Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, izin memperkenalkan diri:
NAMA : NAFIISAH RIHADATUL 'AISY
NPM : 2413053184
Izin menjawab :
1. Struktur yang ada pada pembelajaran IPS SD dirancang secara terpadu untuk menghubungkan fakta, konsep, dan nilai agar pembelajaran tidak hanya sebagai hafalan. Melalui tema-tema yang kontekstual, struktur ini menyeimbangkan tiga dimensi utama. Pada aspek pengetahuan, peserta didik diajak memahami konsep dasar geografi, sejarah, ekonomi, dan sosiologi. Aspek keterampilan sosial diasah melalui diskusi kelompok, komunikasi, dan pemecahan masalah bersama. Sementara itu, aspek sikap ditumbuhkan lewat pemaknaan nilai-nilai empati, toleransi, serta kepedulian lingkungan. Contohnya pada tema Interaksi Sosial dan Gotong Royong, pendidik tidak hanya menjelaskan konsep kerja sama secara teori, tetapi juga membagi peserta didik ke dalam kelompok untuk berdiskusi mencari solusi masalah kebersihan sekolah. Melalui aksi nyata membersihkan kelas bersama, peserta didik secara langsung melatih kepedulian, rasa tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama.
2. Jikalau pendidik hanya fokus untuk mengejar tayang materi tanpa memikirkan keselarasan tujuan, proses, dan penilaian, IPS hajya akan menjadi pelajaran hafalan yang membosankan. Contohnya, peserta diisi bisa saja dapat nilai 100 saat ujian materi hak dan kewajiban karena hafal isinya. Tapi di luar kelas, mereka tetap buang sampah sembarangan dan merundung teman karena pembelajarannya tidak menyentuh sikap dan perilaku nyata.
3. Agar struktur kurikulum tidak sekadar menjadi dokumen administratif yang kaku, pendidik harus menyusun pembelajaran IPS menggunakan pendekatan yang kontekstual dan berbasis masalah. Pendidik perlu memberikan masalah yang aktual yang dekat dengan kehidupan peserta didik ke dalam ruang kelas serta memanfaatkan asesmen otentik, seperti penilaian proyek atau kinerja, bukan hanya tes tertulis.
NAMA : NAFIISAH RIHADATUL 'AISY
NPM : 2413053184
Izin menjawab :
1. Struktur yang ada pada pembelajaran IPS SD dirancang secara terpadu untuk menghubungkan fakta, konsep, dan nilai agar pembelajaran tidak hanya sebagai hafalan. Melalui tema-tema yang kontekstual, struktur ini menyeimbangkan tiga dimensi utama. Pada aspek pengetahuan, peserta didik diajak memahami konsep dasar geografi, sejarah, ekonomi, dan sosiologi. Aspek keterampilan sosial diasah melalui diskusi kelompok, komunikasi, dan pemecahan masalah bersama. Sementara itu, aspek sikap ditumbuhkan lewat pemaknaan nilai-nilai empati, toleransi, serta kepedulian lingkungan. Contohnya pada tema Interaksi Sosial dan Gotong Royong, pendidik tidak hanya menjelaskan konsep kerja sama secara teori, tetapi juga membagi peserta didik ke dalam kelompok untuk berdiskusi mencari solusi masalah kebersihan sekolah. Melalui aksi nyata membersihkan kelas bersama, peserta didik secara langsung melatih kepedulian, rasa tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama.
2. Jikalau pendidik hanya fokus untuk mengejar tayang materi tanpa memikirkan keselarasan tujuan, proses, dan penilaian, IPS hajya akan menjadi pelajaran hafalan yang membosankan. Contohnya, peserta diisi bisa saja dapat nilai 100 saat ujian materi hak dan kewajiban karena hafal isinya. Tapi di luar kelas, mereka tetap buang sampah sembarangan dan merundung teman karena pembelajarannya tidak menyentuh sikap dan perilaku nyata.
3. Agar struktur kurikulum tidak sekadar menjadi dokumen administratif yang kaku, pendidik harus menyusun pembelajaran IPS menggunakan pendekatan yang kontekstual dan berbasis masalah. Pendidik perlu memberikan masalah yang aktual yang dekat dengan kehidupan peserta didik ke dalam ruang kelas serta memanfaatkan asesmen otentik, seperti penilaian proyek atau kinerja, bukan hanya tes tertulis.