional mengubah Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) dari fungsi domestik yang berfokus pada kepatuhan lokal menjadi **MSDM Global (MSDMG)** yang jauh lebih kompleks. Perusahaan tidak lagi hanya mengelola karyawan dengan latar belakang seragam, melainkan harus menyelaraskan strategi bisnis global dengan keragaman tenaga kerja di berbagai belahan dunia.
1. Pengaruh Aktivitas Bisnis Internasional terhadap MSDM
Ketika perusahaan berekspansi ke luar negeri, peran HR mengalami pergeseran besar dalam tiga aspek utama:
Kompleksitas Operasional: HR harus menangani fungsi baru seperti perpajakan internasional, pengurusan visa/izin kerja, relokasi keluarga karyawan, dan penyesuaian hukum ketenagakerjaan di berbagai negara.
Kebutuhan Perspektif Global:HR dituntut untuk menyeimbangkan antara integrasi global(menjaga agar budaya dan standar perusahaan tetap sama di seluruh dunia) dan lokal (menyesuaikan aturan dengan budaya dan hukum negara setempat).
Risiko yang Lebih Tinggi:Kegagalan dalam mengelola HR internasional dapat mengakibatkan kerugian finansial yang besar (misalnya biaya kegagalan ekspatriat) hingga tuntutan hukum di negara tujuan.
2. Faktor Paling Berpengaruh terhadap MSDM Internasional

Menurut kerangka literatur MSDM Global (seperti teori *John B. Cullen*), ada empat faktor lingkungan utama yang paling menentukan keberhasilan HR di pasar internasional:

| Faktor Lingkungan | Pengaruh terhadap MSDM
| Kebudayaan (Culture)| Nilai, norma, dan kepercayaan masyarakat setempat (misalnya tingkat individualisme vs kolektivisme menurut Hofstede) memengaruhi cara memotivasi karyawan, gaya kepemimpinan, dan komunikasi. |
| Sistem Ekonomi| Struktur ekonomi (pasar bebas vs komando) memengaruhi biaya tenaga kerja, ketersediaan tunjangan, dan insentif. Tingkat inflasi negara tujuan juga menentukan penyesuaian upah. |
| Sistem Hukum & Politik | Undang-undang ketenagakerjaan di negara tujuan mendikte aturan kontrak, pemecatan, jam kerja, keselamatan kerja, serta kuat atau tidaknya peran serikat pekerja lokal. |
Sistem Edukasi & Sumber Daya | Kualitas pendidikan di negara tujuan menentukan kompetensi angkatan kerja lokal. Jika keterampilan lokal rendah, perusahaan terpaksa mendatangkan tenaga kerja asing (ekspatriat). |

3. Pengaruh Perbedaan Antarnegara terhadap Perencanaan HR

Perbedaan kondisi antarnegara membuat strategi HR tidak bisa disamaratakan (*no one size fits all*). Perencanaan HR internasional harus adaptif terhadap:

Perencanaan Tenaga Kerja & Rekrutmen:Di negara dengan populasi menua (seperti Jepang atau beberapa negara Eropa), perencanaan HR berfokus pada retensi karyawan senior dan otomatisasi. Di negara berkembang dengan bonus demografi (seperti Indonesia atau India), fokusnya adalah penyaringan massal dan pelatihan intensif.
Hubungan Industrial: Di negara seperti Jerman, regulasi mewajibkan adanya *Works Council* (dewan pekerja) yang dilibatkan dalam keputusan manajemen. Perencanaan HR di sana harus mengalokasikan waktu lebih lama untuk negosiasi dibanding di Amerika Serikat yang menganut prinsip ketenagakerjaan yang lebih fleksibel (*at-will employment*).
Desain Struktur Organisasi:Menentukan apakah perusahaan akan menggunakan pendekatan:
:Posisi kunci di luar negeri diisi oleh orang dari negara asal perusahaan (HQ).
Polisentris:Manajemen cabang luar negeri diserahkan sepenuhnya kepada warga lokal negara tersebut.
Geosentris:Mencari orang terbaik untuk posisi penting tanpa memandang kewarganegaraannya.
4. Pemilihan (Seleksi) dan Pelatihan dalam Pasar Global

Merekrut tenaga kerja global membutuhkan penyaringan yang jauh lebih ketat daripada rekrutmen domestik.

Proses Seleksi

Saat memilih karyawan untuk tugas internasional (Ekspatriat), perusahaan tidak boleh hanya melihat kemampuan teknis (*hard skills*), melainkan harus menilai Kecerdasan Budaya (CQ - Cultural Intelligence)Indikator utamanya meliputi:

Kemampuan Adaptasi:Fleksibilitas emosional dalam menghadapi situasi baru.
Keterampilan Bahasa:Penguasaan bahasa negara tujuan atau minimal bahasa internasional.
Dukungan Keluarga: Kesiapan pasangan atau anak untuk ikut pindah (studi menunjukkan stres keluarga adalah alasan nomor satu kegagalan ekspatriat).
Proses Pelatihan

Pelatihan untuk pasar tenaga kerja global dibagi menjadi dua:

1. Untuk Karyawan Lokal (Host-Country Nationals):Pelatihan difokuskan pada pengenalan budaya perusahaan induk, standar kualitas global, dan transfer teknologi.
2. Untuk Ekspatriat: Pelatihan lintas budaya (*Cross-Cultural Training*) sebelum keberangkatan, mencakup sejarah negara tujuan, etika bisnis lokal, kebiasaan sehari-hari, dan simulasi mengatasi *culture shock
5. Tantangan Manajemen Kinerja dan Kompensasi Internasional Manajemen Kinerja (Performance Management)

Tantangan terbesar adalah jarak dan bias budaya. Supervisor di kantor pusat sering kali menilai kinerja manajer di cabang luar negeri hanya berdasarkan angka/laporan keuangan, tanpa memahami kondisi riil di lapangan (misalnya adanya ketidakstabilan politik lokal atau hambatan logistik). Selain itu, metode evaluasi 360 derajat yang biasa dilakukan di barat bisa gagal di budaya Asia yang sangat menghindari konfrontasi langsung dengan atasan.

Kompensasi Karyawan Asing

Menyusun paket remunerasi internasional sangat rumit karena harus adil secara internal dan kompetitif secara lokal. Pendekatan yang paling umum digunakan adalah Pendekatan Neraca (*The Balance-Sheet Approach*)
The Balance-Sheet Approach:Memastikan ekspatriat mempertahankan standar hidup yang sama dengan yang mereka miliki di negara asalnya, ditambah insentif ekstra untuk kompensasi ketidaknyamanan.

Komponen kompensasi ini biasanya meliputi:

Gaji Pokok:Berdasarkan skala negara asal.
Tunjangan Biaya Hidup (Cost-of-Living Allowance):Menutupi perbedaan harga barang di negara tujuan.
Tunjangan Kesulitan (Hardship Allowance):* Diberikan jika negara tujuan memiliki fasilitas kesehatan, keamanan, atau iklim yang ekstrem.
Fasilitas Tambahan:Biaya sekolah anak internasional, rumah, dan tiket pesawat tahunan untuk pulang kampung.

---
6. Persiapan Tugas Internasional dan Proses Kepulangan (Repatriasi)

Siklus penugasan internasional yang sukses tidak berakhir ketika tugas di luar negeri selesai, melainkan ketika karyawan berhasil kembali ke kantor asal.

Persiapan Keberangkatan Pre-departure Briefing: Menjelaskan secara transparan mengenai target kerja, hak-hak kompensasi, dan kondisi negara tujuan.
Mentoring:Menunjuk seorang mentor senior di kantor pusat yang bertugas menjaga komunikasi dengan ekspatriat selama mereka berada di luar negeri agar mereka tidak merasa "terisolasi" dari politik kantor pusat. Proses Kepulangan (Repatriation)

Banyak perusahaan mengabaikan proses ini, padahal angka pengunduran diri karyawan pasca-kembali dari luar negeri cukup tinggi akibat Culture Shock(kaget budaya terbalik) dan kekecewaan karier.

Langkah persiapan kepulangan yang ideal meliputi:

1. Perencanaan Karier Masa Depan:6 Bulan Sebelum Kembali.
HR dan mentor mendiskusikan posisi baru yang cocok di kantor asal. Posisi ini harus mampu memanfaatkan keahlian internasional dan jaringan global yang baru diperoleh karyawan tersebut.


2. Konseling dan Orientasi Ulang: Saat Kepulangan.
Memberikan waktu bagi karyawan dan keluarganya untuk kembali beradaptasi dengan lingkungan rumah lama mereka, serta memperbarui informasi mengenai perubahan kebijakan perusahaan yang terjadi selama mereka pergi.


3. Sesi Berbagi Pengalaman (Debriefing):Pasca-Kepulangan.
Mengadakan forum di mana mantan ekspatriat dapat membagikan pengetahuan, tren pasar luar negeri, dan efisiensi operasional yang mereka pelajari kepada tim domestik.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 14

by April Liana Ayu Elita -
Nama : April Liana Ayu Elita
NPM : 2511011058

1. Pertumbuhan bisnis internasional memaksa MSDM berubah dari skala domestik menjadi global (IHRM), di mana HR harus mampu mengelola tenaga kerja yang multikultural, menyeimbangkan standarisasi global dengan adaptasi lokal, serta mengurus regulasi kerja dan relokasi karyawan lintas negara.

2. Ada empat faktor utama yang membentuk lingkungan MSDM global:
1. Faktor Budaya: Nilai-nilai, norma, dan adat istiadat setempat (misalnya, tingkat individualisme vs kolektivisme menurut teori Geert Hofstede) sangat memengaruhi cara memotivasi dan memimpin karyawan.
2. Sistem Ekonomi: Apakah negara tujuan menganut sistem pasar bebas, komando, atau campuran. Hal ini menentukan biaya tenaga kerja, tingkat inflasi, dan kebijakan insentif.
3. Faktor Hukum dan Politik: Regulasi ketat mengenai upah minimum, jam kerja, hak berserikat, serta stabilitas politik di negara tujuan.
4. Sistem Hubungan Industrial (Ketenagakerjaan): Seberapa kuat peran serikat pekerja dan bagaimana pola hubungan antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja di negara tersebut.

3. Perbedaan antarnegara membuat perencanaan HR tidak bisa disamakan; organisasi harus menyesuaikan perkiraan kebutuhan staf berdasarkan hukum ketenagakerjaan setempat (seperti aturan PHK dan jam kerja), tingkat produktivitas lokal, serta ketersediaan talenta spesifik di masing-masing negara operasional.

4. 1. Pemilihan (Selection): Menggunakan tiga pendekatan; Ethnocentric (manajer dari negara asal), Polycentric (manajer asli negara tujuan), atau Geocentric (mencari orang terbaik tanpa memandang kewarganegaraan). Kriteria utama meliputi kompetensi teknis sekaligus kepekaan budaya.
2. ​Pelatihan (Training): Fokus pada pelatihan lintas budaya (cultural toughness), penguasaan bahasa lokal, dan pemahaman praktis tentang kondisi hidup serta lingkungan bisnis di negara penempatan.

5. 1. Manajemen Kinerja: Kesulitan menilai objektif karena jarak, perbedaan zona waktu, serta bias budaya antara manajer penilai di kantor pusat dengan realitas performa ekspatriat di lapangan.
2. ​Kompensasi: Rumitnya menyetarakan daya beli melalui Balance Sheet Approach (menyeimbangkan gaji dasar dengan tunjangan tunjangan seperti perumahan, sekolah anak, dan pajak) agar adil bagi ekspatriat maupun karyawan lokal.

6. Selain pelatihan budaya dan bahasa, manajer diberikan orientasi mengenai target bisnis spesifik di negara tujuan dan diberikan mentor dari kantor pusat sebagai jalur komunikasi konstan.
Proses Kepulangan (Repatriasi): Pemulangan manajer ke negara asal sering memicu reverse culture shock (kaget budaya saat pulang) dan perasaan karier mereka terhambat. Perusahaan yang baik mempersiapkan kepulangan ini dengan:
Menyediakan posisi baru di kantor pusat yang memanfaatkan keahlian internasional mereka.
Memberikan konseling finansial dan adaptasi ulang bagi manajer beserta keluarganya.
Menyelenggarakan sesi berbagi pengalaman agar pengetahuan global manajer tersebut dapat diserap oleh organisasi.