Kiriman dibuat oleh Rivi Tiara Ayu

Technopreneur 2026 -> responsi 3 -> responsi 3 -> Re: responsi 3

oleh Rivi Tiara Ayu -
Kelompok 1:
Rivi Tiara Ayu (2411012003)
Nafila Neisya (2411012020)
Shalwa Putri (2411012036)
Biyan Salwaa (2411012040)
Sevina Meisari (2411012045)
Najwa Ardelia Azzahra (2411012067)

1. Bagaimana memahami kebutuhan dan peluang usaha?
Kebutuhan dan peluang usaha pada bisnis Rental Digicam dipahami dengan melihat bahwa banyak orang membutuhkan kamera digital untuk liburan, membuat konten, atau acara tertentu, tetapi tidak ingin membeli kamera karena harganya mahal dan penggunaannya tidak setiap hari. Dari kondisi tersebut, muncul peluang untuk menyediakan layanan penyewaan kamera dengan harga yang lebih terjangkau.

2. Bagaimana cara menemukan dan menilai ide usaha?
Ide usaha Rental Digicam kami temukan dari melihat kebutuhan masyarakat akan akses kamera yang praktis dan ekonomis. Untuk menilai kelayakannya, kami akan melakukan survei kepada calon pelanggan mengenai minat, jenis kamera yang dibutuhkan, serta harga sewa yang sesuai. Selain itu, kami akan mempertimbangkan biaya pembelian kamera, biaya perawatan, sistem keamanan, dan potensi keuntungan usaha.

3. Bagaimana memahami cara memulai dan mengembangkan usaha?
Usaha Rental Digicam akan dimulai dengan menyediakan kamera, menentukan harga sewa, membuat sistem pemesanan, dan menetapkan aturan penyewaan. Pengembangan usaha akan kami lakukan dengan menambah jenis kamera, meningkatkan kualitas layanan, memperluas promosi, serta memanfaatkan masukan pelanggan untuk melakukan inovasi.

4. Bagaimana memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha?
Teknologi dimanfaatkan untuk mempermudah proses bisnis Rental Digicam. Kami akan memanfaatkan Google Form yang digunakan untuk pemesanan, Google Sheets untuk mencatat data penyewaan, WhatsApp Business untuk komunikasi, Canva untuk membuat katalog produk, dan QRIS untuk pembayaran digital.

Technopreneur 2026 -> RESPONSI SESI 2 -> RESPONSI SESI 2 -> Re: RESPONSI SESI 2

oleh Rivi Tiara Ayu -
Kelompok 1:
Rivi Tiara Ayu (2411012003)
Nafila Neisya (2411012020)
Shalwa Putri (2411012036)
Biyan Salwaa (2411012040)
Sevina Meisari (2411012045)
Najwa Ardelia Azzahra (2411012067)

Ide bisnis kami adalah Rental Digicam, yaitu layanan penyewaan kamera digital untuk orang-orang yang membutuhkan kamera untuk berbagai keperluan, seperti dokumentasi, membuat konten, liburan, acara, atau kebutuhan lainnya.

Discover

Di tahap Discover, kami mulai dengan melihat kebutuhan masyarakat yang ingin menggunakan kamera digital, tetapi tidak ingin membeli kamera karena harganya cukup mahal. Selain itu, kamera juga biasanya hanya digunakan pada waktu tertentu. Dari masalah tersebut, kami melihat peluang untuk menyediakan layanan penyewaan digicam dengan harga yang terjangkau.

Evaluate

Kemudian di tahap Evaluate, kami memastikan apakah ide ini memang dibutuhkan dan dapat dijalankan. Kami dapat melakukan survei kepada calon pelanggan untuk mengetahui ketertarikan terhadap jasa rental digicam, jenis kamera yang diminati, kebutuhan penggunaan, serta harga sewa yang sesuai. Kami juga mempertimbangkan biaya pembelian atau penyediaan kamera, perawatan, harga sewa, dan sistem keamanan dalam proses penyewaan.

Exploit

Setelah peluangnya dianggap layak, kami masuk ke tahap Exploit, yaitu mulai menjalankan bisnis rental digicam. Proses bisnis akan dibantu oleh beberapa aplikasi pendukung, seperti Google Form untuk pemesanan, Google Sheets untuk mencatat data dan jadwal penyewaan, WhatsApp Business untuk komunikasi dengan pelanggan, Canva untuk membuat katalog kamera, serta QRIS untuk pembayaran. Pelanggan dapat melihat katalog, memilih kamera dan tanggal penyewaan, kemudian mengisi formulir pemesanan. Setelah melakukan pembayaran dan konfirmasi, pelanggan dapat mengambil kamera secara langsung di tempat yang telah ditentukan.
1. Pemikiran Desain sebagai Alat Transformasi Organisasi
Memungkinkan organisasi memahami kebutuhan pelanggan dengan lebih baik, mendorong inovasi kreatif, dan menghasilkan solusi yang relevan serta meningkatkan daya saing.

2. Dampak Inisiatif Inovasi terhadap Kinerja Bisnis
Inisiatif inovasi dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperluas pangsa pasar, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan mendorong pertumbuhan pendapatan secara berkelanjutan.

3. Mengembangkan Keterampilan Kepemimpinan dalam Inovasi
Kepemimpinan inovatif dapat dikembangkan melalui pelatihan, mentoring, pengalaman langsung dalam proyek inovasi, kolaborasi lintas fungsi, dan kemampuan mengambil risiko yang terukur.

4. Dampak Budaya Perusahaan terhadap Pemikiran Desain
Budaya perusahaan yang mendukung eksperimen, kolaborasi, dan toleransi terhadap kegagalan memperkuat implementasi design thinking, sedangkan budaya birokratis dan kaku cenderung menghambat kreativitas.

5. Analisis Kekuatan Korporat yang Menghambat Inovasi
Faktor penghambat bisa berupa struktur hierarki yang kaku, prosedur formal yang berlebihan, resistensi terhadap perubahan, serta fokus berlebihan pada hasil jangka pendek.

6. Langkah-langkah Transformasi Menuju Budaya Design Thinking
Meliputi edukasi karyawan tentang prinsip design thinking, mendorong eksperimen dan prototyping, meningkatkan kolaborasi lintas fungsi, memberikan ruang untuk belajar dari kegagalan, dan mengintegrasikan design thinking ke proses bisnis.

7. Mengaplikasikan Konsep Design Thinking dalam Strategi Bisnis
Dimulai dari mengidentifikasi masalah pelanggan, melakukan ideasi untuk solusi kreatif, membuat prototipe, menguji solusi, dan kemudian mengimplementasikan solusi yang terbukti efektif.