responsi 3

responsi 3

responsi 3

by Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M. -
Number of replies: 39

Jawablah pertanyaan pertanyaan berikut ini:

1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?
2. Bagaimana cara menemukan dan menilai ide usaha?
3. Bagaimana memahami cara memulai dan mengembangkan usaha?
4. Bagaimana memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?

In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by Khashia Nadia Putri Pramudiyanto -
1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?
STORYNEST berawal dari kebutuhan orang tua akan bacaan anak yang menarik, edukatif, dan personal. Dari masalah tersebut, muncul peluang membuat Custom Digital Storybook yang dapat disesuaikan dengan nama, karakter, tema, dan nilai moral anak.

2. Bagaimana cara menemukan dan menilai ide usaha?
Ide STORYNEST ditemukan dengan melihat masalah pada bacaan anak dan mencari solusi berbasis teknologi. Kelayakannya dinilai melalui survei atau wawancara kepada orang tua dan guru, serta mempertimbangkan kebutuhan pasar, personalisasi, harga, kualitas, dan biaya produksi.

3. Bagaimana memahami cara memulai dan mengembangkan usaha?
STORYNEST akan dimulai melalui MVP berupa website sederhana untuk membuat dan memesan storybook digital. Selanjutnya, produk dikembangkan secara bertahap berdasarkan feedback pengguna, seperti menambahkan narasi suara, animasi, dan fitur interaktif.

4. Bagaimana memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?
Teknologi digunakan untuk membantu pembuatan cerita dan ilustrasi yang personal melalui AI, serta memudahkan pemesanan dan distribusi secara digital. Media sosial seperti Instagram dan TikTok juga dimanfaatkan untuk promosi dan menjangkau target pasar.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by NABILA ZAKIA ILMI -
Kelompok 7

1. Khashia Nadia 2411012024
2. Linda Ovy Rahayu 2411012044
3. Rintan Susanti 2411012032
4. Annisya Agustina 2411012026
5. Rahmasari Rahayu 2411012061
6. Trie Intan Kusuma 2411012057
7. Nabila Zakia Ilmi 2451012023

1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?

Pada STORYNEST, kebutuhan usaha kami berawal dari melihat bahwa orang tua membutuhkan media bacaan yang menarik, edukatif, dan sesuai dengan karakter anak. Buku cerita yang tersedia umumnya memiliki cerita dan karakter yang sama sehingga kurang personal. Dari masalah tersebut, kami melihat peluang untuk membuat Custom Digital Storybook yang dapat disesuaikan dengan nama, karakter, tema, dan nilai moral yang ingin dikenalkan kepada anak.

2. Bagaimana cara menemukan dan menilai ide usaha?

Ide STORYNEST ditemukan dengan mengidentifikasi masalah dalam bacaan anak, kemudian mencari solusi yang dapat memanfaatkan teknologi. Ide tersebut kami nilai melalui survei atau wawancara kepada orang tua dan guru, serta membandingkannya dengan produk storybook digital yang sudah ada. Kami melihat beberapa aspek seperti kebutuhan pasar, tingkat personalisasi, harga, kemudahan penggunaan, kualitas cerita dan ilustrasi, serta biaya produksi. Jika respons pasar menunjukkan bahwa orang tua membutuhkan produk tersebut dan produk dapat dibuat dengan biaya yang sesuai, maka ide STORYNEST dianggap layak untuk dikembangkan.

3. Bagaimana memahami cara memulai dan mengembangkan usaha?

Kami akan memulai STORYNEST dari MVP (Minimum Viable Product) berupa website sederhana. Pengguna dapat memilih tema, memasukkan nama dan karakter anak, memilih pesan moral, kemudian mendapatkan storybook digital dalam bentuk PDF atau digital book. Setelah mendapatkan feedback dari pengguna, STORYNEST dapat dikembangkan dengan menambahkan voice narration, animasi, pilihan bahasa, karakter interaktif, dan akun pengguna untuk menyimpan koleksi cerita. Pengembangan dilakukan secara bertahap berdasarkan kebutuhan dan feedback pelanggan.

4. Bagaimana memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?

Teknologi menjadi bagian utama dari STORYNEST. AI dapat digunakan untuk membantu membuat cerita dan ilustrasi yang disesuaikan dengan data yang diberikan pelanggan, sehingga proses pembuatan menjadi lebih cepat dan fleksibel. Website digunakan sebagai tempat pelanggan melakukan pemesanan dan melihat preview, sedangkan teknologi digital memungkinkan produk dikirim tanpa harus mencetak buku secara fisik. Selain itu, media sosial seperti TikTok dan Instagram dapat digunakan untuk mempromosikan contoh storybook dan menjangkau orang tua maupun guru.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by Alisya Harada Yuza 2411012039 -
Nama : Alisya Harada Yuza
NPM : 2411012039

1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?
 Kami melihat bahwa banyak anak kos membutuhkan lauk yang praktis karena memiliki aktivitas yang cukup padat. Dari kebutuhan tersebut, muncul peluang untuk menyediakan kentang mustofa sebagai lauk siap makan yang praktis dan mudah dinikmati.

2. Bagaimana cara menemukan dan menilai ide usaha?
Ide usaha MUSTIQ berasal dari melihat kebutuhan sehari-hari, terutama kebutuhan anak kos akan makanan yang praktis. Ide ini kemudian dinilai dari minat pasar, harga yang sesuai untuk mahasiswa, kualitas produk, serta kemampuan produk untuk bersaing.

3. Bagaimana memahami cara memulai dan mengembangkan usaha?
 Usaha dimulai dengan menyiapkan produk, menentukan resep, kemasan, harga, dan target konsumen. Untuk pengembangannya, MUSTIQ dapat menambah pilihan rasa dan ukuran kemasan serta membuat paket hemat agar lebih menarik bagi konsumen.

4. Bagaimana memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?
Teknologi dapat digunakan untuk membantu pemasaran dan penjualan, misalnya melalui media sosial dan marketplace. Selain itu, teknologi juga dapat membantu kami menerima masukan dari pelanggan dan mengetahui produk seperti apa yang lebih diminati.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by Rintan Susanti . -
Kelompok 7

1. Khashia Nadia 2411012024
2. Linda Ovi Rahayu 2411012044
3. Rintan Susanti 2411012032
4. Annisya Agustina 2411012026
5. Rahmasari Rahayu 2411012061
6. Trie Intan Kesuma 2411012057
7. Nabila Zakia Ilmi 2451012023


1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?

Pada STORYNEST, kebutuhan usaha kami berawal dari melihat bahwa orang tua membutuhkan media bacaan yang menarik, edukatif, dan sesuai dengan karakter anak. Buku cerita yang tersedia umumnya memiliki cerita dan karakter yang sama sehingga kurang personal. Dari masalah tersebut, kami melihat peluang untuk membuat Custom Digital Storybook yang dapat disesuaikan dengan nama, karakter, tema, dan nilai moral yang ingin dikenalkan kepada anak.

2. Bagaimana cara menemukan dan menilai ide usaha?

Ide STORYNEST ditemukan dengan mengidentifikasi masalah dalam bacaan anak, kemudian mencari solusi yang dapat memanfaatkan teknologi. Ide tersebut kami nilai melalui survei atau wawancara kepada orang tua dan guru, serta membandingkannya dengan produk storybook digital yang sudah ada. Kami melihat beberapa aspek seperti kebutuhan pasar, tingkat personalisasi, harga, kemudahan penggunaan, kualitas cerita dan ilustrasi, serta biaya produksi. Jika respons pasar menunjukkan bahwa orang tua membutuhkan produk tersebut dan produk dapat dibuat dengan biaya yang sesuai, maka ide STORYNEST dianggap layak untuk dikembangkan.

3. Bagaimana memahami cara memulai dan mengembangkan usaha?

Kami akan memulai STORYNEST dari MVP (Minimum Viable Product) berupa website sederhana. Pengguna dapat memilih tema, memasukkan nama dan karakter anak, memilih pesan moral, kemudian mendapatkan storybook digital dalam bentuk PDF atau digital book. Setelah mendapatkan feedback dari pengguna, STORYNEST dapat dikembangkan dengan menambahkan voice narration, animasi, pilihan bahasa, karakter interaktif, dan akun pengguna untuk menyimpan koleksi cerita. Pengembangan dilakukan secara bertahap berdasarkan kebutuhan dan feedback pelanggan.

4. Bagaimana memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?

Teknologi menjadi bagian utama dari STORYNEST. AI dapat digunakan untuk membantu membuat cerita dan ilustrasi yang disesuaikan dengan data yang diberikan pelanggan, sehingga proses pembuatan menjadi lebih cepat dan fleksibel. Website digunakan sebagai tempat pelanggan melakukan pemesanan dan melihat preview, sedangkan teknologi digital memungkinkan produk dikirim tanpa harus mencetak buku secara fisik. Selain itu, media sosial seperti TikTok dan Instagram dapat digunakan untuk mempromosikan contoh storybook dan menjangkau orang tua maupun guru.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by Naufal Abbad Ihsanuddin . -
1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?

Caranya dengan melihat langsung apa yang dibutuhkan pelanggan dan masalah yang mereka alami. Pada Crumbs, masalah yang terlihat adalah antrean yang sering menumpuk saat jam ramai. Dari masalah tersebut muncul peluang untuk menyediakan pemesanan melalui ShopeeFood fitur Pick Up, sehingga pelanggan bisa memesan terlebih dahulu tanpa harus lama mengantri.

2. Bagaimana cara menemukan dan menilai ide usaha?

Ide usaha bisa ditemukan dari masalah yang ada di sekitar kita. Ide Crumbs adalah mengurangi antrean dengan pemesanan online dan meningkatkan promosi melalui TikTok. Ide ini cukup realistis karena mahasiswa sudah terbiasa menggunakan ShopeeFood dan TikTok.

3. Bagaimana memahami cara memulai dan mengembangkan usaha?

Usaha dapat dimulai dari hal yang sederhana, yaitu menerapkan sistem Pick Up dan mengatur pesanan online agar tidak mengganggu pelanggan yang datang langsung. Setelah berjalan, Crumbs bisa menambahkan layanan Jasa Titip dengan titik pengantaran di depan FEB. Selanjutnya, sistem tersebut dievaluasi untuk melihat hasilnya.

4. Bagaimana memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?

Teknologi dapat digunakan untuk mempermudah pemesanan dan promosi. ShopeeFood digunakan untuk Pick Up atau Jasa Titip, sedangkan TikTok digunakan untuk promosi menu dan promo. Crumbs juga dapat mencoba TikTok Ads agar promosi bisa menjangkau lebih banyak mahasiswa di sekitar kampus.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by Naufal Atha Farezi -
1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?

Caranya dengan melihat langsung apa yang dibutuhkan pelanggan dan masalah yang mereka alami. Pada Crumbs, masalah yang terlihat adalah antrean yang sering menumpuk saat jam ramai. Dari masalah tersebut muncul peluang untuk menyediakan pemesanan melalui ShopeeFood fitur Pick Up, sehingga pelanggan bisa memesan terlebih dahulu tanpa harus lama mengantri.

2. Bagaimana cara menemukan dan menilai ide usaha?

Ide usaha bisa ditemukan dari masalah yang ada di sekitar kita. Ide Crumbs adalah mengurangi antrean dengan pemesanan online dan meningkatkan promosi melalui TikTok. Ide ini cukup realistis karena mahasiswa sudah terbiasa menggunakan ShopeeFood dan TikTok.

3. Bagaimana memahami cara memulai dan mengembangkan usaha?

Usaha dapat dimulai dari hal yang sederhana, yaitu menerapkan sistem Pick Up dan mengatur pesanan online agar tidak mengganggu pelanggan yang datang langsung. Setelah berjalan, Crumbs bisa menambahkan layanan Jasa Titip dengan titik pengantaran di depan FEB. Selanjutnya, sistem tersebut dievaluasi untuk melihat hasilnya.

4. Bagaimana memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?

Teknologi dapat digunakan untuk mempermudah pemesanan dan promosi. ShopeeFood digunakan untuk Pick Up atau Jasa Titip, sedangkan TikTok digunakan untuk promosi menu dan promo. Crumbs juga dapat mencoba TikTok Ads agar promosi bisa menjangkau lebih banyak mahasiswa di sekitar kampus.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by Azahra Tri Meilani -
1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?
Kami melihat bahwa banyak anak kos membutuhkan lauk yang praktis karena memiliki aktivitas yang cukup padat. Dari kebutuhan tersebut, muncul peluang untuk menyediakan kentang mustofa sebagai lauk siap makan yang praktis dan mudah dinikmati.
2. Bagaimana cara menemukan dan menilai ide usaha?
Ide usaha MUSTIQ berasal dari melihat kebutuhan sehari-hari, terutama kebutuhan anak kos akan makanan yang praktis. Ide ini kemudian dinilai dari minat pasar, harga yang sesuai untuk mahasiswa, kualitas produk, serta kemampuan produk untuk bersaing.
3. Bagaimana memahami cara memulai dan mengembangkan usaha?
Usaha dimulai dengan menyiapkan produk, menentukan resep, kemasan, harga, dan target konsumen. Untuk pengembangannya, MUSTIQ dapat menambah pilihan rasa dan ukuran kemasan serta membuat paket hemat agar lebih menarik bagi konsumen.
4. Bagaimana memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?
Teknologi dapat digunakan untuk membantu pemasaran dan penjualan, misalnya melalui media sosial dan marketplace. Selain itu, teknologi juga dapat membantu kami menerima masukan dari pelanggan dan mengetahui produk seperti apa yang lebih diminati.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by Ajeng Ayu Maulidiah -
Kelompok 5 
MUSTIQ

1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?
Kami melihat bahwa banyak anak kos membutuhkan lauk yang praktis karena memiliki aktivitas yang cukup padat. Dari kebutuhan tersebut, muncul peluang untuk menyediakan kentang mustofa sebagai lauk siap makan yang praktis dan mudah dinikmati.
2. Bagaimana cara menemukan dan menilai ide usaha?
Ide usaha MUSTIQ berasal dari melihat kebutuhan sehari-hari, terutama kebutuhan anak kos akan makanan yang praktis. Ide ini kemudian dinilai dari minat pasar, harga yang sesuai untuk mahasiswa, kualitas produk, serta kemampuan produk untuk bersaing.
3. Bagaimana memahami cara memulai dan mengembangkan usaha?
Usaha dimulai dengan menyiapkan produk, menentukan resep, kemasan, harga, dan target konsumen. Untuk pengembangannya, MUSTIQ dapat menambah pilihan rasa dan ukuran kemasan serta membuat paket hemat agar lebih menarik bagi konsumen.
4. Bagaimana memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?
Teknologi dapat digunakan untuk membantu pemasaran dan penjualan, misalnya melalui media sosial dan marketplace. Selain itu, teknologi juga dapat membantu kami menerima masukan dari pelanggan dan mengetahui produk seperti apa yang lebih diminati.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by nabila Nur Haliza -

1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?

pada emour kita mengetahui kebutuhan dan peluang usaha melalu proses mulai dari menanyakan ke lingkungan target pasar apa masalah yang mereka ingin selesaikan pada seprei yang mereka punya, dan menilai apakah ada keinginan produk yang mereka beli mau seperti apa dan ketika proses merintis kita meminta masukan dan saran dan mereka memberikan masukan dan saran terkadang tanpa diminta. Dari situ kita memahami konsumen membutuhkan apa dan munculah peluang untuk lebih laku dan terdapat peluang usaha


2. Bagaimana cara menemukan dan menilai ide usaha?

cara menemukan dan menilai ide usaha dengan survei ke lingkungan apa masalah yang sering muncul dan apakah masalah tersebut penting dan banyak yang mengalami jika hal tersebut terfalidasi maka nilai usaha akan tinggi dan mendapat peluang ide usaha yang optimal.


3. Bagaimana cara memulai dan mengembangkan usaha?

memulai usaha dengan menawarkan produk langsung ke pasar sasaran, emour seprei contohnya menargetkan langsung penjualan ke ibu - ibu sehingga memiliki potensi di tempat seperti arisan atau perkantoran. dan mengembangkannya dengan meminta saran dan masukan apa kekurangan dan keinginan yang ingin diselesaikan dan diperoleh dari produk tersebut sehingga kita belajar dari kesalahan untuk berkembang.


4. Bagaimana cara memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?

Teknologi dapat dimanfaatkan untuk memasarkan dan menjual produk secara online melalui Instagram, TikTok, WhatsApp, dan marketplace. EMOUR juga dapat menggunakan teknologi untuk membuat konten promosi, melakukan liveselling, berkomunikasi dengan pelanggan, serta mempermudah proses penjualan dan pengembangan bisnis.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by Muhammad Fathi Farhat -
Kelompok 6

Naufal Abbad Ihsanuddin (2411012006)
Muhammad Fathi Farhat (2411012034)
Naufal Atha Farezi (2411012038)
Reihan Rizki Ananda (2411012082)
Muhammad Umar Al Faruq (2451012031)

1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?
Caranya dengan melihat langsung apa yang dibutuhkan pelanggan dan masalah yang mereka alami. Pada Crumbs, masalah yang terlihat adalah antrean yang sering menumpuk saat jam ramai. Dari masalah tersebut muncul peluang untuk menyediakan pemesanan melalui ShopeeFood fitur Pick Up, sehingga pelanggan bisa memesan terlebih dahulu tanpa harus lama mengantri.

2. Bagaimana cara menemukan dan menilai ide usaha?
Ide usaha bisa ditemukan dari masalah yang ada di sekitar kita. Ide Crumbs adalah mengurangi antrean dengan pemesanan online dan meningkatkan promosi melalui TikTok. Ide ini cukup realistis karena mahasiswa sudah terbiasa menggunakan ShopeeFood dan TikTok.

3. Bagaimana memahami cara memulai dan mengembangkan usaha?
Usaha dapat dimulai dari hal yang sederhana, yaitu menerapkan sistem Pick Up dan mengatur pesanan online agar tidak mengganggu pelanggan yang datang langsung. Setelah berjalan, Crumbs bisa menambahkan layanan Jasa Titip dengan titik pengantaran di depan FEB. Selanjutnya, sistem tersebut dievaluasi untuk melihat hasilnya.

4. Bagaimana memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?
Teknologi dapat digunakan untuk mempermudah pemesanan dan promosi. ShopeeFood digunakan untuk Pick Up atau Jasa Titip, sedangkan TikTok digunakan untuk promosi menu dan promo. Crumbs juga dapat mencoba TikTok Ads agar promosi bisa menjangkau lebih banyak mahasiswa di sekitar kampus.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by Azizah Syandia -
Nama : Azizah Syandia
NPM : 2451012014
Kelompok 5

1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?
Kami melihat bahwa banyak anak kos membutuhkan lauk yang praktis karena memiliki aktivitas yang cukup padat. Dari kebutuhan tersebut, muncul peluang untuk menyediakan kentang mustofa sebagai lauk siap makan yang praktis dan mudah dinikmati.
2. Bagaimana cara menemukan dan menilai ide usaha?
Ide usaha MUSTIQ berasal dari melihat kebutuhan sehari-hari, terutama kebutuhan anak kos akan makanan yang praktis. Ide ini kemudian dinilai dari minat pasar, harga yang sesuai untuk mahasiswa, kualitas produk, serta kemampuan produk untuk bersaing.
3. Bagaimana memahami cara memulai dan mengembangkan usaha?
Usaha dimulai dengan menyiapkan produk, menentukan resep, kemasan, harga, dan target konsumen. Untuk pengembangannya, MUSTIQ dapat menambah pilihan rasa dan ukuran kemasan serta membuat paket hemat agar lebih menarik bagi konsumen.
4. Bagaimana memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?
Teknologi dapat digunakan untuk membantu pemasaran dan penjualan, misalnya melalui media sosial dan marketplace. Selain itu, teknologi juga dapat membantu kami menerima masukan dari pelanggan dan mengetahui produk seperti apa yang lebih diminati.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by Rossa Inko Zahra Alwani - -
Nama : Rossa Inko Zahra Alwani
NPM : 2451012020
Kelompok : 4

1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?

pada emour kita mengetahui kebutuhan dan peluang usaha melalu proses mulai dari menanyakan ke lingkungan target pasar apa masalah yang mereka ingin selesaikan pada seprei yang mereka punya, dan mempertanyakan apakah ada keinginan produk yang mereka beli mau seperti apa dan ketika proses merintis kita meminta masukan dan saran dan mereka memberikan masukan dan saran terkadang tanpa diminta. Dari situ kita memahami konsumen butuh apa dan munculah peluang untuk lebih laku dan terdapat peluang usaha


2. Bagaimana cara menemukan dan menilai ide usaha?

cara menemukan dan menilai ide usaha dengan survei ke lingkungan apa masalah yang sering muncul dan apakah masalah tersebut penting dan banyak yang mengalami jika hal tersebut terfalidasi maka nilai usaha akan tinggi dan mendapat peluang ide usaha yang optimal.


3. Bagaimana cara memulai dan mengembangkan usaha?

memulai usaha dengan menawarkan produk langsung ke target pasar, emour seprei contohnya menargetkan langsung penjualan ke ibu - ibu sehingga memiliki potensi di tempat seperti arisan atau perkantoran. dan mengembangkannya dengan meminta saran dan masukan apa kekurangan dan keinginan yang mau diselesaikan dan didapatkan dari produk tersebut sehingga kita belajar dari kesalahan untuk berkembang.


4. Bagaimana cara memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?

Teknologi dapat dimanfaatkan untuk memasarkan dan menjual produk secara online melalui Instagram, TikTok, WhatsApp, dan marketplace. EMOUR juga dapat menggunakan teknologi untuk membuat konten promosi, melakukan live selling, berkomunikasi dengan pelanggan, serta mempermudah proses penjualan dan pengembangan bisnis.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by Rahmasari Rahayu - -
1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?

STORYNEST berawal dari kebutuhan orang tua akan bacaan anak yang menarik, edukatif, dan personal. Dari masalah buku cerita yang kurang bervariasi, kami melihat peluang membuat Custom Digital Storybook yang dapat disesuaikan dengan nama, karakter, tema, dan nilai moral anak.

2. Bagaimana menemukan dan menilai ide usaha?

Ide STORYNEST ditemukan dengan melihat masalah pada bacaan anak dan mencari solusi berbasis teknologi. Kelayakannya dinilai melalui survei atau wawancara dengan orang tua dan guru, serta membandingkan produk sejenis berdasarkan kebutuhan pasar, personalisasi, harga, kualitas, dan biaya produksi.

3. Bagaimana memulai dan mengembangkan usaha?

STORYNEST akan dimulai melalui MVP berupa website sederhana. Pengguna dapat memilih tema, memasukkan nama dan karakter anak, serta memilih pesan moral untuk mendapatkan storybook digital. Selanjutnya, produk dapat dikembangkan berdasarkan feedback pengguna, seperti voice narration, animasi, dan karakter interaktif.

4. Bagaimana memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?

AI digunakan untuk membantu membuat cerita dan ilustrasi yang sesuai dengan data pelanggan. Website menjadi sarana pemesanan dan preview, sedangkan produk digital dapat dikirim tanpa mencetak buku. Media sosial seperti TikTok dan Instagram digunakan untuk promosi dan menjangkau orang tua serta guru.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by Rilla Aprianti -
Rilla Aprianti 2451012018

1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?
pada emour kita mengetahui kebutuhan dan peluang usaha melalu proses mulai dari menanyakan ke lingkungan target pasar apa masalah yang mereka ingin selesaikan pada seprei yang mereka punya, dan mempertanyakan apakah ada keinginan produk yang mereka beli mau seperti apa dan ketika proses merintis kita meminta masukan dan saran dan mereka memberikan masukan dan saran terkadang tanpa diminta. Dari situ kita memahami konsumen butuh apa dan munculah peluang untuk lebih laku dan terdapat peluang usaha

2. Bagaimana cara menemukan dan menilai ide usaha?
cara menemukan dan menilai ide usaha dengan survei ke lingkungan apa masalah yang sering muncul dan apakah masalah tersebut penting dan banyak yang mengalami jika hal tersebut terfalidasi maka nilai usaha akan tinggi dan mendapat peluang ide usaha yang optimal.

3. Bagaimana cara memulai dan mengembangkan usaha?
memulai usaha dengan menawarkan produk langsung ke target pasar, emour seprei contohnya menargetkan langsung penjualan ke ibu - ibu sehingga memiliki potensi di tempat seperti arisan atau perkantoran. dan mengembangkannya dengan meminta saran dan masukan apa kekurangan dan keinginan yang mau diselesaikan dan didapatkan dari produk tersebut sehingga kita belajar dari kesalahan untuk berkembang.

4. Bagaimana cara memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?
Teknologi dapat dimanfaatkan untuk memasarkan dan menjual produk secara online melalui Instagram, TikTok, WhatsApp, dan marketplace. EMOUR juga dapat menggunakan teknologi untuk membuat konten promosi, melakukan live selling, berkomunikasi dengan pelanggan, serta mempermudah proses penjualan dan pengembangan bisnis.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by Linda Ovi Rahayu -
Kelompok 7

1. Khashia Nadia 2411012024
2. Linda Ovi Rahayu 2411012044
3. Rintan Susanti 2411012032
4. Annisya Agustina 2411012026
5. Rahmasari Rahayu 2411012061
6. Trie Intan Kesuma 2411012057
7. Nabila Zakia Ilmi 2451012023


1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?

Pada STORYNEST, kebutuhan usaha kami berawal dari melihat bahwa orang tua membutuhkan media bacaan yang menarik, edukatif, dan sesuai dengan karakter anak. Buku cerita yang tersedia umumnya memiliki cerita dan karakter yang sama sehingga kurang personal. Dari masalah tersebut, kami melihat peluang untuk membuat Custom Digital Storybook yang dapat disesuaikan dengan nama, karakter, tema, dan nilai moral yang ingin dikenalkan kepada anak.

2. Bagaimana cara menemukan dan menilai ide usaha?

Ide STORYNEST ditemukan dengan mengidentifikasi masalah dalam bacaan anak, kemudian mencari solusi yang dapat memanfaatkan teknologi. Ide tersebut kami nilai melalui survei atau wawancara kepada orang tua dan guru, serta membandingkannya dengan produk storybook digital yang sudah ada. Kami melihat beberapa aspek seperti kebutuhan pasar, tingkat personalisasi, harga, kemudahan penggunaan, kualitas cerita dan ilustrasi, serta biaya produksi. Jika respons pasar menunjukkan bahwa orang tua membutuhkan produk tersebut dan produk dapat dibuat dengan biaya yang sesuai, maka ide STORYNEST dianggap layak untuk dikembangkan.

3. Bagaimana memahami cara memulai dan mengembangkan usaha?

Kami akan memulai STORYNEST dari MVP (Minimum Viable Product) berupa website sederhana. Pengguna dapat memilih tema, memasukkan nama dan karakter anak, memilih pesan moral, kemudian mendapatkan storybook digital dalam bentuk PDF atau digital book. Setelah mendapatkan feedback dari pengguna, STORYNEST dapat dikembangkan dengan menambahkan voice narration, animasi, pilihan bahasa, karakter interaktif, dan akun pengguna untuk menyimpan koleksi cerita. Pengembangan dilakukan secara bertahap berdasarkan kebutuhan dan feedback pelanggan.

4. Bagaimana memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?

Teknologi menjadi bagian utama dari STORYNEST. AI dapat digunakan untuk membantu membuat cerita dan ilustrasi yang disesuaikan dengan data yang diberikan pelanggan, sehingga proses pembuatan menjadi lebih cepat dan fleksibel. Website digunakan sebagai tempat pelanggan melakukan pemesanan dan melihat preview, sedangkan teknologi digital memungkinkan produk dikirim tanpa harus mencetak buku secara fisik. Selain itu, media sosial seperti TikTok dan Instagram dapat digunakan untuk mempromosikan contoh storybook dan menjangkau orang tua maupun guru.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by Nadine Aurelia Iskandar - -
1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?

pada emour kita mengetahui kebutuhan dan peluang usaha melalu proses mulai dari menanyakan ke lingkungan target pasar apa masalah yang mereka ingin selesaikan pada seprei yang mereka punya, dan mempertanyakan apakah ada keinginan produk yang mereka beli mau seperti apa dan ketika proses merintis kita meminta masukan dan saran dan mereka memberikan masukan dan saran terkadang tanpa diminta. Dari situ kita memahami konsumen butuh apa dan munculah peluang untuk lebih laku dan terdapat peluang usaha


2. Bagaimana cara menemukan dan menilai ide usaha?

cara menemukan dan menilai ide usaha dengan survei ke lingkungan apa masalah yang sering muncul dan apakah masalah tersebut penting dan banyak yang mengalami jika hal tersebut terfalidasi maka nilai usaha akan tinggi dan mendapat peluang ide usaha yang optimal.


3. Bagaimana cara memulai dan mengembangkan usaha?

memulai usaha dengan menawarkan produk langsung ke target pasar, emour seprei contohnya menargetkan langsung penjualan ke ibu - ibu sehingga memiliki potensi di tempat seperti arisan atau perkantoran. dan mengembangkannya dengan meminta saran dan masukan apa kekurangan dan keinginan yang mau diselesaikan dan didapatkan dari produk tersebut sehingga kita belajar dari kesalahan untuk berkembang.


4. Bagaimana cara memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?

Teknologi dapat dimanfaatkan untuk memasarkan dan menjual produk secara online melalui Instagram, TikTok, WhatsApp, dan marketplace. EMOUR juga dapat menggunakan teknologi untuk membuat konten promosi, melakukan live selling, berkomunikasi dengan pelanggan, serta mempermudah proses penjualan dan pengembangan bisnis.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by Najwa Ardelia Azzahra -
Kelompok 1:
Rivi Tiara Ayu (2411012003)
Nafila Neisya (2411012020)
Shalwa Putri (2411012036)
Biyan Salwaa (2411012040)
Sevina Meisari (2411012045)
Najwa Ardelia Azzahra (2411012067)

1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?
Kebutuhan dan peluang usaha pada bisnis Rental Digicam dipahami dengan melihat bahwa banyak orang membutuhkan kamera digital untuk liburan, membuat konten, atau acara tertentu, tetapi tidak ingin membeli kamera karena harganya mahal dan penggunaannya tidak setiap hari. Dari kondisi tersebut, muncul peluang untuk menyediakan layanan penyewaan kamera dengan harga yang lebih terjangkau.

2. Bagaimana cara menemukan dan menilai ide usaha?
Ide usaha Rental Digicam ditemukan dari kebutuhan masyarakat akan akses kamera yang praktis dan ekonomis. Untuk menilai kelayakannya, dapat dilakukan survei kepada calon pelanggan mengenai minat, jenis kamera yang dibutuhkan, serta harga sewa yang sesuai. Selain itu, perlu dipertimbangkan biaya pembelian kamera, biaya perawatan, sistem keamanan, dan potensi keuntungan usaha.

3. Bagaimana memahami cara memulai dan mengembangkan usaha?
Usaha Rental Digicam dimulai dengan menyediakan kamera, menentukan harga sewa, membuat sistem pemesanan, dan menetapkan aturan penyewaan. Pengembangan usaha dapat dilakukan dengan menambah jenis kamera, meningkatkan kualitas layanan, memperluas promosi, serta memanfaatkan masukan pelanggan untuk melakukan inovasi.

4. Bagaimana memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?
Teknologi dimanfaatkan untuk mempermudah proses bisnis Rental Digicam. Google Form digunakan untuk pemesanan, Google Sheets untuk mencatat data penyewaan, WhatsApp Business untuk komunikasi, Canva untuk membuat katalog produk, dan QRIS untuk pembayaran digital. Dengan teknologi, proses penyewaan menjadi lebih cepat, praktis, dan efisien.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by Nafila Neisya Zahra -
Kelompok 1:
Rivi Tiara Ayu (2411012003)
Nafila Neisya (2411012020)
Shalwa Putri (2411012036)
Biyan Salwaa (2411012040)
Sevina Meisari (2411012045)
Najwa Ardelia Azzahra (2411012067)

1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?
Kebutuhan dan peluang usaha pada bisnis Rental Digicam dipahami dengan melihat bahwa banyak orang membutuhkan kamera digital untuk liburan, membuat konten, atau acara tertentu, tetapi tidak ingin membeli kamera karena harganya mahal dan penggunaannya tidak setiap hari. Dari kondisi tersebut, muncul peluang untuk menyediakan layanan penyewaan kamera dengan harga yang lebih terjangkau.

2. Bagaimana cara menemukan dan menilai ide usaha?
Ide usaha Rental Digicam kami temukan dari melihat kebutuhan masyarakat akan akses kamera yang praktis dan ekonomis. Untuk menilai kelayakannya, kami akan melakukan survei kepada calon pelanggan mengenai minat, jenis kamera yang dibutuhkan, serta harga sewa yang sesuai. Selain itu, kami akan mempertimbangkan biaya pembelian kamera, biaya perawatan, sistem keamanan, dan potensi keuntungan usaha.

3. Bagaimana memahami cara memulai dan mengembangkan usaha?
Usaha Rental Digicam akan dimulai dengan menyediakan kamera, menentukan harga sewa, membuat sistem pemesanan, dan menetapkan aturan penyewaan. Pengembangan usaha akan kami lakukan dengan menambah jenis kamera, meningkatkan kualitas layanan, memperluas promosi, serta memanfaatkan masukan pelanggan untuk melakukan inovasi.

4. Bagaimana memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?
Teknologi dimanfaatkan untuk mempermudah proses bisnis Rental Digicam. Kami akan memanfaatkan Google Form yang digunakan untuk pemesanan, Google Sheets untuk mencatat data penyewaan, WhatsApp Business untuk komunikasi, Canva untuk membuat katalog produk, dan QRIS untuk pembayaran digital.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by Sevina Meisari -
Kelompok 1:
Rivi Tiara Ayu (2411012003)
Nafila Neisya (2411012020)
Shalwa Putri (2411012036)
Biyan Salwaa (2411012040)
Sevina Meisari (2411012045)
Najwa Ardelia Azzahra (2411012067)

1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?
Kebutuhan dan peluang usaha pada bisnis Rental Digicam dipahami dengan melihat bahwa banyak orang membutuhkan kamera digital untuk liburan, membuat konten, atau acara tertentu, tetapi tidak ingin membeli kamera karena harganya mahal dan penggunaannya tidak setiap hari. Dari kondisi tersebut, muncul peluang untuk menyediakan layanan penyewaan kamera dengan harga yang lebih terjangkau.

2. Bagaimana cara menemukan dan menilai ide usaha?
Ide usaha Rental Digicam kami temukan dari melihat kebutuhan masyarakat akan akses kamera yang praktis dan ekonomis. Untuk menilai kelayakannya, kami akan melakukan survei kepada calon pelanggan mengenai minat, jenis kamera yang dibutuhkan, serta harga sewa yang sesuai. Selain itu, kami akan mempertimbangkan biaya pembelian kamera, biaya perawatan, sistem keamanan, dan potensi keuntungan usaha.

3. Bagaimana memahami cara memulai dan mengembangkan usaha?
Usaha Rental Digicam akan dimulai dengan menyediakan kamera, menentukan harga sewa, membuat sistem pemesanan, dan menetapkan aturan penyewaan. Pengembangan usaha akan kami lakukan dengan menambah jenis kamera, meningkatkan kualitas layanan, memperluas promosi, serta memanfaatkan masukan pelanggan untuk melakukan inovasi.

4. Bagaimana memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?
Teknologi dimanfaatkan untuk mempermudah proses bisnis Rental Digicam. Kami akan memanfaatkan Google Form yang digunakan untuk pemesanan, Google Sheets untuk mencatat data penyewaan, WhatsApp Business untuk komunikasi, Canva untuk membuat katalog produk, dan QRIS untuk pembayaran digital.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by Aulia Dwi Syaharani -
1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?

pada emour kita mengetahui kebutuhan dan peluang usaha melalu proses mulai dari menanyakan ke lingkungan target pasar apa masalah yang mereka ingin selesaikan pada seprei yang mereka punya, dan mempertanyakan apakah ada keinginan produk yang mereka beli mau seperti apa dan ketika proses merintis kita meminta masukan dan saran dan mereka memberikan masukan dan saran terkadang tanpa diminta. Dari situ kita memahami konsumen butuh apa dan munculah peluang untuk lebih laku dan terdapat peluang usaha


2. Bagaimana cara menemukan dan menilai ide usaha?

cara menemukan dan menilai ide usaha dengan survei ke lingkungan apa masalah yang sering muncul dan apakah masalah tersebut penting dan banyak yang mengalami jika hal tersebut terfalidasi maka nilai usaha akan tinggi dan mendapat peluang ide usaha yang optimal.


3. Bagaimana cara memulai dan mengembangkan usaha?

memulai usaha dengan menawarkan produk langsung ke target pasar, emour seprei contohnya menargetkan langsung penjualan ke ibu - ibu sehingga memiliki potensi di tempat seperti arisan atau perkantoran. dan mengembangkannya dengan meminta saran dan masukan apa kekurangan dan keinginan yang mau diselesaikan dan didapatkan dari produk tersebut sehingga kita belajar dari kesalahan untuk berkembang.


4. Bagaimana cara memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?

Teknologi dapat dimanfaatkan untuk memasarkan dan menjual produk secara online melalui Instagram, TikTok, WhatsApp, dan marketplace. EMOUR juga dapat menggunakan teknologi untuk membuat konten promosi, melakukan live selling, berkomunikasi dengan pelanggan, serta mempermudah proses penjualan dan pengembangan bisnis.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by Umar Al Faruq Gunadi -
Kelompok 6

Naufal Abbad Ihsanuddin (2411012006)
Muhammad Fathi Farhat (2411012034)
Naufal Atha Farezi (2411012038)
Reihan Rizki Ananda (2411012082)
Muhammad Umar Al Faruq (2451012031)

1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?

Caranya dengan melihat langsung apa yang dibutuhkan pelanggan dan masalah yang mereka alami. Pada Crumbs, masalah yang terlihat adalah antrean yang sering menumpuk saat jam ramai. Dari masalah tersebut muncul peluang untuk menyediakan pemesanan melalui ShopeeFood fitur Pick Up, sehingga pelanggan bisa memesan terlebih dahulu tanpa harus lama mengantri.

2. Bagaimana cara menemukan dan menilai ide usaha?

Ide usaha bisa ditemukan dari masalah yang ada di sekitar kita. Ide Crumbs adalah mengurangi antrean dengan pemesanan online dan meningkatkan promosi melalui TikTok. Ide ini cukup realistis karena mahasiswa sudah terbiasa menggunakan ShopeeFood dan TikTok.

3. Bagaimana memahami cara memulai dan mengembangkan usaha?

Usaha dapat dimulai dari hal yang sederhana, yaitu menerapkan sistem Pick Up dan mengatur pesanan online agar tidak mengganggu pelanggan yang datang langsung. Setelah berjalan, Crumbs bisa menambahkan layanan Jasa Titip dengan titik pengantaran di depan FEB. Selanjutnya, sistem tersebut dievaluasi untuk melihat hasilnya.

4. Bagaimana memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?

Teknologi dapat digunakan untuk mempermudah pemesanan dan promosi. ShopeeFood digunakan untuk Pick Up atau Jasa Titip, sedangkan TikTok digunakan untuk promosi menu dan promo. Crumbs juga dapat mencoba TikTok Ads agar promosi bisa menjangkau lebih banyak mahasiswa di sekitar kampus.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by Shalwa Putri Ikhtiarini -
Kelompok 1:
Rivi Tiara Ayu (2411012003)
Nafila Neisya (2411012020)
Shalwa Putri (2411012036)
Biyan Salwaa (2411012040)
Sevina Meisari (2411012045)
Najwa Ardelia Azzahra (2411012067)

1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?
Kebutuhan dan peluang usaha pada bisnis Rental Digicam dipahami dengan melihat bahwa banyak orang membutuhkan kamera digital untuk liburan, membuat konten, atau acara tertentu, tetapi tidak ingin membeli kamera karena harganya mahal dan penggunaannya tidak setiap hari. Dari kondisi tersebut, muncul peluang untuk menyediakan layanan penyewaan kamera dengan harga yang lebih terjangkau.

2. Bagaimana cara menemukan dan menilai ide usaha?
Ide usaha Rental Digicam kami temukan dari melihat kebutuhan masyarakat akan akses kamera yang praktis dan ekonomis. Untuk menilai kelayakannya, kami akan melakukan survei kepada calon pelanggan mengenai minat, jenis kamera yang dibutuhkan, serta harga sewa yang sesuai. Selain itu, kami akan mempertimbangkan biaya pembelian kamera, biaya perawatan, sistem keamanan, dan potensi keuntungan usaha.

3. Bagaimana memahami cara memulai dan mengembangkan usaha?
Usaha Rental Digicam akan dimulai dengan menyediakan kamera, menentukan harga sewa, membuat sistem pemesanan, dan menetapkan aturan penyewaan. Pengembangan usaha akan kami lakukan dengan menambah jenis kamera, meningkatkan kualitas layanan, memperluas promosi, serta memanfaatkan masukan pelanggan untuk melakukan inovasi.

4. Bagaimana memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?
Teknologi dimanfaatkan untuk mempermudah proses bisnis Rental Digicam. Kami akan memanfaatkan Google Form yang digunakan untuk pemesanan, Google Sheets untuk mencatat data penyewaan, WhatsApp Business untuk komunikasi, Canva untuk membuat katalog produk, dan QRIS untuk pembayaran digital.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by annisya agustina -
Kelompok 7

1. Khashia Nadia 2411012024
2. Linda Ovi Rahayu 2411012044
3. Rintan Susanti 2411012032
4. Annisya Agustina 2411012026
5. Rahmasari Rahayu 2411012061
6. Trie Intan Kesuma 2411012057
7. Nabila Zakia Ilmi 2451012023


1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?

Pada STORYNEST, kebutuhan usaha kami berawal dari melihat bahwa orang tua membutuhkan media bacaan yang menarik, edukatif, dan sesuai dengan karakter anak. Buku cerita yang tersedia umumnya memiliki cerita dan karakter yang sama sehingga kurang personal. Dari masalah tersebut, kami melihat peluang untuk membuat Custom Digital Storybook yang dapat disesuaikan dengan nama, karakter, tema, dan nilai moral yang ingin dikenalkan kepada anak.

2. Bagaimana cara menemukan dan menilai ide usaha?

Ide STORYNEST ditemukan dengan mengidentifikasi masalah dalam bacaan anak, kemudian mencari solusi yang dapat memanfaatkan teknologi. Ide tersebut kami nilai melalui survei atau wawancara kepada orang tua dan guru, serta membandingkannya dengan produk storybook digital yang sudah ada. Kami melihat beberapa aspek seperti kebutuhan pasar, tingkat personalisasi, harga, kemudahan penggunaan, kualitas cerita dan ilustrasi, serta biaya produksi. Jika respons pasar menunjukkan bahwa orang tua membutuhkan produk tersebut dan produk dapat dibuat dengan biaya yang sesuai, maka ide STORYNEST dianggap layak untuk dikembangkan.

3. Bagaimana memahami cara memulai dan mengembangkan usaha?

Kami akan memulai STORYNEST dari MVP (Minimum Viable Product) berupa website sederhana. Pengguna dapat memilih tema, memasukkan nama dan karakter anak, memilih pesan moral, kemudian mendapatkan storybook digital dalam bentuk PDF atau digital book. Setelah mendapatkan feedback dari pengguna, STORYNEST dapat dikembangkan dengan menambahkan voice narration, animasi, pilihan bahasa, karakter interaktif, dan akun pengguna untuk menyimpan koleksi cerita. Pengembangan dilakukan secara bertahap berdasarkan kebutuhan dan feedback pelanggan.

4. Bagaimana memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?

Teknologi menjadi bagian utama dari STORYNEST. AI dapat digunakan untuk membantu membuat cerita dan ilustrasi yang disesuaikan dengan data yang diberikan pelanggan, sehingga proses pembuatan menjadi lebih cepat dan fleksibel. Website digunakan sebagai tempat pelanggan melakukan pemesanan dan melihat preview, sedangkan teknologi digital memungkinkan produk dikirim tanpa harus mencetak buku secara fisik. Selain itu, media sosial seperti TikTok dan Instagram dapat digunakan untuk mempromosikan contoh storybook dan menjangkau orang tua maupun guru.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by BIYAN SALWAA ADHYTIA -
Kelompok 1:
Rivi Tiara Ayu (2411012003)
Nafila Neisya (2411012020)
Shalwa Putri (2411012036)
Biyan Salwaa (2411012040)
Sevina Meisari (2411012045)
Najwa Ardelia Azzahra (2411012067)

1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?
Kebutuhan dan peluang usaha pada bisnis Rental Digicam dipahami dengan melihat bahwa banyak orang membutuhkan kamera digital untuk liburan, membuat konten, atau acara tertentu, tetapi tidak ingin membeli kamera karena harganya mahal dan penggunaannya tidak setiap hari. Dari kondisi tersebut, muncul peluang untuk menyediakan layanan penyewaan kamera dengan harga yang lebih terjangkau.

2. Bagaimana cara menemukan dan menilai ide usaha?
Ide usaha Rental Digicam ditemukan dari kebutuhan masyarakat akan akses kamera yang praktis dan ekonomis. Untuk menilai kelayakannya, dapat dilakukan survei kepada calon pelanggan mengenai minat, jenis kamera yang dibutuhkan, serta harga sewa yang sesuai. Selain itu, perlu dipertimbangkan biaya pembelian kamera, biaya perawatan, sistem keamanan, dan potensi keuntungan usaha.

3. Bagaimana memahami cara memulai dan mengembangkan usaha?
Usaha Rental Digicam dimulai dengan menyediakan kamera, menentukan harga sewa, membuat sistem pemesanan, dan menetapkan aturan penyewaan. Pengembangan usaha dapat dilakukan dengan menambah jenis kamera, meningkatkan kualitas layanan, memperluas promosi, serta memanfaatkan masukan pelanggan untuk melakukan inovasi.

4. Bagaimana memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?
Teknologi dimanfaatkan untuk mempermudah proses bisnis Rental Digicam. Google Form digunakan untuk pemesanan, Google Sheets untuk mencatat data penyewaan, WhatsApp Business untuk komunikasi, Canva untuk membuat katalog produk, dan QRIS untuk pembayaran digital. Dengan teknologi, proses penyewaan menjadi lebih cepat, praktis, dan efisien.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by Rivi Tiara Ayu -
Kelompok 1:
Rivi Tiara Ayu (2411012003)
Nafila Neisya (2411012020)
Shalwa Putri (2411012036)
Biyan Salwaa (2411012040)
Sevina Meisari (2411012045)
Najwa Ardelia Azzahra (2411012067)

1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?
Kebutuhan dan peluang usaha pada bisnis Rental Digicam dipahami dengan melihat bahwa banyak orang membutuhkan kamera digital untuk liburan, membuat konten, atau acara tertentu, tetapi tidak ingin membeli kamera karena harganya mahal dan penggunaannya tidak setiap hari. Dari kondisi tersebut, muncul peluang untuk menyediakan layanan penyewaan kamera dengan harga yang lebih terjangkau.

2. Bagaimana cara menemukan dan menilai ide usaha?
Ide usaha Rental Digicam kami temukan dari melihat kebutuhan masyarakat akan akses kamera yang praktis dan ekonomis. Untuk menilai kelayakannya, kami akan melakukan survei kepada calon pelanggan mengenai minat, jenis kamera yang dibutuhkan, serta harga sewa yang sesuai. Selain itu, kami akan mempertimbangkan biaya pembelian kamera, biaya perawatan, sistem keamanan, dan potensi keuntungan usaha.

3. Bagaimana memahami cara memulai dan mengembangkan usaha?
Usaha Rental Digicam akan dimulai dengan menyediakan kamera, menentukan harga sewa, membuat sistem pemesanan, dan menetapkan aturan penyewaan. Pengembangan usaha akan kami lakukan dengan menambah jenis kamera, meningkatkan kualitas layanan, memperluas promosi, serta memanfaatkan masukan pelanggan untuk melakukan inovasi.

4. Bagaimana memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?
Teknologi dimanfaatkan untuk mempermudah proses bisnis Rental Digicam. Kami akan memanfaatkan Google Form yang digunakan untuk pemesanan, Google Sheets untuk mencatat data penyewaan, WhatsApp Business untuk komunikasi, Canva untuk membuat katalog produk, dan QRIS untuk pembayaran digital.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by Reva Aulia putri -
Kelompok 3
Ananda Ayu Lestari 2411012029
Claudia Najwa Hidayat 2451012013
Dina Agustaria 2411012022
Stevin Benedicta Anggono 2411012008
Pasya Ramadhani Nasir 2411012080
Reva Aulia Putri 2411012011

1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?
Untuk memahami kebutuhan dan peluang usaha, Kelompok 3 menggunakan tahap Discover. Pada tahap ini, ditemukan bahwa banyak UMKM dan online seller memiliki produk yang bagus, tetapi masih mengalami kendala dalam membuat video promosi. Kendala tersebut berupa keterbatasan kemampuan editing, waktu, maupun sumber daya untuk menghasilkan konten yang menarik.

Dari permasalahan tersebut, Kelompok 3 melihat adanya peluang usaha berupa jasa editing video produk. Skillswap hadir untuk membantu UMKM menghasilkan video promosi yang lebih menarik dan profesional tanpa harus memiliki kemampuan editing sendiri. Dengan demikian, kebutuhan konsumen menjadi dasar dalam menentukan peluang usaha.

2. Bagaimana cara menemukan dan menilai ide usaha?
Ide usaha Skillswap ditemukan dengan melihat permasalahan yang dihadapi oleh target pasar, yaitu UMKM dan online seller yang membutuhkan konten promosi. Setelah ide ditemukan, Kelompok 3 melakukan tahap Evaluate untuk menilai kelayakan usaha.

Penilaian dilakukan dengan melihat kebutuhan dan minat pasar, target konsumen, tingkat persaingan, biaya operasional, harga jasa yang dapat ditawarkan, serta potensi keuntungan. Berdasarkan penilaian tersebut, Skillswap dinilai cukup layak untuk dijalankan karena dapat dimulai dengan modal yang relatif rendah, sementara target pasarnya cukup luas. Selain itu, kebutuhan terhadap konten video untuk promosi melalui media sosial semakin penting bagi UMKM dan online seller.

3. Bagaimana memahami cara memulai dan mengembangkan usaha?
Cara memulai usaha Skillswap dilakukan melalui tahap Exploit, yaitu merealisasikan peluang usaha menjadi bisnis yang dapat dijalankan. Langkah awal yang dilakukan adalah membuat portofolio hasil editing sebagai bukti kemampuan dan kualitas jasa.

Selanjutnya, Skillswap dapat menentukan paket dan harga jasa editing, melakukan promosi melalui media sosial, menawarkan jasa secara langsung kepada UMKM dan online seller, menjaga kualitas serta ketepatan waktu pengerjaan, dan meminta testimoni dari pelanggan untuk meningkatkan kepercayaan.

Untuk mengembangkan usaha, Skillswap tidak hanya berhenti pada jasa editing video. Layanan dapat diperluas menjadi content creation dan social media management, sehingga dapat memberikan solusi pemasaran digital yang lebih lengkap bagi UMKM.

4. Bagaimana memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?
Teknologi memiliki peran penting dalam menjalankan dan mengembangkan Skillswap. Teknologi dapat digunakan dalam proses produksi, pemasaran, komunikasi dengan pelanggan, hingga pengelolaan usaha.

Dalam proses produksi, aplikasi editing video dapat digunakan untuk menghasilkan video promosi yang menarik dan berkualitas. Untuk pemasaran, media sosial seperti Instagram, TikTok, dan platform digital lainnya dapat dimanfaatkan untuk menampilkan portofolio dan menarik calon pelanggan.

Selain itu, teknologi komunikasi dapat digunakan untuk menerima brief, mengirim hasil editing, melakukan revisi, dan berkomunikasi dengan pelanggan secara lebih cepat. Ke depannya, Skillswap juga dapat memanfaatkan teknologi AI untuk membantu proses seperti pembuatan caption, ide konten, transkripsi, atau pengembangan konsep video.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by Pasya Ramadhani Nasir -
Kelompok 3
Ananda Ayu Lestari (2411012029)
Claudia Najwa Hidayat (2451012013)
Dina Agustaria (2411012022)
Stevin Benedicta Anggono (2411012008)
Pasya Ramadhani Nasir (2411012080)
Reva Aulia Putri (2411012011)

1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?
Untuk memahami kebutuhan dan peluang usaha, Kelompok 3 menggunakan tahap Discover. Pada tahap ini, ditemukan bahwa banyak UMKM dan online seller memiliki produk yang bagus, tetapi masih mengalami kendala dalam membuat video promosi. Kendala tersebut berupa keterbatasan kemampuan editing, waktu, maupun sumber daya untuk menghasilkan konten yang menarik.
Dari permasalahan tersebut, Kelompok 3 melihat adanya peluang usaha berupa jasa editing video produk. Skillswap hadir untuk membantu UMKM menghasilkan video promosi yang lebih menarik dan profesional tanpa harus memiliki kemampuan editing sendiri. Dengan demikian, kebutuhan konsumen menjadi dasar dalam menentukan peluang usaha.

2. Bagaimana cara menemukan dan menilai ide usaha?
Ide usaha Skillswap ditemukan dengan melihat permasalahan yang dihadapi oleh target pasar, yaitu UMKM dan online seller yang membutuhkan konten promosi. Setelah ide ditemukan, Kelompok 3 melakukan tahap Evaluate untuk menilai kelayakan usaha.
Penilaian dilakukan dengan melihat kebutuhan dan minat pasar, target konsumen, tingkat persaingan, biaya operasional, harga jasa yang dapat ditawarkan, serta potensi keuntungan. Berdasarkan penilaian tersebut, Skillswap dinilai cukup layak untuk dijalankan karena dapat dimulai dengan modal yang relatif rendah, sementara target pasarnya cukup luas. Selain itu, kebutuhan terhadap konten video untuk promosi melalui media sosial semakin penting bagi UMKM dan online seller.

3. Bagaimana memahami cara memulai dan mengembangkan usaha?
Cara memulai usaha Skillswap dilakukan melalui tahap Exploit, yaitu merealisasikan peluang usaha menjadi bisnis yang dapat dijalankan. Langkah awal yang dilakukan adalah membuat portofolio hasil editing sebagai bukti kemampuan dan kualitas jasa.
Selanjutnya, Skillswap dapat menentukan paket dan harga jasa editing, melakukan promosi melalui media sosial, menawarkan jasa secara langsung kepada UMKM dan online seller, menjaga kualitas serta ketepatan waktu pengerjaan, dan meminta testimoni dari pelanggan untuk meningkatkan kepercayaan.
Untuk mengembangkan usaha, Skillswap tidak hanya berhenti pada jasa editing video. Layanan dapat diperluas menjadi content creation dan social media management, sehingga dapat memberikan solusi pemasaran digital yang lebih lengkap bagi UMKM.

4. Bagaimana memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?
Teknologi memiliki peran penting dalam menjalankan dan mengembangkan Skillswap. Teknologi dapat digunakan dalam proses produksi, pemasaran, komunikasi dengan pelanggan, hingga pengelolaan usaha.
Dalam proses produksi, aplikasi editing video dapat digunakan untuk menghasilkan video promosi yang menarik dan berkualitas. Untuk pemasaran, media sosial seperti Instagram, TikTok, dan platform digital lainnya dapat dimanfaatkan untuk menampilkan portofolio dan menarik calon pelanggan.
Selain itu, teknologi komunikasi dapat digunakan untuk menerima brief, mengirim hasil editing, melakukan revisi, dan berkomunikasi dengan pelanggan secara lebih cepat. Ke depannya, Skillswap juga dapat memanfaatkan teknologi AI untuk membantu proses seperti pembuatan caption, ide konten, transkripsi, atau pengembangan konsep video.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by ananda ayu lestari 2411012029 -
Kelompok 3
Ananda Ayu Lestari 2411012029
Claudia Najwa Hidayat 2451012013
Dina Agustaria 2411012022
Stevin Benedicta Anggono 2411012008
Pasya Ramadhani Nasir 2411012080
Reva Aulia Putri 2411012011

1. Untuk memahami kebutuhan dan peluang usaha, Kelompok 3 menggunakan tahap Discover. Pada tahap ini, ditemukan bahwa banyak UMKM dan online seller memiliki produk yang bagus, tetapi masih mengalami kendala dalam membuat video promosi. Kendala tersebut berupa keterbatasan kemampuan editing, waktu, maupun sumber daya untuk menghasilkan konten yang menarik.

Dari permasalahan tersebut, Kelompok 3 melihat adanya peluang usaha berupa jasa editing video produk. Skillswap hadir untuk membantu UMKM menghasilkan video promosi yang lebih menarik dan profesional tanpa harus memiliki kemampuan editing sendiri. Dengan demikian, kebutuhan konsumen menjadi dasar dalam menentukan peluang usaha.

2.Ide usaha Skillswap ditemukan dengan melihat permasalahan yang dihadapi oleh target pasar, yaitu UMKM dan online seller yang membutuhkan konten promosi. Setelah ide ditemukan, Kelompok 3 melakukan tahap Evaluate untuk menilai kelayakan usaha.

Penilaian dilakukan dengan melihat kebutuhan dan minat pasar, target konsumen, tingkat persaingan, biaya operasional, harga jasa yang dapat ditawarkan, serta potensi keuntungan. Berdasarkan penilaian tersebut, Skillswap dinilai cukup layak untuk dijalankan karena dapat dimulai dengan modal yang relatif rendah, sementara target pasarnya cukup luas. Selain itu, kebutuhan terhadap konten video untuk promosi melalui media sosial semakin penting bagi UMKM dan online seller.

3.Cara memulai usaha Skillswap dilakukan melalui tahap Exploit, yaitu merealisasikan peluang usaha menjadi bisnis yang dapat dijalankan. Langkah awal yang dilakukan adalah membuat portofolio hasil editing sebagai bukti kemampuan dan kualitas jasa.

Selanjutnya, Skillswap dapat menentukan paket dan harga jasa editing, melakukan promosi melalui media sosial, menawarkan jasa secara langsung kepada UMKM dan online seller, menjaga kualitas serta ketepatan waktu pengerjaan, dan meminta testimoni dari pelanggan untuk meningkatkan kepercayaan.

Untuk mengembangkan usaha, Skillswap tidak hanya berhenti pada jasa editing video. Layanan dapat diperluas menjadi content creation dan social media management, sehingga dapat memberikan solusi pemasaran digital yang lebih lengkap bagi UMKM.

4.Teknologi memiliki peran penting dalam menjalankan dan mengembangkan Skillswap. Teknologi dapat digunakan dalam proses produksi, pemasaran, komunikasi dengan pelanggan, hingga pengelolaan usaha.

Dalam proses produksi, aplikasi editing video dapat digunakan untuk menghasilkan video promosi yang menarik dan berkualitas. Untuk pemasaran, media sosial seperti Instagram, TikTok, dan platform digital lainnya dapat dimanfaatkan untuk menampilkan portofolio dan menarik calon pelanggan.

Selain itu, teknologi komunikasi dapat digunakan untuk menerima brief, mengirim hasil editing, melakukan revisi, dan berkomunikasi dengan pelanggan secara lebih cepat. Ke depannya, Skillswap juga dapat memanfaatkan teknologi AI untuk membantu proses seperti pembuatan caption, ide konten, transkripsi, atau pengembangan konsep video.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by Claudia Najwa Hidayat_2451012013 -
Kelompok 3
Ananda Ayu Lestari 2411012029
Claudia Najwa Hidayat 2451012013
Dina Agustaria 2411012022
Stevin Benedicta Anggono 2411012008
Pasya Ramadhani Nasir 2411012080
Reva Aulia Putri 2411012011

1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?
Untuk memahami kebutuhan dan peluang usaha, Kelompok 3 menggunakan tahap Discover. Pada tahap ini, ditemukan bahwa banyak UMKM dan online seller memiliki produk yang bagus, tetapi masih mengalami kendala dalam membuat video promosi. Kendala tersebut berupa keterbatasan kemampuan editing, waktu, maupun sumber daya untuk menghasilkan konten yang menarik.

Dari permasalahan tersebut, Kelompok 3 melihat adanya peluang usaha berupa jasa editing video produk. Skillswap hadir untuk membantu UMKM menghasilkan video promosi yang lebih menarik dan profesional tanpa harus memiliki kemampuan editing sendiri. Dengan demikian, kebutuhan konsumen menjadi dasar dalam menentukan peluang usaha.

2. Bagaimana cara menemukan dan menilai ide usaha?
Ide usaha Skillswap ditemukan dengan melihat permasalahan yang dihadapi oleh target pasar, yaitu UMKM dan online seller yang membutuhkan konten promosi. Setelah ide ditemukan, Kelompok 3 melakukan tahap Evaluate untuk menilai kelayakan usaha.

Penilaian dilakukan dengan melihat kebutuhan dan minat pasar, target konsumen, tingkat persaingan, biaya operasional, harga jasa yang dapat ditawarkan, serta potensi keuntungan. Berdasarkan penilaian tersebut, Skillswap dinilai cukup layak untuk dijalankan karena dapat dimulai dengan modal yang relatif rendah, sementara target pasarnya cukup luas. Selain itu, kebutuhan terhadap konten video untuk promosi melalui media sosial semakin penting bagi UMKM dan online seller.

3. Bagaimana memahami cara memulai dan mengembangkan usaha?
Cara memulai usaha Skillswap dilakukan melalui tahap Exploit, yaitu merealisasikan peluang usaha menjadi bisnis yang dapat dijalankan. Langkah awal yang dilakukan adalah membuat portofolio hasil editing sebagai bukti kemampuan dan kualitas jasa.

Selanjutnya, Skillswap dapat menentukan paket dan harga jasa editing, melakukan promosi melalui media sosial, menawarkan jasa secara langsung kepada UMKM dan online seller, menjaga kualitas serta ketepatan waktu pengerjaan, dan meminta testimoni dari pelanggan untuk meningkatkan kepercayaan.

Untuk mengembangkan usaha, Skillswap tidak hanya berhenti pada jasa editing video. Layanan dapat diperluas menjadi content creation dan social media management, sehingga dapat memberikan solusi pemasaran digital yang lebih lengkap bagi UMKM.

4. Bagaimana memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?
Teknologi memiliki peran penting dalam menjalankan dan mengembangkan Skillswap. Teknologi dapat digunakan dalam proses produksi, pemasaran, komunikasi dengan pelanggan, hingga pengelolaan usaha.

Dalam proses produksi, aplikasi editing video dapat digunakan untuk menghasilkan video promosi yang menarik dan berkualitas. Untuk pemasaran, media sosial seperti Instagram, TikTok, dan platform digital lainnya dapat dimanfaatkan untuk menampilkan portofolio dan menarik calon pelanggan.

Selain itu, teknologi komunikasi dapat digunakan untuk menerima brief, mengirim hasil editing, melakukan revisi, dan berkomunikasi dengan pelanggan secara lebih cepat. Ke depannya, Skillswap juga dapat memanfaatkan teknologi AI untuk membantu proses seperti pembuatan caption, ide konten, transkripsi, atau pengembangan konsep video.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by Muhammad Farrel Algifari -
2411012002 M. Radinka Albasith 2411012060 M Farrel alghifari 2451012029 M hafidz mubarok 2451012019 M fikry alghifari s Muhammad Rafi Raya Rabane S 2451012008

1.Untuk memahami kebutuhan dan peluang usaha dilakukan dengan cara melihat permasalahan yang nyata bagi masyarakat atau konsumen kemudian melihat apakah permasalahan tersebut dapat menjadi peluang bisnis.

Seperti bisnis kelompok kami, kami menemukan bahwa individu atau UMKM membutuhkan desain yang mudah digunakan, dapat terus digunakan dan terjangkau

Jadi kita dapat menangkap bahwa bisnis menjuak template digital dapat menjadi peluang bisnis kelompok kami.

2.ide usaha kami ditemukan dengan mencari solusi bagi permasalah konsumen. Nah setelah kami dapet ide kami mengevalusi ide tersebut

1) Evaluasi Target pasar
Melihat apakah individu dan UMKM benar benar membutuhkan desain mensarik, cepat, terjangkau melalui obeservasi kecil

2) Evaluasi sumber daya
Bisnis kelompok kami pasti akan membutuhkan tim yang expert di bidang desain di tools canva.

3) Evaluasi biaya
Kelompok kami melihat bisnis ini memerlukan biaya apa sajs untuk oprasional, seperti canva pro dan internet sebagai biaya utana yang perlu dikeluarkan

4) Evaluasi resiko
Kelompok kami melihat beberapa resiko di dalam bisnis ini, salah satunya adalah berkaitan dengan perlindungan karya, karena bisa saja desain yang kami jual di perjuak belikan kembali


3.Dari memahami kebutuhan dan menciptakan ide selanjutnya kami melakukan tahap pembuatan produk. Langkah awal yang kami lakukan adalah:
1) Membuat produk berupa template desain menggunakan Canva Pro.
2) Membuat etalase digital menggunakan Lynk.id untuk menampilkan dan menjual produk template.
3) Menyediakan WhatsApp Business sebagai media komunikasi dan customer service.
4) Melakukan pemasaran secara online melalui media sosial dan kanal digital yang sesuai dengan target pasar.
5) Mengumpulkan feedback pelanggan untuk mengetahui kekurangan dan kebutuhan desain yang belum tersedia.
6) Mengembangkan variasi template berdasarkan kebutuhan pelanggan dan tren desain.

Untuk pengembangan jangka panjang, bisnis kami tidak hanya berfokus pada penjualan template digital. Kami berencana mengembangkan bisnis menjadi layanan custom desain secara offline melalui store, sehingga pelanggan dapat datang secara langsung apabila membutuhkan desain yang lebih spesifik.

4.1) Canva pro sebagai tools utama untuk membuat desain atau template
2) Lynk.id digunakan untuk etalase digital, menampilkan produk, dan fitur pembayaran konsumen
3) Sosial media sebagai digunakan sebagai pemasaran dan membangun brand
4)whatsapp business sebagai alat komunikasi dengan oembeli atau bisa dikatakan sebagai custumer service
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by Dina Agustaria -
Kelompok 3
Ananda Ayu Lestari 2411012029
Claudia Najwa Hidayat 2451012013
Dina Agustaria 2411012022
Stevin Benedicta Anggono 2411012008
Pasya Ramadhani Nasir 2411012080
Reva Aulia Putri 2411012011

1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?
Untuk memahami kebutuhan dan peluang usaha, Kelompok 3 menggunakan tahap Discover. Pada tahap ini, ditemukan bahwa banyak UMKM dan online seller memiliki produk yang bagus, tetapi masih mengalami kendala dalam membuat video promosi. Kendala tersebut berupa keterbatasan kemampuan editing, waktu, maupun sumber daya untuk menghasilkan konten yang menarik.

Dari permasalahan tersebut, Kelompok 3 melihat adanya peluang usaha berupa jasa editing video produk. Skillswap hadir untuk membantu UMKM menghasilkan video promosi yang lebih menarik dan profesional tanpa harus memiliki kemampuan editing sendiri. Dengan demikian, kebutuhan konsumen menjadi dasar dalam menentukan peluang usaha.

2. Bagaimana cara menemukan dan menilai ide usaha?
Ide usaha Skillswap ditemukan dengan melihat permasalahan yang dihadapi oleh target pasar, yaitu UMKM dan online seller yang membutuhkan konten promosi. Setelah ide ditemukan, Kelompok 3 melakukan tahap Evaluate untuk menilai kelayakan usaha.

Penilaian dilakukan dengan melihat kebutuhan dan minat pasar, target konsumen, tingkat persaingan, biaya operasional, harga jasa yang dapat ditawarkan, serta potensi keuntungan. Berdasarkan penilaian tersebut, Skillswap dinilai cukup layak untuk dijalankan karena dapat dimulai dengan modal yang relatif rendah, sementara target pasarnya cukup luas. Selain itu, kebutuhan terhadap konten video untuk promosi melalui media sosial semakin penting bagi UMKM dan online seller.

3. Bagaimana memahami cara memulai dan mengembangkan usaha?
Cara memulai usaha Skillswap dilakukan melalui tahap Exploit, yaitu merealisasikan peluang usaha menjadi bisnis yang dapat dijalankan. Langkah awal yang dilakukan adalah membuat portofolio hasil editing sebagai bukti kemampuan dan kualitas jasa.

Selanjutnya, Skillswap dapat menentukan paket dan harga jasa editing, melakukan promosi melalui media sosial, menawarkan jasa secara langsung kepada UMKM dan online seller, menjaga kualitas serta ketepatan waktu pengerjaan, dan meminta testimoni dari pelanggan untuk meningkatkan kepercayaan.

Untuk mengembangkan usaha, Skillswap tidak hanya berhenti pada jasa editing video. Layanan dapat diperluas menjadi content creation dan social media management, sehingga dapat memberikan solusi pemasaran digital yang lebih lengkap bagi UMKM.

4. Bagaimana memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?
Teknologi memiliki peran penting dalam menjalankan dan mengembangkan Skillswap. Teknologi dapat digunakan dalam proses produksi, pemasaran, komunikasi dengan pelanggan, hingga pengelolaan usaha.

Dalam proses produksi, aplikasi editing video dapat digunakan untuk menghasilkan video promosi yang menarik dan berkualitas. Untuk pemasaran, media sosial seperti Instagram, TikTok, dan platform digital lainnya dapat dimanfaatkan untuk menampilkan portofolio dan menarik calon pelanggan.

Selain itu, teknologi komunikasi dapat digunakan untuk menerima brief, mengirim hasil editing, melakukan revisi, dan berkomunikasi dengan pelanggan secara lebih cepat. Ke depannya, Skillswap juga dapat memanfaatkan teknologi AI untuk membantu proses seperti pembuatan caption, ide konten, transkripsi, atau pengembangan konsep video.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by Stevin Benedicta Anggono ‎ -
Kelompok 3
Ananda Ayu Lestari 2411012029
Claudia Najwa Hidayat 2451012013
Dina Agustaria 2411012022
Stevin Benedicta Anggono 2411012008
Pasya Ramadhani Nasir 2411012080
Reva Aulia Putri 2411012011

1. Untuk memahami kebutuhan dan peluang usaha, Kelompok 3 menggunakan tahap Discover. Pada tahap ini, ditemukan bahwa banyak UMKM dan online seller memiliki produk yang bagus, tetapi masih mengalami kendala dalam membuat video promosi. Kendala tersebut berupa keterbatasan kemampuan editing, waktu, maupun sumber daya untuk menghasilkan konten yang menarik.

Dari permasalahan tersebut, Kelompok 3 melihat adanya peluang usaha berupa jasa editing video produk. Skillswap hadir untuk membantu UMKM menghasilkan video promosi yang lebih menarik dan profesional tanpa harus memiliki kemampuan editing sendiri. Dengan demikian, kebutuhan konsumen menjadi dasar dalam menentukan peluang usaha.

2.Ide usaha Skillswap ditemukan dengan melihat permasalahan yang dihadapi oleh target pasar, yaitu UMKM dan online seller yang membutuhkan konten promosi. Setelah ide ditemukan, Kelompok 3 melakukan tahap Evaluate untuk menilai kelayakan usaha.

Penilaian dilakukan dengan melihat kebutuhan dan minat pasar, target konsumen, tingkat persaingan, biaya operasional, harga jasa yang dapat ditawarkan, serta potensi keuntungan. Berdasarkan penilaian tersebut, Skillswap dinilai cukup layak untuk dijalankan karena dapat dimulai dengan modal yang relatif rendah, sementara target pasarnya cukup luas. Selain itu, kebutuhan terhadap konten video untuk promosi melalui media sosial semakin penting bagi UMKM dan online seller.

3.mengembangkan usaha?
Cara memulai usaha Skillswap dilakukan melalui tahap Exploit, yaitu merealisasikan peluang usaha menjadi bisnis yang dapat dijalankan. Langkah awal yang dilakukan adalah membuat portofolio hasil editing sebagai bukti kemampuan dan kualitas jasa.

Selanjutnya, Skillswap dapat menentukan paket dan harga jasa editing, melakukan promosi melalui media sosial, menawarkan jasa secara langsung kepada UMKM dan online seller, menjaga kualitas serta ketepatan waktu pengerjaan, dan meminta testimoni dari pelanggan untuk meningkatkan kepercayaan.

Untuk mengembangkan usaha, Skillswap tidak hanya berhenti pada jasa editing video. Layanan dapat diperluas menjadi content creation dan social media management, sehingga dapat memberikan solusi pemasaran digital yang lebih lengkap bagi UMKM.

4.Teknologi memiliki peran penting dalam menjalankan dan mengembangkan Skillswap. Teknologi dapat digunakan dalam proses produksi, pemasaran, komunikasi dengan pelanggan, hingga pengelolaan usaha.

Dalam proses produksi, aplikasi editing video dapat digunakan untuk menghasilkan video promosi yang menarik dan berkualitas. Untuk pemasaran, media sosial seperti Instagram, TikTok, dan platform digital lainnya dapat dimanfaatkan untuk menampilkan portofolio dan menarik calon pelanggan.

Selain itu, teknologi komunikasi dapat digunakan untuk menerima brief, mengirim hasil editing, melakukan revisi, dan berkomunikasi dengan pelanggan secara lebih cepat. Ke depannya, Skillswap juga dapat memanfaatkan teknologi AI untuk membantu proses seperti pembuatan caption, ide konten, transkripsi, atau pengembangan konsep video.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by Muhammad Fikry Alghifari Susanto . -
2411012002 M. Radinka Albasith 2411012060 M Farrel alghifari 2451012029 M hafidz mubarok 2451012019 M fikry alghifari s Muhammad Rafi Raya Rabane S 2451012008

1.Untuk memahami kebutuhan dan peluang usaha dilakukan dengan cara melihat permasalahan yang nyata bagi masyarakat atau konsumen kemudian melihat apakah permasalahan tersebut dapat menjadi peluang bisnis.

Seperti bisnis kelompok kami, kami menemukan bahwa individu atau UMKM membutuhkan desain yang mudah digunakan, dapat terus digunakan dan terjangkau

Jadi kita dapat menangkap bahwa bisnis menjuak template digital dapat menjadi peluang bisnis kelompok kami.

2.ide usaha kami ditemukan dengan mencari solusi bagi permasalah konsumen. Nah setelah kami dapet ide kami mengevalusi ide tersebut

1) Evaluasi Target pasar
Melihat apakah individu dan UMKM benar benar membutuhkan desain mensarik, cepat, terjangkau melalui obeservasi kecil

2) Evaluasi sumber daya
Bisnis kelompok kami pasti akan membutuhkan tim yang expert di bidang desain di tools canva.

3) Evaluasi biaya
Kelompok kami melihat bisnis ini memerlukan biaya apa sajs untuk oprasional, seperti canva pro dan internet sebagai biaya utana yang perlu dikeluarkan

4) Evaluasi resiko
Kelompok kami melihat beberapa resiko di dalam bisnis ini, salah satunya adalah berkaitan dengan perlindungan karya, karena bisa saja desain yang kami jual di perjuak belikan kembali


3.Dari memahami kebutuhan dan menciptakan ide selanjutnya kami melakukan tahap pembuatan produk. Langkah awal yang kami lakukan adalah:
1) Membuat produk berupa template desain menggunakan Canva Pro.
2) Membuat etalase digital menggunakan Lynk.id untuk menampilkan dan menjual produk template.
3) Menyediakan WhatsApp Business sebagai media komunikasi dan customer service.
4) Melakukan pemasaran secara online melalui media sosial dan kanal digital yang sesuai dengan target pasar.
5) Mengumpulkan feedback pelanggan untuk mengetahui kekurangan dan kebutuhan desain yang belum tersedia.
6) Mengembangkan variasi template berdasarkan kebutuhan pelanggan dan tren desain.

Untuk pengembangan jangka panjang, bisnis kami tidak hanya berfokus pada penjualan template digital. Kami berencana mengembangkan bisnis menjadi layanan custom desain secara offline melalui store, sehingga pelanggan dapat datang secara langsung apabila membutuhkan desain yang lebih spesifik.

4.1) Canva pro sebagai tools utama untuk membuat desain atau template
2) Lynk.id digunakan untuk etalase digital, menampilkan produk, dan fitur pembayaran konsumen
3) Sosial media sebagai digunakan sebagai pemasaran dan membangun brand
4)whatsapp business sebagai alat komunikasi dengan oembeli atau bisa dikatakan sebagai custumer service
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by M.Hafidz Mubarok -
2411012002 M. Radinka Albasith
2411012060 M Farrel alghifari
2451012029 M hafidz mubarok
2451012019 M fikry alghifari s
2451012008 Muhammad Rafi Raya Rabane S

1.Untuk memahami kebutuhan dan peluang usaha dilakukan dengan cara melihat permasalahan yang nyata bagi masyarakat atau konsumen kemudian melihat apakah permasalahan tersebut dapat menjadi peluang bisnis.

Seperti bisnis kelompok kami, kami menemukan bahwa individu atau UMKM membutuhkan desain yang mudah digunakan, dapat terus digunakan dan terjangkau

Jadi kita dapat menangkap bahwa bisnis menjuak template digital dapat menjadi peluang bisnis kelompok kami.

2.ide usaha kami ditemukan dengan mencari solusi bagi permasalah konsumen. Nah setelah kami dapet ide kami mengevalusi ide tersebut

1) Evaluasi Target pasar
Melihat apakah individu dan UMKM benar benar membutuhkan desain mensarik, cepat, terjangkau melalui obeservasi kecil

2) Evaluasi sumber daya
Bisnis kelompok kami pasti akan membutuhkan tim yang expert di bidang desain di tools canva.

3) Evaluasi biaya
Kelompok kami melihat bisnis ini memerlukan biaya apa sajs untuk oprasional, seperti canva pro dan internet sebagai biaya utana yang perlu dikeluarkan

4) Evaluasi resiko
Kelompok kami melihat beberapa resiko di dalam bisnis ini, salah satunya adalah berkaitan dengan perlindungan karya, karena bisa saja desain yang kami jual di perjuak belikan kembali


3.Dari memahami kebutuhan dan menciptakan ide selanjutnya kami melakukan tahap pembuatan produk. Langkah awal yang kami lakukan adalah:
1) Membuat produk berupa template desain menggunakan Canva Pro.
2) Membuat etalase digital menggunakan Lynk.id untuk menampilkan dan menjual produk template.
3) Menyediakan WhatsApp Business sebagai media komunikasi dan customer service.
4) Melakukan pemasaran secara online melalui media sosial dan kanal digital yang sesuai dengan target pasar.
5) Mengumpulkan feedback pelanggan untuk mengetahui kekurangan dan kebutuhan desain yang belum tersedia.
6) Mengembangkan variasi template berdasarkan kebutuhan pelanggan dan tren desain.

Untuk pengembangan jangka panjang, bisnis kami tidak hanya berfokus pada penjualan template digital. Kami berencana mengembangkan bisnis menjadi layanan custom desain secara offline melalui store, sehingga pelanggan dapat datang secara langsung apabila membutuhkan desain yang lebih spesifik.

4.1) Canva pro sebagai tools utama untuk membuat desain atau template
2) Lynk.id digunakan untuk etalase digital, menampilkan produk, dan fitur pembayaran konsumen
3) Sosial media sebagai digunakan sebagai pemasaran dan membangun brand
4)whatsapp business sebagai alat komunikasi dengan oembeli atau bisa dikatakan sebagai custumer service
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by Arfabian Shelby Havilah -
1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?
Kami melihat bahwa banyak anak kos membutuhkan lauk yang praktis karena memiliki aktivitas yang cukup padat. Dari kebutuhan tersebut, muncul peluang untuk menyediakan kentang mustofa sebagai lauk siap makan yang praktis dan mudah dinikmati.
2. Bagaimana cara menemukan dan menilai ide usaha?
Ide usaha MUSTIQ berasal dari melihat kebutuhan sehari-hari, terutama kebutuhan anak kos akan makanan yang praktis. Ide ini kemudian dinilai dari minat pasar, harga yang sesuai untuk mahasiswa, kualitas produk, serta kemampuan produk untuk bersaing.
3. Bagaimana memahami cara memulai dan mengembangkan usaha?
Usaha dimulai dengan menyiapkan produk, menentukan resep, kemasan, harga, dan target konsumen. Untuk pengembangannya, MUSTIQ dapat menambah pilihan rasa dan ukuran kemasan serta membuat paket hemat agar lebih menarik bagi konsumen.
4. Bagaimana memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?
Teknologi dapat digunakan untuk membantu pemasaran dan penjualan, misalnya melalui media sosial dan marketplace. Selain itu, teknologi juga dapat membantu kami menerima masukan dari pelanggan dan mengetahui produk seperti apa yang lebih diminati.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by Zakia Mumtaz Bahri - -
Zakia Mumtaz Bahri
2411012017

1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?

pada emour kita mengetahui kebutuhan dan peluang usaha melalu proses mulai dari menanyakan ke lingkungan target pasar apa masalah yang mereka ingin selesaikan pada seprei yang mereka punya, dan mempertanyakan apakah ada keinginan produk yang mereka beli mau seperti apa dan ketika proses merintis kita meminta masukan dan saran dan mereka memberikan masukan dan saran terkadang tanpa diminta. Dari situ kita memahami konsumen butuh apa dan munculah peluang untuk lebih laku dan terdapat peluang usaha


2. Bagaimana cara menemukan dan menilai ide usaha?

cara menemukan dan menilai ide usaha dengan survei ke lingkungan apa masalah yang sering muncul dan apakah masalah tersebut penting dan banyak yang mengalami jika hal tersebut terfalidasi maka nilai usaha akan tinggi dan mendapat peluang ide usaha yang optimal.


3. Bagaimana cara memulai dan mengembangkan usaha?

memulai usaha dengan menawarkan produk langsung ke target pasar, emour seprei contohnya menargetkan langsung penjualan ke ibu - ibu sehingga memiliki potensi di tempat seperti arisan atau perkantoran. dan mengembangkannya dengan meminta saran dan masukan apa kekurangan dan keinginan yang mau diselesaikan dan didapatkan dari produk tersebut sehingga kita belajar dari kesalahan untuk berkembang.


4. Bagaimana cara memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?

Teknologi dapat dimanfaatkan untuk memasarkan dan menjual produk secara online melalui Instagram, TikTok, WhatsApp, dan marketplace. EMOUR juga dapat menggunakan teknologi untuk membuat konten promosi, melakukan live selling, berkomunikasi dengan pelanggan, serta mempermudah proses penjualan dan pengembangan bisnis.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by Muhammad Rafi Raya Rabane S -
2411012002 M. Radinka Albasith
2411012060 M Farrel alghifari
2451012029 M hafidz mubarok
2451012019 M fikry alghifari s
2451012008 Muhammad Rafi Raya Rabane S

1.Untuk memahami kebutuhan dan peluang usaha dilakukan dengan cara melihat permasalahan yang nyata bagi masyarakat atau konsumen kemudian melihat apakah permasalahan tersebut dapat menjadi peluang bisnis.

Seperti bisnis kelompok kami, kami menemukan bahwa individu atau UMKM membutuhkan desain yang mudah digunakan, dapat terus digunakan dan terjangkau

Jadi kita dapat menangkap bahwa bisnis menjuak template digital dapat menjadi peluang bisnis kelompok kami.

2.ide usaha kami ditemukan dengan mencari solusi bagi permasalah konsumen. Nah setelah kami dapet ide kami mengevalusi ide tersebut

1) Evaluasi Target pasar
Melihat apakah individu dan UMKM benar benar membutuhkan desain mensarik, cepat, terjangkau melalui obeservasi kecil

2) Evaluasi sumber daya
Bisnis kelompok kami pasti akan membutuhkan tim yang expert di bidang desain di tools canva.

3) Evaluasi biaya
Kelompok kami melihat bisnis ini memerlukan biaya apa sajs untuk oprasional, seperti canva pro dan internet sebagai biaya utana yang perlu dikeluarkan

4) Evaluasi resiko
Kelompok kami melihat beberapa resiko di dalam bisnis ini, salah satunya adalah berkaitan dengan perlindungan karya, karena bisa saja desain yang kami jual di perjuak belikan kembali


3.Dari memahami kebutuhan dan menciptakan ide selanjutnya kami melakukan tahap pembuatan produk. Langkah awal yang kami lakukan adalah:
1) Membuat produk berupa template desain menggunakan Canva Pro.
2) Membuat etalase digital menggunakan Lynk.id untuk menampilkan dan menjual produk template.
3) Menyediakan WhatsApp Business sebagai media komunikasi dan customer service.
4) Melakukan pemasaran secara online melalui media sosial dan kanal digital yang sesuai dengan target pasar.
5) Mengumpulkan feedback pelanggan untuk mengetahui kekurangan dan kebutuhan desain yang belum tersedia.
6) Mengembangkan variasi template berdasarkan kebutuhan pelanggan dan tren desain.

Untuk pengembangan jangka panjang, bisnis kami tidak hanya berfokus pada penjualan template digital. Kami berencana mengembangkan bisnis menjadi layanan custom desain secara offline melalui store, sehingga pelanggan dapat datang secara langsung apabila membutuhkan desain yang lebih spesifik.

4.1) Canva pro sebagai tools utama untuk membuat desain atau template
2) Lynk.id digunakan untuk etalase digital, menampilkan produk, dan fitur pembayaran konsumen
3) Sosial media sebagai digunakan sebagai pemasaran dan membangun brand
4)whatsapp business sebagai alat komunikasi dengan oembeli atau bisa dikatakan sebagai custumer service
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by Muhammad Radinka Albasith . -
2411012002 M. Radinka Albasith 2411012060 M Farrel alghifari 2451012029 M hafidz mubarok 2451012019 M fikry alghifari s Muhammad Rafi Raya Rabane S 2451012008

1.Untuk memahami kebutuhan dan peluang usaha dilakukan dengan cara melihat permasalahan yang nyata bagi masyarakat atau konsumen kemudian melihat apakah permasalahan tersebut dapat menjadi peluang bisnis.

Seperti bisnis kelompok kami, kami menemukan bahwa individu atau UMKM membutuhkan desain yang mudah digunakan, dapat terus digunakan dan terjangkau

Jadi kita dapat menangkap bahwa bisnis menjuak template digital dapat menjadi peluang bisnis kelompok kami.

2.ide usaha kami ditemukan dengan mencari solusi bagi permasalah konsumen. Nah setelah kami dapet ide kami mengevalusi ide tersebut

1) Evaluasi Target pasar
Melihat apakah individu dan UMKM benar benar membutuhkan desain mensarik, cepat, terjangkau melalui obeservasi kecil

2) Evaluasi sumber daya
Bisnis kelompok kami pasti akan membutuhkan tim yang expert di bidang desain di tools canva.

3) Evaluasi biaya
Kelompok kami melihat bisnis ini memerlukan biaya apa sajs untuk oprasional, seperti canva pro dan internet sebagai biaya utana yang perlu dikeluarkan

4) Evaluasi resiko
Kelompok kami melihat beberapa resiko di dalam bisnis ini, salah satunya adalah berkaitan dengan perlindungan karya, karena bisa saja desain yang kami jual di perjuak belikan kembali


3.Dari memahami kebutuhan dan menciptakan ide selanjutnya kami melakukan tahap pembuatan produk. Langkah awal yang kami lakukan adalah:
1) Membuat produk berupa template desain menggunakan Canva Pro.
2) Membuat etalase digital menggunakan Lynk.id untuk menampilkan dan menjual produk template.
3) Menyediakan WhatsApp Business sebagai media komunikasi dan customer service.
4) Melakukan pemasaran secara online melalui media sosial dan kanal digital yang sesuai dengan target pasar.
5) Mengumpulkan feedback pelanggan untuk mengetahui kekurangan dan kebutuhan desain yang belum tersedia.
6) Mengembangkan variasi template berdasarkan kebutuhan pelanggan dan tren desain.

Untuk pengembangan jangka panjang, bisnis kami tidak hanya berfokus pada penjualan template digital. Kami berencana mengembangkan bisnis menjadi layanan custom desain secara offline melalui store, sehingga pelanggan dapat datang secara langsung apabila membutuhkan desain yang lebih spesifik.

4.1) Canva pro sebagai tools utama untuk membuat desain atau template
2) Lynk.id digunakan untuk etalase digital, menampilkan produk, dan fitur pembayaran konsumen
3) Sosial media sebagai digunakan sebagai pemasaran dan membangun brand
4)whatsapp business sebagai alat komunikasi dengan oembeli atau bisa dikatakan sebagai custumer service
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 3

by Rahmasari Rahayu - -
1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?

STORYNEST berawal dari melihat kebutuhan orang tua terhadap media bacaan anak yang tidak hanya menarik dan edukatif, tetapi juga bisa disesuaikan dengan karakter masing-masing anak. Buku cerita yang banyak tersedia masih cenderung menggunakan cerita dan karakter yang umum, sehingga kurang memberikan pengalaman yang personal. Dari kondisi tersebut, kami melihat adanya peluang untuk menghadirkan Custom Digital Storybook yang dapat disesuaikan berdasarkan nama anak, karakter, tema cerita, serta nilai moral yang ingin diperkenalkan.

2. Bagaimana cara menemukan dan menilai ide usaha?

Ide STORYNEST diperoleh dengan melihat permasalahan yang ada pada media bacaan anak dan mencari solusi melalui pemanfaatan teknologi. Untuk mengetahui apakah ide tersebut dapat diterima pasar, kami dapat melakukan survei atau wawancara kepada orang tua dan guru serta melihat produk storybook digital yang sudah tersedia. Penilaiannya dapat dilihat dari kebutuhan pasar, tingkat personalisasi, harga, kemudahan penggunaan, kualitas cerita dan ilustrasi, serta biaya produksinya. Jika hasilnya menunjukkan adanya kebutuhan dan produk dapat dibuat dengan biaya yang sesuai, maka ide STORYNEST memiliki peluang untuk dikembangkan.

3. Bagaimana memahami cara memulai dan mengembangkan usaha?

STORYNEST akan diawali dengan membuat MVP (Minimum Viable Product) dalam bentuk website sederhana. Pengguna nantinya dapat memilih tema, memasukkan nama dan karakter anak, serta menentukan pesan moral yang ingin disampaikan. Setelah itu, pengguna akan mendapatkan storybook digital dalam format PDF atau digital book. Berdasarkan masukan dari pengguna, produk dapat dikembangkan secara bertahap, misalnya dengan menambahkan voice narration, animasi, pilihan bahasa, karakter interaktif, dan fitur akun untuk menyimpan koleksi cerita. Dengan begitu, pengembangan produk dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan feedback pelanggan.

4. Bagaimana memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?

Teknologi menjadi salah satu bagian penting dalam STORYNEST. AI dapat dimanfaatkan untuk membantu menghasilkan cerita dan ilustrasi yang sesuai dengan informasi yang diberikan pelanggan, sehingga proses pembuatan storybook menjadi lebih cepat dan fleksibel. Website berfungsi sebagai media pemesanan sekaligus tempat pelanggan melihat preview cerita. Karena berbentuk digital, produk juga dapat langsung dikirim kepada pelanggan tanpa perlu melalui proses pencetakan buku fisik. Selain itu, media sosial seperti TikTok dan Instagram dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan STORYNEST melalui contoh storybook dan menjangkau target pengguna seperti orang tua dan guru.