Nama: Sofia Dilara
NPM : 2413031091
Kelas: 2024 C
1. Analisis: Bagaimana penggunaan teknologi blockchain dapat mempengaruhi teori akuntansi yang terkait dengan reliabilitas dan transparansi informasi akuntansi dalam konteks sustainability reporting (GRI)
Penerapan blockchain dapat membuat laporan keberlanjutan menjadi lebih terbuka dan terpercaya karena setiap data yang dimasukkan akan disimpan dalam jaringan yang tidak mudah diubah. Dalam teori akuntansi, laporan yang transparan dan dapat dipercaya merupakan dasar penting untuk pengambilan keputusan. Dengan adanya catatan digital yang permanen, pihak internal maupun eksternal bisa melacak asal data, waktu pencatatan, dan perubahan yang terjadi, sehingga jejaknya jelas. Meskipun demikian, teknologi ini tidak otomatis menjamin bahwa data yang dilaporkan benar sejak awal. Jika data dimasukkan tanpa proses kontrol, kesalahan tetap dapat terjadi, hanya saja akan tercatat secara permanen. Oleh sebab itu, blockchain lebih berfungsi sebagai sistem penguatan bukti dan pelacakan, sedangkan
penilaian, verifikasi, dan pertimbangan tetap menjadi tugas profesional akuntan agar laporan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.
2. Evaluasi: Tantangan apa yang mungkin dihadapi PT Hijau Lestari jika menerapkan teknologi ini dalam konteks regulasi Indonesia dan global? Dalam penerapan blockchain, PT Hijau Lestari akan berhadapan dengan beberapa hambatan dari sisi aturan, pelaksanaan di lapangan, dan penerimaan publik. Di Indonesia, penggunaan bukti digital harus sesuai dengan ketentuan perlindungan data, dokumentasi elektronik, serta standar pelaporan keberlanjutan yang berlaku. Selain itu, perusahaan juga perlu memastikan bahwa data yang dikumpulkan dapat dipadukan dengan standar global yang digunakan dalam pelaporan GRI atau standar baru yang muncul. Tantangan di lapangan juga tidak kecil, karena akurasi data bergantung pada kemampuan sistem dalam mencatat informasi dengan benar. Kesiapan pemasok, terutama yang berskala kecil, sangat menentukan karena mereka mungkin kurang akrab dengan teknologi. Dari sisi penerimaan stakeholder, perusahaan juga perlu menunjukkan bahwa penggunaan blockchain bukan sekadar tren teknologi, tetapi benar-benar meningkatkan kualitas laporan. Tanpa bukti pendukung dan penjelasan yang jelas, justru muncul risiko kecurigaan publik bahwa itu hanya strategi pencitraan lingkungan.
3. Rekomendasi strategis: Apa yang sebaiknya dilakukan PT Hijau Lestari berdasarkan teori akuntansi dan perkembangan teknologi untuk mendukung keberhasilan implementasi?
Langkah strategis yang realistis adalah memulai dari lingkup kecil, misalnya satu produk atau satu jalur pasokan, supaya perusahaan bisa menguji alur kerja, biaya, dan dampaknya. PT Hijau Lestari perlu menyiapkan sistem pengelolaan data yang jelas, termasuk siapa yang bertanggung jawab memasukkan informasi, bagaimana memverifikasi keakuratan, dan bagaimana memanfaatkan catatan digital untuk penyusunan laporan. Prinsip akuntansi tetap menekankan bahwa kualitas laporan sangat bergantung pada kualitas bukti, sehingga kontrol pada sumber data harus diperkuat. Auditor atau pihak assurance sebaiknya terlibat dari awal agar sistem yang dibangun memenuhi kebutuhan pemeriksaan. Selain itu, perusahaan perlu mengelola aspek hukum dan privasi data sambil memberikan pembekalan kepada pemasok supaya mereka merasa didukung, bukan diawasi. Setelah hasilnya terlihat positif, barulah pemanfaatan blockchain dapat diperluas secara bertahap. Dengan cara ini, manfaat bagi reputasi, efisiensi audit, dan kepercayaan pasar dapat ditingkatkan tanpa menimbulkan resistensi atau kesalahan teknis yang tidak perlu.