Nama : Resti Apriliyani
NPM : 2523031007
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEKS) tidak pernah lepas dari sektor ekonomi karena keduanya merupakan dua ruang yang saling menggerakkan dan saling memperkuat. Dalam sejarah perkembangan peradaban, kemajuan ekonomi selalu ditopang oleh inovasi teknologi—mulai dari revolusi industri, mekanisasi, komputerisasi, hingga era digital saat ini. Teknologi meningkatkan efisiensi produksi, mendorong lahirnya model bisnis baru, memperluas jangkauan pasar, serta mengurangi biaya transaksi sehingga pertumbuhan ekonomi berlangsung lebih cepat dan kompetitif (Rosenberg, 1982). Pada saat yang sama, kebutuhan ekonomi baik kebutuhan pasar, tenaga kerja, maupun industri mendorong lahirnya inovasi teknologi baru sebagai respons terhadap tuntutan efisiensi dan profitabilitas. Dengan demikian, IPTEKS dan ekonomi merupakan hubungan dua arah yang bersifat mutualistik: teknologi memperkuat ekonomi, dan dinamika ekonomi mendorong penciptaan teknologi baru (Fagerberg, 2005).
Dalam konteks modernisasi ekonomi saat ini, manusia dituntut untuk mampu beradaptasi secara cepat dan berkelanjutan. Digitalisasi ekonomi telah mengubah cara manusia bekerja, bertransaksi, memproduksi, hingga membangun relasi sosial. Mereka yang tidak mampu mengikuti perkembangan teknologi berpotensi tertinggal dari sistem ekonomi baru ini. UNESCO (2021) menekankan bahwa literasi digital, adaptabilitas, keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan belajar sepanjang hayat menjadi kunci penting bagi individu agar mampu bertahan dalam arus perubahan yang masif. Adaptasi diperlukan bukan hanya untuk memenuhi tuntutan pasar kerja, tetapi juga untuk mempertahankan eksistensi diri dalam kehidupan sosial-ekonomi yang semakin kompetitif. Dalam situasi ini, manusia perlu belajar mengembangkan kompetensi teknologis, fleksibilitas dalam bekerja, serta kreativitas dalam menciptakan peluang mulai dari memanfaatkan platform digital, belajar kewirausahaan digital, hingga membangun jejaring global. Upaya-upaya ini menjadi kunci agar manusia tidak hanya sekadar bertahan, tetapi juga mampu berkembang dalam ekosistem ekonomi digital yang dinamis.
Sebagai calon pengembang pendidikan IPS, peran kita menjadi sangat strategis. Pembelajaran IPS harus dirancang bukan hanya untuk memahami fenomena sosial-ekonomi masa kini, tetapi juga untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan masa depan. IPS sebagai disiplin integratif harus mampu memberikan pemahaman mengenai bagaimana perubahan mikro (perilaku konsumen, UMKM digital, ekonomi rumah tangga) dan makro (globalisasi, perdagangan internasional, ekonomi digital global) saling berkaitan dan berdampak pada kehidupan sehari-hari. Strategi pembelajaran perlu mengintegrasikan pendekatan berbasis masalah (Problem-Based Learning), studi kasus ekonomi digital, simulasi pasar digital, dan proyek kewirausahaan berbasis teknologi. Pendekatan seperti ini memberikan ruang bagi peserta didik untuk menganalisis dinamika ekonomi modern, memahami implikasi teknologi terhadap kehidupan sosial, serta mengembangkan keterampilan kritis, kreatif, dan adaptif kompetensi yang sangat dibutuhkan dalam abad 21 (OECD, 2018).
Melalui pembelajaran IPS yang kontekstual, integratif, dan berbasis literasi digital, peserta didik tidak hanya diajak memahami perubahan ekonomi, tetapi juga diberdayakan untuk mampu memosisikan diri sebagai agen perubahan. Mereka dapat melihat bagaimana perkembangan IPTEKS membentuk struktur ekonomi global, memahami tantangan yang muncul, serta merumuskan strategi yang relevan agar mampu survive dan berperan aktif dalam masyarakat digital. Dengan demikian, pendidikan IPS berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan pengetahuan, realitas sosial, dan kesiapan masa depan peserta didik dalam menghadapi transformasi ekonomi yang sangat pesat.
Daftar Referensi
Fagerberg, J. (2005). Innovation: A Guide to the Literature. Oxford University Press.
OECD. (2018). The Future of Education and Skills: Education 2030. Paris: OECD Publishing.
Rosenberg, N. (1982). Inside the Black Box: Technology and Economics. Cambridge University Press.
UNESCO. (2021). Digital Literacy for Sustainable Development. Paris: UNESCO.
RistekBRIN. (2023). “Persaingan di Era Globalisasi dan Ekonomi Digital.