Nama : Shalwa Putri Ikhtiarini
NPM : 2411012036
Kelompok 1
1. Strateginya adalah dengan memberikan fungsi yang berbeda pada kanal online dan offline. Online digunakan untuk mempermudah proses sebelum dan sesudah penyewaan, sedangkan offline digunakan untuk memberikan pengalaman dan memastikan proses serah terima kamera berjalan dengan baik. Pada RECAP, pelanggan bisa melihat katalog kamera melalui media sosial atau Canva, kemudian melakukan booking melalui Google Form dan menghubungi WhatsApp Business. Setelah booking dan pembayaran dikonfirmasi, proses pengambilan dan pengembalian kamera dilakukan secara offline di lokasi yang telah ditentukan. Dengan begitu, kanal online tidak menggantikan offline, tapi membantu membuat proses offline menjadi lebih praktis dan terorganisir.
2. Technopreneur bisa menyeimbangkannya dengan hanya mengumpulkan data yang benar-benar dibutuhkan untuk menjalankan bisnis, memberikan informasi kepada pelanggan mengenai tujuan penggunaan data, serta menjaga data tersebut agar tidak digunakan di luar tujuan yang telah diinformasikan. Pada RECAP, misalnya, data seperti nama, nomor WhatsApp, dan informasi penyewaan diperlukan untuk proses booking dan komunikasi dengan pelanggan. Namun, data tersebut tidak seharusnya digunakan sembarangan untuk promosi atau diberikan kepada pihak lain tanpa alasan yang jelas. RECAP juga bisa membatasi akses terhadap data pelanggan dan menggunakan sistem pencatatan yang memiliki keamanan memadai. Jadi, data tetap bisa digunakan untuk meningkatkan pelayanan tanpa mengabaikan privasi pelanggan.
3. Influencer marketing bisa membantu membangun engagement karena penyampaian promosi bisa terasa lebih personal dan relevan dengan audiens influencer tersebut. Namun, efektivitasnya tidak selalu lebih tinggi daripada iklan konvensional karena bergantung pada kesesuaian influencer dengan target konsumen, kualitas konten, serta tujuan kampanye. Untuk RECAP, influencer atau content creator lokal yang memiliki audiens mahasiswa dan anak muda bisa menunjukkan secara langsung bagaimana digicam digunakan dan seperti apa hasil fotonya. Hal ini bisa membuat calon pelanggan lebih mudah memahami pengalaman menggunakan RECAP. Namun, RECAP tetap bisa menggunakan iklan digital biasa untuk menjangkau calon pelanggan yang lebih luas. Jadi, keduanya bisa digunakan sesuai tujuan, bukan menganggap salah satunya selalu lebih efektif.
4. Efektivitas promosi digital tidak cukup dilihat dari jumlah views atau likes. RECAP perlu melihat apakah promosi tersebut menghasilkan tindakan yang berkaitan dengan bisnis, seperti kunjungan ke katalog, pertanyaan melalui WhatsApp, booking, hingga transaksi penyewaan. Contohnya, jika sebuah konten RECAP mendapatkan 50.000 views tapi hanya menghasilkan sedikit booking, berarti konten tersebut memiliki jangkauan tinggi tapi belum tentu efektif dalam menghasilkan penjualan. Sebaliknya, konten dengan views lebih kecil tapi menghasilkan banyak pertanyaan dan booking bisa memberikan dampak bisnis yang lebih nyata. Oleh karena itu, RECAP bisa membandingkan data dari media sosial dengan data booking dan transaksi untuk mengetahui promosi mana yang benar-benar menghasilkan pelanggan.
5. Salah satu cara adalah menyesuaikan produk, harga, dan model bisnis dengan kemampuan target konsumen, tanpa menghilangkan nilai utama produk. Bisnis juga bisa menyediakan pilihan yang lebih ekonomis atau sistem pembayaran yang lebih fleksibel. Untuk RECAP, apabila target konsumennya memiliki daya beli terbatas, RECAP bisa menyediakan harga sewa yang lebih terjangkau dibandingkan harga pembelian kamera. RECAP juga bisa menyediakan beberapa pilihan kamera dengan harga sewa berbeda, sehingga pelanggan bisa memilih sesuai kebutuhan dan kemampuan mereka. Selain itu, paket sewa dengan durasi tertentu bisa dibuat agar pelanggan mendapatkan pilihan yang lebih fleksibel.
6. Langkah yang bisa dilakukan RECAP adalah:
- Membuat konten yang memberikan manfaat, bukan hanya berisi promosi, misalnya tips menggunakan digicam, rekomendasi kamera, atau ide foto.
- Membangun komunikasi dua arah dengan membalas komentar dan pertanyaan pelanggan.
- Menggunakan feedback pelanggan untuk memperbaiki layanan dan menambah pilihan kamera yang sesuai kebutuhan.
- Membuat konten yang melibatkan pelanggan, misalnya membagikan hasil foto pelanggan dengan izin mereka.
- Menjaga kualitas pelayanan setelah transaksi, seperti memberikan informasi pengembalian dan memastikan kamera diterima dalam kondisi baik.
- Membangun program pelanggan, misalnya promo atau benefit khusus untuk pelanggan yang melakukan penyewaan kembali.
- Menggunakan data interaksi dan transaksi untuk memahami kebutuhan pelanggan tanpa mengabaikan privasi mereka.