གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Ica Nuria Ilmawati IF Unila

PSTI C dan D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Soal

Ica Nuria Ilmawati IF Unila གིས-
Nama: Ica Nuri Ilmawati
NPM: 2415061053
Kelas: PSTI-D

A. Sistem etika perilaku politik saat ini di Indonesia masih jauh dari ideal. Banyak masalah muncul, seperti korupsi, penyalahgunaan jabatan, serta ketidakadilan dalam pelayanan publik. Nilai-nilai Keadilan Sosial (Sila ke-5 Pancasila) sering kali diabaikan.
Pancasila mengajarkan keadilan, transparansi, dan integritas. Namun dalam praktiknya, etika perilaku politik sering kali terganggu oleh kepentingan pribadi dan politik yang lebih dominan. Oleh karena itu, sistem etika politik saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan memerlukan perbaikan yang signifikan untuk menegakkan prinsip-prinsip moral yang seharusnya menjadi panduan bagi pejabat publik.

B. Etika generasi muda di sekitar sering kali terlihat mengalami penurunan yang dapat dikaitkan dengan pengaruh globalisasi, budaya luar, dan kurangnya pemahaman tentang nilai-nilai kebangsaan. Banyak dari generasi muda yang menunjukkan kecenderungan individualisme dan kurangnya rasa hormat terhadap sesama. Hal ini bertentangan dengan nilai-nilai bangsa Indonesia, terutama Pancasila, yang menekankan gotong royong, hormat terhadap orang tua, dan solidaritas sosial. 
Untuk mengatasi dekadensi moral yang terjadi adalah dengan pendidikan karakter yang berlandaskan Pancasila harus ditanamkan sejak dini di sekolah-sekolah. Nilai-nilai kejujuran, kerja keras, dan tanggung jawab perlu diperkuat. selanjutnya, peran aktif keluarga menanamkan etika dan moral sangat penting. Orang tua perlu menjadi teladan bagi anak-anaknya dalam menjunjung nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Lalu, media sosial bisa digunakan untuk menyebarkan konten yang mendidik dan menginspirasi generasi muda agar memahami pentingnya nilai moral dan etika. serta melibatkan generasi muda dalam kegiatan sosial seperti gotong royong untuk menumbuhkan kepedulian dan tanggung jawab.

PSTI C dan D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Jurnal

Ica Nuria Ilmawati IF Unila གིས-
Nama: Ica Nuria Ilmawati
NPM: 2415061053
Kelas: PSTI-D

Jurnal berjudul "Penanaman Nilai-Nilai Pancasila Melalui Kontrol Sosial Oleh Media Massa Untuk Menekan Kejahatan Di Indonesia" membahas peran media massa dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai upaya kontrol sosial dalam mencegah kejahatan di Indonesia. Media massa dianggap sebagai instrumen penting dalam kebijakan kriminal, khususnya dalam upaya pencegahan kejahatan. Namun, media massa tidak hanya berperan menyebarkan informasi, tetapi juga diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai Pancasila
Praktik media di Indonesia belum sepenuhnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Banyak berita yang tidak dapat diverifikasi kebenarannya dan bahkan dapat merusak tatanan sosial.
media massa di Indonesia perlu meningkatkan tanggung jawab sosialnya, tidak hanya berperan sebagai sumber informasi tetapi juga sebagai agen yang dapat membentuk karakter sosial yang berlandaskan pada Pancasila. Penguatan etika jurnalistik dan kerjasama dengan penegak hukum diperlukan untuk memperbaiki kontrol sosial melalui media.​
pentingnya media massa untuk menjalankan kontrol sosial dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila demi menjaga stabilitas sosial dan mengurangi tindak kejahatan di Indonesia.
Nama: Ica Nuria Ilmawati
NPM: 2415061053
Kelas: PSTI-D

Video berikut memberikan pemahaman tentang pancasila sebagai sistem filsafat yang penting bagi pembentukan karakter, khususnya bagi mahasiswa. Dengan mengkaji dua istilah yang menunjukkan pentingnya pancasila sebagai sistem filsafat, yaitu philosphische grondslag (dasar filsafat) dan weltanschauung (pandangan hidup).
philosophische grondslag yaitu pancasila berperan sebagai landasan berpikir yang membantu mahasiswa dan masyarakat dalam menilai nilai-nilai kebenaran. Sebagai dasar filsafat, Pancasila mendorong kita untuk berpikir kritis dan berwawasan luas. Ini juga menjadi dasar untuk membentuk kebijaksanaan dalam menghadapi berbagai situasi yang kompleks.
weltanschauung yaitu menjadikan pancasila sebagai pandangan hidup praktis. Artinya, nilai-nilai dalam pancasila tidak hanya untuk direnungkan tetapi untuk dapat diimplementasikan dalam setiap tindakan. Ini sangat relevan bagi mahasiswa, yang sebagai generasi muda, perlu membawa nilai-nilai seperti gotong royong, keadilan, dan kemanusiaan dalam interaksi sosial sehari-hari. Melalui penerapan ini, mahasiswa tidak hanya memelajari konsep teoritis, tetapi juga membentuk karakter yang sesuai dengan jati diri bangsa.
Menurut saya sesuai daripada video pembelajaran tersebut, dapat disimpulkan bahwa pancasila sebagai kerangka berpikir yang dalam dan reflektif, serta sebagai panduan perilaku praktis. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan menerapkannya dalam kehidupan nyata, sehingga nilai-nilai luhur bangsa tetap hidup dan relevan di tengah dinamika zaman.

PSTI C dan D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Jurnal

Ica Nuria Ilmawati IF Unila གིས-
Nama: Ica Nuria Ilmawati
NPM: 2415061053
Kelas: PSTI-D

Artikel ini membahas hubungan antara hukum dan etika dalam politik hukum di Indonesia, dengan melihat peran penting pancasila sebagai sumber nilai utama.
Politik hukum adalah cara negara membuat dan merancang aturan-aturan yang sesuai dengan tujuan bersama masyarakat Indonesia, seperti yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Tujuannya adalah membuat hukum yang dapat menjaga keadilan dan kesejahteraan.
Etika di sini diartikan sebagai prinsip atau nilai moral yang dimiliki masyarakat, sedangkan hukum adalah aturan konkret yang mengatur perilaku warga negara. Hubungan etika dan hukum dapat kita simpulkan sebagai berikut.
1. Hukum adalah aturan formal yang “membungkus” nilai-nilai etika. Jadi, etika seperti inti atau jiwa dari hukum.
2. Hukum cenderung lebih terbatas, sedangkan etika mencakup lebih luas. Pelanggaran hukum pasti dianggap salah secara etika, tetapi pelanggaran etika belum tentu melanggar hukum.
3. Manusia diharapkan mematuhi hukum bukan hanya karena takut dihukum, tetapi karena kesadaran bahwa hukum itu baik untuk kepentingan bersama.
Dalam politik hukum di Indonesia, proses penyusunan aturan banyak dipengaruhi oleh kekuatan politik yang besar, dan kompromi antara berbagai pihak hanya terjadi jika kekuatan mereka seimbang. Karena itu, kadang-kadang hukum bisa menjadi alat kekuasaan. Namun, penting untuk diingat bahwa hukum seharusnya tetap berfungsi sebagai sarana mencapai keadilan dan kesejahteraan, sesuai nilai-nilai moral.
Hukum di Indonesia idealnya berfungsi sebagai aturan yang memuat nilai-nilai etika masyarakat, seperti nilai-nilai Pancasila. Dengan memadukan hukum dan etika, hukum bisa lebih dari sekadar aturan, melainkan menjadi dasar perilaku yang adil, yang diikuti dengan kesadaran moral dan untuk kebaikan bersama.

PSTI C dan D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Jurnal

Ica Nuria Ilmawati IF Unila གིས-
Nama: Ica Nuria Ilmawati
NPM: 2415061053
Kelas: PSTI-D

Jurnal tersebut membahas tentang hakikat pancasila sebagai filsafat. Pancasila adalah filsafat yang mendasari kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Secara ontologis, epistemologis, dan aksiologis, Pancasila dirancang untuk menjadi penuntun moral, intelektual, dan sosial masyarakat Indonesia. Ontologinya berfokus pada manusia sebagai makhluk individu dan sosial, yang mencakup hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam sekitar. Epistemologi Pancasila mencerminkan pengetahuan yang berasal dari nilai-nilai kebudayaan dan kepercayaan bangsa Indonesia, dengan struktur hierarkis pada kelima silanya. Sementara itu, aksiologi Pancasila adalah penegasan nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kebersamaan, yang menjadikannya sebagai panduan perilaku bangsa.
Dalam konteks pendidikan, Pancasila dipandang sebagai jiwa dari sistem pendidikan nasional Indonesia. Pendidikan diarahkan untuk membentuk karakter dan moral yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, menciptakan generasi yang ber-Tuhan, bermasyarakat, dan berkeadilan. Pendidikan karakter di Indonesia diharapkan bisa menanamkan sifat-sifat yang sesuai dengan kultur dan adat ketimuran, seperti hormat, kebersamaan, dan gotong-royong. Filsafat pendidikan ini memperkuat peran Pancasila dalam membangun integritas bangsa dan melestarikan budaya Indonesia.
Dalam jurnal tersebut juga membahas mengenai Pancasila sebagai pembentuk karakter bangsa. Karakter yang diharapkan dari warga negara Indonesia adalah pribadi yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, seperti keadilan, ketuhanan, kemanusiaan, dan nasionalisme. Pancasila menjadi landasan kuat dalam membangun karakter bangsa yang sesuai dengan identitas budaya Indonesia. Pendidikan karakter yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila memiliki tujuan untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bermoral dan berperan aktif dalam kehidupan berbangsa.