ZNama: Nurida Elsa
NPM: 2413031012
1. Tantangan utama PT Sumber Hijau dalam menyelaraskan ekspansi bisnis dengan keberlanjutan dan SDGs
PT Sumber Hijau menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan ekspansi ke Kalimantan Timur dengan prinsip keberlanjutan. Di satu sisi, proyek ini berpotensi merusak hutan hujan tropis dan ekosistem lokal, bertentangan dengan SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim dan SDG 15 mengenai ekosistem daratan. Di sisi lain, ekspansi tersebut dapat meningkatkan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi regional sesuai SDG 8. Perusahaan juga dihadapkan pada tekanan dari LSM, masyarakat adat, dan investor global yang menuntut transparansi dan tanggung jawab sosial, sementara PSAK belum sepenuhnya mengakomodasi pelaporan isu ESG, sehingga menimbulkan dilema dalam menyajikan informasi keberlanjutan secara kredibel.
2. Pendekatan teori akuntansi positif dan normatif
Teori akuntansi positif membantu menjelaskan pelaporan keberlanjutan PT Sumber Hijau sebagai refleksi perilaku ekonomi nyata perusahaan, di mana informasi ESG dilaporkan sesuai insentif pasar dan tekanan investor. Sementara itu, teori akuntansi normatif menekankan bagaimana perusahaan seharusnya melaporkan dampak sosial, lingkungan, dan ekonomi dengan jujur dan transparan, tanpa terpengaruh hanya oleh laba atau tekanan eksternal. Kombinasi kedua teori ini memungkinkan perusahaan menyeimbangkan pelaporan yang memenuhi ekspektasi pasar sekaligus bertanggung jawab secara etis terhadap keberlanjutan.
3. Integrasi pelaporan SDGs ke dalam laporan keuangan
Meskipun PSAK belum sepenuhnya mengakomodasi isu ESG, PT Sumber Hijau dapat mengintegrasikan SDGs melalui penggunaan standar non-keuangan seperti GRI (Global Reporting Initiative) dan SDG Compass, serta pendekatan integrated reporting yang menghubungkan informasi keuangan dan non-keuangan. Perusahaan dapat mengidentifikasi indikator SDG yang relevan, seperti luas hutan yang direhabilitasi, jumlah tenaga kerja lokal, dan emisi gas rumah kaca, lalu menyajikannya dalam catatan atas laporan keuangan atau laporan keberlanjutan terpisah namun saling terkait. Dengan demikian, kontribusi perusahaan terhadap SDGs dapat disampaikan secara kuantitatif dan kualitatif, sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas.
4. Penyusunan narasi laporan untuk stakeholder
Sebagai akuntan, narasi laporan PT Sumber Hijau sebaiknya dirancang untuk menjawab ekspektasi stakeholder lokal maupun global. Laporan harus menyeimbangkan informasi tentang kontribusi ekonomi lokal, seperti lapangan kerja dan pertumbuhan regional, dengan upaya mitigasi dampak lingkungan, termasuk rehabilitasi hutan dan konservasi ekosistem. Data kuantitatif dan kualitatif harus disajikan secara transparan dan konsisten, menggunakan standar GRI sebagai acuan. Selain itu, narasi harus menghubungkan kinerja keberlanjutan dengan strategi bisnis dan tujuan SDGs, menyertakan target yang terukur serta rencana mitigasi risiko lingkungan dan sosial. Dengan pendekatan ini, laporan tidak hanya meningkatkan kredibilitas dan reputasi perusahaan, tetapi juga mendukung pertumbuhan berkelanjutan yang sejalan dengan prinsip ESG dan SDGs.