Nama : Salsabila Labibah
NPM : 2413031002
Jurnal 1
Jurnal ini mengkaji pengaruh penerapan XBRL sebagai format pelaporan keuangan digital terhadap biaya ekuitas perusahaan di pasar modal Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan XBRL mampu meningkatkan keterbukaan dan kualitas informasi keuangan, sehingga mengurangi asimetri informasi antara perusahaan dan investor. Kondisi tersebut berkontribusi pada penurunan biaya ekuitas, khususnya pada perusahaan dengan skala besar yang memiliki eksposur tinggi terhadap investor publik. Namun demikian, efektivitas XBRL sangat bergantung pada kualitas penerapan, tingkat literasi pengguna, serta dukungan infrastruktur pasar modal.
Opini:
Menurut saya, jurnal ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi dalam pelaporan keuangan memiliki dampak ekonomi yang nyata dan strategis. XBRL tidak hanya berfungsi sebagai alat teknis, tetapi juga sebagai sarana peningkatan kepercayaan investor. Namun, manfaat XBRL belum sepenuhnya optimal apabila tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas pengungkapan dan pemahaman pengguna. Oleh karena itu, peran regulator dan edukasi pasar menjadi kunci agar transformasi digital pelaporan benar-benar menghasilkan efisiensi dan transparansi yang diharapkan.
Jurnal 2
Jurnal kedua menekankan bahwa isu keberlanjutan dan ESG telah menjadi elemen penting dalam praktik pelaporan perusahaan modern. Pelaporan keberlanjutan dipandang sebagai instrumen untuk menunjukkan akuntabilitas perusahaan atas dampak lingkungan dan sosial dari aktivitas bisnisnya. Artikel ini menjelaskan bahwa keterkaitan pelaporan keberlanjutan dengan SDGs memperluas peran akuntansi, dari sekadar pelaporan kinerja keuangan menjadi alat komunikasi nilai jangka panjang dan legitimasi perusahaan. Dengan meningkatnya tekanan dari investor dan masyarakat global, pelaporan ESG menjadi faktor penting dalam pengelolaan risiko dan reputasi perusahaan.
Opini:
Saya berpendapat bahwa jurnal ini sangat relevan dengan kondisi bisnis saat ini, khususnya bagi perusahaan yang beroperasi di sektor berdampak tinggi terhadap lingkungan. Pelaporan ESG tidak seharusnya dipandang sebagai beban tambahan, melainkan sebagai strategi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan usaha. Namun, tantangan terbesar adalah memastikan bahwa pelaporan keberlanjutan bersifat substantif dan tidak hanya menjadi alat pencitraan. Oleh karena itu, diperlukan standar yang kuat, konsistensi pengungkapan, serta integrasi yang lebih baik antara laporan keuangan dan nonkeuangan.