གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Galih Rigiantoro

MKU Pancasila Arsitek Ganjil 2024 -> Forum Analisis Jurnal

Galih Rigiantoro གིས-
nama galih rigiantoro
npm 2415012042

Jurnal ini membahas peran Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia dan bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dapat dijadikan dasar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Pancasila dianggap sebagai kristalisasi nilai budaya dan agama yang dapat mengakomodasi seluruh aspek kehidupan masyarakat.Ini menekankan bahwa Pancasila bukan hanya sekedar dasar negara, tetapi juga merupakan pedoman normatif yang penting dalam pengembangan IPTEK di Indonesia. Penekanan pada lima sila Pancasila memberikan panduan bagi kegiatan ilmiah dan teknologi, memastikan bahwa perkembangan tersebut selaras dengan nilai-nilai moral dan etika yang dianut oleh masyarakat Indonesia.
Setyorini menjelaskan tantangan yang dihadapi Indonesia di era globalisasi dan digitalisasi. Dalam konteks ini, terdapat risiko penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, radikalisasi, dan intoleransi yang dapat mengancam persatuan bangsa. Oleh karena itu, penguatan nilai-nilai Pancasila dianggap penting untuk menjaga keutuhan sosial dan budaya.
Kesimpulan dari jurnal ini menegaskan bahwa untuk mencapai kemajuan yang berkelanjutan dalam IPTEK, Indonesia perlu mengedepankan Pancasila sebagai dasar nilai. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam setiap aspek pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, diharapkan dapat tercipta inovasi yang tidak hanya maju secara teknis tetapi juga bertanggung jawab secara sosial. Penguatan nilai-nilai ini akan membantu menjaga identitas nasional serta memajukan keharmonisan dalam masyarakat yang beragam.

MKU Pancasila Arsitek Ganjil 2024 -> Forum Analisis Jurnal

Galih Rigiantoro གིས-
Nama : Galih Rigiantoro
NPM: 2415012042
Jurnal ini penelitian pengaruh mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila terhadap sikap mahasiswa dalam menyikapi ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Studi ini bertujuan untuk memahami bagaimana penanaman nilai-nilai Pancasila dapat membentuk perspektif dan respon mahasiswa terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Tanggapan Terhadap IPTEK: Penelitian ini mengkaji bagaimana mahasiswa berkepribadian Pancasila yang dengan baik dalam menanggapi tantangan dan peluang yang ditawarkan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan teknik proporsional kluster random sampling, melibatkan 103 siswa dari berbagai kelas. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi.

Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa pada umumnya memiliki pengembangan kepribadian Pancasila yang baik. Studi ini menekankan pentingnya mempertahankan nilai-nilai nasional sambil merangkul kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk pembangunan nasional.
Jurnal ini menyoroti pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai nasional ke dalam pendidikan, terutama dalam konteks kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cepat. Jurnal ini mengusulkan bahwa dasar yang kuat dalam Pancasila dapat membantu siswa menghadapi kompleksitas ilmu pengetahuan dan teknologi modern sambil tetap setia pada identitas budaya dan nasional. Dengan memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila, siswa diharapkan dapat menyikapi perkembangan teknologi secara bijak, menjaga identitas budaya, serta berkontribusi positif terhadap masyarakat dan negara.

MKU Pancasila Arsitek Ganjil 2024 -> Forum Analisis Video

Galih Rigiantoro གིས-
Nama : Galih Rigiantoro
NPM : 2415012042
IPTEK adalah hasil karya manusia berupa gabungan dari berbagai pengetahuan yang disusun secara logis dan sistematis, diperoleh melalui metode ilmiah, observasi, penelitian, dan eksperimen. IPTEK memiliki dampak positif maupun negatif yaitu Dampak Positif
Mempermudah kehidupan sehari-hari.
Mendorong kemajuan dalam bidang kesehatan dan pendidikan.
Dampak Negatif
Ketergantungan pada teknologi.
Potensi pengangguran akibat otomatisasi.
Lalu pancasila merupakan pedoman dan rumusan warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Pancasila memainkan peran penting sebagai dasar etika dan moral dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Dengan memegang teguh nilai-nilai Pancasila, diharapkan perkembangan IPTEK dapat dilakukan secara berkelanjutan dan bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa.
Berikut sila-sila Pancasila yang menjadi sistem etika dalam perkembangan IPTEK
1.Sila Ke Tuhanan Yang Maha Esa
Mengkomplementasikan ilmu pengetahuan mencipta, Keseimbangan antara rasional dan irasional, antara akal dan kehendak.
2.Sila kemanusiaan yang adil dan beradab
Memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus bersikap beradab.
3.Sila persatuan Indonesia
Mengkomplementasiakan universalitas dan internasionalisme (kemanusiaan) dalam sila-sila yang lain. Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme.
4.Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis.Setiap ilmuan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan juga memiliki sikap yang terbuka untuk dikritik
5. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
Mengkomplementasikan pengembangan IPTEK haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan Kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannnya dengan dirinya senndiri maupun dengan Tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungannya

MKU Pancasila Arsitek Ganjil 2024 -> Forum Analisis Soal

Galih Rigiantoro གིས-
Nama Galih Rigiantoro
Npm 2415012042
Kelas B
A.Menurut artikel "Persimpangan Etika dan Paradigma Pemerintahan" di Kompasiana, sistem etika perilaku politik di Indonesia saat ini masih menghadapi banyak tantangan. Meskipun ada upaya untuk menerapkan etika politik yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, praktik di lapangan sering kali menunjukkan adanya penyimpangan. Artikel tersebut menyoroti bahwa politik uang, korupsi, dan penyalahgunaan kekuasaan masih menjadi masalah utama.

Nilai-nilai Pancasila, seperti kemanusiaan yang adil dan beradab, keadilan sosial, dan persatuan, seharusnya menjadi dasar dalam setiap tindakan politik. Namun, dalam praktiknya, banyak politisi yang lebih mementingkan kepentingan pribadi atau kelompok daripada kepentingan bangsa dan negara.Oleh karena itu, meskipun ada kerangka etika yang seharusnya diikuti, implementasinya masih perlu diperbaiki sehingga dari kejadian yang terjadi dimasyarakat maupun pemerintah belum benar-benar mencapai mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

B.Etika generasi muda di Indonesia saat ini juga menjadi perhatian. Banyak yang mengamati adanya krisis moral dan etika di kalangan remaja, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti keluarga, lingkungan sekolah, dan pengaruh media sosial. Beberapa generasi muda mungkin kurang memahami atau mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yang dapat terlihat dari perilaku yang kurang menghargai norma-norma sosial dan budaya.

Untuk mengatasi dekadensi moral yang terjadi, beberapa solusi yang dapat diterapkan yaitu:
1. Pendidikan Karakter: Mengintegrasikan pendidikan karakter dalam kurikulum sekolah untuk menanamkan nilai-nilai etika dan moral sejak dini
2. Peran Keluarga: Meningkatkan peran keluarga dalam memberikan contoh dan bimbingan yang baik kepada anak-anak.
3. Penggunaan Media Sosial yang Bijak: Mengedukasi generasi muda tentang penggunaan media sosial yang bertanggung jawab dan menghindari konten negatif.
4. Kegiatan Positif: Mendorong partisipasi generasi muda dalam kegiatan sosial, budaya, dan keagamaan yang dapat memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas.

MKU Pancasila Arsitek Ganjil 2024 -> Forum Analisis Jurnal

Galih Rigiantoro གིས-
Nama Galih Rigiantoro
Npm 2415012042
Kelas B

Jurnal ini membahas bagaimana media massa dapat berperan dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai upaya untuk mengurangi tingkat kejahatan di Indonesia. Penulis mengidentifikasi bahwa media massa memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik dan perilaku masyarakat. Oleh karena itu, media massa dapat digunakan sebagai alat kontrol sosial yang efektif untuk menyebarkan nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong, keadilan sosial, dan persatuan.

Dalam jurnal ini menguraikan bagaimana media massa dapat berfungsi sebagai alat kontrol sosial yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila untuk mengurangi kejahatan.Beberapa poin yang dibahas dalam jurnal tersebut:

1. Pengaruh Media Massa:
Media massa memiliki kemampuan untuk membentuk opini publik dan mempengaruhi perilaku masyarakat. Dengan menyajikan konten yang mengandung nilai-nilai Pancasila, media massa dapat membantu membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

2.Strategi Penyampaian Pesan:
Penulis menekankan pentingnya strategi penyampaian pesan yang efektif. Ini termasuk penggunaan narasi yang menarik, visual yang kuat, dan tokoh-tokoh yang dapat menjadi panutan. Media massa harus mampu menyampaikan pesan-pesan moral dan etika yang sejalan dengan Pancasila secara konsisten dan berulang.

3. Peran Edukasi:
Media massa juga berperan sebagai sumber edukasi bagi masyarakat. Program-program televisi, artikel, dan kampanye sosial yang mengangkat tema Pancasila dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang nilai-nilai tersebut. Edukasi ini penting untuk membentuk karakter dan perilaku yang sesuai dengan prinsip-prinsip Pancasila.

4.Kolaborasi dengan Pemerintah dan LSM::
Penulis menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara media massa dengan pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi non-pemerintah. Kolaborasi ini dapat memperkuat upaya penanaman nilai-nilai Pancasila melalui berbagai program dan kegiatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

5. Evaluasi dan Pengawasan:
Untuk memastikan efektivitas kontrol sosial oleh media massa, perlu ada mekanisme evaluasi dan pengawasan. Ini termasuk pemantauan konten media dan penilaian dampaknya terhadap perilaku masyarakat. Evaluasi ini dapat membantu mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dan memastikan bahwa pesan-pesan yang disampaikan tetap relevan dan efektif.

peran penting media massa dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai upaya untuk menekan kejahatan di Indonesia. Dengan strategi yang tepat dan kolaborasi yang kuat, media massa dapat menjadi alat kontrol sosial yang efektif dalam membentuk perilaku masyarakat yang lebih baik.