Posts made by Nabila Luthfisyah

NAMA : NABILA LUTHFISYAH
KELAS : ANE 1 REG A
NPM : 2416041027
PRODI : ADMINISTRASI NEGARA

analisis mengenai jurnal "Semangat Bela Negara di Tengah Pandemi COVID-19"
Jurnal ini membahas bagaimana semangat bela negara tetap relevan, bahkan dalam situasi krisis seperti pandemi COVID-19. Bela negara tidak hanya diartikan sebagai tindakan fisik atau penggunaan senjata, tetapi juga mencakup berbagai kontribusi warga negara dalam menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat. Dalam konteks pandemi, bela negara dapat diwujudkan melalui disiplin dalam mengikuti protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Selain itu, menjaga solidaritas dengan sesama dan menghindari penyebaran informasi yang salah juga merupakan bagian dari bela negara.
Pendidikan kewarganegaraan menjadi fokus penting dalam jurnal ini, karena dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang tanggung jawab mereka terhadap negara. Dengan memahami peran mereka, warga negara dapat berkontribusi pada ketahanan sosial yang lebih kuat dan mengurangi potensi konflik yang mungkin muncul akibat ketidakpastian ekonomi selama pandemi. Solidaritas sosial, seperti membantu mereka yang terdampak secara ekonomi dan menjaga lingkungan sekitar agar tetap aman, juga ditekankan sebagai bentuk bela negara yang signifikan.
Namun, tantangan besar yang dihadapi adalah masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat untuk menjalankan tanggung jawab tersebut. Dalam situasi krisis seperti ini, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk memastikan bahwa negara tetap kuat menghadapi ancaman nontradisional. Jurnal ini menegaskan bahwa bela negara saat ini tidak hanya berfokus pada aspek militer, tetapi juga mencakup kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah serta dukungan terhadap upaya kolektif dalam mengatasi masalah bersama.
Secara keseluruhan, jurnal ini menyampaikan pesan bahwa bela negara di tengah pandemi harus dipahami secara luas dan melibatkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian, setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan keamanan bangsa di masa sulit ini.
NAMA : NABILA LUTHFISYAH
KELAS : ANE 1 REG A
NPM : 2416041027
PRODI : ADMINISTRASI NEGARA

Saya akan menganalisis terhadap vidio di atas membahas tentang ketahanan nasional Indonesia, yang mencakup kemampuan bangsa untuk menghadapi berbagai ancaman baik dari dalam maupun luar negeri. Ketahanan nasional ini diidentifikasi melalui dua aspek utama, yaitu Trigatra dan Panca Gatra, yang masing-masing memiliki ancaman spesifik yang harus diatasi.
Ketahanan nasional adalah tentang keuletan dan ketangguhan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan. Ancaman terhadap ketahanan ini bisa datang dari berbagai sumber, seperti ancaman langsung, tidak langsung, internal, dan eksternal. Ancaman tersebut dapat merusak integritas, identitas, dan kelangsungan hidup bangsa.
Dalam aspek Trigatra, ancaman yang dihadapi berkaitan dengan posisi geografis Indonesia, kekayaan alamnya, dan kemampuan penduduk. Misalnya, potensi pergeseran lokasi geografis dan eksploitasi sumber daya alam oleh pihak asing menjadi isu penting. Selain itu, peningkatan kualitas pendidikan juga ditekankan agar penduduk dapat bersaing secara global.
Sementara itu, Panca Gatra mencakup ancaman terhadap ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Ancaman ideologi terlihat dari upaya untuk menggantikan Pancasila dengan ideologi lain. Dalam politik, ada risiko pembungkaman suara masyarakat. Dari segi ekonomi, regulasi yang rumit dapat menghalangi masyarakat lokal untuk berusaha, sementara pihak asing lebih dipermudah. Ancaman sosial budaya muncul dari masuknya budaya luar yang dapat mengikis tradisi lokal.
Untuk mengatasi semua ancaman ini, teks menyarankan beberapa langkah strategis. Dalam aspek Trigatra, penting untuk meningkatkan potensi laut dan darat serta membangun kesadaran akan pemanfaatan kekayaan alam secara bijaksana. Sedangkan dalam Panca Gatra, perlu ada keseimbangan dalam ideologi yang mampu menampung aspirasi masyarakat dan politik yang demokratis.
Secara keseluruhan, ketahanan nasional bukan hanya soal pertahanan fisik tetapi juga melibatkan aspek sosial dan budaya yang harus dijaga agar identitas bangsa tetap utuh dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
NAMA : NABILA LUTHFISYAH
KELAS : ANE 1 REG A
NPM : 2416041027
PRODI : ADMINISTRASI NEGARA

PERTANYAAN NO 1
Artikel di atas sendiri secara menurut saya menggambarkan kondisi hak asasi manusia (HAM) di Indonesia menjelang Hari HAM Sedunia pada 10 Desember. Kinerja pemerintah dalam menangani pelanggaran HAM, terutama terkait pelanggaran berat di masa lalu dan konflik sumber daya alam, dinilai buruk. Namun, terdapat harapan melalui gerakan masyarakat dan komitmen untuk reformasi HAM. Hal positif yang dapat diambil adalah adanya kesadaran akan pentingnya perlindungan HAM dan dorongan untuk akuntabilitas.
PERTANYAAN NO 2
Menurut analisis saya Demokrasi Indonesia, yang berakar pada nilai-nilai adat dan budaya, mencerminkan keragaman dan musyawarah. Prinsip demokrasi yang berke-Tuhanan mengedepankan nilai moral dan etika dalam pengambilan keputusan, mendorong penghormatan terhadap hak asasi manusia serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
PERTANYAAN NO 3
Pada kenyataan nya Adanya Pemilu demokrasi Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan dalam penerapan Pancasila dan UUD NRI 1945. Meskipun ada kemajuan, pelanggaran HAM dan kebebasan sipil menunjukkan bahwa implementasi prinsip-prinsip tersebut belum sepenuhnya terwujud.
PERTANYAAN NO 4
Melihat kondisi tersebut saya merasa prihatin terhadap Sikap terhadap anggota parlemen yang mengatasnamakan suara rakyat tetapi menjalankan agenda politik pribadi adalah kritis. Hal ini menciptakan ketidakpercayaan masyarakat terhadap wakilnya dan mengancam integritas demokrasi yang seharusnya mewakili kepentingan rakyat.
PERTANYAAN NO 5
Pihak-pihak dengan kekuasaan kharismatik sering kali memanfaatkan loyalitas rakyat untuk tujuan politik yang tidak jelas, yang dapat merugikan masyarakat. Ini bertentangan dengan konsep hak asasi manusia, karena mengorbankan individu demi kepentingan kelompok atau pemimpin tertentu, mengabaikan prinsip keadilan dan kebebasan yang seharusnya dijunjung tinggi dalam era demokrasi saat ini.
NAMA : NABILA LUTHFISYAH
KELAS : ANE 1 (REG A)
NPM : 2416041027
PRODI : ILMU ADMINISTRASI NEGARA

Perkembangan konstitusi di Indonesia mencerminkan perjalanan bangsa dalam mencapai demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia. Berikut adalah beberapa aspek penting:
1. Konteks Sejarah
Setelah kemerdekaan pada tahun 1945, UUD 1945 menjadi dasar hukum pertama. Namun, selama rezim Orde Lama dan Orde Baru, konstitusi sering kali dimanipulasi untuk kepentingan politik. Reformasi 1998 membawa perubahan signifikan, menuntut transparansi dan akuntabilitas.
2. Amandemen Kunci
Amandemen UUD 1945 antara tahun 1999 dan 2002 memperkuat sistem pemerintahan demokratis. Perubahan ini mencakup pemilihan umum langsung, desentralisasi kekuasaan, dan pembentukan lembaga negara yang lebih independen, yang bertujuan untuk meningkatkan representasi dan akuntabilitas.
3. Konstitusi Saat Ini
Saat ini, UUD 1945 menekankan supremasi hukum dan perlindungan hak individu. Konstitusi berfungsi sebagai kerangka kerja untuk interaksi antara pemerintah dan masyarakat, menjamin hak-hak dasar seperti kebebasan berpendapat dan perlindungan dari diskriminasi.
4. Tantangan dan Arah Masa Depan
Meskipun ada kemajuan, tantangan seperti korupsi dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang hak-hak konstitusional masih ada. Mendorong partisipasi publik dan edukasi hukum sangat penting untuk memperkuat demokrasi di Indonesia.
Jadi perkembangan konstitusi di Indonesia menunjukkan komitmen terhadap nilai-nilai demokratis dan hak asasi manusia. Proses reformasi yang berkelanjutan mencerminkan aspirasi masyarakat untuk sistem pemerintahan yang lebih adil dan setara.