Posts made by MUHAMMAD ARIFIN ILHAM

AKM A2025 -> CASE STUDY

by MUHAMMAD ARIFIN ILHAM -
Muhammad arifin ilham
2413031003

1. Analisis Instrumen Investasi
Saham Dividen menawarkan potensi return tertinggi (±11% per tahun) serta likuiditas tinggi karena diperdagangkan di pasar modal. Namun, instrumen ini memiliki risiko volatilitas yang signifikan akibat sensitivitas terhadap kondisi makroekonomi dan fluktuasi pasar saham. Oleh karena itu, saham dividen kurang ideal dijadikan komponen utama dana pensiun yang berorientasi pada stabilitas, tetapi tetap relevan sebagai sumber pertumbuhan jangka panjang.

Obligasi Pemerintah memberikan return moderat (±6,5%) dengan tingkat risiko sangat rendah karena dijamin oleh negara. Instrumen ini cocok sebagai tulang punggung portofolio dana pensiun karena mampu menyediakan pendapatan tetap dan stabilitas nilai. Keterbatasan utama obligasi pemerintah adalah likuiditas yang relatif lebih rendah dibandingkan saham, terutama jika dimiliki hingga jatuh tempo.

Deposito Berjangka memiliki return paling rendah (±4,25%), namun risikonya minimal dan tingkat kepastian pengembalian sangat tinggi. Deposito cocok sebagai instrumen pelindung modal dan cadangan likuiditas, meskipun likuiditasnya terbatas akibat adanya penalti jika dilakukan pencairan sebelum jatuh tempo. Selain itu, deposito kurang efektif dalam menghadapi risiko inflasi jangka panjang.

Secara ringkas:

Saham unggul dalam potensi pertumbuhan, namun lemah dari sisi stabilitas.

Obligasi pemerintah unggul dalam keamanan dan kestabilan pendapatan, tetapi return relatif terbatas.

Deposito sangat stabil, tetapi kurang optimal untuk mempertahankan daya beli jangka panjang.

2. Penentuan Alokasi Portofolio
Dengan mempertimbangkan profil risiko konservatif–moderat dan horizon investasi jangka panjang (±20 tahun), alokasi dana pensiun sebesar Rp10 miliar dapat ditetapkan sebagai berikut:

50% Obligasi Pemerintah (Rp5 miliar)
Berfungsi sebagai inti portofolio untuk menyediakan pendapatan tetap yang stabil dan meminimalkan risiko penurunan nilai.

30% Deposito Berjangka (Rp3 miliar)
Digunakan untuk menjaga keamanan modal dan menyediakan likuiditas darurat, meskipun return relatif rendah.

20% Saham Dividen (Rp2 miliar)
Bertujuan meningkatkan return portofolio melalui dividen dan apresiasi harga saham dalam jangka panjang, dengan risiko yang tetap terkendali karena porsinya terbatas.

Kombinasi ini mencerminkan keseimbangan antara keamanan dana pensiun dan optimasi imbal hasil jangka panjang.

3. Simulasi Dampak Ekonomi
a. Skenario Krisis Ekonomi
Dalam kondisi krisis ekonomi yang ditandai oleh inflasi tinggi dan penurunan IHSG sebesar 20%, nilai portofolio akan terdampak terutama pada komponen saham. Penurunan nilai saham diperkirakan sekitar 20% dari alokasi saham, namun dampak terhadap keseluruhan portofolio relatif terbatas karena dominasi obligasi dan deposito yang lebih stabil. Obligasi pemerintah cenderung tetap memberikan pendapatan bunga, sementara deposito tidak terpengaruh langsung oleh gejolak pasar.

b. Strategi Mitigasi Risiko
Mitigasi risiko dapat dilakukan melalui:

Rebalancing portofolio, dengan mengurangi eksposur saham dan meningkatkan porsi obligasi atau deposito.

Diversifikasi saham ke sektor defensif (misalnya sektor konsumsi primer).

Lindung nilai (hedging) menggunakan instrumen derivatif untuk mengurangi risiko pasar.

Mempertahankan cadangan likuiditas, sehingga dana dapat dimanfaatkan untuk pembelian aset saat harga berada pada level rendah.

4. Aspek Akuntansi dan Pelaporan (PSAK 71)
Berdasarkan PSAK 71 – Instrumen Keuangan, ketiga instrumen tersebut diklasifikasikan sebagai aset keuangan dengan perlakuan sebagai berikut:

Saham Dividen
Diklasifikasikan sebagai aset keuangan pada Nilai Wajar melalui Laba Rugi (FVPL) atau Nilai Wajar melalui Penghasilan Komprehensif Lain (FVOCI). Instrumen ini diukur pada nilai wajar, dengan perubahan nilai diakui pada laba rugi atau ekuitas sesuai klasifikasinya.

Obligasi Pemerintah
Umumnya diukur pada amortized cost apabila dimiliki hingga jatuh tempo dan memenuhi kriteria SPPI. Alternatifnya, obligasi dapat diklasifikasikan sebagai FVPL atau FVOCI. Pendapatan bunga diakui menggunakan metode suku bunga efektif.

Deposito Berjangka
Dicatat sebesar biaya perolehan diamortisasi dan diklasifikasikan sebagai kas dan setara kas atau investasi jangka pendek, dengan pendapatan bunga diakui secara proporsional selama periode deposito.

Laporan keuangan dana pensiun wajib mengungkapkan kebijakan klasifikasi, metode pengukuran, serta risiko keuangan yang terkait guna memastikan transparansi dan kepatuhan terhadap standar akuntansi.

AKM A2025 -> Diskusi

by MUHAMMAD ARIFIN ILHAM -
Nama: Muhammad Arifin Ilham
NPM: 2413031003

Dalam praktik akuntansi, investasi pada instrumen ekuitas dan instrumen utang memiliki perlakuan akuntansi yang berbeda, mulai dari pengakuan awal, pengukuran setelah pengakuan, hingga pengakuan pendapatan serta penyajiannya dalam laporan keuangan. Instrumen ekuitas pada umumnya merepresentasikan kepemilikan atas suatu entitas dan memberikan imbal hasil berupa dividen. Sebaliknya, instrumen utang mencerminkan hubungan antara kreditur dan debitur dengan imbal hasil berupa bunga. Dalam standar akuntansi keuangan, penentuan nilai wajar, penerapan metode biaya perolehan diamortisasi, serta evaluasi penurunan nilai merupakan aspek penting dalam memastikan kualitas dan keandalan penyajian investasi tersebut.