Posts made by Rivi Tiara Ayu

Technopreneur 2026 -> RESPONSI SESI 6 -> responsi 6 -> Re: responsi 6

by Rivi Tiara Ayu -
Nama : Rivi Tiara Ayu
NPM : 2411012003
Kelompok 1

1. Strateginya adalah dengan memberikan fungsi yang berbeda pada kanal online dan offline. Online digunakan untuk mempermudah proses sebelum dan sesudah penyewaan, sedangkan offline digunakan untuk memberikan pengalaman dan memastikan proses serah terima kamera berjalan dengan baik. Pada RECAP, pelanggan bisa melihat katalog kamera melalui media sosial atau Canva, kemudian melakukan booking melalui Google Form dan menghubungi WhatsApp Business. Setelah booking dan pembayaran dikonfirmasi, proses pengambilan dan pengembalian kamera dilakukan secara offline di lokasi yang telah ditentukan. Dengan begitu, kanal online tidak menggantikan offline, tapi membantu membuat proses offline menjadi lebih praktis dan terorganisir.

2. Technopreneur bisa menyeimbangkannya dengan hanya mengumpulkan data yang benar-benar dibutuhkan untuk menjalankan bisnis, memberikan informasi kepada pelanggan mengenai tujuan penggunaan data, serta menjaga data tersebut agar tidak digunakan di luar tujuan yang telah diinformasikan. Pada RECAP, misalnya, data seperti nama, nomor WhatsApp, dan informasi penyewaan diperlukan untuk proses booking dan komunikasi dengan pelanggan. Namun, data tersebut tidak seharusnya digunakan sembarangan untuk promosi atau diberikan kepada pihak lain tanpa alasan yang jelas. RECAP juga bisa membatasi akses terhadap data pelanggan dan menggunakan sistem pencatatan yang memiliki keamanan memadai. Jadi, data tetap bisa digunakan untuk meningkatkan pelayanan tanpa mengabaikan privasi pelanggan.

3. Influencer marketing bisa membantu membangun engagement karena penyampaian promosi bisa terasa lebih personal dan relevan dengan audiens influencer tersebut. Namun, efektivitasnya tidak selalu lebih tinggi daripada iklan konvensional karena bergantung pada kesesuaian influencer dengan target konsumen, kualitas konten, serta tujuan kampanye. Untuk RECAP, influencer atau content creator lokal yang memiliki audiens mahasiswa dan anak muda bisa menunjukkan secara langsung bagaimana digicam digunakan dan seperti apa hasil fotonya. Hal ini bisa membuat calon pelanggan lebih mudah memahami pengalaman menggunakan RECAP. Namun, RECAP tetap bisa menggunakan iklan digital biasa untuk menjangkau calon pelanggan yang lebih luas. Jadi, keduanya bisa digunakan sesuai tujuan, bukan menganggap salah satunya selalu lebih efektif.

4. Efektivitas promosi digital tidak cukup dilihat dari jumlah views atau likes. RECAP perlu melihat apakah promosi tersebut menghasilkan tindakan yang berkaitan dengan bisnis, seperti kunjungan ke katalog, pertanyaan melalui WhatsApp, booking, hingga transaksi penyewaan. Contohnya, jika sebuah konten RECAP mendapatkan 50.000 views tapi hanya menghasilkan sedikit booking, berarti konten tersebut memiliki jangkauan tinggi tapi belum tentu efektif dalam menghasilkan penjualan. Sebaliknya, konten dengan views lebih kecil tapi menghasilkan banyak pertanyaan dan booking bisa memberikan dampak bisnis yang lebih nyata. Oleh karena itu, RECAP bisa membandingkan data dari media sosial dengan data booking dan transaksi untuk mengetahui promosi mana yang benar-benar menghasilkan pelanggan.

5. Salah satu cara adalah menyesuaikan produk, harga, dan model bisnis dengan kemampuan target konsumen, tanpa menghilangkan nilai utama produk. Bisnis juga bisa menyediakan pilihan yang lebih ekonomis atau sistem pembayaran yang lebih fleksibel. Untuk RECAP, apabila target konsumennya memiliki daya beli terbatas, RECAP bisa menyediakan harga sewa yang lebih terjangkau dibandingkan harga pembelian kamera. RECAP juga bisa menyediakan beberapa pilihan kamera dengan harga sewa berbeda, sehingga pelanggan bisa memilih sesuai kebutuhan dan kemampuan mereka. Selain itu, paket sewa dengan durasi tertentu bisa dibuat agar pelanggan mendapatkan pilihan yang lebih fleksibel.

6. Langkah yang bisa dilakukan RECAP adalah:
- Membuat konten yang memberikan manfaat, bukan hanya berisi promosi, misalnya tips menggunakan digicam, rekomendasi kamera, atau ide foto.
- Membangun komunikasi dua arah dengan membalas komentar dan pertanyaan pelanggan.
- Menggunakan feedback pelanggan untuk memperbaiki layanan dan menambah pilihan kamera yang sesuai kebutuhan.
- Membuat konten yang melibatkan pelanggan, misalnya membagikan hasil foto pelanggan dengan izin mereka.
- Menjaga kualitas pelayanan setelah transaksi, seperti memberikan informasi pengembalian dan memastikan kamera diterima dalam kondisi baik.
- Membangun program pelanggan, misalnya promo atau benefit khusus untuk pelanggan yang melakukan penyewaan kembali.
- Menggunakan data interaksi dan transaksi untuk memahami kebutuhan pelanggan tanpa mengabaikan privasi mereka.

Technopreneur 2026 -> RESPONSI SESI 4 -> Responsi sesi 4 -> Re: Responsi sesi 4

by Rivi Tiara Ayu -
Nama: Rivi Tiara Ayu
NPM: 2411012003

1. Jelaskan konsep dan pentingnya studi kelayakan bisnis sebelum memulai usaha!
Studi kelayakan bisnis adalah proses untuk melihat apakah suatu usaha layak dijalankan atau tidak. Pada Digicam Rental, studi ini dilakukan untuk melihat peluang pasar, keuntungan, sumber daya yang dibutuhkan, dan risiko usaha. Dengan melakukan studi kelayakan sejak awal, usaha dapat dipersiapkan dengan lebih baik dan risiko kerugian dapat dikurangi.

2. Jelaskan berbagai aspek yang harus dianalisis dalam studi kelayakan (pasar, teknis, manajemen, finansial, sosial-ekonomi-lingkungan)!
Beberapa aspek yang perlu dianalisis dalam Digicam Rental meliputi:
Aspek pasar: melihat target konsumen, kebutuhan, dan persaingan usaha.
Aspek teknis: melihat jenis kamera, peralatan pendukung, lokasi, serta penggunaan Google Form, Google Sheets, WhatsApp Business, dan QRIS.
Aspek manajemen: mengatur pembagian tugas seperti pemesanan, perawatan kamera, keuangan, dan pelayanan pelanggan.
Aspek finansial: menghitung modal, biaya operasional, harga sewa, pendapatan, keuntungan, dan BEP.
Aspek sosial-ekonomi-lingkungan: melihat manfaat usaha bagi konsumen dan masyarakat serta dampaknya terhadap lingkungan sekitar.

3. Bagaimana menganalisis kelayakan suatu ide bisnis secara komprehensif untuk mengurangi risiko kegagalan?
Analisis dapat dimulai dengan melihat kebutuhan konsumen, melakukan riset pasar dan pesaing, kemudian menganalisis aspek teknis, manajemen, finansial, serta risiko yang mungkin terjadi, seperti kamera rusak atau hilang. Hasil dari analisis tersebut dapat digunakan untuk menentukan apakah Digicam Rental layak dijalankan atau masih perlu diperbaiki sebelum memulai usaha.

4. Bagaimana mengembangkan keterampilan dalam menilai potensi usaha agar dapat mengambil keputusan bisnis yang tepat?
Keterampilan tersebut dapat dikembangkan melalui latihan riset pasar, analisis pesaing, dan studi kasus bisnis. Penggunaan metode seperti SWOT, Business Model Canvas, Excel, dan BEP juga dapat membantu dalam melihat peluang, keuntungan, serta risiko usaha sehingga keputusan bisnis dapat dibuat dengan lebih tepat.

Technopreneur 2026 -> responsi 3 -> responsi 3 -> Re: responsi 3

by Rivi Tiara Ayu -
Kelompok 1:
Rivi Tiara Ayu (2411012003)
Nafila Neisya (2411012020)
Shalwa Putri (2411012036)
Biyan Salwaa (2411012040)
Sevina Meisari (2411012045)
Najwa Ardelia Azzahra (2411012067)

1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?
Kebutuhan dan peluang usaha pada bisnis Rental Digicam dipahami dengan melihat bahwa banyak orang membutuhkan kamera digital untuk liburan, membuat konten, atau acara tertentu, tetapi tidak ingin membeli kamera karena harganya mahal dan penggunaannya tidak setiap hari. Dari kondisi tersebut, muncul peluang untuk menyediakan layanan penyewaan kamera dengan harga yang lebih terjangkau.

2. Bagaimana cara menemukan dan menilai ide usaha?
Ide usaha Rental Digicam kami temukan dari melihat kebutuhan masyarakat akan akses kamera yang praktis dan ekonomis. Untuk menilai kelayakannya, kami akan melakukan survei kepada calon pelanggan mengenai minat, jenis kamera yang dibutuhkan, serta harga sewa yang sesuai. Selain itu, kami akan mempertimbangkan biaya pembelian kamera, biaya perawatan, sistem keamanan, dan potensi keuntungan usaha.

3. Bagaimana memahami cara memulai dan mengembangkan usaha?
Usaha Rental Digicam akan dimulai dengan menyediakan kamera, menentukan harga sewa, membuat sistem pemesanan, dan menetapkan aturan penyewaan. Pengembangan usaha akan kami lakukan dengan menambah jenis kamera, meningkatkan kualitas layanan, memperluas promosi, serta memanfaatkan masukan pelanggan untuk melakukan inovasi.

4. Bagaimana memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?
Teknologi dimanfaatkan untuk mempermudah proses bisnis Rental Digicam. Kami akan memanfaatkan Google Form yang digunakan untuk pemesanan, Google Sheets untuk mencatat data penyewaan, WhatsApp Business untuk komunikasi, Canva untuk membuat katalog produk, dan QRIS untuk pembayaran digital.

Technopreneur 2026 -> RESPONSI SESI 2 -> RESPONSI SESI 2 -> Re: RESPONSI SESI 2

by Rivi Tiara Ayu -
Kelompok 1:
Rivi Tiara Ayu (2411012003)
Nafila Neisya (2411012020)
Shalwa Putri (2411012036)
Biyan Salwaa (2411012040)
Sevina Meisari (2411012045)
Najwa Ardelia Azzahra (2411012067)

Ide bisnis kami adalah Rental Digicam, yaitu layanan penyewaan kamera digital untuk orang-orang yang membutuhkan kamera untuk berbagai keperluan, seperti dokumentasi, membuat konten, liburan, acara, atau kebutuhan lainnya.

Discover

Di tahap Discover, kami mulai dengan melihat kebutuhan masyarakat yang ingin menggunakan kamera digital, tetapi tidak ingin membeli kamera karena harganya cukup mahal. Selain itu, kamera juga biasanya hanya digunakan pada waktu tertentu. Dari masalah tersebut, kami melihat peluang untuk menyediakan layanan penyewaan digicam dengan harga yang terjangkau.

Evaluate

Kemudian di tahap Evaluate, kami memastikan apakah ide ini memang dibutuhkan dan dapat dijalankan. Kami dapat melakukan survei kepada calon pelanggan untuk mengetahui ketertarikan terhadap jasa rental digicam, jenis kamera yang diminati, kebutuhan penggunaan, serta harga sewa yang sesuai. Kami juga mempertimbangkan biaya pembelian atau penyediaan kamera, perawatan, harga sewa, dan sistem keamanan dalam proses penyewaan.

Exploit

Setelah peluangnya dianggap layak, kami masuk ke tahap Exploit, yaitu mulai menjalankan bisnis rental digicam. Proses bisnis akan dibantu oleh beberapa aplikasi pendukung, seperti Google Form untuk pemesanan, Google Sheets untuk mencatat data dan jadwal penyewaan, WhatsApp Business untuk komunikasi dengan pelanggan, Canva untuk membuat katalog kamera, serta QRIS untuk pembayaran. Pelanggan dapat melihat katalog, memilih kamera dan tanggal penyewaan, kemudian mengisi formulir pemesanan. Setelah melakukan pembayaran dan konfirmasi, pelanggan dapat mengambil kamera secara langsung di tempat yang telah ditentukan.