RESPONSI SESI 2

RESPONSI SESI 2

RESPONSI SESI 2

by Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M. -
Number of replies: 37

Buatlah ide bisnis anda dengan rincian

Buat kerangka discover, evaluate dan exploitnya !

In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by Rilla Aprianti -
Anggota Kelompok 4
2411012017 Zakia Mumtaz Bahri
2411012018 Nadine Aurelia Iskandar
2411012019 Nabila Nurhaliza
2451012018 Rilla Aprianti
2451012020 Rossa Inko Zahra Alwani
2451012025 Aulia Dwi Syahrani

EMOUR FORM

Apa itu EMOUR?
EMOUR merupakan sebuah UMKM yang bergerak di bidang penjualan produk perlengkapan tempat tidur, dengan produk utama berupa seprai kasur. EMOUR menyediakan berbagai pilihan seprai dengan variasi motif, warna, ukuran, dan desain untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

EMOUR hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan perlengkapan tempat tidur yang tidak hanya berfungsi untuk melindungi kasur, tetapi juga dapat memberikan kenyamanan dan memperindah tampilan kamar. Dalam menjalankan usahanya, EMOUR dapat memanfaatkan penjualan secara offline maupun online, seperti melalui media sosial dan marketplace.

Produk yang dapat ditawarkan EMOUR:
Seprai kasur
Sarung bantal
Sarung guling
Set perlengkapan tempat tidur
Berbagai pilihan ukuran dan motif


Kerangka Bisnis UMKM Sprei Kasur EMOUR
1. DISCOVER (Menemukan Peluang)
Tahap Discover bertujuan untuk menemukan kebutuhan konsumen dan peluang pasar yang dapat dimanfaatkan oleh EMOUR.

Permasalahan dan peluang:
* Konsumen membutuhkan sprei yang nyaman, berkualitas, dan memiliki harga terjangkau.
* Banyak konsumen tertarik pada motif dan warna sprei yang estetik.
* Pembelian produk rumah tangga semakin banyak dilakukan secara online.
* Konsumen membutuhkan pilihan ukuran sprei yang sesuai dengan kasur mereka.

Peluang EMOUR:
EMOUR dapat menawarkan sprei kasur dengan:
* Beragam motif dan warna.
* Pilihan ukuran yang sesuai kebutuhan.
* Harga yang kompetitif.
* Kualitas bahan yang nyaman.
* Penjualan melalui media sosial dan marketplace.

Hasil Discover: ditemukan peluang untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan sprei kasur yang nyaman, menarik, dan mudah dibeli.

2. EVALUATE (Mengevaluasi Peluang)
Tahap Evaluate bertujuan untuk mengetahui apakah peluang bisnis EMOUR layak dan memiliki potensi keuntungan.

Hal yang dievaluasi:
a. Pasar
* Siapa target konsumen EMOUR?
* Produk apa yang paling diminati?
* Berapa harga yang mampu dibayar konsumen?

b. Produk
* Kualitas bahan sprei.
* Pilihan motif dan warna.
* Pilihan ukuran kasur.
* Keunggulan produk dibanding pesaing.

c. Keuangan
* Modal pembelian atau produksi.
* Biaya operasional dan pengiriman.
* Harga jual produk.
* Potensi keuntungan.

d. Persaingan
* Mengamati harga dan produk kompetitor.
* Menentukan keunggulan yang membedakan EMOUR.

Hasil Evaluate: EMOUR dapat mengetahui produk mana yang paling potensial, target pasar yang tepat, serta strategi harga yang sesuai.

3. EXPLOIT (Memanfaatkan dan Menjalankan Peluang)
Tahap Exploit adalah proses menjalankan peluang yang telah ditemukan dan dievaluasi menjadi kegiatan bisnis nyata.

Strategi yang dapat dilakukan EMOUR:
a. Penjualan
* Menjual produk melalui TikTok, Instagram, WhatsApp, dan marketplace.
* Melakukan live selling untuk meningkatkan interaksi dengan konsumen.
* Menawarkan promo atau paket bundling.

b. Pemasaran
* Membuat konten foto dan video produk yang menarik.
* Menampilkan motif, bahan, dan ukuran produk secara jelas.
* Menggunakan testimoni pelanggan sebagai promosi.
* Bekerja sama dengan affiliate atau reseller.

c. Pengembangan bisnis
* Menambah pilihan motif dan ukuran.
* Mengembangkan produk pelengkap, seperti sarung bantal atau bedcover.
* Memperluas target pasar dan wilayah penjualan.

Hasil Exploit: EMOUR menjalankan strategi penjualan dan pemasaran untuk menghasilkan keuntungan serta mengembangkan bisnis.

Alur Sederhana
•DISCOVER
Menemukan kebutuhan konsumen dan peluang pasar sprei
•EVALUATE
Menilai pasar, produk, persaingan, biaya, dan keuntungan
•EXPLOIT
Menjual, memasarkan, dan mengembangkan bisnis EMOUR

Kesimpulan
Kerangka Discover–Evaluate–Exploit membantu UMKM EMOUR menjalankan bisnis secara terarah. Discover berfokus pada pencarian peluang, Evaluate memastikan peluang tersebut layak dijalankan, dan Exploit berfokus pada pelaksanaan serta pengembangan bisnis agar EMOUR dapat berkembang dan menghasilkan keuntungan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by nabila Nur Haliza -
Anggota Kelompok 4
2411012017 Zakia Mumtaz Bahri
2411012018 Nadine Aurelia Iskandar
2411012019 Nabila Nurhaliza
2451012018 Rilla Aprianti
2451012020 Rossa Inko Zahra Alwani
2451012025 Aulia Dwi Syahrani

EMOUR FORM

Apa itu EMOUR?
EMOUR merupakan sebuah UMKM yang bergerak di bidang penjualan produk perlengkapan tempat tidur, dengan produk utama berupa seprai kasur. EMOUR menyediakan berbagai pilihan seprai dengan variasi motif, warna, ukuran, dan desain untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

EMOUR hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan perlengkapan tempat tidur yang tidak hanya berfungsi untuk melindungi kasur, tetapi juga dapat memberikan kenyamanan dan memperindah tampilan kamar. Dalam menjalankan usahanya, EMOUR dapat memanfaatkan penjualan secara offline maupun online, seperti melalui media sosial dan marketplace.

Produk yang dapat ditawarkan EMOUR:
Seprai kasur
Sarung bantal
Sarung guling
Set perlengkapan tempat tidur
Berbagai pilihan ukuran dan motif


Kerangka Bisnis UMKM Sprei Kasur EMOUR
1. DISCOVER (Menemukan Peluang)
Tahap Discover bertujuan untuk menemukan kebutuhan konsumen dan peluang pasar yang dapat dimanfaatkan oleh EMOUR.

Permasalahan dan peluang:
* Konsumen membutuhkan sprei yang nyaman, berkualitas, dan memiliki harga terjangkau.
* Banyak konsumen tertarik pada motif dan warna sprei yang estetik.
* Pembelian produk rumah tangga semakin banyak dilakukan secara online.
* Konsumen membutuhkan pilihan ukuran sprei yang sesuai dengan kasur mereka.

Peluang EMOUR:
EMOUR dapat menawarkan sprei kasur dengan:
* Beragam motif dan warna.
* Pilihan ukuran yang sesuai kebutuhan.
* Harga yang kompetitif.
* Kualitas bahan yang nyaman.
* Penjualan melalui media sosial dan marketplace.

Hasil Discover: ditemukan peluang untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan sprei kasur yang nyaman, menarik, dan mudah dibeli.

2. EVALUATE (Mengevaluasi Peluang)
Tahap Evaluate bertujuan untuk mengetahui apakah peluang bisnis EMOUR layak dan memiliki potensi keuntungan.

Hal yang dievaluasi:
a. Pasar
* Siapa target konsumen EMOUR?
* Produk apa yang paling diminati?
* Berapa harga yang mampu dibayar konsumen?

b. Produk
* Kualitas bahan sprei.
* Pilihan motif dan warna.
* Pilihan ukuran kasur.
* Keunggulan produk dibanding pesaing.

c. Keuangan
* Modal pembelian atau produksi.
* Biaya operasional dan pengiriman.
* Harga jual produk.
* Potensi keuntungan.

d. Persaingan
* Mengamati harga dan produk kompetitor.
* Menentukan keunggulan yang membedakan EMOUR.

Hasil Evaluate: EMOUR dapat mengetahui produk mana yang paling potensial, target pasar yang tepat, serta strategi harga yang sesuai.

3. EXPLOIT (Memanfaatkan dan Menjalankan Peluang)
Tahap Exploit adalah proses menjalankan peluang yang telah ditemukan dan dievaluasi menjadi kegiatan bisnis nyata.

Strategi yang dapat dilakukan EMOUR:
a. Penjualan
* Menjual produk melalui TikTok, Instagram, WhatsApp, dan marketplace.
* Melakukan live selling untuk meningkatkan interaksi dengan konsumen.
* Menawarkan promo atau paket bundling.

b. Pemasaran
* Membuat konten foto dan video produk yang menarik.
* Menampilkan motif, bahan, dan ukuran produk secara jelas.
* Menggunakan testimoni pelanggan sebagai promosi.
* Bekerja sama dengan affiliate atau reseller.

c. Pengembangan bisnis
* Menambah pilihan motif dan ukuran.
* Mengembangkan produk pelengkap, seperti sarung bantal atau bedcover.
* Memperluas target pasar dan wilayah penjualan.

Hasil Exploit: EMOUR menjalankan strategi penjualan dan pemasaran untuk menghasilkan keuntungan serta mengembangkan bisnis.

Alur Sederhana
•DISCOVER
Menemukan kebutuhan konsumen dan peluang pasar sprei
•EVALUATE
Menilai pasar, produk, persaingan, biaya, dan keuntungan
•EXPLOIT
Menjual, memasarkan, dan mengembangkan bisnis EMOUR

Kesimpulan
Kerangka Discover–Evaluate–Exploit membantu UMKM EMOUR menjalankan bisnis secara terarah. Discover berfokus pada pencarian peluang, Evaluate memastikan peluang tersebut layak dijalankan, dan Exploit berfokus pada pelaksanaan serta pengembangan bisnis agar EMOUR dapat berkembang dan menghasilkan keuntungan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by Ajeng Ayu Maulidiah -
KELOMPOK 5
MUSTIQ
1. Azahra Tri Meilani — 2411012005
2. Arfabian Shelby Havilah — 2411012010
3. Alisya Harada Yuza — 2411012039
4. Ajeng Ayu Maulidiah — 2451012012
5. Azizah Syandia — 2451012014

MUSTIQ merupakan UMKM kuliner yang menjual kentang mustofa sebagai lauk praktis. Nama MUSTIQ berasal dari gabungan kata Mustofa dan Unique, yang menggambarkan produk kentang mustofa dengan keunikan dan cita rasa tersendiri.

1. Discover (Menemukan)

Anak kos biasanya sibuk dengan kuliah, organisasi, atau pekerjaan sehingga tidak selalu sempat memasak. Karena itu, muncul ide untuk menjual kentang mustofa sebagai lauk praktis yang siap dimakan dan cocok dimakan bersama nasi.

1. Evaluate (Mengevaluasi)

Kentang mustofa memiliki peluang karena banyak anak kos membutuhkan makanan yang praktis, tahan lama, dan mudah dimakan. Produk ini dibuat dengan rasa gurih, renyah, dan harga yang terjangkau untuk mahasiswa. Namun, rasa, kerenyahan, kemasan, dan daya tahan produk harus tetap dijaga agar kualitasnya baik.

1. Exploit (Mewujudkan)

Kentang mustofa dijual dalam kemasan praktis dengan beberapa pilihan ukuran dan rasa. Produk dapat dipromosikan melalui Instagram, WhatsApp, dan marketplace agar mudah dipesan oleh anak kos. Ke depannya, produk dapat dikembangkan dengan berbagai rasa, ukuran kemasan, dan paket hemat.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by Azahra Tri Meilani -
KELOMPOK 5
MUSTIQ
1. Azahra Tri Meilani — 2411012005
2. Arfabian Shelby Havilah — 2411012010
3. Alisya Harada Yuza — 2411012039
4. Ajeng Ayu Maulidiah — 2451012012
5. Azizah Syandia — 2451012014


MUSTIQ merupakan UMKM kuliner yang menjual kentang mustofa sebagai lauk praktis. Nama MUSTIQ berasal dari gabungan kata Mustofa dan Unique, yang menggambarkan produk kentang mustofa dengan keunikan dan cita rasa tersendiri.

1. Discover (Menemukan)

Anak kos biasanya sibuk dengan kuliah, organisasi, atau pekerjaan sehingga tidak selalu sempat memasak. Karena itu, muncul ide untuk menjual kentang mustofa sebagai lauk praktis yang siap dimakan dan cocok dimakan bersama nasi.

2. Evaluate (Mengevaluasi)

Kentang mustofa memiliki peluang karena banyak anak kos membutuhkan makanan yang praktis, tahan lama, dan mudah dimakan. Produk ini dibuat dengan rasa gurih, renyah, dan harga yang terjangkau untuk mahasiswa. Namun, rasa, kerenyahan, kemasan, dan daya tahan produk harus tetap dijaga agar kualitasnya baik.

3. Exploit (Mewujudkan)

Kentang mustofa dijual dalam kemasan praktis dengan beberapa pilihan ukuran dan rasa. Produk dapat dipromosikan melalui Instagram, WhatsApp, dan marketplace agar mudah dipesan oleh anak kos. Ke depannya, produk dapat dikembangkan dengan berbagai rasa, ukuran kemasan, dan paket hemat.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by Azizah Syandia -
KELOMPOK 5
MUSTIQ
1. Azahra Tri Meilani 2411012005
2. Arfabian Shelby Havilah 2411012010
3. Alisya Harada Yuza 2411012039
4. Ajeng Ayu Maulidiah 2451012012
5. Azizah Syandia 2451012014


MUSTIQ merupakan UMKM kuliner yang menjual kentang mustofa sebagai lauk praktis. Nama MUSTIQ berasal dari gabungan kata Mustofa dan Unique, yang menggambarkan produk kentang mustofa dengan keunikan dan cita rasa tersendiri.

1. Discover (Menemukan)

Anak kos biasanya sibuk dengan kuliah, organisasi, atau pekerjaan sehingga tidak selalu sempat memasak. Karena itu, muncul ide untuk menjual kentang mustofa sebagai lauk praktis yang siap dimakan dan cocok dimakan bersama nasi.

1. Evaluate (Mengevaluasi)

Kentang mustofa memiliki peluang karena banyak anak kos membutuhkan makanan yang praktis, tahan lama, dan mudah dimakan. Produk ini dibuat dengan rasa gurih, renyah, dan harga yang terjangkau untuk mahasiswa. Namun, rasa, kerenyahan, kemasan, dan daya tahan produk harus tetap dijaga agar kualitasnya baik.

1. Exploit (Mewujudkan)

Kentang mustofa dijual dalam kemasan praktis dengan beberapa pilihan ukuran dan rasa. Produk dapat dipromosikan melalui Instagram, WhatsApp, dan marketplace agar mudah dipesan oleh anak kos. Ke depannya, produk dapat dikembangkan dengan berbagai rasa, ukuran kemasan, dan paket hemat.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by Alisya Harada Yuza 2411012039 -
KELOMPOK 5
MUSTIQ
1. Azahra Tri Meilani — 2411012005
2. Arfabian Shelby Havilah — 2411012010
3. Alisya Harada Yuza — 2411012039
4. Ajeng Ayu Maulidiah — 2451012012
5. Azizah Syandia — 2451012014


MUSTIQ merupakan UMKM kuliner yang menjual kentang mustofa sebagai lauk praktis. Nama MUSTIQ berasal dari gabungan kata Mustofa dan Unique, yang menggambarkan produk kentang mustofa dengan keunikan dan cita rasa tersendiri.

1. Discover (Menemukan)

Anak kos biasanya sibuk dengan kuliah, organisasi, atau pekerjaan sehingga tidak selalu sempat memasak. Karena itu, muncul ide untuk menjual kentang mustofa sebagai lauk praktis yang siap dimakan dan cocok dimakan bersama nasi.

1. Evaluate (Mengevaluasi)

Kentang mustofa memiliki peluang karena banyak anak kos membutuhkan makanan yang praktis, tahan lama, dan mudah dimakan. Produk ini dibuat dengan rasa gurih, renyah, dan harga yang terjangkau untuk mahasiswa. Namun, rasa, kerenyahan, kemasan, dan daya tahan produk harus tetap dijaga agar kualitasnya baik.

1. Exploit (Mewujudkan)

Kentang mustofa dijual dalam kemasan praktis dengan beberapa pilihan ukuran dan rasa. Produk dapat dipromosikan melalui Instagram, WhatsApp, dan marketplace agar mudah dipesan oleh anak kos. Ke depannya, produk dapat dikembangkan dengan berbagai rasa, ukuran kemasan, dan paket hemat.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by Arfabian Shelby Havilah -
KELOMPOK 5
MUSTIQ
1. Azahra Tri Meilani — 2411012005
2. Arfabian Shelby Havilah — 2411012010
3. Alisya Harada Yuza — 2411012039
4. Ajeng Ayu Maulidiah — 2451012012
5. Azizah Syandia — 2451012014


MUSTIQ merupakan UMKM kuliner yang menjual kentang mustofa sebagai lauk praktis. Nama MUSTIQ berasal dari gabungan kata Mustofa dan Unique, yang menggambarkan produk kentang mustofa dengan keunikan dan cita rasa tersendiri.

1. Discover (Menemukan)

Anak kos biasanya sibuk dengan kuliah, organisasi, atau pekerjaan sehingga tidak selalu sempat memasak. Karena itu, muncul ide untuk menjual kentang mustofa sebagai lauk praktis yang siap dimakan dan cocok dimakan bersama nasi.

1. Evaluate (Mengevaluasi)

Kentang mustofa memiliki peluang karena banyak anak kos membutuhkan makanan yang praktis, tahan lama, dan mudah dimakan. Produk ini dibuat dengan rasa gurih, renyah, dan harga yang terjangkau untuk mahasiswa. Namun, rasa, kerenyahan, kemasan, dan daya tahan produk harus tetap dijaga agar kualitasnya baik.

1. Exploit (Mewujudkan)

Kentang mustofa dijual dalam kemasan praktis dengan beberapa pilihan ukuran dan rasa. Produk dapat dipromosikan melalui Instagram, WhatsApp, dan marketplace agar mudah dipesan oleh anak kos. Ke depannya, produk dapat dikembangkan dengan berbagai rasa, ukuran kemasan, dan paket hemat.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by Reva Aulia putri -
Kelompok 3
Ananda Ayu Lestari 2411012029
Claudia Najwa Hidayat 2451012013
Dina Agustaria 2411012022
Stevin Benedicta Anggono 2411012008
Pasya Ramadhani Nasir 2411012080
Reva Aulia Putri 2411012011

Nama Produk : Skillswap

Jasa Editing Video Produk merupakan bisnis yang menawarkan layanan editing video untuk membantu UMKM dan online seller menghasilkan konten promosi yang menarik.

Pada tahap Discover, ditemukan permasalahan bahwa banyak pelaku UMKM memiliki produk yang bagus tetapi belum memiliki kemampuan, waktu, atau sumber daya untuk membuat video promosi.

Pada tahap Evaluate, peluang dianalisis berdasarkan kebutuhan pasar, target konsumen, tingkat persaingan, biaya operasional, harga jasa, dan potensi keuntungan. Peluang ini dinilai cukup layak karena dapat dimulai dengan modal yang relatif rendah dan memiliki target pasar yang luas.

Pada tahap Exploit, bisnis dijalankan dengan membuat portofolio, menentukan paket harga, melakukan promosi melalui media sosial, menawarkan jasa kepada UMKM, dan mengembangkan layanan dari editing video menjadi content creation dan social media management.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by Pasya Ramadhani Nasir -
Kelompok 3
Ananda Ayu Lestari (2411012029)
Claudia Najwa Hidayat (2451012013)
Dina Agustaria (2411012022)
Stevin Benedicta Anggono (2411012008)
Pasya Ramadhani Nasir (2411012080)
Reva Aulia Putri (2411012011)

Nama Produk : Skillswap

Jasa Editing Video Produk merupakan bisnis yang menawarkan layanan editing video untuk membantu UMKM dan online seller menghasilkan konten promosi yang menarik.

Pada tahap Discover, ditemukan permasalahan bahwa banyak pelaku UMKM memiliki produk yang bagus tetapi belum memiliki kemampuan, waktu, atau sumber daya untuk membuat video promosi.

Pada tahap Evaluate, peluang dianalisis berdasarkan kebutuhan pasar, target konsumen, tingkat persaingan, biaya operasional, harga jasa, dan potensi keuntungan. Peluang ini dinilai cukup layak karena dapat dimulai dengan modal yang relatif rendah dan memiliki target pasar yang luas.

Pada tahap Exploit, bisnis dijalankan dengan membuat portofolio, menentukan paket harga, melakukan promosi melalui media sosial, menawarkan jasa kepada UMKM, dan mengembangkan layanan dari editing video menjadi content creation dan social media management.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by Stevin Benedicta Anggono ‎ -
Kelompok 3
Ananda Ayu Lestari 2411012029
Claudia Najwa Hidayat 2451012013
Dina Agustaria 2411012022
Stevin Benedicta Anggono 2411012008
Pasya Ramadhani Nasir 2411012080
Reva Aulia Putri 2411012011

Nama Produk : Skillswap

Jasa Editing Video Produk merupakan bisnis yang menawarkan layanan editing video untuk membantu UMKM dan online seller menghasilkan konten promosi yang menarik.

Pada tahap Discover, ditemukan permasalahan bahwa banyak pelaku UMKM memiliki produk yang bagus tetapi belum memiliki kemampuan, waktu, atau sumber daya untuk membuat video promosi.

Pada tahap Evaluate, peluang dianalisis berdasarkan kebutuhan pasar, target konsumen, tingkat persaingan, biaya operasional, harga jasa, dan potensi keuntungan. Peluang ini dinilai cukup layak karena dapat dimulai dengan modal yang relatif rendah dan memiliki target pasar yang luas.

Pada tahap Exploit, bisnis dijalankan dengan membuat portofolio, menentukan paket harga, melakukan promosi melalui media sosial, menawarkan jasa kepada UMKM, dan mengembangkan layanan dari editing video menjadi content creation dan social media management.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by Claudia Najwa Hidayat_2451012013 -
Kelompok 3
Ananda Ayu Lestari 2411012029
Claudia Najwa Hidayat 2451012013
Dina Agustaria 2411012022
Stevin Benedicta Anggono 2411012008
Pasya Ramadhani Nasir 2411012080
Reva Aulia Putri 2411012011

Nama Produk : Skillswap

Jasa Editing Video Produk merupakan bisnis yang menawarkan layanan editing video untuk membantu UMKM dan online seller menghasilkan konten promosi yang menarik.

Pada tahap Discover, ditemukan permasalahan bahwa banyak pelaku UMKM memiliki produk yang bagus tetapi belum memiliki kemampuan, waktu, atau sumber daya untuk membuat video promosi.

Pada tahap Evaluate, peluang dianalisis berdasarkan kebutuhan pasar, target konsumen, tingkat persaingan, biaya operasional, harga jasa, dan potensi keuntungan. Peluang ini dinilai cukup layak karena dapat dimulai dengan modal yang relatif rendah dan memiliki target pasar yang luas.

Pada tahap Exploit, bisnis dijalankan dengan membuat portofolio, menentukan paket harga, melakukan promosi melalui media sosial, menawarkan jasa kepada UMKM, dan mengembangkan layanan dari editing video menjadi content creation dan social media management.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by Muhammad Farrel Algifari -
Kelompok 2
2411012002 M. Radinka Albasith 2411012060 M Farrel alghifari 2451012029 M hafidz mubarok 2451012019 M fikry alghifari
Muhammad Rafi Raya Rabane S 2451012008


Discover (Menemukan)
Dalam riset skala kecil kami menemukan bahwasannya individu atau UMKM membutuhkan desain profesional yang terjangkau, untuk membantu meringankan pekerjaan dalam hal desain.

Khususnya UMKM, banyak UMKM yang sebetulnya produknya sangat kreatif namun kurang di kenal karena desain media sosial, packaging, promo, dan katalog tidak eye catching

Intinya karena individu dan UMKM tidak memiliki kemampuan mendesain, namun butuh desain yang bisa mereka edit sesuai produk mereka dan bisa digunakan terus menerus

Evaluate (Mengevaluasi)
Setelah melihat masalah kami mengevaluasi peluang pasar, Mulai dari:
1. Menentukan target pasar, dimana target kami adalah orang yang membutuhkan desain yang menarik, cepat, terjangkau, dan bisa di custom dan di pakai secara terus menerus.

2. ⁠Menentukan sumber daya tim yang expert untuk membuat template desain siap pakai. Selain sumber daya manusia kita akan menentukan biaya dimana bisnis ini hanya memerlukan biaya internet dan waktu

3. ⁠Melihat resiko, bisnis template seperti ini memiliki resiko template yang di beli pelanggan di perjualbelikan kembali. Namun semua bisa di atasi dengan pengamatan penggunaan dan sudah terlindungi undang undang

Exploit (Mewujudkan)
Langkah kami untuk mewujudkan bisnis ini adalah dengan cara berjualan secara online

1. Membuat template menggunakan tools canva pro

2. menggunakan platform lynk.id sebagai etalase toko online penjualan template, seperti produk templatenya, tampilan landing page, dan menghubungkan dengan akun perbankan sebagai akat transaksi

3. ⁠Menyiapkan whatsapp bussines sebagai contact service untuk custumer


Kedepannya bisnis ini akan membuat bisnis secara offline dengan membuka store untuk custom desain secara langsung
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by Muhammad Fikry Alghifari Susanto . -
Kelompok 2
2411012002 M. Radinka Albasith
2411012060 M Farrel alghifari
2451012029 M hafidz mubarok
2451012019 M fikry alghifari s
Muhammad Rafi Raya Rabane S 2451012008

Discover (Menemukan)
Dalam riset skala kecil kami menemukan bahwasannya individu atau UMKM membutuhkan desain profesional yang terjangkau, untuk membantu meringankan pekerjaan dalam hal desain.

Khususnya UMKM, banyak UMKM yang sebetulnya produknya sangat kreatif namun kurang di kenal karena desain media sosial, packaging, promo, dan katalog tidak eye catching
Intinya karena individu dan UMKM tidak memiliki kemampuan mendesain, namun butuh desain yang bisa mereka edit sesuai produk mereka dan bisa digunakan terus menerus

Evaluate (Mengevaluasi)
Setelah melihat masalah kami mengevaluasi peluang pasar, Mulai dari:
1. Menentukan target pasar, dimana target kami adalah orang yang membutuhkan desain yang menarik, cepat, terjangkau, dan bisa di custom dan di pakai secara terus menerus.
2. ⁠Menentukan sumber daya tim yang expert untuk membuat template desain siap pakai. Selain sumber daya manusia kita akan menentukan biaya dimana bisnis ini hanya memerlukan biaya internet dan waktu
3. ⁠Melihat resiko, bisnis template seperti ini memiliki resiko template yang di beli pelanggan di perjualbelikan kembali. Namun semua bisa di atasi dengan pengamatan penggunaan dan sudah terlindungi undang undang

Exploit (Mewujudkan)
Langkah kami untuk mewujudkan bisnis ini adalah dengan cara berjualan secara online

1. Membuat template menggunakan tools canva pro
2. menggunakan platform lynk.id sebagai etalase toko online penjualan template, seperti produk templatenya, tampilan landing page, dan menghubungkan dengan akun perbankan sebagai akat transaksi
3. ⁠Menyiapkan whatsapp bussines sebagai contact service untuk custumer


Kedepannya bisnis ini akan membuat bisnis secara offline dengan membuka store untuk custom desain secara langsung
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by Muhammad Radinka Albasith . -
Kelompok 2
2411012002 M. Radinka Albasith 2411012060 M Farrel alghifari 2451012029 M hafidz mubarok 2451012019 M fikry alghifari
Muhammad Rafi Raya Rabane S 2451012008


Discover (Menemukan)
Dalam riset skala kecil kami menemukan bahwasannya individu atau UMKM membutuhkan desain profesional yang terjangkau, untuk membantu meringankan pekerjaan dalam hal desain.

Khususnya UMKM, banyak UMKM yang sebetulnya produknya sangat kreatif namun kurang di kenal karena desain media sosial, packaging, promo, dan katalog tidak eye catching

Intinya karena individu dan UMKM tidak memiliki kemampuan mendesain, namun butuh desain yang bisa mereka edit sesuai produk mereka dan bisa digunakan terus menerus

Evaluate (Mengevaluasi)
Setelah melihat masalah kami mengevaluasi peluang pasar, Mulai dari:
1. Menentukan target pasar, dimana target kami adalah orang yang membutuhkan desain yang menarik, cepat, terjangkau, dan bisa di custom dan di pakai secara terus menerus.

2. ⁠Menentukan sumber daya tim yang expert untuk membuat template desain siap pakai. Selain sumber daya manusia kita akan menentukan biaya dimana bisnis ini hanya memerlukan biaya internet dan waktu

3. ⁠Melihat resiko, bisnis template seperti ini memiliki resiko template yang di beli pelanggan di perjualbelikan kembali. Namun semua bisa di atasi dengan pengamatan penggunaan dan sudah terlindungi undang undang

Exploit (Mewujudkan)
Langkah kami untuk mewujudkan bisnis ini adalah dengan cara berjualan secara online

1. Membuat template menggunakan tools canva pro

2. menggunakan platform lynk.id sebagai etalase toko online penjualan template, seperti produk templatenya, tampilan landing page, dan menghubungkan dengan akun perbankan sebagai akat transaksi

3. ⁠Menyiapkan whatsapp bussines sebagai contact service untuk custumer


Kedepannya bisnis ini akan membuat bisnis secara offline dengan membuka store untuk custom desain secara langsung
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by M.Hafidz Mubarok -
Kelompok 2
2411012002 M. Radinka Albasith 2411012060 M Farrel alghifari 2451012029 M hafidz mubarok 2451012019 M fikry alghifari
Muhammad Rafi Raya Rabane S 2451012008


Discover (Menemukan)
Dalam riset skala kecil kami menemukan bahwasannya individu atau UMKM membutuhkan desain profesional yang terjangkau, untuk membantu meringankan pekerjaan dalam hal desain.

Khususnya UMKM, banyak UMKM yang sebetulnya produknya sangat kreatif namun kurang di kenal karena desain media sosial, packaging, promo, dan katalog tidak eye catching

Intinya karena individu dan UMKM tidak memiliki kemampuan mendesain, namun butuh desain yang bisa mereka edit sesuai produk mereka dan bisa digunakan terus menerus

Evaluate (Mengevaluasi)
Setelah melihat masalah kami mengevaluasi peluang pasar, Mulai dari:
1. Menentukan target pasar, dimana target kami adalah orang yang membutuhkan desain yang menarik, cepat, terjangkau, dan bisa di custom dan di pakai secara terus menerus.

2. ⁠Menentukan sumber daya tim yang expert untuk membuat template desain siap pakai. Selain sumber daya manusia kita akan menentukan biaya dimana bisnis ini hanya memerlukan biaya internet dan waktu

3. ⁠Melihat resiko, bisnis template seperti ini memiliki resiko template yang di beli pelanggan di perjualbelikan kembali. Namun semua bisa di atasi dengan pengamatan penggunaan dan sudah terlindungi undang undang

Exploit (Mewujudkan)
Langkah kami untuk mewujudkan bisnis ini adalah dengan cara berjualan secara online

1. Membuat template menggunakan tools canva pro

2. menggunakan platform lynk.id sebagai etalase toko online penjualan template, seperti produk templatenya, tampilan landing page, dan menghubungkan dengan akun perbankan sebagai akat transaksi

3. ⁠Menyiapkan whatsapp bussines sebagai contact service untuk custumer


Kedepannya bisnis ini akan membuat bisnis secara offline dengan membuka store untuk custom desain secara langsung
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by Shalwa Putri Ikhtiarini -
Kelompok 1:
Rivi Tiara Ayu (2411012003)
Nafila Neisya (2411012020)
Shalwa Putri (2411012036)
Biyan Salwaa (2411012040)
Sevina Meisari (2411012045)
Najwa Ardelia Azzahra (2411012067)

Ide bisnis kami adalah Rental Digicam, yaitu layanan penyewaan kamera digital untuk orang-orang yang membutuhkan kamera untuk berbagai keperluan, seperti dokumentasi, membuat konten, liburan, acara, atau kebutuhan lainnya.

Discover

Di tahap Discover, kami mulai dengan melihat kebutuhan masyarakat yang ingin menggunakan kamera digital, tetapi tidak ingin membeli kamera karena harganya cukup mahal. Selain itu, kamera juga biasanya hanya digunakan pada waktu tertentu. Dari masalah tersebut, kami melihat peluang untuk menyediakan layanan penyewaan digicam dengan harga yang terjangkau.

Evaluate

Kemudian di tahap Evaluate, kami memastikan apakah ide ini memang dibutuhkan dan dapat dijalankan. Kami dapat melakukan survei kepada calon pelanggan untuk mengetahui ketertarikan terhadap jasa rental digicam, jenis kamera yang diminati, kebutuhan penggunaan, serta harga sewa yang sesuai. Kami juga mempertimbangkan biaya pembelian atau penyediaan kamera, perawatan, harga sewa, dan sistem keamanan dalam proses penyewaan.

Exploit

Setelah peluangnya dianggap layak, kami masuk ke tahap Exploit, yaitu mulai menjalankan bisnis rental digicam. Proses bisnis akan dibantu oleh beberapa aplikasi pendukung, seperti Google Form untuk pemesanan, Google Sheets untuk mencatat data dan jadwal penyewaan, WhatsApp Business untuk komunikasi dengan pelanggan, Canva untuk membuat katalog kamera, serta QRIS untuk pembayaran. Pelanggan dapat melihat katalog, memilih kamera dan tanggal penyewaan, kemudian mengisi formulir pemesanan. Setelah melakukan pembayaran dan konfirmasi, pelanggan dapat mengambil kamera secara langsung di tempat yang telah ditentukan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by Nafila Neisya Zahra -
Kelompok 1:
Rivi Tiara Ayu (2411012003)
Nafila Neisya (2411012020)
Shalwa Putri (2411012036)
Biyan Salwaa (2411012040)
Sevina Meisari (2411012045)
Najwa Ardelia Azzahra (2411012067)

Ide bisnis kami adalah Rental Digicam, yaitu layanan penyewaan kamera digital untuk orang-orang yang membutuhkan kamera untuk berbagai keperluan, seperti dokumentasi, membuat konten, liburan, acara, atau kebutuhan lainnya.

Discover

Di tahap Discover, kami mulai dengan melihat kebutuhan masyarakat yang ingin menggunakan kamera digital, tetapi tidak ingin membeli kamera karena harganya cukup mahal. Selain itu, kamera juga biasanya hanya digunakan pada waktu tertentu. Dari masalah tersebut, kami melihat peluang untuk menyediakan layanan penyewaan digicam dengan harga yang terjangkau.

Evaluate

Kemudian di tahap Evaluate, kami memastikan apakah ide ini memang dibutuhkan dan dapat dijalankan. Kami dapat melakukan survei kepada calon pelanggan untuk mengetahui ketertarikan terhadap jasa rental digicam, jenis kamera yang diminati, kebutuhan penggunaan, serta harga sewa yang sesuai. Kami juga mempertimbangkan biaya pembelian atau penyediaan kamera, perawatan, harga sewa, dan sistem keamanan dalam proses penyewaan.

Exploit

Setelah peluangnya dianggap layak, kami masuk ke tahap Exploit, yaitu mulai menjalankan bisnis rental digicam. Proses bisnis akan dibantu oleh beberapa aplikasi pendukung, seperti Google Form untuk pemesanan, Google Sheets untuk mencatat data dan jadwal penyewaan, WhatsApp Business untuk komunikasi dengan pelanggan, Canva untuk membuat katalog kamera, serta QRIS untuk pembayaran. Pelanggan dapat melihat katalog, memilih kamera dan tanggal penyewaan, kemudian mengisi formulir pemesanan. Setelah melakukan pembayaran dan konfirmasi, pelanggan dapat mengambil kamera secara langsung di tempat yang telah ditentukan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by Sevina Meisari -
Kelompok 1:
Rivi Tiara Ayu (2411012003)
Nafila Neisya (2411012020)
Shalwa Putri (2411012036)
Biyan Salwaa (2411012040)
Sevina Meisari (2411012045)
Najwa Ardelia Azzahra (2411012067)

Ide bisnis kami adalah Rental Digicam, yaitu layanan penyewaan kamera digital untuk orang-orang yang membutuhkan kamera untuk berbagai keperluan, seperti dokumentasi, membuat konten, liburan, acara, atau kebutuhan lainnya.

Discover

Di tahap Discover, kami mulai dengan melihat kebutuhan masyarakat yang ingin menggunakan kamera digital, tetapi tidak ingin membeli kamera karena harganya cukup mahal. Selain itu, kamera juga biasanya hanya digunakan pada waktu tertentu. Dari masalah tersebut, kami melihat peluang untuk menyediakan layanan penyewaan digicam dengan harga yang terjangkau.

Evaluate

Kemudian di tahap Evaluate, kami memastikan apakah ide ini memang dibutuhkan dan dapat dijalankan. Kami dapat melakukan survei kepada calon pelanggan untuk mengetahui ketertarikan terhadap jasa rental digicam, jenis kamera yang diminati, kebutuhan penggunaan, serta harga sewa yang sesuai. Kami juga mempertimbangkan biaya pembelian atau penyediaan kamera, perawatan, harga sewa, dan sistem keamanan dalam proses penyewaan.

Exploit

Setelah peluangnya dianggap layak, kami masuk ke tahap Exploit, yaitu mulai menjalankan bisnis rental digicam. Proses bisnis akan dibantu oleh beberapa aplikasi pendukung, seperti Google Form untuk pemesanan, Google Sheets untuk mencatat data dan jadwal penyewaan, WhatsApp Business untuk komunikasi dengan pelanggan, Canva untuk membuat katalog kamera, serta QRIS untuk pembayaran. Pelanggan dapat melihat katalog, memilih kamera dan tanggal penyewaan, kemudian mengisi formulir pemesanan. Setelah melakukan pembayaran dan konfirmasi, pelanggan dapat mengambil kamera secara langsung di tempat yang telah ditentukan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by Najwa Ardelia Azzahra -
Kelompok 1:
Rivi Tiara Ayu (2411012003)
Nafila Neisya (2411012020)
Shalwa Putri (2411012036)
Biyan Salwaa (2411012040)
Sevina Meisari (2411012045)
Najwa Ardelia Azzahra (2411012067)

Ide bisnis kami adalah Rental Digicam, yaitu layanan penyewaan kamera digital untuk orang-orang yang membutuhkan kamera untuk berbagai keperluan, seperti dokumentasi, membuat konten, liburan, acara, atau kebutuhan lainnya.

Discover

Di tahap Discover, kami mulai dengan melihat kebutuhan masyarakat yang ingin menggunakan kamera digital, tetapi tidak ingin membeli kamera karena harganya cukup mahal. Selain itu, kamera juga biasanya hanya digunakan pada waktu tertentu. Dari masalah tersebut, kami melihat peluang untuk menyediakan layanan penyewaan digicam dengan harga yang terjangkau.

Evaluate

Kemudian di tahap Evaluate, kami memastikan apakah ide ini memang dibutuhkan dan dapat dijalankan. Kami dapat melakukan survei kepada calon pelanggan untuk mengetahui ketertarikan terhadap jasa rental digicam, jenis kamera yang diminati, kebutuhan penggunaan, serta harga sewa yang sesuai. Kami juga mempertimbangkan biaya pembelian atau penyediaan kamera, perawatan, harga sewa, dan sistem keamanan dalam proses penyewaan.

Exploit

Setelah peluangnya dianggap layak, kami masuk ke tahap Exploit, yaitu mulai menjalankan bisnis rental digicam. Proses bisnis akan dibantu oleh beberapa aplikasi pendukung, seperti Google Form untuk pemesanan, Google Sheets untuk mencatat data dan jadwal penyewaan, WhatsApp Business untuk komunikasi dengan pelanggan, Canva untuk membuat katalog kamera, serta QRIS untuk pembayaran. Pelanggan dapat melihat katalog, memilih kamera dan tanggal penyewaan, kemudian mengisi formulir pemesanan. Setelah melakukan pembayaran dan konfirmasi, pelanggan dapat mengambil kamera secara langsung di tempat yang telah ditentukan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by Rivi Tiara Ayu -
Kelompok 1:
Rivi Tiara Ayu (2411012003)
Nafila Neisya (2411012020)
Shalwa Putri (2411012036)
Biyan Salwaa (2411012040)
Sevina Meisari (2411012045)
Najwa Ardelia Azzahra (2411012067)

Ide bisnis kami adalah Rental Digicam, yaitu layanan penyewaan kamera digital untuk orang-orang yang membutuhkan kamera untuk berbagai keperluan, seperti dokumentasi, membuat konten, liburan, acara, atau kebutuhan lainnya.

Discover

Di tahap Discover, kami mulai dengan melihat kebutuhan masyarakat yang ingin menggunakan kamera digital, tetapi tidak ingin membeli kamera karena harganya cukup mahal. Selain itu, kamera juga biasanya hanya digunakan pada waktu tertentu. Dari masalah tersebut, kami melihat peluang untuk menyediakan layanan penyewaan digicam dengan harga yang terjangkau.

Evaluate

Kemudian di tahap Evaluate, kami memastikan apakah ide ini memang dibutuhkan dan dapat dijalankan. Kami dapat melakukan survei kepada calon pelanggan untuk mengetahui ketertarikan terhadap jasa rental digicam, jenis kamera yang diminati, kebutuhan penggunaan, serta harga sewa yang sesuai. Kami juga mempertimbangkan biaya pembelian atau penyediaan kamera, perawatan, harga sewa, dan sistem keamanan dalam proses penyewaan.

Exploit

Setelah peluangnya dianggap layak, kami masuk ke tahap Exploit, yaitu mulai menjalankan bisnis rental digicam. Proses bisnis akan dibantu oleh beberapa aplikasi pendukung, seperti Google Form untuk pemesanan, Google Sheets untuk mencatat data dan jadwal penyewaan, WhatsApp Business untuk komunikasi dengan pelanggan, Canva untuk membuat katalog kamera, serta QRIS untuk pembayaran. Pelanggan dapat melihat katalog, memilih kamera dan tanggal penyewaan, kemudian mengisi formulir pemesanan. Setelah melakukan pembayaran dan konfirmasi, pelanggan dapat mengambil kamera secara langsung di tempat yang telah ditentukan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by Muhammad Rafi Raya Rabane S -
Kelompok 2
2411012002 M. Radinka Albasith 2411012060 M Farrel alghifari 2451012029 M hafidz mubarok 2451012019 M fikry alghifari
Muhammad Rafi Raya Rabane S 2451012008


Discover (Menemukan)
Dalam riset skala kecil kami menemukan bahwasannya individu atau UMKM membutuhkan desain profesional yang terjangkau, untuk membantu meringankan pekerjaan dalam hal desain.

Khususnya UMKM, banyak UMKM yang sebetulnya produknya sangat kreatif namun kurang di kenal karena desain media sosial, packaging, promo, dan katalog tidak eye catching

Intinya karena individu dan UMKM tidak memiliki kemampuan mendesain, namun butuh desain yang bisa mereka edit sesuai produk mereka dan bisa digunakan terus menerus

Evaluate (Mengevaluasi)
Setelah melihat masalah kami mengevaluasi peluang pasar, Mulai dari:
1. Menentukan target pasar, dimana target kami adalah orang yang membutuhkan desain yang menarik, cepat, terjangkau, dan bisa di custom dan di pakai secara terus menerus.

2. ⁠Menentukan sumber daya tim yang expert untuk membuat template desain siap pakai. Selain sumber daya manusia kita akan menentukan biaya dimana bisnis ini hanya memerlukan biaya internet dan waktu

3. ⁠Melihat resiko, bisnis template seperti ini memiliki resiko template yang di beli pelanggan di perjualbelikan kembali. Namun semua bisa di atasi dengan pengamatan penggunaan dan sudah terlindungi undang undang

Exploit (Mewujudkan)
Langkah kami untuk mewujudkan bisnis ini adalah dengan cara berjualan secara online

1. Membuat template menggunakan tools canva pro

2. menggunakan platform lynk.id sebagai etalase toko online penjualan template, seperti produk templatenya, tampilan landing page, dan menghubungkan dengan akun perbankan sebagai akat transaksi

3. ⁠Menyiapkan whatsapp bussines sebagai contact service untuk custumer


Kedepannya bisnis ini akan membuat bisnis secara offline dengan membuka store untuk custom desain secara langsung
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by BIYAN SALWAA ADHYTIA -
Kelompok 1:
Rivi Tiara Ayu (2411012003)
Nafila Neisya (2411012020)
Shalwa Putri (2411012036)
Biyan Salwaa (2411012040)
Sevina Meisari (2411012045)
Najwa Ardelia Azzahra (2411012067)

Ide bisnis kami adalah Rental Digicam, yaitu layanan penyewaan kamera digital untuk orang-orang yang membutuhkan kamera untuk berbagai keperluan, seperti dokumentasi, membuat konten, liburan, acara, atau kebutuhan lainnya.

Discover

Di tahap Discover, kami mulai dengan melihat kebutuhan masyarakat yang ingin menggunakan kamera digital, tetapi tidak ingin membeli kamera karena harganya cukup mahal. Selain itu, kamera juga biasanya hanya digunakan pada waktu tertentu. Dari masalah tersebut, kami melihat peluang untuk menyediakan layanan penyewaan digicam dengan harga yang terjangkau.

Evaluate

Kemudian di tahap Evaluate, kami memastikan apakah ide ini memang dibutuhkan dan dapat dijalankan. Kami dapat melakukan survei kepada calon pelanggan untuk mengetahui ketertarikan terhadap jasa rental digicam, jenis kamera yang diminati, kebutuhan penggunaan, serta harga sewa yang sesuai. Kami juga mempertimbangkan biaya pembelian atau penyediaan kamera, perawatan, harga sewa, dan sistem keamanan dalam proses penyewaan.

Exploit

Setelah peluangnya dianggap layak, kami masuk ke tahap Exploit, yaitu mulai menjalankan bisnis rental digicam. Proses bisnis akan dibantu oleh beberapa aplikasi pendukung, seperti Google Form untuk pemesanan, Google Sheets untuk mencatat data dan jadwal penyewaan, WhatsApp Business untuk komunikasi dengan pelanggan, Canva untuk membuat katalog kamera, serta QRIS untuk pembayaran. Pelanggan dapat melihat katalog, memilih kamera dan tanggal penyewaan, kemudian mengisi formulir pemesanan. Setelah melakukan pembayaran dan konfirmasi, pelanggan dapat mengambil kamera secara langsung di tempat yang telah ditentukan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by Dina Agustaria -
Kelompok 3
Ananda Ayu Lestari 2411012029
Claudia Najwa Hidayat 2451012013
Dina Agustaria 2411012022
Stevin Benedicta Anggono 2411012008
Pasya Ramadhani Nasir 2411012080
Reva Aulia Putri 2411012011

Nama Produk : Skillswap

Jasa Editing Video Produk merupakan bisnis yang menawarkan layanan editing video untuk membantu UMKM dan online seller menghasilkan konten promosi yang menarik. 

Pada tahap Discover , ditemukan permasalahan bahwa banyak pelaku UMKM memiliki produk yang bagus tetapi belum memiliki kemampuan, waktu, atau sumber daya untuk membuat video promosi. 

Pada tahap Evaluate , peluang dianalisis berdasarkan kebutuhan pasar, target konsumen, tingkat persaingan, biaya operasional, harga jasa, dan potensi keuntungan. Peluang ini dinilai cukup layak karena dapat dimulai dengan modal yang relatif rendah dan memiliki target pasar yang luas. 

Pada tahap Exploit , bisnis dijalankan dengan membuat portofolio, menentukan paket harga, melakukan promosi melalui media sosial, menawarkan jasa kepada UMKM, dan mengembangkan layanan dari editing video menjadi content creation dan social media management.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by Zakia Mumtaz Bahri - -
Anggota Kelompok 4
2411012017 Zakia Mumtaz Bahri
2411012018 Nadine Aurelia Iskandar
2411012019 Nabila Nurhaliza
2451012018 Rilla Aprianti
2451012020 Rossa Inko Zahra Alwani
2451012025 Aulia Dwi Syahrani

EMOUR BENTUK

Apa itu EMOUR?
EMOUR merupakan sebuah UMKM yang bergerak di bidang penjualan produk perlengkapan tempat tidur, dengan produk utama berupa kasur kasur. EMOUR menyediakan berbagai pilihan penyiaran dengan variasi motif, warna, ukuran, dan desain untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

EMOUR hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan perlengkapan tempat tidur yang tidak hanya berfungsi untuk melindungi kasur, tetapi juga dapat memberikan kenyamanan dan memperindah tampilan kamar. Dalam menjalankan usahanya, EMOUR dapat memanfaatkan penjualan secara offline maupun online, seperti melalui media sosial dan marketplace.

Produk yang dapat ditawarkan EMOUR:
Seprai kasur
Sarung bantal
Sarung guling
Set perlengkapan tempat tidur
Berbagai pilihan ukuran dan motif


Kerangka Bisnis UMKM Sprei Kasur EMOUR
1. DISCOVER (Menemukan Peluang)
Tahap Discover bertujuan untuk menemukan kebutuhan konsumen dan peluang pasar yang dapat dimanfaatkan oleh EMOUR.

Permasalahan dan peluang:
* Konsumen membutuhkan sprei yang nyaman, berkualitas, dan memiliki harga terjangkau.
* Banyak konsumen yang tertarik pada motif dan warna sprei yang estetis.
* Pembelian produk rumah tangga semakin banyak dilakukan secara online.
* Konsumen membutuhkan pilihan ukuran sprei yang sesuai dengan kasur mereka.

Peluang EMOUR:
EMOUR dapat menawarkan sprei kasur dengan:
* Beragam motif dan warna.
*Pilihan ukuran yang sesuai kebutuhan.
* Harga yang kompetitif.
* Kualitas bahan yang nyaman.
* Penjualan melalui media sosial dan marketplace.

Hasil Discover: ditemukan peluang untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan sprei kasur yang nyaman, menarik, dan mudah dibeli.

2. EVALUATE (Mengevaluasi Peluang)
Tahap Evaluate bertujuan untuk mengetahui apakah peluang bisnis EMOUR layak dan memiliki potensi keuntungan.

Hal yang dievaluasi:
a. Pasar
* Siapa target konsumen EMOUR?
*Produk apa yang paling diminati?
*Berapa harga yang mampu dibayar konsumen?

B. Produk
* Kualitas bahan sprei.
*Pilihan motif dan warna.
*Pilihan ukuran kasur.
* Keunggulan produk dibandingkan pesaing.

C. Keuangan
* Modal pembelian atau produksi.
* Biaya operasional dan pengiriman.
* Harga jual produk.
*Potensi keuntungan.

D. Persaingan
* Mengamati harga dan produk pesaing.
* Menentukan keunggulan yang membedakan EMOUR.

Hasil Evaluate: EMOUR dapat mengetahui produk mana yang paling potensial, target pasar yang tepat, serta strategi harga yang sesuai.

3. EXPLOIT (Memanfaatkan dan Batas Peluang)
Tahap Exploit adalah proses menjalankan peluang yang telah ditemukan dan dievaluasi menjadi kegiatan bisnis nyata.

Strategi yang dapat dilakukan EMOUR :
a. Penjualan
* Menjual produk melalui TikTok, Instagram, WhatsApp, dan marketplace.
* Melakukan liveselling untuk meningkatkan interaksi dengan konsumen.
*Menyediakan promo atau paket bundling.

B. Pemasaran
* Membuat konten foto dan video produk yang menarik.
*Menampilkan motif, bahan, dan ukuran produk secara jelas.
* Menggunakan testimoni pelanggan sebagai promosi.
* Bekerja sama dengan afiliasi atau reseller.

C. Pengembangan bisnis
* Menambah pilihan motif dan ukuran.
* Menyebutkan produk pelengkap, seperti sarung bantal atau bedcover.
* Memperluas target pasar dan wilayah penjualan.

Hasil Exploit: EMOUR menjalankan strategi penjualan dan pemasaran untuk menghasilkan keuntungan serta mengembangkan bisnis.

Alur Sederhana
•DISCOVER
Menemukan kebutuhan konsumen dan peluang pasar sprei
•EVALUATE
Menilai pasar, produk, persaingan, biaya, dan keuntungan
•EXPLOIT
Menjual, memasarkan, dan mengembangkan bisnis EMOUR

Kesimpulan
Kerangka Discover–Evaluate–Exploit membantu UMKM EMOUR menjalankan bisnis secara terarah. Temukan fokus pada peluang pencarian, Evaluasi untuk memastikan peluang tersebut layak dijalankan, dan Eksploitasi fokus pada pelaksanaan serta pengembangan bisnis agar EMOUR dapat berkembang dan menghasilkan keuntungan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by ananda ayu lestari 2411012029 -
Kelompok 3
Ananda Ayu Lestari 2411012029
Claudia Najwa Hidayat 2451012013
Dina Agustaria 2411012022
Stevin Benedicta Anggono 2411012008
Pasya Ramadhani Nasir 2411012080
Reva Aulia Putri 2411012011

Nama Produk : Skillswap

Jasa Editing Video Produk merupakan bisnis yang menawarkan layanan editing video untuk membantu UMKM dan online seller menghasilkan konten promosi yang menarik.

Pada tahap Discover, ditemukan permasalahan bahwa banyak pelaku UMKM memiliki produk yang bagus tetapi belum memiliki kemampuan, waktu, atau sumber daya untuk membuat video promosi.

Pada tahap Evaluate, peluang dianalisis berdasarkan kebutuhan pasar, target konsumen, tingkat persaingan, biaya operasional, harga jasa, dan potensi keuntungan. Peluang ini dinilai cukup layak karena dapat dimulai dengan modal yang relatif rendah dan memiliki target pasar yang luas.

Pada tahap Exploit, bisnis dijalankan dengan membuat portofolio, menentukan paket harga, melakukan promosi melalui media sosial, menawarkan jasa kepada UMKM, dan mengembangkan layanan dari editing video menjadi content creation dan social media management.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by Naufal Abbad Ihsanuddin . -
Kelompok 6

Naufal Abbad Ihsanuddin (2411012006)
Muhammad Fathi Farhat (2411012034)
Naufal Atha Farezi (2411012038)
Reihan Rizki Ananda (2411012082)
Muhammad Umar Al Faruq (2451012031)
1. Discover (Menemukan)

Memahami kebutuhan pelanggan serta peran teknologi digital dalam memenuhi kebutuhan tersebut

Crumbs merupakan UMKM yang bergerak di bidang makanan dan minuman dengan berbagai pilihan menu seperti ice cream, coffee latte, dan berbagai jenis kopi seperti coffee shop pada umumnya. Crumbs berlokasi di dalam kantin FEB Unila sehingga sebagian besar konsumennya merupakan mahasiswa dan civitas akademika.

Permasalahan yang dapat ditemukan adalah antrean yang menumpuk pada jam ramai, terutama ketika jam istirahat atau pergantian kelas. Kondisi tersebut dapat membuat pelanggan harus menunggu cukup lama dan berpotensi membuat sebagian pelanggan memilih tempat lain.

Dari sisi digital, Crumbs sebenarnya sudah menggunakan TikTok sebagai media promosi, tetapi pemanfaatannya masih belum optimal sehingga jangkauan konten belum maksimal. Oleh karena itu, peluang yang dapat dikembangkan adalah memanfaatkan teknologi digital untuk pemesanan sebelum datang atau sebelum mengambil pesanan, sekaligus meningkatkan promosi melalui media sosial.

Salah satu alternatifnya adalah menggunakan ShopeeFood dengan fitur Pick Up, sehingga pelanggan dapat melakukan pemesanan terlebih dahulu kemudian mengambil pesanan di Crumbs tanpa harus mengikuti antrean pemesanan dari awal. Fitur delivery juga dapat digunakan sebagai pilihan tambahan, tetapi lokasi Crumbs yang berada di dalam kantin FEB Unila perlu diperhatikan karena driver mungkin mengalami kesulitan untuk masuk ke area kantin. Apabila delivery digunakan, pengambilan atau pengantaran dapat diarahkan ke titik temu di bagian depan FEB agar lebih mudah bagi driver maupun pelanggan.

1. Evaluate (Mengevaluasi)

Menilai potensi pasar, kesiapan sumber daya, dan risiko sebelum peluang dijalankan

Peluang digitalisasi Crumbs cukup besar karena target konsumennya merupakan mahasiswa yang sudah terbiasa menggunakan layanan digital seperti TikTok, Shopee, dan layanan pesan-antar makanan. Sistem Pick Up juga relatif mudah diterapkan karena tidak membutuhkan pembuatan aplikasi sendiri dan pelanggan sudah familiar dengan sistem pemesanan melalui platform digital.

Dari sisi sumber daya, Crumbs perlu memastikan ketersediaan perangkat untuk menerima pesanan digital, koneksi internet, serta pembagian tugas antara karyawan yang menangani pesanan langsung dan pesanan online. Sistem pemesanan juga perlu dibuat sederhana agar tidak justru menambah beban kerja ketika kondisi kantin sedang ramai.

Untuk promosi, TikTok dapat dimaksimalkan dengan membuat konten yang lebih konsisten, misalnya video menu, proses pembuatan minuman, promo mahasiswa, menu yang sedang populer, serta konten yang mengikuti tren. TikTok Ads dapat digunakan secara bertahap untuk memperluas jangkauan kepada mahasiswa di sekitar wilayah kampus.

Risiko yang perlu diperhatikan antara lain pesanan online yang menumpuk ketika kondisi toko ramai, kesalahan dalam menyiapkan pesanan, serta biaya tambahan dari penggunaan platform dan iklan. Oleh karena itu, penerapan sebaiknya dilakukan secara bertahap dan dievaluasi berdasarkan jumlah pesanan, waktu pelayanan, serta efektivitas promosi.

1. Exploit (Mewujudkan)

Membangun sistem bisnis yang efisien untuk merealisasikan peluang dan menghasilkan nilai secara berkelanjutan

Penerapan dapat dimulai dengan mengintegrasikan ShopeeFood sebagai saluran pemesanan Pick Up. Pelanggan dapat memilih menu, melakukan pembayaran melalui platform, kemudian datang ke Crumbs untuk mengambil pesanan yang telah disiapkan. Dengan demikian, pelanggan tidak perlu melakukan pemesanan dari awal ketika tiba di kantin sehingga antrean dapat dikurangi.

Untuk layanan delivery, Crumbs dapat menyediakan titik pengantaran di depan FEB Unila. Pelanggan yang ingin menggunakan delivery dapat diarahkan untuk memberikan lokasi yang mudah dijangkau driver. Crumbs kemudian menyiapkan pesanan dan menyerahkannya kepada driver di titik tersebut. Cara ini lebih realistis dibandingkan mengharuskan driver masuk ke dalam kantin.

Selain pemesanan, Crumbs dapat mengembangkan strategi promosi digital melalui TikTok secara lebih terencana. Konten dapat dibuat secara rutin dengan tema harga yang sesuai mahasiswa, menu favorit, promo khusus mahasiswa, dan suasana Crumbs di kantin FEB. Setelah menemukan jenis konten yang memiliki respons paling baik, Crumbs dapat menggunakan TikTok Ads untuk memperluas jangkauan konten kepada calon konsumen di sekitar kampus.

Dengan sistem tersebut, alur bisnis Crumbs dapat dibuat menjadi:

Promosi TikTok → Pelanggan melihat menu/promo → Pesan melalui Jasa Titip/Shopeefood→ Diutamakan memilih Pick Up→ Pesanan disiapkan → Pelanggan mengambil di Crumbs/titik depan FEB → Transaksi selesai.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by Umar Al Faruq Gunadi -
Kelompok 6

Naufal Abbad Ihsanuddin (2411012006)
Muhammad Fathi Farhat (2411012034)
Naufal Atha Farezi (2411012038)
Reihan Rizki Ananda (2411012082)
Muhammad Umar Al Faruq (2451012031)
1. Discover (Menemukan)

Memahami kebutuhan pelanggan serta peran teknologi digital dalam memenuhi kebutuhan tersebut

Crumbs merupakan UMKM yang bergerak di bidang makanan dan minuman dengan berbagai pilihan menu seperti ice cream, coffee latte, dan berbagai jenis kopi seperti coffee shop pada umumnya. Crumbs berlokasi di dalam kantin FEB Unila sehingga sebagian besar konsumennya merupakan mahasiswa dan civitas akademika.

Permasalahan yang dapat ditemukan adalah antrean yang menumpuk pada jam ramai, terutama ketika jam istirahat atau pergantian kelas. Kondisi tersebut dapat membuat pelanggan harus menunggu cukup lama dan berpotensi membuat sebagian pelanggan memilih tempat lain.

Dari sisi digital, Crumbs sebenarnya sudah menggunakan TikTok sebagai media promosi, tetapi pemanfaatannya masih belum optimal sehingga jangkauan konten belum maksimal. Oleh karena itu, peluang yang dapat dikembangkan adalah memanfaatkan teknologi digital untuk pemesanan sebelum datang atau sebelum mengambil pesanan, sekaligus meningkatkan promosi melalui media sosial.

Salah satu alternatifnya adalah menggunakan ShopeeFood dengan fitur Pick Up, sehingga pelanggan dapat melakukan pemesanan terlebih dahulu kemudian mengambil pesanan di Crumbs tanpa harus mengikuti antrean pemesanan dari awal. Fitur delivery juga dapat digunakan sebagai pilihan tambahan, tetapi lokasi Crumbs yang berada di dalam kantin FEB Unila perlu diperhatikan karena driver mungkin mengalami kesulitan untuk masuk ke area kantin. Apabila delivery digunakan, pengambilan atau pengantaran dapat diarahkan ke titik temu di bagian depan FEB agar lebih mudah bagi driver maupun pelanggan.

1. Evaluate (Mengevaluasi)

Menilai potensi pasar, kesiapan sumber daya, dan risiko sebelum peluang dijalankan

Peluang digitalisasi Crumbs cukup besar karena target konsumennya merupakan mahasiswa yang sudah terbiasa menggunakan layanan digital seperti TikTok, Shopee, dan layanan pesan-antar makanan. Sistem Pick Up juga relatif mudah diterapkan karena tidak membutuhkan pembuatan aplikasi sendiri dan pelanggan sudah familiar dengan sistem pemesanan melalui platform digital.

Dari sisi sumber daya, Crumbs perlu memastikan ketersediaan perangkat untuk menerima pesanan digital, koneksi internet, serta pembagian tugas antara karyawan yang menangani pesanan langsung dan pesanan online. Sistem pemesanan juga perlu dibuat sederhana agar tidak justru menambah beban kerja ketika kondisi kantin sedang ramai.

Untuk promosi, TikTok dapat dimaksimalkan dengan membuat konten yang lebih konsisten, misalnya video menu, proses pembuatan minuman, promo mahasiswa, menu yang sedang populer, serta konten yang mengikuti tren. TikTok Ads dapat digunakan secara bertahap untuk memperluas jangkauan kepada mahasiswa di sekitar wilayah kampus.

Risiko yang perlu diperhatikan antara lain pesanan online yang menumpuk ketika kondisi toko ramai, kesalahan dalam menyiapkan pesanan, serta biaya tambahan dari penggunaan platform dan iklan. Oleh karena itu, penerapan sebaiknya dilakukan secara bertahap dan dievaluasi berdasarkan jumlah pesanan, waktu pelayanan, serta efektivitas promosi.

1. Exploit (Mewujudkan)

Membangun sistem bisnis yang efisien untuk merealisasikan peluang dan menghasilkan nilai secara berkelanjutan

Penerapan dapat dimulai dengan mengintegrasikan ShopeeFood sebagai saluran pemesanan Pick Up. Pelanggan dapat memilih menu, melakukan pembayaran melalui platform, kemudian datang ke Crumbs untuk mengambil pesanan yang telah disiapkan. Dengan demikian, pelanggan tidak perlu melakukan pemesanan dari awal ketika tiba di kantin sehingga antrean dapat dikurangi.

Untuk layanan delivery, Crumbs dapat menyediakan titik pengantaran di depan FEB Unila. Pelanggan yang ingin menggunakan delivery dapat diarahkan untuk memberikan lokasi yang mudah dijangkau driver. Crumbs kemudian menyiapkan pesanan dan menyerahkannya kepada driver di titik tersebut. Cara ini lebih realistis dibandingkan mengharuskan driver masuk ke dalam kantin.

Selain pemesanan, Crumbs dapat mengembangkan strategi promosi digital melalui TikTok secara lebih terencana. Konten dapat dibuat secara rutin dengan tema harga yang sesuai mahasiswa, menu favorit, promo khusus mahasiswa, dan suasana Crumbs di kantin FEB. Setelah menemukan jenis konten yang memiliki respons paling baik, Crumbs dapat menggunakan TikTok Ads untuk memperluas jangkauan konten kepada calon konsumen di sekitar kampus.

Dengan sistem tersebut, alur bisnis Crumbs dapat dibuat menjadi:

Promosi TikTok → Pelanggan melihat menu/promo → Pesan melalui Jasa Titip/Shopeefood→ Diutamakan memilih Pick Up→ Pesanan disiapkan → Pelanggan mengambil di Crumbs/titik depan FEB → Transaksi selesai.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by Naufal Atha Farezi -
Kelompok 6

Naufal Abbad Ihsanuddin (2411012006)
Muhammad Fathi Farhat (2411012034)
Naufal Atha Farezi (2411012038)
Reihan Rizki Ananda (2411012082)
Muhammad Umar Al Faruq (2451012031)
1. Discover (Menemukan)

Memahami kebutuhan pelanggan serta peran teknologi digital dalam memenuhi kebutuhan tersebut

Crumbs merupakan UMKM yang bergerak di bidang makanan dan minuman dengan berbagai pilihan menu seperti ice cream, coffee latte, dan berbagai jenis kopi seperti coffee shop pada umumnya. Crumbs berlokasi di dalam kantin FEB Unila sehingga sebagian besar konsumennya merupakan mahasiswa dan civitas akademika.

Permasalahan yang dapat ditemukan adalah antrean yang menumpuk pada jam ramai, terutama ketika jam istirahat atau pergantian kelas. Kondisi tersebut dapat membuat pelanggan harus menunggu cukup lama dan berpotensi membuat sebagian pelanggan memilih tempat lain.

Dari sisi digital, Crumbs sebenarnya sudah menggunakan TikTok sebagai media promosi, tetapi pemanfaatannya masih belum optimal sehingga jangkauan konten belum maksimal. Oleh karena itu, peluang yang dapat dikembangkan adalah memanfaatkan teknologi digital untuk pemesanan sebelum datang atau sebelum mengambil pesanan, sekaligus meningkatkan promosi melalui media sosial.

Salah satu alternatifnya adalah menggunakan ShopeeFood dengan fitur Pick Up, sehingga pelanggan dapat melakukan pemesanan terlebih dahulu kemudian mengambil pesanan di Crumbs tanpa harus mengikuti antrean pemesanan dari awal. Fitur delivery juga dapat digunakan sebagai pilihan tambahan, tetapi lokasi Crumbs yang berada di dalam kantin FEB Unila perlu diperhatikan karena driver mungkin mengalami kesulitan untuk masuk ke area kantin. Apabila delivery digunakan, pengambilan atau pengantaran dapat diarahkan ke titik temu di bagian depan FEB agar lebih mudah bagi driver maupun pelanggan.

1. Evaluate (Mengevaluasi)

Menilai potensi pasar, kesiapan sumber daya, dan risiko sebelum peluang dijalankan

Peluang digitalisasi Crumbs cukup besar karena target konsumennya merupakan mahasiswa yang sudah terbiasa menggunakan layanan digital seperti TikTok, Shopee, dan layanan pesan-antar makanan. Sistem Pick Up juga relatif mudah diterapkan karena tidak membutuhkan pembuatan aplikasi sendiri dan pelanggan sudah familiar dengan sistem pemesanan melalui platform digital.

Dari sisi sumber daya, Crumbs perlu memastikan ketersediaan perangkat untuk menerima pesanan digital, koneksi internet, serta pembagian tugas antara karyawan yang menangani pesanan langsung dan pesanan online. Sistem pemesanan juga perlu dibuat sederhana agar tidak justru menambah beban kerja ketika kondisi kantin sedang ramai.

Untuk promosi, TikTok dapat dimaksimalkan dengan membuat konten yang lebih konsisten, misalnya video menu, proses pembuatan minuman, promo mahasiswa, menu yang sedang populer, serta konten yang mengikuti tren. TikTok Ads dapat digunakan secara bertahap untuk memperluas jangkauan kepada mahasiswa di sekitar wilayah kampus.

Risiko yang perlu diperhatikan antara lain pesanan online yang menumpuk ketika kondisi toko ramai, kesalahan dalam menyiapkan pesanan, serta biaya tambahan dari penggunaan platform dan iklan. Oleh karena itu, penerapan sebaiknya dilakukan secara bertahap dan dievaluasi berdasarkan jumlah pesanan, waktu pelayanan, serta efektivitas promosi.

1. Exploit (Mewujudkan)

Membangun sistem bisnis yang efisien untuk merealisasikan peluang dan menghasilkan nilai secara berkelanjutan

Penerapan dapat dimulai dengan mengintegrasikan ShopeeFood sebagai saluran pemesanan Pick Up. Pelanggan dapat memilih menu, melakukan pembayaran melalui platform, kemudian datang ke Crumbs untuk mengambil pesanan yang telah disiapkan. Dengan demikian, pelanggan tidak perlu melakukan pemesanan dari awal ketika tiba di kantin sehingga antrean dapat dikurangi.

Untuk layanan delivery, Crumbs dapat menyediakan titik pengantaran di depan FEB Unila. Pelanggan yang ingin menggunakan delivery dapat diarahkan untuk memberikan lokasi yang mudah dijangkau driver. Crumbs kemudian menyiapkan pesanan dan menyerahkannya kepada driver di titik tersebut. Cara ini lebih realistis dibandingkan mengharuskan driver masuk ke dalam kantin.

Selain pemesanan, Crumbs dapat mengembangkan strategi promosi digital melalui TikTok secara lebih terencana. Konten dapat dibuat secara rutin dengan tema harga yang sesuai mahasiswa, menu favorit, promo khusus mahasiswa, dan suasana Crumbs di kantin FEB. Setelah menemukan jenis konten yang memiliki respons paling baik, Crumbs dapat menggunakan TikTok Ads untuk memperluas jangkauan konten kepada calon konsumen di sekitar kampus.

Dengan sistem tersebut, alur bisnis Crumbs dapat dibuat menjadi:

Promosi TikTok → Pelanggan melihat menu/promo → Pesan melalui Jasa Titip/Shopeefood→ Diutamakan memilih Pick Up→ Pesanan disiapkan → Pelanggan mengambil di Crumbs/titik depan FEB → Transaksi selesai.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by Muhammad Fathi Farhat -
Kelompok 6

Naufal Abbad Ihsanuddin (2411012006)
Muhammad Fathi Farhat (2411012034)
Naufal Atha Farezi (2411012038)
Reihan Rizki Ananda (2411012082)
Muhammad Umar Al Faruq (2451012031)
1. Discover (Menemukan)

Memahami kebutuhan pelanggan serta peran teknologi digital dalam memenuhi kebutuhan tersebut

Crumbs merupakan UMKM yang bergerak di bidang makanan dan minuman dengan berbagai pilihan menu seperti ice cream, coffee latte, dan berbagai jenis kopi seperti coffee shop pada umumnya. Crumbs berlokasi di dalam kantin FEB Unila sehingga sebagian besar konsumennya merupakan mahasiswa dan civitas akademika.

Permasalahan yang dapat ditemukan adalah antrean yang menumpuk pada jam ramai, terutama ketika jam istirahat atau pergantian kelas. Kondisi tersebut dapat membuat pelanggan harus menunggu cukup lama dan berpotensi membuat sebagian pelanggan memilih tempat lain.

Dari sisi digital, Crumbs sebenarnya sudah menggunakan TikTok sebagai media promosi, tetapi pemanfaatannya masih belum optimal sehingga jangkauan konten belum maksimal. Oleh karena itu, peluang yang dapat dikembangkan adalah memanfaatkan teknologi digital untuk pemesanan sebelum datang atau sebelum mengambil pesanan, sekaligus meningkatkan promosi melalui media sosial.

Salah satu alternatifnya adalah menggunakan ShopeeFood dengan fitur Pick Up, sehingga pelanggan dapat melakukan pemesanan terlebih dahulu kemudian mengambil pesanan di Crumbs tanpa harus mengikuti antrean pemesanan dari awal. Fitur delivery juga dapat digunakan sebagai pilihan tambahan, tetapi lokasi Crumbs yang berada di dalam kantin FEB Unila perlu diperhatikan karena driver mungkin mengalami kesulitan untuk masuk ke area kantin. Apabila delivery digunakan, pengambilan atau pengantaran dapat diarahkan ke titik temu di bagian depan FEB agar lebih mudah bagi driver maupun pelanggan.

1. Evaluate (Mengevaluasi)

Menilai potensi pasar, kesiapan sumber daya, dan risiko sebelum peluang dijalankan

Peluang digitalisasi Crumbs cukup besar karena target konsumennya merupakan mahasiswa yang sudah terbiasa menggunakan layanan digital seperti TikTok, Shopee, dan layanan pesan-antar makanan. Sistem Pick Up juga relatif mudah diterapkan karena tidak membutuhkan pembuatan aplikasi sendiri dan pelanggan sudah familiar dengan sistem pemesanan melalui platform digital.

Dari sisi sumber daya, Crumbs perlu memastikan ketersediaan perangkat untuk menerima pesanan digital, koneksi internet, serta pembagian tugas antara karyawan yang menangani pesanan langsung dan pesanan online. Sistem pemesanan juga perlu dibuat sederhana agar tidak justru menambah beban kerja ketika kondisi kantin sedang ramai.

Untuk promosi, TikTok dapat dimaksimalkan dengan membuat konten yang lebih konsisten, misalnya video menu, proses pembuatan minuman, promo mahasiswa, menu yang sedang populer, serta konten yang mengikuti tren. TikTok Ads dapat digunakan secara bertahap untuk memperluas jangkauan kepada mahasiswa di sekitar wilayah kampus.

Risiko yang perlu diperhatikan antara lain pesanan online yang menumpuk ketika kondisi toko ramai, kesalahan dalam menyiapkan pesanan, serta biaya tambahan dari penggunaan platform dan iklan. Oleh karena itu, penerapan sebaiknya dilakukan secara bertahap dan dievaluasi berdasarkan jumlah pesanan, waktu pelayanan, serta efektivitas promosi.

1. Exploit (Mewujudkan)

Membangun sistem bisnis yang efisien untuk merealisasikan peluang dan menghasilkan nilai secara berkelanjutan

Penerapan dapat dimulai dengan mengintegrasikan ShopeeFood sebagai saluran pemesanan Pick Up. Pelanggan dapat memilih menu, melakukan pembayaran melalui platform, kemudian datang ke Crumbs untuk mengambil pesanan yang telah disiapkan. Dengan demikian, pelanggan tidak perlu melakukan pemesanan dari awal ketika tiba di kantin sehingga antrean dapat dikurangi.

Untuk layanan delivery, Crumbs dapat menyediakan titik pengantaran di depan FEB Unila. Pelanggan yang ingin menggunakan delivery dapat diarahkan untuk memberikan lokasi yang mudah dijangkau driver. Crumbs kemudian menyiapkan pesanan dan menyerahkannya kepada driver di titik tersebut. Cara ini lebih realistis dibandingkan mengharuskan driver masuk ke dalam kantin.

Selain pemesanan, Crumbs dapat mengembangkan strategi promosi digital melalui TikTok secara lebih terencana. Konten dapat dibuat secara rutin dengan tema harga yang sesuai mahasiswa, menu favorit, promo khusus mahasiswa, dan suasana Crumbs di kantin FEB. Setelah menemukan jenis konten yang memiliki respons paling baik, Crumbs dapat menggunakan TikTok Ads untuk memperluas jangkauan konten kepada calon konsumen di sekitar kampus.

Dengan sistem tersebut, alur bisnis Crumbs dapat dibuat menjadi:

Promosi TikTok → Pelanggan melihat menu/promo → Pesan melalui Jasa Titip/Shopeefood→ Diutamakan memilih Pick Up→ Pesanan disiapkan → Pelanggan mengambil di Crumbs/titik depan FEB → Transaksi selesai.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by NABILA ZAKIA ILMI -
Kelompok 7

1. Khashia Nadia 2411012024
2. Linda Ovy Rahayu 2411012044
3. Rintan Susanti 2411012032
4. Annisya Agustina 2411012026
5. Rahmasari Rahayu 2411012061
6. Trie Intan Kusuma 2411012057
7. Nabila Zakia Ilmi 2451012023

STORYNEST
Apa itu STORYNEST?

storynest merupakan Custom Digital Storybook bisnis berbasis teknologi yang menyediakan buku cerita digital untuk anak yang dapat dibuat secara personal sesuai dengan karakter dan kebutuhan anak. Pelanggan dapat memilih tema cerita, karakter, nama anak, serta nilai atau pesan moral yang ingin disampaikan.

Proses pembuatan storybook memanfaatkan teknologi digital dan AI untuk membantu menghasilkan cerita serta ilustrasi yang sesuai. Setelah selesai, storybook dapat diberikan kepada pelanggan dalam bentuk digital sehingga dapat dibaca melalui smartphone, tablet, maupun komputer.

Custom Digital Storybook hadir sebagai alternatif bagi orang tua yang ingin memberikan bacaan yang lebih personal dan menarik untuk anak. Selain itu, produk ini dapat membantu mengenalkan nilai-nilai seperti kejujuran, keberanian, tanggung jawab, persahabatan, dan kemandirian melalui cerita yang dibuat khusus untuk anak.

Fitur yang dapat ditawarkan Custom Digital Storybook:

* Custom nama dan karakter anak
* Pilihan tema cerita
* Pilihan nilai atau pesan moral
* Ilustrasi yang disesuaikan dengan cerita
* Pilihan jumlah halaman
* Storybook dalam format digital
* Preview sebelum pembelian
* Penyimpanan cerita untuk pemesanan ulang

Kerangka Bisnis Technopreneurship Custom Digital Storybook

1. DISCOVER (Menemukan)

Masalah:
Buku cerita anak yang tersedia di pasaran umumnya memiliki cerita dan karakter yang sama untuk semua pembaca. Orang tua yang ingin memberikan cerita yang lebih personal harus mencari atau membuat cerita sendiri, yang membutuhkan waktu dan kreativitas. Selain itu, tidak semua buku cerita sesuai dengan nilai atau topik yang ingin dikenalkan kepada anak.

Peluang bisnis:
Membuat platform Custom Digital Storybook yang memungkinkan orang tua membuat buku cerita digital secara personal dengan bantuan teknologi AI. Pelanggan dapat menentukan nama, karakter, tema, dan pesan moral sehingga setiap cerita dapat disesuaikan dengan kebutuhan anak.

Target pengguna:
Orang tua dengan anak usia dini hingga sekolah dasar, guru dan tenaga pendidik, serta orang yang mencari produk digital edukatif untuk anak.

2. EVALUATE (Mengevaluasi)

Validasi kebutuhan:
Melakukan survei atau wawancara kepada orang tua dan guru untuk mengetahui kebutuhan terhadap buku cerita digital, jenis cerita yang disukai anak, serta fitur personalisasi yang dianggap penting.

Analisis kompetitor:
Membandingkan produk buku cerita digital dan platform storybook yang sudah tersedia dari sisi harga, kualitas ilustrasi, pilihan cerita, tingkat personalisasi, kemudahan penggunaan, serta format produk.

Keunggulan:
Pelanggan dapat membuat cerita yang lebih personal dengan memasukkan nama dan karakter anak sendiri. Penggunaan AI juga dapat membantu menghasilkan cerita dan ilustrasi dengan lebih cepat sehingga produk dapat dibuat sesuai permintaan pelanggan.

Kelayakan bisnis:
Produk dapat dibuat dan dijual secara digital tanpa membutuhkan biaya produksi dan penyimpanan fisik. Model bisnis dapat menggunakan sistem pembayaran per storybook, paket cerita, atau subscription untuk mendapatkan cerita baru secara berkala.

3. EXPLOIT (Mewujudkan)

MVP:
Website sederhana yang memungkinkan pelanggan memilih tema, memasukkan nama dan karakter anak, memilih pesan moral, menentukan gaya ilustrasi, melihat preview storybook, kemudian melakukan pemesanan. Storybook yang telah selesai diberikan dalam bentuk PDF atau digital book.

Pengembangan selanjutnya:
Menambahkan fitur AI untuk menghasilkan cerita secara otomatis, voice narration agar cerita dapat didengarkan, animasi sederhana, pilihan bahasa, karakter yang lebih interaktif, serta akun pengguna untuk menyimpan dan mengakses koleksi storybook.

Strategi pemasaran:
Promosi melalui TikTok dan Instagram dengan menampilkan contoh storybook dan proses personalisasi. Menyediakan beberapa cerita gratis sebagai contoh, bekerja sama dengan parenting community dan guru, serta menawarkan paket bundling atau diskon untuk pembelian beberapa storybook.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by Trie intan kesuma 2411012057 -
Kelompok 7

1. Khashia Nadia 2411012024
2. Linda Ovy Rahayu 2411012044
3. Rintan Susanti 2411012032
4. Annisya Agustina 2411012026
5. Rahmasari Rahayu 2411012061
6. Trie Intan Kusuma 2411012057
7. Nabila Zakia Ilmi 2451012023

STORYNEST
Apa itu STORYNEST?

storynest merupakan Custom Digital Storybook bisnis berbasis teknologi yang menyediakan buku cerita digital untuk anak yang dapat dibuat secara personal sesuai dengan karakter dan kebutuhan anak. Pelanggan dapat memilih tema cerita, karakter, nama anak, serta nilai atau pesan moral yang ingin disampaikan.

Proses pembuatan storybook memanfaatkan teknologi digital dan AI untuk membantu menghasilkan cerita serta ilustrasi yang sesuai. Setelah selesai, storybook dapat diberikan kepada pelanggan dalam bentuk digital sehingga dapat dibaca melalui smartphone, tablet, maupun komputer.

Custom Digital Storybook hadir sebagai alternatif bagi orang tua yang ingin memberikan bacaan yang lebih personal dan menarik untuk anak. Selain itu, produk ini dapat membantu mengenalkan nilai-nilai seperti kejujuran, keberanian, tanggung jawab, persahabatan, dan kemandirian melalui cerita yang dibuat khusus untuk anak.

Fitur yang dapat ditawarkan Custom Digital Storybook:

* Custom nama dan karakter anak
* Pilihan tema cerita
* Pilihan nilai atau pesan moral
* Ilustrasi yang disesuaikan dengan cerita
* Pilihan jumlah halaman
* Storybook dalam format digital
* Preview sebelum pembelian
* Penyimpanan cerita untuk pemesanan ulang

Kerangka Bisnis Technopreneurship Custom Digital Storybook

1. DISCOVER (Menemukan)

Masalah:
Buku cerita anak yang tersedia di pasaran umumnya memiliki cerita dan karakter yang sama untuk semua pembaca. Orang tua yang ingin memberikan cerita yang lebih personal harus mencari atau membuat cerita sendiri, yang membutuhkan waktu dan kreativitas. Selain itu, tidak semua buku cerita sesuai dengan nilai atau topik yang ingin dikenalkan kepada anak.

Peluang bisnis:
Membuat platform Custom Digital Storybook yang memungkinkan orang tua membuat buku cerita digital secara personal dengan bantuan teknologi AI. Pelanggan dapat menentukan nama, karakter, tema, dan pesan moral sehingga setiap cerita dapat disesuaikan dengan kebutuhan anak.

Target pengguna:
Orang tua dengan anak usia dini hingga sekolah dasar, guru dan tenaga pendidik, serta orang yang mencari produk digital edukatif untuk anak.

2. EVALUATE (Mengevaluasi)

Validasi kebutuhan:
Melakukan survei atau wawancara kepada orang tua dan guru untuk mengetahui kebutuhan terhadap buku cerita digital, jenis cerita yang disukai anak, serta fitur personalisasi yang dianggap penting.

Analisis kompetitor:
Membandingkan produk buku cerita digital dan platform storybook yang sudah tersedia dari sisi harga, kualitas ilustrasi, pilihan cerita, tingkat personalisasi, kemudahan penggunaan, serta format produk.

Keunggulan:
Pelanggan dapat membuat cerita yang lebih personal dengan memasukkan nama dan karakter anak sendiri. Penggunaan AI juga dapat membantu menghasilkan cerita dan ilustrasi dengan lebih cepat sehingga produk dapat dibuat sesuai permintaan pelanggan.

Kelayakan bisnis:
Produk dapat dibuat dan dijual secara digital tanpa membutuhkan biaya produksi dan penyimpanan fisik. Model bisnis dapat menggunakan sistem pembayaran per storybook, paket cerita, atau subscription untuk mendapatkan cerita baru secara berkala.

3. EXPLOIT (Mewujudkan)

MVP:
Website sederhana yang memungkinkan pelanggan memilih tema, memasukkan nama dan karakter anak, memilih pesan moral, menentukan gaya ilustrasi, melihat preview storybook, kemudian melakukan pemesanan. Storybook yang telah selesai diberikan dalam bentuk PDF atau digital book.

Pengembangan selanjutnya:
Menambahkan fitur AI untuk menghasilkan cerita secara otomatis, voice narration agar cerita dapat didengarkan, animasi sederhana, pilihan bahasa, karakter yang lebih interaktif, serta akun pengguna untuk menyimpan dan mengakses koleksi storybook.

Strategi pemasaran:
Promosi melalui TikTok dan Instagram dengan menampilkan contoh storybook dan proses personalisasi. Menyediakan beberapa cerita gratis sebagai contoh, bekerja sama dengan parenting community dan guru, serta menawarkan paket bundling atau diskon untuk pembelian beberapa storybook.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by Linda Ovi Rahayu -
Kelompok 7

1. Khashia Nadia 2411012024
2. Linda Ovi Rahayu 2411012044
3. Rintan Susanti 2411012032
4. Annisya Agustina 2411012026
5. Rahmasari Rahayu 2411012061
6. Trie Intan Kusuma 2411012057
7. Nabila Zakia Ilmi 2451012023

STORYNEST
Apa itu STORYNEST?

storynest merupakan Custom Digital Storybook bisnis berbasis teknologi yang menyediakan buku cerita digital untuk anak yang dapat dibuat secara personal sesuai dengan karakter dan kebutuhan anak. Pelanggan dapat memilih tema cerita, karakter, nama anak, serta nilai atau pesan moral yang ingin disampaikan.

Proses pembuatan storybook memanfaatkan teknologi digital dan AI untuk membantu menghasilkan cerita serta ilustrasi yang sesuai. Setelah selesai, storybook dapat diberikan kepada pelanggan dalam bentuk digital sehingga dapat dibaca melalui smartphone, tablet, maupun komputer.

Custom Digital Storybook hadir sebagai alternatif bagi orang tua yang ingin memberikan bacaan yang lebih personal dan menarik untuk anak. Selain itu, produk ini dapat membantu mengenalkan nilai-nilai seperti kejujuran, keberanian, tanggung jawab, persahabatan, dan kemandirian melalui cerita yang dibuat khusus untuk anak.

Fitur yang dapat ditawarkan Custom Digital Storybook:

* Custom nama dan karakter anak
* Pilihan tema cerita
* Pilihan nilai atau pesan moral
* Ilustrasi yang disesuaikan dengan cerita
* Pilihan jumlah halaman
* Storybook dalam format digital
* Preview sebelum pembelian
* Penyimpanan cerita untuk pemesanan ulang

Kerangka Bisnis Technopreneurship Custom Digital Storybook

1. DISCOVER (Menemukan)

Masalah:
Buku cerita anak yang tersedia di pasaran umumnya memiliki cerita dan karakter yang sama untuk semua pembaca. Orang tua yang ingin memberikan cerita yang lebih personal harus mencari atau membuat cerita sendiri, yang membutuhkan waktu dan kreativitas. Selain itu, tidak semua buku cerita sesuai dengan nilai atau topik yang ingin dikenalkan kepada anak.

Peluang bisnis:
Membuat platform Custom Digital Storybook yang memungkinkan orang tua membuat buku cerita digital secara personal dengan bantuan teknologi AI. Pelanggan dapat menentukan nama, karakter, tema, dan pesan moral sehingga setiap cerita dapat disesuaikan dengan kebutuhan anak.

Target pengguna:
Orang tua dengan anak usia dini hingga sekolah dasar, guru dan tenaga pendidik, serta orang yang mencari produk digital edukatif untuk anak.

1. EVALUATE (Mengevaluasi)

Validasi kebutuhan:
Melakukan survei atau wawancara kepada orang tua dan guru untuk mengetahui kebutuhan terhadap buku cerita digital, jenis cerita yang disukai anak, serta fitur personalisasi yang dianggap penting.

Analisis kompetitor:
Membandingkan produk buku cerita digital dan platform storybook yang sudah tersedia dari sisi harga, kualitas ilustrasi, pilihan cerita, tingkat personalisasi, kemudahan penggunaan, serta format produk.

Keunggulan:
Pelanggan dapat membuat cerita yang lebih personal dengan memasukkan nama dan karakter anak sendiri. Penggunaan AI juga dapat membantu menghasilkan cerita dan ilustrasi dengan lebih cepat sehingga produk dapat dibuat sesuai permintaan pelanggan.

Kelayakan bisnis:
Produk dapat dibuat dan dijual secara digital tanpa membutuhkan biaya produksi dan penyimpanan fisik. Model bisnis dapat menggunakan sistem pembayaran per storybook, paket cerita, atau subscription untuk mendapatkan cerita baru secara berkala.

1. EXPLOIT (Mewujudkan)

MVP:
Website sederhana yang memungkinkan pelanggan memilih tema, memasukkan nama dan karakter anak, memilih pesan moral, menentukan gaya ilustrasi, melihat preview storybook, kemudian melakukan pemesanan. Storybook yang telah selesai diberikan dalam bentuk PDF atau digital book.

Pengembangan selanjutnya:
Menambahkan fitur AI untuk menghasilkan cerita secara otomatis, voice narration agar cerita dapat didengarkan, animasi sederhana, pilihan bahasa, karakter yang lebih interaktif, serta akun pengguna untuk menyimpan dan mengakses koleksi storybook.

Strategi pemasaran:
Promosi melalui TikTok dan Instagram dengan menampilkan contoh storybook dan proses personalisasi. Menyediakan beberapa cerita gratis sebagai contoh, bekerja sama dengan parenting community dan guru, serta menawarkan paket bundling atau diskon untuk pembelian beberapa storybook.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by annisya agustina -
Kelompok 7

1. Khashia Nadia 2411012024
2. Linda Ovi Rahayu 2411012044
3. Rintan Susanti 2411012032
4. Annisya Agustina 2411012026
5. Rahmasari Rahayu 2411012061
6. Trie Intan Kusuma 2411012057
7. Nabila Zakia Ilmi 2451012023

STORYNEST
Apa itu STORYNEST?

storynest merupakan Custom Digital Storybook bisnis berbasis teknologi yang menyediakan buku cerita digital untuk anak yang dapat dibuat secara personal sesuai dengan karakter dan kebutuhan anak. Pelanggan dapat memilih tema cerita, karakter, nama anak, serta nilai atau pesan moral yang ingin disampaikan.

Proses pembuatan storybook memanfaatkan teknologi digital dan AI untuk membantu menghasilkan cerita serta ilustrasi yang sesuai. Setelah selesai, storybook dapat diberikan kepada pelanggan dalam bentuk digital sehingga dapat dibaca melalui smartphone, tablet, maupun komputer.

Custom Digital Storybook hadir sebagai alternatif bagi orang tua yang ingin memberikan bacaan yang lebih personal dan menarik untuk anak. Selain itu, produk ini dapat membantu mengenalkan nilai-nilai seperti kejujuran, keberanian, tanggung jawab, persahabatan, dan kemandirian melalui cerita yang dibuat khusus untuk anak.

Fitur yang dapat ditawarkan Custom Digital Storybook:

* Custom nama dan karakter anak
* Pilihan tema cerita
* Pilihan nilai atau pesan moral
* Ilustrasi yang disesuaikan dengan cerita
* Pilihan jumlah halaman
* Storybook dalam format digital
* Preview sebelum pembelian
* Penyimpanan cerita untuk pemesanan ulang

Kerangka Bisnis Technopreneurship Custom Digital Storybook

1. DISCOVER (Menemukan)

Masalah:
Buku cerita anak yang tersedia di pasaran umumnya memiliki cerita dan karakter yang sama untuk semua pembaca. Orang tua yang ingin memberikan cerita yang lebih personal harus mencari atau membuat cerita sendiri, yang membutuhkan waktu dan kreativitas. Selain itu, tidak semua buku cerita sesuai dengan nilai atau topik yang ingin dikenalkan kepada anak.

Peluang bisnis:
Membuat platform Custom Digital Storybook yang memungkinkan orang tua membuat buku cerita digital secara personal dengan bantuan teknologi AI. Pelanggan dapat menentukan nama, karakter, tema, dan pesan moral sehingga setiap cerita dapat disesuaikan dengan kebutuhan anak.

Target pengguna:
Orang tua dengan anak usia dini hingga sekolah dasar, guru dan tenaga pendidik, serta orang yang mencari produk digital edukatif untuk anak.

2. EVALUATE (Mengevaluasi)

Validasi kebutuhan:
Melakukan survei atau wawancara kepada orang tua dan guru untuk mengetahui kebutuhan terhadap buku cerita digital, jenis cerita yang disukai anak, serta fitur personalisasi yang dianggap penting.

Analisis kompetitor:
Membandingkan produk buku cerita digital dan platform storybook yang sudah tersedia dari sisi harga, kualitas ilustrasi, pilihan cerita, tingkat personalisasi, kemudahan penggunaan, serta format produk.

Keunggulan:
Pelanggan dapat membuat cerita yang lebih personal dengan memasukkan nama dan karakter anak sendiri. Penggunaan AI juga dapat membantu menghasilkan cerita dan ilustrasi dengan lebih cepat sehingga produk dapat dibuat sesuai permintaan pelanggan.

Kelayakan bisnis:
Produk dapat dibuat dan dijual secara digital tanpa membutuhkan biaya produksi dan penyimpanan fisik. Model bisnis dapat menggunakan sistem pembayaran per storybook, paket cerita, atau subscription untuk mendapatkan cerita baru secara berkala.

1. EXPLOIT (Mewujudkan)

MVP:
Website sederhana yang memungkinkan pelanggan memilih tema, memasukkan nama dan karakter anak, memilih pesan moral, menentukan gaya ilustrasi, melihat preview storybook, kemudian melakukan pemesanan. Storybook yang telah selesai diberikan dalam bentuk PDF atau digital book.

Pengembangan selanjutnya:
Menambahkan fitur AI untuk menghasilkan cerita secara otomatis, voice narration agar cerita dapat didengarkan, animasi sederhana, pilihan bahasa, karakter yang lebih interaktif, serta akun pengguna untuk menyimpan dan mengakses koleksi storybook.

Strategi pemasaran:
Promosi melalui TikTok dan Instagram dengan menampilkan contoh storybook dan proses personalisasi. Menyediakan beberapa cerita gratis sebagai contoh, bekerja sama dengan parenting community dan guru, serta menawarkan paket bundling atau diskon untuk pembelian beberapa storybook.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by Rintan Susanti . -
Kelompok 7

1. Khashia Nadia 2411012024
2. Linda Ovi Rahayu 2411012044
3. Rintan Susanti 2411012032
4. Annisya Agustina 2411012026
5. Rahmasari Rahayu 2411012061
6. Trie Intan Kusuma 2411012057
7. Nabila Zakia Ilmi 2451012023

STORYNEST
Apa itu STORYNEST?

storynest merupakan Custom Digital Storybook bisnis berbasis teknologi yang menyediakan buku cerita digital untuk anak yang dapat dibuat secara personal sesuai dengan karakter dan kebutuhan anak. Pelanggan dapat memilih tema cerita, karakter, nama anak, serta nilai atau pesan moral yang ingin disampaikan.

Proses pembuatan storybook memanfaatkan teknologi digital dan AI untuk membantu menghasilkan cerita serta ilustrasi yang sesuai. Setelah selesai, storybook dapat diberikan kepada pelanggan dalam bentuk digital sehingga dapat dibaca melalui smartphone, tablet, maupun komputer.

Custom Digital Storybook hadir sebagai alternatif bagi orang tua yang ingin memberikan bacaan yang lebih personal dan menarik untuk anak. Selain itu, produk ini dapat membantu mengenalkan nilai-nilai seperti kejujuran, keberanian, tanggung jawab, persahabatan, dan kemandirian melalui cerita yang dibuat khusus untuk anak.

Fitur yang dapat ditawarkan Custom Digital Storybook:

* Custom nama dan karakter anak
* Pilihan tema cerita
* Pilihan nilai atau pesan moral
* Ilustrasi yang disesuaikan dengan cerita
* Pilihan jumlah halaman
* Storybook dalam format digital
* Preview sebelum pembelian
* Penyimpanan cerita untuk pemesanan ulang

Kerangka Bisnis Technopreneurship Custom Digital Storybook

1. DISCOVER (Menemukan)

Masalah:
Buku cerita anak yang tersedia di pasaran umumnya memiliki cerita dan karakter yang sama untuk semua pembaca. Orang tua yang ingin memberikan cerita yang lebih personal harus mencari atau membuat cerita sendiri, yang membutuhkan waktu dan kreativitas. Selain itu, tidak semua buku cerita sesuai dengan nilai atau topik yang ingin dikenalkan kepada anak.

Peluang bisnis:
Membuat platform Custom Digital Storybook yang memungkinkan orang tua membuat buku cerita digital secara personal dengan bantuan teknologi AI. Pelanggan dapat menentukan nama, karakter, tema, dan pesan moral sehingga setiap cerita dapat disesuaikan dengan kebutuhan anak.

Target pengguna:
Orang tua dengan anak usia dini hingga sekolah dasar, guru dan tenaga pendidik, serta orang yang mencari produk digital edukatif untuk anak.

2. EVALUATE (Mengevaluasi)

Validasi kebutuhan:
Melakukan survei atau wawancara kepada orang tua dan guru untuk mengetahui kebutuhan terhadap buku cerita digital, jenis cerita yang disukai anak, serta fitur personalisasi yang dianggap penting.

Analisis kompetitor:
Membandingkan produk buku cerita digital dan platform storybook yang sudah tersedia dari sisi harga, kualitas ilustrasi, pilihan cerita, tingkat personalisasi, kemudahan penggunaan, serta format produk.

Keunggulan:
Pelanggan dapat membuat cerita yang lebih personal dengan memasukkan nama dan karakter anak sendiri. Penggunaan AI juga dapat membantu menghasilkan cerita dan ilustrasi dengan lebih cepat sehingga produk dapat dibuat sesuai permintaan pelanggan.

Kelayakan bisnis:
Produk dapat dibuat dan dijual secara digital tanpa membutuhkan biaya produksi dan penyimpanan fisik. Model bisnis dapat menggunakan sistem pembayaran per storybook, paket cerita, atau subscription untuk mendapatkan cerita baru secara berkala.

1. EXPLOIT (Mewujudkan)

MVP:
Website sederhana yang memungkinkan pelanggan memilih tema, memasukkan nama dan karakter anak, memilih pesan moral, menentukan gaya ilustrasi, melihat preview storybook, kemudian melakukan pemesanan. Storybook yang telah selesai diberikan dalam bentuk PDF atau digital book.

Pengembangan selanjutnya:
Menambahkan fitur AI untuk menghasilkan cerita secara otomatis, voice narration agar cerita dapat didengarkan, animasi sederhana, pilihan bahasa, karakter yang lebih interaktif, serta akun pengguna untuk menyimpan dan mengakses koleksi storybook.

Strategi pemasaran:
Promosi melalui TikTok dan Instagram dengan menampilkan contoh storybook dan proses personalisasi. Menyediakan beberapa cerita gratis sebagai contoh, bekerja sama dengan parenting community dan guru, serta menawarkan paket bundling atau diskon untuk pembelian beberapa storybook.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by Khashia Nadia Putri Pramudiyanto -
Kelompok 7

1. Khashia Nadia 2411012024
2. Linda Ovi Rahayu 2411012044
3. Rintan Susanti 2411012032
4. Annisya Agustina 2411012026
5. Rahmasari Rahayu 2411012061
6. Trie Intan Kusuma 2411012057
7. Nabila Zakia Ilmi 2451012023

STORYNEST
Apa itu STORYNEST?

storynest merupakan Custom Digital Storybook bisnis berbasis teknologi yang menyediakan buku cerita digital untuk anak yang dapat dibuat secara personal sesuai dengan karakter dan kebutuhan anak. Pelanggan dapat memilih tema cerita, karakter, nama anak, serta nilai atau pesan moral yang ingin disampaikan.

Proses pembuatan storybook memanfaatkan teknologi digital dan AI untuk membantu menghasilkan cerita serta ilustrasi yang sesuai. Setelah selesai, storybook dapat diberikan kepada pelanggan dalam bentuk digital sehingga dapat dibaca melalui smartphone, tablet, maupun komputer.

Custom Digital Storybook hadir sebagai alternatif bagi orang tua yang ingin memberikan bacaan yang lebih personal dan menarik untuk anak. Selain itu, produk ini dapat membantu mengenalkan nilai-nilai seperti kejujuran, keberanian, tanggung jawab, persahabatan, dan kemandirian melalui cerita yang dibuat khusus untuk anak.

Fitur yang dapat ditawarkan Custom Digital Storybook:

* Custom nama dan karakter anak
* Pilihan tema cerita
* Pilihan nilai atau pesan moral
* Ilustrasi yang disesuaikan dengan cerita
* Pilihan jumlah halaman
* Storybook dalam format digital
* Preview sebelum pembelian
* Penyimpanan cerita untuk pemesanan ulang

Kerangka Bisnis Technopreneurship Custom Digital Storybook

1. DISCOVER (Menemukan)

Masalah:
Buku cerita anak yang tersedia di pasaran umumnya memiliki cerita dan karakter yang sama untuk semua pembaca. Orang tua yang ingin memberikan cerita yang lebih personal harus mencari atau membuat cerita sendiri, yang membutuhkan waktu dan kreativitas. Selain itu, tidak semua buku cerita sesuai dengan nilai atau topik yang ingin dikenalkan kepada anak.

Peluang bisnis:
Membuat platform Custom Digital Storybook yang memungkinkan orang tua membuat buku cerita digital secara personal dengan bantuan teknologi AI. Pelanggan dapat menentukan nama, karakter, tema, dan pesan moral sehingga setiap cerita dapat disesuaikan dengan kebutuhan anak.

Target pengguna:
Orang tua dengan anak usia dini hingga sekolah dasar, guru dan tenaga pendidik, serta orang yang mencari produk digital edukatif untuk anak.

2. EVALUATE (Mengevaluasi)

Validasi kebutuhan:
Melakukan survei atau wawancara kepada orang tua dan guru untuk mengetahui kebutuhan terhadap buku cerita digital, jenis cerita yang disukai anak, serta fitur personalisasi yang dianggap penting.

Analisis kompetitor:
Membandingkan produk buku cerita digital dan platform storybook yang sudah tersedia dari sisi harga, kualitas ilustrasi, pilihan cerita, tingkat personalisasi, kemudahan penggunaan, serta format produk.

Keunggulan:
Pelanggan dapat membuat cerita yang lebih personal dengan memasukkan nama dan karakter anak sendiri. Penggunaan AI juga dapat membantu menghasilkan cerita dan ilustrasi dengan lebih cepat sehingga produk dapat dibuat sesuai permintaan pelanggan.

Kelayakan bisnis:
Produk dapat dibuat dan dijual secara digital tanpa membutuhkan biaya produksi dan penyimpanan fisik. Model bisnis dapat menggunakan sistem pembayaran per storybook, paket cerita, atau subscription untuk mendapatkan cerita baru secara berkala.

3. EXPLOIT (Mewujudkan)

MVP:
Website sederhana yang memungkinkan pelanggan memilih tema, memasukkan nama dan karakter anak, memilih pesan moral, menentukan gaya ilustrasi, melihat preview storybook, kemudian melakukan pemesanan. Storybook yang telah selesai diberikan dalam bentuk PDF atau digital book.

Pengembangan selanjutnya:
Menambahkan fitur AI untuk menghasilkan cerita secara otomatis, voice narration agar cerita dapat didengarkan, animasi sederhana, pilihan bahasa, karakter yang lebih interaktif, serta akun pengguna untuk menyimpan dan mengakses koleksi storybook.

Strategi pemasaran:
Promosi melalui TikTok dan Instagram dengan menampilkan contoh storybook dan proses personalisasi. Menyediakan beberapa cerita gratis sebagai contoh, bekerja sama dengan parenting community dan guru, serta menawarkan paket bundling atau diskon untuk pembelian beberapa storybook.
Picture of Linda Ovi Rahayu
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.
Re: RESPONSI SESI 2
by Linda Ovi Rahayu - Wednesday, 2 September 2026, 1:24 PM
Kelompok 7

1. Khashia Nadia 2411012024
2. Linda Ovi Rahayu 2411012044
3. Rintan Susanti 2411012032
4. Annisya Agustina 2411012026
5. Rahmasari Rahayu 2411012061
6. Trie Intan Kusuma 2411012057
7. Nabila Zakia Ilmi 2451012023

STORYNEST
Apa itu STORYNEST?

storynest merupakan Custom Digital Storybook bisnis berbasis teknologi yang menyediakan buku cerita digital untuk anak yang dapat dibuat secara personal sesuai dengan karakter dan kebutuhan anak. Pelanggan dapat memilih tema cerita, karakter, nama anak, serta nilai atau pesan moral yang ingin disampaikan.

Proses pembuatan storybook memanfaatkan teknologi digital dan AI untuk membantu menghasilkan cerita serta ilustrasi yang sesuai. Setelah selesai, storybook dapat diberikan kepada pelanggan dalam bentuk digital sehingga dapat dibaca melalui smartphone, tablet, maupun komputer.

Custom Digital Storybook hadir sebagai alternatif bagi orang tua yang ingin memberikan bacaan yang lebih personal dan menarik untuk anak. Selain itu, produk ini dapat membantu mengenalkan nilai-nilai seperti kejujuran, keberanian, tanggung jawab, persahabatan, dan kemandirian melalui cerita yang dibuat khusus untuk anak.

Fitur yang dapat ditawarkan Custom Digital Storybook:

* Custom nama dan karakter anak
* Pilihan tema cerita
* Pilihan nilai atau pesan moral
* Ilustrasi yang disesuaikan dengan cerita
* Pilihan jumlah halaman
* Storybook dalam format digital
* Preview sebelum pembelian
* Penyimpanan cerita untuk pemesanan ulang

Kerangka Bisnis Technopreneurship Custom Digital Storybook

1. DISCOVER (Menemukan)

Masalah:
Buku cerita anak yang tersedia di pasaran umumnya memiliki cerita dan karakter yang sama untuk semua pembaca. Orang tua yang ingin memberikan cerita yang lebih personal harus mencari atau membuat cerita sendiri, yang membutuhkan waktu dan kreativitas. Selain itu, tidak semua buku cerita sesuai dengan nilai atau topik yang ingin dikenalkan kepada anak.

Peluang bisnis:
Membuat platform Custom Digital Storybook yang memungkinkan orang tua membuat buku cerita digital secara personal dengan bantuan teknologi AI. Pelanggan dapat menentukan nama, karakter, tema, dan pesan moral sehingga setiap cerita dapat disesuaikan dengan kebutuhan anak.

Target pengguna:
Orang tua dengan anak usia dini hingga sekolah dasar, guru dan tenaga pendidik, serta orang yang mencari produk digital edukatif untuk anak.

1. EVALUATE (Mengevaluasi)

Validasi kebutuhan:
Melakukan survei atau wawancara kepada orang tua dan guru untuk mengetahui kebutuhan terhadap buku cerita digital, jenis cerita yang disukai anak, serta fitur personalisasi yang dianggap penting.

Analisis kompetitor:
Membandingkan produk buku cerita digital dan platform storybook yang sudah tersedia dari sisi harga, kualitas ilustrasi, pilihan cerita, tingkat personalisasi, kemudahan penggunaan, serta format produk.

Keunggulan:
Pelanggan dapat membuat cerita yang lebih personal dengan memasukkan nama dan karakter anak sendiri. Penggunaan AI juga dapat membantu menghasilkan cerita dan ilustrasi dengan lebih cepat sehingga produk dapat dibuat sesuai permintaan pelanggan.

Kelayakan bisnis:
Produk dapat dibuat dan dijual secara digital tanpa membutuhkan biaya produksi dan penyimpanan fisik. Model bisnis dapat menggunakan sistem pembayaran per storybook, paket cerita, atau subscription untuk mendapatkan cerita baru secara berkala.

1. EXPLOIT (Mewujudkan)

MVP:
Website sederhana yang memungkinkan pelanggan memilih tema, memasukkan nama dan karakter anak, memilih pesan moral, menentukan gaya ilustrasi, melihat preview storybook, kemudian melakukan pemesanan. Storybook yang telah selesai diberikan dalam bentuk PDF atau digital book.

Pengembangan selanjutnya:
Menambahkan fitur AI untuk menghasilkan cerita secara otomatis, voice narration agar cerita dapat didengarkan, animasi sederhana, pilihan bahasa, karakter yang lebih interaktif, serta akun pengguna untuk menyimpan dan mengakses koleksi storybook.

Strategi pemasaran:
Promosi melalui TikTok dan Instagram dengan menampilkan contoh storybook dan proses personalisasi. Menyediakan beberapa cerita gratis sebagai contoh, bekerja sama dengan parenting community dan guru, serta menawarkan paket bundling atau diskon untuk pembelian beberapa storybook.
Picture of annisya agustina
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.
Re: RESPONSI SESI 2
by annisya agustina - Wednesday, 2 September 2026, 1:25 PM
Kelompok 7

1. Khashia Nadia 2411012024
2. Linda Ovi Rahayu 2411012044
3. Rintan Susanti 2411012032
4. Annisya Agustina 2411012026
5. Rahmasari Rahayu 2411012061
6. Trie Intan Kusuma 2411012057
7. Nabila Zakia Ilmi 2451012023

STORYNEST
Apa itu STORYNEST?

storynest merupakan Custom Digital Storybook bisnis berbasis teknologi yang menyediakan buku cerita digital untuk anak yang dapat dibuat secara personal sesuai dengan karakter dan kebutuhan anak. Pelanggan dapat memilih tema cerita, karakter, nama anak, serta nilai atau pesan moral yang ingin disampaikan.

Proses pembuatan storybook memanfaatkan teknologi digital dan AI untuk membantu menghasilkan cerita serta ilustrasi yang sesuai. Setelah selesai, storybook dapat diberikan kepada pelanggan dalam bentuk digital sehingga dapat dibaca melalui smartphone, tablet, maupun komputer.

Custom Digital Storybook hadir sebagai alternatif bagi orang tua yang ingin memberikan bacaan yang lebih personal dan menarik untuk anak. Selain itu, produk ini dapat membantu mengenalkan nilai-nilai seperti kejujuran, keberanian, tanggung jawab, persahabatan, dan kemandirian melalui cerita yang dibuat khusus untuk anak.

Fitur yang dapat ditawarkan Custom Digital Storybook:

* Custom nama dan karakter anak
* Pilihan tema cerita
* Pilihan nilai atau pesan moral
* Ilustrasi yang disesuaikan dengan cerita
* Pilihan jumlah halaman
* Storybook dalam format digital
* Preview sebelum pembelian
* Penyimpanan cerita untuk pemesanan ulang

Kerangka Bisnis Technopreneurship Custom Digital Storybook

1. DISCOVER (Menemukan)

Masalah:
Buku cerita anak yang tersedia di pasaran umumnya memiliki cerita dan karakter yang sama untuk semua pembaca. Orang tua yang ingin memberikan cerita yang lebih personal harus mencari atau membuat cerita sendiri, yang membutuhkan waktu dan kreativitas. Selain itu, tidak semua buku cerita sesuai dengan nilai atau topik yang ingin dikenalkan kepada anak.

Peluang bisnis:
Membuat platform Custom Digital Storybook yang memungkinkan orang tua membuat buku cerita digital secara personal dengan bantuan teknologi AI. Pelanggan dapat menentukan nama, karakter, tema, dan pesan moral sehingga setiap cerita dapat disesuaikan dengan kebutuhan anak.

Target pengguna:
Orang tua dengan anak usia dini hingga sekolah dasar, guru dan tenaga pendidik, serta orang yang mencari produk digital edukatif untuk anak.

2. EVALUATE (Mengevaluasi)

Validasi kebutuhan:
Melakukan survei atau wawancara kepada orang tua dan guru untuk mengetahui kebutuhan terhadap buku cerita digital, jenis cerita yang disukai anak, serta fitur personalisasi yang dianggap penting.

Analisis kompetitor:
Membandingkan produk buku cerita digital dan platform storybook yang sudah tersedia dari sisi harga, kualitas ilustrasi, pilihan cerita, tingkat personalisasi, kemudahan penggunaan, serta format produk.

Keunggulan:
Pelanggan dapat membuat cerita yang lebih personal dengan memasukkan nama dan karakter anak sendiri. Penggunaan AI juga dapat membantu menghasilkan cerita dan ilustrasi dengan lebih cepat sehingga produk dapat dibuat sesuai permintaan pelanggan.

Kelayakan bisnis:
Produk dapat dibuat dan dijual secara digital tanpa membutuhkan biaya produksi dan penyimpanan fisik. Model bisnis dapat menggunakan sistem pembayaran per storybook, paket cerita, atau subscription untuk mendapatkan cerita baru secara berkala.

1. EXPLOIT (Mewujudkan)

MVP:
Website sederhana yang memungkinkan pelanggan memilih tema, memasukkan nama dan karakter anak, memilih pesan moral, menentukan gaya ilustrasi, melihat preview storybook, kemudian melakukan pemesanan. Storybook yang telah selesai diberikan dalam bentuk PDF atau digital book.

Pengembangan selanjutnya:
Menambahkan fitur AI untuk menghasilkan cerita secara otomatis, voice narration agar cerita dapat didengarkan, animasi sederhana, pilihan bahasa, karakter yang lebih interaktif, serta akun pengguna untuk menyimpan dan mengakses koleksi storybook.

Strategi pemasaran:
Promosi melalui TikTok dan Instagram dengan menampilkan contoh storybook dan proses personalisasi. Menyediakan beberapa cerita gratis sebagai contoh, bekerja sama dengan parenting community dan guru, serta menawarkan paket bundling atau diskon untuk pembelian beberapa storybook.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by Rahmasari Rahayu - -
Kelompok 7

1. Khashia Nadia 2411012024
2. Linda Ovy Rahayu 2411012044
3. Rintan Susanti 2411012032
4. Annisya Agustina 2411012026
5. Rahmasari Rahayu 2411012061
6. Trie Intan Kusuma 2411012057
7. Nabila Zakia Ilmi 2451012023

STORYNEST
Apa itu STORYNEST?

storynest merupakan Custom Digital Storybook bisnis berbasis teknologi yang menyediakan buku cerita digital untuk anak yang dapat dibuat secara personal sesuai dengan karakter dan kebutuhan anak. Pelanggan dapat memilih tema cerita, karakter, nama anak, serta nilai atau pesan moral yang ingin disampaikan.

Proses pembuatan storybook memanfaatkan teknologi digital dan AI untuk membantu menghasilkan cerita serta ilustrasi yang sesuai. Setelah selesai, storybook dapat diberikan kepada pelanggan dalam bentuk digital sehingga dapat dibaca melalui smartphone, tablet, maupun komputer.

Custom Digital Storybook hadir sebagai alternatif bagi orang tua yang ingin memberikan bacaan yang lebih personal dan menarik untuk anak. Selain itu, produk ini dapat membantu mengenalkan nilai-nilai seperti kejujuran, keberanian, tanggung jawab, persahabatan, dan kemandirian melalui cerita yang dibuat khusus untuk anak.

Fitur yang dapat ditawarkan Custom Digital Storybook:

* Custom nama dan karakter anak
* Pilihan tema cerita
* Pilihan nilai atau pesan moral
* Ilustrasi yang disesuaikan dengan cerita
* Pilihan jumlah halaman
* Storybook dalam format digital
* Preview sebelum pembelian
* Penyimpanan cerita untuk pemesanan ulang

Kerangka Bisnis Technopreneurship Custom Digital Storybook

1. DISCOVER (Menemukan)

Masalah:
Buku cerita anak yang tersedia di pasaran umumnya memiliki cerita dan karakter yang sama untuk semua pembaca. Orang tua yang ingin memberikan cerita yang lebih personal harus mencari atau membuat cerita sendiri, yang membutuhkan waktu dan kreativitas. Selain itu, tidak semua buku cerita sesuai dengan nilai atau topik yang ingin dikenalkan kepada anak.

Peluang bisnis:
Membuat platform Custom Digital Storybook yang memungkinkan orang tua membuat buku cerita digital secara personal dengan bantuan teknologi AI. Pelanggan dapat menentukan nama, karakter, tema, dan pesan moral sehingga setiap cerita dapat disesuaikan dengan kebutuhan anak.

Target pengguna:
Orang tua dengan anak usia dini hingga sekolah dasar, guru dan tenaga pendidik, serta orang yang mencari produk digital edukatif untuk anak.

1. EVALUATE (Mengevaluasi)

Validasi kebutuhan:
Melakukan survei atau wawancara kepada orang tua dan guru untuk mengetahui kebutuhan terhadap buku cerita digital, jenis cerita yang disukai anak, serta fitur personalisasi yang dianggap penting.

Analisis kompetitor:
Membandingkan produk buku cerita digital dan platform storybook yang sudah tersedia dari sisi harga, kualitas ilustrasi, pilihan cerita, tingkat personalisasi, kemudahan penggunaan, serta format produk.

Keunggulan:
Pelanggan dapat membuat cerita yang lebih personal dengan memasukkan nama dan karakter anak sendiri. Penggunaan AI juga dapat membantu menghasilkan cerita dan ilustrasi dengan lebih cepat sehingga produk dapat dibuat sesuai permintaan pelanggan.

Kelayakan bisnis:
Produk dapat dibuat dan dijual secara digital tanpa membutuhkan biaya produksi dan penyimpanan fisik. Model bisnis dapat menggunakan sistem pembayaran per storybook, paket cerita, atau subscription untuk mendapatkan cerita baru secara berkala.

1. EXPLOIT (Mewujudkan)

MVP:
Website sederhana yang memungkinkan pelanggan memilih tema, memasukkan nama dan karakter anak, memilih pesan moral, menentukan gaya ilustrasi, melihat preview storybook, kemudian melakukan pemesanan. Storybook yang telah selesai diberikan dalam bentuk PDF atau digital book.

Pengembangan selanjutnya:
Menambahkan fitur AI untuk menghasilkan cerita secara otomatis, voice narration agar cerita dapat didengarkan, animasi sederhana, pilihan bahasa, karakter yang lebih interaktif, serta akun pengguna untuk menyimpan dan mengakses koleksi storybook.

Strategi pemasaran:
Promosi melalui TikTok dan Instagram dengan menampilkan contoh storybook dan proses personalisasi. Menyediakan beberapa cerita gratis sebagai contoh, bekerja sama dengan parenting community dan guru, serta menawarkan paket bundling atau diskon untuk pembelian beberapa storybook.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 2

by Reihan Rizki Ananda -
Kelompok 6

Naufal Abbad Ihsanuddin (2411012006)
Muhammad Fathi Farhat (2411012034)
Naufal Atha Farezi (2411012038)
Reihan Rizki Ananda (2411012082)
Muhammad Umar Al Faruq (2451012031)

1. Discover (Menemukan)

Memahami kebutuhan pelanggan serta peran teknologi digital dalam memenuhi kebutuhan tersebut

Crumbs merupakan UMKM yang bergerak di bidang makanan dan minuman dengan berbagai pilihan menu seperti ice cream, coffee latte, dan berbagai jenis kopi seperti coffee shop pada umumnya. Crumbs berlokasi di dalam kantin FEB Unila sehingga sebagian besar konsumennya merupakan mahasiswa dan civitas akademika.

Permasalahan yang dapat ditemukan adalah antrean yang menumpuk pada jam ramai, terutama ketika jam istirahat atau pergantian kelas. Kondisi tersebut dapat membuat pelanggan harus menunggu cukup lama dan berpotensi membuat sebagian pelanggan memilih tempat lain.

Dari sisi digital, Crumbs sebenarnya sudah menggunakan TikTok sebagai media promosi, tetapi pemanfaatannya masih belum optimal sehingga jangkauan konten belum maksimal. Oleh karena itu, peluang yang dapat dikembangkan adalah memanfaatkan teknologi digital untuk pemesanan sebelum datang atau sebelum mengambil pesanan, sekaligus meningkatkan promosi melalui media sosial.

Salah satu alternatifnya adalah menggunakan ShopeeFood dengan fitur Pick Up, sehingga pelanggan dapat melakukan pemesanan terlebih dahulu kemudian mengambil pesanan di Crumbs tanpa harus mengikuti antrean pemesanan dari awal. Fitur delivery juga dapat digunakan sebagai pilihan tambahan, tetapi lokasi Crumbs yang berada di dalam kantin FEB Unila perlu diperhatikan karena driver mungkin mengalami kesulitan untuk masuk ke area kantin. Apabila delivery digunakan, pengambilan atau pengantaran dapat diarahkan ke titik temu di bagian depan FEB agar lebih mudah bagi driver maupun pelanggan.

1. Evaluate (Mengevaluasi)

Menilai potensi pasar, kesiapan sumber daya, dan risiko sebelum peluang dijalankan

Peluang digitalisasi Crumbs cukup besar karena target konsumennya merupakan mahasiswa yang sudah terbiasa menggunakan layanan digital seperti TikTok, Shopee, dan layanan pesan-antar makanan. Sistem Pick Up juga relatif mudah diterapkan karena tidak membutuhkan pembuatan aplikasi sendiri dan pelanggan sudah familiar dengan sistem pemesanan melalui platform digital.

Dari sisi sumber daya, Crumbs perlu memastikan ketersediaan perangkat untuk menerima pesanan digital, koneksi internet, serta pembagian tugas antara karyawan yang menangani pesanan langsung dan pesanan online. Sistem pemesanan juga perlu dibuat sederhana agar tidak justru menambah beban kerja ketika kondisi kantin sedang ramai.

Untuk promosi, TikTok dapat dimaksimalkan dengan membuat konten yang lebih konsisten, misalnya video menu, proses pembuatan minuman, promo mahasiswa, menu yang sedang populer, serta konten yang mengikuti tren. TikTok Ads dapat digunakan secara bertahap untuk memperluas jangkauan kepada mahasiswa di sekitar wilayah kampus.

Risiko yang perlu diperhatikan antara lain pesanan online yang menumpuk ketika kondisi toko ramai, kesalahan dalam menyiapkan pesanan, serta biaya tambahan dari penggunaan platform dan iklan. Oleh karena itu, penerapan sebaiknya dilakukan secara bertahap dan dievaluasi berdasarkan jumlah pesanan, waktu pelayanan, serta efektivitas promosi.

1. Exploit (Mewujudkan)

Membangun sistem bisnis yang efisien untuk merealisasikan peluang dan menghasilkan nilai secara berkelanjutan

Penerapan dapat dimulai dengan mengintegrasikan ShopeeFood sebagai saluran pemesanan Pick Up. Pelanggan dapat memilih menu, melakukan pembayaran melalui platform, kemudian datang ke Crumbs untuk mengambil pesanan yang telah disiapkan. Dengan demikian, pelanggan tidak perlu melakukan pemesanan dari awal ketika tiba di kantin sehingga antrean dapat dikurangi.

Untuk layanan delivery, Crumbs dapat menyediakan titik pengantaran di depan FEB Unila. Pelanggan yang ingin menggunakan delivery dapat diarahkan untuk memberikan lokasi yang mudah dijangkau driver. Crumbs kemudian menyiapkan pesanan dan menyerahkannya kepada driver di titik tersebut. Cara ini lebih realistis dibandingkan mengharuskan driver masuk ke dalam kantin.

Selain pemesanan, Crumbs dapat mengembangkan strategi promosi digital melalui TikTok secara lebih terencana. Konten dapat dibuat secara rutin dengan tema harga yang sesuai mahasiswa, menu favorit, promo khusus mahasiswa, dan suasana Crumbs di kantin FEB. Setelah menemukan jenis konten yang memiliki respons paling baik, Crumbs dapat menggunakan TikTok Ads untuk memperluas jangkauan konten kepada calon konsumen di sekitar kampus.

Dengan sistem tersebut, alur bisnis Crumbs dapat dibuat menjadi:

Promosi TikTok → Pelanggan melihat menu/promo → Pesan melalui Jasa Titip/Shopeefood→ Diutamakan memilih Pick Up→ Pesanan disiapkan → Pelanggan mengambil di Crumbs/titik depan FEB → Transaksi selesai.