Posts made by Farhan Naufal Azmi

PSTI C dan D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Soal

by Farhan Naufal Azmi -
Nama : Farhan Naufal Azmi
Kelas : PSTI-C
NPM :2415061111

A. Sistem etika perilaku politik saat ini di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan dalam penerapan nilai-nilai Pancasila secara menyeluruh. Dalam prinsip Pancasila, perilaku politik seharusnya mencerminkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Namun, dalam praktiknya, banyak aspek yang sering kali menyimpang dari prinsip-prinsip tersebut.

Meskipun nilai-nilai Pancasila seharusnya menjadi pedoman etika politik di Indonesia, realitasnya masih jauh dari ideal. Diperlukan reformasi moral dan penguatan komitmen dari para pelaku politik untuk benar-benar menjadikan Pancasila sebagai dasar etika politik, sehingga perilaku politik dapat lebih bermoral, adil, dan berpihak pada kepentingan rakyat banyak.

B. Para generasi muda disekitar tempat tinggal saya ada banyak sekali hampir setiap rumah ada satu atau dua, tapi sudah sangat jarang sekali bertetangga satu sama lain. Saat saya kecil ramai anak anak yang bermain dilingkungan tempat saya tinggal tapi sekarang sudah sangat sedikit anak muda yang keluar rumah untuk bertetangga atau bermain dengan temannya.

Sebagai bangsa yang berlandaskan Pancasila, idealnya etika generasi muda harus mencerminkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Namun, akibat pengaruh sosial media dan budaya asing, sebagian dari generasi muda kadang-kadang lebih mementingkan popularitas, gaya hidup mewah, dan standar hidup materialistik yang kurang selaras dengan prinsip hidup sederhana dan menghargai kesederhanaan dalam budaya Indonesia.

Solusi untuk Mengatasi Dekadensi Moral:

1. Pendidikan Karakter dan Penguatan Nilai Pancasila: Pendidikan formal dan informal perlu lebih menekankan pendidikan karakter yang terintegrasi dengan nilai-nilai Pancasila. Ini bisa dilakukan melalui penambahan kurikulum pendidikan moral dan Pancasila yang lebih aplikatif, menekankan pengalaman langsung melalui kegiatan yang melibatkan etika sosial, seperti gotong royong dan kegiatan sosial.


2. Peran Keluarga dalam Penanaman Nilai Tradisional: Keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat memiliki peran penting dalam membentuk etika dan moralitas anak-anak sejak dini. Orang tua diharapkan menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai kesopanan, toleransi, dan empati agar anak-anak terbiasa dengan etika yang sesuai dengan budaya Indonesia.


3. Pemanfaatan Media Sosial sebagai Sarana Edukasi Positif: Mengingat banyaknya waktu yang dihabiskan generasi muda di media sosial, konten-konten positif mengenai budaya, etika sosial, dan nilai Pancasila perlu diperbanyak. Influencer dan tokoh masyarakat dapat diajak untuk menyebarkan pesan-pesan yang membangun serta memberi inspirasi bagi generasi muda untuk mengadopsi etika yang positif.


4. Kegiatan Sosial dan Keterlibatan Komunitas: Mendorong keterlibatan generasi muda dalam kegiatan sosial dapat memperkuat rasa tanggung jawab sosial dan solidaritas mereka. Dengan aktif terlibat dalam komunitas, pemuda dapat lebih memahami pentingnya kebersamaan, gotong royong, dan membantu sesama, yang merupakan nilai inti dari budaya Indonesia.


5. Kebijakan Pemerintah yang Mendukung Moralitas Generasi Muda: Pemerintah perlu memperketat pengawasan terhadap konten yang mengandung unsur kekerasan, pornografi, atau tindakan tidak etis lainnya yang mudah diakses generasi muda. Selain itu, kebijakan yang mendukung kegiatan kepemudaan yang positif, seperti pelatihan karakter, kegiatan kesenian, dan olahraga juga sangat membantu dalam membentuk moralitas yang baik.

PSTI C dan D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Jurnal

by Farhan Naufal Azmi -
Nama: Farhan Naufal Azmi
Kelas : PSTI-C
NPM : 2415061111

Media massa memiliki potensi besar sebagai alat kontrol sosial yang dapat mempengaruhi persepsi dan sikap masyarakat terhadap hukum. Melalui penyebaran informasi yang mendidik dan sesuai dengan prinsip Pancasila, media massa diharapkan bisa memberikan pemahaman yang benar tentang hukum dan mendorong penguatan moral publik. Namun, studi ini menemukan bahwa peran tersebut belum maksimal. Banyak pemberitaan yang tidak akurat dan lebih berfokus pada sensasi, yang mengakibatkan hilangnya esensi edukasi dan nilai sosial Pancasila dalam pemberitaan.

Penelitian ini menggunakan metode normatif, dengan pendekatan pada norma-norma hukum yang berlaku terkait media massa, serta doktrin sosial untuk menganalisis sejauh mana nilai-nilai Pancasila diimplementasikan dalam praktik media massa. Hasil analisis menunjukkan bahwa, meski media massa di Indonesia berfungsi sebagai sumber informasi bagi publik, namun belum efektif dalam mendorong penanaman nilai-nilai Pancasila. Media sering kali hanya menyajikan berita sebagai hiburan atau informasi tanpa membentuk kepribadian yang berjiwa Pancasila di masyarakat. Ini mencerminkan minimnya penerapan nilai Pancasila, yang berdampak pada rendahnya solidaritas sosial dan tingginya sikap individualis.

Sebagai kesimpulan, jurnal ini menyoroti pentingnya peran media massa untuk berfungsi lebih dari sekadar sumber informasi, yaitu sebagai agen pembentukan karakter berdasarkan nilai Pancasila. Diperlukan komitmen media dalam menyajikan berita yang mengedukasi dan mendorong pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat. Dengan begitu, media massa dapat berkontribusi dalam mengurangi perilaku kejahatan dan menciptakan tatanan sosial yang harmonis di Indonesia.
Nama : Farhan Naufal Azmi
Kelas : PSTI-C
NPM : 2415061111

Pancasila merupakan landasan filosofis negara Indonesia dan pandangan hidup rakyatnya, yang mencerminkan nilai-nilai inti dan prinsip-prinsip panduan bangsa yang telah dibentuk oleh warisan budayanya yang kaya.

Memahami Pancasila sangat penting bagi generasi muda Indonesia karena membantu mereka memahami konteks sejarah bangsa, mengembangkan pandangan dunia yang komprehensif, dan bertindak berdasarkan nilai-nilai filosofis yang mendasari masyarakat Indonesia.

Konteks sejarah yang diberikan oleh para founding father, termasuk Soekarno, penting karena menunjukkan asal usul Pancasila sebagai landasan filosofis negara Indonesia, yang dirumuskan selama BPUPKI dan kemudian ditegaskan dalam PPKI.

Mempelajari Pendidikan Pancasila memiliki banyak manfaat bagi mahasiswa, antara lain:

1. Penguatan Nilai Moral dan Etika
2. Menumbuhkan Rasa Nasionalisme dan Patriotisme
3. Memperkuat Pemahaman tentang Hak dan Kewajiban
4. Mendorong proses pembelajaran yang kritis

PSTI C dan D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Jurnal

by Farhan Naufal Azmi -
Nama : Farhan Naufal Azmi
Kelas : PSTI-C
NPM : 2415061111

Pentingnya hubungan antara hukum dan etika dalam politik hukum di Indonesia, di mana Pancasila berperan sebagai dasar etika dalam perumusan hukum. Hukum tidak hanya berfungsi sebagai aturan yang mengatur kehidupan masyarakat secara formal, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai moral yang menjadi panduan dalam mencapai tujuan bernegara. Dengan menjadikan Pancasila sebagai sumber nilai, politik hukum di Indonesia diarahkan untuk mewujudkan keadilan sosial, kesejahteraan, serta kehidupan bangsa yang cerdas dan damai.

Menunjukkan bahwa hubungan antara hukum dan etika memiliki tiga dimensi utama. Dimensi substansi menggarisbawahi bahwa hukum harus berisi nilai-nilai etika agar tidak hanya mengikat secara hukum, tetapi juga diakui secara moral. Dimensi ruang lingkup menekankan bahwa cakupan etika lebih luas dari hukum, di mana pelanggaran hukum adalah pelanggaran etika, namun tidak semua pelanggaran etika merupakan pelanggaran hukum. Dimensi kepatuhan menggambarkan pentingnya kesadaran manusia untuk mengikuti hukum bukan hanya karena ancaman sanksi, tetapi juga karena pemahaman bahwa hukum tersebut baik bagi masyarakat.

Juga menggambarkan bahwa politik hukum di Indonesia telah berkembang sejak kemerdekaan dengan upaya mengintegrasikan nilai-nilai etika dalam pembentukan hukum. Mulai dari TAP MPRS No. 2 tahun 1960 hingga pembentukan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN), politik hukum disusun untuk mencerminkan kehendak bangsa dalam mencapai cita-cita negara. Dengan demikian, diharapkan hukum di Indonesia dapat berfungsi tidak hanya sebagai alat untuk menegakkan aturan, tetapi juga sebagai panduan moral yang mampu menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

PSTI C dan D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Soal

by Farhan Naufal Azmi -
Nama : Farhan Naufal Azmi
Kelas : PSTI-C
NPM : 2415061111

A. Menurut pendapat saya sistem pendidikan saat pandemi covid-19 kurang efektif karena banyak masyarakat yang masih kesulitan untuk mendapatkan sinyal dan device yang mendukung. Namun, pandemi ini juga mempercepat inovasi dalam dunia pendidikan. Institusi pendidikan mulai mengeksplorasi metode pembelajaran yang lebih fleksibel dan interaktif, seperti penggunaan aplikasi pembelajaran daring, video interaktif, hingga ruang diskusi virtual yang memungkinkan siswa belajar secara kolaboratif dari jarak jauh. Meskipun begitu, ada aspek sosial dan emosional dari pendidikan yang sulit digantikan melalui layar. Interaksi langsung antara siswa dan guru, serta pengalaman sosial dalam lingkungan sekolah, adalah bagian penting dalam pembentukan karakter dan keterampilan sosial.

B.
1. Memperkuat Akses Teknologi Secara Merata, Mengatasi ketimpangan akses terhadap teknologi merupakan hal utama agar semua siswa, baik di kota maupun di daerah terpencil, memiliki kesempatan yang setara dalam pembelajaran daring.

2. Membentuk Pembelajaran Berbasis Gotong Royong, Pembelajaran berbasis komunitas atau kelompok belajar daring dengan pendekatan kolaboratif akan mendorong siswa bekerja sama dan saling mendukung. Guru bisa membuat kelompok-kelompok kecil di mana siswa saling bertukar ide atau membantu teman yang mengalami kesulitan.

3. Meningkatkan Pendidikan Karakter Berbasis Moral dan Keimanan, Pembelajaran jarak jauh dapat diintegrasikan dengan program kegiatan berbasis pengabdian masyarakat, seperti mengajar adik atau membantu orang tua.

4. Pendidikan yang Fleksibel dan Berpusat pada Siswa, memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengeksplorasi materi, mendiskusikan pandangan kritis mereka, dan berkreasi sesuai kemampuan masing-masing.

C. Di lingkungan perumahan, warga berkumpul untuk kerja bakti membersihkan jalan, selokan, dan taman bersama-sama setiap akhir pekan. Masing-masing warga mengambil peran sesuai kemampuan mereka. Dengan sikap gotong royong dapat mempererat hubungan sosial, menciptakan lingkungan yang bersih, dan menunjukkan bahwa kebersamaan dapat menjadi kekuatan dalam menyelesaikan masalah.

D. Hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung didalamnya ialah menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak untuk mencapai kehidupan masyarakat yang adil, damai, dan harmonis. Dengan menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam setiap aspek kehidupan, masyarakat dapat menciptakan kehidupan berbangsa dan bernegara yang sesuai dengan jati diri dan karakteristik bangsa Indonesia.