ACTIVITY: RESUME

ACTIVITY: RESUME

Number of replies: 27

Silakan diresume  Bab 4 dari  buku Metodologi Penelitian Pendidikan Berbasis Kasus yang SUDAH TERSEDIA DI PERTEMUAN 1 di atas. 

In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Sela Ayu Irawati -
Nama:Sela Ayu Irawati
Npm:2313031015

Teknik Sampling
Sampel merupakan bagian dari populasi yang dijadikan objek penelitian. Karena tidak mungkin meneliti seluruh populasi, peneliti perlu menggunakan teknik sampling untuk memperoleh data yang dapat mewakili keseluruhan populasi. Menurut Hyde (2000), teknik sampling adalah bagian dari metode berpikir induktif yang berfungsi untuk menarik kesimpulan umum dari sejumlah data terbatas.
Secara umum, teknik sampling dibedakan menjadi dua jenis besar, yaitu sampel acak (probability sampling) dan sampel tidak acak (non-probability sampling).
Sampel acak (probability sampling) memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Bentuknya antara lain:
Simple random sampling: pengambilan sampel secara acak tanpa memperhatikan strata populasi.
Systematic sampling: hanya elemen pertama yang diambil secara acak, sisanya diambil secara sistematis.
Strtified random sampling: populasi dibagi berdasarkan strata tertentu, lalu diambil sampelnya secara proporsional.

Area sampling: pengambilan sampel berdasarkan wilayah atau area tertentu.
Sampel tidak acak (non-probability sampling) tidak memberikan peluang yang sama bagi seluruh anggota populasi. Jenisnya meliputi:
Purposive sampling: pemilihan sampel berdasarkan pertimbangan atau tujuan tertentu.
Snowball sampling: sampel pertama menunjuk sampel berikutnya secara berantai.
Accidental sampling: berdasarkan kebetulan, yaitu siapa pun yang ditemui dan sesuai kriteria dapat menjadi sampel.
Quota sampling: pengambilan sampel dengan jumlah tertentu berdasarkan karakteristik populasi.
Sampling jenuh: semua anggota populasi dijadikan sampel, biasanya karena jumlahnya kecil.
Pemilihan teknik sampling harus mempertimbangkan kesesuaian dengan tujuan penelitian, ketersediaan data, waktu, serta kondisi populasi agar hasil penelitian representatif dan objektif.

Desain Penelitian
Desain penelitian (research design) merupakan rencana atau kerangka dasar yang digunakan peneliti sebagai panduan dalam proses pengumpulan dan analisis data. Desain penelitian berfungsi sebagai pedoman agar penelitian berjalan sistematis dan terarah.
Menurut Widayat (2004), desain penelitian mencakup komponen utama seperti:
1.Judul penelitian,
2.Latar belakang masalah,
3.Tujuan dan hipotesis,
4.Kerangka dasar penelitian, serta
5.Teknik penarikan sampel.

Desain penelitian membantu peneliti menghindari kesalahan umum, seperti mengumpulkan data tanpa perencanaan matang. Dengan desain yang jelas, peneliti dapat menyesuaikan metode, instrumen, dan analisis yang tepat sesuai jenis penelitian, baik itu eksperimen, deskriptif, kualitatif, maupun studi kasus.Desain penelitian yang baik harus memenuhi unsur logika ilmiah, mampu menjawab rumusan masalah, serta memungkinkan peneliti memperoleh data yang relevan dan akurat.
Instrumen Penelitian dan Persyaratannya

Instrumen penelitian adalah alat bantu yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data secara sistematis dan terarah. Menurut Suharsimi Arikunto, instrumen penelitian merupakan alat yang dipilih dan digunakan untuk mempermudah kegiatan pengumpulan data. Sedangkan Sumadi Suryabrata menegaskan bahwa instrumen berfungsi untuk merekam secara kuantitatif keadaan dan aktivitas atribut psikologis atau sosial yang diteliti.
Agar data yang diperoleh dapat dipercaya, instrumen penelitian harus memenuhi beberapa persyaratan penting, yaitu:
1.Validitas, yaitu kemampuan instrumen untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.
2.Reliabilitas, yaitu tingkat konsistensi hasil jika instrumen digunakan berulang kali.
3.Praktikabilitas, yaitu kemudahan penggunaan instrumen dalam berbagai kondisi penelitian.
Selain itu, pemilihan dan penyusunan instrumen juga dipengaruhi oleh faktor seperti tujuan penelitian, jenis data, waktu, biaya, dan keterampilan peneliti. Instrumen yang umum digunakan antara lain angket, wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Dalam penelitian kualitatif, pedoman wawancara dan observasi sering digunakan secara fleksibel untuk menyesuaikan dengan dinamika lapangan.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Annisa Luthfiyyah -

Nama : Annisa Luthfiyyah 

NPM   : 2313031010 

Bab 4: Metode Penelitian dalam Penelitian Pendidikan Berbasis Kasus

Bab 4 membahas tentang cara memilih dan menggunakan metode penelitian yang tepat dalam penelitian pendidikan berbasis kasus. Tujuannya agar hasil penelitian bisa dipercaya, sesuai dengan tujuan, dan memberikan pemahaman yang mendalam terhadap suatu kasus.

Pendekatan Kualitatif

Pendekatan kualitatif digunakan untuk memahami suatu masalah secara mendalam melalui wawancara, observasi, atau dokumen. Pendekatan ini cocok digunakan jika peneliti ingin menggali makna, pengalaman, dan konteks dari suatu kasus.

Kelebihan: lebih fleksibel dan dapat menggambarkan keadaan secara rinci. Kekurangan: hasilnya sulit digeneralisasi dan tergantung pada kemampuan peneliti dalam menganalisis data.

Pendekatan Kuantitatif

Pendekatan kuantitatif menggunakan angka, data statistik, dan perhitungan untuk menguji hipotesis. Misalnya dengan survei atau kuesioner.

Kelebihan: hasilnya objektif dan bisa digeneralisasi. Kekurangan: kurang bisa menjelaskan konteks mendalam dari suatu kasus.

Pendekatan Campuran (Mixed Methods)

Pendekatan campuran menggabungkan kualitatif dan kuantitatif agar hasil penelitian lebih lengkap dan kuat. Misalnya, peneliti bisa menggunakan wawancara untuk memahami pengalaman peserta, lalu menyebar kuesioner untuk memperkuat data. Pendekatan ini dapat dilakukan secara bertahap (sequential) atau bersamaan (concurrent).

Desain Penelitian Berbasis Kasus

Penelitian berbasis kasus dilakukan dengan meneliti satu atau beberapa kasus secara mendalam, misalnya satu sekolah, satu program, atau satu kelompok siswa.

Ada tiga jenis desain:

1. Single-case: satu kasus saja.

2. Multiple-case: beberapa kasus untuk dibandingkan.

3. Embedded-case: satu kasus besar dengan bagian-bagian kecil di dalamnya.

Langkah-langkahnya meliputi pemilihan kasus, pengumpulan data, analisis, dan penarikan kesimpulan.

Pengumpulan Data

Data dapat dikumpulkan dengan berbagai cara, seperti wawancara, observasi, dokumen, dan survei. Peneliti sebaiknya menggunakan lebih dari satu teknik agar data lebih akurat (disebut triangulasi).

Selain itu, peneliti harus menjaga etika seperti meminta izin, menjaga kerahasiaan, dan bersikap jujur dalam proses penelitian.

Analisis Data

Analisis dilakukan sesuai pendekatan yang digunakan:Kualitatif: menganalisis kata atau teks untuk menemukan pola dan tema.Kuantitatif: menggunakan statistik untuk menghitung dan membandingkan data. Campuran: menggabungkan hasil keduanya agar lebih lengkap.

Validitas dan Reliabilitas

Validitas berarti data benar-benar mengukur hal yang dimaksud, sedangkan reliabilitas berarti hasilnya konsisten bila diulang.

Untuk meningkatkan kepercayaan hasil penelitian, peneliti dapat melakukan triangulasi, meminta konfirmasi dari responden (member checking), dan mencatat proses penelitian secara rinci.

In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Desmala Az-Zahra -
Nama : Desmala Az Zahra
NPM : 2313031002

Teknik Sampling
Teknik sampling adalah proses memilih sebagian anggota dari populasi penelitian untuk dijadikan sampel. Hal ini penting karena keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya membuat penelitian pada seluruh populasi tidak selalu mungkin dilakukan. Peneliti harus memperhatikan representasi sampel agar hasil penelitian dapat digeneralisasikan dengan tepat. Teknik sampling yang dipilih sangat menentukan validitas hasil riset.​

Macam-Macam Teknik Sampling
Berbagai teknik sampling yang dijelaskan meliputi:
1. Sampling acak sederhana (simple random sampling)
2. Sampling acak sistematis (systematic random sampling)
3. Sampling acak berstrata (stratified random sampling)
4. Sampling berdasarkan area/cluster (cluster random sampling)
5. Multistage sampling
Setiap teknik memiliki kegunaan dan syarat tertentu, seperti kehomogenan populasi, adanya strata, atau domain yang luas. Peneliti harus memilih teknik sesuai karakteristik populasi dan tujuan penelitiannya.​

Desain Penelitian
Desain penelitian merupakan rencana dan struktur yang dirancang untuk menjawab pertanyaan penelitian dan mencapai tujuan riset. Bab ini membedakan desain penelitian kuantitatif (lebih baku, tegas, dan rinci) dengan desain penelitian kualitatif (lebih fleksibel dan terbuka). Format desain meliputi:
- Desain deskriptif (sederhana, korelasional, diferensial)
- Desain eksperimen (eksperimental sejati, semu, subjek tunggal, perlakuan tunggal, ex post facto)
- Desain kualitatif (deskriptif, verifikatif, grounded research)
Pemilihan desain yang tepat sangat krusial untuk validitas dan efektivitas penelitian.​

Instrumen Penelitian dan Persyaratannya
Instrumen penelitian adalah alat ukur yang digunakan untuk mengumpulkan data empiris dari fenomena yang diamati. Instrumen harus memiliki validitas (ketepatan) dan reliabilitas (ketelitian). Jenis instrumen antara lain tes dan non-tes, yang terbagi lagi berdasarkan tujuan dan bentuk data. Peneliti wajib melakukan uji validitas dan reliabilitas instrumen sebelum digunakan agar hasil penelitian dapat dipercaya. Rangkuman bab ini menegaskan pentingnya memilih instrumen yang sesuai serta syarat instrumen yang sah untuk penelitian.​
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Diah Arum Sari Nawang Ulan -
Nama : Diah Arum Sari Nawang Ulan
NPM : 2313031021

Bab 4 - Prosedur Penelitian Pendidikan

Bab ini menjelaskan secara rinci tahapan atau langkah-langkah dalam melaksanakan penelitian pendidikan. Prosedur penelitian dimulai dari perumusan masalah, yang merupakan dasar utama bagi keseluruhan proses penelitian. Setelah itu dilanjutkan dengan kajian teori dan penyusunan kerangka berpikir, yang berfungsi sebagai landasan konseptual.

Langkah berikutnya adalah penentuan metode penelitian, yang disesuaikan dengan tujuan dan jenis penelitian (kuantitatif, kualitatif, atau campuran). Tahap ini mencakup penentuan populasi, sampel, teknik pengumpulan data, serta instrumen yang digunakan. Kemudian dilakukan pengolahan dan analisis data untuk memperoleh kesimpulan yang relevan dengan rumusan masalah.

Penulis menekankan pentingnya validitas dan reliabilitas data, serta etika dalam penelitian agar hasilnya dapat dipercaya dan diterima secara ilmiah. Tahap akhir penelitian adalah penyusunan laporan penelitian, yang berisi hasil temuan, pembahasan, kesimpulan, dan saran untuk pengembangan dunia pendidikan.

Dengan mengikuti prosedur ini secara sistematis, penelitian pendidikan dapat menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi peningkatan mutu pembelajaran dan kebijakan pendidikan.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Muhammad rizqi Alfiah -
Nama: Muhammad Rizqi Alfiah
Npm:2313031008

Bab 4 membahas tentang populasi dan sampel dalam penelitian.
Populasi adalah semua orang atau objek yang menjadi sasaran penelitian, sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi yang diambil untuk mewakili keseluruhan.
Bab ini juga menjelaskan bahwa peneliti tidak selalu bisa meneliti seluruh populasi, sehingga perlu memakai sampel. Teknik pengambilan sampel ada dua: probabilitas (pemilihan acak) dan non-probabilitas (pemilihan berdasarkan pertimbangan peneliti).
Peneliti harus memperhatikan beberapa hal saat menentukan populasi dan sampel, seperti: ciri-ciri populasi, jumlah populasi, variasi atau keberagaman populasi, teknik sampling yang cocok, serta memastikan sampel benar-benar mewakili populasi.
Intinya, Bab 4 menekankan bahwa pemilihan populasi dan sampel yang tepat sangat penting agar hasil penelitian valid dan dapat digeneralisasikan.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Catur Febriyan -
Nama : Catur Febriyan
NPM : 2313031018

1. Teknik Sampling
Teknik sampling adalah cara peneliti mengambil sebagian anggota populasi untuk dijadikan sampel yang mewakili keseluruhan. Pemilihan teknik yang tepat penting agar data yang dikumpulkan valid dan sesuai karakter populasi. Teknik sampling terbagi dua: probability (setiap anggota memiliki peluang sama) dan nonprobability (peluang tidak merata).

2. Macam-Macam Teknik Sampling
Pada probability sampling, contoh tekniknya yaitu simple random, stratified, dan cluster yang memakai kaidah peluang. Sedangkan nonprobability sampling meliputi purposive, accidental, quota, snowball, dan sampel jenuh. Masing-masing teknik digunakan sesuai tujuan penelitian, kondisi lapangan, dan ketersediaan populasi.

3. Desain Penelitian
Desain penelitian adalah rencana dasar yang memandu proses pengumpulan serta analisis data. Desain menetapkan informasi apa yang dikumpulkan, sumber data, dan prosedurnya. Pada penelitian kuantitatif desain bersifat baku dan rinci, sedangkan kualitatif lebih fleksibel menyesuaikan fenomena. Unsurnya meliputi judul, latar belakang, tujuan/hipotesis, kerangka teori, serta metode penarikan sampel.

4. Instrumen Penelitian
Instrumen adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data, dapat berupa tes maupun non-tes seperti angket, observasi, wawancara, atau dokumentasi. Instrumen harus disusun berdasarkan definisi operasional variabel.

5. Persyaratan Instrumen
Instrumen yang baik harus memenuhi tiga syarat utama: validitas (mengukur apa yang seharusnya diukur), reliabilitas (hasil konsisten), dan praktikabilitas (ekonomis, mudah digunakan, serta hasilnya dapat diinterpretasi dengan tepat).

Bab 4 menyimpulkan bahwa keberhasilan penelitian sangat bergantung pada ketepatan menentukan teknik sampling, desain penelitian, dan instrumen penelitian. Teknik sampling digunakan untuk memilih sampel yang benar-benar mewakili populasi, baik melalui pendekatan probability maupun nonprobability. Desain penelitian berfungsi sebagai rencana dasar yang mengatur bagaimana data dikumpulkan dan dianalisis, sehingga proses penelitian dapat berjalan sistematis dan sesuai tujuan. Sementara itu, instrumen penelitian menjadi alat utama dalam mengukur variabel, sehingga harus memenuhi syarat valid, reliabel, dan praktis agar data yang diperoleh akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Secara keseluruhan, Bab 4 menegaskan bahwa pemilihan teknik sampling yang tepat, penyusunan desain yang terarah, dan penggunaan instrumen yang memenuhi standar merupakan fondasi penting untuk menghasilkan penelitian yang ilmiah dan terpercaya.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Khoirun Nisa -
Nama : Khoirun Nisa
Npm : 2313031005

BAB 4. Teknik Sampling, Desain Penelitian, Instrumen Penelitian Dan Persyaratannya
A. Teknik Sampling
Teknik sampling merupakan cara untuk memilih sebagian anggota populasi sebagai wakil dari keseluruhan populasi. Penggunaan sampling penting karena peneliti sering tidak mampu meneliti seluruh populasi akibat keterbatasan waktu, biaya, dan tenaga. Pemilihan teknik yang tepat sangat menentukan apakah sampel benar-benar representatif.

B. Macam-Macam Teknik Sampling
Teknik sampling terbagi menjadi dua kelompok besar:
1. Probability Sampling
Pada teknik ini, setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih. Jenis-jenisnya meliputi:
a. Simple Random Sampling yaitu, pemilihan sampel secara acak.
b. Stratified Random Sampling yaitu, populasi dibagi berdasarkan strata, lalu diambil sampel pada tiap strata.
c. Proportionate dan Disproportionate Stratified Sampling yaitu, perbedaan terletak pada perbandingan jumlah sampelnya.
d. Cluster/Area Sampling yaitu, sampel dipilih berdasarkan kelompok atau wilayah tertentu.

2. Nonprobability Sampling
Tidak semua anggota populasi memiliki peluang sama. Cocok digunakan jika populasi sulit diidentifikasi atau aksesnya terbatas. Jenis-jenisnya:
a. Purposive Sampling yaitu, dipilih berdasarkan kriteria tertentu.
b. Snowball Sampling yaitu, sampel awal menunjuk sampel berikutnya.
c. Accidental Sampling yaitu, berdasarkan siapa saja yang ditemui.
d. Quota Sampling yaitu, sampel ditetapkan berdasarkan kuota jumlah tertentu.
e. Sampel Jenuh yaitu, seluruh populasi dijadikan sampel, biasanya untuk populasi kecil.

C. Desain Penelitian
Desain penelitian merupakan rencana dasar atau kerangka kerja yang memandu peneliti dalam proses pengumpulan hingga analisis data. Desain yang baik membantu penelitian berjalan sistematis, logis, dan sesuai tujuan.
Unsur penting desain penelitian meliputi:
1. Judul penelitian
2. Latar belakang masalah
3. Tujuan dan hipotesis
4. Kerangka teori dan kerangka piker
5. Prosedur pengambilan sampel
Desain penelitian juga membantu peneliti menghindari tindakan langsung ke lapangan tanpa rencana, serta memastikan bahwa data yang dikumpulkan relevan dengan tujuan penelitian.

D. Instrumen Penelitian dan Persyaratannya
Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Instrumen dapat berupa:
a. Tes, seperti tes prestasi, tes IQ, tes bakat.
b. Non-tes, seperti angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi.

Untuk dapat digunakan dalam penelitian, instrumen harus memenuhi tiga syarat utama:
1. Validitas : Instrumen harus mengukur apa yang seharusnya diukur. Tanpa validitas, data menjadi tidak akurat.
2. Reliabilitas ; Instrumen harus menghasilkan data yang konsisten ketika digunakan berkali-kali. Reliabilitas memastikan kestabilan dan keajegan hasil.
3. Praktikabilitas (Praktis) ; Instrumen harus mudah digunakan, tidak memerlukan biaya besar, mudah diberi skor, dan hasilnya dapat diinterpretasikan secara jelas.

Selain itu, pemilihan instrumen harus mempertimbangkan variabel penelitian, sumber data, jenis data yang diperlukan, serta faktor pendukung seperti waktu, tenaga, dan biaya.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Nida Yasmin -
Nama : Nida Yasmin Sofiyah
NPM : 2313031026

1. Teknik Sampling
- Sampling adalah proses memilih sebagian anggota populasi untuk dijadikan sumber data penelitian.
- Tujuan sampling adalah memperoleh data yang representatif tanpa harus meneliti seluruh populasi.
- Teknik sampling dibagi menjadi dua kategori utama:
1. Probability sampling : setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk dipilih.
2. Non-probability sampling : pemilihan sampel tidak memberi peluang yang sama bagi semua anggota.
- Pemilihan teknik sampling harus mempertimbangkan tujuan penelitian, karakteristik populasi, waktu, serta ketersediaan sumber daya.
- Penentuan jumlah sampel harus disesuaikan dengan cakupan populasi, kemampuan peneliti, dan tingkat akurasi yang diinginkan.

2. Desain Penelitian
- Desain penelitian adalah rencana atau pola yang digunakan peneliti untuk menjawab rumusan masalah dan mencapai tujuan penelitian.
- Pemilihan desain penelitian dipengaruhi oleh jenis data, sifat masalah, serta pendekatan penelitian (kuantitatif atau kualitatif).
- Desain penelitian yang umum digunakan meliputi:
1. Desain deskriptif : untuk menggambarkan fenomena apa adanya.
2. Desain korelasional :untuk menguji hubungan antar-variabel.
3. Desain eksperimen :untuk menguji pengaruh suatu variabel terhadap variabel lain dengan kontrol tertentu.
4. Penelitian kualitatif : seperti studi kasus, fenomenologi, etnografi, yang fokus pada pemahaman makna.
- Desain penelitian harus memberikan gambaran jelas tentang temuan apa yang ingin diperoleh serta bagaimana proses penelitian dilakukan.

3. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data, baik berupa angket, wawancara, lembar observasi, maupun tes.
- instrumen harus valid (mengukur apa yang seharusnya diukur) dan reliabel (hasilnya konsisten).
- Penyusunan instrumen harus merujuk pada variabel dan indikator yang telah ditetapkan dalam kerangka teoritis.
- jenis instrumen disesuaikan dengan pendekatan penelitian:
1. Penelitian kuantitatif :lebih banyak menggunakan angket, tes, skala sikap.
2. Penelitian kualitatif :mengandalkan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi.
- instrumen yang baik harus memiliki petunjuk pengisian, kisi-kisi, serta uji kelayakan seperti validitas isi dan reliabilitas.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Rieke Nindita Sari - -
Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019

Teknik Sampling
Margono (2004) memberikan pengertian bahwa teknik pengambilan sampel adalah suatu jumlah yang sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data sebenarnya dengan memperhatikan sifat serta penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang representative.
Macam – Macam Teknik Sampling
1. Sampel Acak
a. Pengambilan Sampel Acak Sederhana (Simple Random Sampling)
b. Pengambilan Sampel Acak Sistematis (Systematic Random Sampling)
c. Pengambilan Sampel Acak Berstrata (Stratified Random Sampling)
d. Pengambilan Sampel Acak Berdasar Area (Cluster Random Sampling)
e. Area Sampling atau sampel wilayah Bertingkat (Multi Stage Sampling)
2. Sampel Tidak Acak
a. Purposive Sampling
b. Snowball Sampling
c. Accidental Sampling
d. Quota Sampling
e. Teknik Sampel Jenuh
f. Sampling Sistematis atau Systematic Sampling

Desain Penelitian
Desain penelitian adalah rencana dasar atau rencana untuk sebuah pembelajaran digunakan sebagai panduan dalam pengumpulan dan analisis data (Gilberta jr. 1991: 127). Menurut (Supranto (1997: 39) rancangan riset meliputi kegiatan kegiatan sebagai penelitian.
a. Identifikasi dan pemilihan persoalan riset
b. Perumusan persoalan riset (uraian yang lebih rinci tentang objek yang akan diselidiki dan data yang akan dikumpulkan.
c. Pembuatan definisi/konsep dan cara pengukuran variabel (dengan quitioner misalnya).
d. Metode sampling dan instrumen pengumpulan data.
e. Editing, coding, dan processing data.
f. Metode analisis data.
g. Laporan riset
Unsur-unsur pokok dalam desain penelitian adalah sebagai berikut:
a. Judul Penelitian
b. Latar Belakang Masalah

Instrumen Penelitian dan Persyaratannya
Instrumen penelitian dapat diartikan sebagai alat untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menyajikan data data secara sistematis serta objektif dengan tujuan memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis (Anderson, 2005). Peneliti harus mengikuti langkah-langkah menyusun instrumen penelitian. ada enam langkah-langkah untuk menyusun instrumen penelitian, yaitu:
a. Mengidentifikasikan variabel-variabel yang diteliti.
b. Menjabarkan variabel menjadi dimensi-dimensi
c. Mencari indikator dari setiap dimensi.
d. Mendeskripsikan kisi-kisi instrumen
e. Merumuskan item-item pertanyaan atau pernyataan instrumen
f. Petunjuk pengisian instrumen

Bentuk - Bentuk Instrumen Penelitian
1. Bentuk Instrumen Tes
2. Bentuk Instrumen Angket atau Kuesioner
3. Bentuk Instrumen Interview
4. Bentuk Instrumen Observasi
5. Bentuk Instrumen Skala Bertingkat atau Rating Scale
6. Bentuk Instrumen Dokumentasi
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Mar'atus Shalihah Mar'atus Shalihah -
Nama : Mar'atus Shalihah
NPM : 2313031025

BAB 4
Teknik Sampling, Desain Penelitian, dan Instrumen Penelitian

1. Teknik Sampling
Sampling adalah proses atau teknik memilih sebagian kecil dari keseluruhan populasi (sampel) untuk diteliti, dengan tujuan agar temuan dapat digeneralisasikan kembali ke populasi. Peneliti harus memastikan sampel yang dipilih benar-benar representatif terhadap karakteristik populasi.
Teknik sampling terbagi menjadi dua kategori utama:
a. Probability Sampling (Pengambilan Sampel Secara Acak) Teknik ini menjamin setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel. Metode ini sangat penting untuk penelitian kuantitatif yang bertujuan melakukan generalisasi.
Contoh: Simple Random Sampling, Stratified Random Sampling (berdasarkan strata/tingkatan), dan Cluster Sampling).
b. Nonprobability Sampling (Pengambilan Sampel Tidak Acak) Pemilihan sampel didasarkan pada pertimbangan tertentu atau kriteria spesifik peneliti.
Contoh: Purposive Sampling (berdasarkan tujuan), Snowball Sampling (melalui referensi dari subjek awal), Accidental Sampling, Quota Sampling, dan Sampel Jenuh.

2. Desain Penelitian (Research Design)
Desain penelitian adalah rencana kerja atau kerangka menyeluruh yang digunakan peneliti sebagai panduan logis untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Desain berfungsi untuk menjawab rumusan masalah dengan prosedur yang tepat.
Setiap desain memiliki prosedur dan tujuan spesifiknya masing-masing:
• Causal Comparative (Untuk menguji pengaruh atau hubungan sebab-akibat).
• Eksperimental (Untuk menguji pengaruh atau hubungan sebab-akibat).
• Etnografi (Untuk memahami budaya atau kelompok sosial).
• Historis (Untuk mengkaji peristiwa masa lalu).
• Penelitian Tindakan Kelas atau PTK (Untuk memecahkan masalah praktis di lingkungan pendidikan).
• Survei (Untuk mengumpulkan data dari populasi luas).

3. Instrumen Penelitian dan Persyaratannya
Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data (seperti: angket, tes, pedoman wawancara, atau observasi).
Instrumen yang baik harus memenuhi persyaratan kualitas yang ketat agar data yang dihasilkan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan:
• Validitas (Sejauh mana instrumen mengukur apa yang seharusnya diukur).
• Reliabilitas (Konsistensi hasil pengukuran jika dilakukan berulang kali).
• Objektivitas (Bebas dari bias pribadi).
• Kepraktisan (Mudah digunakan dan efisien dalam pelaksanaan).
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Tria Meilisma -

Nama: Tria Meilisma

NPM: 2313031029

A.    Teknik Sampling

Salah satu fase penting dalam penelitian pada umumnya adalah fase penerapan metode berpikir induktif, yaitu mengadakan observasi untuk kemudian menyimpulkan sesuatu tentang populasi dari hasil observasi yang sifatnya terbatas tersebut (Hyde, 2000). Medium inferensi ini adalah teknik sampling. Jelasnya peneliti membuat inferensi tentang karakteristik populasi berdasarkan informasi tentang karakteristik sampel (cuplikan) yang di observasinya.

B.    Macam-Macam Teknik Sampling

1.     Sampel Acak

a.      Pengambilan Sampel Acak Sederhana (Simple Random Sampling)

b.     Pengambilan Sampel Acak Sistematis (Systematic Random Sampling)

c.      Pengambilan Sampel Acak Berstrata (Stratified Random Sampling)

d.     Pengambilan Sampel Acak Berdasar Area (Cluster Random Sampling)

e.      Area Sampling atau sampel wilayah Bertingkat (Multi Stage Sampling)

2.     Sampel Tidak Acak

a.      Purposive Sampling

b.     Snowball Sampling

c.      Accidental Sampling

d.     Quota Sampling

e.      Teknik Sampel Jenuh

f.      Sampling Sistematis atau Systematic Sampling

C.    Desain Penelitian

Desain penelitian (research design) merupakan kerangka atau rencana dasar (frame work) yang membimbing pengumpulan data dan tahapan analisis dari proyek riset dan merupakan kerangka kerja yang menetapkan jenis informasi yang harus dikumpulkan, sumber data, dan prosedur pengumpulan data” (Widayat, 2004: 34).

D.    Instrumen Penelitian dan Persyaratannya

Instrumen penelitian dapat diartikan sebagai alat untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menyajikan datadata secara sistematis serta objektif dengan tujuan memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis (Anderson, 2005). Jadi semua alat yang bisa mendukung suatu penelitian bisa disebut instrumen penelitian atau instrumen pengumpulan data.

E.    Bentuk - Bentuk Instrumen Penelitian

1.     Bentuk Instrumen Tes

2.     Bentuk Instrumen Angket atau Kuesioner

3.     Bentuk Instrumen Interview

4.     Bentuk Instrumen Observasi

5.     Bentuk Instrumen Skala Bertingkat atau Rating Scale

6.     Bentuk Instrumen Dokumentasi

In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Najwa Ayudia Aura Rachim -
Nama: Najwa Ayudia Aura Rachim
NPM: 2313031027
Kelas: A

1. Teknik Sampling
Teknik sampling adalah cara peneliti mengambil sebagian anggota populasi untuk dijadikan sampel. Bab ini menegaskan bahwa penelitian tidak selalu harus memakai seluruh populasi, sehingga pemilihan teknik sampling yang tepat menjadi krusial. Tujuan Teknik Sampling yaitu menghasilkan sampel yang mampu mewakili populasi. Dan emungkinkan generalisasi hasil penelitian. Pembagian Umum Teknik Sampling dibagi menjadi dua kelompok besar:

A. Probability Sampling (Acak)
Setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih.
Jenis-jenisnya:
1. Simple Random Sampling – pengambilan sampel secara acak sederhana.
2. Stratified Random Sampling – populasi dibagi dalam strata lalu diambil sampelnya.
3. Area Sampling – pengambilan sampel berdasarkan wilayah.
4. Systematic Sampling – sampel dipilih dengan interval tertentu.

B. Non-Probability Sampling (Tidak Acak)
Tidak semua anggota populasi memiliki peluang yang sama.
Jenis-jenisnya:
1. Purposive Sampling – berdasarkan pertimbangan tertentu.
2. Snowball Sampling – sampel berkembang melalui referensi.
3. Accidental/Incidental Sampling – siapa saja yang ditemui.
4. Quota Sampling – berdasarkan proporsi tertentu.
5. Sampling Jenuh – seluruh populasi dijadikan sampel jika jumlahnya kecil.

2. Desain Penelitian (Research Design)
Desain penelitian merupakan kerangka dasar, rencana, atau strategi yang digunakan peneliti sebagai pedoman dalam proses pengumpulan data dan analisis. Desain penelitian membantu memastikan bahwa penelitian berjalan teratur dan sesuai tujuan. Serta Kerangka kerja yang menetapkan data apa yang dikumpulkan, bagaimana cara mengumpulkannya, dan bagaimana menganalisisnya dan juga Rencana strategis untuk menjawab tujuan atau hipotesis penelitian.

Unsur Pokok Desain Penelitian
1. Judul penelitian
2. Latar belakang masalah
3. Tujuan dan hipotesis
4. Kerangka dasar penelitian
5. Penarikan sampel
bahwa banyak peneliti turun ke lapangan tanpa desain yang baik sehingga hasilnya tidak sistematis. Desain penelitian membantu mengatasi hal tersebut.

3. Instrumen Penelitian dan Persyaratannya
Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan peneliti untuk mengukur variabel, merekam data, atau mengumpulkan informasi. Instrumen dapat berupa tes, angket/kuesioner, pedoman wawancara, observasi, maupun dokumentasi. Instrumen adalah alat untuk mengukur objek ukur, engumpulkan data secara sistematis dan mendapatkan informasi kuantitatif dari suatu variable. Menurut Arikunto dan Suryabrata, instrumen harus mampu mencatat data secara objektif dan sistematis.
Macam-Macam Instrumen
• Tes (hasil belajar, IQ, kemampuan)
• Non-tes (observasi, wawancara, angket, dokumentasi)

Instrumen yang baik harus memenuhi tiga syarat utama:
1. Validitas
Mengukur apa yang seharusnya diukur. Jenis validitas:
• Isi
• Konstruksi
• Empiris

2. Reliabilitas
Konsistensi alat ukur jika digunakan berulang kali. Metode pengujiannya:
• Test-retest
• Konsistensi internal

3. Praktikabilitas (Usability)
Instrumen harus:
• Ekonomis (waktu & biaya)
• Mudah digunakan
• Hasilnya mudah diinterpretasikan

Jadi dalam bab 4 menekankan Pentingnya menentukan teknik sampling untuk memperoleh sampel yang representative, Desain penelitian adalah strategi yang membantu peneliti mencapai tujuan dan menjawab hipotesis dan Instrumen penelitian harus valid, reliabel, dan praktis agar mampu menghasilkan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Bab ini memberikan landasan penting sebelum melangkah ke tahap berikutnya, yaitu menentukan populasi dan sampel secara lebih detail
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Ni Wayan Vara Wulandari -
Nama: Ni Wayan Vara Wulandari
NPM: 2313031017

Bab: TEKNIK SAMPLING, DESAIN PENELITIAN, INSTRUMEN PENELITIAN DAN PERSYARATANNYA
Bab ini menjelaskan empat komponen penting dalam pelaksanaan penelitian, yaitu teknik pengambilan sampel, desain penelitian, penyusunan instrumen, dan persyaratan yang harus dipenuhi agar penelitian berjalan valid dan reliabel.
Teknik sampling digunakan untuk menentukan sebagian populasi yang dapat mewakili keseluruhan karakteristik populasi penelitian. Pemilihan sampel harus dilakukan secara tepat agar hasil penelitian dapat digeneralisasi. Dalam penelitian pendidikan, teknik sampling dibedakan menjadi probability sampling (seperti random sampling, stratified, cluster) dan non-probability sampling (seperti purposive, convenience, dan snowball). Pemilihan metode bergantung pada tujuan penelitian, jenis data, dan kondisi lapangan.
Selanjutnya, desain penelitian diartikan sebagai rencana atau kerangka kerja yang digunakan peneliti untuk mengatur prosedur pengumpulan dan analisis data. Desain penelitian harus menggambarkan hubungan antarvariabel secara logis. Dalam buku ini dijelaskan bahwa desain penelitian dapat berbentuk deskriptif, korelasional, eksperimen, tindakan kelas, maupun campuran (mixed method). Desain yang baik akan menentukan ketepatan hasil penelitian. Instrumen penelitian merupakan alat untuk mengumpulkan data, seperti angket, wawancara, tes, dan observasi. Instrumen harus memenuhi syarat validitas dan reliabilitas, agar data yang diperoleh benar-benar mencerminkan keadaan sebenarnya. Validitas menunjukkan ketepatan alat ukur terhadap apa yang hendak diukur, sedangkan reliabilitas berkaitan dengan konsistensi hasil pengukuran.
Bab ini menegaskan bahwa seluruh unsur tersebut saling berkaitan. Teknik sampling menentukan representasi data, desain penelitian menentukan arah dan struktur kegiatan, sedangkan instrumen dan persyaratannya menjamin keakuratan hasil. Dengan demikian, keempat aspek ini menjadi pondasi metodologis dalam menghasilkan penelitian pendidikan yang bermutu dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Selvidar Armalia -
Nama : Selvidar Armalia
NPM : 2313031014

BAB 4 : TEKNIK SAMPLING, DESAIN PENELITIAN, INSTRUMEN PENELITIAN DAN PERSYARATANNYA
Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan pemahaman yang kita miliki berasal dari informasi dan pengetahuan untuk digunakan sebagai pemecahan masalah dan juga pengambil keputusan.
A. Teknik Sampling
Salah satu fase penting dalam penelitian pada umumnya adalah fase penerapan metode berpikir induktif, yaitu mengadakan observasi untuk kemudian menyimpulkan sesuatu tentang populasi dari hasil observasi yang sifatnya terbatas tersebut (Hyde, 2000). Medium inferensi ini adalah teknik sampling. Jelasnya peneliti membuat inferensi tentang karakteristik populasi berdasarkan informasi tentang karakteristik sampel (cuplikan) yang di observasinya.
B. Macam-macam teknik sampling
-Sampel acak
-Sampel tidak acak

C. Desain Penelitian
1. Pengertian
Penelitian Desain penelitian adalah rencana dasar atau rencana untuk sebuah pembelajaran digunakan sebagai panduan dalam pengumpulan dan analisis data. Desain penelitian (research design) merupakan kerangka atau rencana dasar (frame work) yang membimbing pengumpulan data dan tahapan analisis dari proyek riset dan merupakan kerangka kerja yang menetapkan jenis informasi yang harus dikumpulkan, sumber data, dan prosedur pengumpulan data. Desain penelitian adalah rencana yang akan dilakukan untuk menjawab tujuan riset atau hipotesis. Rencana penelitian adalah suatu pengaturan syarat-syarat untuk mengontrol pengumpulan data di dalam suatu riset sedemikian rupa dengan tujuan untuk mengkombinasi segala informasi yang relevan (ada hubungan) sesuai dengan tujuan riset.
2. Kegiatan Rancangan Penelitian
a. Identifikasi dan pemilihan persoalan riset
b. Perumusan persoalan riset (uraian yang lebih rinci tentang objek yang akan diselidiki dan data yang akan dikumpulkan.
c. Pembuatan definisi/konsep dan cara pengukuran variabel (dengan quitioner misalnya).
d. Metode sampling dan instrumen pengumpulan data.
e. Editing, coding, dan processing data.
f. Metode analisis data.
g. Laporan riset

D. Instrumen Penelitian dan Persyaratannya
Instrumen penelitian dapat diartikan sebagai alat untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menyajikan datadata secara sistematis serta objektif dengan tujuan memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis.
Langkah - Langkah Menyusun Instrumen Penelitian:
a. Mengidentifikasikan variabel-variabel yang diteliti.
b. Menjabarkan variabel menjadi dimensi-dimensi
c. Mencari indikator dari setiap dimensi.
d. Mendeskripsikan kisi-kisi instrumen
e. Merumuskan item-item pertanyaan atau pernyataan instrumen
f. Petunjuk pengisian instrumen.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Suci Tri Wahyuni 2313031012 -
Nama : Suci Tri Wahyuni
Npm : 2313031012
Kelas : A

BAB 4 — Teknik Sampling, Desain Penelitian, Instrumen Penelitian dan Persyaratannya

Bab ini menjelaskan tiga komponen penting dalam metodologi penelitian, yaitu teknik sampling, desain penelitian, dan instrumen penelitian — yang semuanya harus direncanakan secara tepat untuk menghasilkan penelitian yang ilmiah, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan.

1. Teknik Sampling
Teknik sampling adalah cara pengambilan sampel untuk menentukan bagian populasi yang akan diteliti. Pemilihan sampel harus dilakukan secara hati-hati agar sampel dapat merepresentasikan populasi dengan baik.
Teknik sampling dibagi menjadi dua kelompok besar:
• Probability Sampling (acak): Simple random sampling, proportionate stratified random, disproportionate stratified random, area/cluster sampling.

• Non-Probability Sampling (non-acak): sistematis, kuota, aksidental, purposive sampling, sistem jenuh, snowball sampling.

Probability sampling memberi peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk menjadi sampel, sedangkan non-probability sampling tidak memberi peluang yang sama bagi semua anggota populasi.

2. Desain Penelitian
Desain penelitian merupakan kerangka atau rencana dasar yang menjadi pedoman dalam proses pengumpulan dan analisis data. Desain penelitian menentukan:
• Jenis informasi yang dikumpulkan
• Sumber data
• Prosedur pengumpulan data
• Cara penarikan sampel

Unsur pokok dalam desain penelitian meliputi:
1. Judul penelitian
2. Latar belakang masalah
3. Tujuan dan hipotesis
4. Kerangka dasar penelitian
5. Teknik penarikan sampel
Tanpa desain yang matang peneliti berisiko turun ke lapangan tanpa arah yang jelas.

3. Instrumen Penelitian dan Persyaratannya
Instrumen penelitian adalah alat bantu untuk mengumpulkan dan mengukur data tentang variabel penelitian. Instrumen dapat berupa tes maupun non-tes (angket, wawancara, dokumentasi, dll).

Sebuah instrumen yang baik harus memenuhi tiga syarat utama:

Syarat : Validitas, Reliabilitas, Praktikabilitas
Penjelasan : Mengukur apa yang seharusnya diukur, Konsisten jika digunakan berulang kali, Mudah digunakan, ekonomis, dan hasilnya dapat ditafsirkan dengan tepat.

Hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun instrumen antara lain:
• Variabel & indikator jelas
• Mengetahui sumber data
• Keterampilan instrumen dalam mengumpulkan data
• Jenis data yang diperoleh harus jelas
• Instrumen mudah digunakan

Kesimpulan Bab 4

Bab ini menegaskan bahwa keberhasilan penelitian dipengaruhi oleh:
1. Teknik sampling yang tepat
2. Desain penelitian yang sistematis
3. Instrumen penelitian yang valid, reliabel, dan praktis

Ketiga komponen ini harus saling mendukung agar data yang dikumpulkan akurat dan representatif, sehingga hasil penelitian valid, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Saqila Rahma Andini -
Nama : Saqila Rahma Andini
Npm : 2313031020

tentang pentingnya desain metodologi penelitian sebagai langkah awal agar penelitian dapat dilakukan secara terarah, sistematis, dan sesuai tujuan ilmiah. Desain penelitian diartikan sebagai rencana atau strategi yang disusun peneliti untuk menjawab pertanyaan penelitian, menguji hipotesis, dan memastikan bahwa data yang dikumpulkan valid serta dapat dianalisis dengan tepat. Dalam bab ini dijelaskan bahwa desain metodologi merupakan kerangka konseptual yang mencakup pemilihan metode, prosedur penelitian, teknik pengumpulan data, serta langkah-langkah analisis yang akan dilakukan. Desain penelitian juga bertujuan memberikan gambaran menyeluruh mengenai proses penelitian, sehingga peneliti tidak melakukan kegiatan secara acak atau tanpa arah. Selain itu, bab ini menekankan bahwa perancangan metodologi harus berlandaskan pada pemahaman teoretis yang kuat dan disesuaikan dengan karakter masalah penelitian. Penelitian pendidikan, misalnya, membutuhkan desain yang mampu menggambarkan fenomena secara objektif dan sesuai kondisi lapangan. Oleh karena itu, penyusunan desain penelitian tidak hanya menentukan metode kualitatif atau kuantitatif, tetapi juga mencakup penentuan populasi dan sampel, instrumen, lokasi penelitian, teknik analisis data, hingga prosedur pelaksanaan penelitian. Secara keseluruhan, Bab 4 memberikan pemahaman bahwa desain metodologi penelitian merupakan fondasi penting yang menentukan kualitas hasil penelitian dan harus dirancang secara matang sebelum penelitian dilakukan.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Dela Novita -
Nama : Dela Novita
Npm :2313031023

1. Pengertian Teknik Sampling
Bab 4 menjelaskan bahwa sebelum penelitian dilakukan, peneliti harus mengetahui bagaimana cara mengumpulkan data, salah satunya melalui sampling.
Sampling adalah teknik untuk mengambil sebagian unit dari populasi sebagai sampel yang mewakili seluruh populasi.

2. Macam–Macam Teknik Sampling
Bab ini membagi teknik sampling menjadi dua kelompok besar:
A. Probability Sampling (Setiap anggota populasi punya kesempatan yang sama)
Simple Random Sampling – pengambilan sampel secara acak.
Stratified Random Sampling – sampel diambil berdasarkan strata/kelompok tertentu.
Cluster Sampling – pengambilan sampel berdasarkan kelompok wilayah/cluster.
Systematic Sampling – memilih sampel berdasarkan interval tertentu.

B. Non-Probability Sampling (Tidak semua anggota punya peluang yang sama)
Purposive Sampling – sampel dipilih berdasarkan tujuan tertentu.
Accidental Sampling – sampel diambil dari siapa saja yang ditemui.
Quota Sampling – sampel diambil berdasarkan kuota tertentu.
Snowball Sampling – sampel diperoleh melalui rekomendasi dari sampel sebelumnya.

3. Desain Penelitian
Desain penelitian merupakan rencana atau blueprint penelitian yang menggambarkan hubungan antar variabel, teknik pengukuran, serta cara mengumpulkan dan menganalisis data.
Desain penelitian memberikan gambaran tentang:
Hubungan antar variabel.
Cara pengumpulan data.
Cara mengukur variabel.

Jenis–Jenis Desain Penelitian yang Dibahas
Beberapa desain penelitian yang dipaparkan antara lain:
Causal Comparative Research (penelitian sebab-akibat)
Experimental Research (eksperimen)
Descriptive Research (deskriptif)
Correlation Research (korelasi)
Action Research (penelitian tindakan)

4. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat pengumpul data, seperti:
Angket/kuesioner
Pedoman wawancara
Lembar observasi
Tes
Instrumen harus memenuhi syarat:
Validitas → instrumen mengukur apa yang seharusnya diukur.
Reliabilitas → instrumen memberikan hasil yang konsisten.
Praktikabilitas → mudah digunakan dalam pengumpulan data.

5. Persyaratan dalam Penelitian
Dalam Bab 4 ditegaskan bahwa peneliti harus memahami:
Cara menentukan sampel
Cara merancang desain penelitian
Cara memilih dan membuat instrumen yang sesuai
Cara memastikan validitas dan reliabilitas alat ukur
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Dwi Apriyana -
Nama: Dwi Apriyana
Npm: 2313031022

Bab 4 Teknik Sampling, Desain Penelitian, Instrumen Penelitian Dan Persyaratannya
1. Teknik pengambilan sampel Sampling digunakan ketika peneliti tidak mungkin meneliti seluruh populasi karena keterbatasan waktu, biaya, atau tenaga. Dari sampel yang dipilih dengan baik, peneliti bisa membuat kesimpulan tentang populasi secara lebih efisien. Sampel harus representatif agar hasil penelitian dapat digeneralisasi.
Teknik sampling dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu probability sampling dan nonprobability sampling.
a. Probability sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel, yang meliputi simple random sampling (pengambilan sampel acak sederhana dimana semua anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dipilih) proportionate stratified random sampling (digunakan apabila populasi mempunyai anggota yang tidak homogen dan berstrata proporsional), disproportionate stratified random sampling (untuk menentukan sampel bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional), dan area atau cluster random sampling (teknik sampling daerah yang digunakan untuk menentukan sampel apabila objek yang diteliti atau sumber data sangat luas).
b. Nonprobability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel, yang meliputi sampling sistematis (pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut), sampling kuota (teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan), sampling aksidental (teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel), sampling purposive (teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu), sampling jenuh (teknik penentuan sampel apabila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel), dan snowball sampling (teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil kemudian membesar).
2. Desain penelitian adalah rencana awal untuk sebuah penelitian yang digunakan sebagai panduan dalam pengumpulan dan analisis data. Desain penelitian merupakan kerangka atau rencana dasar yang membimbing pengumpulan data dan tahapan analisis dari proyek riset dan merupakan kerangka kerja yang menetapkan jenis informasi yang harus dikumpulkan, sumber data, dan prosedur pengumpulan data. Desain penelitian diartikan sebagai seluruh proses perancangan dan pelaksanaan suatu riset.
3. Instrumen Penelitian dan Persyaratannya
Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Bentuknya bisa berupa angket, wawancara, tes, dan lembar observasi, instrumen yang baik harus memenuhi dua syarat utama:
A. Validitas (Keabsahan)
Instrumen dikatakan valid jika mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Artinya, isi instrumen sesuai dengan konsep atau variabel yang diteliti.
Validitas bisa dilihat dari kesesuaian butir instrumen dengan teori, tingkat relevansi antara indikator dan variabel, kemampuan instrumen menangkap data yang benar-benar dibutuhkan.
B. Reliabilitas (Keajegan)
Instrumen reliabel menghasilkan data yang konsisten. Artinya, jika digunakan berkali-kali dalam kondisi yang sama, hasilnya tetap stabil. Reliabilitas menunjukkan instrumen tidak mudah dipengaruhi faktor luar seperti mood responden atau situasi saat pengukuran. Instrumen yang valid tetapi tidak reliabel belum bisa digunakan, dan sebaliknya instrumen reliabel tetapi tidak valid juga tidak tepat. Keduanya harus dipenuhi agar data yang diperoleh benar-benar dapat digunakan sebagai dasar kesimpulan.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Yesi Novia Pitriani -
Nama: Yesi Novia Pitriani
NPM: 2313031006

Teknik sampling
Peneliti sering tidak dapat meneliti seluruh populasi sehingga perlu mengambil sampel yang representatif agar inferensi terhadap populasi sahih. Teknik sampling didefinisikan sebagai cara menentukan sebagian anggota populasi yang dijadikan sumber data dengan memperhatikan sifat dan sebaran populasi.
Sampling dibagi dua kelompok besar:
- Probability (acak): simple random, systematic random, stratified random, cluster/area sampling, dan multistage sampling, yang semuanya memberi peluang sama bagi setiap elemen populasi.
- Nonprobability (tidak acak): purposive, snowball, accidental/convenience, quota, sampel jenuh, dan sampling sistematis versi nonprobabilitas, yang pemilihannya lebih banyak berdasarkan pertimbangan peneliti atau kemudahan akses.

Desain penelitian
Desain penelitian dijelaskan sebagai kerangka atau rencana dasar yang memandu pengumpulan dan analisis data agar tujuan atau hipotesis penelitian dapat dijawab secara sistematis. Unsur pokok desain meliputi: judul, latar belakang masalah, tujuan dan/atau hipotesis, kerangka dasar penelitian (kerangka teori dan variabel), serta rencana penarikan sampel dan teknik analisis data.
- Penelitian kuantitatif menuntut desain yang tegas, rinci, dan baku sejak awal, misalnya desain deskriptif, korelasional, kausal-komparatif, eksperimen, quasi-eksperimen, dan ex post facto.
- Penelitian kualitatif menggunakan desain yang lebih fleksibel, seperti studi kasus, fenomenologi, etnografi, grounded research, dan historis, yang bisa disesuaikan dengan dinamika lapangan.

Instrumen penelitian dan persyaratannya
Instrumen penelitian dijelaskan sebagai alat untuk mengumpulkan dan mengukur data tentang variabel, seperti tes, angket/kuesioner, pedoman wawancara, pedoman observasi, skala bertingkat, dan pedoman dokumentasi. Instrumen yang baik harus valid (mengukur apa yang seharusnya diukur), reliabel (hasil ajeg), objektif, praktis, dan mampu menghasilkan data yang dapat dianalisis secara tepat.

Langkah penyusunan instrumen meliputi: mengidentifikasi variabel, menjabarkan ke dimensi dan indikator, menyusun kisi-kisi, menulis butir, memberi petunjuk pengisian, lalu uji coba, analisis butir, dan revisi hingga instrumen dinyatakan layak pakai.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by LIS TIARA PUTRI -
Nama : Lis Tiara Putri
NPM : 2213031001

BAB 4
Teknik Sampling, Desain Penelitian, dan Instrumen Penelitian

1. Teknik Sampling
Sampling adalah proses atau teknik memilih sebagian kecil dari keseluruhan populasi (sampel) untuk diteliti, dengan tujuan agar temuan dapat digeneralisasikan kembali ke populasi. Peneliti harus memastikan sampel yang dipilih benar-benar representatif terhadap karakteristik populasi.
Teknik sampling terbagi menjadi dua kategori utama:
a. Probability Sampling (Pengambilan Sampel Secara Acak) Teknik ini menjamin setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel. Metode ini sangat penting untuk penelitian kuantitatif yang bertujuan melakukan generalisasi.
Contoh: Simple Random Sampling, Stratified Random Sampling (berdasarkan strata/tingkatan), dan Cluster Sampling).
b. Nonprobability Sampling (Pengambilan Sampel Tidak Acak) Pemilihan sampel didasarkan pada pertimbangan tertentu atau kriteria spesifik peneliti.
Contoh: Purposive Sampling (berdasarkan tujuan), Snowball Sampling (melalui referensi dari subjek awal), Accidental Sampling, Quota Sampling, dan Sampel Jenuh.

2. Desain Penelitian (Research Design)
Desain penelitian adalah rencana kerja atau kerangka menyeluruh yang digunakan peneliti sebagai panduan logis untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Desain berfungsi untuk menjawab rumusan masalah dengan prosedur yang tepat.
Setiap desain memiliki prosedur dan tujuan spesifiknya masing-masing:
• Causal Comparative (Untuk menguji pengaruh atau hubungan sebab-akibat).
• Eksperimental (Untuk menguji pengaruh atau hubungan sebab-akibat).
• Etnografi (Untuk memahami budaya atau kelompok sosial).
• Historis (Untuk mengkaji peristiwa masa lalu).
• Penelitian Tindakan Kelas atau PTK (Untuk memecahkan masalah praktis di lingkungan pendidikan).
• Survei (Untuk mengumpulkan data dari populasi luas).

3. Instrumen Penelitian dan Persyaratannya
Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data (seperti: angket, tes, pedoman wawancara, atau observasi).
Instrumen yang baik harus memenuhi persyaratan kualitas yang ketat agar data yang dihasilkan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan:
• Validitas (Sejauh mana instrumen mengukur apa yang seharusnya diukur).
• Reliabilitas (Konsistensi hasil pengukuran jika dilakukan berulang kali).
• Objektivitas (Bebas dari bias pribadi).
• Kepraktisan (Mudah digunakan dan efisien dalam pelaksanaan).
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Syifa Hesti Pratiwi -
Nama: Syifa Hesti Pratiwi
NPM: 2313031003

A. Teknik Sampling
Teknik sampling merupakan cara atau prosedur yang digunakan peneliti untuk memilih sebagian anggota populasi sebagai sampel agar penelitian dapat dilakukan secara efektif. Sampling sangat penting karena peneliti sering kali tidak mampu meneliti seluruh populasi akibat keterbatasan waktu, biaya, dan tenaga. Teknik ini juga bertujuan agar sampel yang dipilih benar-benar mewakili karakteristik populasi, sehingga kesimpulan penelitian dapat digeneralisasikan. Dalam penelitian kuantitatif, pemilihan teknik sampling harus dilakukan dengan cermat agar tidak menimbulkan bias dan tetap menghasilkan data yang akurat.

B. Macam-Macam Teknik Sampling
Secara umum, teknik sampling terbagi menjadi probability sampling dan non-probability sampling.
1. Probability Sampling
   Teknik ini memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk menjadi sampel. Metode ini cocok digunakan pada penelitian dengan populasi yang jelas dan ingin menghasilkan generalisasi yang kuat. Bentuk-bentuknya meliputi:
- Simple Random Sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak tanpa pembagian kelompok.
- Stratified Random Sampling, pengambilan sampel berdasarkan strata atau kelompok tertentu.
- Cluster Sampling, pengambilan sampel berdasarkan kelompok lokasi atau unit tertentu.
- Systematic Sampling, pemilihan sampel berdasarkan urutan tertentu (misalnya setiap nomor ke-5).

2. Non-Probability Sampling
   Teknik ini tidak memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi. Teknik ini digunakan ketika populasi sulit diakses atau peneliti membutuhkan responden dengan kriteria tertentu. Bentuk-bentuknya antara lain:
- Purposive Sampling, pemilihan sampel berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu.
- Accidental Sampling, pemilihan berdasarkan siapa pun yang ditemui peneliti.
- Quota Sampling, pemilihan sampel dengan jumlah tertentu pada setiap kelompok.
- Snowball Sampling, digunakan pada populasi yang sulit dijangkau sehingga responden membantu peneliti menemukan responden lain.
Setiap teknik memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga pemilihannya harus disesuaikan dengan tujuan, karakter populasi, dan desain penelitian.

C. Desain Penelitian
Desain penelitian adalah rencana menyeluruh yang digunakan peneliti sebagai pedoman dalam mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data. Desain penelitian menjadi landasan agar penelitian berjalan sistematis dan hasil yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dalam penelitian kuantitatif, desain sering mencakup:
- Penentuan variabel (variabel bebas, terikat, kontrol).
- Menetapkan hubungan antarvariabel (pengaruh atau korelasi).
- Menentukan metode pengumpulan data (angket, tes, observasi).
- Menentukan teknik analisis data (statistik deskriptif dan inferensial).
Desain penelitian dapat berupa penelitian eksperimen, survei, korelasional, komparatif, atau deskriptif. Pemilihan desain disesuaikan dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Pada penelitian yang menguji pengaruh antarvariabel, desain yang digunakan biasanya adalah desain korelasional atau eksplanatori, di mana peneliti menguji apakah variabel bebas memengaruhi variabel terikat.

D. Instrumen Penelitian dan Persyaratannya
Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data, seperti angket, lembar observasi, tes, atau wawancara. Instrumen harus dirancang berdasarkan indikator variabel dan disusun agar dapat mengukur objek penelitian secara tepat.
Instrumen yang baik harus memenuhi dua persyaratan utama:
1. Validitas
   Validitas menunjukkan sejauh mana instrumen benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur. Validitas dapat diuji melalui validitas isi, validitas konstruk, dan validitas empiris. Instrumen yang valid memastikan bahwa data yang diperoleh sesuai dengan konsep teoritis variabel penelitian.

2. Reliabilitas
   Reliabilitas menunjukkan konsistensi instrumen dalam menghasilkan data. Instrumen yang reliabel memberikan hasil yang konsisten ketika digunakan berulang kali pada kondisi yang sama. Pengujian reliabilitas dapat dilakukan menggunakan metode uji coba (try-out), Cronbach Alpha, atau teknik belah dua (split-half). Selain itu, instrumen juga harus memperhatikan aspek kejelasan bahasa, kelayakan penyajian, serta kesesuaian dengan karakteristik responden. Instrumen yang baik akan membuat proses pengumpulan data berjalan lancar dan hasil penelitian lebih valid.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Intan Ruliana -
Nama: Intan Ruliana
NPM: 2313031016

Bab 4 menjelaskan tiga hal penting dalam penelitian: sampling, desain penelitian, dan instrumen penelitian. Ketiganya saling berkaitan karena menentukan kualitas data dan hasil penelitian.

1. Teknik Sampling
Bab ini menjelaskan bahwa sampling adalah proses memilih sebagian anggota populasi untuk dijadikan responden penelitian. Sampling dibutuhkan ketika peneliti tidak mungkin mengambil seluruh populasi. Di dalam bab dijelaskan bahwa sampling terdiri dari dua kelompok besar, yaitu probability sampling (misalnya simple random, stratified, cluster) dan nonprobability sampling (misalnya purposive dan quota). Peneliti harus memilih teknik yang sesuai dengan kondisi populasi agar sampel benar-benar mewakili populasi.

2. Macam-Macam Teknik Sampling
Bab ini juga menguraikan perbedaan setiap teknik sampling, kapan teknik tersebut digunakan, serta kelemahan dan kelebihannya. Misalnya, stratified sampling dipakai jika populasi terbagi dalam kelompok tertentu, sedangkan purposive sampling digunakan jika peneliti memilih sampel berdasarkan kriteria khusus. Penjelasannya cukup rinci sehingga memudahkan peneliti memilih teknik yang paling cocok.

3. Desain Penelitian
Desain penelitian di bab ini dijelaskan sebagai “kerangka kerja” yang menentukan bagaimana penelitian dilakukan. Buku ini membahas beberapa desain seperti survei, eksperimen, dan studi kasus. Setiap desain dijelaskan dari segi tujuan, langkah, dan data yang dibutuhkan. Peneliti diharuskan menyesuaikan desain dengan masalah penelitian agar alur penelitiannya jelas dan sistematis.

4. Instrumen Penelitian dan Syaratnya
Instrumen adalah alat untuk mengumpulkan data, seperti angket, lembar observasi, atau tes. Bab ini menekankan bahwa instrumen yang baik harus memenuhi dua syarat utama: valid dan reliabel. Selain itu, disampaikan juga cara menyusun instrumen, mulai dari menentukan variabel, membuat indikator, hingga menyusun item. Instrumen yang memenuhi syarat akan membantu peneliti memperoleh data yang akurat.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Aulya Syifa Zulkarnaen -

Nama   : Aulya Syifa Zulkarnaen

NPM   : 2313031009 

TEKNIK SAMPLING, DESAIN PENELITIAN, INSTRUMEN PENELITIAN DAN PERSYARATANNYA.


A. Teknik Sampling

Teknik sampling merupakan cara yang digunakan peneliti untuk menentukan sebagian anggota populasi (sampel) yang akan dijadikan objek penelitian. Pengambilan sampel dilakukan karena keterbatasan waktu, biaya, dan tenaga, namun tetap harus mampu mewakili karakteristik populasi secara akurat. Dalam penelitian pendidikan, pemilihan teknik sampling harus mempertimbangkan tujuan penelitian, karakteristik populasi, dan metode penelitian yang digunakan. Kesalahan dalam menentukan teknik sampling dapat menyebabkan hasil penelitian tidak dapat digeneralisasikan

B. Macam-Macam Teknik Sampling

Teknik sampling dalam penelitian dibedakan menjadi dua kelompok besar:

  1. Probability Sampling
    Merupakan teknik sampling yang memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anggota populasi untuk menjadi sampel. Teknik ini umumnya digunakan dalam penelitian kuantitatif karena memungkinkan generalisasi hasil penelitian.
    Contohnya:
  • Simple Random Sampling
  • Stratified Random Sampling
  • Cluster Sampling
Non-Probability Sampling
Merupakan teknik sampling yang tidak memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anggota populasi. Teknik ini banyak digunakan dalam penelitian kualitatif atau studi kasus.
Contohnya:
  • Purposive Sampling
  • Snowball Sampling
  • Convenience Sampling

Pemilihan teknik sampling harus disesuaikan dengan tujuan, pendekatan penelitian, dan kondisi lapangan agar data yang diperoleh relevan dan mendalam

 C. Desain Penelitian

Desain penelitian adalah rencana atau kerangka kerja penelitian yang digunakan sebagai pedoman dalam pengumpulan, pengolahan, dan analisis data. Desain penelitian membantu peneliti agar penelitian berjalan secara sistematis dan terarah.

Beberapa desain penelitian yang dijelaskan dalam bab ini antara lain:

  • Desain penelitian deskriptif
  • Desain penelitian eksperimen
  • Desain penelitian korelasional
  • Desain penelitian studi kasus

Pemilihan desain penelitian harus selaras dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian, karena desain yang tepat akan memudahkan peneliti dalam menjawab pertanyaan penelitian secara ilmiah

D. Instrumen Penelitian dan Persyaratannya

Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Instrumen dapat berupa angket, tes, pedoman wawancara, lembar observasi, atau dokumentasi.

Agar instrumen dapat digunakan secara ilmiah, maka harus memenuhi beberapa persyaratan utama, yaitu:

  1. Validitas, yaitu kemampuan instrumen untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.
  2. Reliabilitas, yaitu tingkat konsistensi instrumen dalam menghasilkan data yang sama jika digunakan berulang kali.
  3. Objektivitas, yaitu instrumen tidak dipengaruhi oleh subjektivitas peneliti.
  4. Kepraktisan, yaitu mudah digunakan dan dipahami oleh responden.

In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Rizka Mufidah -
Nama: Rizka Mufidah
NPM: 2313031001

Bab 4 membahas secara mendalam komponen teknis yang sangat menentukan kualitas penelitian pendidikan, yaitu teknik sampling, desain penelitian, serta instrumen penelitian beserta persyaratannya. Bab ini menekankan bahwa kesalahan dalam tahap-tahap ini dapat menyebabkan hasil penelitian tidak valid dan sulit dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
1. Teknik Sampling
Sampling merupakan proses pemilihan sebagian anggota populasi untuk dijadikan subjek penelitian. Teknik sampling digunakan karena keterbatasan peneliti dalam menjangkau seluruh populasi. Bab ini menjelaskan bahwa pemilihan teknik sampling harus disesuaikan dengan tujuan penelitian, karakteristik populasi, dan pendekatan penelitian yang digunakan.
Secara umum, teknik sampling dibedakan menjadi probability sampling dan non-probability sampling. Probability sampling memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk terpilih sebagai sampel, sehingga hasil penelitian cenderung lebih representatif. Sementara itu, non-probability sampling digunakan ketika peneliti memiliki pertimbangan khusus dalam memilih sampel, misalnya berdasarkan karakteristik tertentu atau keterbatasan akses.
2. Desain Penelitian
Desain penelitian merupakan rancangan atau kerangka kerja yang digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan penelitian. Desain penelitian membantu peneliti menentukan langkah-langkah penelitian secara sistematis, mulai dari perumusan masalah, penentuan variabel, metode pengumpulan data, hingga analisis data.
Bab ini menekankan bahwa desain penelitian harus disesuaikan dengan jenis penelitian yang dilakukan, baik penelitian kuantitatif, kualitatif, maupun penelitian berbasis kasus. Desain yang tepat akan memudahkan peneliti dalam mengontrol variabel dan memastikan bahwa data yang diperoleh relevan dengan tujuan penelitian.
3. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dari subjek penelitian. Bab 4 menjelaskan berbagai jenis instrumen penelitian yang umum digunakan dalam penelitian pendidikan, seperti angket atau kuesioner, pedoman wawancara, lembar observasi, dan tes.
Pemilihan instrumen harus disesuaikan dengan metode penelitian dan jenis data yang ingin diperoleh. Instrumen yang tidak sesuai dapat menyebabkan data yang dikumpulkan tidak akurat dan sulit dianalisis.
4. Persyaratan Instrumen Penelitian
Bab ini juga menekankan pentingnya validitas dan reliabilitas instrumen. Validitas menunjukkan sejauh mana instrumen mampu mengukur apa yang seharusnya diukur, sedangkan reliabilitas menunjukkan konsistensi hasil pengukuran apabila instrumen digunakan berulang kali. Instrumen yang baik harus memenuhi kedua syarat tersebut agar hasil penelitian dapat dipercaya.
Kesimpulan
Bab 4 menegaskan bahwa keberhasilan penelitian pendidikan sangat bergantung pada ketepatan dalam memilih teknik sampling, menyusun desain penelitian, serta mengembangkan instrumen penelitian yang valid dan reliabel. Oleh karena itu, peneliti harus memahami dan menerapkan tahapan-tahapan ini secara cermat agar penelitian yang dilakukan memiliki kualitas ilmiah yang baik.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Malik Fajar -
Nama : Malik Fajar
NPM : 2213031090

Teknik sampling adalah cara memilih sebagian anggota populasi agar mewakili keseluruhan. Teknik ini dibagi menjadi sampel acak (probability sampling), seperti simple random dan stratified sampling, serta sampel tidak acak (non-probability sampling), seperti purposive dan snowball sampling. Pemilihan teknik disesuaikan dengan tujuan penelitian, kondisi populasi, ketersediaan data, dan waktu agar hasilnya representatif.

Desain penelitian merupakan rencana dasar yang memandu pengumpulan dan analisis data agar sistematis dan logis, meliputi judul, latar belakang, tujuan, hipotesis, kerangka penelitian, dan teknik sampling. Instrumen penelitian, seperti angket, wawancara, observasi, atau dokumentasi, digunakan untuk mengumpulkan data secara terarah dan harus memenuhi persyaratan validitas, reliabilitas, dan praktikabilitas, serta disesuaikan dengan tujuan dan kondisi penelitian.