Responsi sesi 4

Responsi sesi 4

Responsi sesi 4

by Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M. -
Number of replies: 76

JAWABLAH PERTANYAAN PERTANYAAN BERIKUT INI

1. Bagaimana membedakan kekuasaan (power), pengaruh (influence), dan wewenang (authority)?

2. Bagaimana menganalisis lima basis kekuasaan (French & Raven)?

3. Bagaimana mengevaluasi cara memperoleh dan mempertahankan kekuasaan?

4. Bagaimana mengidentifikasi berbagai taktik pengaruh (influence tactics)?

5. Bagaimana memahami dampak kekuasaan terhadap komitmen dan kepatuhan bawahan?

6. Jelaskan cara menerapkan kekuasaan dan taktik pengaruh secara etis!


In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Zayyan Utami N 2511011032 -
Nama: Zayyan Utami N.
NPM: 2511011032
Responsi Sesi 4

1. Power adalah kemampuan atau potensi untuk memengaruhi orang lain, sedangkan influence adalah perubahan sikap atau perilaku akibat pengaruh tersebut. Authority merupakan wewenang formal yang berasal dari posisi seseorang

2. Lima basis kekuasaan yaitu:
  • Expert power: berasal dari pengetahuan atau keahlian.
  • Referent power: berasal dari hubungan, rasa hormat, dan kekaguman orang lain.
  • Legitimate power: berasal dari jabatan atau wewenang formal.
  • Reward power: berasal dari kemampuan memberikan penghargaan atau sumber daya.
  • Coercive power: berasal dari kemampuan memberikan hukuman atau sanksi. 
3. Kekuasaan dapat diperoleh melalui keahlian, reputasi, hubungan yang baik, dan posisi dalam organisasi. Untuk mempertahankannya, seseorang perlu terus memberikan kontribusi dan menggunakan kekuasaan dengan efektif

4. Ada sembilan taktik pengaruh, yaitu bujukan rasional, himbauan inspiratif, konsultasi, ingratiation, himbauan personal, pertukaran, taktik koalisi, taktik tekanan, dan taktik legitimasi. Contohnya, bujukan rasional menggunakan alasan atau fakta, sedangkan konsultasi melibatkan orang lain dalam pengambilan keputusan

5. Kekuasaan dapat menghasilkan kepatuhan, tetapi belum tentu menghasilkan komitmen. Pengaruh yang membangun hubungan dan kepercayaan cenderung menghasilkan respons yang lebih positif dari bawahan

6. Kekuasaan sebaiknya digunakan secara adil dan tidak manipulatif. Pemimpin lebih baik menggunakan cara yang membangun seperti persuasi rasional, konsultasi, dan inspirasi daripada tekanan, sehingga bawahan tetap merasa dihargai dan percaya diri
In reply to Zayyan Utami N 2511011032

Re: Responsi sesi 4

by Efrina Ginting 2511011024 -
Nama : Efrina Rosa Lita Br Ginting
NPM : 2511011024

1. Membedakan power, influence, dan authority
- Power (kekuasaan): kemampuan seseorang untuk memengaruhi atau mengendalikan orang lain.
- Influence (pengaruh): proses memengaruhi sikap atau perilaku orang lain.
- Authority (wewenang): kekuasaan yang berasal dari jabatan atau posisi resmi.

2. Lima basis kekuasaan French & Raven
- Legitimate power: berasal dari jabatan.
- Reward power: kemampuan memberikan penghargaan.
- Coercive power: kemampuan memberikan hukuman atau sanksi.
- Expert power: berasal dari keahlian atau pengetahuan.
- Referent power: berasal dari rasa hormat atau kekaguman orang lain.

3. Kekuasaan dapat diperoleh melalui jabatan, keahlian, hubungan yang baik, prestasi, dan kepercayaan. Untuk mempertahankannya, seseorang harus menggunakan kekuasaan secara bijaksana, menjaga kepercayaan, dan terus meningkatkan kemampuan.

4. Beberapa taktik pengaruh yaitu persuasi rasional, meminta dukungan, konsultasi, memberikan inspirasi, membangun hubungan, pertukaran, dan tekanan.

5. Penggunaan kekuasaan yang tepat dapat meningkatkan komitmen, kepercayaan, dan kepatuhan. Sebaliknya, penggunaan kekuasaan secara berlebihan atau dengan paksaan dapat menimbulkan ketakutan, penolakan, dan rendahnya komitmen.

6. Kekuasaan harus digunakan untuk kepentingan bersama, bukan untuk keuntungan pribadi. Pemimpin perlu bersikap jujur, adil, transparan, menghargai bawahan, serta menghindari manipulasi dan ancaman.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Risky Ramadhan Pratama Putra -
Nama: Risky Ramadhan Pratama Putra
NPM: 2511011125

1. Power adalah kemampuan untuk memengaruhi orang lain. Influence adalah proses memengaruhi sikap atau tindakan orang lain, sedangkan authority adalah kekuasaan yang berasal dari jabatan resmi.
2. Lima basis kekuasaan French & Raven. Terdiri dari legitimate, reward, coercive, expert, dan referent.
3. Memperoleh dan mempertahankan kekuasaan. Caranya dengan meningkatkan kompetensi, menambah pengalaman, belajar dari orang lain, menerima umpan balik, dan membangun hubungan kerja yang baik.
4. Taktik pengaruh. Dapat dilakukan dengan memberikan alasan yang jelas, membangun hubungan baik, melibatkan orang lain dalam keputusan, memberikan dukungan, dan berkomunikasi dengan tepat.
5. Kekuasaan dapat membuat bawahan patuh, tetapi belum tentu membuat mereka benar-benar berkomitmen. Jika pemimpin dipercaya dan memiliki kompetensi, bawahan lebih mudah mengikuti secara sukarela.
6. Kekuasaan sebaiknya digunakan secara adil, terbuka, dan untuk kepentingan bersama. Pemimpin juga perlu menghargai bawahan, menerima masukan, menghindari penyalahgunaan jabatan, serta terus melakukan evaluasi dan pengembangan diri.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Affan Hadiputra 2551011044 -
nama: affan hadiputra
npm: 2551011044
responsi sesi 4

1. Perbedaan Utama
Kekuasaan: Kapasitas untuk memaksa/mempengaruhi orang lain.
Pengaruh: Cara atau proses nyata saat mempengaruhi orang lain.
Wewenang: Hak resmi dari jabatan untuk memberi perintah.
2. 5 Basis Kekuasaan (French & Raven)
Legitimate: Dari jabatan resmi.
Reward: Bisa ngasih imbalan/bonus.
Coercive: Bisa ngasih hukuman/sanksi.
Expert: Karena punya keahlian/ilmu.
Referent: Karena karisma/dikagumi.
3. Memperoleh & Mempertahankan
Cara Dapat: Naik jabatan (posisi) atau asah skill dan bangun jaringan (personal).
Cara Jaga: Fokus ke keahlian (expert) dan hubungan baik (referent), serta tidak semena-mena.
4. Taktik Pengaruh
Halus & Efektif: Bujukan logis, ngajak diskusi (konsultasi), dan pendekatan emosional/inspiratif.
Keras: Pakai aturan (legitimasi), ngasih imbalan (pertukaran), atau ancaman (tekanan).
5. Dampak ke Bawahan
Komitmen (Setuju & Semangat): Hasil dari kekuasaan personal (ahli & dikagumi).
Kepatuhan (Cuma Ikut Perintah): Hasil dari jabatan & imbalan.
Penolakan/Perlawanan: Hasil dari hukuman & tekanan berlebih.
6. Penerapan Etis
Gunakan kekuasaan untuk kepentingan bersama (bukan ego pribadi), bersikap jujur, menghargai bawahan, dan utamakan diskusi daripada ancaman.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Bagus Kristianto 2511011129 -
Nama : Bagus Kristianto
npm : 2511011129
responsi sesi 4

1. Power adalah kemampuan untuk memengaruhi orang lain, influence adalah cara memengaruhi orang lain, sedangkan authority adalah kekuasaan yang berasal dari jabatan resmi.

2. Lima basis kekuasaan yaitu reward, coercive, legitimate, expert, dan referent power. Masing-masing berasal dari penghargaan, hukuman, jabatan, keahlian, dan rasa hormat.

3. Kekuasaan dapat diperoleh dari jabatan, keahlian, prestasi, dan hubungan yang baik. Cara mempertahankannya adalah dengan menjaga kepercayaan dan menggunakan kekuasaan dengan baik.

4. Taktik pengaruh antara lain memberikan alasan, membujuk, melibatkan orang lain, meminta dukungan, dan memberikan tekanan.

5. Kekuasaan yang digunakan dengan baik dapat meningkatkan komitmen dan kepatuhan. Jika digunakan secara berlebihan, bawahan bisa merasa tertekan dan hanya patuh karena takut.

6. Kekuasaan digunakan secara etis dengan jujur, adil, tidak memaksa, menghargai bawahan, dan mengutamakan kepentingan bersama.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Bintang Satriyani Putri 2551011022 -
Nama : Bintang Satriyani Putri
NPM : 2551011022

1. Bagaimana membedakan kekuasaan (power), pengaruh (influence), dan wewenang (authority)?
Kekuasaan (power) adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi perilaku, keputusan, atau tindakan orang lain, baik karena jabatan maupun karena kemampuan pribadi.
Pengaruh (influence) adalah proses atau cara yang digunakan seseorang untuk mengubah sikap, pemikiran, atau perilaku orang lain.
Wewenang (authority) adalah kekuasaan yang secara resmi diberikan oleh organisasi atau jabatan kepada seseorang untuk mengambil keputusan dan memberikan perintah.

2.Bagaimana menganalisis lima basis kekuasaan menurut French & Raven?
French dan Raven mengidentifikasi lima sumber atau basis kekuasaan, yaitu:
Legitimate Power (kekuasaan legitimasi)
Berasal dari posisi atau jabatan resmi seseorang dalam organisasi.
Contoh: Manajer berhak memberikan tugas kepada karyawan.
Reward Power (kekuasaan penghargaan)
Berasal dari kemampuan memberikan penghargaan atau keuntungan kepada orang lain.
Contoh: Atasan memberikan bonus kepada karyawan yang berprestasi.
Coercive Power (kekuasaan paksaan)
Berasal dari kemampuan memberikan hukuman atau konsekuensi negatif.
Contoh: Atasan memberikan sanksi kepada karyawan yang melanggar aturan.
Expert Power (kekuasaan keahlian)
Berasal dari pengetahuan, keterampilan, atau pengalaman yang dimiliki seseorang.
Contoh: Seorang ahli IT memiliki pengaruh besar ketika perusahaan menghadapi masalah sistem.
Referent Power (kekuasaan referensi)
Berasal dari daya tarik, kepribadian, reputasi, atau rasa hormat yang dimiliki seseorang.
Contoh: Pemimpin yang disukai dan dihormati karyawan lebih mudah mendapatkan dukungan.
Analisisnya: Expert dan referent power cenderung menghasilkan penerimaan yang lebih positif karena bawahan mengikuti pemimpin berdasarkan kepercayaan dan rasa hormat, sedangkan coercive power jika digunakan berlebihan dapat menimbulkan ketakutan dan perlawanan.

3.Bagaimana mengevaluasi cara memperoleh dan mempertahankan kekuasaan?
Kekuasaan dapat diperoleh melalui jabatan, keahlian, pengalaman, hubungan sosial, informasi, prestasi, dan kepercayaan orang lain.
Untuk mempertahankan kekuasaan, seseorang perlu:
menunjukkan kompetensi dan prestasi;
membangun hubungan yang baik dengan orang lain;
menjaga kepercayaan dan reputasi;
memiliki kemampuan komunikasi yang baik;
terus mengembangkan pengetahuan dan keterampilan;
menggunakan kekuasaan secara adil dan bertanggung jawab.
Evaluasinya dapat dilakukan dengan melihat apakah kekuasaan tersebut mendukung tujuan organisasi atau justru menimbulkan konflik, ketakutan, dan ketidakpercayaan. Kekuasaan yang diperoleh melalui kompetensi dan kepercayaan biasanya lebih kuat dan bertahan lama dibandingkan kekuasaan yang hanya mengandalkan ancaman.

4.Bagaimana mengidentifikasi berbagai taktik pengaruh (influence tactics)?
Taktik pengaruh merupakan cara seseorang memengaruhi orang lain agar menerima ide atau melakukan sesuatu. Beberapa taktik yang umum digunakan antara lain:
Persuasion/Rational Persuasion – menggunakan alasan, fakta, dan data yang logis.
Inspirational Appeals – membangkitkan semangat dan nilai-nilai yang dimiliki seseorang.
Consultation – melibatkan orang lain dalam proses pengambilan keputusan.
Ingratiation – menunjukkan keramahan atau memberikan apresiasi sebelum meminta sesuatu.
Personal Appeals – meminta bantuan berdasarkan hubungan atau kedekatan pribadi.
Exchange – menawarkan imbalan atau bantuan sebagai pertukaran.
Coalition – memperoleh dukungan dari orang lain untuk memperkuat suatu permintaan.
Pressure – menggunakan tuntutan, ancaman, atau tekanan.
Legitimating Tactics – menggunakan aturan, kebijakan, atau kewenangan formal sebagai dasar.
Taktik yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan situasi. Misalnya, persuasi rasional dan konsultasi lebih tepat untuk membangun komitmen, sedangkan tekanan lebih berisiko menimbulkan kepatuhan sementara saja.

5.Bagaimana memahami dampak kekuasaan terhadap komitmen dan kepatuhan bawahan?
Kekuasaan dapat menghasilkan tiga bentuk respons bawahan:
Komitmen (commitment): bawahan menerima tujuan dan bersedia melaksanakan tugas dengan kesadaran serta kemauan sendiri.
Kepatuhan (compliance): bawahan melakukan perintah karena adanya kewajiban, imbalan, atau konsekuensi tertentu.
Perlawanan (resistance): bawahan menolak atau tidak mendukung perintah pemimpin.
Penggunaan expert power dan referent power biasanya lebih mudah menghasilkan komitmen karena bawahan percaya dan menghormati pemimpin. Sementara itu, reward dan legitimate power dapat menghasilkan kepatuhan. Coercive power juga dapat menghasilkan kepatuhan, tetapi jika digunakan berlebihan dapat menyebabkan stres, ketidakpuasan, konflik, dan perlawanan.
Jadi, pemimpin yang efektif tidak hanya membuat bawahan patuh, tetapi juga berusaha membangun komitmen.

6.Jelaskan cara menerapkan kekuasaan dan taktik pengaruh secara etis!
Penerapan kekuasaan dan taktik pengaruh secara etis berarti menggunakannya tanpa memanipulasi, mengancam, mendiskriminasi, atau merugikan orang lain.
Caranya antara lain:
Bersikap transparan, yaitu menjelaskan alasan di balik keputusan atau permintaan.
Menggunakan fakta dan informasi yang benar, bukan informasi palsu atau menyesatkan.
Menghargai bawahan, termasuk pendapat dan hak mereka.
Menghindari ancaman dan intimidasi jika tidak benar-benar diperlukan.
Memberikan penghargaan secara adil berdasarkan prestasi.
Melibatkan bawahan dalam keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan mereka.
Tidak menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi.
Menjaga kepentingan organisasi dan individu secara seimbang.
Membangun kepercayaan, bukan sekadar memaksa orang untuk mengikuti perintah.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Ayyasy Cahya Putri -
Nama : Ayyasy Cahya Putri
NPM : 2551011001

1. Bagaimana membedakan kekuasaan (power), pengaruh (influence), dan wewenang (authority)?
Kekuasaan adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi atau mengendalikan perilaku orang lain. Pengaruh adalah proses ketika seseorang memengaruhi sikap atau tindakan orang lain, sedangkan wewenang adalah hak resmi yang dimiliki seseorang karena posisi atau jabatannya untuk memberikan perintah dan mengambil keputusan.

2. Bagaimana menganalisis lima basis kekuasaan (French & Raven)?
Lima basis kekuasaan terdiri dari legitimate power yang berasal dari jabatan, reward power dari kemampuan memberikan penghargaan, coercive power dari kemampuan memberikan hukuman, expert power dari keahlian atau pengetahuan, dan referent power yang berasal dari rasa hormat atau kekaguman terhadap seseorang.

3. Bagaimana mengevaluasi cara memperoleh dan mempertahankan kekuasaan?
Kekuasaan dapat diperoleh melalui posisi, keahlian, pengalaman, hubungan yang baik, maupun kemampuan memberikan penghargaan. Untuk mempertahankannya, seseorang perlu menjaga kepercayaan, menunjukkan kompetensi, membangun hubungan yang baik, serta menggunakan kekuasaan secara konsisten dan bertanggung jawab.

4. Bagaimana mengidentifikasi berbagai taktik pengaruh (influence tactics)?
Taktik pengaruh dapat berupa persuasi rasional, pemberian inspirasi, konsultasi, membangun hubungan pribadi, pertukaran, meminta dukungan orang lain, hingga tekanan. Penggunaan taktik tersebut perlu disesuaikan dengan situasi dan orang yang dihadapi agar tujuan dapat tercapai dengan efektif.

5. Bagaimana memahami dampak kekuasaan terhadap komitmen dan kepatuhan bawahan?
Penggunaan kekuasaan yang tepat dapat meningkatkan komitmen dan membuat bawahan menjalankan tugas dengan sukarela. Sebaliknya, jika terlalu banyak menggunakan tekanan atau hukuman, bawahan mungkin hanya patuh karena takut dan dapat menurunkan motivasi serta loyalitas mereka.

6. Jelaskan cara menerapkan kekuasaan dan taktik pengaruh secara etis!
Kekuasaan dan taktik pengaruh sebaiknya digunakan secara adil, transparan, dan tidak memanipulasi orang lain. Pemimpin perlu mempertimbangkan kepentingan bawahan, memberikan alasan yang jelas, menghargai pendapat, dan menggunakan wewenangnya untuk mencapai tujuan organisasi tanpa merugikan pihak lain.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Kgs.Fahri 2511011045 -
Nama : Kgs.Fahri Hidayatullah
NPM : 2511011045

1) Kekuasaan adalah potensi membuat orang lain bertindak sesuai keinginan kita meski mereka enggan. Pengaruh adalah proses nyata saat kekuasaan itu digunakan dan menimbulkan perubahan sikap atau perilaku. Wewenang adalah kekuasaan yang sah secara formal karena melekat pada jabatan dan diakui resmi oleh organisasi. Kekuasaan bersifat potensi, pengaruh adalah efek nyatanya, wewenang adalah bentuk sahnya. Ketiganya saling berkaitan namun berbeda sumber dan sifatnya.

2) Legitimasi berasal dari posisi formal, imbalan dari kemampuan memberi penghargaan, paksaan dari kemampuan menghukum. Keahlian berasal dari pengetahuan khusus, rujukan dari kekaguman terhadap karisma seseorang. Analisisnya dilakukan dengan melihat basis mana yang paling dominan dipakai seseorang. Basis formal seperti legitimasi, imbalan, dan paksaan cenderung menghasilkan kepatuhan biasa. Basis personal seperti keahlian dan rujukan menghasilkan pengaruh yang lebih kuat dan tahan lama.

3) Kekuasaan diperoleh lewat posisi strategis, sumber daya, jaringan relasi, keahlian, dan reputasi baik. Mempertahankannya butuh konsistensi kompetensi dan menjaga kepercayaan orang lain. Penggunaan kekuasaan juga harus bijaksana agar tidak memicu resistensi. Evaluasi dilakukan dengan melihat apakah cara memperolehnya etis dan berkelanjutan. Cara yang manipulatif biasanya merusak kredibilitas dalam jangka panjang.

4) Taktik rasional memakai argumen logis, taktik inspirasional membangkitkan semangat lewat visi. Taktik konsultasi melibatkan orang lain dalam keputusan, taktik menyenangkan membangun suasana ramah. Taktik personal appeal mengandalkan hubungan pribadi, taktik pertukaran melibatkan tawar imbalan. Taktik koalisi mencari dukungan pihak lain, taktik legitimasi menekankan kesesuaian aturan. Taktik tekanan memakai ancaman atau desakan berulang.

5) Kekuasaan keahlian dan rujukan cenderung menghasilkan komitmen karena bawahan percaya dan menghormati pemimpinnya. Kekuasaan legitimasi dan imbalan cenderung hanya menghasilkan kepatuhan tanpa semangat lebih. Kekuasaan paksaan sering memicu resistensi karena bawahan merasa tertekan. Resistensi ini bisa muncul dalam bentuk menurunnya produktivitas atau ketidakpuasan tersembunyi. Jenis kekuasaan yang dipakai sangat menentukan kualitas respons bawahan.

6) Kekuasaan sebaiknya digunakan untuk kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi semata. Lebih baik mengandalkan kekuasaan keahlian dan rujukan karena membangun kepercayaan. Taktik rasional, konsultasi, dan inspirasional lebih dianjurkan dibanding tekanan atau manipulasi. Pemimpin perlu menjaga transparansi dan menghormati otonomi bawahan. Dengan cara ini kekuasaan menghasilkan komitmen jangka panjang, bukan sekadar kepatuhan sesaat.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by I Komang Chandra Arkino Wibawa 2511011135 -
Nama:I komang Chandra arkino wibawa
Npm:2511011135

1. Kekuasaan (power) adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi orang lain. Pengaruh (influence) adalah cara yang digunakan untuk memengaruhi sikap atau tindakan orang lain. Sedangkan wewenang (authority) adalah kekuasaan yang berasal dari jabatan atau posisi resmi dalam organisasi.

2. Lima basis kekuasaan menurut French & Raven yaitu legitimate power dari jabatan, reward power dari kemampuan memberikan penghargaan, coercive power dari kemampuan memberikan hukuman, expert power dari keahlian, dan referent power dari rasa hormat atau kekaguman orang lain.

3. Kekuasaan dapat diperoleh dari jabatan, keahlian, pengalaman, hubungan, atau kemampuan memberikan penghargaan dan sanksi. Untuk mempertahankannya, seseorang harus menjaga kepercayaan, menunjukkan kemampuan, membangun hubungan yang baik, dan tidak menyalahgunakan kekuasaan.

4. Taktik pengaruh adalah cara untuk memengaruhi orang lain, seperti memberikan alasan yang logis, mengajak bekerja sama, memberikan motivasi, meminta dukungan, atau memberikan tekanan. Penggunaannya harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi orang yang dipengaruhi.

5. Penggunaan kekuasaan dapat menghasilkan kepatuhan atau komitmen. Kekuasaan yang digunakan melalui keahlian, keteladanan, dan hubungan yang baik dapat membangun komitmen. Sedangkan penggunaan ancaman atau tekanan berlebihan biasanya hanya menghasilkan kepatuhan sementara.

6. Kekuasaan dan taktik pengaruh harus digunakan secara etis dengan tetap menghargai orang lain, bersikap adil, transparan, dan tidak memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi. Pemimpin sebaiknya lebih mengutamakan komunikasi dan persuasi agar tercipta kepercayaan serta kerja sama yang baik.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Stevan Adrian Anas -
Nama: Stevan Adrian Anas
NPM: 2511011056

1. Kekuasaan merupakan potensi atau kapasitas yang dimiliki seseorang untuk mengarahkan perilaku orang lain sesuai kehendaknya. Pengaruh adalah tindakan nyata atau proses saat potensi kekuasaan tersebut dijalankan untuk mengubah sikap maupun tindakan orang lain. Sementara itu, wewenang adalah hak formal yang disahkan oleh organisasi yang melekat pada suatu posisi atau jabatan untuk memberi perintah dan mengambil keputusan.

2. Basis kekuasaan terbagi menjadi lima jenis utama. Kekuasaan legitimasi berasal dari posisi formal dalam struktur organisasi, kekuasaan penghargaan bersumber dari kemampuan memberikan imbalan positif, dan kekuasaan paksaan berdasar pada kemampuan memberikan sanksi atau hukuman. Di sisi lain, kekuasaan keahlian lahir dari pengetahuan atau keterampilan khusus yang diakui, sedangkan kekuasaan referensi berakar dari daya tarik personal, karisma, atau rasa kagum bawahan terhadap sosok pemimpin.

3. Kekuasaan dapat diperoleh melalui dua jalur utama, yaitu jalur posisi (position power) melalui promosi jabatan dan kendali atas sumber daya, serta jalur personal (personal power) melalui peningkatan kompetensi dan pembentukan jejaring. Untuk memeliharanya, seorang pemimpin perlu menjaga relevansi keahliannya, mengelola sumber daya secara konsisten, serta membangun aliansi yang kuat. Mempertahankan kekuasaan melalui basis personal jauh lebih efektif dan stabil dalam jangka panjang dibanding bergantung pada dorongan paksaan.

4. Taktik pengaruh dapat berkisar dari yang bersifat rasional hingga emosional. Persuasi rasional menggunakan argumen logis dan data faktual, daya tarik inspirasional menggugah nilai dan emosi, sedangkan konsultasi melibatkan bawahan dalam pengambilan keputusan. Taktik lain meliputi bermuka manis melalui pujian, hutang budi berbasis imbal balik, daya tarik personal atas dasar pertemanan, pembentukan koalisi dengan pihak lain, hingga penggunaan tekanan berupa peringatan dan penegasan kewenangan formal melalui legitimasi.

5. Penggunaan basis kekuasaan menentukan tingkat penerimaan dari bawahan. Kekuasaan berbasis keahlian dan referensi cenderung menghasilkan komitmen penuh, di mana bawahan bekerja dengan antusias dan menginternalisasi tujuan. Kekuasaan berbasis legitimasi dan penghargaan umumnya hanya menghasilkan kepatuhan, yaitu bawahan menjalankan tugas sebatas memenuhi standar minimum. Sebaliknya, penggunaan kekuasaan paksaan yang berlebihan berisiko tinggi memicu perlawanan (resistance), baik secara pasif maupun aktif.

6. Penerapan kekuasaan secara etis menuntut pemimpin untuk berfokus pada kepentingan bersama dan kesejahteraan organisasi, bukan untuk keuntungan pribadi semata. Pemimpin perlu memprioritaskan taktik yang bersifat kolaboratif seperti persuasi rasional dan konsultasi, serta menghindari intimidasi atau manipulasi. Selain itu, penggunaan kekuasaan harus menghormati hak bawahan, bersikap transparan dalam menyampaikan informasi, dan menerapkan imbalan maupun sanksi secara adil tanpa favoritisme.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by ASRIKA 2511011009 -
NAMA: ASRIKA
NPM: 2511011009


1. -Kekuasaan (power) adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi perilaku, keputusan, atau tindakan orang lain, bahkan ketika orang tersebut sebenarnya tidak ingin melakukannya. Kekuasaan dapat berasal dari jabatan, keahlian, hubungan, maupun sumber daya yang dimiliki.
-Pengaruh (influence) adalah proses atau tindakan yang digunakan seseorang untuk mengubah sikap, perilaku, atau keputusan orang lain. Jadi, kekuasaan lebih menunjukkan kemampuan, sedangkan pengaruh menunjukkan proses penggunaannya.

-Wewenang (authority) adalah hak yang sah untuk memberikan perintah, mengambil keputusan, atau mengarahkan orang lain berdasarkan posisi atau jabatan formal dalam organisasi.


2. French dan Raven mengidentifikasi lima basis kekuasaan utama:
1. Legitimate Power (kekuasaan legitimasi)
Berasal dari posisi atau jabatan formal seseorang. .
2. Reward Power (kekuasaan penghargaan)
Berasal dari kemampuan memberikan penghargaan atau keuntungan kepada orang lain, seperti bonus, promosi, atau pengakuan.
3. Coercive Power (kekuasaan koersif)
Berasal dari kemampuan memberikan hukuman atau konsekuensi negatif. .
4. Expert Power (kekuasaan keahlian)
Berasal dari pengetahuan, keterampilan, atau pengalaman yang dimiliki seseorang.
5. Referent Power (kekuasaan rujukan)
Berasal dari rasa hormat, kekaguman, kepercayaan, atau keinginan orang lain untuk mengikuti seseorang.
Cara menganalisisnya: lihat terlebih dahulu dari mana kemampuan pemimpin untuk memengaruhi bawahannya berasal, kemudian lihat bagaimana kekuasaan tersebut digunakan dan bagaimana respons bawahannya.



3. Kekuasaan dapat diperoleh melalui jabatan formal, keahlian, pengalaman, hubungan interpersonal, reputasi, serta kemampuan mengendalikan sumber daya atau informasi.
Untuk mempertahankannya, pemimpin perlu menjaga kompetensi, kredibilitas, kepercayaan, hubungan yang baik, dan konsistensi dalam mengambil keputusan. Kekuasaan yang hanya bergantung pada jabatan cenderung lebih mudah melemah ketika seseorang kehilangan posisinya.
Sebaliknya, expert power dan referent power dapat bertahan lebih lama karena berasal dari kemampuan dan kepercayaan yang diberikan orang lain. Namun, kekuasaan juga dapat hilang apabila pemimpin menyalahgunakannya, tidak konsisten, kehilangan kepercayaan, atau tidak mampu menyesuaikan diri dengan perubahan.


4. Beberapa taktik pengaruh yang umum digunakan pemimpin:
-Rational persuasion → menggunakan fakta, data, dan alasan logis untuk meyakinkan orang lain.
-Inspirational appeals → membangkitkan semangat, nilai, atau motivasi orang lain.
-Consultation → melibatkan bawahan dalam proses pengambilan keputusan.
-Ingratiation → membangun hubungan positif atau menunjukkan penghargaan sebelum meminta sesuatu.
-Personal appeals → menggunakan hubungan pribadi atau loyalitas.
Exchange → menawarkan sesuatu sebagai imbalan atas bantuan atau dukungan.
Coalition tactics → memperoleh dukungan dari orang lain untuk memperkuat suatu permintaan.
Pressure → menggunakan tuntutan, peringatan, atau tekanan.
Legitimating tactics → menggunakan aturan, kebijakan, atau kewenangan formal sebagai dasar permintaan.
Pemimpin yang efektif tidak harus selalu menggunakan satu taktik. Pemilihan taktik harus disesuaikan dengan situasi, tujuan, hubungan dengan bawahan, serta tingkat urgensi.

5. Penggunaan kekuasaan dapat menghasilkan beberapa bentuk respons bawahan, terutama komitmen, kepatuhan (compliance), atau resistensi.
Komitmen terjadi ketika bawahan menerima tujuan atau permintaan pemimpin dengan sungguh-sungguh dan bersedia memberikan usaha lebih.
Kepatuhan terjadi ketika bawahan mengikuti arahan pemimpin, tetapi belum tentu benar-benar menerima atau mendukung tujuan tersebut.
Resistensi terjadi ketika bawahan menolak atau berusaha menghindari arahan pemimpin.

Kekuasaan expert dan referent cenderung dapat mendorong komitmen karena bawahan percaya dan menghargai pemimpin. Sementara itu, penggunaan coercive power secara berlebihan mungkin menghasilkan kepatuhan jangka pendek, tetapi dapat menimbulkan ketakutan, ketidakpuasan, dan resistensi dalam jangka panjang.

6. Penerapan kekuasaan secara etis berarti menggunakan kekuasaan untuk mencapai tujuan organisasi tanpa merugikan, memanipulasi, atau mengeksploitasi bawahan.
Beberapa prinsip yang dapat diterapkan:
1. Gunakan kekuasaan sesuai tujuan organisasi, bukan untuk kepentingan pribadi.
2. Jelaskan alasan dan tujuan keputusan secara terbuka kepada bawahan.
3. Utamakan persuasi rasional dan partisipasi daripada ancaman atau tekanan.
4. Hormati hak dan martabat bawahan, termasuk memberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat.
5. Jangan menyalahgunakan wewenang, misalnya memberikan hukuman karena alasan pribadi.
6. Berikan penghargaan secara adil berdasarkan prestasi dan kontribusi.
7. Jaga konsistensi dan kejujuran, sehingga kepercayaan bawahan tetap terpelihara.
8. Gunakan tekanan hanya jika benar-benar diperlukan, misalnya ketika menyangkut pelanggaran aturan penting, keselamatan, atau kondisi yang membutuhkan tindakan segera.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Dwi Marissa 2511011115 -
NAMA : DWI MARISSA
NPM : 2511011115

1. Kekuasaan: kapasitas
untuk menyebabkan
perubahan.
Pengaruh: perubahan aktual
pada sikap, nilai, keyakinan,
atau perilaku seseorang.
Wewenang : Kekuasaan yang diberikan kepada seseorang

2. Cara menganalisis kelima basis kekuasaan (menurut teori French dan Raven) dapat dilakukan dengan membedah sumber asal kekuasaan, bentuk pengaruhnya terhadap bawahan, serta dampak atau efektivitasnya dalam suatu organisasi.
Lima basis kekuasaan:
1.Expert Power — kekuasaan ahli
2.Referent Power — kekuasaan acuan/referensi
3.Legitimate Power — kekuasaan sah
4.Reward Power — kekuasaan penghargaan
5.Coercive Power — kekuasaan koersif/paksaan

3. Cara memperoleh dan mempertahankan kekuasaan dapat dievaluasi dari bagaimana seseorang mendapatkan dan menggunakan pengaruhnya. Kekuasaan yang baik diperoleh melalui kemampuan, prestasi, dan kepercayaan, bukan melalui tekanan atau manipulasi. Untuk mempertahankannya, seseorang perlu menjaga kepercayaan, komunikasi, kinerja, dan bersikap adil. Jadi, kekuasaan sebaiknya digunakan untuk mencapai kepentingan bersama, bukan hanya kepentingan pribadi.

4. Berbagai taktik pengaruh dapat diidentifikasi dengan melihat cara seseorang memengaruhi orang lain untuk mengikuti keinginannya. Contohnya adalah memberikan alasan yang logis, meminta dukungan, membangun hubungan yang baik, memberikan penghargaan, atau menggunakan tekanan. Taktik tersebut dapat dinilai dari cara penggunaannya dan tujuan yang ingin dicapai.

5. Kekuasaan pemimpin dapat memengaruhi komitmen dan kepatuhan bawahan. Jika kekuasaan digunakan dengan baik, adil, dan didukung komunikasi yang baik, bawahan cenderung lebih percaya, berkomitmen, dan mau mengikuti arahan. Sebaliknya, jika kekuasaan digunakan secara berlebihan atau dengan tekanan, bawahan mungkin hanya patuh karena terpaksa dan memiliki komitmen yang rendah.

6. Kekuasaan dan taktik pengaruh dapat diterapkan secara etis dengan menggunakan wewenang secara adil, transparan, dan bertanggung jawab. Pemimpin sebaiknya memengaruhi bawahan melalui komunikasi yang baik, memberikan alasan yang jelas, menghargai pendapat, serta menghindari tekanan, manipulasi, dan penyalahgunaan jabatan. Dengan begitu, kekuasaan dapat digunakan untuk mencapai tujuan bersama dan menciptakan hubungan kerja yang sehat.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Rani Umi'ah -
Nama: Rani Umi'ah
Npm: 2511011029

1. Bagaimana membedakan kekuasaan (power), pengaruh (influence), dan wewenang (authority)?
jawab:
· Kekuasaan (Power): Kemampuan potensial seseorang untuk mempengaruhi orang lain. Ini adalah kapasitas yang dimiliki, belum tentu digunakan.
· Pengaruh (Influence): Proses aktual di mana seseorang menggunakan kekuasaannya untuk mengubah perilaku, sikap, atau nilai orang lain. Ini adalah tindakan atau praktiknya.
· Wewenang (Authority): Kekuasaan yang sah (legitimate) yang diberikan oleh organisasi kepada seseorang berdasarkan posisinya. Wewenang adalah salah satu bentuk spesifik dari kekuasaan (kekuasaan legitimasi).

2. Bagaimana menganalisis lima basis kekuasaan (French & Raven)?
jawab:
1. Coercive Power (Kekuasaan Paksaan): Berdasarkan rasa takut akan hukuman.
2. Reward Power (Kekuasaan Imbalan): Berdasarkan kemampuan memberikan imbalan "sistem imbalan yang dapat memengaruhi perilaku mereka").
3. Legitimate Power (Kekuasaan Legitimasi): Berdasarkan posisi formal menyebut peran atasan).
4. Expert Power (Kekuasaan Keahlian): Berdasarkan pengetahuan atau keterampilan khusus
5. Referent Power (Kekuasaan Rujukan): Berdasarkan kekaguman, rasa hormat, atau identifikasi personal terhadap seseorang menyebut "Belajar dari Orang Lain" dan "memahami pekerjaan rekan kerja dapat meningkatkan rasa hormat").

3. Bagaimana mengevaluasi cara memperoleh dan mempertahankan kekuasaan?
jawab:
Evaluasi dilakukan dengan melihat sejauh mana seseorang dapat mempertahankan akses ke sumber daya (informasi, jaringan, keahlian) dan bagaimana ia mengelola hubungan interpersonal. Kekuasaan dipertahankan jika bawahan terus memberikan kepatuhan dan komitmen.

4. Bagaimana mengidentifikasi berbagai taktik pengaruh (influence tactics)?
jawab:
· Rational Persuasion: Menggunakan logika dan fakta.
· Inspirational Appeals: Menyentuh nilai dan emosi.
· Consultation: Meminta partisipasi bawahan.
· Ingratiation: Menjilat atau memuji sebelum meminta.
· Exchange: Menawarkan imbalan.
· Personal Appeals: Meminta berdasarkan persahabatan.
· Coalition Tactics: Meminta bantuan orang lain.
· Pressure: Menggunakan ancaman atau peringatan.
· Legitimating Tactics: Mengklaim wewenang atau aturan.

5. Bagaimana memahami dampak kekuasaan terhadap komitmen dan kepatuhan bawahan?
jawab:
Kekuasaan yang bersifat coercive cenderung menghasilkan kepatuhan (compliance) saja (bawahan menurut karena takut). Kekuasaan expert dan referent cenderung menghasilkan komitmen (bawahan menurut karena percaya dan menghormati). 

6. Jelaskan cara menerapkan kekuasaan dan taktik pengaruh secara etis!
jawab:
Penerapan etis berarti:
1. Menggunakan kekuasaan untuk kepentingan organisasi dan bawahan, bukan kepentingan pribadi.
2. Transparan dalam memberikan imbalan dan hukuman (Reward & Coercive Power).
3. Menghormati hak bawahan untuk menolak (tidak memaksa dengan coercive yang berlebihan).
4. Menggunakan Expert dan Referent Power untuk memberdayakan, bukan untuk mendominasi.
5. Menjaga kerahasiaan informasi yang sensitif dan tidak memanipulasi fakta.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Ananda Arido Pratama -
Nama: Ananda Arido Pratama
NPM: 2551011026

1. Bagaimana membedakan kekuasaan, pengaruh, dan wewenang?

* Kekuasaan (power) adalah kemampuan seseorang untuk membuat atau memengaruhi orang lain melakukan sesuatu.
* Pengaruh (influence) adalah cara yang digunakan seseorang untuk memengaruhi sikap atau tindakan orang lain.
* Wewenang (authority) adalah kekuasaan yang didapat karena seseorang memiliki jabatan atau posisi tertentu.

Contoh: Seorang manajer punya wewenang karena jabatannya. Manajer juga punya kekuasaan untuk memberikan tugas kepada karyawan. Saat manajer membujuk karyawan supaya mau mengerjakan tugas tersebut, itu disebut pengaruh.

2. Bagaimana menganalisis lima basis kekuasaan menurut French & Raven?

Menurut French & Raven, ada lima macam sumber kekuasaan:

1. Reward Power, yaitu kekuasaan karena bisa memberikan penghargaan atau keuntungan. Contohnya memberikan bonus kepada karyawan yang berprestasi.
2. Coercive Power, yaitu kekuasaan karena bisa memberikan hukuman atau sanksi. Contohnya memberikan teguran kepada karyawan yang melanggar aturan.
3. Legitimate Power, yaitu kekuasaan yang berasal dari jabatan. Contohnya seorang manajer berhak memberikan tugas kepada bawahannya.
4. Expert Power, yaitu kekuasaan karena memiliki pengetahuan atau keahlian tertentu. Contohnya karyawan yang ahli dalam komputer sering dimintai bantuan oleh karyawan lain.
5. Referent Power, yaitu kekuasaan karena seseorang disukai, dihormati, atau dikagumi oleh orang lain. Contohnya pemimpin yang dihormati bawahannya karena sikap dan kepribadiannya.

3. Bagaimana cara memperoleh dan mempertahankan kekuasaan?

Kekuasaan bisa diperoleh dengan cara meningkatkan kemampuan, memiliki keahlian, mendapatkan jabatan, membangun hubungan yang baik, dan menunjukkan prestasi.

Untuk mempertahankannya, seseorang harus menjaga kepercayaan, tetap menunjukkan kemampuan, bersikap adil, dan tidak menyalahgunakan kekuasaannya. Kalau kekuasaan digunakan sembarangan, orang lain bisa kehilangan rasa percaya.

4. Apa saja taktik pengaruh?

Beberapa taktik pengaruh yang sering digunakan, yaitu:

* Rational persuasion, memberikan alasan atau penjelasan yang masuk akal.
* Inspirational appeal, memberikan semangat atau motivasi.
* Consultation, mengajak orang lain ikut berdiskusi atau mengambil keputusan.
* Exchange, memberikan sesuatu sebagai imbalan atas bantuan.
* Personal appeal, meminta bantuan karena adanya hubungan pribadi.
* Coalition, meminta dukungan dari orang lain.
* Pressure, menggunakan tekanan atau tuntutan.
* Legitimating, menggunakan aturan atau jabatan sebagai dasar untuk meminta sesuatu.

Menurut saya, cara seperti memberikan alasan yang jelas, berdiskusi, dan memberikan motivasi lebih baik daripada menggunakan ancaman atau tekanan.

5. Apa dampak kekuasaan terhadap komitmen dan kepatuhan bawahan?

Penggunaan kekuasaan bisa memberikan dampak yang berbeda. Kalau pemimpin menggunakan kekuasaan dengan baik, bawahan bisa percaya, menghormati, dan memiliki komitmen terhadap pekerjaan.

Namun, kalau terlalu sering menggunakan ancaman atau hukuman, bawahan mungkin hanya patuh karena takut, bukan karena benar-benar ingin bekerja dengan baik. Bahkan bisa muncul rasa tidak nyaman, konflik, atau penolakan terhadap pemimpin.

6. Bagaimana menerapkan kekuasaan dan taktik pengaruh secara etis?

Kekuasaan dan pengaruh sebaiknya digunakan dengan jujur, adil, dan tidak merugikan orang lain. Pemimpin harus memberikan tugas sesuai aturan, tidak pilih kasih, menghargai pendapat bawahan, dan tidak menggunakan ancaman untuk kepentingan pribadi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Dimas Dadah Sumantri_2511011078 -
Nama: Dimas Dadah Sumantri
NPM: 2511011078

1. Power adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi orang lain, influence adalah proses atau cara memengaruhi perilaku orang lain, sedangkan authority adalah kekuasaan yang berasal dari posisi atau jabatan formal. Jadi, seseorang bisa memiliki power tanpa selalu memiliki jabatan formal

2.Lima basis kekuasaan terdiri dari reward, coercive, legitimate, expert, dan referent power. Analisisnya dapat dilihat dari sumber kekuasaan tersebut, apakah berasal dari kemampuan memberi imbalan, hukuman, jabatan, keahlian, atau keteladanan/karisma. Masing-masing memiliki efektivitas dan risiko yang berbeda

3. Kekuasaan dapat diperoleh melalui posisi, kompetensi, hubungan, maupun kepercayaan. Untuk mempertahankannya, pemimpin harus menunjukkan kompetensi, konsisten, membangun hubungan, dan menjaga kepercayaan. Kekuasaan yang hanya bergantung pada jabatan cenderung lebih mudah hilang ketika posisi berubah

4. Taktik pengaruh dapat dikenali dari cara seseorang memengaruhi orang lain, seperti persuasi rasional, konsultasi, kolaborasi, legitimasi, dan tekanan. Perbedaannya terletak pada pendekatan yang digunakan, apakah mengandalkan alasan, kerja sama, posisi formal, atau tekanan

5. Penggunaan kekuasaan dapat menghasilkan komitmen, kepatuhan, atau bahkan penolakan. Kekuasaan berbasis keahlian dan hubungan cenderung lebih mampu membangun komitmen, sedangkan kekuasaan melalui tekanan lebih mungkin menghasilkan kepatuhan sementara tanpa keterikatan yang kuat

6. Kekuasaan harus digunakan untuk mencapai tujuan organisasi, bukan kepentingan pribadi. Pemimpin perlu bersikap transparan, menghargai bawahan, menggunakan alasan yang objektif, menghindari manipulasi dan tekanan berlebihan, serta mempertimbangkan dampaknya terhadap orang lain
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Jihan Awanis 2511011014 -
Nama: Jihan Awanis
NPM: 2511011014

1. Kekuasaan (power) adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi perilaku, sikap, atau tindakan orang lain sehingga sesuai dengan yang diharapkan. Kekuasaan dapat berasal dari jabatan, keahlian, pengalaman, maupun hubungan dengan orang lain.
Pengaruh (influence) adalah proses atau tindakan yang digunakan seseorang untuk mengubah sikap, perilaku, atau keputusan orang lain. Pengaruh lebih menekankan pada cara seseorang memengaruhi orang lain, misalnya melalui persuasi, pemberian contoh, atau konsultasi.
Wewenang (authority) adalah hak formal yang dimiliki seseorang berdasarkan posisi atau jabatan dalam organisasi untuk memberikan perintah, mengambil keputusan, dan mengarahkan bawahan.
Dengan demikian, power merupakan kemampuan, influence merupakan proses untuk memengaruhi, sedangkan authority merupakan hak formal yang berasal dari jabatan.

2.Menurut French dan Raven, terdapat lima basis kekuasaan, yaitu:
- Reward Power, yaitu kekuasaan yang berasal dari kemampuan memberikan penghargaan atau imbalan kepada orang lain, seperti bonus, promosi, atau penghargaan.
- Coercive Power, yaitu kekuasaan yang berasal dari kemampuan memberikan hukuman atau konsekuensi apabila bawahan tidak mengikuti aturan atau perintah.
- Legitimate Power, yaitu kekuasaan yang berasal dari kedudukan atau jabatan formal seseorang dalam organisasi.
- Expert Power, yaitu kekuasaan yang berasal dari pengetahuan, keterampilan, atau keahlian yang dimiliki seseorang.
- Referent Power, yaitu kekuasaan yang berasal dari rasa hormat, kekaguman, kepercayaan, atau keinginan orang lain untuk mengikuti seseorang.
Kelima basis tersebut dapat dianalisis berdasarkan sumber kekuasaan dan bagaimana kekuasaan tersebut digunakan. Dalam kepemimpinan, expert power dan referent power cenderung membangun penerimaan yang lebih positif karena didasarkan pada kompetensi dan hubungan interpersonal.

3. Kekuasaan dapat diperoleh melalui jabatan formal, peningkatan keahlian, pengalaman, kemampuan membangun hubungan, penguasaan informasi, serta pencapaian kinerja. Untuk mempertahankannya, seorang pemimpin perlu menunjukkan kompetensi, menjaga kepercayaan, membangun hubungan yang baik, serta memberikan kontribusi nyata bagi organisasi.
Evaluasi terhadap kekuasaan dapat dilakukan dengan melihat apakah kekuasaan tersebut digunakan untuk mencapai tujuan organisasi atau hanya untuk kepentingan pribadi. Kekuasaan yang dipertahankan melalui kepercayaan, kompetensi, dan hubungan yang baik cenderung lebih berkelanjutan dibandingkan kekuasaan yang hanya mengandalkan ancaman atau hukuman.

4. Taktik pengaruh adalah cara yang digunakan seseorang untuk memengaruhi sikap atau perilaku orang lain. Beberapa taktik pengaruh yang umum digunakan antara lain:
- Rational persuasion, menggunakan fakta, data, dan alasan yang logis.
- Inspirational appeals, membangun semangat dan menghubungkan tujuan dengan nilai atau aspirasi orang lain.
- Consultation, melibatkan orang lain dalam proses pengambilan keputusan.
- Ingratiation, memberikan perhatian, pujian, atau menunjukkan sikap ramah sebelum menyampaikan permintaan.
- Personal appeals, menggunakan hubungan pribadi atau kedekatan untuk memperoleh dukungan.
- Exchange, menawarkan imbalan atau pertukaran tertentu.
- Coalition, memperoleh dukungan dari pihak lain untuk memperkuat pengaruh.
- Pressure, menggunakan tuntutan, peringatan, atau tekanan.
- Legitimating tactics, menggunakan kewenangan, aturan, atau kebijakan organisasi sebagai dasar untuk memengaruhi orang lain.
Pemilihan taktik harus disesuaikan dengan situasi, tujuan, serta hubungan antara pemimpin dan bawahan.

5. Penggunaan kekuasaan dapat menghasilkan komitmen, kepatuhan, atau resistensi dari bawahan. Jika pemimpin menggunakan kekuasaan secara positif, misalnya melalui keahlian, penghargaan, keteladanan, dan hubungan yang baik, bawahan cenderung memiliki komitmen karena menerima tujuan dan bersedia berusaha mencapainya.
Sebaliknya, penggunaan coercive power atau tekanan secara berlebihan dapat menghasilkan kepatuhan, tetapi belum tentu menciptakan komitmen. Bawahan mungkin mengikuti perintah karena takut terhadap hukuman, bukan karena memiliki kesadaran atau keinginan untuk mendukung tujuan organisasi.
Oleh karena itu, pemimpin sebaiknya tidak hanya mengejar kepatuhan, tetapi juga membangun komitmen melalui kepercayaan, komunikasi, penghargaan, dan pemberdayaan bawahan.

6. Kekuasaan dan taktik pengaruh dapat diterapkan secara etis dengan menggunakan kekuasaan untuk kepentingan organisasi dan anggota, bukan untuk kepentingan pribadi. Pemimpin harus menyampaikan informasi secara jujur, menggunakan alasan yang rasional, menghargai pendapat bawahan, serta menghindari manipulasi, ancaman, diskriminasi, dan penyalahgunaan jabatan.
Dalam menerapkan taktik pengaruh, pemimpin sebaiknya mengutamakan rational persuasion, consultation, dan inspirational appeals karena mendorong bawahan memahami tujuan dan berpartisipasi secara sukarela. Selain itu, pemimpin harus mempertimbangkan keadilan, transparansi, tanggung jawab, dan dampak keputusan terhadap bawahan.
Dengan demikian, penerapan kekuasaan dan pengaruh yang etis tidak hanya membantu mencapai tujuan organisasi, tetapi juga membangun kepercayaan, komitmen, dan hubungan kerja yang sehat antara pemimpin dan bawahan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by lidya indah prayoga -
Lidya Indah Prayoga
2511011120

1. Bagaimana membedakan kekuasaan (power), pengaruh (influence), dan wewenang (authority)?
Power adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi atau mengarahkan orang lain. Influence adalah cara yang digunakan untuk memengaruhi sikap atau perilaku orang lain. Authority adalah hak resmi yang dimiliki seseorang karena jabatannya untuk memberikan perintah atau mengambil keputusan.

2. Bagaimana menganalisis lima basis kekuasaan (French & Raven)?
Lima basis kekuasaan terdiri dari legitimate power yang berasal dari jabatan, reward power yang berasal dari kemampuan memberikan penghargaan, coercive power yang berasal dari kemampuan memberikan hukuman, expert power yang berasal dari keahlian dan pengetahuan, serta referent power yang berasal dari rasa hormat dan kekaguman orang lain.

3. Bagaimana mengevaluasi cara memperoleh dan mempertahankan kekuasaan?
Kekuasaan dapat diperoleh melalui jabatan, keahlian, pengalaman, hubungan yang baik, atau kemampuan memberikan penghargaan. Kekuasaan dapat dipertahankan dengan menjaga kepercayaan, meningkatkan kemampuan, bersikap konsisten, dan menggunakan kekuasaan secara bertanggung jawab.

4. Bagaimana mengidentifikasi berbagai taktik pengaruh (influence tactics)?
Taktik pengaruh dapat dilakukan dengan persuasi, memberikan inspirasi, melibatkan orang lain dalam keputusan, menawarkan bantuan, menggunakan hubungan yang baik, memberikan tekanan, atau mengajak pihak lain untuk mendukung suatu tujuan.

5. Bagaimana memahami dampak kekuasaan terhadap komitmen dan kepatuhan bawahan?
Penggunaan kekuasaan dapat menghasilkan komitmen, kepatuhan, atau perlawanan. Jika bawahan benar-benar mendukung tujuan, maka terjadi komitmen. Jika hanya mengikuti perintah, terjadi kepatuhan. Jika tidak setuju dan menolak, terjadi perlawanan. Penggunaan kekuasaan yang terlalu keras dapat membuat bawahan merasa tertekan dan melakukan perlawanan.

6. Jelaskan cara menerapkan kekuasaan dan taktik pengaruh secara etis!
Kekuasaan harus digunakan secara jujur, adil, dan bertanggung jawab. Pemimpin tidak boleh menyalahgunakan jabatan atau memanipulasi bawahan. Taktik pengaruh sebaiknya dilakukan melalui komunikasi yang baik, alasan yang jelas, dan tetap menghargai pendapat serta hak orang lain.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Muhammad Bintang Syah 2511011044 -
Nama : Muhammad Bintang Syah
NPM : 2511011044

1. Power, Influence, dan Authority

Power adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi orang lain. Influence adalah proses atau cara yang digunakan untuk memengaruhi sikap dan perilaku orang lain. Sedangkan authority adalah hak resmi yang dimiliki seseorang karena jabatan untuk memberikan arahan atau mengambil keputusan.

2. Lima Basis Kekuasaan French & Raven

Menurut French dan Raven, terdapat lima sumber kekuasaan, yaitu legitimate power dari jabatan, reward power dari kemampuan memberikan penghargaan, coercive power dari kemampuan memberikan hukuman, expert power dari keahlian, dan referent power dari rasa hormat atau kekaguman orang lain.

3. Memperoleh dan Mempertahankan Kekuasaan

Kekuasaan dapat diperoleh melalui jabatan, keahlian, pengalaman, prestasi, dan hubungan dengan orang lain. Untuk mempertahankannya, pemimpin harus menjaga kepercayaan, meningkatkan kemampuan, membangun hubungan yang baik, dan menggunakan kekuasaan secara adil serta tidak menyalahgunakannya.

4. Taktik Pengaruh

Taktik pengaruh merupakan cara untuk memengaruhi orang lain, seperti memberikan alasan yang logis, memberikan motivasi, melibatkan bawahan dalam keputusan, memberikan dukungan, membangun hubungan baik, dan menggunakan aturan secara tepat. Pemimpin harus memilih cara yang sesuai dengan situasi.

5. Dampak Kekuasaan terhadap Bawahan

Kekuasaan dapat menghasilkan komitmen, kepatuhan, atau perlawanan. Jika digunakan dengan baik, bawahan dapat memiliki komitmen dan mengikuti pemimpin dengan sukarela. Namun, penggunaan tekanan atau hukuman secara berlebihan dapat membuat bawahan hanya patuh karena takut atau bahkan melakukan perlawanan.

6. Penggunaan Kekuasaan Secara Etis

Kekuasaan harus digunakan secara jujur, adil, dan bertanggung jawab. Pemimpin perlu menghargai bawahan, memberikan arahan yang jelas, tidak melakukan manipulasi atau ancaman, serta menggunakan jabatan untuk kepentingan organisasi dan bersama, bukan kepentingan pribadi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by NOVA INDAH CAHYATI 2511011109 -
Nama: Nova Indah Cahyati
NPM: 2511011109
Jawaban Responsi Sesi 4

1. Kekuasaan adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi orang lain. Pengaruh merupakan cara yang digunakan untuk mengubah sikap atau tindakan seseorang. Wewenang adalah hak yang dimiliki karena jabatan untuk memberikan arahan dan mengambil keputusan. Jadi, seseorang bisa memiliki jabatan dan wewenang, tetapi belum tentu mampu memengaruhi anggotanya dengan baik.
2. Lima jenis kekuasaan terdiri dari kekuasaan penghargaan, paksaan, jabatan, keahlian, dan keteladanan. Setiap jenis memiliki sumber yang berbeda. Dalam memimpin tim, penggunaan jabatan saja tidak cukup. Keahlian dan keteladanan juga penting agar anggota mengikuti arahan karena percaya, bukan hanya karena harus.
3. Kekuasaan dapat diperoleh melalui jabatan, kemampuan, pengalaman, dan prestasi. Untuk mempertahankannya, seorang manajer perlu menjaga kinerja dan kepercayaan anggota. Kekuasaan yang dipertahankan hanya dengan tekanan biasanya tidak bertahan lama karena dapat membuat anggota merasa tidak nyaman.
4. Taktik pengaruh dapat dilakukan dengan memberikan alasan yang jelas, mengajak anggota berdiskusi, memberikan motivasi, meminta bantuan, atau mencari dukungan. Taktik tersebut perlu disesuaikan dengan situasi karena cara yang berhasil pada satu anggota belum tentu berhasil pada anggota lainnya.
5. Kekuasaan dapat membuat anggota patuh, tetapi kepatuhan belum tentu berarti adanya komitmen. Jika anggota hanya mengikuti karena takut terhadap atasan, mereka mungkin tidak memiliki dorongan untuk bekerja dengan maksimal. Penggunaan kekuasaan yang disertai kepercayaan dan komunikasi lebih berpeluang membangun komitmen.
6. Kekuasaan sebaiknya digunakan untuk mengarahkan tim, bukan sekadar menunjukkan posisi atau jabatan. Dalam memengaruhi anggota, komunikasi yang baik, keterbukaan terhadap pendapat, dan pemberian arahan yang jelas perlu diutamakan. Dengan begitu, anggota dapat bekerja sama karena memahami tujuan yang ingin dicapai, bukan karena merasa terpaksa.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Balqis sausan Khairunnisa -
Nama : Balqis Sausan Khairunnisa
NPM : 2511011141

1. Power adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi orang lain. Influence adalah proses atau cara untuk memengaruhi orang lain. Sedangkan authority adalah kekuasaan resmi yang berasal dari jabatan.

2. Lima basis kekuasaan French & Raven
- Legitimate power: berasal dari jabatan.
- Reward power: berasal dari kemampuan memberi penghargaan.
- Coercive power: berasal dari kemampuan memberi hukuman.
- Expert power: berasal dari keahlian atau pengetahuan.
- Referent power: berasal dari rasa hormat atau kekaguman orang lain.

3. Kekusaan dapat diperoleh dari jabatan, keahlian, pengalaman, prestasi, dan hubungan dengan orang lain. Untuk mempertahankannya, seseorang harus menjaga kepercayaan, menunjukkan kemampuan, dan membangun hubungan yang baik.

4. Taktik pengaruh (influence tactics) Contohnya memberikan alasan yang logis (rational persuasion), memberikan motivasi (inspirational appeal), melibatkan orang lain (consultation), memberikan penghargaan (exchange), dan menggunakan tekanan (pressure).

5. Dampak kekuasaan terhadap bawahan, Kekuasaan yang digunakan dengan baik dapat membuat bawahan lebih percaya, berkomitmen, dan mau bekerja sama. Sebaliknya, penggunaan kekuasaan secara berlebihan dapat membuat bawahan hanya patuh karena takut dan akhirnya menurunkan motivasi.

6. Penerapan secara etis, Kekuasaan dan pengaruh harus digunakan secara adil, jujur, dan tidak memanipulasi orang lain. Pemimpin sebaiknya lebih mengutamakan komunikasi, memberikan alasan yang jelas, menghargai pendapat bawahan, dan memberikan penghargaan secara adil.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Novandria Amelia Putri -
Nama : Novandria Amelia Putri
NPM : 2551011004

1. Kekuasaan adalah potensi untuk memengaruhi orang lain, pengaruh adalah proses nyata perubahan perilaku tersebut, sedangkan wewenang adalah hak formal dari suatu jabatan untuk memberikan perintah.

2. Lima Basis Kekuasaan terdiri dari kekuasaan sah karena posisi (legitimate), kemampuan memberi penghargaan (reward), ancaman atau paksaan (coercive), keahlian spesifik (expert), dan rujukan atau karisma personal (referent).

3. Kekuasaan diperoleh dengan membangun kompetensi, jejaring, serta akses informasi yang langka, lalu dipertahankan dengan menunjukkan kinerja konsisten dan menggunakan kekuasaan untuk kepentingan tim.

4. Taktik pengaruh dengan mengidentifikasi dari pendekatannya, seperti menggunakan logika (persuasi rasional), melibatkan target (konsultasi), menggugah emosi (daya tarik inspirasional), hingga menggunakan ancaman (tekanan).

5. Dampak terhadap bawahan
Kekuasaan personal paling efektif menghasilkan komitmen tinggi, kekuasaan posisi hanya menghasilkan kepatuhan, sedangkan kekuasaan paksaan sering memicu penolakan.

6. Taktik ini harus diterapkan secara transparan, adil, menghindari manipulasi, dan memastikan tujuannya murni untuk kebaikan organisasi bersama, bukan sekadar kepentingan pribadi pemimpin.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Zalfa Rafeyfa Chayriya -
Nama: Zalfa Rafeyfa Chayriya
NPM: 2551011034

1. Power adalah kemampuan seseorang untuk membantu atau mendorong orang lain melakukan sesuatu. sedangkan influence lebih ke cara seseorang memengaruhi sikap atau tindakan orang lain. sedangkan authority adalah kekuasaan yang dimiliki karena jabatan atau posisi resmi dalam organisasi

2. Menurut French dan Raven, ada lima dasar kekuasaan. yaitu memberi penghargaan, memberi hukuman, berasal dari jabatan, berasal dari keahlian, dan muncul karena seseorang dihormati atau disukasi

3. Kekuasaan itu bisa didapat dari jabatan, kemampuan, pengalaman, maupun hubungan dengan orang lain. Untuk mempertahankannya, seseorang harus bisa menjaga kepercayaan, punya kinerja yang baik, dan terus menunjukkan kemampuan yang dimilikinya.

4. Beberapa taktik pengaruh yaitu memberikan alasan dan bukti, membangun semangat, mengajak orang lain ikut terlibat, bersikap ramah untuk mendapatkan dukungan, dan memberikan tekanan.

5. Kekuasaan bisa. membuat bawahan mengikuti pemimpin karena mau atau karena terpaksa. Jadi jika pemimpin menggunakan keahlian, penghargaan, dan hubungan yang baik, biasanya bawahan lebih cenderung menghasilkan kepatuhan saja.

6. Kekuasaan sebaiknya digunakan jujur, adil, dan tidak merugikan bawahan. Pemimpin juga perlu menghargai pendapat orang lain, tidak menyalahgunakakan jabatan, dan menggunakan pengaruh untuk kepentingan bersama, bukan sekadar keuntungan pribadi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Sofia Dwi Putri -
Nama: Sofia Dwi Putri
NPM: 2511011108

1. Membedakan Kekuasaan, Pengaruh, dan Wewenang
​Kekuasaan itu kapasitas atau potensi seseorang untuk membuat orang lain nurut.
​Kalau pengaruh itu tindakan nyatanya, yaitu proses saat kita benar-benar mengubah cara pikir atau perilaku orang lain.
​Sedangkan wewenang adalah hak resmi dari jabatan dalam organisasi untuk memberi perintah. Jadi wewenang itu kekuasaan yang sifatnya formal.

​2. Lima Basis Kekuasaan French dan Raven
​French dan Raven membagi kekuasaan jadi dua kelompok utama.
Kelompok pertama berasal dari posisi atau jabatan:
- ​Kekuasaan Sah, yaitu kekuasaan resmi karena punya jabatan di organisasi.
- ​Kekuasaan Penghargaan, yaitu kemampuan untuk memberi imbalan atau bonus.
- ​Kekuasaan Paksaan, yaitu kemampuan untuk memberi sanksi atau hukuman.

Kelompok kedua berasal dari kepribadian diri sendiri:
- ​Kekuasaan Ahli, yaitu kekuasaan karena punya ilmu atau skill khusus.
- ​Kekuasaan Referensi, yaitu kekuasaan karena punya wibawa, karisma, atau disukai orang lain.

​3. Cara Memperoleh dan Mempertahankan Kekuasaan
​Cara memperolehnya bisa dengan menguasai keahlian penting yang susah digantikan orang lain, aktif membangun jaringan relasi, serta mengambil posisi yang pegang kendali informasi.
​Cara mepertahankannya adalah dengan menjaga integritas agar tetap dipercaya, rajin mengasah skill biar tidak ketinggalan zaman, dan tidak sembarangan pakai hukuman yang bikin bawahan benci.

​4. Berbagai Taktik Pengaruh
​Taktik pengaruh ada banyak cara. Ada yang sifatnya rasional seperti pakai data dan fakta untuk meyakinkan orang. Ada yang sifatnya partisipatif seperti mengajak diskusi bersama.
​Ada juga yang main di ranah personal seperti memberi pujian dulu, memanfaatkan hubungan pertemanan, atau menawarkan barter keuntungan. Selain itu ada juga taktik tegas seperti membawa nama aturan resmi, menggalang dukungan teman, atau memberi tekanan secara langsung.

​5. Dampak Kekuasaan terhadap Bawahan
​Respon bawahan tergantung dari jenis kekuasaan yang dipakai.
​Jika memakai Kekuasaan Ahli dan Referensi, bawahan akan memberikan Komitmen. Artinya mereka akan bekerja keras dengan sukarela dan antusias.
​Jika memakai Kekuasaan Sah dan Penghargaan, bawahan hanya memberikan Kepatuhan. Artinya mereka cuma kerja sekadarnya sesuai standar minimum.
​Jika memakai Kekuasaan Paksaan yang berlebihan, bawahan akan memberikan Penolakan. Mereka bakal menunda tugas, banyak alasan, atau bahkan sengaja merusak pekerjaan.

​6. Menerapkan Kekuasaan secara Etis
​Penggunaan kekuasaan yang etis harus fokus untuk kepentingan bersama atau organisasi, bukan demi ego pribadi. Pemimpin harus selalu menghormati hak bawahan dan mengutamakan diskusi daripada paksaan. Selain itu, pembagian hadiah maupun sanksi harus dilakukan secara adil, objektif, dan transparan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Dhiya Ayu Kusuma Wardhani 2511011020 -
Nama : Dhiya Ayu Kusuma Wardhani
NPM : 2511011020

1. Kekuasaan adalah potensi untuk memengaruhi orang lain, pengaruh adalah perubahan nyata yang terjadi akibat kekuasaan itu dipakai, sedangkan wewenang adalah kekuasaan yang sah karena berasal dari jabatan resmi dan hanya berlaku selama menjabat.

2. Lima basis kekuasaan French dan Raven yaitu reward power dari kemampuan memberi imbalan, coercive power dari kemampuan memberi hukuman, legitimate power dari jabatan resmi, expert power dari keahlian, dan referent power dari daya tarik personal serta rasa hormat pengikut.

3. Kekuasaan diperoleh lewat jabatan, keahlian, simbol status, dan hubungan interpersonal, lalu dipertahankan dengan konsistensi, menjaga kepercayaan, dan keterampilan politik. Kekuasaan berbasis expert dan referent lebih tahan lama dibanding reward atau coercive.

4. Taktik pengaruh menurut IBQ-9 antara lain bujukan rasional, himbauan inspiratif, konsultasi, ingratiasi, himbauan personal, pertukaran, koalisi, tekanan, dan legitimasi, yang secara umum terbagi jadi taktik lembut, taktik keras, dan taktik rasional tergantung posisi kekuasaan.

5. Referent dan expert power cenderung menghasilkan komitmen karena bawahan percaya dan menghormati pemimpinnya, sedangkan reward, legitimate, dan coercive power hanya menghasilkan kepatuhan yang bisa memicu penolakan jika berlebihan.

6. Penerapan yang etis berarti memilih taktik yang membangun kepercayaan diri bawahan, bukan memanipulasi atau menekan, serta mempertimbangkan alasan di balik penggunaan kekuasaan, seperti dicontohkan Nelson Mandela dan Ho Ching yang memakai persuasi dan inspirasi dibanding paksaan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Mafaza Nujma -
nama: mafaza nujma alfiani
Npm: 2511011117
Responsi sesi 4

1. Bagaimana membedakan kekuasaan (power), pengaruh (influence), dan wewenang (authority)?
Power adalah kemampuan seseorang untuk membuat orang lain mengikuti atau melakukan sesuatu. Influence adalah cara seseorang memengaruhi orang lain, sedangkan authority adalah hak untuk memberi perintah karena seseorang memiliki jabatan atau posisi tertentu.

2. Bagaimana menganalisis lima basis kekuasaan (French & Raven)?
Menurut French dan Raven, ada lima sumber kekuasaan, yaitu kekuasaan karena jabatan, karena bisa memberikan penghargaan, karena bisa memberikan hukuman, karena memiliki keahlian, dan karena orang lain menghormati atau menyukainya.

3. Bagaimana mengevaluasi cara memperoleh dan mempertahankan kekuasaan?
Kekuasaan bisa diperoleh dari jabatan, kemampuan, pengalaman, atau hubungan yang baik dengan orang lain. Untuk mempertahankannya, seseorang harus tetap menunjukkan kemampuan, menjaga kepercayaan, dan menggunakan kekuasaannya dengan baik.

4. Bagaimana mengidentifikasi berbagai taktik pengaruh (influence tactics)?
Taktik pengaruh adalah cara yang digunakan seseorang untuk memengaruhi orang lain. Contohnya dengan memberikan alasan yang jelas, mengajak berdiskusi, memberikan motivasi, meminta bantuan, atau memberikan tekanan jika diperlukan.

5. Bagaimana memahami dampak kekuasaan terhadap komitmen dan kepatuhan bawahan?
Kekuasaan yang digunakan dengan baik dapat membuat bawahan lebih percaya, mau bekerja sama, dan berkomitmen. Tetapi kalau digunakan secara berlebihan, bawahan bisa merasa tertekan dan hanya menurut karena takut.

6. Jelaskan cara menerapkan kekuasaan dan taktik pengaruh secara etis!
Kekuasaan harus digunakan dengan adil dan tidak untuk memanfaatkan atau merugikan orang lain. Pemimpin sebaiknya memberikan alasan yang jelas, menghargai pendapat bawahan, dan menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan bersama.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Stefanus Rio Prayoga 2511011140 -
Nama : Stefanus Rio Prayoga
NPM : 2511011140

1. Bagaimana membedakan kekuasaan (power), pengaruh (influence), dan wewenang (authority)?
Menurut saya ketiga hal ini sering ketuker padahal beda konsep. Kekuasaan (power) itu adalah kapasitas atau potensi seseorang untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar melakukan sesuatu sesuai keinginannya — sifatnya potensial, belum tentu digunakan. Pengaruh (influence) itu adalah prosesnya, yaitu ketika kekuasaan itu benar-benar "dipakai" dan menghasilkan perubahan sikap atau perilaku pada orang lain. Jadi kekuasaan itu modalnya, pengaruh itu aksinya/efeknya. Sementara wewenang (authority) itu lebih sempit, yaitu kekuasaan yang sifatnya formal/legitimate karena melekat pada posisi atau jabatan seseorang dalam struktur organisasi. Jadi wewenang itu sebenarnya salah satu jenis/sumber dari kekuasaan saja (biasa disebut legitimate power), bukan hal yang sama dengan kekuasaan secara umum.

2. Bagaimana menganalisis lima basis kekuasaan (French & Raven)?
Ada lima basis kekuasaan yaitu: reward (bisa kasih imbalan), coercive (bisa kasih hukuman), legitimate (karena jabatan), expert (karena keahlian), dan referent (karena karisma/disukai). Tiga pertama sumbernya dari posisi, dua terakhir dari pribadi. Expert dan referent biasanya paling efektif buat komitmen jangka panjang, coercive paling gampang bikin resistensi.

3. Bagaimana mengevaluasi cara memperoleh dan mempertahankan kekuasaan?
Kekuasaan dapat diperoleh melalui jabatan, keahlian, pengalaman, hubungan dengan orang lain, maupun kemampuan memberikan penghargaan atau mengendalikan sumber daya. Untuk mempertahankannya, seseorang perlu membangun kepercayaan, menjaga hubungan baik, menunjukkan kompetensi, dan menggunakan kekuasaan secara konsisten serta adil.

4. Bagaimana mengidentifikasi berbagai taktik pengaruh (influence tactics)?
Beberapa taktik yang umum: rational persuasion (pakai logika/data), inspirational appeals (bangkitkan emosi/nilai), consultation (libatkan orang lain), ingratiation (bikin suasana enak dulu), personal appeals (minta tolong atas dasar hubungan), exchange (timbal balik), coalition (cari dukungan pihak lain), pressure (tekan/ancam), dan legitimating (sandarkan ke aturan formal).

5. Bagaimana memahami dampak kekuasaan terhadap komitmen dan kepatuhan bawahan?
Penggunaan kekuasaan dapat menghasilkan tiga respons utama, yaitu komitmen, kepatuhan, dan penolakan. Jika pemimpin menggunakan keahlian, hubungan yang baik, dan alasan yang masuk akal, bawahan cenderung memiliki komitmen karena mereka benar-benar menerima tujuan tersebut. Jika hanya mengandalkan jabatan, imbalan, atau hukuman, bawahan biasanya hanya patuh tanpa memiliki keterikatan yang kuat. Penggunaan kekuasaan yang berlebihan bahkan dapat menimbulkan penolakan atau perlawanan.

6. Jelaskan cara menerapkan kekuasaan dan taktik pengaruh secara etis!
Kekuasaan dan taktik pengaruh harus digunakan untuk mencapai tujuan organisasi tanpa merugikan atau memanipulasi orang lain. Caranya dengan memberikan alasan yang jelas, bersikap jujur dan transparan, menghargai pendapat bawahan, menggunakan aturan secara adil, serta tidak menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi. Pemimpin juga sebaiknya lebih mengutamakan persuasi, komunikasi, dan pemberdayaan daripada ancaman atau tekanan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Mahesa Jenar Rudiasyah 2511011069 -
Nama:Mahesa Jenar Rudiasyah
NPM:2511011069

1.Kekuasaan adalah kapasitas atau potensi seseorang untuk menghasilkan efek atau memengaruhi orang lain. Pengaruh adalah perubahan sikap, nilai, keyakinan, atau perilaku seseorang sebagai hasil dari taktik pengaruh. Sedangkan wewenang merupakan kekuasaan yang berasal dari posisi atau peran seseorang dalam organisasi.

2. 1.Expert power – berasal dari pengetahuan, keterampilan khusus, atau pengalaman.
2.Referent power – berasal dari hubungan yang kuat, rasa kagum, dan kemampuan menjadi panutan.
3.Legitimate power – berasal dari posisi atau peran resmi yang dimiliki dalam organisasi.
4.Reward power – berasal dari kemampuan memberikan sesuatu yang bernilai, seperti kenaikan gaji, bonus, atau promosi.
5.Coercive power – berasal dari kemampuan memberikan hukuman atau menimbulkan rasa takut terhadap kehilangan sesuatu yang bernilai.

3.Kekuasaan pemimpin dapat diperoleh melalui pengetahuan, keterampilan khusus, pengalaman, pemilihan atau pemberian suatu posisi, serta kemampuan memengaruhi orang karena adanya daya tarik dan rasa hormat. Untuk mempertahankannya, pemimpin perlu menggunakan kekuasaan secara tepat dan membangun hubungan yang baik dengan pengikut

4.•Consultation: mengajak target ikut berpartisipasi dalam perencanaan atau kegiatan.
•Ingratiation: berusaha membuat orang lain merasa senang atau berada dalam suasana hati yang baik sebelum mengajukan permintaan.
•Personal appeals: meminta bantuan berdasarkan hubungan pertemanan.
•Coalition tactics: mencari dukungan atau bantuan dari orang lain untuk memengaruhi target.
•Pressure tactics: menggunakan ancaman atau pengingat yang terus-menerus.
•Legitimizing tactics: membuat permintaan berdasarkan posisi atau wewenang yang dimiliki.

5.Kekuasaan digunakan melalui taktik pengaruh untuk mengubah sikap dan perilaku pemimpin maupun pengikut. Dampaknya bergantung pada jenis kekuasaan yang dimiliki, tingkat perlawanan yang diperkirakan, serta alasan penggunaan taktik pengaruh. Taktik yang bertujuan membangun atau memberdayakan orang lain umumnya lebih berhasil dibandingkan taktik yang menjatuhkan orang lain.

6.Kekuasaan dan taktik pengaruh sebaiknya digunakan untuk mencapai tujuan organisasi sekaligus memberikan manfaat bagi orang lain, bukan hanya untuk kepentingan pribadi. Pemimpin perlu memilih taktik yang membangun dan memberdayakan pengikut, serta menghindari penggunaan kekuasaan secara berlebihan atau untuk kepentingan diri sendiri. Hal ini sejalan dengan konsep socialized power, yaitu kekuasaan yang digunakan untuk tujuan yang lebih tinggi bagi orang lain atau organisasi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Risa Dilasari -
Nama: Risa Dilasari
NPM: 2511011134
RESPONSI SESI 4

1. Kekuasaan (power) adalah kapasitas/potensi seseorang untuk mengubah perilaku orang lain & sifatnya bisa bekerja ke segala arah. Wewenang (authority) adalah hak formal yang melekat secara sah pada posisi/jabatan dalam hierarki organisasi untuk memberi perintah & mengambil keputusan. pengaruh (influence) adalah penerapan nyata dari kekuasaan dalam bentuk tindakan/proses komunikasi guna mengubah sikap maupun perilaku orang lain

2. French dan Raven membagi basis kekuasaan menjadi kekuasaan posisi dan kekuasaan personal. Kekuasaan posisi bersumber dari struktur organisasi, yang meliputi legitimate power (kekuasaan legitimasi/hak sah atas jabatan), reward power (kekuasaan imbalan/kemampuan memberikan imbalan atau insentif), & coercive power (kekuasaan paksaan/kemampuan memberi sanksi atau hukuman). sedangkan kekuasaan personal yaitu mencakup expert power (kekusaan keahlian) serta referent power (kekuasaan rujukan atau daya tarik pribadi, karisma, atau rasa kagum yang membuat orang lain ingin meneladani).

3. seseorang dapat memperoleh kekuasaan melalui jalur formal seperti menduduki jabatan strategis utk mendapatkan wewenang sah, maupun jalur informal dengan cara menguasai keahlian, mengontrol akses informasi, & membangun jaringan relasi yang luas. utk mempertahankan kekuasaan, pemimpin perlu terus memperbarui keahliannya agar tetap relevan, memperkuat aliansi, serta membagikan sebagian wewenang (empowerment) kepada bawahan

4. taktik pengaruh adalah pendekatan proaktif yg digunakan untuk memengaruhi orang lain, taktik yg berfokus pada logika & keterlibatan meliputi rational persuasion (argumen logis & data), inspirational appeals (membangkitkan emosi & nilai-nilai), serta consultation (melibatkan target dlm perencanaan). taktik interpersonal mencakup ingratiation (pujian & kebaikan), personal appeals (memanfaatkan hubungan persahabatan), & exchange (penawaran timbal balik). sementara taktik yg bersandarkan pada posisi/tekanan yaitu legitimating tactics (merujuk pada aturan resmi), coalition tactics (menggalang dukungan pihak lain), serta pressure (penggunaan ancaman & penekanan)

5. Penggunaan basis kekuasaan yg berbeda menghasilkan tingkat respons perilaku yang berbeda dari bawahan. penggunaan kekuasaan personal (expert dan referent) cenderung menghasilkan komitmen, di mana bawahan bekerja dengan antusias & bersedia memberikan usaha ekstra melebihi ekspektasi. penggunaan kekuasaan posisi (legitimate dan reward) umumnya menghasilkan kepatuhan (compliance), yaitu bawahan menjalankan perintah hanya sebatas memenuhi standar minimal organisasi. sedangkan penggunaan kekuasaan paksaan (coercive) yang berlebihan akan memicu perlawanan (resistance), dalam bentuk penolakan, penundaan pekerjaan dll.

6. dikatakan etis apabila ditujukan demi mencapai tujuan bersama & kemajuan organisasi, bukan untuk kepentingan pribadi. pemimpin yang etis akan memprioritaskan taktik persuasi rasional, konsultasi, & inspirasi dibandingkan pendekatan paksaan. penggunaan imbalan maupun sanksi harus dilakukan secara adil, transparan, & konsisten tanpa diskriminasi. seluruh taktik pengaruh wajib menghormati hak asasi individu, tidak bersifat manipulatif, & selalu dapat dipertanggungjawabkan
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by imas khansa qurota a'yun 2511011028 -
Nama: Imas Khansa Qurota A'yun
NPM: 2511011028

1. Bagaimana membedakan kekuasaan (power), pengaruh (influence), dan wewenang (authority)?

Tiga konsep ini berbeda. Kekuasaan (power) adalah kapasitas atau potensi seseorang untuk mempengaruhi orang lain, meskipun belum digunakan. Pengaruh (influence) adalah proses atau tindakan nyata ketika kekuasaan tersebut digunakan sehingga berhasil mengubah sikap atau perilaku orang lain. Sedangkan wewenang (authority) adalah kekuasaan formal yang sah yang diberikan oleh organisasi karena jabatan struktural.
Contohnya, seorang staf IT memiliki kekuasaan karena keahliannya (expert power), ketika ia menggunakan keahliannya untuk meyakinkan tim mengganti sistem maka itu menjadi pengaruh, namun manajer IT memiliki wewenang untuk memerintahkan penggantian sistem tersebut karena jabatannya.

2. Bagaimana menganalisis lima basis kekuasaan menurut French & Raven?

French & Raven membagi kekuasaan menjadi 5 basis:
1. Legitimate Power (Sah): berasal dari posisi/jabatan formal (efektif untuk kepatuhan awal tapi lemah jika tidak didukung basis lain.)
2. Reward Power (Imbalan): berasal dari kemampuan memberi bonus, promosi, atau pujian (efektif jangka pendek, tapi jika imbalan habis, kepatuhan hilang)
3. Coercive Power (Paksaan): berasal dari kemampuan memberi hukuman, SP, atau pemecatan (paling berisiko, menimbulkan rasa takut, dendam, dan resistensi).
4. Expert Power (Keahlian): berasal dari pengetahuan dan skill khusus yang dibutuhkan organisasi (paling kuat dan tahan lama di era modern karena sulit digantikan)
5. Referent Power (Panutan): berasal dari kharisma dan rasa kagum bawahan. (menghasilkan komitmen tertinggi karena bawahan mengikuti dengan sukarela)

3. Bagaimana mengevaluasi cara memperoleh dan mempertahankan kekuasaan?

Cara memperoleh kekuasaan dapat dilakukan dengan menguasai sumber daya kritis seperti informasi penting, anggaran, atau relasi klien, membangun jaringan dengan orang-orang berpengaruh, menjadi ahli yang tak tergantikan, dan membangun koalisi atau dukungan kelompok.

Untuk mempertahankannya, kekuasaan tidak boleh dipertahankan dengan paksaan. Evaluasinya: pemimpin yang hanya mengandalkan coercive power akan kehilangan kekuasaan karena ditinggalkan bawahan. Cara etis mempertahankannya adalah dengan terus menjaga relevansi keahlian, membagikan kekuasaan melalui pemberdayaan, agar bawahan merasa memiliki, serta menjaga kepercayaan dengan bersikap transparan dan adil. Kekuasaan yang dibagikan justru semakin besar, bukan semakin hilang.

4. Bagaimana mengidentifikasi berbagai taktik pengaruh (influence tactics)?

Taktik pengaruh dapat diidentifikasi dari cara seseorang meminta sesuatu. Menurut Yukl, ada 9 taktik:
1. Rational Persuasion: menggunakan data dan logika.
2. Inspirational Appeal: menggunakan visi dan nilai emosional.
3. Consultation: mengajak bawahan berdiskusi sebelum memutuskan.
4. Ingratiation: memuji atau bersikap ramah sebelum meminta.
5. Exchange: menawarkan tukar jasa atau imbalan.
6. Personal Appeal: menggunakan hubungan pertemanan.
7. Coalition: mengajak orang lain untuk menekan bersama.
8. Legitimating: mengacu pada aturan atau SOP.
9. Pressure: menggunakan ancaman atau paksaan.
Taktik 1-3 termasuk taktik lunak dan paling efektif untuk komitmen, sedangkan taktik 7-9 termasuk taktik keras yang berisiko menimbulkan penolakan

5. Bagaimana memahami dampak kekuasaan terhadap komitmen dan kepatuhan bawahan?

Dampak kekuasaan terhadap bawahan menghasilkan tiga respon yang berbeda:
- Komitmen, bawahan setuju sepenuh hati, internalisasi nilai, dan mau bekerja melebihi yang diminta. Ini terjadi jika pemimpin menggunakan Expert Power, Referent Power, dan taktik Rational Persuasion serta Inspirational Appeal.
- Kepatuhan, bawahan hanya nurut karena harus, tanpa antusias, asal tugas selesai. Ini terjadi jika pemimpin menggunakan Legitimate Power, Reward Power, dan taktik Exchange atau Legitimating.
- Resistensi, bawahan menolak, menunda, atau bahkan sabotase diam-diam. Ini terjadi jika pemimpin terlalu sering menggunakan Coercive Power dan taktik Pressure.
Semakin kasar basis kekuasaan yang digunakan, semakin rendah tingkat komitmen yang dihasilkan.

6. Jelaskan cara menerapkan kekuasaan dan taktik pengaruh secara etis!

Penerapan kekuasaan secara etis harus berprinsip bahwa kekuasaan digunakan untuk melayani tujuan bersama, bukan untuk kepentingan pribadi. Caranya adalah:
- Tujuan harus untuk kebaikan organisasi, bukan memperkaya diri.
- Menggunakan taktik yang jujur dan transparan, yaitu Rational Persuasion dan Consultation, bukan manipulasi atau kebohongan.
- Menghormati otonomi bawahan dengan memberi pilihan dan penjelasan, bukan memaksa.
- Bersikap adil dalam memberi imbalan dan hukuman, tidak pilih kasih.
- Menghindari penggunaan Coercive Power dan Pressure kecuali untuk pelanggaran etika yang berat.
- Membuka diri untuk dikontrol dan dikritik melalui sistem whistleblowing.
Dengan menggunakan Personal Power (keahlian dan keteladanan) dan taktik yang etis, pemimpin akan mendapatkan komitmen jangka panjang, bukan hanya kepatuhan sesaat
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Marda Lika Rahmadani 2511011010 -
Marda Lika Rahmadani
2511011010

1. Kekuasaan adalah potensi untuk menyebabkan perubahan pada orang lain, pengaruh adalah perubahan aktual yang terjadi akibat kekuasaan itu dijalankan, sedangkan wewenang adalah kekuasaan yang sah karena melekat pada jabatan formal dan hanya berlaku selama menjabat.

2. Lima basis kekuasaan French dan Raven adalah expert power (keahlian), referent power (kekaguman dan hubungan personal), legitimate power (posisi formal), reward power (kemampuan memberi imbalan), dan coercive power (ancaman hukuman). Expert dan referent power cenderung dipakai lewat taktik lembut, sedangkan legitimate dan coercive power lewat taktik keras.

3. Kekuasaan diperoleh lewat simbol status dan penampilan seperti gelar dan seragam, situasi atau krisis yang memperbesar kekuasaan pemimpin, serta need for power dan keterampilan politik. Mempertahankannya butuh inhibisi diri agar kekuasaan tidak dipakai secara impulsif atau egois.

4. Sembilan taktik pengaruh menurut IBQ adalah bujukan rasional, himbauan inspiratif, konsultasi, ingratiasi, himbauan personal, pertukaran, koalisi, tekanan, dan legitimasi. Taktik ini dipilih sebagai keras, lembut, atau rasional tergantung posisi kekuasaan dan situasi yang dihadapi.

5. Pemimpin otoriter dengan taktik keras cenderung menilai bawahan lebih negatif meski kinerjanya sama baiknya, sehingga hanya menghasilkan kepatuhan tanpa komitmen sejati. Pemimpin demokratis dengan taktik rasional lebih berhasil membangun komitmen, dan hukuman yang adil dapat meningkatkan kinerja sedangkan hukuman sewenang-wenang justru menurunkannya.

6. Penerapan yang etis menuntut kemahiran dan ketulusan, bukan manipulasi, seperti dicontohkan Nelson Mandela dan Ho Ching yang memakai persuasi dan inspirasi untuk membangun orang lain, bukan tekanan atau paksaan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Dheyamantha Mutiara Jean -
Nama : Dheyamantha Mutiara Jean
NPM : 2511011005

1. Kekuasaan (power) adalah kapasitas untuk memengaruhi orang lain, sedangkan influence adalah perubahan aktual pada sikap atau perilaku. Authority adalah kekuasaan yang berasal dari posisi atau jabatan formal.

2. Expert Power = dianalisis dari pengetahuan atau keahlian khusus yang dimiliki seseorang.
Referent Power = dianalisis dari rasa kagum, hormat, dan hubungan interpersonal.
Legitimate Power = dianalisis dari posisi atau wewenang formal dalam organisasi.
Reward Power = dianalisis dari kemampuan memberikan penghargaan seperti bonus, pujian, atau promosi.
Coercive Power = dianalisis dari kemampuan memberikan hukuman, ancaman, atau sanksi.

3. Cara memperoleh kekuasaan dapat berasal dari jabatan, keahlian, hubungan interpersonal, kemampuan memberikan penghargaan, maupun kemampuan memberikan sanksi. Dalam mempertahankannya, pemimpin perlu membangun reputasi, hubungan yang baik, keterampilan politik, serta kemampuan menggunakan kekuasaan secara tepat.

4. Taktik pengaruh dapat diidentifikasi dengan melihat cara seseorang memengaruhi orang lain, yaitu melalui bujukan rasional, himbauan inspiratif, konsultasi, ingratiation, himbauan personal, pertukaran, koalisi, tekanan, dan legitimasi.

5. Dampaknya dapat dipahami dengan melihat cara kekuasaan digunakan. Tekanan dan paksaan dapat menghasilkan kepatuhan, tetapi jika berlebihan menimbulkan dampak negatif. Sebaliknya, taktik yang membangun dapat meningkatkan moral, kepercayaan diri, dan kinerja bawahan.

6. Kekuasaan dan taktik pengaruh diterapkan secara etis dengan memilih cara yang sesuai dengan situasi dan bertujuan membangun bawahan, seperti meningkatkan harga diri, moral, dan kepercayaan diri. Pemimpin juga harus menggunakannya secara tulus dan tidak manipulatif, serta menghindari tekanan atau paksaan jika masih ada cara yang lebih baik untuk memengaruhi bawahan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Annisa Tri Octavia -
Nama: Annisa Tri Octavia
NPM: 2511011123

1. Power adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi orang lain. Influence adalah proses memengaruhi sikap atau tindakan orang lain, sedangkan authority adalah kekuasaan yang berasal dari jabatan atau posisi resmi.

2. Lima basis kekuasaan menurut French & Raven:

Legitimate power: berasal dari jabatan.
Reward power: kemampuan memberikan penghargaan.
Coercive power: kemampuan memberikan hukuman.
Expert power: berasal dari keahlian atau pengetahuan.
Referent power: berasal dari rasa kagum, hormat, atau keteladanan.

3. Kekuasaan dapat diperoleh melalui jabatan, keahlian, hubungan dengan orang lain, maupun kemampuan memberikan penghargaan. Untuk mempertahankannya, seseorang harus menjaga kepercayaan, kompetensi, dan hubungan yang baik.

4. Taktik pengaruh antara lain persuasi rasional, memberikan contoh, meminta dukungan, konsultasi, kerja sama, dan memberikan penghargaan.

5. Kekuasaan yang digunakan secara tepat dapat meningkatkan komitmen dan kepatuhan bawahan. Sebaliknya, penggunaan kekuasaan secara berlebihan dapat membuat bawahan hanya patuh karena takut dan menurunkan komitmen.

6. Kekuasaan dan taktik pengaruh diterapkan secara etis dengan bersikap jujur, tidak memanipulasi atau mengancam bawahan, menghargai orang lain, serta menggunakan kekuasaan untuk mencapai tujuan organisasi secara adil.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by M Abdi Sanjaya 2511011042 -
Nama= M Abdi Sanjaya
NPM= 2511011042
Responsi Sesi 4

1. Power: kemampuan seseorang untuk memengaruhi orang lain.
Influence: tindakan untuk memengaruhi sikap atau perilaku orang lain.
Authority: kekuasaan yang berasal dari jabatan atau posisi resmi.
2. Expert power: karena memiliki keahlian.
Referent power: karena dihormati atau disukai.
Legitimate power: karena memiliki jabatan.
Reward power: karena bisa memberikan penghargaan.
Coercive power: karena bisa memberikan hukuman.
3. Dengan meningkatkan keahlian, membangun hubungan yang baik, menggunakan jabatan dengan benar, memberikan penghargaan secara adil, dan menggunakan hukuman seperlunya.
4. Contohnya permohonan rasional, permohonan emosional, pertukaran bantuan, ancaman, permohonan pribadi, dan menggunakan wewenang.
5. Kekuasaan dapat membuat bawahan patuh atau berkomitmen. Kekuasaan berdasarkan keahlian dan hubungan baik biasanya lebih mudah menghasilkan komitmen. Sedangkan hukuman lebih banyak menghasilkan kepatuhan.
6. Kekuasaan harus digunakan secara adil, sesuai aturan dan tidak untuk kepentingan pribadi. Penghargaan diberikan secara adil, sedangkan hukuman digunakan hanya jika memang diperlukan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Shanasya Salsabila Andrika 2511011041 -

NAMA: Shanasya Salabila A

NPM: 2511011041

1. Kekuasaan (power) adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi orang lain. Pengaruh (influence) lebih menunjukkan perubahan yang terjadi pada sikap, nilai, atau perilaku seseorang setelah dipengaruhi. Sementara itu, wewenang (authority) merupakan kekuasaan yang didapat karena seseorang memiliki posisi atau jabatan tertentu dalam organisasi.

2. Menurut French dan Raven, ada lima dasar kekuasaan. Expert power berasal dari keahlian atau pengetahuan, referent power berasal dari rasa hormat dan hubungan dengan orang lain, legitimate power berasal dari jabatan atau posisi formal, reward power berasal dari kemampuan memberikan penghargaan, sedangkan coercive power berasal dari kemampuan memberikan hukuman atau konsekuensi negatif.

3. Kekuasaan bisa diperoleh dari keahlian, kinerja yang baik, posisi dalam organisasi, kemampuan mengelola sumber daya, dan hubungan yang baik dengan orang lain. Namun, memiliki kekuasaan saja belum tentu membuat seseorang bisa memengaruhi orang lain. Karena itu, pemimpin juga perlu memiliki kemampuan untuk menggunakan kekuasaan tersebut dengan tepat. Kekuasaan akan lebih baik dipertahankan jika digunakan untuk kepentingan organisasi dan anggota, bukan hanya untuk kepentingan pribadi.

4. Taktik pengaruh merupakan cara yang digunakan seseorang untuk memengaruhi orang lain. Beberapa di antaranya adalah bujukan rasional, himbauan inspiratif, konsultasi, ingratiasi, himbauan personal, pertukaran, koalisi, tekanan, dan legitimasi. Penggunaannya perlu disesuaikan dengan situasi dan kondisi hubungan antara pemimpin dengan bawahannya.

5. Kekuasaan bisa membuat bawahan mengikuti perintah, tetapi belum tentu membuat mereka benar-benar berkomitmen. Jika pemimpin terlalu mengandalkan tekanan atau hukuman, bawahan mungkin hanya patuh karena takut. Sebaliknya, penggunaan keahlian dan hubungan yang baik dapat membuat bawahan lebih menerima dan percaya kepada pemimpin. Jadi, pemimpin sebaiknya tidak hanya mengejar kepatuhan, tetapi juga membangun kepercayaan dan komitmen.

6. Kekuasaan dan taktik pengaruh sebaiknya digunakan secara etis dan untuk kepentingan organisasi, bukan untuk keuntungan pribadi. Pemimpin dapat lebih mengutamakan cara seperti memberikan alasan yang logis, melibatkan bawahan dalam keputusan, dan memberikan motivasi. Tekanan atau hukuman sebaiknya hanya digunakan jika memang diperlukan. Dengan begitu, pemimpin tetap dapat mencapai tujuan tanpa merusak kepercayaan dan hubungan dengan bawahannya.



In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Nur Parida 2511011103 -
Nama : Nur parida
NPM : 2511011103

1. Bagaimana membedakan kekuasaan (power), pengaruh (influence), dan wewenang (authority)?
jawab:
-Kekuasaan (power) adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi orang lain agar melakukan sesuatu sesuai dengan yang diinginkan.
-Pengaruh (influence) adalah proses atau cara yang digunakan seseorang untuk mengubah sikap, perilaku, atau keputusan orang lain.
-Wewenang (authority) adalah kekuasaan yang berasal dari jabatan atau posisi resmi dalam organisasi dan diakui oleh anggota organisasi.
Sederhananya: power adalah kemampuan untuk memengaruhi, influence adalah proses memengaruhinya, sedangkan authority adalah kekuasaan yang diperoleh karena jabatan.

2. Bagaimana menganalisis lima basis kekuasaan (French & Raven)?
jawab:
Menurut French dan Raven, terdapat lima sumber atau basis kekuasaan, yaitu:
-Legitimate Power (kekuasaan legitimasi)
Kekuasaan yang diperoleh karena seseorang memiliki jabatan atau posisi resmi.
Contoh: manajer memiliki kewenangan untuk memberikan tugas kepada karyawan.
-Reward Power (kekuasaan penghargaan)
Kekuasaan karena seseorang mampu memberikan penghargaan atau keuntungan kepada orang lain.
Contoh: atasan memberikan bonus kepada karyawan yang berprestasi.
-Coercive Power (kekuasaan paksaan)
Kekuasaan yang berasal dari kemampuan memberikan hukuman atau sanksi.
Contoh: atasan memberikan teguran kepada karyawan yang melanggar aturan.
-Expert Power (kekuasaan keahlian)
Kekuasaan yang muncul karena seseorang memiliki pengetahuan, kemampuan, atau keahlian tertentu.
Contoh: karyawan yang ahli dalam bidang teknologi menjadi tempat orang lain meminta bantuan.
-Referent Power (kekuasaan rujukan)
Kekuasaan yang muncul karena seseorang dikagumi, dihormati, atau disukai oleh orang lain.
Contoh: pemimpin yang memiliki sikap baik sehingga bawahannya menghormati dan mengikuti dirinya.

3. Bagaimana mengevaluasi cara memperoleh dan mempertahankan kekuasaan?
jawab:
Kekuasaan dapat diperoleh melalui jabatan, keahlian, pengalaman, hubungan dengan orang lain, kemampuan memberikan penghargaan, atau kemampuan memberikan sanksi.

Untuk mempertahankannya, seseorang perlu menunjukkan kemampuan, menjaga hubungan baik, membangun kepercayaan, memberikan hasil yang baik, dan menggunakan kekuasaan secara tepat.

Kekuasaan akan lebih mudah dipertahankan jika digunakan untuk kepentingan organisasi, bukan hanya untuk kepentingan pribadi. Jika kekuasaan digunakan secara berlebihan atau tidak adil, orang lain bisa kehilangan kepercayaan.

4. Bagaimana mengidentifikasi berbagai taktik pengaruh (influence tactics)?
jawab:
Beberapa taktik pengaruh yang dapat digunakan seseorang antara lain:
-Rational persuasion → memberikan alasan, fakta, dan bukti yang masuk akal.
-Inspirational appeals → membangkitkan semangat atau motivasi orang lain.
-Consultation → melibatkan orang lain dalam membuat keputusan atau menyusun rencana.
-Ingratiation → bersikap ramah atau memberikan pujian untuk mendapatkan dukungan.
-Personal appeals → meminta bantuan berdasarkan hubungan pribadi.
-Exchange → menawarkan sesuatu sebagai imbalan atas bantuan.
-Coalition → mengajak orang lain untuk memberikan dukungan.
-Pressure → menggunakan tuntutan, perintah, atau ancaman agar orang lain mengikuti keinginan.
-Legitimating tactics → menggunakan aturan, kebijakan, atau kewenangan resmi sebagai dasar untuk memengaruhi orang lain.

5. Bagaimana memahami dampak kekuasaan terhadap komitmen dan kepatuhan bawahan?
jawab :
Kekuasaan dapat memberikan dampak yang berbeda terhadap bawahan. Kekuasaan yang digunakan dengan baik dapat membuat bawahan merasa percaya, menghargai pemimpin, dan memiliki komitmen terhadap pekerjaan.

Sebaliknya, jika pemimpin terlalu sering menggunakan paksaan atau ancaman, bawahan mungkin hanya patuh karena takut mendapat hukuman. Mereka belum tentu benar-benar memiliki komitmen terhadap pekerjaan.

Jadi, penggunaan expert power dan referent power cenderung membantu membangun kepercayaan dan komitmen, sedangkan penggunaan coercive power secara berlebihan dapat menimbulkan tekanan dan hubungan kerja yang kurang baik.

6. Jelaskan cara menerapkan kekuasaan dan taktik pengaruh secara etis!
jawab :
Kekuasaan dan taktik pengaruh harus digunakan secara jujur, adil, dan bertanggung jawab. Pemimpin sebaiknya memberikan alasan yang jelas, menghargai pendapat orang lain, tidak memaksakan kehendak, serta tidak menggunakan ancaman atau manipulasi untuk kepentingan pribadi.

Contohnya, ketika memberikan tugas kepada bawahan, pemimpin menjelaskan alasan dan tujuan tugas tersebut, memberikan kesempatan untuk berdiskusi, serta memberikan penghargaan jika tugas dilakukan dengan baik.

Dengan begitu, kekuasaan tidak hanya membuat bawahan patuh, tetapi juga dapat membangun kepercayaan, komitmen, dan hubungan kerja yang baik.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Joanna Jesseca E -
Nama: Joanna Jesseca E
NPM: 2511011039

1. Bagaimana membedakan kekuasaan (power), pengaruh (influence), dan wewenang (authority)?
- kekuasaan (power) adalah kapasitas atau potensi seseorang untuk menghasilkan efek atau perubahan pada orang lain. jadi, kekuasaan menunjukkan kemampuan untuk memengaruhii.
- pengaruh (influence) adalah perubahan aktual pada sikap, nilai, keyakinan, atau perilaku seseorang sebagai akibat dari tindakan pihak lain.
- wewenang (authority) adalah kekuasaan yang berasal dari posisi atau jabatan resmi dalam organisasi. dalam materi dijelaskan bahwa hal ini berkaitan dengan legitimate power, yaitu kekuasaan yang berlaku karena seseorang memiliki posisi formal.

2. Bagaimana menganalisis lima basis kekuasaan (French & Raven)? lima basis kekuasaan menurut French & Raven adalah:
1. Expert Power (kekuasaan ahli): berasal dari pengetahuan, keterampilan, atau keahlian khusus yang dimiliki seseorang. bahkan bawahan bisaa saja memiliki expert power lebih tinggi daripada pemimpin apabila memiliki pengetahuan yang lebih mendalam.
2. Referent Power (kekuasaan referensi/acuan): berasal dari rasa kagum, hormat, daya tarik, dan hubungan interpersonal dengan seseorang. kekuasaan ini membutuhkan waktu untuk dibangun, tetapi jugaa dapat hilang dengan cepat.
3. Legitimate Power (kekuasaan legitimasi): berasal dari wewenang formal atau posisi resmi dalam organisasi. kekuasaan ini berlaku selama seseorang menduduki posisi tersebut.
4. Reward Power (kekuasaan penghargaan): berasal dari kemampuan memberikan sesuatu yang diinginkan bawahan, seperti bonus, pujian, promosi, atau waktu untuk istirahat.
5. Coercive Power (kekuasaan koersif/paksaan): berasal dari kemampuan memberikan ancaman, hukuman, atau sanksi, seperti teguran, pemotongan gaji, atau pemecatan.

3. Bagaimana mengevaluasi cara memperoleh dan mempertahankan kekuasaan?
kekuasaan dapat diperoleh melalui jabatan, keahlian, pengalaman, pendidikan, hubungan atau koneksii, kemampuan memberikan penghargaan, serta kemampuan memberikan sanksi. dalam materii juga menjelaskan bahwa kinerja masa lalu dapat meningkatkan reputasi dan kekuasaan, tetapi belum tentu menghasilkan pengaruh apabila tidak disertai keterampilan politik.

untuk mempertahankannya, pemimpin perlu:
menjaga kinerja dan reputasi, meningkatkan keahlian, membangun hubungan interpersonal dan kepercayaan, menggunakan kekuasaan sesuai situasi, memiliki keterampilan politik, tidak menggunakan kekuasaan secara impulsif atau egois, dan jugaa mampu berbagi kekuasaan karena shared leadership berhubungan positif dengan kinerja tim.

4. Bagaimana mengidentifikasi berbagai taktik pengaruh (influence tactics)? dalam materi yang sudah dijelaskann, terdapat 9 jenis taktik pengaruh, yaitu:
1. Rational Persuasion (bujukan rasional): menggunakan argumen logis atau bukti faktual.
2. Inspirational Appeals (himbauan inspiratif): membangkitkan antusiasme atau emosi.
3. Consultation (konsultasi): melibatkan target dalam perencanaan aktivitas.
4. Ingratiation: membuat target berada dalam suasana hati yang baik atau memberikan pujian sebelum meminta sesuatu.
5. Personal Appeals (himbauan personal): meminta bantuan berdasarkan hubungan pribadi atau persahabatan.
6. Exchange (pertukaran): memberikan atau menjanjikan kebaikan sebagai imbalan atas dukungan.
7. Coalition Tactics (taktik koalisi): mencari dukungan orang lain untuk memengaruhi target.
8. Pressure Tactics (taktik tekanan): menggunakan ancaman atau peringatan secara terus-menerus.
9. Legitimizing Tactics (taktik legitimasi): menggunakan posisi resmi, aturan, atau wewenang sebagai dasar permintaan.

5. Bagaimana memahami dampak kekuasaan terhadap komitmen dan kepatuhan bawahan?
kekuasaan dapat membuat bawahan mengikuti perintah atau menunjukkan kepatuhan, tetapi jenis dan cara penggunaannya memengaruhi kualitas respons bawahan. penggunaan taktik keras seperti tekanan, paksaan, dan kontrol dapat membuat bawahan mengikuti perintah. namun, jikaa digunakan secara berlebihan, dapat menimbulkan dampak negatif.

sebaliknya, taktik yang rasional, inspiratif, konsultatif, dan membangun bawahan cenderung lebih efektif karenaa tidak hanya menghasilkan kepatuhan, tetapi juga dapat meningkatkan harga diri, moral, kepercayaan diri, dan hubungan antara pemimpin dengan bawahan.

jadi, kepatuhan belum tentu menunjukkan komitmen. bawahan dapat patuh karena takut terhadap hukuman, sedangkan pengaruh yang positif lebih memungkinkan terbentuknya penerimaan dan dukungan terhadap pemimpin.

6. Jelaskan cara menerapkan kekuasaan dan taktik pengaruh secara etis!
kekuasaan dan taktik pengaruh harus digunakan untuk mencapai tujuan organisasi tanpa memanipulasi atau merugikan bawahan.

paraa pemimpin sebaiknya: memilih taktik yang sesuai dengan situasi, mengutamakan bujukan rasional, inspirasi, konsultasi, dan taktik yang membangun, menggunakan tekanan dan legitimasi hanya jika memang diperlukan, menghindari kelicikan, manipulasi, dan penipuan, memberikan hukuman secara adil, jelas, menjelaskan alasan serta konsekuensi dari suatu tindakan, menggunakan pengaruh untuk meningkatkan moral, harga diri, dan kepercayaan diri bawahan.

contohnya, daripadaa mengancam bawahan agar menyelesaikan pekerjaan, pemimpin dapat menjelaskan alasan pekerjaan tersebut penting, memberikan bukti atau target yang jelas, serta melibatkan bawahan dalam mencari solusi. dengan demikian, kekuasaan digunakan untuk membangun kepercayaan dan motivasi, bukan sekadar memaksa kepatuhan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Nalisa Amalia 2511011027 -
NAMA: Nalisa Amalia
NPM: 2511011027

1. Bagaimana membedakan kekuasaan (power), pengaruh (influence), dan wewenang (authority)?
Kekuasaan (power) merupakan kemampuan seseorang untuk memengaruhi orang lain, sedangkan pengaruh (influence)merupakan perubahan sikap atau perilaku setelah seseorang dipengaruhi, dan wewenang (authority) berasal dari posisi atau jabatan yang dimiliki seseorang dalam organisasi.

2. Bagaimana menganalisis lima basis kekuasaan (French & Raven)?
Lima basis kekuasaan dapat dianalisis dari sumber kekuasaan yang dimiliki seseorang, yaitu keahlian, hubungan atau rasa hormat, jabatan, pemberian penghargaan, dan pemberian hukuman.

3. Bagaimana mengevaluasi cara memperoleh dan mempertahankan kekuasaan?
Kekuasaan dapat diperoleh melalui keahlian, posisi, maupun hubungan dengan orang lain dan kekuasaan tersebut dapat dipertahankan dengan menggunakannya secara tepat dan tidak hanya untuk kepentingan pribadi.

4. Bagaimana mengidentifikasi berbagai taktik pengaruh (influence tactics)?
Taktik pengaruh dapat dilakukan dengan memberikan alasan yang logis, memberikan motivasi, melibatkan orang lain dalam keputusan, melakukan pertukaran, membangun hubungan, membentuk koalisi, memberikan tekanan, atau menggunakan aturan dan kewenangan.

5. Bagaimana memahami dampak kekuasaan terhadap komitmen dan kepatuhan bawahan?
Penggunaan kekuasaan dapat membuat bawahan mengikuti arahan pemimpin tetapi, jika terlalu banyak menggunakan tekanan atau hukuman bawahan bisa hanya patuh karena takut dan bukan karena benar-benar berkomitmen.

6. Jelaskan cara menerapkan kekuasaan dan taktik pengaruh secara etis!
Penerapan kekuasaan dapat dilakukan dengan menggunakan posisi dan kemampuan yang dimiliki untuk mencapai tujuan organisasi, sedangkan pengaruh secara etis dapat diterapkan dengan memberikan alasan yang jelas, melibatkan bawahan, dan membangun kepercayaan tanpa memanipulasi atau menekan mereka.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Resafia Ayu Asifa -
Nama: Resafia Ayu Asifa
NPM: 251101080

1. Kekuasaan (power) adalah kapasitas atau potensi untuk menghasilkan efek atau perubahan pada orang lain. Sedangkan pengaruh (influence) adalah perubahan aktual atau nyata pada sikap, nilai, keyakinan, atau perilaku seseorang sebagai hasil dari penerapan kekuasaan atau taktik tertentu. Sedangkan wewenang (authority) adalah hak formal atau posisi resmi seseorang dalam organisasi dan bersifat terbatas pada masa jabatan serta batasan aturan atau deskripsi kerja.

2. Menurut (French & Raven) lima basis kekuasaan terdiri dari Kekuasaan Posisi yang mencakup Legitimate Power (posisi atau jabatan resmi), Reward Power (kemampuan memberi imbalan), dan Coercive Power (kemampuan memberi sanksi atau ancaman). Serta Kekuasaan Personal yang mencakup Expert Power (keahlian atau pengetahuan khusus) dan Referent Power (daya tarik personal atau karisma).

3. Kekuasaan diperoleh melalui penegakan keahlian, jaringan, simbol status, hingga pengaturan akses fisik. Kekuasaan dipertahankan melalui pengembangan keterampilan politik (political skills), kontrol diri (activity inhibition), serta pembagian kekuasaan (shared leadership).

4. Meliputi Bujukan Rasional, Himbauan Inspiratif, Konsultasi, Ingrasi, Himbauan Personal, Pertukaran, Koalisi, Legitimasi, dan Tekanan.

5. Kekuasaan personal dan taktik lembut atau rasional mendorong komitmen bawahan serta persepsi positif dari pemimpin. Sebaliknya, kekuasaan posisi dan taktik keras atau tekanan yang berlebihan hanya menghasilkan kepatuhan atau resistensi, serta memicu persepsi negatif terhadap bawahan.

6. Penggunaan pengaruh harus dilakukan secara tulus dan bukan manipulatif untuk membangun harga diri dan motivasi bawahan, mengutamakan socialized power demi kepentingan bersama, serta menerapkan hukuman secara adil sebagai sarana perbaikan perilaku.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Salsabila Yusrina Suhendra -
Nama : Salsabila Yusrina S.
NPM : 2511011131
Prodi : S1 Manajemen

1. ⁠1.)Kekuasaan (power) adalah kapasitas atau potensi seseorang untuk menghasilkan perubahan pada orang lain.
2.) Pengaruh (influence) adalah perubahan nyata pada sikap, nilai, keyakinan, atau perilaku seseorang akibat tindakan pihak lain.
3.) Wewenang (authority) adalah kekuasaan yang berasal dari posisi atau jabatan resmi dalam organisasi.

2. 1.) Expert Power → berasal dari pengetahuan atau keahlian khusus.
2.) Referent Power → berasal dari rasa kagum, hormat, dan hubungan interpersonal.
3.) Legitimate Power → berasal dari jabatan atau wewenang formal.
4.) Reward Power → berasal dari kemampuan memberikan penghargaan seperti bonus, pujian, atau promosi.
5.) Coercive Power → berasal dari kemampuan memberikan tekanan, ancaman, atau hukuman.

3. Kekuasaan diraih melalui keterampilan, pengalaman, posisi, koneksi, pengakuan, dan keterampilan berpolitik. Agar dapat mempertahankannya, seorang pemimpin harus memelihara reputasi, menjalin hubungan, dan memanfaatkan kekuasaan dengan bijaksana.

4. Terdapat 9 taktik pengaruh, yaitu:
1. Bujukan rasional – menggunakan alasan logis dan bukti.
2. Himbauan inspiratif – membangkitkan semangat atau emosi.
3. Konsultasi – melibatkan orang lain dalam perencanaan.
4. Ingratiation – memberikan pujian atau menciptakan suasana positif.
5. Himbauan personal – meminta bantuan berdasarkan hubungan pribadi.
6. Pertukaran – memberikan dukungan sebagai imbalan.
7. Koalisi – mencari dukungan orang lain.
8. Tekanan – menggunakan ancaman atau peringatan.
9. Legitimasi - menggunakan aturan, jabatan, atau wewenang resmi.

5. Kekuasaan bisa membuat bawahan lebih patuh, tapi tekanan yang terlalu besar justru bisa membuat mereka merasa tidak senang dan hasil kerjanya menurun. Taktik yang masuk akal dan positif bisa membuat bawahan lebih percaya dan menerima.

6. Kekuasaan dan cara memengaruhi harus dipakai untuk membantu, memberi semangat, dan meningkatkan rasa percaya diri orang di bawah kita, bukan untuk mengontrol atau merendahkan. Seorang pemimpin yang baik sebaiknya menggunakan cara yang berpikir jernih, memberi semangat, dan berdiskusi dengan orang lain, serta tidak memaksa atau mendorong terlalu keras. Pengaruh yang dipakai untuk menggoda bisa membuat orang tidak percaya, jadi seorang pemimpin harus memikirkan maksud, cara, dan hasilnya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Nayla Faiza Chairunnisa -
Nayla Faiza Chairunnisa
2511011012

1. Perbedaan kekuasaan, pengaruh, dan wewenang terletak pada sumber serta cara penerapannya, di mana kekuasaan adalah potensi untuk mengubah perilaku orang lain, pengaruh adalah tindakan nyata mengarahkan tanpa paksaan, dan wewenang adalah hak resmi yang dilegalkan organisasi.

2. Analisis lima basis kekuasaan French dan Raven mencakup legitimasi dari jabatan, imbalan dari kompensasi, paksaan dari sanksi, keahlian dari pengetahuan teknis, serta rujukan dari kharisma dan daya tarik pribadi.

3. Cara memperoleh kekuasaan dilakukan melalui penguasaan keterampilan langka, pembentukan jaringan, dan kontrol sumber daya, sedangkan cara mempertahankannya adalah dengan menjaga relevansi kompetensi serta merawat hubungan dan kepercayaan.

4. Identifikasi taktik pengaruh meliputi persuasi rasional, imbauan inspirasional, konsultasi, pujian, daya tarik personal, pertukaran, koalisi, tekanan, hingga legitimasi prosedur resmi.

5. Dampak kekuasaan terhadap bawahan bervariasi, di mana kekuasaan keahlian dan rujukan melahirkan komitmen, kekuasaan legitimasi dan imbalan menghasilkan kepatuhan standar, sedangkan kekuasaan paksaan memicu penolakan.

6. Penerapan kekuasaan dan taktik pengaruh secara etis dilakukan dengan memprioritaskan kepentingan bersama, mengedepankan transparansi, menghargai martabat individu, serta mengutamakan pendekatan dialogis.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Michael Rusdianto 2511011072 S1 Manajemen -
Nama: Michael Rusdianto
NPM: 2511011072
Leadership, Responsi 4

1. Power adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi orang lain, sedangkan influence adalah perubahan sikap atau perilaku yang terjadi karena pengaruh tersebut. Authority adalah wewenang yang berasal dari jabatan atau posisi formal seseorang.

2. Menurut French dan Raven, ada lima dasar kekuasaan, yaitu expert power dari keahlian, referent power dari hubungan dan rasa hormat, legitimate power dari jabatan, reward power dari kemampuan memberikan penghargaan, dan coercive power dari kemampuan memberikan hukuman.

3. Kekuasaan bisa diperoleh dengan meningkatkan keahlian, membangun hubungan yang baik, memiliki posisi yang jelas, dan menguasai sumber daya. Untuk mempertahankannya, pemimpin harus menggunakan kekuasaan sesuai situasi dan tidak hanya mengandalkan satu jenis kekuasaan.

4. Taktik pengaruh antara lain rational persuasion, inspirational appeals, consultation, ingratiation, personal appeals, exchange, coalition, pressure, dan legitimizing tactics. Intinya, taktik tersebut digunakan untuk memengaruhi sikap atau perilaku orang lain.

5. Kekuasaan dapat membuat bawahan patuh, tetapi belum tentu membuat mereka berkomitmen. Misalnya, reward bisa membuat bawahan bekerja karena ingin mendapat imbalan. Sementara itu, expert dan referent power cenderung membuat bawahan lebih termotivasi dan puas.

6. Kekuasaan sebaiknya digunakan secara adil dan bertanggung jawab. Pemimpin lebih baik menggunakan cara seperti memberikan alasan yang logis, melibatkan bawahan, dan memberikan motivasi daripada terlalu sering menggunakan ancaman atau tekanan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Asyrafil Akbar AMM -
Nama:Asyrafil Akbar AMM
NPM:2551011021



1.Power adalah kemampuan seseorang buat memengaruhi orang lain. Influence adalah cara atau usaha buat memengaruhi orang lain. Sedangkan authority adalah kekuasaan yang didapat dari jabatan resmi.

2.Lima jenis kekuasaan menurut French dan Raven yaitu reward, coercive, legitimate, expert, dan referent power. kekuatan tersebut berasal dari kemampuan memberi penghargaan, memberi hukuman, jabatan, keahlian, dan rasa hormat dari orang lain.

3.Kekuasaan bisa didapat dari posisi, kemampuan, koneksi, atau sumber daya. agar bisa bertahan, kita harus bisa menjaga kepercayaan, kemampuan, dan hubungan yang baik dengan orang lain.

4.Taktik pengaruh meliputi persuasi rasional (alasan yang masuk akal), himbauan inspiratif (membangkitkan semangat), konsultasi (mengajak diskusi), ingratiation (membuat orang nyaman), himbauan personal (meminta bantuan), pertukaran (memberikan imbalan), koalisi (mencari dukungan), tekanan (memberi tuntutan), dan legitimasi (menggunakan jabatan atau aturan).

5.Penggunaan kekuasaan bisa membuat bawahan mengikuti perintah, tapi belum tentu mereka benar-benar punya komitmen. Kalau pemimpin membangun kepercayaan dan hubungan yang baik, bawahan biasanya lebih terbuka dan memberikan respons yang positif.

6.Kekuasaan harus digunakan dengan bijak, adil, dan tetap menghargai bawahan. Pemimpin sebaiknya memengaruhi bawahannya melalui komunikasi yang baik, alasan yang jelas, dan mengajak berdiskusi, bukan hanya mengandalkan tekanan atau jabatannya. Dengan begitu, bawahan lebih nyaman untuk mengikuti arahan dan bekerja sama.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by CINDY OKTAVIA RAMADHANI -
Nama : Cindy Oktavia Ramadhani
NPM : 2511011143

1. Kekuasaan (power) adalah kemampuan memengaruhi orang lain, pengaruh (influence) adalah proses untuk mengubah perilaku atau keputusan orang lain, sedangkan wewenang (authority) adalah kekuasaan yang berasal dari jabatan resmi dan diakui organisasi.
2. Lima basis kekuasaan French & Raven meliputi legitimate power (jabatan), reward power (pemberian imbalan), coercive power (hukuman), referent power (keteladanan atau daya tarik pribadi), dan expert power (keahlian atau pengetahuan).
3. Kekuasaan dapat diperoleh melalui jabatan, prestasi, keahlian, dan jaringan hubungan, sedangkan mempertahankannya dilakukan dengan menjaga kompetensi, kepercayaan, reputasi, serta menggunakan kekuasaan secara adil dan konsisten.
4. Taktik pengaruh meliputi persuasi rasional, konsultasi, pendekatan inspiratif, pertukaran, membangun hubungan, koalisi, legitimasi, dan tekanan. Pemilihannya harus disesuaikan dengan situasi dan tujuan.
5. Kekuasaan dapat menimbulkan komitmen, kepatuhan, atau penolakan. Penggunaan keahlian, keteladanan, dan hubungan yang baik cenderung menghasilkan komitmen, sedangkan tekanan atau hukuman berlebihan dapat menimbulkan penolakan.
6. Kekuasaan dan taktik pengaruh diterapkan secara etis dengan jujur, adil, transparan, menghormati orang lain, serta menghindari manipulasi dan penyalahgunaan wewenang. Tujuannya harus mendukung kepentingan organisasi tanpa merugikan pihak lain.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Adelia fi janatin aliah 2511011067 -
Nama: Adelia fi janatin aliah
Npm: 2511011067

1. Power, influence, dan authority
Power adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi orang lain. Influence adalah proses atau cara seseorang memengaruhi orang lain. Sedangkan authority adalah kekuasaan yang berasal dari jabatan atau posisi resmi.

2. Lima basis kekuasaan French & Raven
Ada lima, yaitu legitimate power (jabatan), reward power (memberi penghargaan), coercive power (memberi hukuman), expert power (keahlian), dan referent power (dihormati atau disukai).

3. Cara memperoleh dan mempertahankan kekuasaan
Kekuasaan dapat diperoleh melalui jabatan, keahlian, pengalaman, hubungan yang baik, atau kemampuan memberikan penghargaan. Untuk mempertahankannya, perlu menjaga kepercayaan, konsisten, dan menggunakan kekuasaan dengan tepat.

4. Taktik pengaruh
Beberapa taktik pengaruh yaitu memberikan alasan yang logis, meminta dukungan orang lain, memberi penghargaan, membangun hubungan baik, melibatkan orang lain dalam keputusan, dan memberikan tekanan jika diperlukan.

5. Dampak kekuasaan terhadap bawahan
Penggunaan kekuasaan yang tepat dapat membuat bawahan patuh dan lebih berkomitmen. Sebaliknya, jika terlalu memaksa atau menyalahgunakan kekuasaan, bawahan mungkin hanya patuh karena takut dan akhirnya kehilangan motivasi.

6. Penerapan secara etis
Kekuasaan dan taktik pengaruh harus digunakan secara adil, transparan, dan tidak merugikan orang lain. Pemimpin sebaiknya lebih mengutamakan komunikasi, alasan yang jelas, dan menghargai bawahan daripada memaksakan kehendak.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Farrel putra Fadhila -
Nama:Farrel Putra Fadhila
Npm:2511011157

1. Bagaimana membedakan kekuasaan (power), pengaruh (influence), dan wewenang (authority)?
Kekuasaan (Power): Merupakan kapasitas atau potensi seseorang untuk menghasilkan efek atau memengaruhi orang lain. Kekuasaan tidak selalu harus digunakan secara aktif untuk terlihat; keberadaannya saja sudah dapat memengaruhi tindakan orang lain. Kekuasaan merupakan fungsi bersama dari pemimpin, pengikut, dan situasi.

Pengaruh (Influence): Merupakan tingkat perubahan aktual dalam sikap, nilai, keyakinan, atau perilaku sasaran (target) sebagai hasil dari tindakan atau taktik yang diterapkan oleh agen pemengaruh. Jika kekuasaan adalah potensi, maka pengaruh adalah hasil atau dampak nyata yang terukur dari penggunaan potensi tersebut.
Wewenang (Authority): Merupakan hak formal atau legitimasi resmi yang melekat pada peran atau posisi seseorang dalam struktur organisasi. Wewenang memberi seseorang hak untuk membuat permintaan atau keputusan tertentu, namun wewenang hanya berlaku selama orang tersebut menduduki posisi itu dan bertindak dalam batas-batas perannya.


2. Bagaimana menganalisis lima basis kekuasaan (French & Raven)?
Kekuasaan Ahli (Expert Power): Kekuasaan yang bersumber dari pengetahuan, keterampilan, atau keahlian spesifik yang dimiliki seseorang relatif terhadap anggota kelompok lainnya. Bawahan yang memiliki keahlian teknis tinggi sering kali dapat memiliki kekuasaan ahli yang lebih besar daripada pemimpin barunya.
Kekuasaan Referensi (Referent Power): Kekuasaan yang timbul karena adanya ikatan interpersonal yang kuat, daya tarik pribadi, kekaguman, atau penyamaan diri pengikut terhadap pemimpin sebagai panutan (role model). Kekuasaan ini membutuhkan waktu untuk dibangun tetapi bisa hilang dengan cepat.  
Kekuasaan Legitimasi (Legitimate Power): Kekuasaan yang berakar pada wewenang formal atau kedudukan resmi seseorang dalam hierarki organisasi. Pengaruh dijalankan melalui permintaan yang dianggap tepat sesuai dengan aturan dan fungsi jabatan.  
Kekuasaan Penghargaan (Reward Power): Kekuasaan yang bersumber dari kemampuan seseorang untuk mengendalikan atau mendistribusikan sumber daya dan hasil yang diinginkan orang lain (seperti kenaikan gaji, promosi, pujian, atau penugasan khusus).
Kekuasaan Koersif (Coercive Power): Kebalikan dari kekuasaan penghargaan, yakni potensi memengaruhi orang lain melalui penerapan sanksi negatif, hukuman, atau penarikan hal-hal positif yang bernilai akibat kekhawatiran atau rasa takut.  

3. Bagaimana mengevaluasi cara memperoleh dan mempertahankan kekuasaan?
Cara Mendapatkan: Terus tingkatkan keahlian teknis, bangun hubungan dan relasi (networking), raih posisi resmi, serta kuasai akses informasi/sumber daya penting.
Cara Mempertahankan: Pakai berbagai sumber kekuasaan sesuai situasi, jangan ragu berbagi wewenang (empowerment), hindari cara-cara pemaksaan, dan fokus pada kepentingan bersama.  

4. Bagaimana mengidentifikasi berbagai taktik pengaruh (influence tactics)?
Taktik Persuasi/Rasional: Memakai argumen logis, data, atau penawaran pertukaran timbal balik. Taktik Emosional/Pendekatan: Mengajak diskusi (konsultasi), memberikan inspirasi, atau bersikap ramah dan memuji sebelum meminta bantuan. Taktik Penekanan: Mengandalkan aturan resmi, mencari dukungan orang lain (koalisi), atau memberi ancaman dan teguran.  

5. Bagaimana memahami dampak kekuasaan terhadap komitmen dan kepatuhan bawahan?
Melahirkan Komitmen: Terjadi saat menggunakan keahlian, hubungan baik, dan pendekatan diskusi. Bawahan akan bekerja dengan sukarela dan maksimal. Sekadar Kepatuhan: Terjadi saat mengandalkan wewenang jabatan atau imbalan. Bawahan bekerja hanya sekadar menggugurkan kewajiban. Memicu Perlawanan: Terjadi jika terlalu sering memakai ancaman atau hukuman. Bawahan akan menolak atau menyabotase pekerjaan.  

6. Jelaskan cara menerapkan kekuasaan dan taktik pengaruh secara etis!
•Gunakan kekuasaan untuk kemajuan tim atau organisasi, bukan untuk ego pribadi.
•Perlakukan anggota tim secara adil, transparan, serta berikan teguran yang sifatnya membangun dan membimbing.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Muhammad Farrel Ramadhan 2511011073 -
Nama:Muhammad Farrel Ramadhan
NPM:2511011073

1.Bagaimana membedakan kekuasaan, pengaruh, dan wewenang?
jawab: Bedanya kekuasaan, pengaruh, dan wewenang
Tiga hal ini memang mirip, tapi beda artinya.
Kekuasaan = kemampuan membuat orang lain melakukan sesuatu.
Pengaruh = cara yang dipakai untuk membuat orang lain mau melakukan sesuatu.
Wewenang = kekuasaan yang didapat karena jabatan.
Contoh: Manajer punya wewenang karena jabatannya. Dia juga punya kekuasaan untuk memberi tugas ke karyawan. Nah, waktu dia membujuk karyawan supaya mau mengerjakan tugas dengan senang hati, itu namanya pengaruh.

2.Bagaimana menganalisis lima basis kekuasaan menurut French & Raven?
Jawab: Lima sumber kekuasaan (French & Raven)
Reward power kekuasaan karena bisa memberi hadiah/bonus. Contoh: bonus untuk karyawan berprestasi.
Coercive power kekuasaan karena bisa menghukum. Contoh: teguran untuk yang melanggar aturan.
Legitimate power kekuasaan karena jabatan. Contoh: manajer berhak memberi tugas.
Expert power kekuasaan karena punya keahlian. Contoh: orang yang jago komputer sering dimintai tolong.
Referent power kekuasaan karena disukai/dikagumi. Contoh: pemimpin yang dihormati karena sikapnya yang baik.

3.Bagaimana cara memperoleh dan mempertahankan kekuasaan?
Jawab: Cara mendapatkan dan menjaga kekuasaan
Kekuasaan bisa didapat dengan cara: menambah kemampuan, punya keahlian, naik jabatan, menjalin hubungan baik, dan menunjukkan hasil kerja yang bagus.
Untuk menjaganya: tetap jujur, terus menunjukkan kemampuan, bersikap adil, dan jangan menyalahgunakan kekuasaan. Kalau dipakai sembarangan, orang bisa jadi tidak percaya lagi.

4.Apa saja taktik pengaruh?
Jawab: Cara-cara memengaruhi orang lain
Rational persuasion kasih alasan yang masuk akal.
Inspirational appeal kasih semangat/motivasi.
Consultation ajak diskusi bareng.
Exchange kasih imbalan.
Personal appeal minta tolong karena hubungan dekat.
Coalition minta dukungan orang lain.
Pressure pakai tekanan/paksaan.
Legitimating pakai aturan atau jabatan sebagai alasan.
Cara terbaik biasanya yang pakai alasan jelas, diskusi, dan motivasi — bukan ancaman atau paksaan.

5.Apa dampak kekuasaan terhadap komitmen dan kepatuhan bawahan?
Jawab: Dampak kekuasaan ke bawahan
Kalau kekuasaan dipakai dengan baik, bawahan jadi percaya, hormat, dan semangat bekerja.
Tapi kalau terlalu sering pakai ancaman atau hukuman, bawahan cuma patuh karena takut, bukan karena mau bekerja dengan baik. Ini bisa bikin suasana tidak nyaman, muncul konflik, atau bawahan jadi menolak pemimpinnya.

6.Bagaimana menerapkan kekuasaan dan taktik pengaruh secara etis?
Jawab: Memakai kekuasaan dan pengaruh dengan baik (etis)
Kekuasaan dan pengaruh sebaiknya dipakai dengan jujur, adil, dan tidak merugikan orang lain. Pemimpin harus memberi tugas sesuai aturan, tidak pilih kasih, mau mendengar pendapat bawahan, dan tidak memakai ancaman untuk kepentingan diri sendiri.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by aliifah husnul khotimah -
Nama: Aliifah Husnul Khotimah
Npm: 2511011114

1. Kalau kekuasaan ialah kapasitas untuk menyebabkan perubahan, lalu pengaruh adalah perubahan aktual (pada sikap, nilai, keyakinan, atau perilaku seseorang), lalu untuk wewenang sendiri ialah hak atau kekuasaan sah yang dimiliki seseorang atau lembaga untuk mengambil keputusan, memberi perintah, dan bertindak.

2. Cara menganalisis lima basis kekuasaan adalah dengan mengobservasinya. Jika dia patuh karena posisi resmi maka itu adalah Legitimate Power. Jika dia patuh karena semata-mata mengejar bonus/pujian maka itu adalah Reward Power. Jika dia patuh karena takut dipecat/dimarahi maka itu adalah Coercive Power. Jika dia patuh karena atasannya pintar dan ahli maka itu adalah Expert Power. Yang terakhir, jika ia patuh karena atasaanya sefrekuensi dan kharismatik maka itu adalah Referent Power.

3. Untuk mengevaluasi cara seseorang mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan, cukup melihat dua hal utama yaitu darimana asal kekuasannya (cara memperoleh) dan bagaimana dampaknya ke orang lain (cara mempertahankan)

4. Cara mengidentifikasi taktik pengaruh adalah dengan melihat apakah orang tersebut membujuk menggunakan data dan logika (rasional), memanfaatkan pujian dan kedekatan emosional (halus), atau mengandalkan ancaman dan tekanan jabatan (keras).

5. Cara memahami nya adalah dengan memperhatikan apabila Kekuasaan yang pintar dan karismatik maka akan melahirkan komitmen tulus dari bawahan, sedangkan kekuasaan yang hanya mengandalkan jabatan dan ancaman cuma menghasilkan kepatuhan terpaksa atau bahkan perlawanan.

6. Cara menerapkannya secara etis adalah dengan menggunakan keahlian dan sifat amanah (kekuasaan) untuk membantu tim, serta membujuk lewat diskusi jujur dan data akurat (taktik pengaruh) tanpa ada unsur manipulasi ataupun ancaman.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Zaskia Rizky Febriyanti -
Nama: Zaskia Rizky Febriyanti
NPM : 2511011130
1. Power, Influence, dan Authority
Power (kekuasaan): kemampuan seseorang untuk memengaruhi orang lain.
Influence (pengaruh): tindakan atau cara yang digunakan untuk memengaruhi orang lain.
Authority (wewenang): kekuasaan yang berasal dari jabatan atau posisi resmi.

2. Lima basis kekuasaan French & Raven
Reward power: memberi penghargaan.
Coercive power: memberi hukuman atau sanksi.
Legitimate power: berasal dari jabatan.
Expert power: berasal dari keahlian atau pengetahuan.
Referent power: berasal dari rasa hormat atau kekaguman orang lain.

3. Cara memperoleh dan mempertahankan kekuasaan
Kekuasaan dapat diperoleh melalui jabatan, keahlian, hubungan yang baik, dan kemampuan memimpin. Untuk mempertahankannya, seseorang perlu menjaga kepercayaan, menunjukkan kompetensi, dan menggunakan kekuasaan secara tepat.

4. Taktik pengaruh (influence tactics)
Contohnya persuasi rasional, meminta dukungan, konsultasi, memberi inspirasi, membangun hubungan, dan memberikan penghargaan.

5. Dampak kekuasaan terhadap bawahan
Penggunaan kekuasaan yang tepat dapat meningkatkan komitmen, motivasi, dan kepatuhan. Sebaliknya, penggunaan kekuasaan secara berlebihan dapat menimbulkan tekanan, ketidakpuasan, dan penolakan.

6. Menerapkan kekuasaan dan pengaruh secara etis
Kekuasaan sebaiknya digunakan secara adil, transparan, tidak memaksa, dan sesuai aturan. Pengaruh digunakan untuk mencapai tujuan bersama tanpa merugikan atau memanipulasi orang lain.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Aleza Elvanda Hendri 2511011077 -
Nama : Aleza Elvanda Hendri
NPM : 2511011077

1. Power adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi perilaku atau keputusan orang lain.
Influence merupakan proses atau tindakan untuk memengaruhi orang lain.
Sedangkan authority adalah hak atau wewenang formal yang dimiliki seseorang karena jabatannya. Jadi, perbedaannya terletak pada kemampuan, proses memengaruhi, dan wewenang formal.

2. Lima basis kekuasaan menurut French & Raven yaitu:

Reward power: kemampuan memberikan penghargaan.
Coercive power: kemampuan memberikan hukuman.
Legitimate power: berasal dari jabatan formal.
Expert power: berasal dari keahlian atau pengetahuan.
Referent power: berasal dari rasa hormat atau kekaguman orang lain.

3. Kekuasaan dapat diperoleh melalui jabatan, keahlian, pengalaman, hubungan, dan reputasi. Untuk mempertahankannya, seorang pemimpin perlu menjaga kompetensi, kepercayaan, dan integritas.

4. Taktik pengaruh meliputi persuasi rasional, konsultasi, inspirasi, pertukaran, hubungan pribadi, tekanan, dan koalisi. Taktik pengaruh digunakan dengan menyesuaikan dengan keadaan dan kondisi lingkungan.

5. Kekuasaan dapat menghasilkan komitmen, kepatuhan, atau penolakan. Pendekatan yang menghargai dan melibatkan bawahan lebih berpotensi menciptakan komitmen dan keterbukaan, sedangkan tekanan yang berlebihan dapat menimbulkan penolakan.

6. Kekuasaan digunakan secara etis dengan jujur, adil, transparan, dan tidak manipulatif. Seorang pemimpin harus mempertimbangkan kepentingan bersama tanpa merugikan pihak lain. Dengan begitu kekuasaan yang etis dapat mencapai tujuan organisasi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Hana Aliya Sofyana 2511011121 -
Hana Aliya Sofyana
2511011121

1. Perbedaan Utama
- Kekuasaan (Power): Potensi atau kapasitas untuk memengaruhi orang lain.
- Pengaruh (Influence): Perubahan nyata pada sikap, nilai, atau perilaku sasaran.
- Wewenang (Authority):Hak atau kekuasaan resmi yang melekat pada posisi formal organisasi (*legitimate power*).

2. Lima Basis Kekuasaan (French & Raven)
- Legitimasi (Legitimate): Berasal dari jabatan/posisi formal.
- Penghargaan (Reward): Berasal dari kendali atas insentif/bonus/pujian.
- Koersif (Coercive): Berasal dari kemampuan memberikan sanksi/hukuman.
- Ahli (Expert):Berasal dari pengetahuan, keahlian, atau keterampilan khusus.
- Referensi (Referent): Berasal dari hubungan interpersonal, rasa hormat, dan kharisma.

3. Memperoleh & Mempertahankan Kekuasaan
- Memperoleh: Kekuasaan posisi didapat dari penunjukan jabatan; kekuasaan pribadi (expert/referent) dibangun dari kompetensi dan hubungan baik.
- Mempertahankan: Dijaga dengan konsisten mengasah keahlian, menjaga kepercayaaan, serta memberdayakan (empower) pengikut.

4. Taktik Pengaruh (Influence Tactics)
1. Bujukan Rasional (Rational Persuasion): Pakai argumen logis & fakta.
2. Imbauan Inspiratif (Inspirational Appeals): Mengugah emosi & nilai-nilai.
3. Konsultasi (Consultation): Mengajak berdiskusi/berpartisipasi.
4. Ingratiasi (Ingratiation): Memuji atau menyenangkan target terlebih dahulu.
5. Imbauan Personal (Personal Appeals): Meminta bantuan atas dasar pertemanan.
6. Pertukaran (Exchange): Tawar-menawar imbalan/jasa.
7. Koalisi (Coalition Tactics): Menggalang dukungan pihak lain.
8. Tekanan (Pressure): Menggunakan ancaman atau intrik.
9. Legitimasi (Legitimizing Tactics): Berpatokan pada aturan/aturan resmi.

5. Dampak terhadap Pengikut
- Kepatuhan (Compliance): Muncul dari kekuasaan jabatan/posisi; pengikut sekadar melakukan tugas karena aturan/imbalan.
- Komitmen (Commitment): Muncul dari expert/referent power; pengikut secara sukarela & antusias mendukung tujuan.
- Resistensi (Resistance): Terjadi akibat penggunaan paksaan (coercive) atau tekanan berlebihan.

6. Penerapan Secara Etis
- Gunakan kekuasaan demi kepentingan bersama (socialized power), bukan kepentingan pribadi (personalized power).
- Utamakan bujukan rasional, transparansi, dan konsultasi daripada intimidasi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Fadly Sinatriya 2511011101 -
Fadly Sinatriya
2511011101

1. Kekuasaan adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi orang lain. Pengaruh adalah proses memengaruhi perilaku orang lain. Wewenang adalah kekuasaan yang berasal dari jabatan atau posisi resmi.
2. Lima basis kekuasaan French & Raven:
• Legitimate: berasal dari jabatan.
• Reward: memberi penghargaan.
• Coercive: memberi hukuman.
• Expert: berasal dari keahlian.
•Referent: berasal dari rasa hormat atau keteladanan.
3. Kekuasaan dapat diperoleh melalui jabatan, keahlian, hubungan, atau prestasi. Kekuasaan dipertahankan dengan menjaga kepercayaan, kompetensi, dan hubungan yang baik.
4. Taktik pengaruh meliputi persuasi rasional, konsultasi, inspirasi, pertukaran, tekanan, dan pemberian dukungan.
5. Kekuasaan yang digunakan dengan tepat dapat meningkatkan komitmen dan kepatuhan. Namun, penggunaan kekuasaan secara berlebihan dapat menimbulkan rasa takut dan penolakan.
6. Kekuasaan dan taktik pengaruh diterapkan secara etis dengan jujur, adil, transparan, menghargai bawahan, dan tidak memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingan pribadi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Susi Susanti Nst -
Nama: Susi Susanti Nst
NPM: 2511011007

1. Bagaimana membedakan atau potensi seseorang untuk menghasilkan perubahan atau memengaruhi orang lain.
Pengaruh (influence) adalah perubahan nyata pada sikap, nilai, keyakinan, atau perilaku seseorang akibat tindakan pihak lain.
Wewenang (authority) adalah kekuasaan yang berasal dari posisi atau jabatan formal seseorang dalam organisasi.
Jadi kesimpulan perbedaan nya yaitu:power adalah kemampuan/potensi, influence adalah hasil perubahan yang terjadi, sedangkan authority adalah kekuasaan yang diperoleh dari jabatan resmi.

2. Bagaimana menganalisis lima basis kekuasaan (French & Raven)?
Lima basis kekuasaan menurut French & Raven adalah:
1. Expert Power (kekuasaan ahli)
Berasal dari pengetahuan, keterampilan, atau keahlian khusus yang dimiliki seseorang.
2. Referent Power (kekuasaan referensi/acuan)
Berasal dari rasa kagum, hormat, dan hubungan interpersonal yang baik dengan pengikut.
3. Legitimate Power (kekuasaan sah)
Berasal dari jabatan atau wewenang formal dalam organisasi.
4. Reward Power (kekuasaan penghargaan)
Berasal dari kemampuan memberikan sesuatu yang diinginkan, seperti bonus, pujian, promosi, atau penghargaan.
5. Coercive Power (kekuasaan koersif/paksaan)
Berasal dari kemampuan memberikan hukuman, sanksi, ancaman, atau konsekuensi negatif.
Jadi cara menganalisis nya bisa dilihat dari mana seorang pemimpin memperoleh kemampuannya untuk memengaruhi bawahan—apakah dari keahlian, hubungan, jabatan, penghargaan, atau hukuman.

3. Bagaimana mengevaluasi cara memperoleh dan mempertahankan kekuasaan?
Kekuasaan dapat diperoleh dan dipertahankan melalui beberapa hal, seperti:
1. Meningkatkan keahlian dan kompetensi, karena orang yang memiliki pengetahuan dan keterampilan tinggi cenderung mempunyai pengaruh lebih besar.
2. Membangun hubungan yang baik dengan pengikut, rekan kerja, dan pihak yang memiliki otoritas.
3. Membangun reputasi dan kinerja yang baik, karena kinerja dapat meningkatkan reputasi dan kekuasaan.
4. Menggunakan keterampilan politik (political skills) agar kekuasaan yang dimiliki dapat diterapkan menjadi pengaruh.
5. Berbagi kekuasaan, karena shared leadership memiliki hubungan positif dengan kinerja tim.
6. Menyesuaikan penggunaan kekuasaan dengan situasi dan budaya organisasi.
Jadi, kekuasaan tidak cukup hanya diperoleh, tetapi harus dipertahankan melalui kompetensi, hubungan, reputasi, dan penggunaan kekuasaan yang tepat.

4. Bagaimana mengidentifikasi berbagai taktik pengaruh (influence tactics)?
Dalam materi terdapat 9 jenis taktik pengaruh, yaitu:
1. Bujukan rasional (rational persuasion) → menggunakan alasan logis dan bukti.
2. Himbauan inspiratif (inspirational appeals) → membangkitkan semangat dan emosi.
3. Konsultasi (consultation) → melibatkan target dalam perencanaan atau pengambilan keputusan.
4. Ingratiation → memberikan pujian atau membuat target berada dalam suasana hati yang baik sebelum meminta sesuatu.
5. Himbauan personal (personal appeals) → meminta bantuan berdasarkan hubungan pribadi.
6. Pertukaran (exchange) → memberikan bantuan dengan harapan mendapatkan bantuan atau dukungan timbal balik.
7. Koalisi (coalition tactics) → mencari dukungan dari orang lain untuk memengaruhi target.
8. Tekanan (pressure tactics) → menggunakan ancaman atau peringatan secara terus-menerus.
9. Legitimasi (legitimizing tactics) → menggunakan aturan, jabatan, atau wewenang resmi sebagai dasar permintaan.

5. Bagaimana memahami dampak kekuasaan terhadap komitmen dan kepatuhan bawahan?
Kekuasaan dapat membuat bawahan mematuhi perintah, tetapi dampaknya bergantung pada cara kekuasaan digunakan.
Penggunaan tekanan, paksaan, dan taktik keras memang dapat membuat bawahan mengikuti perintah. Namun, jika digunakan secara berlebihan, dapat menimbulkan dampak negatif dan menghasilkan kepatuhan yang merusak.
Sebaliknya, taktik yang bersifat rasional, inspiratif, konsultatif, dan membangun lebih dapat meningkatkan harga diri, moral, kepercayaan diri, dan hubungan dengan bawahan. Materi juga menunjukkan bahwa pemimpin demokratis yang menggunakan taktik rasional dan partisipatif cenderung memiliki persepsi yang lebih positif terhadap kinerja dan potensi bawahannya.
Jadi: kepatuhan yang hanya muncul karena takut hukuman berbeda dengan pengaruh yang membuat bawahan percaya, termotivasi, dan berkomitmen.

6. Jelaskan cara menerapkan kekuasaan dan taktik pengaruh secara etis!
Kekuasaan dan taktik pengaruh harus digunakan untuk membangun, bukan memanipulasi atau menjatuhkan orang lain.
Cara menerapkannya secara etis adalah:
1. Mengutamakan taktik rasional, seperti memberikan alasan logis dan bukti.
2. Menggunakan inspirasi dan konsultasi untuk melibatkan serta memotivasi bawahan.
3. Menghindari manipulasi, kelicikan, dan penipuan.
4. Tidak menggunakan tekanan atau legitimasi apabila masih ada cara yang lebih baik.
5. Jika hukuman diperlukan, harus diberikan sesuai aturan, adil, jelas alasannya, dan bertujuan memperbaiki perilaku, bukan sekadar membalas.
6. Menggunakan pengaruh untuk meningkatkan harga diri, moral, kepercayaan diri, dan kemampuan bawahan.
7. Mempertimbangkan situasi, budaya, serta kepentingan organisasi dan anggota tim.
pemimpin yang efektif bukan hanya memiliki kekuasaan, tetapi mampu menggunakan kekuasaan dan pengaruh secara tepat, adil, dan etis. Taktik yang membangun dan memotivasi umumnya lebih efektif daripada tekanan dan paksaan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Indi Aulia Davira 2551011046 -
Nama : Indi Aulia Davira
Npm : 2551011046

1. Bagaimana membedakan kekuasaan (power), pengaruh (influence), dan wewenang (authority)?
Power adalah kemampuan memengaruhi orang lain, influence adalah proses memengaruhi, sedangkan authority adalah kekuasaan yang berasal dari jabatan yang sah.

2. Bagaimana menganalisis lima basis kekuasaan (French & Raven)?
Lima basis kekuasaan adalah legitimate, reward, coercive, expert, dan referent power.

3. Bagaimana mengevaluasi cara memperoleh dan mempertahankan kekuasaan?
Kekuasaan diperoleh melalui jabatan, keahlian, informasi, jaringan, dan reputasi, lalu dipertahankan dengan kepercayaan dan kinerja yang baik.

4. Bagaimana mengidentifikasi berbagai taktik pengaruh (influence tactics)?
Taktiknya meliputi persuasi rasional, konsultasi, inspirasi, pertukaran, membangun hubungan, koalisi, dan tekanan.

5. Bagaimana memahami dampak kekuasaan terhadap komitmen dan kepatuhan bawahan?
Kekuasaan dapat menghasilkan komitmen, kepatuhan, atau resistensi, tergantung cara penggunaannya.

6. Jelaskan cara menerapkan kekuasaan dan taktik pengaruh secara etis!
Gunakan kekuasaan secara adil, transparan, tidak manipulatif, serta menghargai bawahan dan kepentingan bersama.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Gita Carcella Fourdiana Putri 2511011043 -
Nama: Gita Carcella Fourdiana Putri
NPM: 2511011043

1. Cara membedakan ketiganya dilihat dari pengaruhnya, namun ketiga hal tersebut saling berhubungan. Dari pengertian kekuasaan, kekuasaan (power) adalah kemampuan seseorang dalam memengaruhi orang lain. Sementara itu, pengaruh (influence) adalah perubahan sikap, nilai, atau perilaku seseorang sebagai hasil dari proses memengaruhi. Sedangkan, wewenang (authority) adalah kekuasaan yang berasal dari posisi atau peran formal seseorang dalam organisasi. Jadi, seseorang itu bisa punya kekuasaan tanpa memiliki jabatan formal karena seseorang tersebut memiliki keahlian dalam menjalin hubungan yang kuat dengan orang lain.

2. Ada lima basis kekuasaan menurut French & Raven, yaitu:
- Expert power, berasal dari pengetahuan atau keahlian seseorang.
- Referent power, berasal dari hubungan, rasa hormat, atau kekaguman orang lain terhadap seseorang.
- Legitimate power, berasal dari posisi atau wewenang yang formal.
- Reward power, kemampuan dalam memberikan penghargaan atau sumber daya yang diinginkan.
- Coercive power, berasal dari kemampuan dalam memberikan hukuman atau sanksi.

3. Kekuasaan dapat diperoleh dari posisi, keahlian, hubungan dengan orang lain, kemampuan memberikan penghargaan, maupun kondisi tertentu. Namun, memiliki kekuasaan saja belum tentu membuat seseorang berhasil dalam memengaruhi orang lain. Kemampuan juga perlu menggunakan pengaruh dan keterampilan politik juga penting. Kekuasaan yang baik bukan hanya dipakai untuk kepentingan pribadi. Tetapi, Kekuasaan yang disosialisasikan justru lebih efektif untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi bagi orang lain atau organisasi.

4. Taktik pengaruh (influence tactics) adalah tindakan nyata yang digunakan seseorang untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku orang lain. Terdapat sembilan taktik, yaitu bujukan rasional, himbauan inspiratif, konsultasi, ingratiation, imbauan pribadi, pertukaran, koalisi, tekanan, dan legitimasi.

5. Kekuasaan dapat membuat bawahan mengikuti arahan pemimpin, tetapi hasilnya bisa berbeda tergantung jenis kekuasaan yang digunakan. Pemimpin yang lebih banyak menggunakan expert power dan referent power cenderung memiliki bawahan yang lebih termotivasi, puas, jarang absen, dan memiliki kinerja lebih baik. Sebaliknya, penggunaan kekuasaan koersif secara berlebihan dapat menimbulkan masalah. Bawahan mungkin patuh karena takut terhadap hukuman, tetapi belum tentu memiliki komitmen yang kuat terhadap pemimpin atau organisasi. Sebaiknya pemimpin lebih banyak membangun kepercayaan dan hubungan yang baik daripada hanya mengandalkan jabatan atau tekanan.

6. Menurut saya, kekuasaan dan taktik pengaruh harus digunakan untuk mencapai tujuan organisasi tanpa merugikan atau menjatuhkan orang lain. Pemimpin perlu memilih cara yang membangun, seperti memberikan alasan yang jelas, mendengarkan pendapat bawahan, melibatkan mereka dalam keputusan, serta memberikan penghargaan secara adil. Jadi, kekuasaan sebaiknya digunakan untuk membantu dan mengarahkan, bukan untuk menekan atau menyalahgunakan posisi. Pemimpin juga perlu tetap terbuka terhadap pengaruh dari bawahan karena hubungan timbal balik antara pemimpin dan pengikut justru menjadi ciri organisasi yang efektif.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Juanita Puspita Sari -
Nama : Juanita Puspita Sari
NPM : 2511011074
1. Kekuasaan adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi orang lain. Pengaruh adalah proses atau cara yang digunakan untuk mengubah sikap dan perilaku orang lain. Wewenang adalah kekuasaan yang berasal dari jabatan atau posisi resmi dalam organisasi.


2. Lima basis kekuasaan menurut French dan Raven adalah kekuasaan penghargaan, kekuasaan paksaan, kekuasaan sah, kekuasaan keahlian, dan kekuasaan rujukan. Kelima kekuasaan tersebut berasal dari kemampuan memberikan penghargaan, memberikan hukuman, jabatan, keahlian, serta rasa hormat atau kekaguman.


3. Kekuasaan dapat diperoleh melalui jabatan, keahlian, pengalaman, prestasi, hubungan dengan orang lain, dan penguasaan sumber daya. Kekuasaan dapat dipertahankan dengan meningkatkan kemampuan, menjaga kepercayaan, membangun hubungan yang baik, menunjukkan prestasi, dan menggunakan kekuasaan secara adil.


4. Taktik pengaruh meliputi persuasi rasional, memberikan inspirasi, konsultasi, kerja sama, pendekatan pribadi, memberikan pujian, memberikan tekanan, dan membangun dukungan dari orang lain.


5. Kekuasaan dapat menghasilkan komitmen atau kepatuhan bawahan. Kekuasaan berdasarkan keahlian dan keteladanan dapat meningkatkan komitmen, sedangkan kekuasaan berdasarkan jabatan dan penghargaan lebih banyak menghasilkan kepatuhan. Penggunaan tekanan secara berlebihan dapat menimbulkan penolakan dan konflik.


6. Kekuasaan dan taktik pengaruh diterapkan secara etis dengan bersikap jujur, adil, transparan, menghargai bawahan, menggunakan alasan yang logis, melibatkan bawahan dalam pengambilan keputusan, serta menghindari manipulasi, ancaman, dan penyalahgunaan jabatan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Mutia Dinar 2511011036 -
Nama: Mutia Dinar Ayu Hapsari
NOM: 2511011036

1. Power adalah kemampuan atau kapasitas seseorang untuk memengaruhi orang lain. Influence adalah perubahan yang benar-benar terjadi pada sikap, nilai, keyakinan, atau perilaku orang lain akibat pengaruh tersebut. Sedangkan authority adalah kekuasaan yang berasal dari posisi atau jabatan formal seseorang dalam organisasi.

2. Lima basis kekuasaan yaitu:
- Expert power,yaitu berasal dari keahlian atau pengetahuan.
- Referent power,yaitu berasal dari rasa hormat dan hubungan dengan orang lain.
- Legitimate power,yaitu berasal dari jabatan atau posisi formal.
- Reward power, yaitu kemampuan memberikan penghargaan atau sesuatu yang diinginkan.
- Coercive power, yaitu kemampuan memberikan hukuman atau tekanan.

3. Kekuasaan dapat diperoleh dengan meningkatkan kemampuan dan keahlian, membangun hubungan serta kepercayaan dengan orang lain, dan menunjukkan prestasi yang baik. Kekuasaan juga perlu dipertahankan dengan menjaga hubungan dan kepercayaan, meningkatkan kemampuan, serta menggunakan kekuasaan secara tepat ketika diperlukan.

4. Ada 9 influence tactics, yaitu
- Rational persuasion: meyakinkan dengan alasan yang logis dan bukti/fakta.
- Inspirational appeals: membangkitkan semangat atau emosi supaya orang mau mengikuti.
- Consultation: mengajak orang ikut memberikan pendapat atau terlibat perencanaan.
- Ingratiation: membuat target merasa senang/nyaman sebelum menyampaikan permintaan.
- Personal appeals: meminta bantuan karena hubungan pribadi atau pertemanan. 
- Exchange: menawarkan pertukaran bantuan atau keuntungan.
- Coalition tactics:mencari dukungan dari orang lain untuk memperkuat pengaruh.
- Pressure tactics:menggunakan ancaman, tekanan, atau pengingat yang terus-menerus.
- Legitimizing tactics: menggunakan jabatan, kewenangan, atau aturan formal sebagai dasar permintaan.

5. Kekuasaan dapat membuat bawahan mengikuti arahan pemimpin, tetapi hasilnya tergantung bagaimana kekuasaan digunakan. Expert power dan referent power cenderung membuat bawahan lebih termotivasi dan puas, sedangkan penggunaan kekuasaan formal atau tekanan lebih dapat menghasilkan kepatuhan (compliance). Penggunaan tekanan secara berlebihan juga dapat berdampak negatif pada hubungan pemimpin dan bawahan.

6. Pemimpin perlu memahami taktik pengaruh yang digunakan, efeknya, dan alasan mengapa taktik tersebut dipilih. Taktik yang bertujuan meningkatkan harga diri, meningkatkan moral, dan membangun orang lain lebih sering berhasil dibandingkan taktik yang bertujuan menjatuhkan bawahan. Karena itu, pemimpin perlu menghindari tekanan dan legitimasi jika masih ada cara yang lebih baik. Tujuannya bukan hanya mengubah sikap dan perilaku bawahan, tetapi juga membangun harga diri dan rasa percaya diri mereka.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Dimas Prasetyo -
Nama: Dimas Prasetyo
NPM: 2511011076

1. Perbedaannya adalah jika Kekuasaan (power) adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi atau mengarahkan orang lain. Pengaruh (influence) adalah cara yang digunakan seseorang untuk mengubah sikap atau perilaku orang lain. Sedangkan wewenang (authority) adalah hak resmi yang dimiliki seseorang karena jabatan atau posisi yang diberikan oleh organisasi. Jadi, kekuasaan lebih berkaitan dengan kemampuan, pengaruh berkaitan dengan proses memengaruhi, sedangkan wewenang berasal dari jabatan resmi.

2. Menurut French dan Raven, tad lima sumber kekuasaan yaitu yang pertama Legitimate Power berasal dari jabatan seseorang. Reward Power berasal dari kemampuan memberikan hadiah atau penghargaan. Coercive Power berasal dari kemampuan memberikan hukuman atau sanksi. Expert Power berasal dari pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki seseorang. Sementara itu, Referent Power muncul karena seseorang dihormati, disukai, atau dikagumi oleh orang lain.

3. Kekuasaan dapat diperoleh melalui jabatan, kemampuan, pengalaman, prestasi, hubungan yang baik, dan penguasaan informasi atau sumber daya. Untuk mempertahankan kekuasaan, seseorang harus mampu menjaga kepercayaan, meningkatkan kemampuan, menunjukkan kinerja yang baik, dan membangun hubungan yang positif dengan orang lain

4. Berbagai taktik pengaruh yang bisa digunakan untuk memengaruhi orang lain yaitu persuasi rasional dengan memberikan alasan dan bukti yang logis, daya tarik inspirasional dengan memberikan motivasi, konsultasi dengan melibatkan orang lain dalam pengambilan keputusan, pertukaran dengan memberikan imbalan, daya tarik pribadi dengan meminta bantuan berdasarkan hubungan pribadi, ingratiation dengan memberikan pujian atau bersikap ramah, koalisi dengan mencari dukungan dari orang lain, tekanan dengan memberikan tuntutan atau ancaman, dan legitimasi dengan menggunakan aturan atau kewenangan resmi untuk memengaruhi orang lain

5. Kekuasaan dapat memengaruhi bawahan dalam bentuk komitmen, kepatuhan, atau perlawanan. Jika kekuasaan digunakan dengan baik, bawahan akan merasa percaya dan mau mendukung pemimpin dengan sungguh-sungguh. Namun, jika kekuasaan digunakan dengan tekanan atau ancaman, bawahan mungkin hanya patuh karena takut dan tidak memiliki komitmen. Karena itu, pemimpin sebaiknya menggunakan kekuasaan secara adil dan membangun kepercayaan agar bawahan tidak hanya patuh tetapi juga memiliki komitmen terhadap pekerjaan dan organisasi.

6. Cara menerapkan kekuasaan dan taktik pengaruh secara etis adalah dengan menggunakan kekuasaan secara adil, jujur, dan bertanggung jawab tanpa merugikan orang lain. Pemimpin dapat memengaruhi bawahan dengan memberikan alasan yang jelas, mendengarkan pendapat, memberikan motivasi, dan memberikan penghargaan secara adil. Pemimpin juga harus menghindari manipulasi, ancaman, dan penyalahgunaan jabatan agar tercipta kepercayaan dan kerja sama yang baik.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Riko Putra Jaya -
Nama : Riko Putra Jaya
NPM : 2511011133
Sesi 4

1. a) Kekuasaan adalah potensi/kapasitas memengaruhi, dan bisa dimiliki siapa saja
b) Pengaruh adalah perubahan nyata pada sikap/perilaku, (hasilnya)
c) Wewenang adalah hak formal dari jabatan/aturan, atau bisa disebut sumber kekuasaan

2. a) expert power
berasal dari keahlian dan pengetahuan. pengikut patuh karena percaya pemimpin kompeten
b) referent power
berasal dari rasa kagum, hormat, dan hubungan interpersonal. dan dibangun dari waktu ke waktu
c) legitimate power
berasal dari jabatan atau wewenang formal dan berlaku sesuai aturan
d) reward power
berasal dari kemampuan memberikan imbalan seperti bonus, pujian, atau promosi. sudah efektif, tetapi berlebihan dapat menurunkan motivasi internal
e) coercive power
berasal dari kemampuan memberikan hukuman atau sanksi. penggunaan yang berlebihan dapat menurunkan kepuasan dan kinerja

3. memperoleh kekuasaan : dinilai dari kekuatan sumbernya (keahlian, jabatan, imbalan, dsb), cara mendapatkannya yang sah dan etis, serta dukungan kinerja dan reputasi
mempertahankan kekuasaan : dilakukan dengan menjaga keahlian, kepercayaan, keadilan, menggunakan wewenang sesuai aturan, menghindari tekanan berlebihan, serta mampu berbagi dan menyesuaikan kekuasaan dengan situasi

4. Taktik pengaruh dapat diidentifikasi melalui perilaku yang digunakan untuk memengaruhi sikap atau tindakan orang lain. Sembilan taktik IBQ meliputi : bujukan rasional, imbauan inspiratif, konsultasi,ingratiasi (memuji atau menyenangkan target), himbauan personal, pertukaran, koalisi (mencari dukungan pihak lain), tekanan (ancaman/peperingata), legitimasi (menggunakan jabatan/wewenang)
cara mengidentifikasi : lihat tujuan, arah pengaruh, tingkat kekuasaan, dan situasi. Taktik lembut cenderung membangun dukungan, sedangkan taktik keras seperti tekanan lebih bersifat memaksa

5. dampak kekuasaan tergantung pada basis dan cara penggunaannya. coercive power dan tekanan cenderung menghasilkan kepatuhan sementara dan dapat menimbulkan resistensi. reward dan legitimate power menghasilkan kepatuhan berdasarkan imbalan atau aturan. sementara expert dan referent power lebih cenderung menghasilkan komitmen, kepercayaan, dan motivasi

6. kekuasaan dan taktik pengaruh diterapkan secara etis dengan menghindari manipulasi, bersikap transparan, menjelaskan alasan keputusan, dan menggunakan tekanan hanya jika diperlukan. hukuman harus adil dan bertujuan memperbaiki perilaku. pemimpin juga perlu menyesuaikan diri dengan budaya dan situasi serta menggunakan kekuasaan untuk kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Nadella Azzahra Alfatino -
Nama : Nadella Azzahra Alfatino
Npm : 2511011151

1. Perbedaan Power, Influence, dan Authority
Power adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi orang lain. Influence adalah proses memengaruhi sikap atau perilaku orang lain. Authority adalah hak resmi yang dimiliki seseorang karena jabatannya.

2. Lima Basis Kekuasaan French & Raven
Legitimate Power: kekuasaan dari jabatan.
Reward Power: kekuasaan memberi penghargaan.
Coercive Power: kekuasaan memberi hukuman.
Expert Power: kekuasaan dari keahlian.
Referent Power: kekuasaan dari rasa hormat dan keteladanan.

3. Cara Memperoleh dan Mempertahankan Kekuasaan
Kekuasaan diperoleh melalui jabatan, keahlian, pengalaman, dan hubungan yang baik. Untuk mempertahankannya, pemimpin harus menjaga kepercayaan, meningkatkan kemampuan, dan menggunakan kekuasaan secara adil.

4. Taktik Pengaruh (Influence Tactics)
Beberapa taktik pengaruh yaitu memberikan alasan yang logis, memotivasi, melibatkan bawahan dalam keputusan, memberikan bantuan, membangun hubungan baik, dan menggunakan tekanan.

5. Dampak Kekuasaan terhadap Bawahan
Kekuasaan dapat menimbulkan komitmen, kepatuhan, atau penolakan. Penggunaan kekuasaan yang baik dapat meningkatkan komitmen bawahan, sedangkan tekanan berlebihan dapat menimbulkan resistensi.

6. Penerapan Kekuasaan dan Pengaruh secara Etis
Kekuasaan digunakan secara jujur, adil, dan bertanggung jawab. Pemimpin harus menghargai bawahan, menghindari manipulasi serta ancaman, dan mengutamakan kepentingan bersama.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Tazkiatul Fuadah 2511011038 -
Nama : Tazkiatul Fuadah
NPM : 2511011038

1.(Power) adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain. (Influence) adalah perubahan nyata pada sikap atau perilaku orang lain. (Authority) adalah kekuasaan yang berasal dari jabatan resmi.

2.Lima basis kekuasaan French & Raven:
* Expert: keahlian atau pengetahuan
* Referent: rasa hormat atau kagum
* ⁠Legitimate: jabatan resmi
* Reward: kemampuan memberi penghargaan
* Coercive: kemampuan memberi hukuman atau sanksi

3.Kekuasaan dapat diperoleh dan dipertahankan melalui pendidikan, pengalaman, keahlian, jabatan, hubungan atau koneksi, kinerja, reputasi, dan keterampilan politik. Berbagi kekuasaan juga dapat mendukung kinerja tim.

4.Taktik pengaruh meliputi bujukan rasional, himbauan inspiratif, konsultasi, ingratiation, himbauan personal, pertukaran, koalisi, tekanan, dan legitimasi.

5.Kekuasaan dapat membuat bawahan mengikuti perintah, tetapi penggunaan tekanan atau paksaan yang berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif. Taktik yang rasional dan partisipatif cenderung memberikan hasil yang lebih positif.

6.Kekuasaan dan pengaruh digunakan secara etis dengan jujur, tidak manipulatif, menghargai bawahan, serta lebih mengutamakan cara yang membangun, memotivasi, dan meningkatkan kepercayaan diri. Tekanan sebaiknya dihindari jika ada cara yang lebih baik.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Arina Manda Haqqi -
Nama : Arina Manda haqqi
Npm : 2511011054

1. Power, influence, dan authority dapat dibedakan dari pengertiannya. Power adalah kemampuan untuk memengaruhi orang lain, influence adalah proses memengaruhi orang lain, sedangkan authority merupakan kekuasaan yang berasal dari jabatan atau posisi resmi.

2. Lima basis kekuasaan French & Raven dapat dianalisis melalui sumber kekuasaan yang dimiliki seseorang, yaitu legitimasi dari jabatan, penghargaan, paksaan, referensi karena hubungan atau keteladanan, dan keahlian berdasarkan pengetahuan atau kemampuan.

3. Cara memperoleh dan mempertahankan kekuasaan dapat dievaluasi dengan melihat apakah kekuasaan diperoleh secara wajar melalui kemampuan, prestasi, dan kepercayaan. Dalam mempertahankannya, seseorang perlu menjaga kinerja, hubungan, komunikasi, dan kepercayaan orang lain.

4. Berbagai taktik pengaruh dapat diidentifikasi dari cara seseorang memengaruhi orang lain, seperti memberikan alasan yang logis, meminta dukungan, membangun hubungan, memberikan penghargaan, melakukan konsultasi, dan menggunakan tekanan.

5. Dampak kekuasaan terhadap bawahan dapat dilihat dari tingkat komitmen dan kepatuhan mereka. Kekuasaan yang digunakan secara tepat dapat meningkatkan kepercayaan dan komitmen, sedangkan kekuasaan yang terlalu memaksa dapat membuat bawahan hanya patuh karena takut atau terpaksa.

6. Kekuasaan dan taktik pengaruh dapat diterapkan secara etis dengan menggunakannya secara adil, jujur, dan bertanggung jawab. Pemimpin harus menghargai bawahan, memberikan alasan yang jelas, serta menghindari manipulasi, ancaman, dan penyalahgunaan wewenang.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Zaskya Khoirun 2511011071 -
‎Nama: Zaskya Khoirun Nisa
‎NPM: 2511011071

‎1. Bagaimana membedakan kekuasaan (power), pengaruh (influence), dan wewenang (authority)?
‎- Power (kekuasaan)adalah kemampuan atau kapasitas seseorang untuk memengaruhi orang lain.
‎- Influence (pengaruh) adalah perubahan nyata pada sikap atau perilaku seseorang.
‎- Authority (wewenang) adalah hak formal yang diperoleh dari jabatan atau aturan organisasi.
‎Dapat disimpulkan bahwa power adalah kemampuan, lalu influence adalah hasilnya, dan authority adalah kekuasaan yang sah secara formal.

‎2. Bagaimana menganalisis lima basis kekuasaan (French & Raven)?
‎1) Expert power yang berasal dari pengetahuan dan keahlian khusus.
‎2) Referent power yang berasal dari rasa hormat, kepercayaan, dan daya tarik pribadi.
‎3) Legitimate power yang berasal dari jabatan atau kewenangan resmi.
‎4) Reward power yang berasal dari kemampuan memberikan imbalan, seperti bonus, pujian, atau promosi.
‎5) Coercive power yang berasal dari kemampuan memberikan hukuman atau sanksi.
‎Expert power dan referent power biasanya lebih efektif untuk membangun kepercayaan dan komitmen. 

‎3. Bagaimana mengevaluasi cara memperoleh dan mempertahankan kekuasaan?
‎Kekuasaan dapat diperoleh melalui jabatan, keahlian, kinerja, reputasi, jaringan hubungan, komunikasi, dan integritas. Namun, untuk mempertahankannya, pemimpin harus melakukan beberapa hal, yaitu dengan menjaga kompetensi, bersikap adil dan konsisten, menepati janji, membangun kepercayaan sekaligus terbuka terhadap kritik, menggunakan kekuasaan sesuai aturan serta mengembangkan kemampuan bawahan. ‎Kekuasaan ini sebaiknya digunakan untuk kepentingan organisasi, bukan kepentingan pribadi.

‎4. Bagaimana mengidentifikasi berbagai taktik pengaruh (influence tactics)?
‎Melalui bujukan rasional yang menggunakan alasan dan bukti, himbauan inspiratif yang akan membangkitkan semangat dan motivasi, konsultasi yang melibatkan orang lain, memberikan pujian atau menciptakan suasana yang positif, himbauan personal, menawarkan bantuan timbal balik, membangun koalisi dan melalui legitimasi. Taktik rasional dan lembut biasanya lebih baik untuk membangun komitmen, sedangkan tekanan sebaiknya digunakan secara terbatas.

‎5. Bagaimana memahami dampak kekuasaan terhadap komitmen dan kepatuhan bawahan?
‎Kekuasaan dapat menghasilkan komitmen, yaitu bawahan menerima tujuan dan bekerja dengan sukarela, kepatuhan, yaitu bawahan mengikuti perintah tanpa sepenuhnya meyakini tujuan, dan perlawanan, yaitu bawahan menolak atau mengabaikan perintah. Expert power dan referent power cenderung menghasilkan komitmen. Reward power dan legitimate power yang biasanya menghasilkan kepatuhan. Coercive power dapat memaksa kepatuhan jangka pendek, tetapi berisiko menimbulkan ketakutan, stres, dan perlawanan.

‎6. Jelaskan cara menerapkan kekuasaan dan taktik pengaruh secara etis!
‎Kekuasaan dan pengaruh harus digunakan dengan cara yang baik, dengan keJujuran dan transparan, sesuai aturan dan batas kewenangan, mengutamakan dialog dan alasan yang logis, menghargai pendapat bawahan, memberikan penghargaan secara adil, ‎menggunakan hukuman secara proporsional dan untuk memperbaiki perilaku. Hal ini dilakukan karena tujuan akhirnya bukan hanya membuat bawahan patuh, tetapi membangun kepercayaan, motivasi, komitmen, dan kerja sama dalam tim.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by F'li Syalima -
Nama: F'li Syalima
NPM: 2561011001

1. Bagaimana membedakan kekuasaan (power), pengaruh (influence), dan wewenang (authority)?
Kekuasaan adalah kemampuan atau potensi seseorang untuk memengaruhi orang lain. Pengaruh adalah perubahan nyata pada sikap, nilai, atau perilaku seseorang. Sedangkan wewenang adalah kekuasaan yang berasal dari posisi atau jabatan resmi dalam organisasi.

2. Bagaimana menganalisis lima basis kekuasaan (French & Raven)?
Lima basis kekuasaan yaitu expert power yang berasal dari keahlian, referent power yang berasal dari rasa hormat dan kekaguman, legitimate power yang berasal dari jabatan resmi, reward power yang berasal dari kemampuan memberikan penghargaan, dan coercive power yang berasal dari kemampuan memberikan hukuman atau sanksi.

3. Bagaimana mengevaluasi cara memperoleh dan mempertahankan kekuasaan?
Kekuasaan dapat diperoleh melalui jabatan, keahlian, pengalaman, hubungan, koneksi, dan kemampuan memberikan penghargaan. Untuk mempertahankannya, pemimpin perlu membangun reputasi yang baik, menjaga hubungan dengan orang lain, memiliki keterampilan politik, dan menggunakan kekuasaan secara tepat.

4. Bagaimana mengidentifikasi berbagai taktik pengaruh (influence tactics)?
Taktik pengaruh meliputi bujukan rasional, himbauan inspiratif, konsultasi, ingratiation atau pujian, himbauan personal, pertukaran, koalisi, tekanan, dan legitimasi. Penggunaannya disesuaikan dengan situasi dan kekuasaan yang dimiliki.

5. Bagaimana memahami dampak kekuasaan terhadap komitmen dan kepatuhan bawahan?
Kekuasaan dapat membuat bawahan patuh terhadap perintah. Namun, penggunaan tekanan, paksaan, atau taktik keras secara berlebihan dapat menurunkan kepuasan, semangat, dan kinerja bawahan. Sebaliknya, pengaruh yang rasional, membangun, dan memotivasi lebih dapat meningkatkan kepercayaan dan komitmen bawahan.

6. Jelaskan cara menerapkan kekuasaan dan taktik pengaruh secara etis!
Kekuasaan harus digunakan secara jujur, adil, tidak manipulatif, dan tidak sewenang-wenang. Pemimpin sebaiknya mengutamakan cara yang rasional, inspiratif, dan partisipatif daripada tekanan atau paksaan. Jika memberikan hukuman, harus sesuai aturan, adil, dan bertujuan memperbaiki perilaku.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Riska Rahma Dina 2511011008 -
Nama: Riska Rahma Dina
NPM: 2511011008

RESPONSI SESI 4

1. Kekuasaan (power) adalah kapasitas atau potensi seseorang untuk menghasilkan perubahan atau memengaruhi orang lain.
•Pengaruh (influence) adalah perubahan yang benar-benar terjadi pada sikap, nilai, keyakinan, atau perilaku seseorang akibat tindakan pihak lain.
•Wewenang (authority) adalah kekuasaan yang berasal dari posisi atau jabatan resmi seseorang dalam organisasi.

2. Lima basis kekuasaan (French & Raven) terdiri dari:
•Legitimate power: berasal dari jabatan atau posisi resmi.
•Reward power: kemampuan memberikan penghargaan atau imbalan.
•Coercive power: kemampuan memberikan hukuman atau sanksi.
•Expert power: berasal dari keahlian atau pengetahuan.
•Referent power: berasal dari keteladanan, kepribadian, atau rasa hormat orang lain.

3. Kekuasaan dapat diperoleh melalui jabatan, keahlian, pengalaman, hubungan, penghargaan, serta kinerja yang baik. Untuk mempertahankannya, pemimpin perlu menjaga reputasi, kompetensi, hubungan dengan bawahan, dan keterampilan politik, serta tidak menggunakan kekuasaan secara egois.

4. Taktik pengaruh dapat berupa persuasi rasional, pemberian inspirasi, konsultasi, pertukaran, membangun hubungan pribadi, meminta bantuan, tekanan, dan koalisi. Penggunaannya disesuaikan dengan situasi dan tujuan yang ingin dicapai.

5. Kekuasaan yang digunakan dengan baik dapat meningkatkan kepercayaan, komitmen, dan kepatuhan bawahan. Sebaliknya, penggunaan kekuasaan secara berlebihan atau dengan tekanan dapat menimbulkan ketakutan, penolakan, konflik, dan rendahnya komitmen.

6. Kekuasaan dan taktik pengaruh harus digunakan secara adil, transparan, dan tidak merugikan bawahan. Pemimpin sebaiknya mengutamakan komunikasi, memberikan alasan yang jelas, menghargai pendapat bawahan, serta menghindari manipulasi, ancaman, dan penyalahgunaan jabatan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Muhamad Rafi Kurnia Fitra -
Nama : Muhamad Rafi Kurnia Fitra
NPM : 2511011105

1. Power, Influence, dan Authority
Power adalah kemampuan untuk memengaruhi orang lain. Influence adalah tindakan atau cara untuk memengaruhi perilaku seseorang. Sedangkan authority adalah kekuasaan yang berasal dari jabatan resmi.

2. Lima Basis Kekuasaan
Menurut French & Raven, terdapat lima sumber kekuasaan:

a. Expert Power – berasal dari keahlian.
b. Referent Power – berasal dari rasa hormat.
c. Legitimate Power – berasal dari jabatan.
d. Reward Power – kemampuan memberikan penghargaan.
e. Coercive Power – kemampuan memberikan hukuman.

3. Memperoleh dan Mempertahankan Kekuasaan
Kekuasaan dapat diperoleh melalui keahlian, pengalaman, jabatan, hubungan yang baik, dan kepercayaan. Untuk mempertahankannya, pemimpin harus menunjukkan kemampuan, konsisten dalam bertindak, dan menggunakan kekuasaan secara bertanggung jawab.

4. Taktik Pengaruh
Beberapa taktik pengaruh yaitu persuasi rasional, memberikan inspirasi, melibatkan bawahan dalam keputusan, membangun hubungan, meminta dukungan orang lain, dan memberikan tekanan.

5. Dampak Kekuasaan
Kekuasaan dapat menimbulkan komitmen, kepatuhan, atau penolakan dari bawahan. Jika digunakan dengan baik, bawahan dapat memiliki komitmen. Jika terlalu menggunakan tekanan, bawahan mungkin hanya patuh tanpa benar-benar mendukung.

6. Penerapan Secara Etis
Kekuasaan harus digunakan secara jujur, adil, transparan, dan tidak manipulatif. Pemimpin sebaiknya menghargai pendapat bawahan, memberikan penghargaan secara adil, serta menghindari ancaman atau penyalahgunaan jabatan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Dansia Citary -
Nama : Dansia Citary
Npm :2511011107

1. Bagaimana membedakan kekuasaan (power), pengaruh (influence), dan wewenang (authority)?

Kekuasaan (power) adalah kemampuan atau potensi seseorang untuk memengaruhi orang lain. Pengaruh (influence) adalah perubahan nyata pada sikap atau perilaku seseorang akibat adanya pengaruh dari pihak lain. Sedangkan wewenang (authority) merupakan kekuasaan yang berasal dari jabatan atau posisi resmi dalam organisasi.

2. Bagaimana menganalisis lima basis kekuasaan (French & Raven)?

Lima basis kekuasaan menurut French dan Raven adalah expert power yang berasal dari keahlian, referent power yang berasal dari rasa hormat atau kekaguman, legitimate power yang berasal dari jabatan, reward power yang berasal dari kemampuan memberikan penghargaan, dan coercive power yang berasal dari kemampuan memberikan hukuman atau sanksi.

3. Bagaimana mengevaluasi cara memperoleh dan mempertahankan kekuasaan?

Kekuasaan dapat diperoleh melalui keahlian, jabatan, hubungan dengan orang lain, kemampuan memberikan penghargaan, maupun kemampuan memberikan sanksi. Untuk mempertahankannya, pemimpin harus menjaga kinerja, membangun hubungan yang baik, memiliki keterampilan politik, dan menggunakan kekuasaan secara tepat.

4. Bagaimana mengidentifikasi berbagai taktik pengaruh (influence tactics)?

Taktik pengaruh dapat diidentifikasi melalui bujukan rasional, himbauan inspiratif, konsultasi, ingratiasi atau rayuan, himbauan personal, pertukaran, koalisi, tekanan, dan legitimasi. Pemilihan taktik disesuaikan dengan situasi dan posisi kekuasaan yang dimiliki.

5. Bagaimana memahami dampak kekuasaan terhadap komitmen dan kepatuhan bawahan?

Kekuasaan dapat membuat bawahan mematuhi perintah, tetapi dampaknya tergantung bagaimana kekuasaan tersebut digunakan. Jika menggunakan tekanan atau paksaan secara berlebihan, bawahan mungkin patuh tetapi dapat mengalami penurunan kepuasan, semangat, dan kinerja. Sebaliknya, penggunaan pengaruh yang rasional dan membangun dapat menghasilkan respons yang lebih positif.

6. Jelaskan cara menerapkan kekuasaan dan taktik pengaruh secara etis!

Kekuasaan dan taktik pengaruh harus digunakan untuk membangun, memotivasi, dan meningkatkan kepercayaan diri bawahan, bukan untuk memanipulasi atau menjatuhkan mereka. Pemimpin sebaiknya mengutamakan cara yang rasional dan membangun serta menghindari tekanan atau paksaan jika masih ada cara yang lebih baik.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Alya Angelica Arista 2511011006 -
Alya Angelica Arista
2511011006

1.Kekuasaan (power) adalah
kapasitas atau potensi untuk
menjalankan pengaruh sedangkan pengaruh (influence) adalah perubahan aktual dalam sikap, nilai, atau perilaku seseorang akibat taktik pengaruh orang lain.Lalu, wewenang(authority) adalah hak formal yang melekat pada posisi/jabatan seseorang dalam organisasi untuk membuat keputusan dan memerintah orang lain.

2. - Expert Power analisis dari kekuasaan ahli
- Referent Power analisis dari kekuasaan acuan/referensi
- Legitimate Power analisis dari kekuasaan sah
- Reward Power analisis dari kekuasaan
penghargaan
- Coercive Power analisis dari kekuasaan koersif/paksaan

3. Kekuasaan diperoleh lewat simbol status/gelar, jabatan formal, keahlian khusus, serta kepatuhan orang lain terhadap otoritas.

Cara mempertahankannya: beri penghargaan secukupnya jangan berlebihan agar tidak mengurangi motivasi intrinsik bawahan, kalo menghukum harus adil dan disertai penjelasan , serta butuh keterampilan politik dan kemampuan menahan diri agar kekuasaan tidak dipakai sewenang-wenang.

4. - Bujukan Rasional (Rational Persuasion):Menggunakan argumen logis atau bukti faktual.
- Himbauan Inspiratif (Inspirational Appeals): Membangkitkan antusiasme atau emosi target.
- Konsultasi (Consultation): Meminta target berpartisipasi dalam perencanaan aktivitas.
- Ingratiasi (Ingratiation):
Membuat target berada dalam suasana hati yang baik/memuji
sebelum meminta sesuatu.
- Himbauan Personal (Personal Appeals): Meminta bantuan berdasarkan rasa persahabatan/hubungan
pribadi.

5. - Referent power cenderung dipasangkan dengan taktik lembut/rasional dan menghindari tekanan/legitimasi.
- Coercive & legitimate power cenderung terbatas pada taktik keras.
- Pemimpin otoriter (pakai taktik keras) cenderung menilai bawahan kurang termotivasi, kurang terampil, dan kurang layak promosi meski kinerjanya sama baik bahkan bisa memunculkan atribusi negatif ke bawahan.
- Pemimpin demokratis (taktik rasional & partisipatif) punya persepsi lebih positif terhadap kinerja dan potensi bawahannya.
- Penggunaan tekanan/paksaan yang berlebihan ini berisiko menghasilkan kepatuhan yang merusak, bukan komitmen tulus
- Taktik yang membangun harga diri dan kepercayaan diri bawahan, lebih efektif dan lebih mengarah ke komitmen jangka panjang dibanding taktik keras.

6. Taktik pengaruh adalah keterampilan sosial apabila canggung atau manipulatif, bisa menimbulkan ketidakpercayaan.Taktik yang etis itu yang membangun harga diri dan kepercayaan bawahan lebih efektif jangka panjang dibanding tekanan dan paksaan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by FEDIA ARIANTI -
Nama: Fedia Arianti
NPM: 2511011092

1. Kekuasaan (power), pengaruh (influence), dan wewenang (authority) merupakan hal yang berbeda. Kekuasaan adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi orang lain agar melakukan sesuatu sesuai dengan yang diinginkan. Pengaruh adalah proses yang dilakukan untuk memengaruhi sikap atau perilaku orang lain. Sedangkan wewenang adalah kekuasaan yang dimiliki seseorang karena adanya jabatan atau posisi resmi dalam suatu organisasi. Jadi, kekuasaan lebih berkaitan dengan kemampuan, pengaruh berkaitan dengan cara memengaruhi, sedangkan wewenang berasal dari jabatan yang dimiliki.

2. Menurut French dan Raven, terdapat lima basis kekuasaan, yaitu reward power, coercive power, legitimate power, expert power, dan referent power. Reward power berasal dari kemampuan memberikan penghargaan atau imbalan, sedangkan coercive power berasal dari kemampuan memberikan hukuman atau sanksi. Legitimate power berasal dari jabatan atau posisi resmi seseorang. Expert power muncul karena seseorang memiliki pengetahuan atau keahlian tertentu, sedangkan referent power berasal dari rasa hormat, kekaguman, atau ketertarikan orang lain terhadap dirinya. Kelima basis kekuasaan tersebut dapat dilihat dari sumber kekuasaan yang dimiliki seseorang dan bagaimana kekuasaan itu digunakan dalam organisasi.

3. Kekuasaan dapat diperoleh dari berbagai hal, seperti jabatan, keahlian, pengalaman, informasi, maupun hubungan dengan orang lain. Untuk mempertahankan kekuasaan, seseorang perlu menjaga kepercayaan, menunjukkan kemampuan, memiliki hubungan yang baik dengan orang lain, dan tetap memberikan kontribusi dalam organisasi. Jadi, kekuasaan tidak hanya diperoleh, tetapi juga perlu dipertahankan dengan cara yang tepat agar tetap mendapatkan dukungan dari orang lain.

4. Taktik pengaruh adalah cara yang digunakan seseorang untuk memengaruhi orang lain. Beberapa contohnya adalah memberikan alasan atau bukti yang logis, memberikan motivasi, melibatkan orang lain dalam pengambilan keputusan, memberikan pujian, menawarkan pertukaran, mencari dukungan dari pihak lain, menggunakan tekanan, serta menggunakan aturan atau kewenangan yang berlaku. Penggunaan taktik tersebut biasanya disesuaikan dengan kondisi dan orang yang ingin dipengaruhi.

5. Kekuasaan dapat memengaruhi bagaimana bawahan merespons perintah atau permintaan dari atasan. Bawahan dapat menunjukkan komitmen, kepatuhan, atau bahkan penolakan. Komitmen terjadi ketika bawahan menerima dan menjalankan sesuatu karena memang mau dan mendukungnya. Kepatuhan terjadi ketika bawahan menjalankan perintah karena adanya tuntutan dari atasan, meskipun belum tentu benar-benar setuju. Sementara itu, penolakan dapat terjadi jika bawahan merasa tidak setuju atau tidak nyaman dengan cara kekuasaan tersebut digunakan. Karena itu, penggunaan kekuasaan yang tepat dapat membantu membangun komitmen, sedangkan penggunaan tekanan secara berlebihan dapat menimbulkan penolakan.

6. Kekuasaan dan taktik pengaruh dapat diterapkan secara etis dengan menggunakannya secara jujur, adil, dan tidak merugikan orang lain. Seorang pemimpin sebaiknya memberikan alasan yang jelas, menghargai pendapat bawahan, memberikan penghargaan secara adil, dan menggunakan wewenangnya sesuai dengan aturan. Selain itu, pemimpin juga perlu menghindari ancaman, manipulasi, atau penyalahgunaan jabatan. Dengan penggunaan yang etis, kekuasaan dan pengaruh dapat membantu menciptakan kerja sama, kepercayaan, dan pencapaian tujuan organisasi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Hafizd Adi Rosyid 2511011061 -
Nama : Hafizd Adi Rosyid
NPM : 2511011061

1. Kekuasaan itu merupakan sebuah potensi untuk mempengaruhi orang lain melalui wewenangnya. Influence itu merupakan pengaruh atau mempengaruhi seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan (larangan) suatu hal. Authority itu merupakan wewenang, jabatan, atau otoritas formal yang diakui secara sah oleh organisasi atau kelompok.

2. - Expert : kekuasaan yang bersumber dari pengetahuan dan keahlian seseorang. Pengikut seringkali bergantung kepada seseorang yang memiliki keahlian dan pengetahuan meskipun dia tidak memiliki ororitas atau wewenang formal
- Referent : kekuasaan yang bersumber dari hubungan interpersonal atau daya tarik pribadi. Ketika pengikut mengagumi menyukai, dan menjadikan diri dia sebagai panutan. Pemimpin tersebut memiliki referent power
- Legitimate : kekuasaan yang bersumber dari posisi formal atau peran resmi seseorang dalam organisasi. Pengaruh dijalankan melalui permintaan resmi atau dianggap sah melalui posisinya
- Rewad : kekuasaan ini muncul ketika seseorang memiliki sumber daya yang diinginkan sehingga ia memiliki kontrol atau pengaruh
- coercive : kekuasaan ini muncul dari potensi untuk mempengaruhi orang lain melalui rasa takut akan konsekuensi negatif

3.Mengevaluasi cara mendapatkan kekuasaan
- Mengembangkan keahlian teknis dan pemahaman mendalam tentang organisasi
- membangun hubungan saling percaya dengan atasan, rekan, dan bawahan
- menggunakan simbol, gelar resimi, dan seragam untuk memperkuat legitimasi di mata orang lain
- menguasai sumber daya
Cara mempertahankan kekuasaan
- Pemimpin menggunakan referent dan expert power yang lebih berkelanjutan
- Konsistensi antara nilai-nilai yang diucapkan dengan perilaku nyata sangat penting untuk menjaga citra pemimpin
- Menggunakan kekuasaan demi kepentingan bersama

4. Dalam praktik manajemen bisnis, seorang pemimpin mempertahankan kekuasaan dengan memanfaatkan kelima basis tersebut secara adaptif, membagikan otoritas (empowerment), serta bersikap terbuka terhadap timbal balik dari bawahan. Untuk mengeksekusinya, terdapat sembilan taktik pengaruh yang terbagi dalam tiga pendekatan:
- Taktik Rasional: Rational persuasion (bujukan logis) dan Exchange (pertukaran keuntungan).
- Taktik Lunak (Soft Tactics): Inspirational appeals, Consultation, Ingratiation (menjilat/mencari simpati), dan Personal appeals.
- Taktik Keras (Hard Tactics): Coalition (dukungan kelompok), Legitimizing (otoritas posisi), dan Pressure (tekanan/ancaman).

5. Pendekatan kekuasaan menghasilkan kualitas respons yang berbeda dari bawahan. Mengandalkan kekuasaan reward dan coercive serta taktik keras sering kali hanya membuahkan kepatuhan minimal dan rentan memicu kebencian. Sebaliknya, pemimpin yang membangun kekuasaan referent dan expert mampu mendorong motivasi internal yang tinggi, kepuasan kerja, serta komitmen yang kuat dari pengikutnya.

6. Penerapan kekuasaan yang etis mensyaratkan pemimpin untuk berorientasi pada socialized power yakni kekuasaan yang digunakan demi melayani tujuan bersama alih alih personalized power yang egois dan manipulatif. Pemimpin harus secara sadar memilih taktik pengaruh yang bertujuan untuk membangun harga diri dan moral pengikutnya, menghindari taktik yang merendahkan, serta memberikan sinyal perilaku yang jelas agar integritas organisasi tetap terjaga.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Reuben Abdel -
NAMA: REUBEN ABDEL AZZEM ZACHARY
NPM: 2511011100

1. Bedanya Kekuasaan, Pengaruh, dan Wewenang

• Kekuasaan: Kemampuan seseorang bikin orang lain ikut kehendaknya, bisa didapat dari mana saja, bukan cuma dari jabatan.

• Wewenang: Kekuasaan yang resmi, didapat langsung dari jabatan atau kedudukan yang dipegang, ada batasnya.

• Pengaruh: Proses nyata saat kita benar-benar berhasil mengubah sikap atau tindakan orang lain lewat kekuasaan atau wewenang yang dimiliki.

2. Lima Sumber Kekuasaan (French & Raven)

3. Resmi: Dari jabatan yang dipegang, orang ikut karena sadar itu hak pimpinan.

4. Imbalan: Bisa memberi keuntungan, misal kenaikan gaji, hadiah, atau keistimewaan lain.

5. Paksaan: Bisa memberi sanksi atau hukuman kalau tidak mau ikut.

6. Ahli: Punya ilmu, keahlian, atau pengalaman yang lebih diakui orang lain.

7. Rujukan: Orang lain hormat, kagum, atau mau jadi seperti kita, jadi mereka ikut dengan senang hati.

8. Cara Mendapatkan & Menjaga Kekuasaan

• Mendapatkan: Naik jabatan, tambah keahlian, bangun hubungan baik, bantu orang lain, tahu hal penting yang belum diketahui banyak orang.

• Menjaga: Tetap bisa diandalkan, jaga kepercayaan orang lain, bertindak adil, jangan cuma minta tapi juga beri manfaat, jangan sombong atau semena-mena.

4. Macam-Macam Cara Mengajak/Mempengaruhi Orang

• Jelaskan alasan dan keuntungannya dengan jelas.

• Mulai dengan ramah, bersahabat dulu sebelum minta sesuatu.

• Ajak orang lain juga mendukung supaya lebih kuat alasannya.

• Tawarkan timbal balik: kamu bantu saya, saya bantu kamu.

• Kalau perlu pakai tekanan atau aturan, tapi ini paling kurang baik efeknya.

• Minta dukungan dari atasan supaya usulan lebih didengar.

5. Efeknya ke Bawahan

• Kalau pakai kekuasaan jabatan atau ancaman: bawahan cuma patuh saja — kerjanya pas dilihat, kalau tidak diawasi malah santai.

• Kalau pakai imbalan: juga cuma patuh, selama masih ada untung buat mereka.

• Kalau pakai ilmu atau rasa hormat: bawahan ikut dengan sungguh-sungguh, mau berusaha sebaik-baiknya walau tidak diawasi.

6. Pakai Kekuasaan dengan Benar

• Tujuannya untuk kebaikan bersama dan kemajuan organisasi, bukan cuma buat untung sendiri.

• Jujur, jangan menipu atau menyembunyikan hal penting.

• Jangan merendahkan, menyakiti, atau memanfaatkan kelemahan orang lain.

• Tetap ikut aturan dan kebiasaan yang wajar.

• Berani bertanggung jawab kalau ada apa-apa dari keputusan yang diambil
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Taufiqah Laila Nurul F 2511011082 -
Nama: Taufiqah Laila Nurul Fadhilah
NPM: 2511011082

1. Kekuasaan merupakan kapasitas atau potensi yang dimiliki seseorang untuk mengubah sikap atau perilaku orang lain. Pengaruh merupakan hasil akhir atau perubahan nyata pada sikap, emosi, maupun tindakan orang lain akibat perbuatan tertentu. Wewenang merupakan hal formal yang sah yang melekat pada posisi atau jabatan dalam organisasi untuk memberikan arahan dan membuat keputusan.

2. Lima basis kekuasaan dianalisis dari sumber atau asal kekuasaan tersebut:
- Kekuasaan keahlian: bersumber dari pengetahuan atau keterampilan khusus.
- Kekuasaan referensi: bersumber pasa kekaguman dan hubungan interpersonal yang kuat.
- Kekuasaan legitimasi: bersumber dari wewenang resmi dalam struktur jabatan.
- Kekuasaan penghargaan: didasari oleh kendali atas imbalan yang diinginkan.
- Kekuasaan koersif: bersumber dari kemampuan memberikan hukuman atau sanksi.

3. Memperoleh dan mempertahankan kekuasaan dievaluasi melalui pengembangan kompetensi personal dan pemanfaatan posisi. Kekuasaan personal diperoleh denn terus membagun keahlian teknis, menga integritas, serta memperluas relasi dan rasa hormat dari orang lain. Sementara itu, kekuasaan posisi dipertahankan dengan memenuhi tanggung jawab jabatan secara efektif, mengendalikan arus informasi dan sumber daya, serta menggunakan wewenang secara rasional dan adil tanpa berlebihan.

4. Taktik pengaruh diindentifikasi berdasarkan perilaku spesifik yang digunakan untuk memengaruhi orang lain. Taktik terbagi menjadi 4, yaitu:
- Pendekatan rasional, seperti bujukkan rasional (menggunakan argumen logis),
- Pendekatan emosional/inspiratif, seperti himbauan inspiratif dan ingrasiasi (memuji atau mengambil hati).
- Pendekatan kolaboratif, seperti konsultasi.
- Pendekatan tekanan, koalisi, pertukaran, maupun legitimasi jabatan.

5. Penggunaan basis kekuasaan yang berbeda akan menghasilkan tingkat kepatuhan dan komitmen yang berbeda dari bawahan. Kekuasaan yang berbasis pada keahlian dan referensi cenderung menghasilkan komitmen, di mana bawahan mendukung tujuan secara antusias dan sukarela. Sedangkan kekuasaan mengandalkan legitimasi, penghargaan, dan terutama koersif cenderung hanya menghasilkan kepatuhan formal atau bahkan penolakan jika digunakan secara berlebihan.

6. Penerapan kekuasaan dan taktik pengaruh secara etis dilakukan dengan berfokus pada kekuasaan tersosialisasi, yaitu menggunakan kekuasaan untuk kepentingan dan kebaikan bersama organisasi, bukan demi ego atau kepentingan pribadi. Hal ini diterapkan dengan mengutamakan taktik yang jujur dan transparan, seperti bujukan rasional dan konsultasi, serta menghindari manipulasi, kebohongan, maupun intimidasi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Jihan Nasywa Hanifah_2511011030 -
Nama : Jihan Nasywa Hanifah
NPM : 2511011030

1. Bagaimana membedakan kekuasaan (power), pengaruh (influence), dan wewenang (authority)?
Kekuasaan (power) adalah kapasitas atau potensi seseorang untuk memengaruhi orang lain. Pengaruh (influence) adalah perubahan nyata pada sikap, nilai, keyakinan, atau perilaku seseorang. Sedangkan wewenang (authority) merupakan kekuasaan yang berasal dari posisi atau jabatan resmi dalam organisasi.

2. Bagaimana menganalisis lima basis kekuasaan (French & Raven)?
Lima basis kekuasaan menurut French & Raven adalah:
Expert power : berasal dari pengetahuan atau keahlian khusus.
Referent power : berasal dari rasa hormat, kekaguman, dan hubungan dengan orang lain.
Legitimate power : berasal dari jabatan atau wewenang formal.
Reward power : berasal dari kemampuan memberikan penghargaan atau imbalan.
Coercive power : berasal dari kemampuan memberikan hukuman atau sanksi.

3. Bagaimana mengevaluasi cara memperoleh dan mempertahankan kekuasaan?
Kekuasaan dapat diperoleh melalui keahlian, pengalaman, jabatan, hubungan dengan orang lain, reputasi, dan keterampilan politik. Kekuasaan dapat dipertahankan dengan terus meningkatkan kemampuan, menjaga hubungan yang baik, dan menggunakan kekuasaan dengan bijak.

4. Bagaimana mengidentifikasi berbagai taktik pengaruh (influence tactics)?
Terdapat 9 taktik pengaruh, yaitu bujukan rasional, himbauan inspiratif, konsultasi, ingratiasi, himbauan personal, pertukaran, taktik koalisi, tekanan, dan legitimasi. Taktik yang digunakan disesuaikan dengan situasi dan tingkat kekuasaan yang dimiliki.

5. Bagaimana memahami dampak kekuasaan terhadap komitmen dan kepatuhan bawahan?
Kekuasaan dapat membuat bawahan mematuhi perintah pemimpin. Namun, jika digunakan secara berlebihan melalui tekanan atau paksaan, dapat menimbulkan dampak negatif. Sebaliknya, penggunaan kekuasaan yang membangun dan memotivasi dapat meningkatkan kepercayaan dan komitmen bawahan.

6. Jelaskan cara menerapkan kekuasaan dan taktik pengaruh secara etis!
Kekuasaan dan taktik pengaruh sebaiknya digunakan dengan cara yang jujur dan tidak merugikan orang lain. Pemimpin perlu memilih cara yang sesuai dengan keadaan, seperti berdiskusi, memberikan alasan yang jelas, memberikan dukungan, dan menghargai bawahan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Eka Vrakas Shetia 2511011085 -
1. Membedakan Kekuasaan (Power), Pengaruh (Influence), dan Wewenang (Authority)
• Kekuasaan (Power): Kapasitas atau potensi seseorang untuk menghasilkan efek atau menyebabkan perubahan pada orang lain. Kekuasaan tidak hanya dimiliki pemimpin, tetapi juga dipengaruhi oleh pengikut dan situasi.
• Pengaruh (Influence): Perubahan aktual yang terjadi pada sikap, nilai, keyakinan, atau perilaku seseorang akibat dari proses interaksi. Pengaruh adalah hasil/dampak dari penggunaan kekuasaan.
• Wewenang (Authority): Hak formal atau kekuasaan legitimasi (legitimate power) yang melekat pada posisi/jabatan resmi dalam suatu organisasi untuk memberikan perintah yang sah.
2. Menganalisis Lima Basis Kekuasaan (French & Raven)
1) Expert Power (Kekuasaan Ahli): Berasal dari pengetahuan, keahlian, atau keterampilan khusus. Bawahan bisa memiliki expert power lebih tinggi dibanding pemimpin baru, sehingga pemimpin disarankan banyak belajar dan bertanya.
2) Referent Power (Kekuasaan Referensi): Berasal dari daya tarik pribadi, hubungan interpersonal, serta rasa kagum dan hormat pengikut kepada pemimpin. Membutuhkan waktu untuk dibangun dan merupakan jalur dua arah.
3) Legitimate Power (Kekuasaan Legitimasi/Sah): Berasal dari wewenang formal atau posisi resmi dalam organisasi. Hanya berlaku selama seseorang menjabat.
4) Reward Power (Kekuasaan Penghargaan): Berasal dari kemampuan mengontrol dan membagikan sumber daya atau apresiasi yang diinginkan (bonus, pujian, promosi).
5) Coercive Power (Kekuasaan Paksaan/Sanksi): Berasal dari kemampuan menggunakan tekanan, ancaman, atau hukuman (teguran, pemotongan gaji, pemecatan) untuk mengurangi/menghentikan perilaku tertentu.
3. Mengevaluasi Cara Memperoleh dan Mempertahankan Kekuasaan
- Memperoleh Kekuasaan:
* Meningkatkan keahlian (expert power) dan rekam jejak kinerja.
* Membangun hubungan interpersonal yang baik, empati, dan reputasi positif untuk memperoleh referent power.
* Memanfaatkan kualifikasi formal, seperti gelar, ijazah, penghargaan, serta simbol otoritas/penampilan profesional.
* Memiliki motivasi untuk mengelola (motivation to manage) dan dorongan kebutuhan kekuasaan (need for power).
- Mempertahankan Kekuasaan:
* Menunjukkan keterampilan politik (political skills) untuk mengubah potensi kekuasaan menjadi pengaruh nyata.
* Menggunakan kekuasaan secara terarah dengan inhibisi aktivitas yang tinggi agar tidak bertindak impulsif atau egois.
* Menerapkan kepemimpinan terdistribusi/berbagi kekuasaan (shared leadership) untuk menjaga kinerja tim.
* Menyesuaikan gaya kepemimpinan dengan budaya organisasi dan kebutuhan pengikut.
4. Mengidentifikasi Berbagai Taktik Pengaruh (Influence Tactics)
Taktik pengaruh (berdasarkan Influence Behavior Questionnaire / IBQ) terdiri dari sembilan jenis:
1) Bujukan Rasional (Rational Persuasion): Menggunakan argumen logis dan bukti faktual.
2) Imbauan Inspiratif (Inspirational Appeals): Membangkitkan emosi, nilai, atau antusiasme target.
3) Konsultasi (Consultation): Mengajak target berpartisipasi dalam merencanakan aktivitas.
4) Ingratiasi (Ingratiation): Memuji atau membuat suasana hati target baik sebelum mengajukan permintaan.
5) Imbauan Personal (Personal Appeals): Meminta bantuan berdasarkan rasa persahabatan atau hubungan pribadi.
6) Pertukaran (Exchange): Menawarkan imbalan atau bantuan timbal balik.
7) Taktik Koalisi (Coalition Tactics): Menggalang dukungan pihak lain untuk memengaruhi target.
8) Tekanan (Pressure Tactics): Menggunakan ancaman, peringatan, atau ketegasan yang terus-menerus.
9) Legitimasi (Legitimizing Tactics): Mengajukan permintaan berdasarkan aturan, kebijakan, atau posisi resmi.
5. Memahami Dampak Kekuasaan terhadap Komitmen dan Kepatuhan Bawahan
• Taktik Lembut & Rasional (Expert/Referent Power): Menghasilkan komitmen tinggi, meningkatkan moral, membangun harga diri bawahan, serta memperkuat hubungan kerja sama.
• Taktik Keras (Coercive/Legitimate Power): Cenderung hanya menghasilkan kepatuhan sementara (compliance) atau bahkan penolakan/resistensi. Penggunaan taktik keras secara berlebihan dapat merusak hubungan dan memicu kepatuhan yang merusak.
• Gaya Otoriter vs Demokratis: Pemimpin yang sering menggunakan taktik keras cenderung menilai bawahan kurang termotivasi dan kurang terampil. Sebaliknya, taktik rasional dan partisipatif mendorong kepuasan kerja serta kinerja yang lebih baik.
• Kepatuhan Buta (Blind Obedience): Figur otoritas atau simbol status yang sangat dominan dapat membuat bawahan mematuhi perintah berbahaya secara buta tanpa kritis (seperti pada fenomena Eksperimen Milgram).
6. Penerapan Kekuasaan dan Taktik Pengaruh Secara Etis
- Gunakan Taktik yang Membangun: Utamakan taktik pengaruh yang bertujuan memotivasi, meningkatkan moral, dan mengembangkan kapasitas bawahan, bukan sekadar untuk "menundukkan" bawahan.
- Hindari Manipulasi dan Kelicikan: Pengaruh harus dilakukan secara jujur dan tulus. Manipulasi kepercayaan (The Big Con) memicu ketidakpercayaan jangka panjang.
- Pemberian Sanksi/Hukuman yang Adil: Jika sanksi diperlukan, berikan secara konsisten, jelaskan alasannya, tunjukkan jalan perbaikan, dan beri umpan balik secara tertutup agar tidak merendahkan martabat bawahan.
- Gunakan Socialized Power: Arahkan kekuasaan untuk kepentingan kolektif/organisasi (seperti Nelson Mandela yang menggunakan pengaruh untuk persatuan bangsa), bukan untuk kepentingan egois pribadi (personalized power).
- Minimalkan Tekanan dan Paksaan: Hindari taktik tekanan atau legitimasi jika masih ada cara persuasi rasional dan inspiratif yang bisa digunakan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by MARITZA AULIA NADINE 2511011106 -
Nama : Maritza Aulia Nadine
NPM : 2511011106

1. Bagaimana membedakan kekuasaan (power), pengaruh (influence), dan wewenang (authority)?
Kekuasaan adalah kapasitas untuk menyebabkan perubahan. Pengaruh adalah perubahan aktual pada sikap, nilai, keyakinan, atau perilaku seseorang. Taktik pengaruh adalah perilaku nyata yang digunakan untuk mengubah sikap atau perilaku orang lain. Ketiganya saling berkaitan dalam proses kepemimpinan. Kekuasaan adalah kapasitas atau potensi untuk menjalankan pengaruh, pengaruh adalah perubahan aktual dalam sikap, nilai, atau perilaku seseorang akibat taktik pengaruh orang lain. Sedangkan wewenang dijelaskan melalui legitimate power yaitu kekuasaan yang berasal dari wewenang formal/posisi resmi dalam organisasi, dan hanya berlaku selama menjabat.

2. Bagaimana menganalisis lima basis kekuasaan (French & Raven)?
Kekuasaan dibagi menjadi 5 basis utama yang memengaruhi dinamika hubungan pemimpin dan pengikut. Expert power berasal dari pengetahuan atau keahlian khusus, pengikut bisa memiliki expert power lebih tinggi dibanding pemimpin baru sehingga pemimpin disarankan banyak bertanya dan belajar. Referent power berasal dari hubungan interpersonal, rasa kagum, dan rasa hormat pengikut kepada pemimpin, membutuhkan waktu untuk dibangun, dapat hilang dengan cepat, dan merupakan jalur dua arah. Legitimate power berasal dari wewenang formal/posisi resmi dalam organisasi, hanya berlaku selama menjabat, dan pengikut juga bisa menggunakannya untuk menolak perintah di luar batas aturan/deskripsi kerja. Reward power berasal dari kemampuan mengontrol dan membagikan sumber daya atau apresiasi yang diinginkan seperti gaji, pujian, promosi. Coercive power adalah penggunaan tekanan, ancaman, atau hukuman untuk memengaruhi perilaku, dan penggunaan yang berlebihan dapat menghasilkan kepatuhan yang merusak.

3. Bagaimana mengevaluasi cara memperoleh dan mempertahankan kekuasaan?
Pengaturan fisik seperti pintu kantor yang terbuka/tertutup memengaruhi persepsi kekuasaan dan kontrol interaksi. Gelar, ijazah, dan penghargaan meningkatkan persepsi kekuasaan seseorang, eksperimen menunjukkan orang yang diperkenalkan dengan gelar lebih tinggi "profesor" dipersepsikan fisik/posturnya lebih tinggi dibanding ketika diperkenalkan sebagai "mahasiswa". Studi perawat menunjukkan 95% perawat mematuhi perintah bahaya via telepon hanya karena penelepon mengaku sebagai "dokter", dan studi Milgram menunjukkan 70% partisipan bersedia memberikan sengatan listrik hingga tingkat maksimum hanya karena diperintah oleh figur otoritas. Pakaian/seragam meningkatkan tingkat kepatuhan orang lain secara drastis hingga lebih dari 90%. Pemimpin memiliki kekuasaan lebih besar dan lebih cenderung menggunakan paksaan/legitimasi saat krisis, sementara pengikut lebih siap menerima arahan yang ketat. Kekuasaan juga terlihat melalui perilaku nonverbal seperti menatap, menunjuk, menyentuh, dan menginterupsi. Efektivitas jangka panjang membutuhkan inhibisi aktivitas tinggi agar kekuasaan tidak digunakan secara impulsif/egois.

4. Bagaimana mengidentifikasi berbagai taktik pengaruh (influence tactics)?
Bujukan rasional yaitu menggunakan argumen logis atau bukti faktual. Himbauan inspiratif yaitu membangkitkan antusiasme atau emosi target. Konsultasi yaitu meminta target berpartisipasi dalam perencanaan aktivitas. Ingratiasi yaitu membuat target berada dalam suasana hati yang baik/memuji sebelum meminta sesuatu. Himbauan personal yaitu meminta bantuan berdasarkan rasa persahabatan/hubungan pribadi. Pertukaran yaitu mempengaruhi melalui pertukaran kebaikan atau dukungan timbal balik. Taktik koalisi yaitu mencari bantuan/dukungan orang lain untuk mengonfrontasi atau mempengaruhi target. Tekanan yaitu menggunakan ancaman atau peringatan yang terus-menerus. Legitimasi yaitu mengajukan permintaan berdasarkan posisi resmi, aturan, atau wewenang. Taktik keras digunakan saat memiliki posisi di atas, mengantisipasi perlawanan, atau ada pelanggaran norma. Taktik lembut digunakan saat posisi tidak diuntungkan, mengantisipasi perlawanan, atau ada keuntungan pribadi. Taktik rasional digunakan saat posisi kekuasaan setara dan bermanfaat bagi organisasi maupun pribadi, paling sering untuk pengaruh lateral dan ke atas.

5. Bagaimana memahami dampak kekuasaan terhadap komitmen dan kepatuhan bawahan?
Pemimpin otoriter menggunakan taktik keras, cenderung menilai bawahan kurang termotivasi, kurang terampil, dan kurang cocok dipromosikan meskipun kinerja bawahan sama baiknya.
Pemimpin demokratis menggunakan taktik rasional dan partisipatif, memiliki persepsi yang lebih positif terhadap kinerja dan potensi bawahan. Taktik keras meliputi tekanan, paksaan, dan kontrol, dapat membuat bawahan mengikuti perintah namun penggunaan yang berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif dan menyebabkan pemimpin memberikan atribusi negatif kepada bawahannya.
Efektivitas hukuman lebih ditentukan oleh cara pemberiannya daripada tingkat hukumannya, hukuman yang terlalu berat, tidak terduga, atau sewenang-wenang dapat menurunkan kepuasan, semangat, dan kinerja anggota, sedangkan hukuman yang adil menjaga kepuasan dan kekompakan tim.

6. Jelaskan cara menerapkan kekuasaan dan taktik pengaruh secara etis!
Penggunaan taktik pengaruh merupakan keterampilan sosial, memilih taktik yang tepat belum tentu menjamin hasil yang baik, taktik harus dilakukan secara mahir dan tepat, pengaruh yang canggung dapat terlihat tidak tulus dan justru merugikan. Kelicikan dan manipulasi tidak dianjurkan, pengaruh yang tidak tulus atau manipulatif dapat menimbulkan ketidakpercayaan, karena itu pemimpin harus mempertimbangkan cara menggunakan pengaruh dan alasan di balik penggunaannya. Taktik yang bertujuan meningkatkan harga diri, meningkatkan moral, dan membangun orang lain lebih sering menghasilkan keberhasilan, sebaliknya taktik yang digunakan hanya karena mengikuti kebijakan perusahaan atau untuk "mendudukkan bawahan pada tempatnya" cenderung menghasilkan kegagalan. Pemimpin perlu menghindari penggunaan tekanan dan legitimasi jika terdapat cara yang lebih baik untuk memengaruhi bawahan, tujuannya adalah mengubah sikap dan perilaku bawahan sekaligus membangun harga diri dan rasa percaya diri mereka. Kasus The Big Con menunjukkan bahwa pengaruh memiliki kekuatan besar sehingga penggunaannya harus tetap etis. Nelson Mandela menyadari bahwa penggunaan kekuasaan secara keras tidak akan menyelesaikan masalah, dan menunjukkan bahwa pengaruh dapat digunakan untuk membangun persatuan daripada pembalasan. Kepemimpinan tidak hanya tentang memiliki kekuasaan, tetapi juga kemampuan menggunakan kekuasaan dan pengaruh secara tepat, taktik yang membangun, memotivasi, dan meningkatkan kepercayaan diri bawahan lebih efektif, sedangkan tekanan dan paksaan cenderung kurang efektif dibandingkan pengaruh yang membangun.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Ramona Nicola Denada -
Nama:Ramona Nicola Denada
NPM:2551011050
Responsi Sesi 4

1. Power, influence, dan authority
Power adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi orang lain. Influence adalah proses atau cara untuk memengaruhi sikap dan perilaku orang lain. Sedangkan authority adalah kekuasaan yang berasal dari jabatan atau posisi resmi dalam organisasi.
2. Lima basis kekuasaan French & Raven
Lima basis kekuasaan yaitu legitimate, reward, coercive, expert, dan referent power. Masing-masing berasal dari jabatan, pemberian penghargaan, hukuman, keahlian, dan rasa hormat atau kagum dari orang lain.
3. Cara memperoleh dan mempertahankan kekuasaan
Kekuasaan dapat diperoleh melalui jabatan, keahlian, pengalaman, prestasi, dan hubungan yang baik dengan orang lain. Untuk mempertahankannya, seseorang harus menjaga kepercayaan, meningkatkan kemampuan, dan tetap menunjukkan kinerja yang baik.
4. Taktik pengaruh (influence tactics)
Taktik pengaruh adalah cara seseorang memengaruhi orang lain, misalnya dengan memberikan alasan yang logis, meminta dukungan, memberikan penghargaan, melibatkan orang lain dalam keputusan, atau menggunakan tekanan.
5. Dampak kekuasaan terhadap bawahan
Kekuasaan dapat membuat bawahan memiliki komitmen atau kepatuhan. Jika digunakan dengan baik, bawahan bisa mengikuti pemimpin karena percaya dan menghargainya. Namun, jika terlalu banyak menggunakan ancaman atau hukuman, bawahan hanya patuh karena takut.
6. Penerapan kekuasaan secara etis
Kekuasaan harus digunakan secara adil, jujur, dan tidak merugikan orang lain. Pemimpin sebaiknya tidak memanipulasi atau mengancam bawahan, tetapi memberikan alasan yang jelas, mendengarkan pendapat, dan menggunakan kekuasaan untuk kepentingan organisasi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 4

by Aliyah Izzatun Nisa -
Nama : Aliyah Izzatun Nisa
Npm : 2511011113

1. Power adalah kemampuan memengaruhi orang lain, influence adalah proses memengaruhi perilaku atau sikap, sedangkan authority adalah hak formal yang berasal dari jabatan.

2. Lima basis kekuasaan French & Raven yaitu legitimate (jabatan), reward (imbalan), coercive (hukuman), expert (keahlian), dan referent (rasa hormat atau keteladanan).

3. Kekuasaan diperoleh dari jabatan, keahlian, pengalaman, atau hubungan. Kekuasaan dipertahankan dengan menjaga kompetensi, kepercayaan, hubungan baik, dan menggunakan kekuasaan secara tepat.

4. Taktik pengaruh meliputi persuasi rasional, daya tarik inspiratif, konsultasi, kolaborasi, pertukaran, koalisi, tekanan, dan penggunaan kewenangan.

5. Kekuasaan yang digunakan secara positif dapat meningkatkan komitmen bawahan. Sebaliknya, tekanan dan paksaan lebih cenderung menghasilkan kepatuhan tanpa komitmen.
Kekuasaan dan taktik pengaruh diterapkan secara etis dengan bersikap adil, jujur, transparan, menghargai bawahan, serta menghindari manipulasi dan penyalahgunaan wewenang.