Kiriman dibuat oleh Nida Yasmin

MPPE A2025 -> ACTIVITY: RESUME

oleh Nida Yasmin -
Nama : Nida Yasmin Sofiyah
NPM : 2313031026

1. Teknik Sampling
- Sampling adalah proses memilih sebagian anggota populasi untuk dijadikan sumber data penelitian.
- Tujuan sampling adalah memperoleh data yang representatif tanpa harus meneliti seluruh populasi.
- Teknik sampling dibagi menjadi dua kategori utama:
1. Probability sampling : setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk dipilih.
2. Non-probability sampling : pemilihan sampel tidak memberi peluang yang sama bagi semua anggota.
- Pemilihan teknik sampling harus mempertimbangkan tujuan penelitian, karakteristik populasi, waktu, serta ketersediaan sumber daya.
- Penentuan jumlah sampel harus disesuaikan dengan cakupan populasi, kemampuan peneliti, dan tingkat akurasi yang diinginkan.

2. Desain Penelitian
- Desain penelitian adalah rencana atau pola yang digunakan peneliti untuk menjawab rumusan masalah dan mencapai tujuan penelitian.
- Pemilihan desain penelitian dipengaruhi oleh jenis data, sifat masalah, serta pendekatan penelitian (kuantitatif atau kualitatif).
- Desain penelitian yang umum digunakan meliputi:
1. Desain deskriptif : untuk menggambarkan fenomena apa adanya.
2. Desain korelasional :untuk menguji hubungan antar-variabel.
3. Desain eksperimen :untuk menguji pengaruh suatu variabel terhadap variabel lain dengan kontrol tertentu.
4. Penelitian kualitatif : seperti studi kasus, fenomenologi, etnografi, yang fokus pada pemahaman makna.
- Desain penelitian harus memberikan gambaran jelas tentang temuan apa yang ingin diperoleh serta bagaimana proses penelitian dilakukan.

3. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data, baik berupa angket, wawancara, lembar observasi, maupun tes.
- instrumen harus valid (mengukur apa yang seharusnya diukur) dan reliabel (hasilnya konsisten).
- Penyusunan instrumen harus merujuk pada variabel dan indikator yang telah ditetapkan dalam kerangka teoritis.
- jenis instrumen disesuaikan dengan pendekatan penelitian:
1. Penelitian kuantitatif :lebih banyak menggunakan angket, tes, skala sikap.
2. Penelitian kualitatif :mengandalkan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi.
- instrumen yang baik harus memiliki petunjuk pengisian, kisi-kisi, serta uji kelayakan seperti validitas isi dan reliabilitas.

MPPE A2025 -> ACTIVITY: RESUME

oleh Nida Yasmin -
Nama : Nida Yasmin Sofiyah
NPM: 2313031026

1. Kerangka Teoritis
- Kerangka teoritis adalah uraian sistematis mengenai teori, konsep, dan hubungan antar-variabel yang digunakan sebagai dasar penelitian.
- Penyusunannya dilakukan setelah peneliti memahami seluruh variabel, membaca literatur, dan menganalisis teori yang relevan.
- Fungsinya antara lain:
1. Menjelaskan konsep atau variabel yang digunakan dalam penelitian.
2. Menunjukkan hubungan antarkonsep secara logis dan ilmiah.
3. Menjadi pedoman dalam penyusunan hipotesis.
4. Membantu peneliti memahami arah analisis yang akan dilakukan.
- Dalam kerangka teoritis, peneliti harus menyajikan pendapat ahli, temuan sebelumnya, serta konsep-konsep ilmiah yang mendukung fokus penelitian.
- Pada bagian akhir, peneliti dapat menyajikan model konseptual untuk memperjelas hubungan antar-variabel yang diteliti.

2. Kerangka pikir
- kerangka pikir merupakan alur logis yang menggambarkan hubungan antara variabel penelitian berdasarkan teori yang sudah dibahas sebelumnya.
- Penyusunan kerangka pikir dilakukan dengan mensintesiskan teori menjadi sebuah alur penjelasan yang runtut dan mudah dipahami.
- Kerangka pikir biasanya menggambarkan:
1. Variabel yang diteliti
2. Hubungan atau pengaruh antar-variabel
3. Alur pemikiran dari awal hingga munculnya hipotesis
- Kerangka pikir dapat disajikan dalam bentuk uraian maupun diagram/bagan.
- Fungsi utama kerangka pikir adalah menjembatani teori dengan hipotesis, sehingga menjadi dasar logis dalam pembentukan jawaban sementara penelitian.

3. Hipotesis
- Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian yang kebenarannya harus diuji melalui pengumpulan dan analisis data.
- Hipotesis hanya digunakan dalam penelitian kuantitatif, sementara penelitian kualitatif tidak memerlukannya.
- Penyusunan hipotesis harus berdasarkan teori, kerangka pikir, dan hasil kajian literatur yang relevan.
- Fungsi hipotesis antara lain:
1. Menjadi pedoman dalam pengumpulan data.
2. Mengarahkan teknik analisis yang akan digunakan.
3. Memberi batasan serta fokus pada penelitian.
- Bentuk hipotesis dalam penelitian dapat berupa:
1. Hipotesis deskriptif
2. Hipotesis komparatif
3. Hipotesis asosiatif (hubungan)
- Hipotesis harus disusun dalam bentuk pernyataan yang jelas, dapat diuji, dan sesuai dengan variabel penelitian.

MPPE A2025 -> ACTIVITY: RESUME

oleh Nida Yasmin -
Nama : Nida Yasmin Sofiyah
NPM: 2313031026

1. Rumusan Masalah Penelitian
- Rumusan masalah adalah pusat penelitian karena menjadi dasar dalam penyusunan tujuan, metode, dan analisis penelitian.
- Masalah muncul dari adanya perbedaan antara kondisi ideal dan kenyataan atau adanya fenomena yang dianggap penting oleh peneliti.
- Latar belakang masalah disusun untuk menjelaskan alasan memilih masalah. Dapat ditulis dari teori menuju lapangan atau dari fenomena lapangan menuju teori.
- Rumusan masalah dapat berbentuk pertanyaan maupun pernyataan, namun harus jelas, terukur, dan dapat dijawab melalui proses penelitian.
- Sumber masalah penelitian berasal dari berbagai hal: pengamatan, pengalaman, intuisi, literatur, pengaduan, kompetisi, atau musyawarah ilmiah.
- Kriteria rumusan masalah yang baik antara lain: feasible, tidak terlalu luas, jelas sumber datanya, dan sesuai kemampuan peneliti.

2. Tujuan Penelitian
- Tujuan penelitian adalah turunan langsung dari rumusan masalah, namun ditulis dalam bentuk pernyataan.
- Tujuan menjelaskan secara spesifik apa yang ingin dicapai dan menjadi pedoman bagi peneliti dalam seluruh proses penelitian.
- Pada penelitian eksploratif, tujuan tidak hanya untuk menemukan jawaban awal, tetapi juga menguji kelayakan studi lebih lanjut dan mengembangkan metode penelitian yang tepat.
- Tujuan penelitian harus logis, fokus, dan memiliki hubungan langsung dengan permasalahan yang dirumuskan.

3. Manfaat Penelitian
- Manfaat penelitian menjelaskan kegunaan hasil penelitian bagi peneliti, pembaca, masyarakat, dan pengembangan ilmu.
- Penulisan manfaat bersifat objektif, sesuai dengan apa yang akan dicapai dari penelitian dan memperjelas pentingnya penelitian dilakukan.
- Manfaat penelitian terbagi menjadi dua:
1. Manfaat teoritis: berkontribusi pada pengembangan teori, menambah pengetahuan, memperkuat atau menguji teori yang ada.
2. Manfaat praktis: memberikan solusi atau manfaat langsung bagi guru, peserta didik, lembaga pendidikan, pengambil kebijakan, atau peneliti lanjutan.
- Manfaat yang baik harus menunjukkan nilai tambah penelitian dan relevansinya terhadap permasalahan yang sedang dikaji.

MPPE A2025 -> ACTIVITY: RESUME

oleh Nida Yasmin -
Nama : Nida Yasmin Sofiyah
NPM : 2313031026

1. Hakikat Penelitian Ilmiah
Penelitian ilmiah adalah kegiatan yang dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah, yaitu cara berpikir yang sistematis, logis, rasional, kritis, dan dapat diuji kebenarannya. Penelitian ilmiah berbeda dari pemikiran sehari-hari karena memiliki karakteristik seperti testability, sistemik, fleksibel, dan mampu menghasilkan prediksi yang dapat dibuktikan secara empiris. Penelitian dilakukan karena manusia memiliki rasa ingin tahu terhadap fenomena. Semakin kompleks permasalahan dalam kehidupan, semakin besar kebutuhan untuk menggunakan penelitian ilmiah dalam mencari solusi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan

2. Pengertian Penelitian

Secara etimologis, penelitian (research) berarti mencari kembali. Artinya, penelitian merupakan proses menggali, mencari, dan menemukan data untuk menjawab persoalan atau kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Penelitian bertujuan memberikan penjelasan, solusi, serta dasar pengambilan keputusan yang tepat dalam dunia pendidikan dan berbagai bidang lainnya

3. Metode Penelitian Ilmiah

Metode penelitian ilmiah mengacu pada pengoperasian metode ilmiah dalam praktik riset. Metode yang dipilih harus sesuai dengan pertanyaan penelitian. Dalam buku dijelaskan bahwa terdapat berbagai metode penelitian ilmiah seperti:
1. Survei
2. Penelitian deskriptif
3. Penelitian evaluatif
4. Penelitian kualitatif
5. Penelitian eksperimen
6. Studi kasus

4. Jenis Penelitian Berdasarkan Tujuan dan Sifatnya
- Tujuan
1. Penelitian dasar
2. Penelitian terapan
3. Penelitian evaluatif
4. Penelitian pengembangan

- Sifat
1. Deskriptif
2. Verifikatif
3. Eksploratif
4. Eksplanatori

5. Langkah-Langkah Prosedur Penelitian
1. Observasi fenomena atau gejala , peneliti mengamati masalah yang terjadi di lapangan.
2. Perumusan masalah, menyusun pertanyaan penelitian berdasarkan kesenjangan antara harapan dan kenyataan.
3. Menyusun hipotesis membuat dugaan sementara yang akan diuji.
4. Mengumpulkan data menggunakan instrumen seperti angket, wawancara, observasi, dokumen, atau tes.
5. Menguji hipotesis atau menganalisis data memilih teknik statistik atau analisis kualitatif.
6. Menarik kesimpulan membuat kesimpulan yang menjawab rumusan masalah dan memberi rekomendasi

6. Manfaat Penelitian
- Mengembangkan ilmu pengetahuan
- Memperbaiki praktik pendidikan
- Memberi solusi terhadap masalah
- Menjadi dasar pengambilan keputusan
- Memberikan prediksi serta pemahaman yang lebih baik tentang fenomena tertentu