Kiriman dibuat oleh Rahma Amelia

TA2025 -> ACTIVITY: RESUME

oleh Rahma Amelia -
Nama: Rahma Amelia
NPM: 2413031026

Artikel ini membahas konsep manajemen laba (earnings management) yang merupakan tindakan manajer untuk memengaruhi laporan keuangan agar sesuai dengan tujuan tertentu tanpa melanggar prinsip akuntansi yang berlaku. Penulis meninjau 50 artikel internasional tentang manajemen laba dari dua sudut pandang, yaitu opportunistic perspective dan signaling perspective. Perspektif oportunistik menjelaskan bahwa manajer memanfaatkan asimetri informasi untuk kepentingan pribadi, seperti memperoleh bonus, memenuhi perjanjian utang, atau menghindari intervensi politik. Sementara itu, perspektif sinyal berpendapat bahwa manajer melakukan manajemen laba untuk menyampaikan informasi positif kepada investor mengenai prospek perusahaan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar studi (sekitar 74%) bersifat kuantitatif dan menggunakan pendekatan accrual-based earnings management. Selain itu, 75% artikel masih menyoroti manajemen laba sebagai tindakan oportunistik, sedangkan hanya sebagian kecil (13%) yang memandangnya sebagai mekanisme penyampaian sinyal yang efisien. Penulis menegaskan bahwa meskipun sering dianggap negatif, praktik manajemen laba pada tingkat tertentu dapat membantu komunikasi internal dan eksternal perusahaan, asalkan dilakukan secara transparan dan etis.
Opini saya, artikel ini memberikan gambaran yang komprehensif mengenai berbagai sudut pandang manajemen laba dan relevansinya dalam praktik akuntansi modern. Saya setuju bahwa tidak semua bentuk manajemen laba bersifat manipulatif; dalam konteks tertentu, tindakan ini bisa menjadi alat komunikasi strategis untuk menjaga stabilitas kinerja dan menarik kepercayaan investor. Namun, praktik ini tetap harus diawasi dengan baik agar tidak menyesatkan pemangku kepentingan atau merusak integritas laporan keuangan.

TA2025 -> ACTIVITY: RESUME

oleh Rahma Amelia -
Nama: Rahma Amelia
NPM: 2413031026

1. Artikel: “Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity” (Tohang & Lusiana, 2022)
Esensi isi:
Artikel ini membahas pengaruh adopsi XBRL (Extensible Business Reporting Language) terhadap biaya ekuitas (cost of equity) pada perusahaan publik di Indonesia. Melalui analisis terhadap 59 perusahaan sebelum dan sesudah penerapan XBRL, hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi XBRL berdampak signifikan dalam menurunkan biaya ekuitas, terutama pada perusahaan berukuran besar. Hal ini terjadi karena XBRL meningkatkan kualitas dan transparansi laporan keuangan, memudahkan analisis data, serta mengurangi asimetri informasi antara perusahaan dan investor.
Opini:
Menurut saya, penelitian ini menunjukkan pentingnya digitalisasi pelaporan keuangan di era modern. Penerapan XBRL tidak hanya mempermudah proses pelaporan, tetapi juga menciptakan kepercayaan investor melalui transparansi data. Namun, penerapan XBRL perlu diimbangi dengan kesiapan teknologi dan SDM agar manfaatnya maksimal, terutama bagi perusahaan kecil yang mungkin masih tertinggal dalam adaptasi digital.

2. Artikel: “Enhancing the Value of Corporate Sustainability: An Approach for Aligning Multiple SDGs Guides on Reporting”
Esensi isi:
Artikel ini menekankan pentingnya penyelarasan antara berbagai panduan pelaporan keberlanjutan seperti GRI, IIRC, dan kerangka SDGs (Sustainable Development Goals). Penulis mengembangkan kerangka penyelarasan (alignment framework) agar perusahaan dapat melaporkan kinerja keberlanjutan secara terpadu, relevan, dan bernilai strategis. Melalui studi kasus pada sektor telekomunikasi, ditemukan bahwa keselarasan antar panduan pelaporan mampu meningkatkan nilai strategis dan transparansi laporan keberlanjutan, serta memperkuat hubungan antara bisnis dan tujuan pembangunan berkelanjutan.
Opini:
Menurut saya, artikel ini menggambarkan bahwa keberlanjutan perusahaan bukan sekadar kewajiban formal, tetapi strategi jangka panjang untuk menciptakan nilai sosial dan ekonomi. Pelaporan yang terintegrasi dengan SDGs membantu perusahaan menunjukkan tanggung jawab sosial sekaligus meningkatkan reputasi dan daya saing di pasar global.

TA2025 -> e-journal

oleh Rahma Amelia -
Nama: Rahma Amelia
NPM: 2413031026

Artikel “Enhancing the Value of Corporate Sustainability: An Approach for Aligning Multiple SDGs Guides on Reporting” membahas pentingnya penyelarasan berbagai panduan pelaporan keberlanjutan seperti GRI dan IIRC agar perusahaan dapat melaporkan kontribusinya terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) secara lebih efektif dan konsisten. Penulis menyoroti bahwa banyak perusahaan mengalami kesulitan karena beragamnya pedoman yang ada dan kurangnya keselarasan antar panduan tersebut.

Untuk mengatasinya, artikel ini menawarkan kerangka penyelarasan (alignment framework) yang membantu perusahaan menyesuaikan strategi, praktik, dan pelaporan keberlanjutan agar saling terhubung dan bernilai bagi pemangku kepentingan. Melalui studi kasus pada empat perusahaan telekomunikasi, penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan penyelarasan dapat meningkatkan kualitas laporan dan transparansi keberlanjutan.

Esensi dari artikel ini adalah bahwa pelaporan keberlanjutan tidak hanya tentang memenuhi kewajiban formal, tetapi juga tentang menyatukan strategi bisnis dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) sehingga menghasilkan nilai jangka panjang bagi perusahaan dan masyarakat.

TA2025 -> DISKUSI

oleh Rahma Amelia -
Nama: Rahma Amelia
NPM: 2413031026

Berdasarkan kedua jurnal tersebut, aspek perilaku dalam akuntansi menunjukkan bahwa akuntansi tidak hanya berkaitan dengan angka dan laporan keuangan, tetapi juga melibatkan cara individu berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan. Menurut Trisnaningsih dan Husna (2022), faktor-faktor seperti sikap, motivasi, persepsi, nilai, dan kepribadian memengaruhi bagaimana seseorang berperilaku dalam proses akuntansi. Sementara itu, Muhammad Daham Sabbar dkk. (2024) menekankan bahwa bias kognitif, seperti rasa percaya diri yang berlebihan, bias konfirmasi, serta tekanan emosional, dapat memengaruhi penilaian dan interpretasi informasi akuntansi. Oleh karena itu, perilaku manusia menjadi faktor penting yang dapat menentukan keandalan dan objektivitas hasil akuntansi.

Aspek perilaku memiliki urgensi yang tinggi karena membantu memahami mengapa kesalahan atau manipulasi laporan keuangan dapat terjadi. Dengan memahami faktor-faktor perilaku, akuntan dan manajer dapat mengendalikan bias, meningkatkan objektivitas, serta menjaga etika profesional. Selain itu, pemahaman terhadap perilaku pengguna akuntansi dapat membantu perusahaan merancang sistem akuntansi yang lebih mudah digunakan, efisien, dan mampu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan akuntansi tidak hanya bergantung pada sistem yang baik, tetapi juga pada perilaku dan integritas pelaku yang terlibat di dalamnya.

Dalam konteks proses standard-setting, aspek perilaku juga berpengaruh karena penyusunan standar akuntansi tidak hanya bersifat teknis, tetapi turut dipengaruhi oleh kepentingan, persepsi, dan sikap para pemangku kepentingan, seperti regulator, penyusun laporan, dan pengguna laporan keuangan. Sementara itu, dari sisi ekonomi politik, proses penetapan standar akuntansi dipandang tidak sepenuhnya netral. Keputusan mengenai standar sering kali dipengaruhi oleh faktor kekuasaan, tekanan ekonomi, serta kepentingan politik. Dengan demikian, pemahaman terhadap perilaku manusia dan dinamika politik ekonomi menjadi penting agar proses penyusunan dan penerapan standar akuntansi dapat berjalan secara adil, transparan, dan relevan dengan kondisi nyata.