Posts made by Cindy Bunga Apriliantika

NAMA: Cindy Bunga Apriliantika
NPM : 2415012006



A. Bagaimana tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang Anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaks?
Jawab:
Tanggapan saya, berita tersebut menunjukkan bahwa hoaks semakin berbahaya dengan dukungan media sosial yang memungkinkan penyebaran informasi tanpa verifikasi. Untuk mengantisipasi dampak negatifnya, saya akan:
1. Menyerahkan kebenaran informasi dengan memeriksa sumber resmi sebelum menyebarkannya.
2. Mengedukasi orang tentang literasi digital dan cara mengenali hoaks.
3. Menghindari berbagi informasi yang tidak jelas kebenarannya, meskipun terlihat menarik.



B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial, dan solusi apa yang Anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
Jawab:
Pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan Pancasila dapat menyebabkan penyebaran hoaks, kebencian, dan eksploitasi privasi, bertentangan dengan prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab. Solusi yang saya usulkan:
1. Menanamkan pendidikan karakter berbasis Pancasila, termasuk etika bermedia sosial.
2. Meningkatkan pengawasan terhadap platform media sosial untuk mendeteksi dan menghapus konten yang melanggar nilai Pancasila.
3. Membangun aplikasi atau fitur untuk memverifikasi informasi dengan mudah


C. Sikap konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya. Bagaimana solusinya menurut program studi/jurusan yang Anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
Jawab:
Sebagai mahasiswa Arsitektur, saya menyarankan beberapa langkah untuk mengurangi ketergantungan pada produk teknologi asing:
1. Memanfaatkan material lokal dan teknologi bangunan tradisional dalam desain arsitektur untuk mengurangi ketergantungan pada impor.
2. Mendorong pengembangan smart building berbasis teknologi lokal, seperti sistem kontrol energi atau teknologi konstruksi modular.
3. Berkolaborasi dengan industri teknologi lokal untuk menciptakan produk arsitektur berkelanjutan.
4. Melakukan penelitian desain berbasis teknologi lokal untuk menghasilkan solusi bangunan hemat energi.
5. Meningkatkan kesadaran masyarakat dan klien mengenai pentingnya penggunaan teknologi lokal dalam mendukung ekonomi dan lingkungan.
Nama : Cindy Bunga Apriliantika
NPM : 2415012006


Pendidikan Pancasila memainkan peran penting dalam membentuk karakter peserta didik agar dapat menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang terus berkembang pesat di era globalisasi. Mata kuliah ini membantu mahasiswa untuk memperkuat nilai-nilai karakter seperti kejujuran, toleransi, dan kedisiplinan yang menjadi dasar dalam menyaring dampak negatif dari modernisasi. Selain itu, siswa diajarkan untuk memanfaatkan teknologi dengan bijak, baik untuk keperluan pendidikan, bisnis, maupun aktivitas lainnya, dengan tetap menjaga nilai-nilai budaya dan identitas bangsa.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengukur pengaruh Pendidikan Pancasila terhadap kemampuan siswa dalam menghadapi perkembangan IPTEK. Sampel penelitian terdiri dari mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Pendidikan Pancasila, dengan pengumpulan data melalui kuesioner berbasis skala Likert. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif dan regresi sederhana menggunakan perangkat SPSS, dan ditemukan adanya hubungan signifikan antara kedua variabel tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kepribadian yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila, seperti sikap toleran terhadap perbedaan, kejujuran dalam kehidupan sehari-hari, serta kedisiplinan dalam belajar. Dalam menghadapi perkembangan IPTEK, mahasiswa terbukti mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung kegiatan akademik, seperti mencari referensi online dan menggunakan media sosial secara bijak. Mereka juga mampu menyaring informasi negatif, seperti hoaks atau konten yang tidak sesuai dengan budaya lokal, serta menjaga etika komunikasi di dunia maya.
Pengaruh Pendidikan Pancasila terhadap kemampuan siswa dalam menyikapi IPTEK terbukti signifikan, dengan kontribusi sebesar 28,2% dari variabel independen. Namun, ada 71,8% pengaruh dari faktor lain yang juga mempengaruhi kemampuan ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa Pendidikan Pancasila mempunyai peranan penting dalam membekali peserta didik dengan nilai-nilai moral serta keterampilan berpikir kritis untuk menghadapi tantangan global.
Sebagai rekomendasi, inovasi dalam pengajaran Pendidikan Pancasila perlu dikembangkan, misalnya dengan mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran untuk menarik minat siswa dan menggunakan studi kasus yang relevan dengan isu-isu global. Pemerintah juga diharapkan dapat memperkuat pengawasan terhadap arus media sosial untuk meminimalkan dampak negatifnya, sekaligus memperluas edukasi tentang literasi digital kepada masyarakat. Dengan langkah-langkah ini, nilai-nilai Pancasila dapat terus diaktualisasikan, khususnya pada generasi muda, agar mereka dapat menghadapi tantangan zaman modern tanpa kehilangan identitas sebagai bangsa Indonesia.
Nama: Cindy Bunga Apriliantka
NPM : 2415012006

IPTEK merupakan hasil karya manusia yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan dalam kehidupan. Secara umum, IPTEK digunakan untuk membantu manusia menghadapi berbagai tantangan. Namun penggunaannya sering kali dimanfaatkan untuk tujuan tertentu, yang dapat memberikan dampak positif maupun negatif.

Pancasila ternyata memiliki hubungan dengan perkembangan IPTEK, dimana nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila memiliki peran penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pancasila berperan sebagai pedoman dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), memastikan bahwa kemajuan teknologi tetap sejalan dengan nilai-nilai luhur bangsa, seperti kemanusiaan, keadilan, dan keseimbangan.

Hubungan Nilai Pancasila dengan Pengembangan IPTEK:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa : Pengembangan IPTEK harus selalu menghormati nilai-nilai agama dan spiritualitas, serta tidak bertentangan dengan moral atau ajaran agama.
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab : IPTEK harus dikembangkan demi kesejahteraan umat manusia, menghormati hak asasi manusia, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
3. Persatuan Indonesia : Pengembangan IPTEK harus diarahkan untuk memperkuat persatuan dan integrasi nasional, bukan untuk memecah belah bangsa.
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan : Teknologi harus dikembangkan melalui musyawarah dan prinsip demokrasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh semua pihak secara adil.
4. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia : IPTEK harus digunakan untuk mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan keadilan ekonomi di seluruh lapisan masyarakat.


Contoh Implementasi IPTEK yang Sejalan dengan Pancasila:
1. Pengembangan teknologi ramah lingkungan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
2. Pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan akses layanan kesehatan.
3. Inovasi teknologi yang sesuai dengan budaya dan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Kesimpulan: Pengembangan IPTEK di Indonesia harus selaras dengan nilai-nilai Pancasila agar dapat memberikan manfaat yang positif bagi bangsa dan negara, serta menjaga identitas nasional.
Nama : Cindy Bunga Apriliantika
NPM : 2415012006

A. Sistem Etika dalam Perilaku Politik Saat Ini dan Nilai-Nilai Pancasila: Perilaku etis dalam dunia politik saat ini sering dianggap menyimpang dari nilai-nilai dasar Pancasila, yang mengutamakan penghargaan terhadap martabat manusia, keadilan sosial, dan kerjasama yang saling menguntungkan. Kasus korupsi, perebutan kekuasaan, dan manipulasi kepercayaan publik menunjukkan bahwa praktik politik belum selalu mencerminkan nilai-nilai moral yang terkandung dalam Pancasila.

B. Etika Generasi Muda dan Solusi terhadap Kemerosotan Moral: Etika generasi muda bisa bervariasi di tiap komunitas, namun beberapa di antaranya menunjukkan adanya tanda-tanda kemerosotan moral, seperti sikap materialistis atau ketidakpedulian terhadap nilai-nilai sosial. Solusi yang diusulkan untuk mengatasi kemerosotan ini meliputi penguatan nilai-nilai dalam keluarga, peningkatan pendidikan terkait Pancasila, dan penyediaan figur panutan yang mencerminkan prinsip-prinsip etika di Indonesia.
Nama : Cindy Bunga Apriliantika
NPM : 2415012006

Jurnal yang ditulis oleh Ariesta Wibisono Anditya dengan judul "Penanaman Nilai-Nilai Pancasila Melalui Kontrol Sosial Oleh Media Massa Untuk Menekan Kejahatan di Indonesia" membahas pentingnya peran media massa dalam strategi pencegahan kejahatan di Indonesia. Dalam jurnal ini, penulis berpendapat bahwa, meskipun kebijakan pidana tetap diperlukan, pencegahan lewat media massa lebih disarankan karena hukuman pidana saja tidak cukup efektif.

Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif, yaitu menelaah norma dalam sistem hukum yang berkaitan dengan media massa dan menganalisis penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberitaan media massa belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Banyak berita yang belum terverifikasi dan berpotensi merusak tatanan sosial. Media massa seringkali hanya berperan sebagai penyampai informasi tanpa membawa pesan moral atau nilai-nilai Pancasila.

Penulis juga menekankan bahwa media massa belum optimal dalam membentuk karakter sosial masyarakat yang sesuai dengan semangat Pancasila, dan cenderung lebih fokus pada aspek komersial dan sensasional daripada fungsi pendidikan moral atau kontrol sosial yang konstruktif. Sebagai solusi, media massa diharapkan berperan dalam edukasi masyarakat, menyampaikan informasi yang benar, dan menanamkan kesadaran akan nilai-nilai Pancasila guna mencapai keharmonisan sosial.

Bagian pembahasan jurnal "Penanaman Nilai-Nilai Pancasila Melalui Kontrol Sosial Oleh Media Massa Untuk Menekan Kejahatan di Indonesia" oleh Ariesta Wibisono Anditya mencakup beberapa poin:

1. Peran Media Massa dalam Kontrol Sosial: Media massa memiliki peran penting dalam memberikan informasi, mendidik, dan menjalankan fungsi kontrol sosial. Namun, di Indonesia, peran ini belum maksimal dalam penanaman nilai-nilai Pancasila, karena media seringkali hanya menyampaikan informasi tanpa mengedepankan pesan moral atau nilai Pancasila.


2. Fungsi Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara: Pancasila berfungsi sebagai dasar negara yang mengarahkan perilaku masyarakat Indonesia. Namun, globalisasi dan komersialisme media massa sering kali memperkuat nilai-nilai individualisme dan liberalisme, yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.


3. Ketidaktepatan Berita dan Berita Palsu: Jurnal ini mengungkapkan bahwa banyak berita yang tidak terverifikasi atau bersifat sensasional. Berita-berita ini berpotensi merusak tatanan sosial dan menghambat pembentukan masyarakat bermoral yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, serta dapat menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat.


4. Solusi: Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila: Penulis mengusulkan agar media massa lebih memprioritaskan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kontrol sosial. Media perlu memuat berita yang membangun, tidak hanya informatif tetapi juga mendidik masyarakat agar mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, untuk mengurangi kejahatan dan memperkuat tatanan sosial.



Kesimpulan: Analisis ini menunjukkan bahwa media massa di Indonesia belum sepenuhnya menjalankan fungsi kontrol sosial yang mendidik. Pengaruh komersialisme, berita palsu, dan fokus pada hiburan menghambat penanaman nilai-nilai Pancasila melalui media. Oleh karena itu, diperlukan perubahan di media massa, dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman utama dalam penyampaian informasi.