NPM: 2413031091
Kelas: 2024 C
Mk: Akuntansi Keuangan Menengah
Nama: Sofia Dilara
NPM: 2413031091
Kelas: 2024 C
1. Bandingkan pendekatan tradisional penilaian fair value
dengan pendekatan berbasis AI dari perspektif teori akuntansi.
Dalam penilaian nilai wajar, metode tradisional biasanya mengandalkan analisis
profesional, penggunaan model penilaian yang dapat ditelusuri, serta data
pembanding dari pasar. Pendekatan ini menekankan keterbukaan proses, sebab
auditor maupun manajemen dapat melihat asumsi yang dipakai, dasar perhitungan,
serta langkah-langkah evaluasinya. Ketika sistem berbasis AI digunakan,
prosesnya berbeda karena algoritma bekerja secara otomatis dengan memproses
data dalam jumlah besar. Hasil penilaiannya mungkin lebih cepat dan terasa
objektif, namun mekanisme di belakang keputusan tersebut sering sulit
dijelaskan. Dari sudut teori akuntansi, perbedaan utamanya ada pada
transparansi dan kemampuan verifikasi: model manual menawarkan penjelasan yang
jelas, sedangkan AI sering dianggap sebagai kotak hitam yang tidak sepenuhnya
dapat dipahami, meskipun hasilnya mungkin sama atau bahkan lebih akurat.
2. Identifikasi dan analisis implikasi epistemologis dari
penggunaan AI dalam penentuan fair value.
Penggunaan kecerdasan buatan dalam menetapkan nilai wajar menimbulkan
pertanyaan tentang asal dan validitas pengetahuan akuntansi. Jika selama ini
pengetahuan akuntansi dibangun dari pengalaman profesional, pengamatan pasar,
dan teori ekonomi, maka AI memperkenalkan sumber baru, yaitu pembelajaran mesin
yang bekerja dengan pola data. Implikasinya muncul ketika auditor atau
manajemen diminta menjelaskan dari mana suatu angka berasal. Nilai wajar yang
dihasilkan AI mungkin benar secara statistik, tetapi tanpa penjelasan yang
memadai, kepercayaan terhadap hasil tersebut bisa terganggu. Hal ini menantang
cara tradisional dalam memandang kebenaran informasi akuntansi, karena AI
menghasilkan pengetahuan yang sah berdasarkan perhitungan probabilistik, tetapi
tidak selalu dapat diceritakan dengan narasi yang bisa dipahami manusia.
3. Usulkan strategi akuntabilitas dan pelaporan agar
pendekatan AI tetap sesuai dengan IFRS 13.
Agar sistem berbasis AI dapat diterima dalam pelaporan nilai wajar, perusahaan
dapat membangun mekanisme akuntabilitas yang jelas. Salah satu cara adalah
menyertakan dokumentasi yang menjelaskan model algoritma, jenis data yang
digunakan, dan asumsi pasar yang menjadi dasar penghitungan. Selain itu,
perusahaan perlu memiliki prosedur validasi internal, misalnya pengujian silang
dengan penilaian manual pada sampel aset, agar auditor dapat menilai
kewajarannya. Penjelasan mengenai tingkat ketidakpastian dan sensitivitas model
juga penting, sehingga transparansi tetap terjaga meskipun metode yang
digunakan bersifat otomatis. Selama perusahaan mampu menunjukkan bahwa
prosesnya sejalan dengan prinsip nilai wajar menurut IFRS 13, termasuk
keterbukaan dan dapat diuji kembali, penggunaan AI dapat diterima sebagai
bagian dari praktik penilaian modern.