Nama : Alisya Harada Yuza
NPM : 2411012039
Kelompok 5
1. Bagaimana cara menentukan strategi distribusi yang efektif agar offline dan online bisa saling melengkapi, bukan saling menggantikan?
Pada bisnis MUSTIQ, distribusi online dan offline dapat dibuat saling melengkapi. Penjualan online bisa dilakukan melalui Instagram, WhatsApp, dan marketplace untuk menjangkau konsumen yang lebih luas serta memudahkan pemesanan. Sementara itu, penjualan offline dapat dilakukan melalui bazar kampus, titip jual di kantin, atau penjualan langsung di sekitar lingkungan mahasiswa. Dengan begitu, konsumen yang mengetahui MUSTIQ dari media sosial bisa membeli secara langsung, begitu juga sebaliknya.
2. Di era sekarang, technopreneur seringkali menggunakan data pribadi konsumen untuk strategi pemasaran. Menurut kalian dari dilema etika yang muncul, bagaimana technopreneur dapat menyeimbangkan kebutuhan bisnis dengan kewajiban menjaga privasi dan keamanan data pelanggan?
Dalam bisnis MUSTIQ, data konsumen seperti nama, nomor WhatsApp, dan alamat diperlukan terutama untuk proses pemesanan dan pengiriman. Namun, data tersebut harus digunakan hanya untuk kebutuhan yang jelas dan tidak disebarkan kepada pihak lain tanpa izin. Jika ingin menggunakan data pelanggan untuk promosi, sebaiknya meminta persetujuan terlebih dahulu. Selain itu, data pelanggan harus disimpan dengan aman agar tidak terjadi kebocoran atau penyalahgunaan.
3. Sejauh mana influencer marketing lebih efektif dibandingkan iklan konvensional dalam membangun engagement?
Untuk MUSTIQ yang memiliki target utama mahasiswa dan anak kos, influencer marketing dapat membantu membangun engagement karena mahasiswa biasanya lebih tertarik pada konten yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya, food reviewer atau content creator kampus mencoba MUSTIQ dan memberikan review. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada pemilihan influencer yang sesuai dengan target pasar. Iklan biasa tetap bisa digunakan sebagai pendukung untuk memperluas jangkauan.
4. Bagaimana cara menilai efektivitas promosi digital agar tidak hanya sekadar viral, tetapi juga benar-benar berdampak pada peningkatan penjualan?
MUSTIQ tidak hanya melihat jumlah views atau likes dari konten yang dibuat, tetapi juga melihat apakah promosi tersebut menghasilkan pembelian. Contohnya dapat dilihat dari jumlah orang yang menghubungi WhatsApp setelah melihat konten, jumlah pesanan dari link atau kode promo tertentu, serta perubahan penjualan sebelum dan sesudah promosi. Dengan begitu, dapat diketahui apakah konten yang dibuat benar-benar menghasilkan konsumen atau hanya mendapatkan banyak views.
5. Bagaimana cara mengatasi permasalahan pada daerah yang masyarakatnya memiliki daya beli yang rendah terhadap suatu produk?
Untuk MUSTIQ, permasalahan daya beli dapat diatasi dengan menyesuaikan ukuran dan harga prod
NPM : 2411012039
Kelompok 5
1. Bagaimana cara menentukan strategi distribusi yang efektif agar offline dan online bisa saling melengkapi, bukan saling menggantikan?
Pada bisnis MUSTIQ, distribusi online dan offline dapat dibuat saling melengkapi. Penjualan online bisa dilakukan melalui Instagram, WhatsApp, dan marketplace untuk menjangkau konsumen yang lebih luas serta memudahkan pemesanan. Sementara itu, penjualan offline dapat dilakukan melalui bazar kampus, titip jual di kantin, atau penjualan langsung di sekitar lingkungan mahasiswa. Dengan begitu, konsumen yang mengetahui MUSTIQ dari media sosial bisa membeli secara langsung, begitu juga sebaliknya.
2. Di era sekarang, technopreneur seringkali menggunakan data pribadi konsumen untuk strategi pemasaran. Menurut kalian dari dilema etika yang muncul, bagaimana technopreneur dapat menyeimbangkan kebutuhan bisnis dengan kewajiban menjaga privasi dan keamanan data pelanggan?
Dalam bisnis MUSTIQ, data konsumen seperti nama, nomor WhatsApp, dan alamat diperlukan terutama untuk proses pemesanan dan pengiriman. Namun, data tersebut harus digunakan hanya untuk kebutuhan yang jelas dan tidak disebarkan kepada pihak lain tanpa izin. Jika ingin menggunakan data pelanggan untuk promosi, sebaiknya meminta persetujuan terlebih dahulu. Selain itu, data pelanggan harus disimpan dengan aman agar tidak terjadi kebocoran atau penyalahgunaan.
3. Sejauh mana influencer marketing lebih efektif dibandingkan iklan konvensional dalam membangun engagement?
Untuk MUSTIQ yang memiliki target utama mahasiswa dan anak kos, influencer marketing dapat membantu membangun engagement karena mahasiswa biasanya lebih tertarik pada konten yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya, food reviewer atau content creator kampus mencoba MUSTIQ dan memberikan review. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada pemilihan influencer yang sesuai dengan target pasar. Iklan biasa tetap bisa digunakan sebagai pendukung untuk memperluas jangkauan.
4. Bagaimana cara menilai efektivitas promosi digital agar tidak hanya sekadar viral, tetapi juga benar-benar berdampak pada peningkatan penjualan?
MUSTIQ tidak hanya melihat jumlah views atau likes dari konten yang dibuat, tetapi juga melihat apakah promosi tersebut menghasilkan pembelian. Contohnya dapat dilihat dari jumlah orang yang menghubungi WhatsApp setelah melihat konten, jumlah pesanan dari link atau kode promo tertentu, serta perubahan penjualan sebelum dan sesudah promosi. Dengan begitu, dapat diketahui apakah konten yang dibuat benar-benar menghasilkan konsumen atau hanya mendapatkan banyak views.
5. Bagaimana cara mengatasi permasalahan pada daerah yang masyarakatnya memiliki daya beli yang rendah terhadap suatu produk?
Untuk MUSTIQ, permasalahan daya beli dapat diatasi dengan menyesuaikan ukuran dan harga prod