Responsi sesi 2

responsi 2

responsi 2

by Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M. -
Number of replies: 75

JAWABLAH PERTANYAAN PERTANYAAN BERIKUT INI

1. Bagaimana memahami proses pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman?

2. Jelaskan model Action–Observation–Reflection (AOR) dalam pembelajaran kepemimpinan!

3. Bagaimana pengaruh persepsi, bias, dan mindset terhadap perilaku kepemimpinan?

4. Bagaimana menerapkan refleksi dan pembelajaran dari pengalaman untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan/

5. Bagaimana mengembangkan pola pikir berkembang (growth mindset) dan kemampuan menerima umpan balik?


In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Susi Susanti Nst -
Nama : Susi Susanti NST
NPM : 2511011007


1. Bagaimana memahami proses pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman?
Pengembangan kepemimpinan terjadi melalui pengalaman nyata, terutama saat menghadapi tantangan. Pengalaman menjadi pembelajaran jika seseorang mampu mengevaluasi dan mengambil pelajaran darinya.


2. Jelaskan model Action–Observation–Reflection (AOR) dalam pembelajaran kepemimpinan!
AOR terdiri dari Action (melakukan tindakan), Observation (mengamati hasil), dan Reflection (mengevaluasi pengalaman). Ketiganya berlangsung berulang untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan.


3. Bagaimana pengaruh persepsi, bias, dan mindset terhadap perilaku kepemimpinan?
Persepsi memengaruhi cara pemimpin melihat situasi dan mengambil keputusan. Bias dapat menyebabkan kesalahan penilaian, sedangkan growth mindset membuat pemimpin melihat kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar.


4. Bagaimana menerapkan refleksi dan pembelajaran dari pengalaman untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan?
Dengan mengevaluasi tindakan, hasil, dan dampaknya, kemudian mencari cara untuk memperbaikinya. Proses ini dapat dilakukan melalui AOR, After-Event Review, dan double-loop learning.


5. Bagaimana mengembangkan pola pikir berkembang (growth mindset) dan kemampuan menerima umpan balik?
Dengan menganggap kegagalan sebagai kesempatan belajar, terbuka terhadap kritik, dan menggunakan umpan balik untuk memperbaiki diri secara terus-menerus.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by CINDY OKTAVIA RAMADHANI -
Cindy Oktavia Ramadhani
2511011143

1. Pengembangan kepemimpinan terjadi melalui pengalaman nyata, baik keberhasilan maupun kegagalan. Seseorang belajar menjadi pemimpin ketika menghadapi masalah, mengambil keputusan, berinteraksi dengan orang lain, dan mengevaluasi hasil dari tindakannya. Pengalaman akan menjadi pembelajaran apabila disertai refleksi, umpan balik, serta kemauan untuk memperbaiki diri.

2. Model Action Observation Reflection (AOR) menjelaskan bahwa pembelajaran kepemimpinan berlangsung melalui tiga tahap, yaitu melakukan tindakan, mengamati hasil dan respons yang muncul, kemudian melakukan refleksi terhadap pengalaman tersebut. Dari refleksi tersebut, seseorang dapat mengetahui apa yang sudah baik dan apa yang perlu diperbaiki, lalu menerapkannya pada tindakan berikutnya.

3. Persepsi, bias, dan mindset memengaruhi cara seorang pemimpin melihat situasi, menilai orang lain, dan mengambil keputusan. Bias dapat membuat pemimpin menilai seseorang berdasarkan asumsi, sedangkan mindset memengaruhi cara menghadapi masalah dan kegagalan. Pemimpin dengan growth mindset cenderung melihat kesalahan sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang.

4. Refleksi dapat dilakukan dengan mengevaluasi pengalaman setelah menjalankan suatu kegiatan atau menghadapi masalah. Pemimpin dapat memikirkan apa yang terjadi, apa yang sudah dilakukan dengan baik, apa yang kurang, dan apa yang dapat dilakukan secara berbeda. Umpan balik dari orang lain juga penting karena dapat membantu melihat kekurangan yang mungkin tidak disadari oleh diri sendiri.

5. Growth mindset dapat dikembangkan dengan menyadari bahwa kemampuan bukan sesuatu yang tetap, tetapi dapat berkembang melalui usaha, latihan, pengalaman, dan pembelajaran. Seseorang juga perlu belajar menerima kritik tanpa langsung merasa tersinggung atau defensif. Umpan balik sebaiknya dipandang sebagai informasi untuk memperbaiki diri sehingga kemampuan kepemimpinan dapat berkembang secara terus-menerus.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Muhamad Rafi Kurnia Fitra -
Nama : Muhamad Rafi Kurnia Fitra
NPM : 2511011105

1. Bagaimana memahami proses pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman?
: Pengembangan kepemimpinan terjadi ketika seseorang belajar dari pengalaman nyata, baik keberhasilan maupun kegagalan. Yang penting bukan seberapa banyak pengalaman yang dimiliki, tetapi seberapa mampu seseorang mengambil pelajaran dan mengubah perilakunya dari pengalaman tersebut.

2. Jelaskan model Action–Observation–Reflection (AOR) dalam pembelajaran kepemimpinan!
: AOR adalah proses belajar melalui tindakan, pengamatan, dan refleksi. Seseorang melakukan suatu tindakan (Action), mengamati dampak dan responsnya (Observation), lalu mengevaluasi pengalaman tersebut (Reflection) untuk menentukan perbaikan pada tindakan berikutnya.

3. Bagaimana pengaruh persepsi, bias, dan mindset terhadap perilaku kepemimpinan?
: Ketiganya dapat memengaruhi cara pemimpin melihat situasi, menilai orang, dan mengambil keputusan. Persepsi yang keliru atau bias dapat menghasilkan keputusan yang tidak objektif, sedangkan mindset yang terbuka membuat pemimpin lebih mudah beradaptasi dan belajar.

4. Bagaimana menerapkan refleksi dan pembelajaran dari pengalaman untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan/
: Refleksi dapat dilakukan dengan mengevaluasi pengalaman yang sudah dilalui, memahami kesalahan maupun keberhasilan, lalu mencari cara yang lebih baik untuk menghadapi situasi serupa di masa depan. Dengan begitu, setiap pengalaman dapat menjadi bahan untuk memperbaiki cara mengambil keputusan, berkomunikasi, dan memimpin.

5. Bagaimana mengembangkan pola pikir berkembang (growth mindset) dan kemampuan menerima umpan balik?
: Dengan menganggap kemampuan bukan sesuatu yang tetap, melainkan dapat berkembang melalui usaha dan pembelajaran. Pemimpin perlu menerima kritik tanpa defensif, mengakui kekurangan, meminta masukan, dan menjadikan umpan balik sebagai dasar untuk memperbaiki diri.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by NOVA INDAH CAHYATI 2511011109 -
Nama: Nova Indah Cahyati
NPM: 2511011109

1. Pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman merupakan proses pembelajaran yang diperoleh individu dari situasi nyata dalam memimpin. Pengalaman tersebut dapat membantu individu mengembangkan kompetensi, memahami karakteristik anggota, mengambil keputusan, serta mengenali kekurangan dalam dirinya sebagai pemimpin.

2. Model Action-Observation-Reflection (AOR) terdiri dari tiga tahap. Action merupakan tindakan yang dilakukan pemimpin dalam menghadapi suatu situasi. Observation merupakan proses mengamati respons dan dampak dari tindakan tersebut. Sedangkan reflection merupakan proses mengevaluasi pengalaman untuk memahami hal yang sudah berjalan baik maupun yang perlu diperbaiki.

3. Persepsi, bias, dan mindset memengaruhi cara pemimpin memahami situasi dan menilai individu dalam organisasi. Persepsi menentukan bagaimana informasi ditafsirkan, bias dapat memengaruhi objektivitas dalam mengambil keputusan, sedangkan mindset memengaruhi cara pemimpin menghadapi tantangan, perubahan, dan kegagalan.

4. Refleksi dapat dilakukan dengan mengevaluasi pengalaman kepemimpinan, baik keberhasilan maupun kesalahan yang terjadi. Pemimpin dapat mengidentifikasi hal yang perlu dipertahankan dan diperbaiki, kemudian menerapkannya pada situasi berikutnya. Sehingga umpan balik dari anggota dan rekan kerja juga dapat menjadi bahan evaluasi.

5. Growth mindset dapat dikembangkan dengan memandang kemampuan sebagai sesuatu yang dapat terus berkembang melalui proses pembelajaran. Individu perlu terbuka terhadap kritik dan umpan balik, tidak melihat kesalahan sebagai kegagalan akhir, tetapi menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kompetensi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Novandria Amelia Putri -
Novandria Amelia Putri
NPM 2551011004

1. Kepemimpinan diasah lewat praktik langsung di lapangan. Pengalaman ini membentuk karakter pemimpin ketika dievaluasi untuk mengambil pelajaran berharga.

2. Model Action–Observation–Reflection (AOR) adalah siklus belajar tiga tahap, yaitu Action (melakukan tindakan/keputusan), Observation (mengamati reaksi tim dan hasilnya), serta Reflection (menganalisis penyebab keberhasilan atau kegagalan untuk perbaikan di masa depan).

3. Persepsi memengaruhi sudut pandang, bias merusak objektivitas keputusan, dan mindset menentukan cara pemimpin merespons setiap tantangan.

4. Menerapkan refleksi dari pengalaman
caranya dengan membiasakan evaluasi diri secara rutin setelah menyelesaikan tugas, mencatat poin penting keberhasilan maupun kegagalan, dan langsung menerapkan strategi perbaikan pada kesempatan berikutnya.

5. Kemampuan memimpin bisa terus dilatih, bukan sekadar bakat lahir. Jadikan feedback sebagai bahan evaluasi diri tanpa bersikap defensif, lalu aktif meminta masukan dari tim atau mentor secara berkala.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Nur Parida 2511011103 -
Nama : Nur parida
NPM : 2511011103

1. Bagaimana memahami proses pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman?
Kemampuan kepemimpinan dapat berkembang melalui pengalaman. Seseorang bisa belajar dari keberhasilan maupun kesalahan yang pernah dialami. Semakin banyak menghadapi berbagai situasi dan masalah, seseorang akan semakin memahami cara memimpin dan mengambil keputusan dengan lebih baik.

2. Jelaskan model Action–Observation–Reflection (AOR) dalam pembelajaran kepemimpinan!
Model Action–Observation–Reflection (AOR) adalah proses belajar dari pengalaman yang terdiri dari tiga tahap. Action berarti melakukan atau bertindak, Observation berarti mengamati apa yang terjadi dan hasil dari tindakan tersebut, sedangkan Reflection berarti memikirkan kembali pengalaman tersebut untuk mengambil pelajaran. Dengan cara ini, seseorang dapat terus memperbaiki kemampuan kepemimpinannya.

3. Bagaimana pengaruh persepsi, bias, dan mindset terhadap perilaku kepemimpinan?
Persepsi, bias, dan mindset dapat memengaruhi cara seorang pemimpin melihat situasi dan mengambil keputusan. Persepsi adalah cara seseorang memahami suatu keadaan. Bias dapat membuat seseorang menilai sesuatu secara tidak sepenuhnya objektif. Sedangkan mindset atau pola pikir memengaruhi cara seseorang menghadapi masalah dan perubahan. Karena itu, seorang pemimpin perlu berpikir terbuka agar dapat mengambil keputusan yang lebih baik.

4. Bagaimana menerapkan refleksi dan pembelajaran dari pengalaman untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan?
Refleksi dapat dilakukan dengan mengevaluasi pengalaman yang sudah terjadi. Misalnya, memikirkan apa yang sudah dilakukan dengan baik, apa yang masih kurang, dan apa yang perlu diperbaiki. Dari hasil tersebut, seseorang dapat mengambil pelajaran dan menerapkannya pada situasi berikutnya agar kemampuan kepemimpinannya semakin berkembang.

5. Bagaimana mengembangkan pola pikir berkembang (growth mindset) dan kemampuan menerima umpan balik?
Pola pikir berkembang dapat dikembangkan dengan percaya bahwa kemampuan seseorang bisa terus ditingkatkan melalui usaha dan pembelajaran. Selain itu, kita perlu terbuka terhadap kritik dan saran dari orang lain. Umpan balik sebaiknya tidak dianggap sebagai serangan, tetapi sebagai bahan untuk mengetahui kekurangan dan memperbaiki diri agar menjadi lebih baik.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Dansia Citary -
Dansia Citary _2511011107

1. Bagaimana memahami proses pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman?
Kepemimpinan dapat berkembang melalui pengalaman langsung, seperti bekerja dalam tim, menyelesaikan masalah, mengambil keputusan, dan menghadapi konflik. Dari pengalaman tersebut, seseorang belajar apa yang sudah benar dan apa yang perlu diperbaiki.

2. Jelaskan model Action–Observation–Reflection (AOR) dalam pembelajaran kepemimpinan!
Model AOR terdiri dari tiga tahap:
Action (Tindakan): melakukan atau mencoba sesuatu.
Observation (Pengamatan): melihat hasil dari tindakan tersebut.
Reflection (Refleksi): memikirkan apa yang berhasil, apa yang salah, dan bagaimana memperbaikinya.

3. Bagaimana pengaruh persepsi, bias, dan mindset terhadap perilaku kepemimpinan?
Persepsi, bias, dan mindset dapat memengaruhi cara pemimpin melihat masalah dan memperlakukan orang lain. Jika seorang pemimpin memiliki bias atau pola pikir yang salah, ia bisa mengambil keputusan yang kurang adil. Sebaliknya, pola pikir yang terbuka membantu pemimpin melihat masalah dari berbagai sudut pandang.

4. Bagaimana menerapkan refleksi dan pembelajaran dari pengalaman untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan/
Caranya dengan melihat kembali apa yang sudah kita lakukan, mencari tahu apa yang salah dan apa yang sudah baik. Setelah itu, kita belajar dari pengalaman tersebut dan mencoba melakukan yang lebih baik di kesempatan berikutnya.

5. Bagaimana mengembangkan pola pikir berkembang (growth mindset) dan kemampuan menerima umpan balik?
Caranya dengan menganggap kesalahan sebagai kesempatan untuk belajar, tidak takut mencoba hal baru, dan mau menerima kritik atau saran dari orang lain. Umpan balik sebaiknya tidak dianggap sebagai serangan, tetapi sebagai masukan untuk memperbaiki diri dan berkembang.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Muhamad Rafi Kurnia Fitra -
Nama: Dimas Dadah Sumantri
NPM: 2511011078

1. Bagaimana memahami proses pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman?

Pengembangan kepemimpinan terjadi ketika seseorang belajar dari pengalaman nyata, baik keberhasilan maupun kegagalan, lalu menggunakannya untuk memperbaiki cara memimpin. Jadi, banyak pengalaman belum tentu berarti berkembang jika tidak disertai pembelajaran.

2. Jelaskan model Action–Observation–Reflection (AOR) dalam pembelajaran kepemimpinan!

AOR merupakan siklus belajar: Action (melakukan tindakan), Observation (mengamati hasil dan respons), lalu Reflection (mengevaluasi pengalaman). Siklus ini membantu pemimpin belajar dari tindakan, bukan sekadar mengulanginya.

3. Bagaimana pengaruh persepsi, bias, dan mindset terhadap perilaku kepemimpinan?

Persepsi dan bias dapat membuat pemimpin menilai orang atau situasi secara tidak objektif, sedangkan mindset memengaruhi cara menghadapi masalah dan perubahan. Karena itu, pemimpin harus menyadari bahwa apa yang dipersepsikan belum tentu sesuai dengan kenyataan.

4. Bagaimana menerapkan refleksi dan pembelajaran dari pengalaman untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan/

Dengan mengevaluasi tindakan, mengenali kesalahan dan keberhasilan, mencari penyebabnya, lalu menentukan perbaikan untuk situasi berikutnya. Refleksi menjadi penting karena pengalaman tanpa evaluasi tidak menjamin peningkatan kemampuan.

5. Bagaimana mengembangkan pola pikir berkembang (growth mindset) dan kemampuan menerima umpan balik?

Dengan menganggap kemampuan kepemimpinan dapat terus berkembang, serta melihat kritik sebagai bahan evaluasi, bukan ancaman. Pemimpin perlu terbuka terhadap masukan, mengakui kekurangan, dan menggunakannya untuk memperbaiki diri.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by imas khansa qurota a'yun 2511011028 -
Nama: Imas Khansa Qurota A'yun
NPM: 25110011028

1. Bagaimana memahami proses pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman?
Dengan cara terjun langsung memimpin, lalu belajar dari keberhasilan dan kegagalan yang dialami. Pengalaman adalah cara paling efektif untuk mengasah kemampuan kepemimpinan.

2. Jelaskan model Action–Observation–Reflection (AOR) dalam pembelajaran kepemimpinan!
- Action= Melakukan tindakan/memimpin
- Observation = Mengamati hasil dan dampaknya
- Reflection = Mengevaluasi dan mengambil pelajaran untuk perbaikan

3. Bagaimana pengaruh persepsi, bias, dan mindset terhadap perilaku kepemimpinan?
Ketiganya mempengaruhi cara pemimpin melihat masalah dan mengambil keputusan. Persepsi & bias yang salah bisa buat keputusan tidak adil. Mindset menentukan apakah pemimpin mau belajar atau stagnan.

4. Bagaimana menerapkan refleksi dan pembelajaran dari pengalaman untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan?
Dengan membiasakan evaluasi diri setelah bertindak. Tanyakan apa yang berhasil, apa yang gagal, lalu terapkan pelajarannya di kesempatan berikutnya.

5. Bagaimana mengembangkan pola pikir berkembang (growth mindset) dan kemampuan menerima umpan balik?
Growth mindset dikembangkan dengan melihat tantangan sebagai peluang belajar. Umpan balik diterima dengan tidak defensif, mendengarkan, dan menggunakannya untuk perbaikan diri
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Nadella Azzahra Alfatino -
Nama : Nadella Azzahra Alfatino
NPM : 2511011151

1. Pengalaman emang tempat terbaik buat melatih kepemimpinan. Tapi pengalaman aja nggak otomatis bikin seseorang jadi pemimpin yang lebih baik. Pengalaman itu perlu dievaluasi dan direfleksikan dulu biar dapet pembelajaran yang nyata.

2. Proses belajar ini bisa dipahami lewat siklus AOR (Action, Observation, Reflection). Kita mulai dari mengambil tindakan (Action), mengamati dampak atau hasilnya (Observation), lalu mengambil pelajaran dari proses tersebut (Reflection). Siklus berulang ini membantu perbaikan tindakan ke depannya.

3. Persepsi dan mindset berpengaruh besar saat pemimpin mengambil keputusan. Kalau pemimpin terjebak bias, penilaiannya bisa keliru. Sedangkan mindset menentukan cara menyikapi kegagalan. Makanya, penting buat sadar sama bias diri sendiri agar keputusan tetap objektif.

4. Evaluasi dan refleksi dilakukan dengan melihat hasil dari tindakan yang udah diambil. Dari situ kita bisa tahu mana hal yang udah berhasil dan mana yang masih perlu diolah lagi.

5. Growth mindset bisa dibangun dengan melihat kegagalan sebagai kesempatan belajar, bukan hambatan. Ditambah lagi, keterbukaan terhadap feedback sangat penting buat bantu kita melihat kekurangan yang nggak tersadari dari perspektif orang lain.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Michael Rusdianto 2511011072 -
Nama: Michael Rusdianto
NPM: 2511011072

1. Pengembangan kepemimpinan itu sebenarnya proses seseorang untuk menjadi pemimpin yang lebih baik dari pengalaman yang sudah dialami. Misalnya, ketika kita pernah memimpin suatu kegiatan dan ternyata ada kesalahan, dari situ kita bisa belajar apa yang kurang dan bagaimana supaya ke depannya bisa lebih baik. Jadi, pengalaman dan tantangan yang dihadapi sangat membantu dalam membentuk kemampuan seorang pemimpin.

2. Model Action–Observation–Reflection (AOR) adalah proses belajar dari pengalaman yang terdiri dari tiga tahap. Pertama, Action, yaitu kita melakukan suatu tindakan. Kedua, Observation, yaitu melihat bagaimana hasil dari tindakan tersebut. Ketiga, Reflection, yaitu mengevaluasi dan memikirkan apa yang bisa dipelajari dari pengalaman itu. Proses ini terus berulang supaya kita bisa belajar dan memperbaiki tindakan berikutnya.

3. Persepsi, bias, dan mindset bisa memengaruhi cara seorang pemimpin dalam bersikap dan mengambil keputusan. Kadang kita menilai sesuatu berdasarkan pengalaman atau perasaan sendiri, sehingga penilaian kita bisa menjadi kurang objektif. Mindset juga berpengaruh, misalnya orang yang punya growth mindset akan lebih melihat kegagalan sebagai bahan untuk belajar, bukan langsung menganggap dirinya tidak mampu.

4. Refleksi bisa dilakukan dengan mengingat kembali apa yang sudah kita lakukan, melihat hasilnya, kemudian memikirkan apa yang salah dan apa yang bisa diperbaiki. Contohnya setelah selesai memimpin suatu kegiatan, kita mengevaluasi jalannya kegiatan tersebut dan meminta pendapat dari anggota tim. Dengan begitu, pengalaman yang sudah dilewati tidak hanya menjadi pengalaman saja, tetapi bisa menjadi pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan.

5. Growth mindset bisa dikembangkan dengan membiasakan diri untuk tidak takut gagal dan mau belajar dari kesalahan. Kita juga harus bisa menerima kritik atau feedback dari orang lain, karena feedback dapat membantu kita mengetahui kekurangan yang mungkin tidak kita sadari. Setelah menerima feedback, kita bisa melakukan evaluasi dan berusaha memperbaikinya. Jadi, kemampuan kita tidak berhenti di satu titik, tetapi terus berkembang.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Adelia fi janatin aliah 2511011067 -
Adelia fi janatin aliah
NPM: 2511011067

1. Pengembangan Kepemimpinan Melalui Pengalaman
Diproses lewat praktik langsung di lapangan. Pengalaman melatih insting, ketahanan mental, dan pengambilan keputusan dalam kondisi nyata.

2. Model Action–Observation–Reflection (AOR)
Pemimpin bertindak (Action), mengamati dampaknya pada tim (Observation), lalu menganalisis alasannya (Reflection) untuk memetik pelajaran.

3. Pengaruh Persepsi, Bias, dan Mindset
Persepsi membentuk sudut pandang, bias merusak objektivitas keputusan, dan mindset menentukan sejauh mana pemimpin mampu beradaptasi.

4. Penerapan Refleksi dan Pembelajaran Pengalaman
Dilakukan dengan mengevaluasi hasil proyek secara jujur, mengakui kekurangan, dan menyusun rencana perbaikan untuk situasi berikutnya.

5. Mengembangkan Growth Mindset dan Menerima Umpan Balik
Mewajibkan keyakinan bahwa kemampuan bisa dilatih, aktif meminta masukan, serta mendengarkan kritik tanpa bersikap defensif.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by FEDIA ARIANTI -
Nama: Fedia Arianti
NPM: 2511011092

1. Pengembangan kepemimpinan terutama terjadi melalui pengalaman. Pengalaman yang penuh tantangan dapat memberikan pembelajaran yang berbeda, sehingga seseorang dapat mengembangkan keterampilan dan menjadi pemimpin yang lebih baik melalui proses belajar seumur hidup.

2. Model AOR menggambarkan proses pembelajaran kepemimpinan melalui tiga tahapan yang dilakukan secara berulang:
Action (Tindakan): Melaksanakan tindakan dalam menghadapi suatu situasi.
Observation (Pengamatan): Memperhatikan hasil serta pengaruh yang muncul dari tindakan tersebut.
Reflection (Refleksi): Mengevaluasi pengalaman untuk memperoleh pembelajaran dan memperbaiki tindakan pada situasi berikutnya.

3. Persepsi memengaruhi cara pemimpin melihat, memahami, dan merespons suatu situasi. Namun, persepsi yang dipengaruhi oleh pengalaman, perasaan, dan harapan dapat menimbulkan bias sehingga memengaruhi pengambilan keputusan. Selain itu, mindset menentukan cara seseorang memandang keberhasilan dan kegagalan, baik sebagai keterbatasan maupun sebagai peluang untuk belajar dan berkembang.

4. Refleksi dapat diterapkan dengan mengevaluasi kembali pengalaman yang telah dilalui melalui model AOR atau After-Event Review (AER). Pemimpin perlu menilai tindakan dan hasilnya, mengambil hikmah dari pengalaman, serta terbuka terhadap sudut pandang lain. Selain itu, pemimpin perlu berani mengevaluasi asumsi dan cara berpikirnya agar dapat menemukan cara yang lebih efektif dalam menghadapi situasi berikutnya.

5. Growth mindset dapat dibangun dengan meyakini bahwa kemampuan dapat terus berkembang melalui usaha dan proses belajar. Kegagalan perlu dipandang sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri. Selain itu, pemimpin harus terbuka dan menerima umpan balik dengan sikap positif agar dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk terus berkembang.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Risky Ramadhan Pratama Putra 2511011125 -
Nama: Risky Ramadhan Pratama Putra
NPM: 2511011125

1. Menurut saya, kepemimpinan berkembang dari pengalaman nyata. Kita belajar dari tantangan, kesalahan, dan situasi yang pernah dihadapi, lalu mengambil pelajaran untuk menjadi lebih baik.

2. AOR terdiri dari Action, Observation, dan Reflection. Kita melakukan tindakan, melihat hasilnya, lalu merefleksikan apa yang sudah terjadi agar bisa memperbaiki tindakan di pengalaman berikutnya.

3. Persepsi dan bias bisa memengaruhi cara pemimpin melihat situasi dan mengambil keputusan. Karena itu, pemimpin perlu menyadari biasnya agar tidak salah menilai orang atau keadaan.

4. Caranya dengan mengevaluasi tindakan yang sudah dilakukan, melihat apa yang berhasil atau tidak, lalu mencari cara untuk memperbaikinya. Kita juga bisa meminta feedback dan terbuka terhadap sudut pandang lain.

5. Dengan menganggap kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar, bukan sebagai tanda bahwa kita tidak mampu. Selain itu, kita perlu terbuka menerima kritik dan menjadikannya bahan untuk berkembang.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Bagus Kristianto -
bagus kristianto
npm 2511011129
1. Pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman dilakukan dengan belajar dari setiap kejadian, baik keberhasilan maupun kesalahan, lalu memperbaikinya untuk menghadapi situasi berikutnya.

2. Model AOR terdiri dari Action (tindakan), Observation (pengamatan), dan Reflection (refleksi). Kita melakukan tindakan, melihat hasilnya, lalu memikirkan apa yang sudah baik dan apa yang perlu diperbaiki.

3. Persepsi, bias, dan mindset dapat memengaruhi cara pemimpin melihat masalah dan mengambil keputusan. Jika tidak disadari, hal tersebut bisa menyebabkan penilaian yang kurang tepat terhadap orang lain.

4. Caranya dengan mengevaluasi pengalaman, memahami kesalahan, mengambil pelajaran, dan mencoba cara yang lebih baik pada kesempatan berikutnya.

5. Growth mindset dapat dikembangkan dengan menganggap kesalahan sebagai proses belajar dan tidak takut mencoba. Selain itu, menerima kritik dan saran dengan terbuka agar kemampuan terus berkembang.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Bintang Satriyani Putri 2551011022 -
Nama : Bintang Satriyani Putri
NPM : 2551011022

1.kenali kekuatan dan kelemahan diri sebelum memimpin orang lain
Disiplin waktu serta berani mengambil proyek
Belajar cara berinteraksi dari mentor,karyawan

2.kerangka pembelajaran kepemimpinan yang berfokus pada siklus,tindakan ,pengamatan hasil,dan refleksi diri ,secara terus menerus untuk meningkatkan kemampuan memimpin

3.membentuk cara seseorang pemimpimpin mengambil keputusan, ,berinteraksi dengan tim ,dan merespons tantangan

4. Mengenali kelebihan diri,kelebihan komunikasi yang baik,serta berani mengambil inisiatif dan tanggung jawab

5.mengubah pandangan terhadap kegagalan menghargai proses usaha dan terbuka terhadap kritik
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Ayyasy Cahya Putri -
Ayyasy Cahya Putri
2551011001


1.Bagaimana memahami proses pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman?
pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman terjadi ketika seseorang belajar dari berbagai situasi yang pernah dihadapi. Pengalaman seperti memimpin kelompok, menghadapi masalah, mengambil keputusan, maupun mengalami kegagalan dapat menjadi pelajaran untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan.

2.Jelaskan model Action–Observation–Reflection (AOR) dalam pembelajaran kepemimpinan!
Model Action–Observation–Reflection (AOR) adalah proses belajar kepemimpinan melalui tiga tahap, yaitu melakukan tindakan, mengamati hasil dari tindakan tersebut, dan melakukan refleksi. Dengan proses ini, seseorang dapat mengetahui kesalahan maupun keberhasilan yang terjadi sehingga dapat memperbaiki cara memimpin di masa depan.

3.Bagaimana pengaruh persepsi, bias, dan mindset terhadap perilaku kepemimpinan?
Menurut saya, persepsi, bias, dan mindset sangat memengaruhi perilaku seorang pemimpin karena dapat menentukan cara seseorang menilai orang lain dan mengambil keputusan. Jika seorang pemimpin memiliki bias atau persepsi yang salah, keputusan yang diambil bisa menjadi tidak objektif, sedangkan mindset yang terbuka dapat membantu pemimpin lebih mudah belajar dan berkembang.

4.Bagaimana menerapkan refleksi dan pembelajaran dari pengalaman untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan?
Refleksi dapat dilakukan dengan mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan dan memahami apa yang berhasil maupun tidak berhasil. Dari pengalaman tersebut, seseorang dapat mengetahui kesalahan yang perlu diperbaiki dan menerapkan pelajaran yang diperoleh dalam situasi berikutnya agar kemampuan kepemimpinannya semakin meningkat.

5.Bagaimana mengembangkan pola pikir berkembang (growth mindset) dan kemampuan menerima umpan balik?
Menurut saya, growth mindset dapat dikembangkan dengan melihat tantangan dan kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar, bukan sebagai alasan untuk menyerah. Selain itu, seorang pemimpin juga harus terbuka terhadap kritik dan saran karena umpan balik dapat membantu mengetahui kekurangan diri dan menjadi bahan untuk terus memperbaiki kemampuan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Aliyah Izzatun Nisa -
Nama : Aliyah Izzatun Nisa
Npm : 2511011113

1. Menurut saya, prosesnya bisa digambarkan seperti mengalami, mengevaluasi, belajar, memperbaiki cara memimpin, mendapatkan pengalaman baru. Semakin banyak pengalaman dan semakin seseorang mau belajar dari pengalaman tersebut, kemampuan kepemimpinannya juga akan semakin berkembang.

2. Model Action–Observation–Reflection (AOR) menjelaskan bahwa pembelajaran kepemimpinan terjadi melalui pengalaman yang berulang.
Action berarti pemimpin melakukan tindakan atau mengambil keputusan.
Observation berarti melihat hasil dan dampak dari tindakan tersebut terhadap orang lain, sedangkan
Reflection berarti mengevaluasi pengalaman tersebut untuk mengetahui apa yang sudah baik dan apa yang perlu diperbaiki.
Dari proses tersebut, seseorang memperoleh pengalaman baru yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinannya.

3. Menurut saya, refleksi dapat dilakukan dengan mengevaluasi pengalaman kepemimpinan, melihat apa yang sudah berhasil dan apa yang masih kurang, kemudian menggunakan hasil evaluasi tersebut untuk memperbaiki cara memimpin di situasi berikutnya.

4. Menurut saya, growth mindset dapat dikembangkan dengan menganggap kesalahan dan kritik sebagai kesempatan untuk belajar, bukan sebagai kegagalan. Kita juga perlu terbuka terhadap umpan balik, mendengarkannya tanpa langsung merasa tersinggung, lalu menggunakannya untuk memperbaiki diri.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Sofia Dwi Putri -
Nama: Sofia Dwi Putri
NPM: 2511011108

1. Pengembangan melalui pengalaman berpatokan pada prinsip 70:20:10 (70% dari pengalaman kerja nyata/tantangan, 20% dari interaksi/mentoring, 10% dari pelatihan formal). Pembelajaran terbaik terjadi saat keluar dari zona nyaman melalui tugas-tugas kritis (stretch assignments).

2. Siklus pembelajaran kepemimpinan dari pengalaman:
•Action: Mengambil tindakan/keputusan.
•Observation: Mengamati hasil dan respons lingkungan.
•Reflection: Menganalisis mengapa hal itu terjadi dan apa pelajarannya. Pengalaman tanpa refleksi tidak menghasilkan perbaikan

3. Pengaruh persepsi, bias, dan mindset:
•Persepsi: Membentuk cara menilai situasi; jika salah, keputusan ikut keliru
•Bias: Memicu penyimpangan berpikir (misal: menyalahkan bawahan atas kegagalan, tapi mengklaim keberhasilan sebagai jasa pribadi)
•Mindset: Menentukan reaksi; fixed mindset membuat defensif, growth mindset mendorong adaptasi

4. Cara Menerapkan Refleksi:
•Gunakan After-Action Review (AAR): evaluasi apa yang seharusnya terjadi vs kenyataan, lalu cari penyebabnya.
•Jurnal Refleksi: catat situasi sulit dan respons emosi secara berkala.
•Cari Umpan Balik: minta masukan jujur dari tim untuk menutupi blind spot.

5. Growth Mindset & Umpan Balik:
•Growth Mindset: pandang kegagalan sebagai proses belajar, gunakan kata "belum bisa", dan fokus pada perbaikan strategi.
•Terima Umpan Balik: dengar tanpa membela diri, pisahkan kritik pada tindakan dari harga diri, lalu minta contoh spesifik untuk diperbaiki.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Zaskia Rizky Febriyanti -
Zaskia Rizky Febriyanti
251101130
1. Memahami proses pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman Kepemimpinan berkembang melalui pengalaman ketika seseorang belajar dari tindakan yang dilakukan, menghadapi masalah, dan mengevaluasi hasilnya. Dari pengalaman tersebut, seseorang dapat memperbaiki cara memimpin di masa depan.
2. Model Action, Observation, Reflection (AOR) AOR merupakan proses belajar melalui tindakan (Action), mengamati hasil atau respons (Observation), dan melakukan refleksi (Reflection). Ketiga tahap ini membantu pemimpin memahami apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki.
3. Pengaruh persepsi, bias, dan mindset terhadap perilaku kepemimpinan Persepsi, bias, dan mindset dapat memengaruhi cara pemimpin melihat situasi dan mengambil keputusan. Jika tidak disadari, bias dapat menyebabkan penilaian yang kurang objektif dan memengaruhi hubungan dengan anggota.
4. Menerapkan refleksi dan pembelajaran dari pengalaman. Caranya dengan mengevaluasi setiap pengalaman, mengidentifikasi kesalahan dan keberhasilan, menerima masukan, lalu menentukan tindakan yang lebih baik untuk situasi berikutnya.
5. Mengembangkan growth mindset dan kemampuan menerima umpan balik. Growth mindset dapat dikembangkan dengan menganggap kesalahan sebagai kesempatan untuk belajar dan terus berusaha meningkatkan kemampuan. Umpan balik sebaiknya diterima secara terbuka, tidak langsung dianggap sebagai kritik pribadi, tetapi sebagai bahan untuk memperbaiki diri.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Nalisa Amalia 2511011027 -
Nama: Nalisa Amalia
NPM: 2511011027

1. Bagaimana memahami proses pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman?
Kepemimpinan terutama dipelajari melalui pengalaman. Pengalaman menjadi pembelajaran jika seseorang menghadapi tantangan dan mengambil pelajaran darinya.

2. Jelaskan model Action–Observation–Reflection (AOR) dalam pembelajaran kepemimpinan!
Model AOR menjelaskan bahwa seseorang belajar kepemimpinan dari pengalaman melalui tiga tahap.
1. Action, yaitu melakukan tindakan dalam suatu situasi.
2. Observation, yaitu mengamati hasil dan dampak dari tindakan tersebut.
3. Reflection, yaitu memikirkan dan mengambil pelajaran dari pengalaman tadi. Jadi, dari apa yang dilakukan, diamati hasilnya, lalu dievaluasi untuk menjadi lebih baik ke depannya.

3. Bagaimana pengaruh persepsi, bias, dan mindset terhadap perilaku kepemimpinan?
Persepsi memengaruhi cara pemimpin mengamati, merefleksikan, dan bertindak. Bias dapat menyebabkan kesalahan dalam menilai dan mengambil keputusan, sedangkan mindset memengaruhi cara melihat kegagalan dan perkembangan diri.

4. Bagaimana menerapkan refleksi dan pembelajaran dari pengalaman untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan?
Dengan menggunakan AOR dan After Event Review, yaitu meninjau kembali pengalaman untuk mengetahui apa yang perlu diperbaiki.

5. Bagaimana mengembangkan pola pikir berkembang (growth mindset) dan kemampuan menerima umpan balik?
Kemampuan dapat berkembang melalui usaha dan pembelajaran. Kegagalan serta umpan balik dijadikan kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Fadly Sinatriya_ 2511011101 -
Nama : Fadly Sinatriya
NPM :2511011101

1. Belajar dari pengalaman dengan mengevaluasi keberhasilan dan kesalahan agar dapat menjadi pemimpin yang lebih baik.
2. AOR terdiri dari tindakan, pengamatan hasil, dan refleksi untuk memahami pengalaman serta memperbaiki tindakan selanjutnya.
3. Persepsi, bias, dan mindset memengaruhi cara pemimpin melihat masalah, mengambil keputusan, dan berinteraksi dengan orang lain.
4. Refleksi membantu pemimpin memahami kesalahan, mengambil pelajaran, dan meningkatkan kemampuan dalam menghadapi situasi berikutnya.
5. Growth mindset dikembangkan dengan terus belajar, terbuka terhadap kritik, menerima umpan balik, dan menganggap kesalahan sebagai kesempatan untuk berkembang.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Muhammad Farrel Ramadhan 2511011073 -
Muhammad Farrel Ramadhan
2511011073

Jawaban:
1. Kepemimpinan paling banyak dipelajari dari pengalaman nyata, terutama yang menantang. Tapi pengalaman aja gak cukup harus direfleksikan dulu supaya jadi pelajaran yang benar-benar berguna, bukan cuma lewat begitu saja.

2.AOR terdiri dari Action: melakukan tindakan dalam suatu situasi
Observation: mengamati hasil dan dampaknya
Reflection: merenungkan apa yang bisa dipelajari dan diperbaiki.

3. Persepsi memengaruhi cara pemimpin melihat situasi dan mengambil keputusan. Bias dapat menyebabkan kesalahan penilaian, sedangkan growth mindset membuat pemimpin melihat kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar.

4. Refleksi dapat dilakukan dengan mengevaluasi pengalaman kepemimpinan, baik keberhasilan maupun kesalahan yang terjadi. Pemimpin dapat mengidentifikasi hal yang perlu dipertahankan dan diperbaiki, kemudian menerapkannya pada situasi berikutnya. Sehingga umpan balik dari anggota dan rekan kerja juga dapat menjadi bahan evaluasi.

5.menurut saya adalah
1.Anggap kegagalan sebagai kesempatan belajar, bukan bukti gak mampu

2.Terbuka terhadap kritik, jangan langsung defensif

3.Refleksi rutin biar sadar pola pikir sendiri

4.Berani coba hal baru meski berisiko gagal
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Juanita Puspita Sari -
Nama : Juanita Puspita Sari
NPM : 2511011074
Kelompok: 3
1.Bagaimana memahami proses pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman?
Pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman berarti seseorang belajar menjadi pemimpin dengan menghadapi dan menyelesaikan berbagai situasi secara langsung. Dari pengalaman tersebut, seseorang dapat belajar mengambil keputusan, berkomunikasi, bekerja sama, dan menyelesaikan masalah. Keberhasilan maupun kegagalan dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kemampuan kepemimpinan.

2. Jelaskan model Action–Observation–Reflection (AOR) dalam pembelajaran kepemimpinan!
Model AOR merupakan proses pembelajaran yang dilakukan melalui tiga tahap:
Action (Tindakan): melakukan tindakan atau mengambil keputusan dalam suatu situasi.
Observation (Pengamatan): melihat hasil dari tindakan tersebut dan bagaimana orang lain merespons.
Reflection (Refleksi): memikirkan kembali apa yang sudah dilakukan, apa yang berhasil, dan apa yang perlu diperbaiki.
Jadi, AOR mengajarkan bahwa pengalaman akan menjadi pembelajaran jika seseorang mau mengamati dan merefleksikan tindakannya.

3. Bagaimana pengaruh persepsi, bias, dan mindset terhadap perilaku kepemimpinan?
Ketiganya dapat memengaruhi cara seorang pemimpin melihat situasi, menilai orang lain, dan mengambil keputusan. Persepsi yang berbeda dapat membuat pemimpin memahami suatu masalah secara berbeda. Bias dapat menyebabkan penilaian menjadi tidak objektif. Sedangkan mindset menentukan bagaimana pemimpin menghadapi tantangan, kesalahan, dan perubahan. Karena itu, pemimpin perlu menyadari bias dan memiliki pola pikir yang terbuka.

4. Bagaimana menerapkan refleksi dan pembelajaran dari pengalaman untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan?
Caranya dengan mengevaluasi pengalaman setelah melakukan suatu tindakan. Misalnya, setelah memimpin sebuah kegiatan, kita dapat bertanya: Apa yang sudah berjalan dengan baik? Apa yang menjadi masalah? Mengapa masalah tersebut terjadi? Apa yang harus saya lakukan agar lebih baik? Hasil evaluasi tersebut kemudian diterapkan pada pengalaman berikutnya sehingga kemampuan kepemimpinan terus berkembang.

5. Bagaimana mengembangkan pola pikir berkembang (growth mindset) dan kemampuan menerima umpan balik?
Growth mindset dapat dikembangkan dengan menganggap kemampuan bukan sesuatu yang tetap, tetapi dapat terus ditingkatkan melalui belajar dan pengalaman. Ketika mengalami kesalahan atau kegagalan, kita tidak langsung menganggap diri tidak mampu, tetapi mencari hal yang bisa dipelajari.
Sementara itu, kemampuan menerima umpan balik dapat dilakukan dengan mendengarkan kritik secara terbuka, tidak langsung merasa tersinggung, dan menggunakan masukan tersebut untuk memperbaiki diri. Dengan begitu, umpan balik menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by ASRIKA 2511011009 -
NAMA:ASRIKA
NPM: 2511011009

1.Kepemimpinan terutama dipelajari melalui pengalaman nyata, bukan sekadar pelatihan formal. Meskipun pelatihan formal sering digunakan oleh organisasi, penelitian menunjukkan bahwa hal tersebut bukanlah metode yang paling efektif.
Proses pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman dipahami melalui beberapa prinsip dasar:
-Peran Tantangan: Pengalaman menjadi sangat berharga karena adanya tantangan yang dihadapi. Setiap penugasan atau pekerjaan baru dapat menjadi sumber pengalaman pengembangan.
-Keberagaman Pelajaran: Pengalaman yang berbeda memberikan pelajaran kepemimpinan yang beraneka ragam.
-Pendekatan 70:20:10: Pengembangan kepemimpinan paling efektif diperoleh melalui:
•70% Experiential Learning (Pengalaman Langsung): Melalui penugasan proyek khusus (stretch assignments), rotasi jabatan, dan pemecahan masalah riil.
• 20% Social Learning (Interaksi Sosial): Melalui coaching, mentoring, serta peer feedback.
• 10% Formal Learning (Pembelajaran Formal): Melalui workshop, seminar, atau kursus manajerial.
• Proses Seumur Hidup: Menjadi pemimpin yang lebih baik adalah proses terus-menerus dan berkelanjutan (lifelong learning).
2. Model Action–Observation–Reflection (AOR) dalam Pembelajaran Kepemimpinan
Model AOR mendeskripsikan bagaimana seseorang belajar dari pengalaman melalui proses berulang yang membentuk siklus/spiral pengalaman (Spiral of Experience). Model ini terdiri dari tiga tahap utama:
- Action (Tindakan): Pemimpin melakukan suatu aksi atau tindakan konkret dalam situasi tertentu ("What did you do?").
- Observation (Pengamatan): Pemimpin mengamati hasil dari tindakan tersebut serta dampaknya terhadap orang lain atau lingkungan ("What happened? Results & Impact on others").
- Reflection (Refleksi): Pemimpin menafsirkan dan mengambil pelajaran dari kejadian tersebut ("How do you look at it now? How do you feel about it now?").
Ketiga tahapan ini saling berhubungan dalam bentuk spiral yang terus naik, di mana refleksi dari satu pengalaman menjadi landasan bagi tindakan di masa depan.
3. Pengaruh Persepsi, Bias, dan Mindset terhadap Perilaku Kepemimpinan
Persepsi memengaruhi seluruh siklus AOR dan menentukan pelajaran yang dapat diambil oleh seorang pemimpin:
- Persepsi & Observasi: Pengamatan bersifat selektif dan diproses berdasarkan latar belakang, pengalaman, atau harapan individu (himpunan persepsi). Hal ini rentan memicu bias dan distorsi persepsi dalam pengambilan keputusan.
- Persepsi & Refleksi: Refleksi kerap melibatkan proses atribusi yang rentan terhadap bias:
- Kesalahan Atribusi Fundamental (Fundamental Attribution Error): Kecenderungan menyalahkan karakter individu ketimbang faktor situasi.
- Bias Mementingkan Diri Sendiri (Self-serving bias): Mengklaim keberhasilan sebagai hasil diri sendiri dan menyalahkan faktor luar atas kegagalan.
- Persepsi & Tindakan: Persepsi memengaruhi bagaimana pemimpin bersikap. Misalnya, bias atribusi dapat membuat pemimpin cenderung menghukum bawahan secara tidak adil. Selain itu, terdapat fenomena self-fulfilling prophecy (ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya), di mana ekspektasi pemimpin menentukan perilaku anggotanya.
- Mindset: Keyakinan/mindset pemimpin (apakah memandang kemampuan anggota statis atau bisa berkembang) sangat menentukan cara mereka memimpin, memotivasi, dan memberikan perhatian.
4. Menerapkan Refleksi dan Pembelajaran dari Pengalaman untuk Meningkatkan Kepemimpinan
Pengalaman saja tidak otomatis membuat seseorang menjadi pemimpin yang lebih baik; pemimpin harus aktif mengevaluasi pengalaman tersebut. Langkah menerapkannya meliputi:
- Menggunakan After-Event Review (AER): Secara sistematis meninjau kembali pengalaman kepemimpinan sesaat setelah suatu kejadian penting atau proyek selesai.
- Menerapkan Double-Loop Learning (Pembelajaran Lingkaran Ganda):
- Single-loop learning hanya memperbaiki tindakan tanpa mengubah asumsi.
- Double-loop learning tidak hanya memperbaiki tindakan, tetapi berani mempertanyakan asumsi dasar, nilai, dan keyakinan yang mendasari tindakan tersebut. Ini memungkinkan pemimpin melihat masalah dari perspektif baru yang lebih efektif.
- Menyadari Arketipe Kepemimpinan: Merefleksikan arketipe/peran ideal yang selama ini dianut secara implisit (misalnya sebagai Guru/Mentor, Ayah/Hakim, Pejuang, atau Revolusioner) agar paham bagaimana peran tersebut membentuk gaya kepemimpinan mereka.
5. Mengembangkan Pola Pikir Berkembang (Growth Mindset) dan Kemampuan Menerima Umpan Balik
- Mengembangkan Growth Mindset:
Carol Dweck membagi pola pikir menjadi dua: Fixed Mindset (menganggap kemampuan statis) dan Growth Mindset (menganggap kemampuan dapat dikembangkan lewat usaha). Untuk mengembangkan growth mindset, seorang pemimpin perlu:
-Memandang kegagalan dan tantangan bukan sebagai bukti ketidakmampuan, melainkan sebagai kesempatan untuk belajar dan tumbuh.
-Meyakini bahwa keterampilan kepemimpinan dapat diasah secara terus-menerus melalui latihan dan kerja keras.
- Kemampuan Menerima Umpan Balik (Feedback):
- Terbuka terhadap berbagai perspektif dengan bersikap tidak defensif terhadap masukan.
- Mengintegrasikan umpan balik dari rekan kerja (peer feedback) dan atasan/mentor ke dalam tahapan refleksi pada siklus AOR.
- Menggunakan social learning (coaching, mentoring, dan jejaring) untuk mendapatkan sudut pandang luar demi memperbaiki kualitas kepemimpinan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Annisa Tri Octavia -
Nama: Annisa Tri Octavia
NPM: 2511011123

1. Bagaimana memahami proses pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman?
Pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman terjadi ketika seseorang belajar dari berbagai situasi yang dihadapi, baik keberhasilan maupun kegagalan. Pengalaman memberikan kesempatan untuk mengasah keterampilan, mengambil keputusan, memecahkan masalah, dan memahami cara memimpin orang lain secara efektif.

2. Jelaskan model Action–Observation–Reflection (AOR) dalam pembelajaran kepemimpinan!
Model AOR terdiri dari tiga tahap:
action (Tindakan): Melakukan aktivitas atau mengambil tindakan dalam situasi tertentu.
observation (Observasi): Mengamati hasil tindakan, perilaku diri sendiri, dan respons orang lain.
reflection (Refleksi): Menganalisis pengalaman yang telah terjadi untuk memperoleh pelajaran dan perbaikan di masa depan.
Model ini membantu individu belajar secara berkelanjutan dari pengalaman nyata.

3. Bagaimana pengaruh persepsi, bias, dan mindset terhadap perilaku kepemimpinan?
Persepsi, bias, dan mindset memengaruhi cara pemimpin memahami situasi, mengambil keputusan, dan berinteraksi dengan orang lain. Bias dapat menyebabkan penilaian yang kurang objektif, sedangkan mindset yang positif dan terbuka membantu pemimpin menerima tantangan, belajar dari kesalahan, dan mendukung perkembangan tim.

4. Bagaimana menerapkan refleksi dan pembelajaran dari pengalaman untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan?
Refleksi dapat dilakukan dengan mengevaluasi tindakan, hasil, serta umpan balik yang diterima setelah menghadapi suatu pengalaman. Dari proses tersebut, pemimpin dapat mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan, kemudian menerapkan pelajaran yang diperoleh untuk meningkatkan kemampuan memimpin pada situasi berikutnya.

5. Bagaimana mengembangkan pola pikir berkembang (growth mindset) dan kemampuan menerima umpan balik?
Growth mindset dapat dikembangkan dengan melihat tantangan sebagai peluang belajar, menerima kesalahan sebagai bagian dari proses pengembangan diri, dan terus berusaha meningkatkan kemampuan. Kemampuan menerima umpan balik dapat ditingkatkan dengan bersikap terbuka terhadap kritik, mendengarkan masukan secara objektif, serta menggunakan umpan balik sebagai dasar untuk memperbaiki kinerja dan kepemimpinan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Ananda Arido Pratama -
Ananda Arido Pratama
2551011026

1. Kepemimpinan lewat pengalaman bukan cuma soal makin lama menjabat makin jago, tapi soal siklus: bertindak, melihat hasilnya, memaknainya, lalu berubah. Tanpa refleksi, pengalaman bertahun-tahun bisa saja hanya mengulang kesalahan yang sama.

2. Model AOR:
Action=mengambil keputusan/bertindak
Observation=mengamati dampaknya
Reflection=memaknai kenapa itu terjadi dan apa pelajarannya
Ketiganya berputar terus, saling membentuk siklus berikutnya.

3.Persepsi, bias, mindset semuanya jadi "lensa" yang menyaring cara pemimpin membaca situasi. Bias (misalnya menyalahkan orang padahal masalahnya sistemik) bisa bikin keputusan keliru. Fixed mindset melihat kegagalan sebagai bukti ketidakmampuan,growth mindset melihatnya sebagai bahan belajar.

4.Menerapkan refleksi, contohnya: luangkan waktu setelah kejadian penting untuk evaluasi diri, catat dalam jurnal, minta perspektif orang lain, dan hubungkan pelajaran antar pengalaman biar terlihat polanya.

5.Growth mindset & terima feedback,ganti "saya tidak bisa" jadi "saya belum bisa", anggap kritik sebagai info bukan serangan, dan aktif minta umpan balik alih-alih menunggu diberi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Stevan Adrian Anas -
Stevan Adrian Anas
2511011056

1. Bagaimana memahami proses pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman?
Pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman berarti seseorang belajar memimpin dari situasi nyata, seperti bekerja dalam tim, mengambil keputusan, dan menyelesaikan masalah yang pernah dialami.

2. Jelaskan model Action–Observation–Reflection (AOR)!
Model AOR merupakan proses belajar kepemimpinan melalui tiga tahap:
Action: melakukan tindakan atau mengambil keputusan.
Observation: mengamati hasil dan respons dari tindakan tersebut.
Reflection: mengevaluasi pengalaman untuk mengetahui apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki.
Siklus ini membantu pemimpin belajar dari pengalaman dan meningkatkan tindakannya di masa depan.

3. Bagaimana pengaruh persepsi, bias, dan mindset terhadap perilaku kepemimpinan?
Persepsi memengaruhi cara pemimpin melihat situasi dan orang lain, sedangkan bias dapat membuat penilaian menjadi kurang objektif.

4. Bagaimana menerapkan refleksi dan pembelajaran dari pengalaman?
Pemimpin dapat melakukan refleksi dengan menanyakan apa yang terjadi, apa yang sudah baik, apa yang salah, dan apa yang harus diperbaiki. Selain itu, pemimpin dapat meminta umpan balik dari anggota tim.

5. Bagaimana mengembangkan growth mindset dan kemampuan menerima umpan balik?
Growth mindset dapat dikembangkan dengan melihat kesalahan sebagai kesempatan belajar, berani menghadapi tantangan, dan tidak mudah menyerah.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Marda Lika Rahmadani 2511011010 -
Marda Lika Rahmadani
2511011010

1. Proses pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman dilakukan dengan belajar dari situasi yang dihadapi, mencoba tindakan, mengevaluasi hasil, dan memperbaiki diri dari pengalaman tersebut.

2. Model Action–Observation–Reflection (AOR) adalah proses belajar melalui tiga tahap, yaitu melakukan suatu tindakan (Action), mengamati hasil dan dampaknya (Observation), kemudian memikirkan dan mengevaluasi pengalaman tersebut (Reflection) untuk menentukan tindakan yang lebih baik.

3. Persepsi, bias, dan mindset dapat memengaruhi cara pemimpin melihat situasi, mengambil keputusan, dan memperlakukan anggota tim. Persepsi atau bias yang keliru dapat menyebabkan keputusan yang kurang objektif, sedangkan mindset yang positif dapat membantu pemimpin lebih terbuka dan adaptif
.
4. Refleksi dilakukan dengan mengevaluasi pengalaman, mengenali kesalahan dan keberhasilan, serta mencari hal yang dapat diperbaiki. Hasil refleksi kemudian diterapkan pada situasi berikutnya agar kemampuan kepemimpinan terus berkembang.

5. Growth mindset dapat dikembangkan dengan melihat kesalahan sebagai kesempatan belajar, berani mencoba hal baru, dan tidak mudah menyerah. Kemampuan menerima umpan balik dapat ditingkatkan dengan mendengarkan secara terbuka, tidak defensif, dan menggunakan kritik sebagai bahan untuk memperbaiki diri.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Hairia Leena -
Npm: 2551011035
Nama: Hairia Leena

1. Pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman terjadi dengan belajar dari tindakan, menghadapi tantangan/hambatan, dan mengevaluasi hasilnya.
2. Model Action–Observation–Reflection (AOR) adalah proses belajar melalui pengalaman, mengamati hasilnya, lalu merefleksikan pengalaman untuk perbaikan.
3. Persepsi, bias, dan mindset memengaruhi cara pemimpin melihat situasi, mengambil keputusan, dan memperlakukan orang lain.
4. Refleksi dan pembelajaran dari pengalaman dilakukan dengan mengevaluasi keberhasilan dan kesalahan untuk menentukan tindakan yang lebih baik.
5. Growth mindset dan kemampuan menerima umpan balik dapat dikembangkan dengan melihat kesalahan sebagai kesempatan belajar serta menerima kritik secara terbuka.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Zalfa Rafeyfa Chayriya -
Zalfa Rafeyfa Chayriya
2551011034

1.Menurut saya, kepemimpinan banyak berkembang dari pengalaman. Semakin sering menghadapi berbagai situasi, kita jadi tahu cara mengambil keputusan, menghadapi masalah, dan apa yang harus diperbaiki dari cara kita memimpin.

2. AOR terdiri dari action, observation, dan reflection. Jadi, kita melakukan suatu tindakan, melihat bagaimana hasilnya, lalu memikirkan kembali apa yang sudah dilakukan. Dari situ kita bisa belajar untuk melakukan hal yang lebih baik berikutnya.

3. Ketiganya bisa memengaruhi cara pemimpin dalam melihat dan menghadapi suatu keadaan. Misalnya, bias bisa membuat pemimpin menilai seseorang secara tidak objektif, sedangkan mindset yang terbuka bisa membantu pemimpin menerima pendapat dan cara pandang yang berbeda.

4. Kita bisa melihat kembali pengalaman yang sudah dilewati, lalu memikirkan apa yang kurang dan apa yang sudah berjalan dengan baik. Hasil dari refleksi itu bisa dijadikan pelajaran supaya kesalahan yang sama tidak terulang dan kemampuan memimpin menjadi lebih baik.

5. Growth mindset bisa dikembangkan dengan tidak menganggap kesalahan sebagai kegagalan, tetapi sebagai kesempatan untuk belajar. Selain itu, kita perlu terbuka saat mendapat kritik atau saran dan mencoba menggunakannya untuk memperbaiki diri.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Stefanus Rio Prayoga -
Stefanus Rio Prayoga
2511011140

1. Pengembangan kepemimpinan pada dasarnya bersifat eksperiensial, artinya kompetensi kepemimpinan tidak hanya diperoleh melalui teori, tetapi terutama melalui pengalaman nyata seperti memimpin proyek, mengelola konflik tim, atau mengambil keputusan dalam kondisi tidak pasti. Semakin sering seseorang menghadapi situasi menantang dan memaknainya secara mendalam, semakin berkembang pula kapasitas kepemimpinannya. Dengan kata lain, pengalaman adalah bahan dasar, sedangkan proses pemaknaan atas pengalaman itulah yang menghasilkan pertumbuhan kepemimpinan yang sesungguhnya.

2. Model AOR menekankan siklus berkelanjutan antara tiga tahap. Action adalah pelaksanaan tindakan kepemimpinan nyata, misalnya memimpin rapat atau mengambil keputusan. Observation adalah pengamatan terhadap dampak dan hasil tindakan tersebut, termasuk respons pihak lain. Reflection adalah proses evaluasi mendalam untuk memahami faktor keberhasilan atau kegagalan serta pelajaran yang dapat diambil. Ketiga tahap ini berlangsung secara siklikal, di mana hasil refleksi pada satu siklus menjadi dasar tindakan pada siklus berikutnya, sehingga pembelajaran kepemimpinan berjalan secara progresif.

3. Persepsi, bias, dan mindset membentuk kerangka kognitif yang memengaruhi cara pemimpin memandang situasi dan mengambil keputusan. Persepsi yang keliru dapat menyebabkan salah menafsirkan masalah, sedangkan bias seperti stereotip atau halo effect dapat menghasilkan keputusan yang kurang objektif. Mindset juga berperan penting: pemimpin dengan fixed mindset cenderung defensif terhadap kritik, sementara pemimpin dengan growth mindset lebih terbuka terhadap masukan dan adaptif terhadap perubahan. Ketiganya bersama-sama membentuk cara pemimpin menginterpretasikan realitas dan bertindak.

4. Penerapan refleksi dapat dilakukan dengan meluangkan waktu untuk evaluasi diri setelah mengalami peristiwa kepemimpinan penting, misalnya melalui jurnal reflektif. Selain itu, penting mengajukan pertanyaan seperti apa yang berjalan baik, apa yang perlu diperbaiki, dan strategi apa yang dapat diterapkan jika situasi serupa terulang. Meminta umpan balik dari orang lain juga membantu mengenali blind spot diri. Terakhir, hasil refleksi perlu diimplementasikan secara nyata pada kesempatan berikutnya agar pembelajaran benar-benar berdampak pada peningkatan kompetensi kepemimpinan.

5. Growth mindset dapat dikembangkan dengan mengubah cara pandang terhadap kegagalan dan kritik, yaitu memaknainya sebagai bagian dari proses belajar, bukan tanda ketidakmampuan. Caranya antara lain dengan membiasakan diri mencoba hal baru meskipun berisiko gagal, mengganti pola pikir negatif seperti "aku tidak bisa" menjadi "aku belum bisa", serta bersikap terbuka saat menerima kritik tanpa langsung bersikap defensif. Kemampuan menerima umpan balik juga dapat dilatih dengan aktif meminta masukan dari orang lain dan menjadikannya bahan evaluasi, bukan serangan pribadi, sehingga umpan balik dapat dimanfaatkan secara konstruktif untuk pengembangan diri.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by MARITZA AULIA NADINE 2511011106 -
Nama : Maritza Aulia Nadine
NPM: 2511011106

1. Bagaimana memahami proses pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman?
Proses pengembangan kepemimpinan dapat dilakukan dengan pengalaman, Seseorang yang memiliki jam kerja tinggi, sudah melewati berbagai masalah dan situasi, bisa belajar dari kesalahannya sebelumnya. Seseorang akan semakin mudah dalam membaca situasi sehingga akan mengambil keputusan dengan lebih baik.

2. Jelaskan model Action–Observation–Reflection (AOR) dalam pembelajaran kepemimpinan!
Dengan menggunakan model AOR (Action, Observation, Reflection). Action, melakukan tindakan dalam suatu situasi. Observation, mengamati hasil dan dampak tindakan. Reflection, mengambil pelajaran dari pengalaman.

3. Bagaimana pengaruh persepsi, bias, dan mindset terhadap perilaku kepemimpinan?
Persepsi adalah cara seseorang memahami suatu keadaan. Bias dapat membuat seseorang menilai sesuatu secara tidak sepenuhnya objektif, seperti kesalahan atribusi fundamental atau bias mementingkan diri sendiri. Sedangkan mindset atau pola pikir memengaruhi cara seseorang menghadapi masalah dan perubahan. Karena itu, seorang pemimpin perlu berpikir terbuka agar dapat mengambil keputusan yang lebih baik.


4. Bagaimana menerapkan refleksi dan pembelajaran dari pengalaman untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan/
Refleksi dapat dilakukan dengan mengevaluasi pengalaman yang sudah terjadi. Misalnya, memikirkan apa yang sudah dilakukan dengan baik, apa yang masih kurang, dan apa yang perlu diperbaiki. Dari hasil tersebut, seseorang dapat mengambil pelajaran dan menerapkannya pada situasi berikutnya agar kemampuan kepemimpinannya semakin berkembang.


5. Bagaimana mengembangkan pola pikir berkembang (growth mindset) dan kemampuan menerima umpan balik?
Pola pikir berkembang dapat dikembangkan dengan percaya bahwa kemampuan seseorang bisa terus ditingkatkan melalui usaha dan pembelajaran. Selain itu, kita perlu terbuka terhadap kritik dan saran dari orang lain. Umpan balik sebaiknya tidak dianggap sebagai serangan, tetapi sebagai bahan untuk mengetahui kekurangan dan memperbaiki diri agar menjadi lebih baik.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Dhiya Ayu Kusuma Wardhani 2511011020 -
Nama : Dhiya Ayu Kusuma Wardhani
NPM : 2511011020

1. Pengembangan kepemimpinan bisa dipahami sebagai proses belajar dari pengalaman yang kita alami. Jadi, bukan cuma dari teori atau pelatihan, tapi dari menghadapi tantangan, mencoba sesuatu, lalu belajar dari hasilnya.

2. Action melakukan tindakan, Observation melihat hasil dan dampak dari tindakan tersebut, lalu Reflection mengambil pelajaran dari pengalaman itu. Proses ini dilakukan berulang supaya kita bisa memperbaiki tindakan selanjutnya.

3. Misalnya, pemimpin bisa salah menilai bawahan karena bias. Sedangkan mindset juga berpengaruh, karena cara kita memandang kemampuan dan kegagalan akan memengaruhi cara kita bertindak.

4. Dengan mengevaluasi kembali pengalaman yang sudah terjadi, melihat apa yang berhasil dan apa yang kurang, lalu mencari cara untuk memperbaikinya. Bisa juga menggunakan After-Event Review (AER) dan terbuka terhadap sudut pandang orang lain.

5. Kita dapat melihat kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar, bukan sebagai tanda bahwa kita tidak mampu. Selain itu, kita perlu terbuka menerima feedback, karena dari feedback kita bisa tahu kekurangan dan memperbaiki diri.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Dwi Marissa 2511011115 -
Nama : Dwi Marissa
NPM : 2511011115

1. Dengan pengalaman kita dapat belajar bagaimana mencari solusi dalam suatu tantangan. Semakin banyak pengalaman, tantangan, dan evaluasi maka kepemimpinan kita pun akan berkembang karena kita telah mengalami dan melewati tantangan.

2. 1. Action, Artinya : yaitu bagaimana seorang pemimpin melakukan tindakan dalam suatu situasi
2. Observation : kemudian dilakukan pengamatan hasil dan dampak dari tindakan yang telah dilakukan.
3. Reflection : bagaimana seorang pemimpin mengambil pelajaran dari pengalaman yang telah dilalui

3. tiga faktor ini berpengaruh untuk membentuk cara seorang pemimpin mengambil keputusan, berkomunikasi, dan memperlakukan timnya.
secara persepsi pemimpin tidak menganggap kegagalan sebagai kelalaian anggota namun sebagai pengalaman.
secara bias berpengaruh ketika pemimpin dapat menerima kritik, saran dan fakta dari anggotanya
secara mindset berpengaruh terhadap cara berpikir seorang pemimpin ketika terjadi kegagalan

4. Diterapkan dengan cara bagaimana kita dapat mengelola anggota namun tetap dibarengi dengan refleksi diri ketika terjadi kesuksesan maupun kegagalan. dengan pembelajaran maka pemimpin akan melaksanakan kepemimpinan sambil belajar dari pengalaman sebelumnya.

5. dengan cara mengubah fokus dari hasil akhir menjadi proses belajar serta memandang kritik sebagai alat untuk maju. grow mindset menganggap kemampuannya dapat berkembang jadi ketika terjadi kegagalan dia menganggap hal tersebut sebagai pembelajaran bukan akhir dari segalanya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Muhammad Bintang Syah 2511011044 -
Nama : Muhammad Bintang Syah
NPM : 2511011044

1. Kemampuan memimpin dapat terbentuk dari pengalaman dalam menghadapi berbagai situasi dan permasalahan, kemudian mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut.

2. AOR adalah proses pembelajaran yang dilakukan dengan menjalankan suatu tindakan, melihat hasilnya, lalu mengevaluasinya sebagai bahan untuk melakukan perbaikan.

3. Cara pandang, bias, dan pola pikir dapat memengaruhi bagaimana pemimpin melihat situasi, memperlakukan anggota, dan menentukan keputusan.

4. Refleksi dilakukan dengan meninjau kembali pengalaman, mengetahui kekurangan, dan menggunakan hasil evaluasi untuk meningkatkan kemampuan memimpin.

5. Growth mindset dapat dikembangkan dengan melihat kesalahan sebagai bagian dari proses belajar serta bersikap terbuka terhadap kritik dan saran untuk menjadi lebih baik.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Balqis sausan Khairunnisa -
Nama : Balqis Sausan Khairunnisa
Npm : 2511011141

1. Kepemimpinan berkembang melalui pengalaman ketika seseorang menghadapi berbagai situasi, seperti mengambil keputusan, menyelesaikan masalah, lalu belajar dari hasilnya. Dari pengalaman tersebut dapat membantu dalam meningkatkan keterampilan.

2. Model Action–Observation–Reflection (AOR) adalah proses belajar melalui tindakan (Action), mengamati hasil atau dampak dari tindakan tersebut (Observation), kemudian mengevaluasi dan mengambil pelajaran (Reflection). Proses ini dilakukan berulang agar kemampuan kepemimpinan semakin baik.

3. Persepsi memengaruhi cara pemimpin memahami suatu situasi, sedangkan bias dapat menyebabkan penilaian menjadi kurang objektif. Mindset juga memengaruhi cara pemimpin menghadapi masalah, mengambil keputusan, dan memperlakukan anggota tim.

4. Menerapkan refleksi dan pembelajaran dari pengalaman Setelah melakukan suatu tindakan, pemimpin perlu mengevaluasi apa yang berhasil dan apa yang kurang, mencari penyebabnya, serta menentukan perbaikan untuk tindakan berikutnya. Dengan begitu, pengalaman dapat menjadi pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan memimpin.

5. Growth mindset dapat dikembangkan dengan menganggap kemampuan sebagai sesuatu yang bisa terus ditingkatkan melalui usaha dan belajar. Umpan balik perlu diterima secara terbuka, tidak dianggap sebagai kritikan pribadi, tetapi sebagai masukan untuk memperbaiki diri.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Salsabila Yusrina Suhendra -
Nama : Salsabila Yusrina S.
NPM : 2511011131

1. Pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman yaitu ketika proses belajar dari tantangan dan masalah nyata untuk meningkatkan kemampuan memimpin.

2. Action yaitu melakukan tindakan dalam suatu situasi, observation yaitu mengamati hasil dan dampak tindakan, dan reflection yaitu mengambil pelajaran dari pengalaman.

3. Persepsi, bias, dan mindset memengaruhi cara pemimpin melihat situasi, menilai orang lain, dan mengambil keputusan, sehingga berdampak pada perilaku kepemimpinannya.

4. Dengan mengevaluasi pengalaman, mengenali kesalahan dan keberhasilan, lalu menerapkan pembelajaran tersebut untuk memperbaiki cara memimpin di masa depan.

5. Dengan melihat tantangan sebagai kesempatan belajar, tidak takut melakukan kesalahan, serta terbuka menerima dan menggunakan umpan balik untuk memperbaiki diri
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Aleza Elvanda Hendri -
Aleza Elvanda Hendri
2511011077

1. Pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman dapat dipahami sebagai proses belajar. Melalui pengalaman seseorang akan menghadapi berbagai situasi, mengambil keputusan, menyelesaikan masalah, serta memahami cara berinteraksi dengan orang lain. Dari pengalaman tersebut, sifat kepemimpinan akan semakin berkembang.
2. ⁠Model Action-Observation-Reflection (AOR) merupakan proses belajar kepemimpinan melalui tiga tahapan. Action berarti melakukan tindakan atau menghadapi suatu situasi, Observation berarti mengamati hasil dan dampak dari tindakan tersebut, sedangkan Reflection berarti mengevaluasi pengalaman untuk mengetahui apa yang sudah baik dan apa yang perlu diperbaiki.
3. ⁠Persepsi, bias, dan mindset dapat memengaruhi cara seorang pemimpin memahami situasi dan mengambil keputusan. Persepsi yang berbeda dapat menyebabkan seseorang menilai suatu keadaan secara berbeda, sedangkan bias dapat membuat keputusan menjadi kurang objektif. Sementara itu, mindset menentukan bagaimana pemimpin menghadapi masalah, perubahan, dan tantangan.
4. ⁠Refleksi dapat dilakukan dengan mengevaluasi dan belajar dari sebuah pengalaman setelah menghadapi suatu situasi kepemimpinan. Seseorang perlu terbuka terhadap kritik dan umpan balik dari orang lain serta menggunakannya sebagai bahan evaluasi diri.
5. Growth mindset dapat dikembangkan dengan melihat kesalahan dan kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar. Selain itu, setiap pemimpin juga perlu terbuka terhadap kritik dan umpan balik dari orang lain serta menggunakannya sebagai bahan evaluasi diri.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Kgs.Fahri 2511011045 -
Nama : Kgs.Fahri Hidayatullah
NPM : 2511011045
1. Kepemimpinan kebentuk bukan dari teori doang, tapi dari "jam terbang". Tiap ambil keputusan, gagal, coba lagi, itu yang pelan-pelan ngasah skill mimpin kita.
2. Action (ambil tindakan), lalu Observation (lihat dampaknya), lalu Reflection (evaluasi, apa yang works dan apa yang enggak). Siklus ini muter terus biar tiap pengalaman jadi bahan belajar buat ke depannya.
3. Persepsi dan bias bikin cara kita baca situasi jadi kurang objektif kalau udah keburu nge-judge duluan. Mindset juga ngaruh, yang fixed mindset cenderung kaku, sedangkan yang growth mindset lebih adaptif dan gampang diterima tim.
4. Lewat evaluasi rutin atau journaling abis ngalamin sesuatu, tanya "apa yang works, apa yang enggak, gimana biar lebih baik", terus diolah jadi action plan konkret, bukan cuma numpang lewat aja.
5. Ubah mindset dari "gagal berarti gak bisa" jadi "gagal itu kesempatan belajar". Buat nerima feedback, dengerin dulu sebelum defensif, dan biasain cari masukan duluan bukan nunggu dikasih tau.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by lidya indah prayoga -
Lidya Indah Prayoga
2511011120

1.Kepemimpinan berkembang melalui pengalaman, baik dari keberhasilan maupun kegagalan. Dari pengalaman, kita belajar mengambil keputusan, menyelesaikan masalah, dan memimpin orang lain.
2.AOR adalah proses belajar melalui tindakan, pengamatan, dan refleksi. Kita melakukan tindakan, melihat hasilnya, lalu mengevaluasi apa yang perlu diperbaiki.
3.Persepsi, bias, dan mindset memengaruhi cara pemimpin melihat masalah dan mengambil keputusan. Pola pikir yang terbuka membantu pemimpin lebih objektif dan menerima perbedaan.
4.Dengan mengevaluasi pengalaman, melihat kesalahan dan keberhasilan, lalu mencari cara untuk memperbaikinya pada tindakan berikutnya.
5.Dengan menganggap kesalahan sebagai kesempatan untuk belajar, mau menerima kritik dan saran, serta menggunakan umpan balik untuk memperbaiki diri.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Mutia Dinar 2511011036 -
Nama: Mutia Dinar Ayu Hapsari
NPM: 2511011036

1. Bagaimana memahami proses pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman?
Pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman terjadi ketika seseorang tidak hanya mengalami suatu peristiwa, tetapi juga mengamati konsekuensinya dan merefleksikan pengalaman tersebut untuk mendapatkan pembelajaran. Jadi, lamanya seseorang memiliki pengalaman belum tentu membuat kemampuan kepemimpinannya berkembang. Pengembangan terjadi melalui proses berulang antara aksi, observasi, dan refleksi.

2. Jelaskan model Action–Observation–Reflection (AOR) dalam pembelajaran kepemimpinan!
Model AOR (Action–Observation–Reflection) terdiri dari:
Action: tindakan yang dilakukan.
Observation: mengamati hasil dan dampak tindakan.
Reflection: mengevaluasi pengalaman dan mengambil pelajaran untuk tindakan selanjutnya.
Ketiganya membentuk spiral pengalaman dalam pengembangan kepemimpinan. Jika seseorang hanya bertindak tanpa mengamati konsekuensinya dan merefleksikan maknanya, pengalaman tersebut belum tentu menghasilkan pembelajaran.

3. Bagaimana pengaruh persepsi, bias, dan mindset terhadap perilaku kepemimpinan?
Persepsi, bias, dan mindset memengaruhi apa yang diperhatikan, bagaimana suatu pengalaman ditafsirkan, serta tindakan yang diambil. Bias dapat menyebabkan pemimpin salah menilai penyebab perilaku orang lain dan memengaruhi keputusan kepemimpinannya.

4. Bagaimana menerapkan refleksi dan pembelajaran dari pengalaman untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan
Refleksi dilakukan dengan meninjau pengalaman, memahami hasil dan dampaknya, kemudian menentukan apa yang perlu dipertahankan atau diperbaiki. Proses ini membantu meningkatkan kesadaran diri dan kemampuan kepemimpinan.

5. Bagaimana mengembangkan pola pikir berkembang (growth mindset) dan kemampuan menerima umpan balik?
Growth mindset dapat dikembangkan dengan melihat pengalaman sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang, bukan sekadar sebagai keberhasilan atau kegagalan. Pemimpin perlu terus mencari pengalaman yang memberikan peluang untuk berkembang serta bersedia mengevaluasi dirinya melalui refleksi. Pemimpin yang sukses adalah mereka yang terus berusaha menemukan sesuatu yang berharga dari pengalaman.
Kemampuan menerima umpan balik juga penting karena masukan dari orang lain dapat membantu seseorang melihat aspek dirinya yang mungkin tidak disadari. Pemimpin perlu terbuka terhadap kritik dan perspektif alternatif, bukan menjadi terlalu percaya diri dengan pengalaman atau keahliannya sendiri. Refleksi yang baik membantu pemimpin melihat situasi dari perspektif yang berbeda dan meningkatkan kesadaran dirinya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Zayyan Utami N 2511011032 -
Zayya Utami N
2511011032 S1 Manajemen

1. Pengembangan kepemimpinan dilakukan dengan belajar dari pengalaman, kemudian mengevaluasi apa yang sudah dilakukan untuk memperbaiki kemampuan kepemimpinan.

2. AOR terdiri dari Action (melakukan tindakan), Observation (mengamati hasil), dan Reflection (mengevaluasi pengalaman). Ketiganya membantu pemimpin belajar dari pengalaman.

3. Persepsi dan bias dapat membuat pemimpin melihat situasi secara tidak objektif, sedangkan mindset memengaruhi cara pemimpin menghadapi masalah.

4. Dengan mengevaluasi pengalaman, menyadari kesalahan, menerima masukan, dan memperbaiki tindakan selanjutnya.

5. Dengan mau belajar dari kesalahan, terbuka terhadap kritik dan saran, serta menganggap pengalaman sebagai kesempatan untuk berkembang.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Rani Umi'ah -
Nama: Rani Umi'ah
Npm: 2511011029

1. Bagaimana memahami proses pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman?
jawab:
Pengembangan kepemimpinan terutama dipelajari melalui pengalaman. Pengalaman menjadi berharga karena adanya tantangan, kemudian seseorang perlu memahami dan mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut untuk menjadi pemimpin yang lebih baik.

2. Jelaskan model Action–Observation–Reflection (AOR) dalam pembelajaran kepemimpinan!
jawab:
Model AOR menjelaskan bahwa pembelajaran kepemimpinan terjadi melalui tiga proses yang berulang, yaitu:
-Action: melakukan tindakan dalam suatu situasi.
-Observation: mengamati hasil dan dampak tindakan.
-Reflection: mengambil pelajaran dari pengalaman.

3. Bagaimana pengaruh persepsi, bias, dan mindset terhadap perilaku kepemimpinan?
jawab:
Persepsi memengaruhi cara pemimpin mengamati dan menafsirkan suatu situasi. Bias dapat menyebabkan distorsi dalam pengambilan keputusan, sedangkan mindset memengaruhi cara pemimpin melihat keberhasilan dan kegagalan serta tindakannya dalam memimpin.

4. Bagaimana menerapkan refleksi dan pembelajaran dari pengalaman untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan?
jawab:
Dengan menggunakan AOR, yaitu melakukan tindakan, mengamati hasilnya, lalu melakukan refleksi. Proses ini dapat diperkuat dengan After-Event Review (AER) dan double-loop learning, yaitu tidak hanya memperbaiki tindakan tetapi juga mempertanyakan asumsi dan cara berpikir yang mendasarinya.

5. Bagaimana mengembangkan pola pikir berkembang (growth mindset) dan kemampuan menerima umpan balik?
jawab:
Dengan meyakini bahwa kemampuan dapat dikembangkan melalui usaha dan pembelajaran serta memandang kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang. Selain itu, pemimpin perlu menerima umpan balik dengan lapang dada dan berani memperbaiki diri.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by F'li Syalima -
Nama: F'li Syalima
Npm: 2561011001

1. Bagaimana memahami proses pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman?
Pengembangan kepemimpinan berkembang melalui pengalaman nyata, tantangan, dan proses belajar dari kesalahan.

2. Jelaskan model Action–Observation–Reflection (AOR) dalam pembelajaran kepemimpinan!
AOR terdiri dari Action (melakukan tindakan), Observation (mengamati hasil), dan Reflection (mengambil pelajaran untuk perbaikan).

3. Bagaimana pengaruh persepsi, bias, dan mindset terhadap perilaku kepemimpinan?
Persepsi, bias, dan mindset memengaruhi cara pemimpin melihat situasi, mengambil keputusan, dan bertindak. Growth mindset membantu melihat kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar.

4. Bagaimana menerapkan refleksi dan pembelajaran dari pengalaman untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan?
Dengan mengevaluasi tindakan, memahami hasilnya, menerima masukan, dan memperbaiki tindakan di masa depan.

5. Bagaimana mengembangkan pola pikir berkembang (growth mindset) dan kemampuan menerima umpan balik?
Dengan percaya bahwa kemampuan dapat berkembang, terbuka terhadap kritik, dan menggunakan umpan balik sebagai bahan untuk memperbaiki diri.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Zaskya Khoirun 2511011071 -
‎Nama: Zaskya Khoirun Nisa
‎NPM: 2511011071

‎1. Bagaimana memahami proses pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman?
‎Kepemimpinan dapat berkembang melalui pengalaman secara langsung seperti dalam menghadapi tantangan/konflik dan mengambil keputusannya, serta membagi tugas dan proses bekerja dengan orang lain. Pengalaman tersebut akan menjadi pembelajaran yang harus disertai dengan evaluasi dan refleksi.

‎2. Jelaskan model Action–Observation–Reflection (AOR) dalam pembelajaran kepemimpinan!
‎Model AOR menjelaskan bahwa pengembangan kepemimpinan akan meningkat secara maksimal ketika pengalaman melalui siklua berulang melalui tiga fase utama, yaitu:
‎Action: melakukan tindakan kepemimpinan.
‎Observation: mengamati respons pengikut dan hasil tindakan.
‎Reflection: mengevaluasi keberhasilan, kesalahan, serta perbaikan yang diperlukan.

‎3. Bagaimana pengaruh persepsi, bias, dan mindset terhadap perilaku kepemimpinan?
‎Persepsi akan memengaruhi bagaimana cara pengikut dalam menilai perilaku pemimpin. Bias, seperti stereotip gender, dapat menyebabkan penilaian yang tidak objektif. Sedangkan Mindset akan memengaruhi perilaku.

‎4. Bagaimana menerapkan refleksi dan pembelajaran dari pengalaman untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan?
‎Melakukan review dan evaluasi dengan menanyakan apa saja yang berhasil atau tidak berhasil, bagaimana respons anggota dan apa yang harus diperbaiki. Review akan digunakan untuk memperbaiki komunikasi, pengambilan keputusan, pembagian tugas, dan cara menghadapi konflik. Setelah itu melakulan rencana pengembangan.

‎5. Bagaimana mengembangkan pola pikir berkembang (growth mindset) dan kemampuan menerima umpan balik?
‎Growth mindset dapat dikembangkan dengan menganggap kemampuan dapat dilatih, melihat kesalahan sebagai kesempatan belajar, meminta umpan balik secara spesifik, dan membuat rencana perbaikan dan menerapkannya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Efrina Ginting 2511011024 -
Nama : Efrina Rosa Lita Br Ginting
NPM : 2511011024

1. Pengembangan terjadi ketika pemimpin menghadapi tantangan nyata, mengambil keputusan, dan merasakan konsekuensinya langsung di lapangan. Pengalaman menjadi sarana belajar utama yang mengasah keterampilan dan pola pikir melalui proses pembelajaran dari tindakan tersebut.

2. Model AOR adalah siklus pembelajaran dari pengalaman yang terdiri dari tiga tahap:
- ​Action (Tindakan): Mengambil langkah atau keputusan nyata.
- ​Observation (Pengamatan): Mengamati hasil tindakan dan reaksi lingkungan sekitar.
- ​Reflection (Refleksi): Menganalisis penyebab hasil tersebut dan menarik pelajaran untuk tindakan berikutnya.

3. Pengaruh Persepsi, Bias, dan Mindset
- ​Persepsi: Memengaruhi cara pemimpin menafsirkan informasi dan situasi sebelum mengambil keputusan.
- ​Bias: Dapat mengaburkan objektivitas sehingga memicu penilaian yang tidak adil atau keputusan yang keliru.
- ​Mindset: Menentukan sikap terhadap tantangan; growth mindset mendorong inovasi, sedangkan fixed mindset memicu sikap defensif.

4. Penerapan Refleksi dari Pengalaman
- ​Jurnal Rutin: Mencatat kejadian penting dan mengevaluasi keputusan secara berkala.
- ​After Action Review (AAR): Meninjau proyek bersama tim untuk mengevaluasi perbedaan antara rencana dan hasil riil.
- ​Pertanyaan Evaluatif: Bertanya pada diri sendiri tentang hal yang sudah berjalan baik dan hal yang perlu diperbaiki.

5. Mengembangkan Growth Mindset dan Menerima Umpan Balik
​Growth Mindset:
- Menganggap kegagalan sebagai proses belajar, fokus pada pengembangan diri, dan berani keluar dari zona nyaman.
- ​Menerima Umpan Balik: Memisahkan kritik dari ego pribadi, mendengarkan tanpa sikap defensif, dan fokus pada tindakan perbaikan konkret.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Riko Putra Jaya -
Nama : Riko Putra Jaya
NPM : 2511011133

1. pengalaman kepemimpinan terjadi ketika seorang belajar dari pengalaman nyata, pengalaman tersebut akan diamati dan di refleksikan agar nenjadi pembelajaran untuk memperbaiki kemampuan memimpin

2. model AOR adalah proses belajar dari tiga tahap, yaitu Action (melakukan tindakan), Observation (mengamati hasil dan dampak tindakan), dan Reflection (mengambil pelajaran dari pengalaman)

3. persepsi memengaruhi bagaimana pemimpin memahami suatu situasi dan mengambil keputusan, Bias dapat membuat pemimpin salah menilai orang atau situasi, sedangkan pola pikir memengaruhi bagaimana pemimpin menghadapi keberhasilan, kegagalan, dan perubahan

4. pemimpin dapat menerapkannya dengan mengevaluasi tindakan setelah suatu kejadian, melihat dampaknya, menerima perspektif orang lain, lalu menentukan apa yang perlu dipertahankan atau diperbaiki. proses ini dapat dilakukan dengan metode AOR dan After Event Review (AER) atau biasa disebut "eval"

5. dengan melihat kemampuan sebagai sesuatu yang dapat dikembangkan melalui usaha dan pembelajaran, bukan sesuatu yang tetap. selain itu, seseorang perlu terbuka terhadap kritik dan umpan balik, menjadikan kegagalan sebagai bahan evaluasi, serta menggunakan masukan untuk memperbaiki diri
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Riska Rahma Dina 2511011008 -
Nama: Riska Rahma Dina
NPM: 2511011008

RESPONSI SESI 2

1. Kepemimpinan dapat berkembang melalui pengalaman karena seseorang belajar dari berbagai situasi yang dihadapi. Dari pengalaman tersebut, seseorang bisa mengetahui apa yang berhasil, apa yang salah, dan bagaimana cara memperbaikinya untuk menghadapi situasi berikutnya.

2. AOR terdiri dari tiga tahap. Action berarti melakukan suatu tindakan, Observation berarti mengamati hasil atau respons dari tindakan tersebut, dan Reflection berarti mengevaluasi pengalaman tersebut. Ketiga tahap ini membantu pemimpin belajar dari pengalaman dan memperbaiki tindakannya di masa depan.

3. Persepsi, bias, dan mindset dapat memengaruhi cara pemimpin melihat orang lain dan suatu situasi. Hal tersebut kemudian dapat memengaruhi cara pemimpin mengambil keputusan, berkomunikasi, dan memperlakukan pengikut. Karena itu, pemimpin perlu menyadari adanya bias agar dapat bertindak lebih objektif.

4. Caranya dengan mengevaluasi pengalaman yang sudah terjadi, baik keberhasilan maupun kesalahan. Setelah itu, pemimpin dapat menerima masukan, menentukan hal yang perlu diperbaiki, dan menerapkannya dalam situasi berikutnya agar kemampuan kepemimpinannya semakin berkembang.

5. Dengan menganggap kesalahan sebagai bagian dari proses belajar dan melihat tantangan sebagai kesempatan untuk berkembang. Selain itu, pemimpin perlu terbuka terhadap kritik dan umpan balik, kemudian menggunakan masukan tersebut untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kemampuannya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Asyrafil Muslim -
Asyrafil Akbar AMM
2551011021


1.Kepemimpinan bisa berkembang dari pengalaman. Tapi, bukan berarti semakin lama memimpin pasti semakin baik. Kita perlu refleksi diri atau intropeksi diri, seperti kita melihat saat kita mempimpin apa yang baik apa yang kurang dan kita memperbaik yang kurang untuk menjadi lebih baik untuk kedepannya


2.(Action)melakuan atau bertindak, (Observasi)melihat hasil atau meneliti hasil,dan (Reflection) melihat yang baik dan yang kurang dari hasil kita dan mempelajari untuk menjadi lebih baik.

3.Presepsi, bias,dan mindset menjadi cara pandang pemimpin melihat masalah, memahami masalah, mengambil keputusan,dan melakukan orang lain

4.Menerapkan refleksi dan pembelajaran dari pengalaman bisa dengan cara evaluasi diri setelah kejadian atau pengalaman yang sudah kita alami, mencatat pengalaman, minta pendapat orang lain, dan melihat kesalahan atau pola yang sering terjadi.

5.Menyadari bahwa kemampuan masih bisa terus dikembangkan melalui belajar dan pengalaman. Jangan menganggap kegagalan sebagai tanda bahwa kita tidak mampu, tetapi jadikan sebagai kesempatan untuk belajar
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Resafia Ayu 2511011080 -
Nama: Resafia Ayu Asifa
NPM: 2511011080

1. Pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman adalah proses belajar menjadi pemimpin yang lebih baik dengan cara langsung menghadapi tugas nyata dan memikirkan hasilnya serta memikirkan bagaimana perbaikan untuk kedepannya.

2. Model AOR menjelaskan bagaimana seseorang belajar dari pengalaman. Model AOR atau Action-Observation-Reflection menejelaskanbagaimana seseorang belajar dari melakukan tindakan dalam suatu situasi, mengamati hasil dan dampak dari tindakannya, dan mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut dan mempelajari bagaimana tindakan dapat diperbaiki dimasa depan.

3. Persepsi menentukan cara pemimpin menilai situasi dan karyawan. Jika persepsinya keliru, maka dapat menimbulkan kesalahpahaman. Sedangkan bias dapat memicu ketidakadilan seperti pemimpin yang subjektif, pilih kasih, dan hanya mau mendengar informasi yang mendukung opininya. Mindset dapat menentukan budaya kerja. Fixed mindset membuat pemimpin takut perubahan dan menyalahkan tim. Sedangkan, Growth mindset membuat pemimpin fokus pada pembelajaran, inovasi, dan pengembangan tim.

4. Untuk menerapkan refleksi dan pembelajaran dari pengalaman secara efektif, dapat digunakan metode dan pendekatan pelaksanan 70:20:10 di mana 70% kemampuan kepemimpinan diperoleh dari pengalaman langsung, 20% dari interaksi sosial, dan 10% dari pembelajaran formal.

5. Mengembangkan gowth mindset dan kemampuan menerima umpan balik dapat dicapai dengan mengubah sudut pandang terhadap kegagalan dan kritik sebagai sarana belajar, bukan serangan personal. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah dengan membiasakan diri mendengarkan masukan tanpa defensif, aktif mencari umpan balik spesifik dari tim, serta fokus pada proses perbaikan tindakan secara konsisten.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Daffa Fernanda Fernanda -
Nama: Daffa Fernanda
NPM: 2551011047
1. Ditempa melalui tantangan dan tindakan nyata di dunia nyata, bukan sekadar teori. Pengalaman menguji kecerdasan emosional, pengambilan keputusan, dan ketahanan mental seorang pemimpin.
2. Action: Tindakan nyata dalam situasi kepemimpinan.
Observation: Pengamatan terhadap hasil dan reaksi lingkungan sekitar.
Reflection: Evaluasi mendalam untuk memahami alasan di balik hasil tersebut guna pembelajaran masa depan.
3. Persepsi: Memengaruhi cara pemimpin menilai situasi dan kebutuhan tim.
Bias: Menyebabkan ketidakobjektifan dalam mengambil keputusan (seperti confirmation bias).
4. -Menyisihkan waktu rutin untuk evaluasi diri. -Menulis jurnal kepemimpinan untuk melacakpola perilaku dan keputusan.
-Mengajukan pertanyaan reflektif secara berkala terkait keberhasilan dan kesalahan.
- Secara aktif mencari umpan balik dari tim atau atasan.
5. -Memandang kegagalan sebagai data pembelajaran, bukan kelemahan permanen.
-Melihat keterampilan kepemimpinan sebagai kapasitas yang bisa terus diasah.
-Menerima kritik secara objektif tanpa bersikap defensif.
- Meminta umpan balik yang spesifik dan terarah untuk perbaikan nyata.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by jihan nasywa hanifah2511011030 -
Nama : Jihan Nasywa Hanifah
NPM : 2511011030

1. Bagaimana memahami proses pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman?

Pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman adalah proses belajar dari pengalaman nyata ketika menjalankan tugas dan menghadapi berbagai situasi. Seorang pemimpin dapat belajar dari keberhasilan maupun kegagalan, kemudian mengevaluasi apa yang telah dilakukan dan memperbaikinya. Dengan begitu, pengalaman dapat membantu meningkatkan kemampuan kepemimpinan.

2. Jelaskan model Action–Observation–Reflection (AOR) dalam pembelajaran kepemimpinan!

Model Action–Observation–Reflection (AOR) menjelaskan bahwa kepemimpinan dapat dipelajari melalui tiga tahap:
Action (Tindakan): melakukan tindakan atau mengambil keputusan dalam suatu situasi.
Observation (Pengamatan): melihat hasil dari tindakan dan bagaimana orang lain meresponsnya.
Reflection (Refleksi): memikirkan kembali apa yang terjadi, apa yang sudah berhasil atau belum, dan apa yang perlu diperbaiki.

Hasil refleksi tersebut dapat digunakan sebagai pembelajaran untuk melakukan tindakan yang lebih baik di situasi berikutnya.

3. Bagaimana pengaruh persepsi, bias, dan mindset terhadap perilaku kepemimpinan?

Persepsi, bias, dan mindset dapat memengaruhi cara pemimpin melihat suatu situasi, menilai orang lain, dan mengambil keputusan. Persepsi dapat membuat pemimpin memahami suatu keadaan dengan cara yang berbeda, bias dapat membuat penilaian menjadi kurang objektif, sedangkan mindset memengaruhi cara pemimpin menghadapi kemampuan, tantangan, dan perubahan. Oleh karena itu, pemimpin perlu menyadari bias yang dimiliki dan memiliki pola pikir yang terbuka agar dapat mengambil keputusan dengan lebih tepat.

4. Bagaimana menerapkan refleksi dan pembelajaran dari pengalaman untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan?

Refleksi dapat dilakukan dengan mengevaluasi pengalaman setelah menyelesaikan tugas atau menghadapi masalah. Pemimpin dapat melihat apa yang sudah dilakukan dengan baik, apa yang belum berhasil, mengapa hal tersebut terjadi, dan apa yang perlu dilakukan secara berbeda. Hasil evaluasi tersebut kemudian diterapkan pada situasi berikutnya agar pengalaman dapat menjadi pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan.

5. Bagaimana mengembangkan pola pikir berkembang (growth mindset) dan kemampuan menerima umpan balik?

Growth mindset dapat dikembangkan dengan memahami bahwa kemampuan seseorang masih dapat berkembang melalui usaha, belajar, pengalaman, dan perbaikan. Pemimpin perlu melihat kesalahan dan tantangan sebagai kesempatan untuk belajar. Pemimpin harus terbuka terhadap umpan balik, mendengarkan masukan dengan baik, mengevaluasinya, dan menggunakannya untuk memperbaiki diri. Dengan begitu, pemimpin dapat terus belajar dan mengembangkan kemampuannya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Hafizd Adi Rosyid -
Nama : Hafizd Adi Rosyid
NPM : 2511011061

1. Pengembangan seorang pemimpin sebenarnya lebih berfokus pada bagaimana individu bisa terus menjadi lebih baik, dan ini paling banyak dibentuk dari pengalaman langsung di lapangan. Pengalaman ini bernilai tinggi karena memberikan tantangan dan pelajaran yang berbeda beda, terutama lewat tugas sehari-hari atau proyek khusus. Namun, sekadar mengalami saja tidak cukup, kita harus aktif menerapkan pengalaman tersebut sebagai bagian dari proses belajar seumur hidup.

2. - Action, Praktik langsung saat menghadapi suatu situasi, dengan fokus pada "Apa yang kita lakukan?".
- Observation, Melihat hasil dan dampaknya terhadap orang lain, atau menelaah "Apa yang terjadi?".
- Reflection, Mengambil pelajaran dari kejadian tersebut dengan menanyakan ulang bagaimana pandangan dan perasaan kita mengenai pengalaman itu sekarang.

3. Persepsi sangat memengaruhi seluruh siklus AOR tadi dan menentukan pelajaran apa yang sebenarnya kita ambil. Saat melakukan observasi, kita sering kali menyeleksi informasi berdasarkan perasaan atau harapan kita saja, sehingga rentan memunculkan bias dan distorsi saat mengambil keputusan. Saat masuk ke tahap refleksi, bias ini juga bisa membuat kita salah menilai (seperti terjebak kesalahan atribusi fundamental atau sikap mementingkan diri sendiri). Ujung-ujungnya, persepsi yang bias ini akan langsung memengaruhi tindakan kita, misalnya jadi lebih mudah menghukum bawahan, dll.

4. Agar kemampuan memimpin semakin matang, refleksi ini harus benar-benar dipraktikkan. Caranya antara lain:
- Membiasakan siklus AOR tadi secara aktif di setiap situasi kepemimpinan.
- Melakukan After Event Review (AER), yaitu evaluasi atau tinjauan kembali secara spesifik setelah sebuah kejadian atau event selesai.
- Berani menerapkan Double Loop Learning. Artinya, kita tidak hanya mengubah tindakan sekadar agar target tercapai, tapi berani mempertanyakan asumsi, nilai, dan cara pikir yang selama ini mendasari tindakan tersebut agar bisa menemukan solusi yang lebih efektif.
- Menyadari keyakinan. Refleksi membantu kita sadar gaya kepemimpinan seperti apa yang menempel di alam bawah sadar kita (misalnya arketipe Guru, Ayah, Pejuang, atau Revolusioner) dan bagaimana hal itu secara tidak sadar memengaruhi gaya kita memimpin orang lain.

5. Untuk bisa membangun growth mindset itu sendiri, kita harus mengubah cara pandang bahwa kemampuan dan kecerdasan itu tidak tetap, melainkan bisa terus dikembangkan lewat usaha dan belajar. Kegagalan jangan lagi dilihat sebagai kelemahan, melainkan kesempatan mutlak untuk evaluasi. Terkait umpan balik, seorang pemimpin harus melatih dirinya untuk terbuka terhadap berbagai perspektif, menerima masukan dengan lapang dada, dan punya keberanian sungguhan untuk memperbaiki diri. Hal hal inilah yang pada akhirnya membentuk seseorang menjadi pemimpin yang adaptif dan memberikan dampak nyata bagi timnya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Dheyamantha Mutiara Jean -
NAMA : Dheyamantha Mutiara Jean
NPM : 2511011005
1. Pengembangan kepemimpinan bisa dipahami sebagai proses belajar dari pengalaman dan tantangan yang kita hadapi. Dari pengalaman tersebut, kita belajar bagaimana mengambil keputusan, menghadapi masalah, dan bekerja dengan orang lain. Tetapi, pengalaman saja belum cukup. Kita juga perlu mengevaluasi apa yang terjadi dan mengambil pelajaran agar ke depannya bisa menjadi pemimpin yang lebih baik.

2. Model AOR menjelaskan bahwa kita bisa belajar menjadi pemimpin melalui tiga tahap.
- Action berarti kita melakukan suatu tindakan.
- ⁠ Observation yaitu melihat hasil atau dampak dari tindakan tersebut.
- Reflection, yaitu memikirkan kembali apa yang sudah terjadi dan apa yang bisa diperbaiki.
Ketiga tahap ini terus berulang dari satu pengalaman ke pengalaman berikutnya.

1. Cara seorang pemimpin melihat dan memahami suatu situasi dapat memengaruhi tindakannya. Persepsi bisa dipengaruhi oleh perasaan, pengalaman, atau harapan, sehingga terkadang muncul bias dan membuat kita salah menilai suatu keadaan. Selain itu, mindset juga berpengaruh. Pemimpin dengan growth mindset akan melihat kegagalan bukan sebagai tanda bahwa dirinya tidak mampu, tetapi sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang.

2. Caranya adalah dengan meluangkan waktu untuk mengevaluasi pengalaman yang sudah kita lalui. Kita bisa melihat kembali tindakan yang dilakukan, hasilnya, apa yang sudah berjalan baik, dan apa yang perlu diperbaiki. Hal ini bisa dilakukan melalui AOR dan After-Event Review (AER). Selain itu, kita juga perlu berani mempertanyakan cara berpikir atau asumsi yang mungkin selama ini kita anggap benar melalui double-loop learning.

3. Growth mindset dapat dikembangkan dengan menyadari bahwa kemampuan kita masih bisa terus berkembang melalui usaha dan pembelajaran. Jadi, ketika mendapat kegagalan atau kritik, kita tidak langsung menganggapnya sebagai kekurangan, tetapi menjadikannya bahan untuk memperbaiki diri. Kita juga perlu terbuka terhadap feedback, coaching, dan mentoring, karena masukan dari orang lain dapat membantu kita mengetahui kekurangan dan berkembang menjadi pemimpin yang lebih baik.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Mahesa Jenar Rudiasyah -
Nama:Mahesa Jenar Rudiasyah
NPM:2511011069

1.Pengembangan kepemimpinan pada dasarnya terjadi melalui pengalaman nyata di lapangan, terutama saat menghadapi tantangan berat, krisis, atau kegagalan. Namun, pengalaman saja tidak cukup. Manfaatnya baru terasa ketika kita secara aktif menjadikan pelajaran dari setiap kejadian yang dialami.

2.Action adalah melakukan tindakan.Observation adalah mengamati dan meneliti.Reflection adalah melakukan evaluasi.

3.Persepsi yang keliru bisa memicu gaya kepemimpinan yang tidak tepat, misalnya terlalu mengawasi atau terlalu cuek. Bias kognitif, seperti hanya mencari data yang mendukung pendapat sendiri, dapat mengaburkan objektivitas. Sementara itu, pola pikir yang kaku akan membuat Anda cenderung menghindari risiko dan sulit beradaptasi.

4.Cara menerapkan refleksi secara efektif
Anda bisa menerapkan metode sederhana seperti After Action Review dengan menanyakan empat hal: apa yang diharapkan, apa kenyataannya, mengapa ada kesenjangan, dan apa yang akan diperbaiki. Catat hasil refleksi secara rutin, lalu mintalah umpan balik langsung dari rekan atau bawahan secara berkala. Setelah itu, susun rencana perbaikan yang konkret dan terapkan pada kesempatan berikutnya.

5.Mengembangkan growth mindset dan keterbukaan terhadap umpan balik
Untuk membangun pola pikir berkembang, biasakan mengubah kalimat "saya gagal" menjadi "saya belum berhasil" dan hargai proses belajar, bukan hanya hasil akhir. Dalam menerima kritik, cobalah pisahkan antara identitas diri dan perilaku yang dikritik. Saat mendengar masukan, tahan keinginan untuk membela diri, dengarkan sampai selesai, lalu tanyakan contoh konkretnya.

In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Gita Carcella 2511011043 -
Nama: Gita Carcella Fourdiana Putri
NPM: 2511011043

Jawaban responsi
1. Menurut saya, kepemimpinan bisa berkembang dari pengalaman yang kita jalani. Pengalaman seperti organisasi ataupun kerja kelompok, dari pengalaman itu kita bisa belajar mengambil keputusan, menghadapi masalah, dan memahami karakter orang lain.

2. AOR (Action-Observation-Reflection) itu didefinisikan sebagai proses belajar dari pengalaman. Action berarti melakukan sesuatu, Observation berarti melihat hasilnya, dan Reflection berarti mengevaluasi apa yang sudah dilakukan. Jadi, kita tidak hanya mengalami sesuatu, tapi juga belajar dari pengalaman tersebut.

3. Ketiganya dapat memengaruhi cara pemimpin melihat situasi dan mengambil keputusan. Kalau pemimpin punya persepsi atau bias tertentu, keputusan yang diambil bisa menjadi kurang objektif. Karena itu, pemimpin perlu terbuka dan mau melihat dari berbagai sudut pandang.

4. Setelah melakukan sesuatu, kita bisa mengevaluasi apa yang sudah baik dan apa yang masih kurang. Dari situ kita tahu apa yang harus diperbaiki ketika menghadapi situasi yang sama di kemudian hari.

5. Menurut saya, caranya dengan menganggap kesalahan dan kritik sebagai bagian dari proses belajar. Jadi, jangan langsung merasa gagal ketika mendapat kritik, tapi jadikan masukan tersebut sebagai bahan untuk memperbaiki diri.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Alya Angelica Arista 2511011006 -
Alya Angelica Arista 
2511011006

1. Bagaimana memahami proses pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman?
Dengan cara ketika kita menerima suatu kritik dari anggota maka jadikan hal itu sebagai bahan evaluasi bukan bahan ketidakterimaan atas kritik tersebut, dari kritik tersebut maka seseorang dapat mengasah skill kepemimpinan tersebut untuk menjadi pemimpin yang lebih baik kedepannya.


2. Jelaskan model Action–Observation–Reflection (AOR) dalam pembelajaran kepemimpinan!
Model AOR ini sangat membantu seseorang dalam belajar dari suatu pengalaman seperti Action yang berarti melakukan tindakan dalam suatu situasi, Observation yang berarti mengamati hasil dan dampak tindakan apakah action yang kita lakukan sudah sesuai atau belum,lalu ada reflection yang berarti mengambil pelajaran dari pengalaman.


3. Bagaimana pengaruh persepsi, bias, dan mindset terhadap perilaku kepemimpinan?
Persepsi yang bias, bias kognitif, dan mindset sangat mempengaruhi keputusan pemimpin. Pemimpin dengan fixed mindset biasanya menghindari tantangan dan sulit berkembang sementara pemimpin dengan growth mindset terus berinovasi dan adaptif. Kombinasi ketiganya menentukan fleksibilitas dan efektivitas kepemimpinan.
4. Bagaimana menerapkan refleksi dan pembelajaran dari pengalaman untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan?
Dengan mengalisis terlebih dahulu apa yang perlu ditingkatkan,bagaimana caranya dan mengapa saya harus meningkatkan kemampuan kepemimpinan dengan hal itu maka seseorang dapat meningkatkan kepemimpinan.

5. Bagaimana mengembangkan pola pikir berkembang (growth mindset) dan kemampuan menerima umpan balik?
Dengan cara berkata belum jika saat mencari atau mempresentasikan suatu data belum lengkap. Dan untuk menerima feedback, pemimpin perlu pause sebelum bereaksi menganggapnya sebagai ilmu dan secara proaktif memintanya. Keterbukaan ini menciptakan psychological safety di dalam tim.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Tazkiatul Fuadah 2511011038 -
Nama : Tazkiatul Fuadah
NPM : 2511011038
1. Pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman dilakukan dengan mengambil pelajaran dari tiap pengalaman, dari keberhasilan atau kesalahab lalu menggunakannya untuk menjadi pemimpin yang lebih baik.
2. Model AOR terdiri dari Action (tindakan ) Observation ( mengamati ) dan reflection ( memikirkan apa yg akan terjadi dan mengambil pelajaran ). Ketiga tahap ini membantu pemimpin belajar dari pengalamannya.
3. Persepsi, bias, dan mindset dapat memengaruhi cara pemimpin melihat situasi, mengambil keputusan dan memperlakukan org lain. Jika tidak disadari, hal tersebut dapat menyebabkan keputusan yang kurang tepat.
4. Refleksi dapat dilakukan dengan mengevaluasi apa yg sudah dilakukan melihat kesalahan atau keberhasilan lalu menentukan apa yg harus diperbaiki untuk pengalaman berikutnya.
5. Growth mindset dapat dikembangkan dengan menganggap kemampuan itu masih bisa berkembang, tidak takut menghadapi kesalahan, dan mau menerima umpan balik sebagai bahan untuk belajar dan memperbaiki diri.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Dimas Prasetyo -
Nama: Dimas Prasetyo 
NPM: 2511011076
1. Pengembangan kepemimpinan dapat dipahami sebagai proses belajar dari pengalaman ketika ia menghadapi tantangan, belajar dari kesalahan, dan mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut.
2. AOR terdiri dari tiga tahap, yaitu Action melakukan tindakan, Observation mengamati hasilnya, dan Reflection mengevaluasi serta mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut. Ketiganya dilakukan secara berulang agar kemampuan kepemimpinan terus berkembang
3. Persepsi dan bias dapat memengaruhi cara pemimpin melihat suatu masalah dan mengambil keputusan. Sementara mindset menentukan bagaimana pemimpin menghadapi keberhasilan maupun kegagalan
4. Caranya dengan mengevaluasi tindakan yang sudah dilakukan, melihat dampaknya, menerima masukan, lalu mencari cara agar kesalahan yang sama tidak terulang
5. Dengan melihat kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar, bukan sebagai tanda bahwa kita tidak mampu. Selain itu, kita perlu terbuka terhadap kritik dan menggunakan umpan balik sebagai bahan untuk memperbaiki diri
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by M Abdi Sanjaya 2511011042 -
Nama= M Abdi Sanjaya
Npm= 2511011042
1. Belajar dari Pengalaman
Kepemimpinan terbaik diasah melalui praktik langsung. Menghadapi masalah nyata akan membentuk insting, mental, dan kemampuan adaptasi yang tidak didapatkan dari teori.
2. Model AOR
Sebuah siklus evaluasi berkelanjutan:
Action: Mengambil tindakan/keputusan.
Observation: Mengamati dampak dari tindakan tersebut.
Reflection: Mengevaluasi hasilnya untuk mencari strategi yang lebih baik ke depannya.
3. Persepsi, Bias, dan Mindset
Ketiganya adalah filter mental dalam bertindak. Persepsi memengaruhi cara menilai situasi, bias kognitif memicu keputusan yang tidak adil, dan mindset menentukan apakah masalah direspons sebagai ancaman atau peluang.
4. Menerapkan Refleksi
Biasakan mengevaluasi setiap hasil kerja dengan bertanya: "Apa yang berhasil? Apa yang gagal? Apa yang harus diperbaiki?" Ini mengubah setiap kesalahan menjadi taktik kepemimpinan baru.
5. Growth Mindset & Umpan Balik
Yakini bahwa kemampuan memimpin adalah keterampilan yang bisa terus dilatih, bukan bakat bawaan. Terimalah kritik secara objektif dan tanpa defensif sebagai data penting untuk perbaikan diri.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Risa Dilasari -
Nama : Risa Dilasari
NPM : 2511011134

1. pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman berarti belajar dari situasi yg kita hadapi saat memimpin atau bekerja dalam tim. dari situ kita bisa mengetahui apa yang sudah baik & apa yg masih perlu diperbaiki. semakin banyak pengalaman & pembelajaran yang didapat, kemampuan kepemimpinan juga dapat berkembang

2. AOR (Action, Observation, Reflection), action berarti ketika seseorang melakukan suatu tindakan/menghadapi situasi tertentu, observation berarti melihat hasil/dampak dari tindakan tersebut, reflection berarti mengevaluasi pengalaman tersebut atau mengambil pelajaran dr pengalaman. 3 ini dilakukan berulang sehingga seseorang bisa belajar dari pengalamannya

3. persepsi, bias, & mindset mempengaruhi cara pemimpin melihat situasi & mengambil keputusan. persepsi yg berbeda membuat seseorang menilai masalah dengan cara yg berbeda pula, bias juga membuat pemimpin mengambil keputusan kurang objektif/rancu, sedangkan mindset membuat pemimpin lebih mudah menerima kritik & masukan dari orang lain

4. menerapkan refleksi dengan melakukan evaluasi setelah kegiatan/tanggung jawab utk melihat apa yang sudah berjalan dengan baik, apa yang menjadi kendala, & bagaimana cara memperbaikinya, meminta feedback dari orang lain membantu melihat kekurangan yang mungkin tidak di sadari

5. growth mindset dapat dikembangkan dengan melihat kesalahan sebagai proses belajar bkn kegagalan, perlu jg terbuka pada kritik & feedback lalu menggunakannya sebagai bahan evaluasi
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Taufiqah Laila 2511011082 -
Taufiqah Laila Nurul Fadhilah
2511011082

1. Pengembangan kepemimpinan tidak hanya melalui pelatihan skills, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang telah dilakukan dalam bertindak dengan melakukan refleksi serta mengambil pelajaran dari tindakan yang telah dilakukan.

2 Action, mengambil inisiatif untuk memimpin dan mengambil keputusan. Observation, mengamati tindakan yang dilakukan seperti hasil kinerja, tanggapan atau pandangan tim, serta keberhasilan atau capaian dalam melakukan tindakan. Reflection, menganalisis dan mengevaluasi dari hasil observation untuk dijadikan poin-poin penting dalam mengembangkan diri untuk memimpin.

3. Persepsi, bias, dan mindset sangat memberikan pengaruh terhadap kepemimpinan seseorang. Persepsi, memengaruhu cara pemimpin bertindak dalam memberikan informasi dengan aktual dan presisi. Bias, mengarahkan keputusan menjadi tidak objektif bahkan tidak adil. Mindset, menentukan cara bertindak seseorang dalam memimpin yang adaptif terhadap tantangan dan perubahan. Sehingga, dari ketiga tersebut akan memengaruhi dan menentukan prinsip seseorang pemimpin yang tidak hanya melibatkan rasional tetapi juga emosionalnya.

4. Dapat diterapkan dengan cara melatih kebiasaan evaluasi diri secara berkala dari hasil tindakan yang dilakukan, mencatat hasil kerja beserta dampaknya, dan mengevaluasi kegagalan untuk diubah menjadi strategi perbaikan dalam meningkatkan kualitas dalam memimpin.

5. Dalam mengembangkan growth mindset, seseorang harus open-minded terlebih dahulu, seperti menganggap tantangan dan kegagalan sebagai peluang untuk belajar, bukan batasan kemampuan. Di samping itu, mendengarkan umpan balik dari berbagai sudut pandang tanpa bersikap defensif, memilah yang konstruktif, dan merancang langkah nyata untuk memperbaiki diri.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Hana Aliya Sofyana 2511011121 -
Hana Aliya Sofyana
2511011121

1. Memahami Proses Pengembangan Kepemimpinan lewat Pengalaman
Kepemimpinan paling pas dipelajari langsung dari pengalaman nyata di lapangan, bukan sekadar teori. Prosesnya berlangsung seumur hidup, terutama lewat tantangan atau tugas berat yang bikin kita mengasah persepsi, refleksi, dan keterampilan memimpin secara bertahap.

2. Model Action-Observation-Reflection (AOR)
Model ini jelasin cara kita belajar dari pengalaman lewat 3 tahap berulang:
-Action: Mengambil tindakan atau keputusan di situasi tertentu.
-Observation: Mengamati hasil aksi dan dampaknya ke orang lain.
Reflection: Mengevaluasi perasaan dan memetik pelajaran buat ke depannya.

3. Pengaruh Persepsi, Bias, dan Mindset
Persepsi nentuin cara kita memproses siklus AOR:
-Persepsi & Observasi: Pengamatan bersifat selektif, jadi rawan kena bias atau distorsi keputusan.
-Persepsi & Refleksi:Sering memicu bias atribusi (self-serving bias atau menyalahkan keadaan/orang lain).
-Persepsi & Tindakan:Bisa bikin pemimpin gegabah atau asal menghukum anggota.
Mindset: Fixed mindset bikin takut gagal, sedangkan growth mindset melihat kegagalan sebagai sarana belajar.

4. Menerapkan Refleksi dari Pengalaman
-Rutin bikin After-Event Review (AER) setelah agenda/kejadian selesai.
-Pakai double-loop learning: jangan cuma perbaiki tindakan, tapi pertanyakan juga pola pikir dan asumsi dasar kita.
- Pahami arketipe diri (apakah tipe Mentor, Pejuang, Hakiki/Ayah, atau Revolusioner).

5. Mengembangkan Growth Mindset & Menerima Feedback
-Ubah sudut pandang: kegagalan itu proses berkembang, bukan tanda kita nggak mampu.
-Proaktif minta umpan balik dari teman sejawat (peer feedback) atau mentor.
-Tanamkan keyakinan kalau kepemimpinan itu keterampilan yang diuji dan diasah terus, bukan bakat mati.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by I Komang Chandra Arkino Wibawa 2511011135 -
I Komang Chandra Arkino Wibawa
2511011135

1.Menurut saya seorang berkembang dari pengalaman karena seseorang bisa belajar dari apa yang sudah dilakukan, kita bisa menilai apa yang benar dan apa yang salah dari penilaian yang kita lakukan di masa lalu sehingga bisa berkembang lebih baik

2.AOR adalah proses belajar dari pengalaman melalui tiga tahap: melakukan tindakan, melihat hasilnya, lalu melakukan refleksi untuk mengetahui apa yang perlu diperbai

3.Persepsi, bias, dan mindset memengaruhi cara pemimpin melihat situasi dan orang lain. Jika tidak disadari, hal tersebut bisa membuat keputusan menjadi kurang objektif.

4.Refleksi dilakukan dengan melihat kembali pengalaman, mengetahui apa yang sudah baik dan apa yang salah, lalu menjadikannya pembelajaran untuk memperbaiki diri ke depannya.

5.Growth mindset dapat dikembangkan dengan menganggap kesalahan sebagai proses belajar. Selain itu, pemimpin harus terbuka terhadap kritik dan menerima umpan balik sebagai masukan untuk berkembang.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Eka Vrakas Shetia -
1. cara memahami proses pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman dengan cara mengevaluasi permasalahan yang pernah dilalui entah berhasil maupun kegagalan, apa yang menyebabkan keberhasilan pada masalalu untuk diterapkan lagi pada problem atau masalah di masa depan atau mencari penyebab permasalahan yang menyebabkan kegagalan dalam mengatasi suatu masalah dalam organisasi
2. Metode AOR atau Action Observation Reflection, Action (Tindakan) adalah sikap pemimpin mengambil langkah atau keputusan konkret dalam suatu situasi, Observation adalah sikap pemimpin mengamati dampak dari keputusan yang di ambil, dan Reflection adalah sikap pemimpin menganalisis mengapa hasil tersebut dapat terjadi atau dicapai
3. Persepsi adalah sikap pemimpin menentukan bagaimana seorang pemimpin memandang informasi dan situasi, Bias adalah keterbatasan atau pemikiran subjektif yang dapat mengganggu pengambilan keputusan, membuat pemimpin tidak adil, atau salah menilai potensi anggota tim, dan Mindset adalah Pola pikir pemimpin membentuk perilakunya. Pemimpin dengan growth mindset cenderung memandang masalah sebagai tantangan belajar, sedangkan yang ber- fixed mindset memandang masalah sebagai ancaman atau kegagalan.
4. pemimpin rutin mengevaluasi keputusan dan tindakan misalnya melalui jurnal kepemimpinan atau sesi evaluasi mingguan, kemudian menerapkan strategi yang telah di evaluasi pada situasi serupa berikutnya
5. cara mengembangkan growth mindset bisa dipelajari dan dilatih, memandang kegagalan sebagai umpan balik dan berani keluar dari zona nyaman. lalu cara menerima feedback hindari bersikap defensif dan bias terhadap diri sendiri lalu introspeksi diri sendiri
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Farrel putra fadhila -
Nama: Farrel Putra Fadhila
NPM:2511011157

1. Bagaimana memahami proses pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman?
Menurut saya, kepemimpinan bisa berkembang melalui pengalaman karena seorang pemimpin akan belajar dari situasi yang benar-benar dihadapi. Dengan sering memimpin, mengambil keputusan, menyelesaikan masalah, dan berinteraksi dengan orang lain, kita bisa mengetahui kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Dari pengalaman tersebut, kita dapat belajar agar menjadi pemimpin yang lebih baik.

2. Jelaskan model Action–Observation–Reflection (AOR) dalam pembelajaran kepemimpinan!
model AOR adalah proses belajar kepemimpinan melalui tindakan, pengamatan, dan refleksi. Pertama, kita melakukan suatu tindakan sebagai pemimpin. Kemudian kita melihat bagaimana hasil dan respons orang lain terhadap tindakan tersebut. Setelah itu, kita melakukan refleksi untuk mengetahui apa yang sudah baik dan apa yang perlu diperbaiki. Proses ini dilakukan terus-menerus agar kemampuan kepemimpinan semakin berkembang.

3. Bagaimana pengaruh persepsi, bias, dan mindset terhadap perilaku kepemimpinan?
Menurut saya, persepsi, bias, dan mindset sangat memengaruhi cara seorang pemimpin bersikap dan mengambil keputusan. Persepsi yang berbeda dapat membuat pemimpin melihat suatu masalah dengan cara yang berbeda. Bias juga bisa membuat pemimpin menjadi kurang objektif dalam menilai seseorang. Sedangkan mindset memengaruhi cara kita menghadapi masalah dan perubahan. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus berusaha berpikir terbuka dan tidak mudah mengambil keputusan berdasarkan asumsi pribadi.

4. Bagaimana menerapkan refleksi dan pembelajaran dari pengalaman untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan?
Menurut saya, caranya adalah dengan mengevaluasi diri setelah melakukan suatu kegiatan atau mengambil keputusan. Kita bisa bertanya kepada diri sendiri, apa yang sudah berhasil, apa yang menjadi kesalahan, dan apa yang harus diperbaiki. Dari evaluasi tersebut, kita bisa belajar dari kesalahan dan tidak mengulanginya di masa depan. Dengan begitu, setiap pengalaman dapat menjadi pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan memimpin.

5. Bagaimana mengembangkan pola pikir berkembang (growth mindset) dan kemampuan menerima umpan balik?
Menurut saya, growth mindset dapat dikembangkan dengan menyadari bahwa kemampuan seseorang masih bisa terus berkembang. Kita tidak boleh menganggap kesalahan sebagai sesuatu yang memalukan, tetapi sebagai kesempatan untuk belajar. Selain itu, kita harus terbuka terhadap kritik dan saran dari orang lain. Dengan menerima umpan balik tanpa langsung merasa tersinggung, kita bisa mengetahui kekurangan diri dan memperbaikinya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Indi Aulia Davira -
Nama : Indi Aulia Davira
Npm : 2551011046
1.Pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman
Kepemimpinan berkembang melalui pengalaman nyata, seperti menghadapi masalah, mengambil keputusan, dan belajar dari keberhasilan maupun kesalahan.
2.Model Action–Observation–Reflection (AOR)
AOR terdiri dari Action (melakukan tindakan), Observation (mengamati hasil dan dampaknya), dan Reflection(mengevaluasi pengalaman untuk pembelajaran dan perbaikan).
3.Pengaruh persepsi, bias, dan mindset
Persepsi dan bias dapat memengaruhi cara pemimpin menilai situasi dan mengambil keputusan. Mindset juga menentukan bagaimana pemimpin menghadapi tantangan dan perubahan.
4.Refleksi dan pembelajaran dari pengalaman
Pemimpin dapat meningkatkan kemampuan dengan mengevaluasi pengalaman, mengenali kesalahan, memahami penyebabnya, lalu menerapkan perbaikan pada situasi berikutnya.
5.Growth mindset dan menerima umpan balik
Growth mindset dikembangkan dengan melihat tantangan sebagai kesempatan belajar, tidak takut gagal, dan terbuka terhadap kritik. Umpan balik digunakan sebagai bahan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kemampuan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by aliifah husnul khotimah -
Nama; Aliifah Husnul Khotimah
NPM; 2511011114

1. Cara memahami proses pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman adalah menghadapi tantangan yang berada dalam suatu acara (problem solving), setelah menghadapsi proses eksperemintasi tersebut pastinya diakhir akan melaksanakan evaluasi tentang apa saja kekurangan kita dalam memimpin.

2. -action: melakukan tindakan terhadap apa yang dilakukan oleh pemimpin seperti apa saja keputusan yang diambil, intruksi yang diberikan, atau respons terhdapat situasi
-Observation: mengamati hasil dari tindakan tersebut, reaksi anggota tim, serta dinamika lingkungan sekitar
-Reflection: Memikirkan secara mendalam mengapa hasil tersebut terjadu, apa arti pengamatan tersebut, dan bagaimana sudut pandang atau pemikiran pemimpin memengaruhi tindakan tadi

3. Persepsi ini menentukan bagaimana seorang pemimpin menjelaskan situasi ataupun mengayomi anggotanya. Bias ini dapat mengarahkan pemimpin pada keputusan yang tidak objektif, diskriminatif, atau menilai kapasitas anggota dengan keliru. Mindset seorang pemimpin yang menggunakan growth mindset ini cenderung melihat tantangan sebagai peluang belajar, sementara fixed mindset cenderung menghindari risiko dan defensif terhdap kegagalan.

4. Cara menerapkan keduanya adalah dengan mengubah pola pikir kita sendiri, ketika kita melakukan kesalahan kita harus melihatnya sebagai umpan balik bukan sebagai kesalahan, setelah itu kita juga harus melakukan after action review yaitu secara rutin bertanya kepada diri sendiri/tim tentang kinerja kita.

5. Cara mengembangkan growth mindset adalah fokus pada usaha dan proses, lalu menganggap tantangan sebagai sarana melatih kapasitas diri.Sedangkan untuk feedback, kita harus mendengarkan dengan baik apa feedback yang kita dapatkan dari teman kita, lalu tak lupa proaktif terhadap feedback yang diberikan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Shanasya Salsabila 2511011041 -
Shanasya Salsabila Andrika
2511011041

1. Menurut saya, kemampuan memimpin bisa berkembang dari pengalaman yang kita jalani. Misalnya saat ikut organisasi atau bekerja dalam kelompok, kita belajar mengambil keputusan, bekerja sama, dan menghadapi masalah. Dari pengalaman tersebut kita juga bisa belajar dari kesalahan.

2. AOR adalah proses belajar dari pengalaman yang terdiri dari tiga tahap, yaitu melakukan tindakan, mengamati hasilnya, lalu melakukan refleksi. Dengan begitu, kita bisa mengetahui apa yang sudah baik dan apa yang perlu diperbaiki.

3. Persepsi dan mindset dapat memengaruhi cara seorang pemimpin melihat masalah dan mengambil keputusan. Bias juga bisa membuat seseorang menilai orang lain secara kurang objektif. Karena itu, pemimpin perlu berpikir terbuka dan melihat masalah dari berbagai sudut pandang.

4. Refleksi dapat dilakukan dengan mengevaluasi kegiatan atau masalah yang sudah dihadapi. Kita bisa melihat apa yang berhasil dan apa yang masih kurang, kemudian menjadikannya sebagai pembelajaran untuk ke depannya.

5. Growth mindset dapat dikembangkan dengan menganggap kesalahan dan kegagalan sebagai bagian dari proses belajar. Kita juga perlu terbuka terhadap kritik dan saran agar bisa mengetahui kekurangan dan terus memperbaiki diri.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Jihan Awanis 2511011014 -
Nama: Jihan Awanis
NPM: 2511011014

1. Pengembangan kepemimpinan dapat dipahami sebagai proses belajar yang banyak terjadi melalui pengalaman nyata. Pengalaman menjadi penting karena memberikan tantangan yang membuat seseorang belajar mengambil keputusan, menghadapi masalah, dan memahami dampak dari tindakannya. Namun, pengalaman saja tidak otomatis membuat seseorang menjadi pemimpin yang lebih baik. Seseorang perlu aktif memahami dan mengambil pelajaran dari setiap pengalaman yang dihadapi.

2. Model AOR (Action, Observation, Reflection) menjelaskan bahwa seseorang belajar dari pengalaman melalui tiga proses yang berlangsung secara berulang. Action berarti melakukan tindakan dalam suatu situasi. Observation berarti mengamati hasil dan dampak dari tindakan tersebut. Kemudian, Reflection berarti mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut. Dengan proses ini, pemimpin dapat mengetahui apa yang sudah dilakukan dengan baik dan apa yang perlu diperbaiki di masa depan.

3. Persepsi memengaruhi bagaimana pemimpin memahami suatu pengalaman dan menentukan tindakan yang akan dilakukan. Persepsi juga bersifat selektif dan dapat dipengaruhi oleh perasaan, pengalaman, serta harapan sehingga dapat menimbulkan bias dan distorsi dalam pengambilan keputusan. Bias dalam refleksi juga dapat menyebabkan seseorang salah menilai penyebab suatu kejadian. Akibatnya, perilaku pemimpin bisa terpengaruh, misalnya pemimpin memberikan hukuman kepada bawahan karena kesalahan atribusi.
Selain itu, mindset juga memengaruhi cara seseorang melihat keberhasilan dan kegagalan. Fixed mindset menganggap kemampuan relatif tetap, sedangkan growth mindset menganggap kemampuan dapat dikembangkan melalui usaha dan pembelajaran.

4. Refleksi dapat diterapka dengan melihat kembali tindakan yang telah dilakukan, mengamati hasil dan dampaknya, kemudian mencari pelajaran dari pengalaman tersebut. Hal ini dapat dilakukan melalui model AOR dan diperkuat dengan After-Event Review (AER), yaitu meninjau kembali pengalaman kepemimpinan setelah suatu kejadian. Pemimpin juga perlu terbuka terhadap berbagai perspektif dan menggunakan double-loop learning, yaitu tidak hanya memperbaiki tindakan, tetapi juga mempertanyakan asumsi, keyakinan, dan cara berpikir yang mendasari tindakan tersebut.

5. Growth mindset dapat dikembangkan dengan memahami bahwa kemampuan tidak bersifat tetap, tetapi dapat berkembang melalui usaha dan pembelajaran. Kegagalan tidak dianggap sebagai tanda kurangnya kemampuan, tetapi sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang. Dalam proses tersebut, seseorang juga perlu terbuka terhadap umpan balik, karena feedback dapat membantu mengetahui kekurangan dan memperbaiki diri. Dengan melakukan refleksi, menerima feedback dengan terbuka, dan terus berusaha memperbaiki diri, kemampuan kepemimpinan dapat berkembang secara berkelanjutan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Ramona Nicola Denada -
NAMA : Ramona Nicola Denada
NPM :2551011050
1. Memahami Pengembangan Kepemimpinan melalui Pengalaman
Kepemimpinan berkembang melalui pengalaman menghadapi masalah mengambil keputusan dan belajar dari kesalahan

2.Model Action Observation Reflection AOR
Action adalah tindakan yang dilakukan
Observation adalah mengamati hasil tindakan
Reflection adalah mengevaluasi pengalaman untuk pembelajaran

3.Pengaruh Persepsi Bias dan Mindset
Persepsi bias dan mindset memengaruhi cara pemimpin melihat masalah mengambil keputusan dan berinteraksi dengan orang lain

4. Refleksi untuk Meningkatkan Kepemimpinan
Refleksi dilakukan dengan mengevaluasi pengalaman memahami kesalahan dan menerapkan pembelajaran untuk situasi berikutnya

5. Mengembangkan Growth Mindset dan Menerima Feedback
Growth mindset dapat dikembangkan dengan terbuka terhadap kritik menerima feedback dan menjadikan kesalahan sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Arina Manda Haqqi -
Nama: Arina manda haqqi
npm : 2511011054

1. kepemimpinan melalui pengalaman
Kepemimpinan berkembang melalui pengalaman nyata, seperti mengambil keputusan, menghadapi masalah, dan belajar dari keberhasilan maupun kesalahan.

2. Model Action–Observation–Reflection (AOR)
AOR adalah proses melakukan tindakan (Action), mengamati hasilnya (Observation), lalu mengevaluasi pengalaman tersebut (Reflection) untuk memperbaiki tindakan selanjutnya.

3. Pengaruh persepsi, bias, dan mindset
Ketiganya memengaruhi cara pemimpin melihat situasi dan mengambil keputusan. Persepsi dan bias dapat menyebabkan penilaian kurang objektif, sedangkan mindset memengaruhi cara menghadapi masalah dan perubahan.

4. Refleksi dan pembelajaran dari pengalaman
Setelah melakukan suatu tindakan, pemimpin perlu mengevaluasi apa yang berhasil, apa yang salah, dan apa yang harus diperbaiki agar tidak mengulangi kesalahan.

5. Mengembangkan growth mindset dan menerima umpan balik
Caranya dengan menganggap kesalahan sebagai pembelajaran, berani menghadapi tantangan, tidak mudah menyerah, serta menerima kritik dan saran dengan terbuka.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Vannesa hati -
Vannesa Arly Metha Hati
255101136

1. Pengembangan kepemimpinan dapat dipahami melalui pengalaman karena seseorang belajar langsung dari situasi dan kondisi yang dihadapi. Pengalaman dapat membantu seseorang dalam belajar mengambil keputusan, menyelesaikan permasalahan, serta memahami cara berinteraksi dengan orang lain. Dengan demikian, seseorang dapat mengevaluasi dan mengembangkan kemampuan kepemimpinannya.
2. Model Action-Observation-Reflection (A0R) merupakan proses belajar kepemimpinan melalui tiga tahap. Action merupakan melakukan suatu tindakan atau menghadapi situasi kepemimpinan. Observation adalah mengamati hasil dan dampak dari tindakan tersebut. Dan Reflection adalah mengevaluasi pengalaman untuk mengetahui apa yang perlu diperbaiki. Ketiga tahap ini dapat membantu seseorang untuk belajar dan meningkatkan kemampuan kepemimpinannya.
3. Persepsi menentukan cara bagaimana seseorang melihat suatu masalah, sedangkan bias dapat menyebabkan penilaian menjadi kurang objektif. Sementara itu, mindset dapat memengaruhi sikap dalam menghadapi tantangan. Jika pemimpin memiliki pola pikir terbuka dan menyadari adanya bias, ia akan lebih mampu mengambil keputusan secara objektif dan memperlakukan anggota dengan lebih baik.
4. Dengan mengevaluasi pengalaman setelah menyelesaikan suatu kegiatan atau mengahadapi masalah. Kita dapat belajar, apa yang perlu diperbaiki, apa penyebabnya, dan apa yang perlu dilakukan dikemudian hari. Hasil refleksi tersebut dapat diterapkan dikemudian hari. Dengan begitu, kesalahan tidak hanya menjadi kegagalan, namun dapat menjadi pelajaran untuk mengembangkan dikemudian pengalaman.
5. Growth mindset dapat dikembangkan dengan menganggap kemampuan sebagai sesuatu yang dapat terus ditingkatkan melalui usaha, latihan, dan pengalaman. Ketika mendapat kesulitan, kita perlu melihatnya sebagai kesempatan untuk belajar, bukan sebagai tanda bahwa kita tidak mampu. Selain itu, kita perlu terbuka terhadap umpan balik, mendengarkannya tanpa langsung merasa tersinggung, lalu menggunakan kritik dan saran tersebut untuk memperbaiki diri.]
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Joanna Jesseca E -
Nama: Joanna Jesseca E
NPM: 2511011039

1. Melalui pengalaman, dengan belajar dari tantangan, kesalahan, dan hasil yang didapat untuk menjadi pemimpin yang lebih baik.

2. AOR terdiri dari Action (melakukan tindakan), Observation (mengamati hasil), dan Reflection (mengambil pelajaran untuk perbaikan).

3. Persepsi dan bias memengaruhi cara pemimpin menilai situasi dan mengambil keputusan, sedangkan mindset memengaruhi cara menghadapi keberhasilan maupun kegagalan.

4. Dengan merefleksikan pengalaman, mengevaluasi tindakan, melihat apa yang perlu diperbaiki, dan menerapkan pembelajaran tersebut di situasi berikutnya.

5. Dengan melihat kegagalan sebagai kesempatan belajar, terbuka terhadap kritik, dan menggunakan umpan balik untuk memperbaiki diri.