Posts made by Yaza Nurzahira

PSTI C dan D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Jurnal

by Yaza Nurzahira -

NAMA : YAZA NURZAHIRA

NPM : 2415061032

KELAS : PSTI D

Jurnal ini menggarisbawahi peran krusial media massa sebagai sarana penyebar informasi yang luas dan beragam. Mulai dari berita pendidikan, hiburan, hingga isu-isu sosial yang tengah menjadi perhatian publik, media massa memiliki pengaruh signifikan dalam membentuk opini dan perilaku masyarakat. Salah satu contoh konkret adalah pemberitaan mengenai kasus korupsi yang meliputi seluruh tahap proses hukum, mulai dari penyelidikan hingga pemasyarakatan.

Namun, di tengah derasnya arus informasi, tidak sedikit berita yang beredar mengandung unsur hoaks atau informasi yang tidak akurat. Kondisi ini seringkali memicu terjadinya misinformasi dan disinformasi yang berpotensi memecah belah masyarakat dan menghambat upaya penegakan hukum.

Fenomena penyebaran berita hoaks ini patut menjadi perhatian serius karena dapat mengancam nilai-nilai Pancasila, khususnya sila pertama dan kedua. Ketika seseorang mudah terprovokasi oleh berita bohong dan menyebarkannya tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu, maka ia telah melanggar prinsip ketuhanan yang maha esa dan kemanusiaan yang adil dan beradab. Tindakan tersebut menunjukkan egoisme dan kurangnya empati terhadap orang lain.

Meskipun media massa memiliki potensi besar untuk menjadi alat edukasi dan kontrol sosial, namun pemanfaatannya yang tidak bijak dapat berdampak negatif pada kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk memiliki literasi media yang baik agar dapat menyaring informasi secara kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong. Selain itu, peran pemerintah dan lembaga terkait juga sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan media yang sehat dan bertanggung jawab.


PSTI C dan D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Soal

by Yaza Nurzahira -
NAMA : YAZA NURZAHIRA
NPM : 2415061032
KELAS : PSTI D

A.Sistem etika perilaku politik saat ini di Indonesia masih jauh dari ideal dan seringkali tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Beberapa permasalahan utama yang muncul adalah:

-Kolusi dan Korupsi: Praktik korupsi masih menjadi masalah serius dalam politik Indonesia. Hal ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan penegakan hukum, serta kurangnya komitmen para politisi terhadap kepentingan rakyat.
-Nepotisme: Penempatan keluarga atau kerabat dalam posisi strategis dalam pemerintahan seringkali terjadi, mengabaikan prinsip meritokrasi dan profesionalisme.
-Politik Uang: Praktik politik uang dalam pemilihan umum menjadi hal yang lumrah, merusak integritas proses demokrasi dan memperkuat oligarki.
-Kurangnya Transparansi: Banyak keputusan politik yang diambil secara tertutup, tanpa melibatkan partisipasi publik, sehingga memicu ketidakpercayaan masyarakat.
-Perpecahan Elite Politik: Elite politik seringkali lebih memprioritaskan kepentingan kelompoknya daripada kepentingan bangsa, sehingga menghambat pembangunan nasional.
Nilai-nilai Pancasila seperti keadilan sosial, persatuan Indonesia, dan musyawarah untuk mufakat seharusnya menjadi dasar dalam menjalankan pemerintahan. Namun, dalam praktiknya, nilai-nilai tersebut seringkali dilanggar.

B. Etika generasi muda saat ini sangat beragam dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk keluarga, lingkungan sosial, media, dan teknologi. Secara umum, dapat dikatakan bahwa masih banyak generasi muda yang memiliki nilai-nilai positif seperti gotong royong, toleransi, dan rasa hormat. Namun, ada juga yang menunjukkan gejala dekadensi moral seperti individualisme, hedonisme, dan kurangnya rasa tanggung jawab.

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi etika generasi muda antara lain:

-Pendidikan: Pendidikan karakter yang kurang memadai dapat menyebabkan generasi muda kurang memahami nilai-nilai luhur bangsa.
-Pengaruh Media: Media sosial dan tayangan televisi yang tidak mendidik dapat memberikan contoh yang buruk bagi generasi muda.
-Lingkungan Keluarga: Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi pembentukan karakter anak. Jika lingkungan keluarga kurang harmonis atau orang tua kurang memberikan contoh yang baik, maka anak akan cenderung meniru perilaku yang negatif.
Solusi Mengatasi Dekadensi Moral

Untuk mengatasi masalah dekadensi moral pada generasi muda, diperlukan upaya yang komprehensif dari berbagai pihak, antara lain:

-Penguatan Pendidikan Karakter: Pendidikan karakter harus dimulai sejak dini dan terus dikembangkan sepanjang hayat. Sekolah, keluarga, dan masyarakat harus bekerja sama untuk menanamkan nilai-nilai luhur pada generasi muda.
-Peningkatan Pengawasan Orang Tua: Orang tua harus lebih aktif dalam mengawasi perilaku anak-anaknya, memberikan contoh yang baik, dan berkomunikasi secara terbuka.
-Pemberantasan Korupsi: Korupsi merupakan salah satu faktor yang merusak moral bangsa. Oleh karena itu, upaya pemberantasan korupsi harus terus dilakukan secara konsisten.
-Peningkatan Kualitas Media: Media massa harus berperan aktif dalam memberikan informasi yang benar dan membangun, serta menghindari tayangan yang mengandung kekerasan, pornografi, dan konten negatif lainnya.
-Penguatan Peran Agama: Agama memiliki peran penting dalam membentuk karakter individu. Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan pada generasi muda.
Nama : Yaza Nurzahira
Npm : 2415061032
Kelas : PSTI D

Video yang kita bahas ini telah memberikan pemahaman yang sangat mendalam mengenai Pancasila sebagai suatu sistem filsafat yang hidup dan relevan. Pancasila bukan sekadar kumpulan sila atau ideologi semata, melainkan sebuah pandangan hidup yang komprehensif yang menjadi dasar bagi negara kita. Materi ini telah menyoroti beberapa poin penting yang patut kita renungkan lebih lanjut.

Pertama, konsep Philosopische Grondslag dan Weltanschauung yang dibahas dalam video menegaskan bahwa Pancasila bukanlah sekadar fondasi negara secara yuridis, tetapi juga merupakan landasan filosofis yang mendalam bagi seluruh aspek kehidupan bangsa. Pancasila memberikan arah dan tujuan yang jelas bagi bangsa Indonesia, serta menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Kedua, peran mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa sangatlah krusial dalam menghidupkan nilai-nilai Pancasila. Pancasila tidak hanya sebatas teori yang dipelajari di bangku kuliah, melainkan harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai Pancasila ke dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat.

Ketiga, tantangan globalisasi dan perkembangan zaman modern membawa pengaruh yang signifikan terhadap nilai-nilai Pancasila. Ideologi seperti kapitalisme dan komunisme menawarkan alternatif pandangan hidup yang dapat menggeser nilai-nilai luhur bangsa. Oleh karena itu, kita perlu terus menerus memperkuat pemahaman dan pengamalan Pancasila agar tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.

Keempat, Pancasila tidak hanya sebatas sebuah ideologi, tetapi juga merupakan way of life atau cara hidup yang harus kita jalani. Pancasila mengajarkan kita untuk hidup berdampingan secara harmonis, saling menghormati perbedaan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat membangun masyarakat yang adil, makmur, dan beradab.

Kelima, pembelajaran tentang Pancasila memberikan banyak manfaat bagi kita sebagai mahasiswa. Selain menumbuhkan rasa nasionalisme, pembelajaran Pancasila juga membantu kita dalam membangun karakter yang kuat, memahami keberagaman, berpikir kritis, serta memiliki wawasan global yang luas. Pancasila menjadi pedoman hidup yang akan selalu relevan, baik dalam konteks kehidupan pribadi maupun kehidupan bermasyarakat.

Ringkasnya, video ini telah memberikan pemahaman yang komprehensif tentang Pancasila sebagai sistem filsafat yang hidup dan relevan. Pancasila bukan hanya sekadar simbol negara, tetapi juga merupakan pedoman hidup yang harus kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai generasi muda, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur Pancasila agar bangsa Indonesia tetap kokoh dan maju.

Poin-poin penting yang perlu digarisbawahi adalah:

Pancasila sebagai dasar filosofis dan pandangan hidup.
Peran mahasiswa dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila.
Tantangan globalisasi dan relevansi Pancasila.
Pancasila sebagai way of life dan way of thinking.
Manfaat pembelajaran Pancasila bagi mahasiswa.

PSTI C dan D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Jurnal

by Yaza Nurzahira -
Nama : Yaza Nurzahira
Kelas : PSTI D
Npm : 2415061032


Jurnal yang berjudul "Hubungan Antara Hukum dan Etika dalam Politik Hukum di Indonesia" membahas tentang bagaimana eratnya hubungan antara hukum dan etika sebagai salah satu aspek yang sangat penting di Indonesia. Adapun point-point penting yang dibahas dalam jurnal tersebut adalah sebagai berikut :

-Hubungan Etika dan Hukum

Etika adalah studi tentang nilai-nilai moral, baik dan buruk, yang melandasi perilaku manusia. Ini mencakup pandangan hidup dan filsafat suatu masyarakat.
Hukum adalah kumpulan aturan yang bersifat mengikat dan dipaksakan oleh negara. Hukum seringkali didasarkan pada nilai-nilai etika, namun tidak selalu identik.
Dimensi Hubungan Etika dan Hukum

Substansi dan wadah: Hukum sering dianggap sebagai wadah yang berisi nilai-nilai etika.
Keluasan cakupan: Etika memiliki cakupan yang lebih luas daripada hukum. Semua pelanggaran hukum adalah pelanggaran etika, tetapi tidak semua pelanggaran etika adalah pelanggaran hukum.
Alasan manusia: Etika mendorong manusia untuk mematuhi hukum karena kesadaran akan kebaikan, bukan hanya karena takut sanksi.
Politik Hukum di Indonesia

Politik hukum adalah kebijakan pemerintah tentang arah pengembangan hukum.
Tujuan politik hukum: Mencapai tujuan negara, seperti yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
Peran etika dalam politik hukum: Nilai-nilai etika menjadi dasar dalam perumusan dan penerapan kebijakan hukum.
Hubungan Etika dan Hukum dalam Politik Hukum Indonesia

Etika sebagai fondasi: Etika menjadi landasan bagi hukum yang baik dan berkeadilan.
Peran etika dalam pembentukan hukum: Nilai-nilai etika harus dipertimbangkan dalam proses pembuatan undang-undang.
Etika sebagai kontrol sosial: Etika berfungsi sebagai mekanisme kontrol sosial sebelum masalah hukum timbul.
Kesimpulan

Etika dan hukum memiliki hubungan yang erat. Etika memberikan landasan moral bagi hukum, sementara hukum memberikan bentuk yang konkret pada nilai-nilai etika. Dalam konteks politik hukum di Indonesia, penting untuk selalu memperhatikan dimensi etika agar hukum yang dihasilkan dapat berkeadilan dan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

PSTI C dan D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Jurnal

by Yaza Nurzahira -
Nama : Yaza Nurzahura
Npm : 2415061032
Kelas : TI D

Dalam jurnal yang berjudul "Filsafat Pancasila dalam Pendidikan di Indonesia Menuju Bangsa Berkarakter" ini, menjelaskan bahwa Pancasila sebagai sistem filsafat merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa yang dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel. Pendidikan suatu bangsa akan secara otomatis mengikuti ideologi suatu bangsa yang dianutnya. Pancasila tidak hanya sekadar simbol negara, tetapi juga merupakan sistem filsafat yang kompleks dengan dasar ontologis (hakikat), epistemologis (pengetahuan), dan aksiologis (nilai). Sebagai dasar ontologis, Pancasila menempatkan manusia sebagai subjek utama. Secara epistemologis, Pancasila digali dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Sementara itu, secara aksiologis, Pancasila mengandung nilai-nilai yang menjadi pedoman hidup berbangsa dan bernegara.
Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila
Pancasila ditinjau dari kausal Aristoteles dapat dijelaskan sebagai berikut.
a. Kausa Materialis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan, dalam hal ini
Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri.
b. Kausa Formalis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya, Pancasila yang
ada dalam pembukaan UUD ’45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal).
c. Kausa Efisiensi, maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan
Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka.
d. Kausa Finalis, maksudnya berhubungan dengan tujuannya, tujuan diusulkannya Pancasila
sebagai dasar negara Indonesia merdeka.
Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi:
a. ke-Tuhanan, yaitu sebagai kausa prima;
b. kemanusiaan, yaitu makhluk individu dan makhluk sosial;
c. kesatuan, yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri;
d. kerakyatan, yaitu unsur mutlak negara, harus bekerja sama dan gotong royong; dan
e. keadilan, yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya.

Selanjutnya, jurnal ini membahas tentang hubungan Pancasila dengan pendidikan di Indonesia. Pancasila menjadi landasan filosofis bagi pendidikan di Indonesia. Pendidikan yang berorientasi pada Pancasila bertujuan membentuk individu yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter yang luhur. Nilai-nilai Pancasila seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial diharapkan dapat terinternalisasi dalam diri peserta didik.

Jurnal ini menjelaskan bagaimana nilai-nilai Pancasila yang berasal dari budaya dan rumusan para pendiri bangsa menjadi dasar bagi pembentukan karakter individu. Pendidikan karakter yang berlandaskan Pancasila bertujuan untuk mencetak generasi penerus yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki nilai-nilai moral yang tinggi. Selain itu, jurnal ini juga membahas hubungan antara Pancasila dengan berbagai teori pendidikan serta pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, teks ini menyoroti pentingnya Pancasila sebagai pedoman hidup bangsa dan sebagai landasan bagi pendidikan nasional.