Nama: Nabil Raisya Jaya
NPM: 2415012014
Kelas: B (Genap)
Berdasarkan Jurnal dengan judul “Urgensi Penegasan Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK” membahas pentingnya Pancasila sebagai landasan fundamental dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Sebagai ideologi negara yang merepresentasikan kristalisasi nilai-nilai budaya dan agama, Pancasila memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan IPTEK dengan moralitas serta identitas bangsa. Penulis menjelaskan bahwa perkembangan IPTEK yang tidak berbasis Pancasila berisiko membawa dampak negatif, seperti sekularisme, dehumanisasi, dan hilangnya identitas nasional.
Dalam konteks ini, Pancasila berfungsi sebagai rambu normatif yang membimbing arah pengembangan IPTEK agar tidak hanya berorientasi pada kemajuan material, tetapi juga memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan persatuan. Setiap sila Pancasila memberikan kontribusi unik: sila pertama menekankan integrasi antara rasionalitas dan spiritualitas, sila kedua mengedepankan moralitas dalam penggunaan IPTEK, dan sila kelima mendorong keadilan sosial dalam distribusi manfaat IPTEK.
Penulis juga menggarisbawahi pentingnya penyelarasan IPTEK dengan nilai-nilai lokal sebagai bentuk “indigenisasi ilmu.” Dengan cara ini, perkembangan IPTEK dapat menjadi alat untuk memperkuat identitas bangsa, mengatasi kesenjangan sosial, serta mencegah dominasi nilai-nilai asing yang dapat merusak kepribadian bangsa. Secara historis, sosiologis, dan politis, Pancasila telah terbukti relevan sebagai panduan dalam membangun peradaban yang seimbang antara modernitas dan nilai-nilai luhur bangsa.
Kesimpulannya, Pancasila harus terus diperkuat sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK di Indonesia. Ini tidak hanya memastikan kemajuan IPTEK yang bermartabat, tetapi juga menciptakan masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan harmonis sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia.
NPM: 2415012014
Kelas: B (Genap)
Berdasarkan Jurnal dengan judul “Urgensi Penegasan Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK” membahas pentingnya Pancasila sebagai landasan fundamental dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Sebagai ideologi negara yang merepresentasikan kristalisasi nilai-nilai budaya dan agama, Pancasila memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan IPTEK dengan moralitas serta identitas bangsa. Penulis menjelaskan bahwa perkembangan IPTEK yang tidak berbasis Pancasila berisiko membawa dampak negatif, seperti sekularisme, dehumanisasi, dan hilangnya identitas nasional.
Dalam konteks ini, Pancasila berfungsi sebagai rambu normatif yang membimbing arah pengembangan IPTEK agar tidak hanya berorientasi pada kemajuan material, tetapi juga memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan persatuan. Setiap sila Pancasila memberikan kontribusi unik: sila pertama menekankan integrasi antara rasionalitas dan spiritualitas, sila kedua mengedepankan moralitas dalam penggunaan IPTEK, dan sila kelima mendorong keadilan sosial dalam distribusi manfaat IPTEK.
Penulis juga menggarisbawahi pentingnya penyelarasan IPTEK dengan nilai-nilai lokal sebagai bentuk “indigenisasi ilmu.” Dengan cara ini, perkembangan IPTEK dapat menjadi alat untuk memperkuat identitas bangsa, mengatasi kesenjangan sosial, serta mencegah dominasi nilai-nilai asing yang dapat merusak kepribadian bangsa. Secara historis, sosiologis, dan politis, Pancasila telah terbukti relevan sebagai panduan dalam membangun peradaban yang seimbang antara modernitas dan nilai-nilai luhur bangsa.
Kesimpulannya, Pancasila harus terus diperkuat sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK di Indonesia. Ini tidak hanya memastikan kemajuan IPTEK yang bermartabat, tetapi juga menciptakan masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan harmonis sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia.