Diskusi

Diskusi

Jumlah balasan: 3

Silakan diskusikan disini ya ... bersama rekan-rekan bahan kajian tersebut.

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi

oleh Alya Khoirun Nisa -
Nama : Alya Khoirun Nisa
NPM : 2413031019


Dalam praktik akuntansi, investasi pada instrumen ekuitas dan instrumen utang memiliki perlakuan yang berbeda, mulai dari pengakuan awal, pengukuran setelahnya, hingga penghentian pengakuan serta penyajiannya dalam laporan keuangan. Instrumen ekuitas umumnya mencerminkan kepemilikan pada suatu perusahaan dan dapat menghasilkan dividen, sedangkan instrumen utang mencerminkan hubungan kreditur-debitur dengan imbal hasil berupa bunga. Dalam standar akuntansi keuangan, penentuan nilai wajar, amortisasi biaya perolehan, serta penilaian penurunan nilai menjadi aspek penting dalam mengukur kualitas penyajian investasi tersebut.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi

oleh Susan Ti -
NAMA:SUSANTI
NPM:2413031034
Dalam praktik akuntansi, investasi pada instrumen ekuitas dan instrumen utang memiliki perlakuan yang berbeda, mulai dari pengakuan awal, pengukuran setelahnya, hingga penghentian pengakuan serta penyajiannya dalam laporan keuangan. Instrumen ekuitas umumnya mencerminkan kepemilikan pada suatu perusahaan dan dapat menghasilkan dividen, sedangkan instrumen utang mencerminkan hubungan kreditur-debitur dengan imbal hasil berupa bunga. Dalam standar akuntansi keuangan, penentuan nilai wajar, amortisasi biaya perolehan, serta penilaian penurunan nilai menjadi aspek penting dalam mengukur kualitas penyajian investasi tersebut.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi

oleh MUHAMMAD ARIFIN ILHAM -
Nama: Muhammad Arifin Ilham
NPM: 2413031003

Dalam praktik akuntansi, investasi pada instrumen ekuitas dan instrumen utang memiliki perlakuan akuntansi yang berbeda, mulai dari pengakuan awal, pengukuran setelah pengakuan, hingga pengakuan pendapatan serta penyajiannya dalam laporan keuangan. Instrumen ekuitas pada umumnya merepresentasikan kepemilikan atas suatu entitas dan memberikan imbal hasil berupa dividen. Sebaliknya, instrumen utang mencerminkan hubungan antara kreditur dan debitur dengan imbal hasil berupa bunga. Dalam standar akuntansi keuangan, penentuan nilai wajar, penerapan metode biaya perolehan diamortisasi, serta evaluasi penurunan nilai merupakan aspek penting dalam memastikan kualitas dan keandalan penyajian investasi tersebut.