Nama : M.Darunnadwah Al-Qushai Sutrawhana
NPM : 2455061005
Kelas : PSTI - C
A. Sistem Etika Perilaku Politik Saat Ini dan Kesesuaian dengan Nilai-Nilai Pancasila
Sistem etika perilaku politik di Indonesia saat ini menghadapi banyak tantangan dalam penerapan nilai-nilai Pancasila. Seharusnya, nilai-nilai seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan harus tercermin dalam setiap tindakan dan keputusan politik. Namun, dalam praktiknya, banyak perilaku politik yang bertentangan dengan nilai-nilai tersebut, seperti budaya korupsi, kolusi, nepotisme, serta praktik politik uang yang merusak integritas demokrasi. Ini menunjukkan bahwa etika perilaku politik di Indonesia masih belum sepenuhnya sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, yang seharusnya mengutamakan kepentingan rakyat dan kesejahteraan bersama.
Politik yang seharusnya melayani kepentingan rakyat dan berlandaskan keadilan sering kali terpinggirkan oleh kepentingan pribadi dan kelompok tertentu. Ketidakadilan dalam pelayanan publik dan kebijakan pemerintah semakin memperlebar kesenjangan sosial dan ekonomi. Selain itu, dalam aspek kemanusiaan, praktik penyalahgunaan kekuasaan dalam politik masih sering terjadi, yang mengabaikan prinsip keadilan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia. Untuk membangun sistem politik yang benar-benar berlandaskan Pancasila, diperlukan komitmen yang kuat dari pejabat dan politisi, serta pembentukan budaya politik yang transparan, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan publik.
B. Etika Generasi Muda dan Solusi Dekadensi Moral
Di lingkungan sekitar, etika generasi muda saat ini bervariasi dan menunjukkan dinamika antara pengaruh positif dan negatif dari perkembangan zaman. Banyak generasi muda yang menunjukkan sikap baik dan menghargai nilai-nilai budaya Indonesia, seperti gotong royong, menghormati orang tua, dan bersikap santun dalam berinteraksi. Namun, ada juga segelintir generasi muda yang kurang mencerminkan etika sesuai dengan nilai-nilai bangsa, terlihat dari sikap apatis, individualisme, dan kurangnya penghormatan terhadap nilai-nilai tradisional.
Dekadensi moral ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kemajuan teknologi, arus globalisasi, serta kurangnya kontrol sosial dan pendidikan karakter. Sebagai solusi, pendidikan karakter yang berbasis pada nilai-nilai Pancasila harus diperkuat di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Program-program yang melibatkan generasi muda dalam kegiatan sosial, seperti bakti sosial dan pelatihan kepemimpinan, dapat membangun kesadaran akan pentingnya peran mereka dalam menjaga etika bangsa. Selain itu, peran pemerintah, media massa, dan tokoh masyarakat dalam memberikan contoh yang baik juga sangat penting untuk menanamkan kembali nilai-nilai luhur bangsa.
NPM : 2455061005
Kelas : PSTI - C
A. Sistem Etika Perilaku Politik Saat Ini dan Kesesuaian dengan Nilai-Nilai Pancasila
Sistem etika perilaku politik di Indonesia saat ini menghadapi banyak tantangan dalam penerapan nilai-nilai Pancasila. Seharusnya, nilai-nilai seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan harus tercermin dalam setiap tindakan dan keputusan politik. Namun, dalam praktiknya, banyak perilaku politik yang bertentangan dengan nilai-nilai tersebut, seperti budaya korupsi, kolusi, nepotisme, serta praktik politik uang yang merusak integritas demokrasi. Ini menunjukkan bahwa etika perilaku politik di Indonesia masih belum sepenuhnya sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, yang seharusnya mengutamakan kepentingan rakyat dan kesejahteraan bersama.
Politik yang seharusnya melayani kepentingan rakyat dan berlandaskan keadilan sering kali terpinggirkan oleh kepentingan pribadi dan kelompok tertentu. Ketidakadilan dalam pelayanan publik dan kebijakan pemerintah semakin memperlebar kesenjangan sosial dan ekonomi. Selain itu, dalam aspek kemanusiaan, praktik penyalahgunaan kekuasaan dalam politik masih sering terjadi, yang mengabaikan prinsip keadilan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia. Untuk membangun sistem politik yang benar-benar berlandaskan Pancasila, diperlukan komitmen yang kuat dari pejabat dan politisi, serta pembentukan budaya politik yang transparan, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan publik.
B. Etika Generasi Muda dan Solusi Dekadensi Moral
Di lingkungan sekitar, etika generasi muda saat ini bervariasi dan menunjukkan dinamika antara pengaruh positif dan negatif dari perkembangan zaman. Banyak generasi muda yang menunjukkan sikap baik dan menghargai nilai-nilai budaya Indonesia, seperti gotong royong, menghormati orang tua, dan bersikap santun dalam berinteraksi. Namun, ada juga segelintir generasi muda yang kurang mencerminkan etika sesuai dengan nilai-nilai bangsa, terlihat dari sikap apatis, individualisme, dan kurangnya penghormatan terhadap nilai-nilai tradisional.
Dekadensi moral ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kemajuan teknologi, arus globalisasi, serta kurangnya kontrol sosial dan pendidikan karakter. Sebagai solusi, pendidikan karakter yang berbasis pada nilai-nilai Pancasila harus diperkuat di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Program-program yang melibatkan generasi muda dalam kegiatan sosial, seperti bakti sosial dan pelatihan kepemimpinan, dapat membangun kesadaran akan pentingnya peran mereka dalam menjaga etika bangsa. Selain itu, peran pemerintah, media massa, dan tokoh masyarakat dalam memberikan contoh yang baik juga sangat penting untuk menanamkan kembali nilai-nilai luhur bangsa.