Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

Number of replies: 34

Simak materi diskusi berikut ini: 

1. Mengapa pembelajaran IPS di SD perlu terus dikembangkan dan disesuaikan dengan karakteristik peserta didik serta perkembangan kehidupan sosial masyarakat? Jelaskan dengan contoh konkret.

2. Bagaimana hakikat pembelajaran IPS SD dapat membantu peserta didik tidak hanya memahami konsep sosial, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari? Berikan contoh situasi yang relevan.

3. Menurut Anda, apa dampaknya apabila pembelajaran IPS SD hanya berorientasi pada hafalan materi tanpa memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengamati, menganalisis, dan memecahkan masalah sosial di lingkungan sekitarnya? Jelaskan alasan Anda.


In reply to First post

Re: Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

by Celsi Aura Jingga -
Nama : Celsi Aura Jingga
Npm : 2453053050

1. Pembelajaran IPS perlu terus disesuaikan karena kondisi masyarakat selalu berkembang dan kemampuan setiap siswa berbeda. Oleh karena itu, materi sebaiknya dihubungkan dengan pengalaman sehari-hari. Contohnya, siswa dapat mengenal keberagaman dengan mengamati perbedaan budaya dan kebiasaan teman di kelas.

2.IPS tidak hanya mengajarkan pengetahuan sosial, tetapi juga membiasakan siswa menerapkannya. Misalnya, ketika mempelajari hak dan kewajiban, siswa dapat langsung mempraktikkan kewajiban dengan menjaga kebersihan kelas, menaati aturan, dan menghargai teman.

3.ika IPS hanya berisi hafalan, siswa mungkin memahami teori tetapi kesulitan menerapkannya dalam kehidupan nyata. Siswa perlu diberi kesempatan mengamati dan menyelesaikan masalah. Contohnya, siswa mengamati masalah sampah di sekolah, mencari penyebabnya, lalu berdiskusi untuk menemukan solusinya.
In reply to First post

Re: Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

by Aprillia Nur Hasanah -
Nama : Aprillia Nur Hasanah
Npm : 2453053009

1. Pembelajaran IPS SD perlu dikembangkan karena karakteristik siswa dan kehidupan masyarakat terus berubah. Materi perlu disesuaikan dengan pengalaman siswa agar lebih mudah dipahami. Contohnya, materi kegiatan ekonomi dapat dikaitkan dengan kegiatan jual beli di kantin atau pasar.

2. Pembelajaran IPS membantu siswa memahami konsep sosial sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, saat belajar tentang gotong royong, siswa dapat langsung melakukan kerja bakti membersihkan kelas bersama teman.

3. Jika IPS hanya berisi hafalan, siswa cenderung sulit menghubungkan materi dengan kehidupan nyata dan kurang terlatih berpikir kritis. Contohnya, siswa bisa menghafal tentang pencemaran lingkungan, tetapi belum tentu mampu mencari solusi ketika melihat sampah berserakan di sekolah.
In reply to First post

Re: Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

by Salsabila Khoirunnida -
Nama: Salsabila Khoirunnida
Npm: 2453053016
jwbn:
1. Pembelajaran IPS perlu dikembangkan agar sesuai dengan usia, kebutuhan, dan kehidupan sosial peserta didik. Contohnya, materi tentang gotong royong dapat dikaitkan dengan kegiatan kerja bakti di lingkungan sekolah atau rumah, sehingga siswa lebih mudah memahami dan menerapkannya.

2. Hakikat pembelajaran IPS membantu siswa memahami kehidupan sosial sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, setelah belajar tentang aturan dan tanggung jawab, siswa menerapkannya dengan menaati tata tertib sekolah dan bertanggung jawab menjaga kebersihan kelas.

3. Jika IPS hanya berisi hafalan, siswa mungkin hanya mampu mengingat materi tetapi kurang mampu memahami masalah sosial di sekitarnya. Akibatnya, kemampuan berpikir kritis, bekerja sama, dan memecahkan masalah menjadi kurang berkembang.
In reply to First post

Re: Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

by Arinda Azzahra -

Nama: Arinda Shafa Azzahra

NPM: 2453053046

1. Mengapa Pembelajaran IPS SD Perlu Terus Dikembangkan dan Disesuaikan?

 Pembelajaran IPS di SD harus terus berkembang karena objek kajiannya adalah manusia dan kehidupan sosial — yang sifatnya selalu dinamis, tidak statis. Di satu sisi, karakteristik peserta didik SD berada pada tahap operasional konkret, di mana pemahaman konsep abstrak masih sangat bergantung pada pengalaman nyata dan lingkungan sekitarnya. Di sisi lain, kehidupan sosial masyarakat terus berubah — mulai dari pola interaksi, teknologi, hingga nilai-nilai sosial yang berkembang. Jika materi dan pendekatan pembelajaran tidak disesuaikan, maka IPS akan menjadi ilmu yang terlepas dari realitas kehidupan siswa sendiri.

 Contoh konkretnya:

 - Pendekatan pembelajaran disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif anak — misalnya konsep "kerja sama" tidak hanya dihafal definisinya, tetapi dipahami melalui kegiatan kerja kelompok dan kerja bakti di sekolah.

​- Materi dikembangkan mengikuti perkembangan zaman — dulu konsep "komunikasi" hanya sebatas surat dan telepon, kini harus memuat juga etika bermedia sosial dan tantangan interaksi di era digital.

​- Materi juga disesuaikan dengan konteks keberagaman lingkungan — di daerah yang majemuk, IPS harus memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan, bukan sekadar menghafal nama suku atau agama.

2. Bagaimana Hakikat IPS SD Membantu Siswa Memahami Konsep Sekaligus Menerapkannya?

 Hakikat IPS pada dasarnya bukan sekadar mentransfer pengetahuan tentang fakta-fakta sosial, melainkan membantu siswa memahami dirinya, orang lain, dan lingkungan tempat ia hidup secara utuh. IPS mengajak siswa tidak hanya tahu "apa", tetapi juga "mengapa" dan "bagaimana" sehingga konsep yang dipelajari bukan sekadar informasi yang tersimpan, melainkan menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak sehari-hari.

 Contoh situasi yang relevan:

 - Konsep hak dan kewajiban — siswa tidak hanya menghafal definisinya, tetapi diajak mengidentifikasi apa hak dan kewajibannya sebagai siswa di sekolah, sebagai anak di rumah, dan sebagai anggota masyarakat. Pemahaman ini kemudian diterapkan saat berinteraksi dengan teman, guru, maupun keluarga.

​- Konsep gotong royong — bukan sekadar tahu artinya bekerja sama, siswa diajak merasakan langsung manfaatnya melalui kegiatan kerja bakti di lingkungan sekolah, lalu berdiskusi tentang dampaknya bagi kenyamanan bersama.

​- Konsep penghematan sumber daya alam  siswa memahami pentingnya air dan listrik, lalu menerapkannya dalam kebiasaan sehari-hari: mematikan keran, mematikan lampu yang tidak dipakai. Konsep yang dipelajari langsung menjadi perilaku nyata.

3. Dampak Jika IPS SD Hanya Berorientasi pada Hafalan Tanpa Pengamatan, Analisis, dan Pemecahan Masalah Sosial

Apabila pembelajaran IPS hanya berpusat pada hafalan materi tanpa memberikan ruang bagi siswa untuk mengamati, menganalisis, dan memecahkan masalah sosial di lingkungannya, maka akan muncul beberapa dampak yang sangat merugikan, antara lain:

 

- Pengetahuan menjadi tidak bermakna dan mudah terlupakan siswa menghafal tanpa memahami esensi konsep. Karena tidak ada keterkaitan dengan pengalaman nyata, materi tersebut akan segera hilang setelah ujian selesai.

​

- Siswa menjadi pasif dan kurang peka terhadap realitas sosial siswa tahu definisi kemiskinan, pencemaran lingkungan, atau ketimpangan sosial, tetapi tidak peduli dan tidak tahu harus berbuat apa. Ilmu yang dipelajari tidak mendorong sikap kritis dan kepedulian.

​

- Kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah tidak berkembang padahal ini adalah kompetensi inti yang harus dimiliki warga negara. Jika siswa tidak dilatih menganalisis masalah sosial di sekitarnya, di masa depan mereka tidak akan mampu memberikan kontribusi solutif bagi permasalahan masyarakat.

​

- Minat belajar menurun karena dianggap membosankan dan tidak relevan  siswa merasa IPS hanyalah kumpulan istilah yang harus dihafal, bukan ilmu yang membantu memahami dunia di sekitar mereka. Akibatnya, sikap positif terhadap IPS tidak terbentuk sejak dini.

In reply to First post

Re: Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

by Bagus GITA BAGUS WIJAYA -

Nama : Gita Bagus Wijaya

NPM  : 2453053019

1. Mengapa pembelajaran IPS di SD perlu terus dikembangkan dan disesuaikan?

Pembelajaran IPS di SD perlu terus dikembangkan karena kehidupan sosial masyarakat selalu mengalami perubahan. Selain itu, setiap peserta didik juga memiliki karakteristik, kemampuan, dan pengalaman yang berbeda. Jadi, pembelajaran IPS tidak cukup hanya memberikan materi dari buku, tetapi perlu disesuaikan dengan keadaan yang dekat dengan kehidupan siswa.

Contohnya, ketika membahas materi tentang kegiatan ekonomi, guru tidak hanya menjelaskan pengertian produksi, distribusi, dan konsumsi. Guru bisa mengajak siswa mengamati kegiatan jual beli di pasar atau warung yang ada di sekitar mereka. Dengan begitu, siswa lebih mudah memahami materi karena melihat contoh yang memang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

2. Bagaimana hakikat pembelajaran IPS SD membantu peserta didik menerapkan konsep sosial?

Hakikat pembelajaran IPS bukan hanya membuat siswa mengetahui dan menghafal konsep sosial, tetapi juga membantu siswa memahami bagaimana konsep tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pembelajaran IPS, siswa seharusnya diberikan kesempatan untuk mengamati lingkungan, berdiskusi, bekerja sama, dan mencari solusi dari masalah yang ada di sekitarnya.

Contohnya dalam materi kerja sama, siswa tidak hanya diminta menjelaskan pengertian kerja sama, tetapi juga mempraktikkannya. Misalnya, ketika melakukan kerja kelompok, setiap siswa mempunyai tugas masing-masing dan saling membantu agar tugas dapat selesai. Dari situ siswa belajar bahwa kerja sama memang penting dalam kehidupan sehari-hari.

3. Apa dampaknya jika pembelajaran IPS hanya berorientasi pada hafalan?

Menurut saya, jika pembelajaran IPS hanya berfokus pada hafalan, siswa mungkin bisa mengingat materi untuk mengerjakan soal, tetapi belum tentu benar-benar memahami dan bisa menerapkannya dalam kehidupan. Siswa juga bisa menjadi kurang aktif karena hanya mendengarkan penjelasan guru dan menghafalkan materi dari buku.

Padahal, IPS berkaitan erat dengan kehidupan sosial yang ada di sekitar siswa. Misalnya, ketika membahas masalah sampah di lingkungan, siswa seharusnya tidak hanya menghafal pengertian pencemaran lingkungan. Mereka bisa diajak mengamati kondisi lingkungan sekitar, mencari penyebab banyaknya sampah, kemudian berdiskusi tentang cara mengatasinya. Dengan kegiatan seperti itu, siswa menjadi lebih terbiasa untuk mengamati, berpikir, dan mencari solusi terhadap masalah sosial yang mereka temui.



In reply to First post

Re: Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

by Ihsan Ghani Alifi -
NAMA:Ihsan Ghani Alifi
NPM: 2453053044

1. Pembelajaran IPS SD perlu terus dikembangkan agar sesuai dengan perkembangan zaman dan karakteristik peserta didik. Contohnya, materi kegiatan ekonomi tidak hanya membahas pasar tradisional, tetapi juga jual beli online dan penggunaan uang digital.
2. Pembelajaran IPS membantu peserta didik memahami konsep sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, saat belajar tentang keberagaman, peserta didik belajar menghargai perbedaan suku, budaya, dan kebiasaan teman.
3. Jika IPS hanya mengutamakan hafalan, peserta didik akan kurang terlatih berpikir kritis dan menyelesaikan masalah sosial. Contohnya, peserta didik tidak hanya menghafal pentingnya kebersihan, tetapi juga diajak mengamati masalah sampah dan mencari solusinya.
In reply to First post

Re: Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

by EGGA ALIEFIA PUTRI HESTA -
Nama : Egga Aliefia Putri Hesta
Npm : 2453053005

Jawaban :
1. Pembelajaran IPS perlu terus dikembangkan agar selalu sesuai dengan usia, kebutuhan, maupun perkembangan kehidupan sosial siswa yang saat ini semakin modern. Materi harus dekat dengan dunia nyata agar siswa mudah memahaminya langsung. Contohnya, disaat belajar tentang interaksi sosial dan juga norma, siswa diajak membahas etika berkomunikasi serta berteman dengan bijak di media sosial.

2. ​Hakikat IPS SD tidak hanya memberikan pengetahuan saja, akan tetapi juga melatih sikap, keterampilan, dan tindakan nyata. Melalui IPS, konsep yang dipelajari bisa langsung dipraktikkan dalam kesehariannya. Contohnya, setelah mempelajari materi kepedulian lingkungan dan tanggung jawab, siswa menerapkannya dengan membiasakan diri memilah sampah serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

3. ​Jika IPS hanya berorientasi pada hafalan, siswa hanya akan sekadar tahu tentang teori tanpa paham makna dan penerapannya. Dampaknya, siswa tidak terbiasa berpikir kritis dan kurang peka terhadap lingkungan sekitar. Contohnya, siswa mungkin hafal definisi dan dampak pencemaran, tetapi mereka akan bingung atau cuek saat melihat penumpukan sampah di sekitar mereka karena tidak pernah dilatih menganalisis dan mencari solusinya.
In reply to First post

Re: Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

by vania diandra vadin -
Nama : Vania Diandra Vadin
Npm : 2453053007

Berikut jawaban dengan bahasa baku tapi tetap santai:

1. Pembelajaran IPS di SD perlu terus dikembangkan karena karakteristik siswa masih berada pada tahap berpikir konkret, serta kondisi sosial masyarakat juga terus berubah. Oleh karena itu, materi pembelajaran harus disesuaikan agar lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Contohnya, materi tentang kegiatan ekonomi tidak hanya dijelaskan secara teori, tetapi juga dikaitkan dengan aktivitas jual beli di pasar atau melalui online yang sering mereka lihat.

2. Hakikat pembelajaran IPS di SD tidak hanya membuat siswa memahami konsep sosial, tetapi juga mendorong mereka untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, siswa tidak hanya tahu, tetapi juga mampu bersikap sesuai nilai sosial. Contohnya, saat belajar tentang kerja sama, siswa dapat mempraktikkannya melalui kerja kelompok atau kegiatan gotong royong di lingkungan sekolah.

3. Jika pembelajaran IPS hanya berorientasi pada hafalan, maka siswa cenderung cepat lupa dan kurang memahami makna dari materi yang dipelajari. Selain itu, siswa juga tidak terbiasa untuk berpikir kritis dan kurang peka terhadap masalah sosial di sekitarnya. Akibatnya, ketika menghadapi situasi nyata, seperti konflik dengan teman, siswa menjadi kurang mampu mengambil sikap atau solusi yang tepat.
In reply to First post

Re: Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

by Fika Asikin Lubis -

Nama : Fika Asikin Lubis 

NPM : 2413053231


1. Pembelajaran IPS di SD perlu terus dikembangkan agar sesuai dengan usia, pengalaman, dan kehidupan peserta didik. Perkembangan masyarakat juga terus berubah, sehingga materi IPS harus dikaitkan dengan kondisi nyata. Contohnya, ketika membahas keragaman sosial, siswa tidak hanya belajar definisi, tetapi juga mengamati perbedaan kebiasaan dan budaya teman di kelas serta belajar menghargainya.

2. Hakikat pembelajaran IPS tidak hanya memahami konsep sosial, tetapi juga membentuk kemampuan peserta didik dalam bersikap dan bertindak di lingkungan. Contohnya, setelah belajar tentang kerja sama, siswa menerapkannya dengan bekerja sama saat membersihkan kelas atau mengerjakan tugas kelompok.

3. Jika IPS hanya berorientasi pada hafalan, peserta didik mungkin dapat mengingat materi, tetapi kurang mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata. Mereka juga menjadi kurang terlatih untuk berpikir kritis dan mencari solusi. Contohnya, siswa hafal tentang menjaga kebersihan lingkungan, tetapi belum tentu mampu mencari solusi ketika melihat sampah berserakan di sekolah.



In reply to First post

Re: Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

by RENO RENO SETIA -

Nama: Reno Setia

NPM: 2453053051

Izin Menjawab Bapak

1. Mengapa pembelajaran IPS SD harus terus disesuaikan dengan karakteristik siswa dan dinamika sosial masyarakat?

Alasannya karena ada dua faktor yang sama-sama tidak statis: perkembangan anak dan kondisi masyarakat.

- Anak usia SD sedang mengalami tahap berpikir yang bertahap, dari yang masih sangat bergantung pada hal-hal konkret menuju kemampuan berpikir yang lebih abstrak (sesuai teori Piaget). Siswa kelas rendah masih memerlukan ilustrasi nyata dan visual, sedangkan siswa kelas tinggi sudah mampu diajak memahami hubungan sebab-akibat yang lebih rumit. Oleh karena itu, isi dan cara mengajar harus disesuaikan agar tidak terlalu berat atau justru terlalu ringan bagi mereka.

- Selain itu, kondisi sosial di masyarakat terus bergeser—munculnya teknologi digital, media sosial, perpindahan penduduk, persoalan lingkungan, hingga keragaman budaya yang makin mudah diakses lewat internet. Bila materi IPS masih memakai gambaran lama, misalnya hanya membahas transaksi di pasar tradisional tanpa menyentuh pembayaran digital, siswa akan kesulitan menghubungkan pelajaran dengan kehidupan yang mereka jalani.

Contoh nyatanya: dulu topik "jual beli" biasanya digambarkan lewat pasar tradisional dengan pembayaran tunai. Kini, guru dapat memperkaya materi tersebut dengan mengenalkan transaksi melalui dompet digital atau belanja daring yang sudah tidak asing bagi siswa, sehingga pemahaman tentang "permintaan dan penawaran" terasa lebih dekat dengan pengalaman keseharian mereka.

2. Bagaimana hakikat pembelajaran IPS SD dapat mendorong siswa mempraktikkan konsep sosial, bukan sekadar mengetahuinya?

Pada dasarnya, IPS tidak hanya bertujuan menyampaikan informasi tentang masyarakat, melainkan juga membangun sikap dan kecakapan sosial yang dapat langsung digunakan siswa. Hal ini akan terwujud bila pembelajaran dikaitkan dengan pengalaman nyata di lingkungan siswa, bukan sekadar menghafal definisi dari buku.

Contoh situasinya:

- Nilai "kerja sama" akan lebih bermakna jika tidak hanya dijelaskan secara teori. Guru bisa mengajak siswa bekerja bersama membersihkan area sekolah, kemudian mengajak mereka merefleksikan bagaimana pembagian peran dan gotong royong tersebut mencerminkan makna kerja sama yang dipelajari.

- Pemahaman tentang "hak dan kewajiban" dapat dipraktikkan lewat kegiatan simulasi pemilihan ketua kelas, di mana siswa merasakan langsung proses bermusyawarah, belajar menghargai pendapat yang berbeda, dan menerima hasil keputusan bersama.

Melalui pendekatan semacam ini, siswa bukan sekadar mengetahui pengertian "kerja sama", tetapi juga terbiasa menerapkannya ketika menghadapi situasi sosial yang sesungguhnya, baik di sekolah maupun di rumah.

3. Apa akibatnya bila pembelajaran IPS SD hanya menekankan hafalan tanpa melatih siswa mengamati, menganalisis, dan menyelesaikan persoalan sosial?

Beberapa konsekuensi yang dapat muncul:

- Pemahaman yang dangkal dan mudah terlupakan— siswa mungkin bisa menjawab soal ujian, namun tidak benar-benar mengerti makna sosial di baliknya, sehingga pengetahuan tersebut tidak melekat lama karena tidak dibangun dari pengalaman langsung.

- Kemampuan berpikir kritis tidak terasah — semestinya IPS melatih siswa untuk peka terhadap masalah sosial di sekelilingnya (seperti kemiskinan, sampah, atau konflik antarteman) serta mencari jalan keluarnya. Bila pembelajaran hanya berfokus pada hafalan, kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah ini tidak akan berkembang.

- Munculnya jarak antara teori dan praktik — siswa mungkin hafal istilah seperti "toleransi" atau "gotong royong", tetapi belum tentu mampu mewujudkannya ketika menghadapi perbedaan pendapat atau konflik yang sebenarnya.

- Menurunnya kepekaan sosial — salah satu tujuan IPS adalah mencetak warga negara yang peduli dan tanggap terhadap lingkungan sosialnya. Tanpa dilatih mengamati dan menganalisis, siswa cenderung bersikap pasif dan kurang peka terhadap persoalan di sekitarnya.

Alasan mendasarnya, IPS pada hakikatnya adalah mata pelajaran yang berpijak pada kehidupan nyata, bukan semata ilmu yang bersifat teoretis. Jika pembelajarannya hanya berhenti pada hafalan, maka tujuan inti IPS—yaitu membentuk warga negara yang kritis, peduli, dan mampu berperan aktif di tengah masyarakat—tidak akan tercapai secara maksimal.

In reply to First post

Re: Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

by Balqis Lutfie Aqilah -
Nama : Balqis Lutfie Aqilah
NPM : 2453053049


1. Pembelajaran IPS perlu dikembangkan karena kehidupan sosial terus berubah dan setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda. Oleh karena itu, materi perlu disesuaikan dengan kehidupan siswa. Contohnya, materi gotong royong dapat dilakukan melalui kegiatan membersihkan kelas bersama.

2. Pembelajaran IPS membantu siswa memahami konsep sosial sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, saat belajar tentang keberagaman, siswa dapat menerapkannya dengan menghargai teman yang berbeda suku, agama, atau kebiasaan.

3. Jika IPS hanya berfokus pada hafalan, siswa mungkin hanya memahami materi tanpa mampu menerapkannya. Siswa juga menjadi kurang terbiasa berpikir dan menyelesaikan masalah sosial. Contohnya, siswa hafal pentingnya menjaga kebersihan, tetapi belum tentu mampu mencari solusi ketika melihat banyak sampah di sekolah.
In reply to First post

Re: Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

by Yuke Nuranita -

Nama : Yuke Nur Anita

NPM : 2453053018

1. Pembelajaran IPS perlu dikembangkan karena kehidupan sosial terus berubah dan karakter siswa juga berbeda-beda. Contohnya, materi keragaman bisa dikaitkan dengan kebiasaan teman yang berbeda di kelas agar siswa lebih mudah memahami dan menghargai perbedaan.

2. Pembelajaran IPS dapat membuat siswa tidak hanya tahu konsep, tetapi juga terbiasa menerapkannya. Misalnya, saat belajar tentang keadilan, siswa dapat mempraktikkannya ketika membagi tugas kelompok agar tidak hanya satu orang yang bekerja.

3. Jika hanya menghafal, siswa bisa tahu materi tetapi belum tentu mampu menghadapi masalah sosial. Misalnya, siswa tahu pengertian kerja sama, tetapi belum tentu bisa menyelesaikan masalah ketika ada anggota kelompok yang tidak mau bekerja.

In reply to First post

Re: Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

by Nindytha Lintang Sujarwo -
Nama: Nindytha Lintang Sujarwo
Npm: 2453053008

1. Karena pembelajaran IPS di SD perlu terus dikembangkan karena kehidupan sosial masyarakat selalu mengalami perubahan, begitu juga dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Anak SD tidak cukup hanya diberikan materi tentang kehidupan sosial melalui penjelasan dari guru, tetapi perlu belajar melalui hal-hal yang dekat dengan kehidupan mereka. Pembelajaran yang disesuaikan dengan perkembangan zaman juga membuat materi IPS menjadi lebih relevan dan mudah dipahami. Misalnya, ketika membahas materi tentang kegiatan ekonomi, guru tidak hanya menjelaskan tentang jual beli dari buku, tetapi dapat mengajak siswa mengamati kegiatan jual beli di kantin sekolah atau pasar di sekitar tempat tinggalnya. Siswa dapat melihat bagaimana penjual menawarkan barang, pembeli memilih barang, melakukan pembayaran, serta memahami pentingnya bersikap jujur dan bertanggung jawab. Dengan cara tersebut, pembelajaran IPS tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membantu siswa memahami kondisi sosial yang benar-benar mereka temui.
2. Hakikat pembelajaran IPS SD tidak hanya berfokus pada penguasaan pengetahuan tentang masyarakat, tetapi juga membentuk kemampuan dan sikap peserta didik agar dapat berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Karena itu, materi IPS sebaiknya dikaitkan dengan pengalaman nyata yang dialami siswa. Contohnya, ketika siswa mempelajari materi tentang kerja sama dan gotong royong, guru dapat memberikan kegiatan membersihkan kelas secara berkelompok. Dalam kegiatan tersebut, siswa belajar membagi tugas, saling membantu, menghargai teman, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Jadi, siswa tidak hanya mengetahui pengertian gotong royong, tetapi juga mengalami dan mempraktikkannya secara langsung. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran IPS dapat menjadi bekal bagi siswa untuk menerapkan nilai-nilai sosial dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
3. Menurut saya, jika pembelajaran IPS SD hanya berorientasi pada hafalan, peserta didik akan cenderung memahami IPS sebagai mata pelajaran yang hanya berisi materi untuk diingat dan dijawab saat ujian. Akibatnya, siswa mungkin mampu menyebutkan pengertian, nama tokoh, atau fakta sosial, tetapi belum tentu mampu menggunakan pengetahuan tersebut ketika menghadapi masalah dalam kehidupan nyata. Misalnya, siswa dapat menghafal pengertian tentang menjaga kebersihan lingkungan, tetapi ketika melihat sampah berserakan di sekitar sekolah, mereka belum tentu mampu menganalisis penyebabnya atau mencari solusi untuk mengatasinya. Padahal, pembelajaran IPS seharusnya memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengamati lingkungan, berdiskusi, menemukan masalah, dan mencari solusi sederhana. Dengan demikian, siswa tidak hanya memiliki pengetahuan sosial, tetapi juga berkembang kemampuan berpikir kritis, bekerja sama, mengambil keputusan, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.
In reply to First post

Re: Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

by Dheafita Utami -
Nama : Dheafita Utami
NPM : 2453053045

1. Pembelajaran IPS perlu terus dikembangkan agar sesuai dengan usia, kebutuhan, dan kehidupan peserta didik. Selain itu, kehidupan sosial terus berubah sehingga pembelajaran juga perlu mengikuti perkembangan tersebut. Contohnya, materi tentang lingkungan dapat dikaitkan dengan masalah sampah yang ada di sekolah.

2. Pembelajaran IPS tidak hanya mengajarkan konsep, tetapi juga mengajak peserta didik menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, setelah belajar tentang kerja sama, peserta didik dapat menerapkannya saat bekerja dalam kelompok atau melakukan kegiatan bersama di kelas.

3. Jika IPS hanya berisi hafalan, peserta didik mungkin dapat mengingat materi tetapi belum tentu memahami cara menerapkannya. Peserta didik juga kurang terbiasa mengamati dan menyelesaikan masalah di sekitarnya. Contohnya, peserta didik hanya menghafal tentang kebersihan lingkungan tanpa diajak mencari solusi terhadap masalah sampah di sekolah.
In reply to First post

Re: Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

by Wida yanti -
Nama : Widayanti
NPM : 2413053232

Izin Menjawab :

1. Perlu dikembangkan karena kehidupan sosial masyarakat terus berubah dan karakter anak berbeda dari generasi sebelumnya. Contoh: dulu IPS hanya membahas peta dan sejarah lokal, kini perlu menyinggung literasi digital, hoaks, dan keberagaman budaya di media sosial.
2. Hakikat IPS adalah pendidikan untuk hidup bermasyarakat, bukan sekadar teori. Contoh: setelah belajar tentang gotong royong, siswa diajak kerja bakti membersihkan kelas atau membantu tetangga yang kesulitan.
3. Dampaknya, siswa hanya pintar menghafal tetapi tidak peka dan tidak mampu menyelesaikan masalah sosial nyata.
Alasannya karenaIPS bertujuan membentuk warga negara yang kritis dan partisipatif, bukan sekadar peniru informasi.

Terimakasih,
In reply to First post

Re: Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

by khanaia khanaia anandesta -
Nama:Khanaia Anandesta
Npm:2453053047

1. Pembelajaran IPS di SD perlu dikembangkan karena kehidupan sosial masyarakat terus berubah dan peserta didik memiliki karakteristik yang berbeda. Oleh karena itu, pembelajaran harus dikaitkan dengan kehidupan nyata. Contohnya, saat belajar kegiatan ekonomi, siswa dapat mengamati kegiatan jual beli di pasar atau warung sekitar.

2. Hakikat pembelajaran IPS tidak hanya memahami konsep sosial, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, ketika belajar tentang kerja sama, siswa dapat melakukan kegiatan kelompok sehingga mereka belajar berbagi tugas, menghargai pendapat, dan bertanggung jawab.

3. Jika IPS hanya berorientasi pada hafalan, siswa akan lebih banyak mengingat materi tanpa memahami cara menerapkannya. Kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah juga kurang berkembang. Misalnya, dalam materi lingkungan, siswa sebaiknya tidak hanya menghafal dampak sampah, tetapi juga mengamati masalah sampah di sekolah dan mencari solusinya.
In reply to First post

Re: Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

by Farah Novi Liana -
Nama : Farah Novi Liana
NPM : 2413053230
Jawaban saya terkait pertanyaan di atas

1. Pembelajaran IPS harus sesuai karakteristik dengan peserta didik anak usia SD berada pada tahap perkembangan kognitif yang masih konkret. Mereka belajar paling baik melalui pengalaman langsung, observasi, dan hal-hal yang dekat dengan kehidupan mereka. Jika materi IPS terlalu abstrak atau jauh dari dunia anak, pembelajaran menjadi kurang bermakna. Menyesuaikan dengan perkembangan kehidupan sosial masyarakat. Menyesuaikan dengan perkembangan kehidupan sosial terus berubah karena perkembangan teknologi, ekonomi, budaya, dan lingkungan. Materi IPS harus mengikuti perubahan ini agar siswa dapat memahami dan menghadapi tantangan zaman.

2. Pembelajaran IPS yang baik mengintegrasikan pengetahuan dengan pengalaman nyata, sehingga siswa tidak hanya tahu tetapi juga bisa melakukannya. Contohnya ketika guru ingin mengajarkan Norma dan aturan sosial Saat membahas aturan di masyarakat, sisswa diminta mengamati aturan di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar, lalu membuat kesepakatan kelas sederhana yang mereka terapkan bersama (misalnya: antre, berbicara sopan, menjaga kebersihan).

3. Pembelajaran menjadi kurang bermakna siswa mungkin bisa menjawab soal ujian, tetapi tidak memahami keterkaitan materi dengan kehidupan sosial yang alami mereka. eterampilan berpikir kritis dan analitis tidak berkembang Siswa tidak memantau untuk mengamati lingkungan, bertanya, mencari informasi, atau menganalisis masalah sosial sederhana di sekitar mereka. sikap peduli dan tanggung jawab sosial lemah tanpa pengalaman langsung dan refleksi, siswa sulit mengembangkan rasa empati, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap masalah sosial di lingkungan mereka

In reply to First post

Re: Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

by Neng Fatimah -
Nama : Neng Siti Fatimah
Npm : 2453053048
Kelas : 5H

Jawab :
1. Pembelajaran IPS di SD perlu dikembangkan karena kehidupan masyarakat terus berubah dan peserta didik memiliki kebutuhan serta karakteristik yang berbeda. Pembelajaran harus dikaitkan dengan kehidupan nyata agar lebih mudah dipahami. Contohnya, saat belajar tentang keberagaman, siswa dapat mengamati perbedaan budaya dan kebiasaan yang ada di lingkungan sekolah.

2. Pembelajaran IPS tidak hanya memberikan pengetahuan sosial, tetapi juga mengajarkan siswa untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, materi gotong royong dapat diterapkan melalui kegiatan membersihkan kelas bersama-sama, sehingga siswa belajar bekerja sama dan bertanggung jawab.

3. Jika IPS hanya mengutamakan hafalan, siswa mungkin mampu mengingat materi tetapi kurang mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata. Siswa juga menjadi kurang terlatih berpikir kritis dan memecahkan masalah. Contohnya, siswa tidak hanya menghafal pentingnya menjaga kebersihan, tetapi perlu diajak mengamati dan mencari solusi terhadap masalah sampah di sekolah.
In reply to First post

Re: Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

by Mia Audina -

Nama : Mia Audina

Npm : 2453053015

1.Pembelajaran IPS di SD perlu dikembangkan agar materi yang dipelajari sesuai dengan kehidupan dan pengalaman anak. Anak SD akan lebih mudah memahami materi jika contohnya ada di sekitar mereka. Contohnya, saat belajar tentang lingkungan tempat tinggal, siswa dapat mengenal pekerjaan orang-orang di sekitar rumahnya, seperti petani, pedagang, guru, atau nelayan.

2.Pembelajaran IPS membantu anak memahami kehidupan sosial dan belajar menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, saat belajar tentang hidup rukun, siswa dapat menerapkannya dengan bermain bersama tanpa membeda-bedakan teman, saling membantu, dan menyelesaikan masalah dengan cara yang baik.

3.Jika pembelajaran IPS hanya dilakukan dengan menghafal, anak mungkin dapat mengingat materi tetapi kurang memahami cara menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Anak juga kurang terbiasa untuk berpikir dan mencari jalan keluar dari masalah. Contohnya, siswa dapat menghafal jenis-jenis pekerjaan, tetapi belum memahami mengapa setiap pekerjaan dibutuhkan dan bagaimana pekerjaan tersebut membantu kehidupan masyarakat.

In reply to First post

Re: Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

by Kinanthi Eka Ariyanti -
Nama: Kinanthi Eka Ariyanti
NPM: 2463053004

1.Pembelajaran IPS di SD perlu terus dikembangkan agar sesuai dengan tahap berpikir anak yang masih konkret serta dinamisnya perkembangan zaman. Contohnya, konsep jual beli kini tidak hanya diajarkan lewat teori pasar tradisional, melainkan dikaitkan dengan transaksi digital yang akrab dalam kehidupan sehari-hari siswa.

2.Hakikat IPS yang memadukan pengetahuan, nilai, dan keterampilan membantu siswa mengubah teori menjadi aksi nyata di masyarakat. Sebagai contoh, setelah memahami konsep tanggung jawab sosial dan lingkungan, siswa secara spontan tergerak untuk memilah sampah dan menjaga kebersihan di lingkungan rumahnya.

3.Jika IPS hanya berfokus pada hafalan, siswa akan kehilangan daya kritis, menjadi apatis terhadap isu sosial di sekitarnya, dan cepat melupakan materi setelah ujian. Hal ini terjadi karena pembelajaran gagal melatih empati serta kemampuan siswa dalam memecahkan masalah kehidupan nyata.
In reply to First post

Re: Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

by Heni Violita Putri -
Nama: Heni Violita Putri
NPM: 2453053014

1. IPS di SD perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman supaya materi yang dipelajari tetap sesuai dengan kehidupan siswa. Guru juga perlu melihat kemampuan dan pengalaman siswa. Misalnya, ketika membahas penggunaan teknologi, guru bisa mengajak siswa membahas dampak penggunaan HP dalam kehidupan sehari-hari.

2. IPS membantu siswa memahami cara hidup dan berinteraksi dengan orang lain. Jadi, materi yang dipelajari bisa langsung dipraktikkan. Contohnya, dalam materi tentang aturan, siswa dapat belajar menaati tata tertib sekolah, seperti datang tepat waktu dan menjaga kebersihan kelas.

3. Jika IPS hanya mengajarkan hafalan, siswa bisa cepat lupa karena mereka tidak mendapatkan pengalaman langsung. Mereka juga kurang terlatih untuk berpikir dalam menghadapi masalah. Contohnya, siswa mungkin hafal tentang sikap menghargai orang lain, tetapi belum tentu dapat menerapkannya saat berbeda pendapat dengan teman. Oleh karena itu, siswa perlu diberikan kegiatan yang membuat mereka aktif mengamati dan menyelesaikan masalah sederhana
In reply to First post

Re: Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

by Siti rofi'ah tul janah -
Nama : Siti Rofi'ah Tul Janah
NPM :2413053054

1. Menurut saya, pembelajaran IPS perlu terus dikembangkan karena kehidupan masyarakat terus berubah dan karakter siswa juga berbeda-beda. Materi IPS sebaiknya dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Contohnya, saat belajar keragaman budaya, siswa bisa bercerita tentang budaya atau kebiasaan yang ada di daerahnya.

2. Pembelajaran IPS itu tidak hanya membuat siswa dalam memahami materi, tetapi juga mengajarkan cara menerapkannya. Contohnya, saat belajar kerja sama, siswa bisa langsung melakukan kerja kelompok seperti membersihkan kelas bersama-sama.

3. Kalau IPS hanya berisi hafalan, siswa mungkin bisa mengingat materi, tetapi belum tentu bisa menerapkannya. Siswa juga kurang terbiasa mengamati dan menyelesaikan masalah di sekitarnya. Contohnya, siswa tahu bahwa membuang sampah sembarangan itu tidak baik, tetapi belum tentu terbiasa menjaga kebersihan.
In reply to First post

Re: Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

by Rahmadani Indra Wijaya -
nama :Rahmadani indra wijaya
npm:2453053052

1. Mengapa IPS SD perlu terus dikembangkan?

Karena kehidupan sosial masyarakat selalu berubah, sementara cara berpikir anak SD masih pada tahap konkret mereka lebih mudah paham hal yang bisa dilihat dan dialami langsung. Materi yang tidak diperbarui akan terasa jauh dari kehidupan siswa.

Contoh: dulu materi "pekerjaan" hanya membahas petani dan nelayan, kini perlu ditambah kurir online atau kreator konten. Begitu juga "gotong royong" bisa dikaitkan dengan donasi daring untuk korban bencana, bukan hanya kerja bakti.

2. Bagaimana IPS SD mendorong penerapan, bukan sekadar teori?

Tujuan IPS bukan hanya tahu konsep, tapi mampu bersikap dan bertindak sesuai konsep itu dalam kehidupan nyata.

Contoh: setelah belajar "hak dan kewajiban", siswa membuat dan menjalankan sendiri tata tertib kelas. Setelah belajar "kebutuhan dan keinginan", siswa berlatih memilah daftar belanja keluarga bukan sekadar menghafal definisinya.

3. Dampak jika IPS hanya mengandalkan hafalan

- Materi cepat dilupakan karena tidak dipahami maknanya
- Siswa tidak terlatih berpikir kritis atau menganalisis masalah sosial
- Ada jarak antara teori dan praktik tahu istilahnya tapi tidak terbiasa mempraktikkannya
- Kepekaan sosial siswa lemah, karena tidak pernah dilatih mengamati dan memecahkan masalah nyata di sekitarnya

Intinya: IPS mengkaji kehidupan itu sendiri, jadi cara mengajarkannya pun harus lewat pengalaman nyata, bukan sekadar hafalan.
In reply to First post

Re: Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

by Eka Rizki Auliani -

Nama : Eka Rizki Auliani

Npm : 2453053011

Kelas : 5H

Jawab

1. Pembelajaran IPS perlu disesuaikan dengan karakteristik siswa dan perkembangan masyarakat agar materi lebih mudah dipahami serta relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Contoh : Saat mempelajari aturan di masyarakat, siswa mengamati aturan yang berlaku di sekolah, seperti datang tepat waktu, menjaga kebersihan, dan menghormati guru. Setelah itu, siswa mendiskusikan manfaat aturan tersebut.

2. IPS tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap sosial, tanggung jawab, kerja sama, dan kemampuan menyelesaikan masalah.

Contoh: Ketika terjadi perselisihan dalam pembagian tugas kelompok, siswa diajak bermusyawarah untuk membagi tugas secara adil. Dengan demikian, siswa mempraktikkan nilai kerja sama dan tanggung jawab.

3. Pembelajaran yang hanya berisi hafalan dapat membuat siswa kurang mampu menghubungkan materi dengan kehidupan nyata. Mereka juga kurang terlatih berpikir kritis dan mengambil keputusan.

Contoh: Siswa dapat menghafal pengertian musyawarah, tetapi belum tentu mampu menyelesaikan perbedaan pendapat dengan cara berdiskusi. Melalui kegiatan pemilihan ketua kelompok, siswa dapat belajar menyampaikan pendapat, menghargai pilihan orang lain, dan menerima keputusan bersama.


In reply to First post

Re: Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

by NAFIISAH RIHADATUL 'AISY -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, izin memperkenalkan diri:
NAMA : NAFIISAH RIHADATUL 'AISY
NPM : 2413053184

Izin menjawab :

1. Pembelajaran IPS di SD senantiasa perlu dikembangkan dikarenakan anak-anak SD sedang berada di fase perkembangan kognitif secara konkret, sehingga perlu membutuhkan pembelajaran yang relevan dan juga terdapat masalah sosial yang ada disekitarnya terus menerus berubah. Tanpa adanya penyesuaian mengenai materi IPS, materi IPS akan abstrak, monoton, tidak responsif terhadap tantangan zaman yang dihadapi peserta didik. Contoh konkretnya saat pendidik mengajarkan materi "Kegiatan Ekonomi", pendidik tidak hanya menyajikan teks yang ada di buku, tetapi pendidik juga perlu mengajak siswa melakukan simulasi Market Day di sekolah atau mengamati pedagang di kantin untuk memahami konsep jual-beli, produksi, dan konsumsi secara nyata.

2. Hakikat IPS SD tidak hanya sekadar transfer pengetahuan sejarah atau geografi saja, tetapi juga menyederhanakan disiplin ilmu-ilmu sosial untuk membina siswa menjadi warga negara yang berkarakter, peka sosial, dan terampil memecahkan masalah (social skills). Contoh penerapannya saat melihat tempat sampah di sekolah berserakan, peserta didik yang memahami hakikat IPS tidak hanya berdiam diri saja, tetapi mereka dengan sukarela memilah sampah organik dan anorganik, serta saling mengingatkan kepada teman-teman nya untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai saat jajan.

3. Jika hanya berorientasi hafalan pada pembelajaran IPS, peserta didik hanya akan pintar di bidang akademiknya saja, tetapi dalam hal kepekaan terhadap lingkungan sekitar itu kurang atau tidak peduli sama sekali. Dan jika hanya hafalan saja, kemampuan berpikir kritis dan penyelesaian masalah peserta didik akan hilang, karena hanya tahu lewat hafalan tanpa memahami makna di baliknya.
In reply to First post

Re: Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

by Icha Nuraini -

Nama: Icha Nuraini

NPM: 2453053010

1. Pembelajaran IPS di SD perlu dikembangkan karena kehidupan masyarakat terus berubah dan karakteristik peserta didik juga berbeda. Materi perlu dikaitkan dengan pengalaman mereka agar lebih mudah dipahami. Contohnya, saat belajar tentang kegiatan ekonomi, guru dapat mengajak peserta didik mengamati kegiatan jual beli di kantin sekolah atau pasar sekitar.

2. Pembelajaran IPS tidak hanya membuat peserta didik memahami konsep sosial, tetapi juga mengajarkan cara menerapkannya dalam kehidupan. Misalnya, setelah belajar tentang hak dan kewajiban, peserta didik dapat menerapkannya dengan menjaga kebersihan kelas, menghargai hak teman, dan melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.

3.Jika IPS hanya berisi hafalan, peserta didik mungkin bisa mengingat materi tetapi belum tentu mampu menerapkannya. Mereka juga kurang terbiasa berpikir kritis dalam menghadapi masalah sosial. Contohnya, peserta didik tahu bahwa membuang sampah sembarangan itu salah, tetapi belum tentu mampu mencari solusi ketika melihat masalah sampah di sekolah. Karena itu, peserta didik perlu diberi kesempatan untuk mengamati dan memecahkan masalah yang ada di lingkungan sekitar.

In reply to First post

Re: Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

by emelda tri ranjani -
nama : emelda tri ranjani
npm : 2453053017

1. Pembelajaran IPS perlu terus dikembangkan agar sesuai dengan karakteristik peserta didik dan perkembangan masyarakat. Dengan begitu, materi yang diberikan tetap relevan dan mudah dipahami oleh siswa.

2. Hakikat pembelajaran IPS membantu siswa tidak hanya memahami konsep sosial, tetapi juga menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Siswa dapat belajar berpikir kritis, bekerja sama, berkomunikasi, dan bersikap peduli terhadap lingkungan sosial.

3. Jika pembelajaran IPS hanya berfokus pada hafalan, siswa akan kurang memahami makna dari materi yang dipelajari. Selain itu, kemampuan berpikir kritis, menganalisis masalah, dan mencari solusi juga kurang berkembang.
In reply to First post

Re: Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

by Mawaddah Mutiara Ramadhani -
nama: Mawaddah Mutiara Ramadhani
Npm; 2453053006

jawaban:
1. Pembelajaran IPS di SD perlu terus dikembangkan karena karakteristik peserta didik dan kehidupan sosial masyarakat sama-sama terus berubah, sehingga materi yang statis akan cepat kehilangan relevansinya. Sebagai contoh, materi tentang lingkungan tempat tinggal dulu hanya membahas rumah dan kampung secara sederhana, tetapi sekarang perlu juga mengenalkan cara menjaga kebersihan lingkungan dari sampah plastik, karena itulah persoalan nyata yang mereka lihat sehari-hari di sekitar rumah dan sekolah.

2. Hakikat pembelajaran IPS SD dapat membantu peserta didik menerapkan konsep sosial dalam kehidupan nyata apabila pembelajaran dirancang secara kontekstual, yaitu melalui pengalaman langsung dan bukan sekadar hafalan definisi. Misalnya, ketika mempelajari konsep kerja sama, guru dapat mengajak siswa melakukan kegiatan piket kelas atau kerja bakti membersihkan halaman sekolah secara berkelompok, sehingga siswa benar-benar merasakan dan mempraktikkan makna kerja sama tersebut, bukan hanya mengetahuinya secara teori.

3. Apabila pembelajaran IPS SD hanya berorientasi pada hafalan tanpa memberi kesempatan siswa untuk mengamati dan memecahkan masalah sosial, maka pemahaman yang terbentuk akan bersifat dangkal dan mudah dilupakan, siswa tidak terlatih berpikir kritis, serta menjadi pasif dan kurang peka terhadap persoalan sosial di lingkungannya, sehingga tujuan utama IPS untuk membentuk warga negara yang baik dan tanggap terhadap masalah sosial pun sulit tercapai.
In reply to First post

Re: Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

by Foger Fireza -
Nama : Foger Fireza
Npm :2453053013

1. Pembelajaran IPS di SD perlu terus dikembangkan karena kehidupan sosial masyarakat selalu mengalami perubahan. Selain itu, setiap peserta didik memiliki karakteristik, kemampuan, dan pengalaman yang berbeda. Oleh karena itu, pembelajaran IPS tidak cukup hanya memberikan materi, tetapi harus disesuaikan dengan kondisi dan kehidupan nyata yang dekat dengan peserta didik.

Contohnya, ketika mempelajari materi tentang kegiatan ekonomi, guru tidak hanya menjelaskan pengertian produksi, distribusi, dan konsumsi. Peserta didik dapat diajak mengamati kegiatan jual beli di kantin sekolah atau pasar di sekitar tempat tinggalnya. Dengan begitu, materi IPS menjadi lebih mudah dipahami karena berhubungan langsung dengan kehidupan mereka.

2. Hakikat pembelajaran IPS bukan hanya membuat peserta didik mengetahui dan menghafal konsep sosial, tetapi juga membantu mereka memahami kehidupan masyarakat dan menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran IPS sebaiknya memberikan pengalaman kepada peserta didik untuk mengamati, berdiskusi, bekerja sama, dan menyelesaikan masalah yang ada di lingkungan sekitar.

Contohnya, ketika mempelajari kerja sama, peserta didik tidak hanya menghafal pengertiannya. Guru dapat memberikan kegiatan membersihkan kelas secara bersama-sama. Dari kegiatan tersebut, peserta didik belajar membagi tugas, saling membantu, bertanggung jawab, dan menghargai teman. Jadi, konsep IPS yang dipelajari dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

3. Menurut saya, jika pembelajaran IPS hanya berfokus pada hafalan, peserta didik mungkin dapat mengingat materi untuk sementara, tetapi belum tentu benar-benar memahami dan mampu menerapkannya. Peserta didik juga akan kurang terbiasa untuk mengamati lingkungan, berpikir kritis, menganalisis masalah, dan mencari solusi terhadap persoalan sosial.

Misalnya, peserta didik dapat menghafal bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, tetapi jika tidak pernah diajak mengamati masalah sampah di sekolah dan mencari solusinya, mereka belum tentu memahami bagaimana menerapkan hal tersebut. Oleh karena itu, pembelajaran IPS sebaiknya menggabungkan pengetahuan dengan kegiatan nyata agar peserta didik dapat menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari.
In reply to First post

Re: Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

by Chocy Refalina -
Nama:Chocy Refalina
NPM:2453053020

1.Pembelajaran IPS di SD perlu terus dikembangkan agar sesuai dengan usia, kebutuhan, dan kehidupan peserta didik. Selain itu, kehidupan sosial masyarakat terus berubah sehingga materi IPS juga perlu menyesuaikan. Contohnya, saat membahas kerja sama, siswa tidak hanya mempelajari pengertiannya, tetapi juga melakukan kerja bakti membersihkan kelas bersama teman.

2.Hakikat pembelajaran IPS SD tidak hanya memahami konsep sosial, tetapi juga membentuk sikap dan keterampilan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, setelah belajar tentang aturan dan tanggung jawab, siswa dapat menerapkannya dengan menaenderung hanya mengingat materi tanpa memahami penerapannya. Akibatnya, mereka kurang terlatih untuk berpati tata tertib sekolah, menjaga kebersihan, dan bertanggung jawab terhadap tugas kelompok.

3.Jika pembelajaran IPS hanya berfokus pada hafalan, peserta didik cenderung hanya mengingat materi tanpa memahami penerapannya. Akibatnya, mereka kurang terlatih untuk berpikir kritis dan menyelesaikan masalah sosial.Contohnya, siswa mungkin hafal tentang pentingnya menjaga lingkungan, tetapi belum tentu mampu mencari solusi ketika melihat masalah sampah di sekitar sekolah.
In reply to First post

Re: Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

by MAWAR RIZKA NUR'AINI -

NAMA: MAWAR RIZKA NUR AINI
NPM: 2413053188

1. Pembelajaran IPS di SD harus dikembangkan dan disesuaikan dengan karakteristik peserta didik supaya peserta didik dapat lebih mudah memahami materi pembelajaran ips. Jika guru dapaat menyesuaikan kebutuhan dan karakteristik peserta didik, mereka akan lebih mudah memahami bahwa materi IPS memiliki kaitan langsung dengan kehidupan mereka sehari-hari. Contohnya, dalam pembelajaran IPS tentang interaksi sosial dan komunikasi, guru tidak hanya menjelaskan bahwa interaksi sosial terjadi ketika seseorang berhubungan dengan orang lain secara langsung. tetapi bisa juga melalui media digital seperti whatsapp atau aplikasi lainnya. 

2. IPS berkaitan dengan kehidupan manusia dan lingkungan sosialnya, sehingga pembelajarannya sebaiknya memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menghubungkan materi dengan situasi yang mereka alami. Dengan begitu, peserta didik dapat belajar bersikap, mengambil keputusan, bekerja sama, dan menyelesaikan masalah sosial sederhana. Contohnya, ketika mempelajari materi tentang keberagaman masyarakat Indonesia, peserta didik tidak hanya diminta menghafalkan berbagai suku, agama, atau budaya. Guru dapat memberikan situasi ketika terdapat teman sekelas yang memiliki kebiasaan atau latar belakang berbeda. Peserta didik kemudian diajak berdiskusi mengenai cara menghargai perbedaan tersebut.

3. Menurut saya, jika pembelajaran IPS SD hanya berorientasi pada hafalan, peserta didik mungkin dapat mengingat banyak informasi, tetapi belum tentu mampu memahami dan menerapkannya dalam kehidupan nyata. Peserta didik dapat mengetahui pengertian suatu konsep, tetapi kesulitan ketika harus menghadapi permasalahan sosial yang sebenarnya. Hal ini membuat pembelajaran IPS menjadi kurang bermakna karena peserta didik hanya berfokus pada jawaban yang benar dalam soal, bukan pada bagaimana menggunakan pengetahuan tersebut dalam kehidupan.

In reply to First post

Re: Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

by wafa azahiyah -
NAma : Wafa Azahiyah
NPM : 2463053002

jawaban :
1. Pembelajaran IPS di SD perlu terus dikembangkan karena kehidupan masyarakat terus berubah, begitu juga dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Karena itu, materi dan cara pembelajaran IPS perlu disesuaikan agar tetap dekat dengan kehidupan siswa dan mudah dipahami. Dalam materi dijelaskan bahwa pengembangan IPS perlu menyesuaikan perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta kebutuhan peserta didik.

Contohnya, saat mempelajari kegiatan ekonomi, guru tidak hanya menjelaskan pengertian produksi, distribusi, dan konsumsi dari buku. Siswa bisa diajak mengamati kegiatan jual beli di kantin sekolah atau pasar di sekitar tempat tinggalnya. Dengan begitu, siswa dapat melihat secara langsung hubungan materi IPS dengan kehidupan sehari-hari

2. Hakikat pembelajaran IPS tidak hanya membuat siswa mengetahui konsep sosial, tetapi juga mengembangkan keterampilan, sikap, dan tindakan. Jadi, setelah memahami suatu materi, siswa diharapkan dapat menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Materi menjelaskan bahwa pengetahuan, keterampilan, sikap, dan tindakan saling berkaitan dalam pembelajaran IPS.

Contohnya pada materi keberagaman budaya. Siswa tidak hanya menghafal nama-nama suku dan budaya di Indonesia, tetapi juga belajar menghargai teman yang memiliki perbedaan budaya atau kebiasaan. Saat bekerja dalam kelompok, siswa dapat menerapkan sikap saling menghargai dan bekerja sama tanpa membeda-bedakan teman.

3. Menurut saya, jika pembelajaran IPS hanya berisi hafalan, siswa mungkin dapat mengingat materi, tetapi belum tentu memahami bagaimana materi tersebut digunakan dalam kehidupan nyata. Siswa juga menjadi kurang terbiasa untuk berpikir kritis, menganalisis masalah, dan mencari solusi. Padahal, pembelajaran IPS seharusnya memberi kesempatan kepada siswa untuk mengamati dan membahas masalah sosial yang ada di lingkungan sekitarnya.

Contohnya, siswa mungkin hafal pengertian gotong royong, tetapi belum tentu memahami penerapannya. Guru dapat mengajak siswa mengamati masalah kebersihan di kelas, kemudian berdiskusi untuk mencari solusinya dan bersama-sama melakukan kegiatan kebersihan. Dari kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mengetahui pengertian gotong royong, tetapi juga belajar menerapkannya secara langsung.
In reply to First post

Re: Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

by Nayla Mambaul Azizah -

Nama: Nayla Mamba'ul Azizah
NPM: 2413053226

1. Menurut saya mengapa pembelajaran IPS di SD perlu terus dikembangkan karena peserta didik memiliki karakteristik, kebutuhan, dan kemampuan berpikir yang berbeda-beda. Selain itu, kehidupan sosial masyarakat juga terus mengalami perubahan, sehingga pembelajaran IPS harus menyesuaikan dengan keadaan dan permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitar. Peserta didik SD lebih mudah memahami materi melalui pengalaman nyata, kegiatan mengamati, berdiskusi, dan praktik langsung. Oleh karena itu, pembelajaran IPS tidak cukup hanya dengan menjelaskan teori, tetapi juga perlu menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari.

2. Hakikat pembelajaran IPS SD adalah membantu peserta didik memahami kehidupan sosial, hubungan antarmanusia, lingkungan, serta nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Pembelajaran IPS tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap dan keterampilan sosial agar peserta didik mampu hidup bersama orang lain secara baik. 
contohnya; ketika peserta didik belajar hak dan kewajiban, mereka memahami bahwa setiap anggota keluarga mempunyai hak dan kewajiban. Setelah memahami konsep tersebut, peserta didik dapat menerapkan dirumah dengan menghormati anggota keluarga, membantu orang tua, dan menjaga kebersihan rumah.

3. Menurut saya, apabila pembelajaran IPS SD hanya berorientasi pada hafalan materi, peserta didik akan cenderung memahami konsep secara teori tanpa mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mungkin dapat menghafal pengertian, nama tokoh, atau peristiwa sejarah, tetapi belum tentu mampu memahami permasalahan sosial yang ada di lingkungan sekitarnya. Dampak lainnya adalah peserta didik menjadi kurang aktif, kurang kritis, dan kurang terampil dalam memecahkan masalah. Mereka juga dapat merasa bahwa pembelajaran IPS membosankan karena hanya berisi kegiatan membaca dan menghafal.

In reply to First post

Re: Diskusi Pengertian dan Hakikat Pengembangan Pembelajaran IPS SD

by Foger Fireza -
Nama : Foger Fireza
NPM : 2453053013

1. Pembelajaran IPS di SD perlu terus dikembangkan karena kehidupan sosial masyarakat selalu mengalami perubahan, sedangkan peserta didik memiliki karakteristik, kebutuhan, dan pengalaman yang berbeda-beda. Pembelajaran IPS sebaiknya tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis, tetapi juga menghubungkannya dengan kehidupan nyata yang dekat dengan peserta didik.
Contohnya, ketika membahas materi keragaman sosial dan budaya, guru tidak cukup hanya menjelaskan berbagai suku, bahasa, dan budaya yang ada di Indonesia melalui buku. Guru dapat meminta peserta didik mengamati keberagaman yang ada di lingkungan sekolah, seperti perbedaan suku, bahasa daerah, agama, atau kebiasaan teman-temannya. Dengan demikian, peserta didik dapat memahami bahwa keberagaman bukan sekadar materi yang harus dihafalkan, tetapi merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari yang perlu dihargai.

2. Hakikat pembelajaran IPS SD adalah membantu peserta didik memahami kehidupan manusia dalam masyarakat serta mengembangkan kemampuan berpikir, bersikap, dan bertindak sebagai anggota masyarakat. Oleh karena itu, pembelajaran IPS seharusnya menghubungkan konsep dengan pengalaman nyata peserta didik.
Contohnya, ketika mempelajari konsep gotong royong, guru tidak hanya menjelaskan pengertiannya. Peserta didik dapat diajak melakukan kegiatan membersihkan kelas secara bersama-sama. Setelah kegiatan, guru dapat mengajak peserta didik berdiskusi mengenai manfaat kerja sama, pembagian tugas, tanggung jawab, dan sikap saling membantu. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik tidak hanya mengetahui arti gotong royong, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung.

3. Apabila pembelajaran IPS hanya berorientasi pada hafalan, peserta didik mungkin mampu mengingat berbagai definisi, fakta, atau nama-nama peristiwa, tetapi belum tentu mampu memahami maknanya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, bekerja sama, dan mengambil keputusan juga dapat kurang berkembang.
Misalnya, peserta didik dapat menghafal pengertian pencemaran lingkungan, tetapi ketika melihat banyak sampah berserakan di sekitar sekolah, mereka belum tentu mampu mengidentifikasi penyebab, dampak, dan solusi masalah tersebut. Sebaliknya, jika peserta didik diberi kesempatan mengamati lingkungan sekolah, menemukan permasalahan sampah, mendiskusikan penyebabnya, dan merancang solusi seperti kegiatan pemilahan sampah, maka pembelajaran IPS menjadi lebih bermakna.