Posts made by Nida Yasmin

E-COMMERCE A26 -> Summary Video

by Nida Yasmin -
Nama : Nida Yasmin Sofiyah
NPM: 2313031026
Kelas: A

Rangkuman Strategi E-Marketing dan Matriks Kinerja
1. Rencana Strategis (Strategic Planning)
Rencana dan tindakan untuk mencapai tujuan organisasi (seperti pertumbuhan, posisi kompetitif, cakupan pangsa pasar, dan efisiensi biaya). Contoh: Starbucks melibatkan konsumen melalui portal id.starbucks.com untuk mengumpulkan ide produk baru, meningkatkan penjualan, dan membangun reputasi positif.

Tahapan Perencanaan E-Marketing:
- Analisis lingkungan bisnis (hukum, teknologi, kompetisi)
- Analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman) untuk merumuskan strategi.
- Implementasi strategi pemasaran.
- Evaluasi menggunakan matriks kinerja.

2. Transformasi Strategi & Model Bisnis ke Digital
a. E-Business Strategy & E-Marketing Strategy: Pemanfaatan TIK secara optimal untuk mencapai tujuan spesifik, meningkatkan kinerja, dan menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.
b. Transformasi Model Bisnis ke E-Business Model: Metode berbasis digital untuk mempertahankan nilai manfaat (value proposition) bagi konsumen dan mitra dalam jangka panjang, serta menekan biaya operasional.

3. Tingkat Komitmen Perusahaan terhadap E-Business (Piramida Komitmen)
a. Activity Level (Tingkat Dasar): Memanfaatkan website untuk penjualan, pembayaran online, email, riset pemasaran, online advertising, pricing dinamis, dan SEO.
b. Business Process Level: Mengubah proses bisnis agar lebih efisien, seperti penerapan CRM (Customer Relationship Management), Knowledge Management, Supply Chain Management, Community Building, dan Database Marketing.
c. Enterprise Level: Melakukan otomatisasi pada sebagian besar proses bisnis, seperti berjualan di marketplace (e-commerce), social commerce, distribusi langsung dari manufaktur (direct distribution), dan online broker.
e. Pure Play Level (Tingkat Tertinggi): Perusahaan yang murni beroperasi secara online sejak awal (contoh: Google).

4. Pengukuran Kinerja (Performance Metrics / KPI)
Untuk mengukur efektivitas dan efisiensi strategi, digunakan kerangka kerja The Balanced Scorecard yang mencakup 4 perspektif:
a. Customer Perspective: Mengukur nilai yang dirasakan konsumen (contoh: tingkat interaksi/engagement di media sosial).
b. Internal Perspective: Mengevaluasi kesuksesan proses internal perusahaan (contoh: rata-rata waktu respons layanan pelanggan).
c. Learning & Growth Perspective: Mengukur kemampuan organisasi untuk tumbuh dan berinovasi (contoh: tingkat adopsi layanan/fitur baru).
d. Financial Perspective: Mengukur pendapatan, pengeluaran, serta laba atas investasi (Return on Investment / ROI).

E-COMMERCE A26 -> Pertemuan 14

by Nida Yasmin -
Nama : Nida Yasmin Sofiyah
NPM: 2313031026
Kelas: A

Menurut saya, strategi pemasaran digital yang akan saya prioritaskan adalah memperbaiki tampilan produk dan memanfaatkan promosi di marketplace serta media sosial. Saya akan menggunakan foto produk yang menarik, deskripsi yang jelas, dan kata kunci yang sesuai agar produk lebih mudah ditemukan oleh calon pembeli. Saya juga akan memberikan promo seperti diskon atau voucher untuk menarik minat konsumen agar mengunjungi toko dan melakukan pembelian. Selain itu, media sosial dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk kepada lebih banyak orang. Strategi ini perlu dievaluasi melalui jumlah kunjungan dan penjualan agar saya dapat mengetahui cara pemasaran mana yang paling efektif

E-COMMERCE A26 -> Pertemuan 12

by Nida Yasmin -
Nama : NIda Yasmin Sofiyah
NPM : 2313031026
Kelas: A

Menurut saya, ada tiga hal yang akan saya prioritaskan saat membuka toko online di marketplace. Pertama, memilih produk yang berkualitas dan sesuai kebutuhan konsumen, agar produk yang dijual memiliki peminat. Kedua, membuat tampilan toko dan informasi produk yang menarik, seperti foto yang jelas, deskripsi lengkap, serta harga yang sesuai agar konsumen tertarik untuk membeli. Ketiga, memberikan pelayanan yang baik dan responsif, misalnya membalas pertanyaan dengan cepat, memproses pesanan tepat waktu, dan memastikan barang dikirim dengan aman. Ketiga hal tersebut penting untuk membangun kepercayaan konsumen, meningkatkan penjualan, dan membuat toko mampu bersaing dengan toko online lainnya.

E-COMMERCE A26 -> Summary Video

by Nida Yasmin -
Nama : Nida Yasmin Sofiyah
NPM: 2313031026
Kelas: A

Supply Chain Management (SCM) adalah proses mengatur perjalanan barang mulai dari bahan baku, proses produksi, penyimpanan, hingga sampai ke tangan konsumen. Tujuannya agar barang tersedia sesuai kebutuhan dan dapat dikirim dengan tepat waktu. Contohnya, dalam pembuatan mi instan, pemasok menyediakan tepung, bumbu, minyak, dan kemasan. Semua bahan tersebut dikirim ke pabrik untuk diolah menjadi mi instan. Setelah selesai diproduksi, mi dikirim ke distributor, kemudian ke supermarket atau minimarket, hingga akhirnya dibeli oleh konsumen.

Ada 5 Tahapan Utama dalam SCM
1. Perencanaan (Planning)
Menentukan jumlah barang yang perlu diproduksi dan bahan baku yang dibutuhkan agar persediaan sesuai dengan permintaan konsumen.
2. Pengadaan (Procurement)
Membeli bahan baku dari pemasok yang tepat agar proses produksi dapat berjalan lancar.
3. Produksi (Production)
Mengolah bahan baku menjadi barang jadi yang siap dijual kepada konsumen.
4. Penyimpanan (Warehouse)
Menyimpan bahan baku dan barang jadi di gudang agar tetap aman, tertata, dan mudah ditemukan saat dibutuhkan.
5. Pengiriman (Transportation)
Mengatur proses pengiriman barang agar sampai ke toko atau konsumen dengan aman dan tepat waktu.

Hal Penting dalam Rantai Pasok
Dalam SCM, ada tiga hal utama yang harus diperhatikan:
- Aliran barang: Pergerakan barang dari pemasok hingga sampai ke konsumen.
- Aliran uang: Proses pembayaran antara pembeli, penjual, dan pemasok.
- Aliran informasi: Pertukaran informasi mengenai stok barang, pesanan, pembayaran, dan pengiriman agar semua pihak dapat bekerja sama dengan baik.

Peran Teknologi dalam SCM
Saat ini, SCM semakin berkembang dengan bantuan teknologi. Misalnya, bisnis dapat menggunakan sistem digital untuk memantau jumlah stok, mencatat pesanan, dan melacak pengiriman barang. Teknologi tersebut membantu pekerjaan menjadi lebih cepat, mengurangi kesalahan, dan membuat biaya operasional lebih efisien. Kesimpulannya, SCM sangat penting bagi sebuah bisnis karena membantu mengatur proses penyediaan barang dari awal hingga sampai ke konsumen. Jika rantai pasok dikelola dengan baik, barang akan lebih mudah tersedia, pengiriman menjadi lebih tepat waktu, dan pelanggan pun merasa lebih puas.

E-COMMERCE A26 -> Pertemuan 11

by Nida Yasmin -
Nama : Nida Yasmin Sofiyah
NPM: 2313031026
Kelas : A

Menurut saya, manajemen supply chain yang baik dapat menjadi keunggulan bagi bisnis e-commerce karena membantu memastikan barang tersedia dan pesanan sampai tepat waktu. Caranya dengan mengatur stok barang, bekerja sama dengan pemasok yang terpercaya, serta memilih jasa pengiriman yang cepat dan aman. Penggunaan teknologi juga membantu penjual memantau persediaan dan status pengiriman dengan lebih mudah. Jika pesanan diproses dengan cepat dan barang sampai sesuai perkiraan, pelanggan akan merasa puas dan lebih tertarik untuk berbelanja kembali. Hal ini dapat membuat bisnis lebih dipercaya dan mampu bersaing dengan toko online lainnya