Posts made by Alisya Harada Yuza 2411012039

Technopreneur 2026 -> RESPONSI SESI 6 -> responsi 6 -> Re: responsi 6

by Alisya Harada Yuza 2411012039 -
Nama : Alisya Harada Yuza
NPM : 2411012039
Kelompok 5

1. Bagaimana cara menentukan strategi distribusi yang efektif agar offline dan online bisa saling melengkapi, bukan saling menggantikan?

Pada bisnis MUSTIQ, distribusi online dan offline dapat dibuat saling melengkapi. Penjualan online bisa dilakukan melalui Instagram, WhatsApp, dan marketplace untuk menjangkau konsumen yang lebih luas serta memudahkan pemesanan. Sementara itu, penjualan offline dapat dilakukan melalui bazar kampus, titip jual di kantin, atau penjualan langsung di sekitar lingkungan mahasiswa. Dengan begitu, konsumen yang mengetahui MUSTIQ dari media sosial bisa membeli secara langsung, begitu juga sebaliknya.

2. Di era sekarang, technopreneur seringkali menggunakan data pribadi konsumen untuk strategi pemasaran. Menurut kalian dari dilema etika yang muncul, bagaimana technopreneur dapat menyeimbangkan kebutuhan bisnis dengan kewajiban menjaga privasi dan keamanan data pelanggan?

Dalam bisnis MUSTIQ, data konsumen seperti nama, nomor WhatsApp, dan alamat diperlukan terutama untuk proses pemesanan dan pengiriman. Namun, data tersebut harus digunakan hanya untuk kebutuhan yang jelas dan tidak disebarkan kepada pihak lain tanpa izin. Jika ingin menggunakan data pelanggan untuk promosi, sebaiknya meminta persetujuan terlebih dahulu. Selain itu, data pelanggan harus disimpan dengan aman agar tidak terjadi kebocoran atau penyalahgunaan.

3. Sejauh mana influencer marketing lebih efektif dibandingkan iklan konvensional dalam membangun engagement?

Untuk MUSTIQ yang memiliki target utama mahasiswa dan anak kos, influencer marketing dapat membantu membangun engagement karena mahasiswa biasanya lebih tertarik pada konten yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya, food reviewer atau content creator kampus mencoba MUSTIQ dan memberikan review. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada pemilihan influencer yang sesuai dengan target pasar. Iklan biasa tetap bisa digunakan sebagai pendukung untuk memperluas jangkauan.

4. Bagaimana cara menilai efektivitas promosi digital agar tidak hanya sekadar viral, tetapi juga benar-benar berdampak pada peningkatan penjualan?

MUSTIQ tidak hanya melihat jumlah views atau likes dari konten yang dibuat, tetapi juga melihat apakah promosi tersebut menghasilkan pembelian. Contohnya dapat dilihat dari jumlah orang yang menghubungi WhatsApp setelah melihat konten, jumlah pesanan dari link atau kode promo tertentu, serta perubahan penjualan sebelum dan sesudah promosi. Dengan begitu, dapat diketahui apakah konten yang dibuat benar-benar menghasilkan konsumen atau hanya mendapatkan banyak views.

5. Bagaimana cara mengatasi permasalahan pada daerah yang masyarakatnya memiliki daya beli yang rendah terhadap suatu produk?

Untuk MUSTIQ, permasalahan daya beli dapat diatasi dengan menyesuaikan ukuran dan harga prod
1. Konsep dan pentingnya studi kelayakan bisnis

Studi kelayakan bisnis merupakan proses untuk menilai apakah suatu ide usaha layak dijalankan berdasarkan berbagai pertimbangan. Analisis ini penting dilakukan sebelum memulai usaha untuk mengetahui peluang, kebutuhan sumber daya, keuntungan, serta risiko yang mungkin terjadi. Dengan demikian, keputusan bisnis dapat dibuat lebih matang dan penggunaan modal maupun waktu dapat lebih efektif.

2. Aspek yang dianalisis dalam studi kelayakan

Beberapa aspek utama yang perlu dianalisis yaitu:

1.Aspek pasar, untuk mengetahui kebutuhan konsumen, target pasar, tren, dan kondisi persaingan.
2.Aspek teknis, untuk menilai lokasi, proses produksi, bahan baku, peralatan, dan teknologi yang dibutuhkan.
3.Aspek manajemen, untuk melihat kesiapan sumber daya manusia, pembagian tugas, dan kemampuan mengelola usaha.
4.Aspek finansial, untuk menghitung modal, biaya operasional, pendapatan, keuntungan, dan titik impas.
5.Aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan, untuk mengetahui manfaat serta dampak usaha terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.

3. Cara menganalisis kelayakan ide bisnis untuk mengurangi kegagalan risiko

Analisis dapat dimulai dengan melihat kebutuhan konsumen dan melakukan riset pasar untuk mengetahui target, permintaan, serta pesaing. Selanjutnya ide bisnis dinilai dari aspek teknis, manajemen, dan keuangan, termasuk perhitungan modal, biaya, pendapatan, dan potensi keuntungan. Risiko seperti perubahan tren, persaingan, dan kenaikan biaya juga perlu diperhitungkan. Dengan analisis tersebut, keputusan bisnis dapat dibuat berdasarkan data dan pertimbangan yang lebih objektif.

4. Keterampilan dalam menilai potensi usaha

Keterampilan tersebut dapat dikembangkan melalui kemampuan melakukan penelitian, menganalisis data, memahami kebutuhan konsumen, serta melihat peluang dan risiko secara kritis. Selain itu, pengalaman mempelajari studi kasus, berdiskusi dengan pelaku usaha, dan mengikuti perkembangan pasar juga dapat meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan. Dengan keterampilan tersebut, pelaku usaha dapat menentukan langkah yang lebih tepat dan meningkatkan peluang keberhasilan bisnis.

Technopreneur 2026 -> responsi 3 -> responsi 3 -> Re: responsi 3

by Alisya Harada Yuza 2411012039 -
Nama : Alisya Harada Yuza
NPM : 2411012039

1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?
 Kami melihat bahwa banyak anak kos membutuhkan lauk yang praktis karena memiliki aktivitas yang cukup padat. Dari kebutuhan tersebut, muncul peluang untuk menyediakan kentang mustofa sebagai lauk siap makan yang praktis dan mudah dinikmati.

2. Bagaimana cara menemukan dan menilai ide usaha?
Ide usaha MUSTIQ berasal dari melihat kebutuhan sehari-hari, terutama kebutuhan anak kos akan makanan yang praktis. Ide ini kemudian dinilai dari minat pasar, harga yang sesuai untuk mahasiswa, kualitas produk, serta kemampuan produk untuk bersaing.

3. Bagaimana memahami cara memulai dan mengembangkan usaha?
 Usaha dimulai dengan menyiapkan produk, menentukan resep, kemasan, harga, dan target konsumen. Untuk pengembangannya, MUSTIQ dapat menambah pilihan rasa dan ukuran kemasan serta membuat paket hemat agar lebih menarik bagi konsumen.

4. Bagaimana memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?
Teknologi dapat digunakan untuk membantu pemasaran dan penjualan, misalnya melalui media sosial dan marketplace. Selain itu, teknologi juga dapat membantu kami menerima masukan dari pelanggan dan mengetahui produk seperti apa yang lebih diminati.
KELOMPOK 5
MUSTIQ
1. Azahra Tri Meilani — 2411012005
2. Arfabian Shelby Havilah — 2411012010
3. Alisya Harada Yuza — 2411012039
4. Ajeng Ayu Maulidiah — 2451012012
5. Azizah Syandia — 2451012014


MUSTIQ merupakan UMKM kuliner yang menjual kentang mustofa sebagai lauk praktis. Nama MUSTIQ berasal dari gabungan kata Mustofa dan Unique, yang menggambarkan produk kentang mustofa dengan keunikan dan cita rasa tersendiri.

1. Discover (Menemukan)

Anak kos biasanya sibuk dengan kuliah, organisasi, atau pekerjaan sehingga tidak selalu sempat memasak. Karena itu, muncul ide untuk menjual kentang mustofa sebagai lauk praktis yang siap dimakan dan cocok dimakan bersama nasi.

1. Evaluate (Mengevaluasi)

Kentang mustofa memiliki peluang karena banyak anak kos membutuhkan makanan yang praktis, tahan lama, dan mudah dimakan. Produk ini dibuat dengan rasa gurih, renyah, dan harga yang terjangkau untuk mahasiswa. Namun, rasa, kerenyahan, kemasan, dan daya tahan produk harus tetap dijaga agar kualitasnya baik.

1. Exploit (Mewujudkan)

Kentang mustofa dijual dalam kemasan praktis dengan beberapa pilihan ukuran dan rasa. Produk dapat dipromosikan melalui Instagram, WhatsApp, dan marketplace agar mudah dipesan oleh anak kos. Ke depannya, produk dapat dikembangkan dengan berbagai rasa, ukuran kemasan, dan paket hemat.