Diskusi

Diskusi

Number of replies: 27

Berdasarkan pengalaman dan referensi yang anda baca, silakan dikemukakan disini pengertian populasi dan sampel serta apa saja yang harus diperhatikan oleh seorang peneliti jika akan menentukan populasi dan sampel.

In reply to First post

Re: Diskusi

by Dela Novita -
Nama : Dela Novita
Npm: 2313031023

1. Pengertian Populasi
Menurut modul, populasi adalah seluruh elemen atau objek yang menjadi sasaran penelitian atau observasi

Populasi mencakup keseluruhan unit yang memiliki karakteristik tertentu dan relevan dengan masalah penelitian.
Contoh: Dalam penelitian tentang kemampuan pemecahan masalah ekonomi siswa SMAN 1 Liwa, populasinya adalah seluruh siswa SMAN 1 Liwa.

2. Pengertian Sampel
Sampel adalah sebagian dari populasi yang diambil untuk mewakili keseluruhan populasi. Melalui sampel, peneliti dapat menarik kesimpulan tentang karakteristik populasi tanpa meneliti seluruh anggotanya.
Contoh: Dari 270 siswa SMAN 1 Liwa, peneliti dapat mengambil 78 siswa sebagai sampel untuk mewakili populasi.

3. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Menentukan Populasi dan Sampel Agar hasil penelitian valid dan dapat digeneralisasi, peneliti perlu memperhatikan beberapa hal penting berikut:

a. Teknik Sampling
Pemilihan teknik pengambilan sampel yang tepat sangat menentukan representativitas hasil penelitian.
a.Jika populasi bersifat homogen, gunakan simple random sampling.
b.Jika populasi heterogen, gunakan teknik seperti stratified sampling atau cluster sampling.
Contoh: Jika siswa dibagi berdasarkan jurusan (IPS, IPA, Bahasa), maka sebaiknya digunakan stratified random sampling agar tiap jurusan terwakili.

b. Derajat Keseragaman (Homogenitas) Populasi
1. Jika populasi homogen, jumlah sampel bisa lebih sedikit.
2. Jika populasi beragam, diperlukan jumlah sampel yang lebih besar agar hasilnya tetap akurat.

c. Presisi (Tingkat Ketelitian yang Diharapkan)
Semakin tinggi tingkat presisi yang diinginkan, semakin besar ukuran sampel yang perlu diambil.
Namun, hal ini juga harus mempertimbangkan biaya, waktu, dan tenaga yang tersedia.

d. Keterwakilan (Representatif)
Sampel harus benar-benar mewakili karakteristik populasi, sehingga kesimpulan dari sampel dapat digeneralisasi ke seluruh populasi.

e. Kejujuran dan Objektivitas
Peneliti harus jujur dan bebas dari intervensi pihak lain dalam menyajikan data. Manipulasi atau keberpihakan dalam pemilihan sampel akan menyebabkan hasil penelitian bias dan tidak valid
In reply to First post

Re: Diskusi

by Suci Tri Wahyuni 2313031012 -
Nama: Suci Tri Wahyuni
Npm: 2313031012
Kelas: A

Pengertian Populasi dan Sampel
Populasi adalah seluruh subjek atau objek penelitian yang memiliki karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Menurut Sugiyono (2019:80), populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Menurut Arikunto (2013:174), sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti. Dengan demikian, pengambilan sampel dilakukan karena peneliti sering kali tidak mampu meneliti seluruh anggota populasi, baik karena keterbatasan waktu, tenaga, maupun biaya.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Menentukan Populasi dan Sampel
Seorang peneliti perlu memperhatikan beberapa hal penting berikut:
1. Tujuan Penelitian
Populasi dan sampel harus sesuai dengan tujuan penelitian agar hasilnya relevan dan dapat digeneralisasikan dengan tepat.
2. Karakteristik Populasi
Peneliti harus memahami ciri-ciri atau kriteria khusus dari populasi yang akan diteliti (misalnya usia, jenis kelamin, jurusan, pekerjaan, dll.).
3. Ukuran Populasi
Mengetahui besar kecilnya populasi membantu peneliti menentukan apakah penelitian dilakukan terhadap seluruh populasi (sensus) atau hanya sebagian (sampel).
4. Teknik Pengambilan Sampel (Sampling)
Pemilihan metode sampling harus sesuai dengan jenis penelitian. Contohnya:
• Probability sampling (acak), seperti simple random sampling atau stratified sampling.
• Non-probability sampling, seperti purposive sampling atau convenience sampling.
5. Keterbatasan Peneliti
Waktu, biaya, dan tenaga juga menjadi pertimbangan penting dalam menentukan jumlah sampel yang realistis.
6. Representativitas
Sampel yang dipilih harus dapat mewakili populasi secara proporsional agar hasil penelitian valid dan dapat digeneralisasi.

Contoh Singkat
Misalnya, dalam penelitian “Pengaruh Literasi Keuangan terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa”, maka:
• Populasinya: seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi di universitas tertentu.
• Sampelnya: 80 mahasiswa yang dipilih secara acak dari beberapa kelas.

Daftar Pustaka
Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
In reply to First post

Re: Diskusi

by Annisa Luthfiyyah -

Nama : Annisa Luthfiyyah

NPM   : 2313031010


Berdasarkan buku “Metode Sampling (Modul 1)” karya Prof. Akhmad Fauzy, S.Si., M.Si., Ph.D., berikut adalah pengertian populasi dan sampel serta hal-hal yang harus diperhatikan peneliti dalam menentukan keduanya.

1.      Pengertian populasi

Populasi adalah satu kesatuan yang terdiri atas semua unit yang menjadi onjek penelitian. Semua elemen yang termasuk dalam populasi memiliki karakteristik tertentu yang hendak di pelajari oleh peneliti. Contoh soal: sebuah perusahaan yang memproduksi bola lampu listrik,ingin meneliti kualitas bola lampu yang diproduksinya selama tahun ini. Maka, kalimat populasi menjadi: seluruh bola lampu yang diproduksi selama satu tahun.

2.      Pengertian sampel

Sampel diambil dari populasi untuk dianalisis agar peneliti dapat menarik kesimpulan tentang populasi tersebut. Sampel harus mencerminkan karakteristik populasi agar hasil penelitian valid dan representatif. Contoh soal: sebuah perusahaan yang memproduksi bola lampu listrik,ingin meneliti kualitas bola lampu yang diproduksinya selama tahun ini. Maka, kalimat sampelnya menjadi: 5% bola lampu dari total produksi tahunan.

3.      Hal-hal yang harus diperhatikan Peneliti dalam menentukan populasi dan sampel

Agar sampel yang diambil mewakili populasi (representatif), Prof. Akhmad Fauzy menegaskan bahwa peneliti perlu memperhatikan faktor-faktor berikut:

a.Teknik Sampling = “Pengambilan sampel dengan teknik sampling yang tepat akan menghasilkan sampel yang baik dan dapat mencerminkan karakteristik populasi.” Pemilihan metode sampling yang tidak tepat akan menyebabkan sampel tidak representatif.

b. Derajat Keseragaman (Homogenitas) Populasi = “Jika populasi homogen, jumlah sampel bisa sedikit; jika populasi heterogen, jumlah sampel harus lebih banyak.” Semakin besar variasi dalam populasi, semakin besar pula jumlah sampel yang diperlukan.

c. Presisi (Ketepatan atau Ketelitian) = “Semakin tinggi tingkat presisi yang diinginkan, semakin besar pula ukuran sampel yang harus diambil.” Presisi berhubungan dengan tingkat keakuratan hasil penelitian dibandingkan dengan keadaan sebenarnya di populasi.

d. Kejujuran dan Kebebasan Peneliti = “Syarat utama dalam menyajikan data adalah jujur dan bebas dari intervensi pihak lain.” Kejujuran dan independensi sangat penting agar data dan hasil analisis tidak bias.

In reply to First post

Re: Diskusi

by Khoirun Nisa -
Nama : Khoirun Nisa
Npm : 2313031005

Dalam penelitian, populasi dan sampel merupakan dua unsur penting yang menentukan kualitas dan keakuratan hasil penelitian. Berdasarkan referensi dari Sugiyono (2009), populasi diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi tidak selalu mengacu pada sekumpulan orang, tetapi juga dapat berupa benda, dokumen, lembaga, atau peristiwa yang memiliki karakteristik yang relevan dengan fokus penelitian. Dengan kata lain, populasi adalah keseluruhan elemen yang menjadi sasaran dalam suatu penelitian.
Sementara itu, sampel merupakan bagian dari populasi yang memiliki karakteristik serupa dan dipilih untuk dijadikan sumber data penelitian. Penggunaan sampel dilakukan ketika peneliti menghadapi keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya sehingga tidak memungkinkan untuk meneliti seluruh populasi. Sampel yang baik harus memiliki sifat representatif, yaitu mampu menggambarkan kondisi populasi secara akurat agar hasil penelitian dapat digeneralisasikan.
Dalam menentukan populasi dan sampel, seorang peneliti harus memperhatikan beberapa hal penting, yaitu :
1) Tujuan penelitian, karena tujuan yang jelas akan membantu dalam menentukan populasi yang relevan dan metode sampling yang tepat.
2) Karakteristik populasi, yang harus diidentifikasi dengan baik agar data yang diperoleh sesuai dengan fokus penelitian.
3) Pemilihan teknik sampling, yang dapat dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu probability sampling (seperti simple random sampling, stratified random sampling, dan cluster sampling) serta non-probability sampling (seperti purposive sampling, quota sampling, dan snowball sampling).
4) Ukuran sampel harus diperhitungkan berdasarkan tingkat kesalahan (error) dan tingkat kepercayaan yang diinginkan. Semakin kecil tingkat kesalahan, maka semakin besar jumlah sampel yang dibutuhkan.
5) Peneliti perlu mempertimbangkan keterbatasan sumber daya seperti dana, waktu, dan tenaga, agar penelitian tetap efisien namun tetap valid secara ilmiah.
Dengan memperhatikan seluruh aspek tersebut, penentuan populasi dan sampel akan menghasilkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Hal ini menjadikan penelitian lebih bermakna, terarah, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
Referensi :
Sugiyono. (2009). Metodologi Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
In reply to First post

Re: Diskusi

by Sela Ayu Irawati -
Nama :Sela Ayu Irawati
Npm:231301015

Berdasarkan referensi yang saya baca, pengertian populasi adalah wilayah Generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian di tarik kesimpulan (Sugiyono, 2011:80).
Berdasarkan sifatnya populasi juga terbagi menjadi dua bagian, yakni populasi homogen dan heterogen. Hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan populasi homogen berarti populasi yang memiliki unsur-unsur bersifat sama. Populasi jenis ini tidak mempersoalkan jumlah secara kuantitatif. Penelitian di bidang eksakta memiliki populasi bersifat homogen seperti larutan air, cairan, dsb. Sementara populasi heterogen berarti unsur-unsur dalam populasi tersebut memiliki sifat yang beragam atau bervariasi. Populasi jenis ini memerlukan batas-batas yang harus ditetapkan terlebih dahulu baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Pada penelitian di bidang sosial populasi yang digunakan cenderung bersifat heterogen karena subjeknya yang seringkali adalah manusia serta gejala-gejala sosial dalam kehidupan manusia.

Sugiyono mengatakan bahwa sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel adalah sebagai bagian dari populasi.
Hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan besar sampel di antaranya adalah :
1. Tingkat homogenitas anggota populasi
Semakin tinggi tingkat homogenitas suatu populasi maka semakin rendah sampel yang bisa diambil.
2. Presisi yang diharapkan peneliti
Presisi merupakan derajat perbandingan hasil yang didapat dari sampel dengan hasil yang didapat dari populasi. Semakin tinggi presisi yang diharapkan maka semakin besar jumlah sampel yang diambil.
3. Rancangan analisis data penelitian
Jumlah sampel yang ditentukan harus dapat menjamin bahwa data yang diperoleh akan dapat dianalisis dengan rancangan analisis data yang sudah ditentukan.
4. Ketersediaan dana, waktu dan tenaga penelitian.
In reply to First post

Re: Diskusi

by Syifa Hesti Pratiwi -
Nama: Syifa Hesti Pratiwi
NPM: 2313031003

Berdasarkan pengalaman belajar dan referensi dari buku Metodologi Penelitian (Sugiyono, 2019) serta beberapa jurnal ilmiah, dapat dijelaskan bahwa populasi adalah keseluruhan subjek atau objek penelitian yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi sumber data bagi peneliti. Populasi bisa berupa individu, kelompok, lembaga, dokumen, atau peristiwa yang relevan dengan topik penelitian. Sementara itu, sampel adalah bagian dari populasi yang diambil untuk mewakili karakteristik populasi tersebut, sehingga hasil penelitian yang diperoleh dari sampel dapat digeneralisasikan ke seluruh populasi.

Dalam menentukan populasi dan sampel, seorang peneliti perlu memperhatikan beberapa hal penting. Pertama, kesesuaian dengan tujuan penelitian, artinya populasi dan sampel harus benar-benar relevan dengan masalah yang ingin dikaji. Kedua, karakteristik populasi harus jelas, misalnya jumlah, lokasi, jenjang pendidikan, atau bidang yang ditekuni responden. Ketiga, ukuran sampel harus cukup besar agar hasil penelitian valid dan dapat mewakili populasi secara akurat. Keempat, teknik pengambilan sampel harus disesuaikan dengan jenis penelitian, apakah menggunakan teknik probability sampling (seperti simple random sampling) atau non-probability sampling (seperti purposive sampling). Kelima, peneliti perlu memperhatikan keterbatasan sumber daya, seperti waktu, biaya, dan akses terhadap responden, agar proses pengambilan sampel dapat dilakukan secara efektif.
In reply to First post

Re: Diskusi

by Catur Febriyan -
Nama : Catur Febriyan
NPM : 2313031018

Modul 1 membahas konsep dasar teori sampling yang mencakup pengertian populasi, sampel, dan teknik pengambilan sampel. Statistika dijelaskan sebagai ilmu yang mempelajari cara mengumpulkan, mengolah, menganalisis, dan menyajikan data untuk membantu pengambilan keputusan. Statistika terbagi menjadi dua cabang, yaitu statistika deskriptif dan statistika inferensia. Statistika deskriptif berfokus pada penyajian data melalui tabel, grafik, dan ukuran pemusatan serta penyebaran, sedangkan statistika inferensia digunakan untuk menarik kesimpulan terhadap populasi berdasarkan data dari sampel.

Populasi merupakan keseluruhan elemen yang diteliti, sementara sampel adalah bagian dari populasi yang mewakili keseluruhan. Pemilihan sampel yang baik harus mempertimbangkan teknik sampling, tingkat keseragaman populasi, dan tingkat presisi yang diinginkan. Dalam menyajikan data, kejujuran dan kebebasan analisis menjadi hal penting agar hasil penelitian tidak bias.

Metode pengumpulan data meliputi wawancara, kuesioner, tes skala objektif, dan observasi. Wawancara dilakukan secara langsung kepada responden, kuesioner berupa pertanyaan tertulis, tes skala objektif digunakan untuk mengukur kemampuan atau karakteristik individu, sedangkan observasi dilakukan dengan mengamati objek penelitian secara langsung.

Teknik sampling dibedakan menjadi dua, yaitu probability sampling dan non-probability sampling. Probability sampling memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi, seperti sampel acak sederhana, berlapis, kelompok, dua tahap, dan sistematis. Sedangkan non-probability sampling tidak memberi peluang yang sama, contohnya purposive, accidental, quota, saturation, dan snowball sampling. Modul ini menekankan pentingnya pemilihan teknik sampling dan metode pengumpulan data yang tepat agar hasil penelitian valid dan menggambarkan populasi secara akurat.
In reply to First post

Re: Diskusi

by Desmala Az-Zahra -
nama : desmala az zahra
npm : 2313031002

Pengertian Populasi dan Sampel
- Populasi mencakup semua anggota kelompok atau elemen yang relevan dengan masalah penelitian, baik orang, objek, benda, peristiwa, maupun fenomena dengan ciri-ciri tertentu yang ditetapkan peneliti.​
- Sampel merupakan bagian dari populasi yang dipilih dan dijadikan sumber data sebenarnya dalam penelitian untuk mewakili seluruh populasi.​

Hal yang Harus Diperhatikan Peneliti Saat Menentukan Populasi dan Sampel
Beberapa aspek yang wajib diperhatikan peneliti dalam menentukan populasi dan sampel adalah:
1. Karakteristik Populasi dan Keseragaman: Populasi harus didefinisikan secara jelas sesuai tujuan penelitian. Pemilihan sampel harus mempertimbangkan tingkat keseragaman atau keberagaman pada populasi sehingga hasil penelitian valid secara generalisasi.​
2. Representativitas Sampel: Sampel harus dipilih agar benar-benar mewakili populasi (representatif), biasanya dengan teknik sampling seperti random sampling, stratified sampling, atau cluster sampling sesuai kebutuhan penelitian.​
3. Ukuran Populasi dan Sampel: Besaran populasi dan sampel harus cukup untuk memperoleh data yang bermakna dan reliabel. Hasil penelitian yang general dapat tercapai bila jumlah dan proporsi sampel sesuai dengan populasi.​
4. Teknik Pengambilan Sampel: Harus mengikuti aturan baku dan metode sampling yang tepat untuk menghindari bias dan meningkatkan kualitas data penelitian.​
5. Faktor Praktis: Peneliti wajib mempertimbangkan keterbatasan waktu, biaya, dan tenaga dalam menentukan populasi dan sampel.​

Tujuan dan Pertanyaan Penelitian: Penetapan populasi dan sampel harus disesuaikan dengan pertanyaan penelitian, rencana analisis, dan tujuan utama penelitian sehingga data yang diperoleh benar-benar relevan.​
Dengan memperhatikan faktor-faktor di atas, penentuan populasi dan sampel dapat dilakukan secara tepat sehingga hasil penelitian menjadi valid, reliabel, dan dapat digeneralisasikan secara ilmiah.

referensi :
BINUS University. (2025). Populasi dan Sampel: Konsep, Teknik Pengambilan, dan Penerapannya dalam Penelitian Statistik. Diakses dari https://binus.ac.id/malang/2022/09/populasi-dan-sampel-konsep-teknik-pengambilan-dan-penerapannya-dalam-penelitian-statistik/​
STAIDA Sumsel. (2025). Populasi dan Sampel Penelitian. Diakses dari https://staidasumsel.ac.id/populasi-dan-sampel-penelitian/​
Deepublish Store. (2024). Pengertian Populasi dan Sampel: Perbedaan serta Contoh. Diakses dari https://deepublishstore.com/blog/pengertian-populasi-dan-sampel/
In reply to First post

Re: Diskusi

by IRFAN A SUKI -
Nama:Irfan A Suki
Npm:2313031013

1. Pengertian Populasi
Populasi adalah keseluruhan objek atau subjek yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi sasaran penelitian. Sugiyono (2021) mendefinisikan populasi sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Dengan kata lain, populasi mencakup semua individu, kelompok, peristiwa, atau hal yang menjadi fokus kajian penelitian, baik dalam jumlah besar maupun kecil.

2. Pengertian Sampel
Sampel adalah bagian dari populasi yang dianggap dapat mewakili keseluruhan populasi. Menurut Arikunto (2019), sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti. Pemilihan sampel dilakukan ketika populasi terlalu besar sehingga tidak memungkinkan untuk meneliti semuanya. Dengan menggunakan sampel, peneliti dapat memperoleh data yang relevan dan efisien tanpa harus meneliti seluruh populasi.

3. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Menentukan Populasi dan Sampel
Seorang peneliti perlu memperhatikan beberapa hal penting berikut:

a. Tujuan penelitian: Populasi dan sampel harus sesuai dengan tujuan dan fokus penelitian agar hasilnya relevan.
b. Karakteristik populasi: Pastikan populasi memiliki ciri atau atribut yang jelas, misalnya usia, jenis kelamin, pekerjaan, atau wilayah tertentu.
c. Ukuran populasi: Tentukan apakah populasi bersifat besar (infinite) atau kecil (finite), karena hal ini memengaruhi teknik sampling.
d. Teknik pengambilan sampel: Pilih teknik sampling yang sesuai—baik probability sampling (acak) untuk penelitian kuantitatif, atau non-probability sampling (purposive, snowball, dsb.) untuk penelitian kualitatif.
e. Representativitas: Sampel harus mampu mewakili karakteristik populasi secara proporsional agar hasil penelitian dapat digeneralisasi.
f. Keterjangkauan dan sumber daya: Perhatikan faktor waktu, biaya, dan tenaga dalam menentukan ukuran serta metode pengambilan sampel.

Kesimpulan:
Populasi adalah keseluruhan objek penelitian, sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi yang dipilih untuk diteliti. Dalam menentukan keduanya, peneliti harus memperhatikan tujuan penelitian, karakteristik populasi, teknik sampling, dan kemampuan representatif sampel agar hasil penelitian valid dan dapat digeneralisasikan.
In reply to First post

Re: Diskusi

by Diah Arum Sari Nawang Ulan -
Nama : Diah Arum Sari Nawang Ulan
NPM : 2313031021

Menurut saya, populasi adalah keseluruhan subjek atau objek penelitian yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi sasaran generalisasi hasil penelitian. Sedangkan sampel merupakan sebagian dari populasi yang diambil untuk dijadikan sumber data agar penelitian lebih efisien, tetapi tetap mewakili karakteristik populasi secara akurat (Sugiyono, 2018).

Dalam menentukan populasi dan sampel, peneliti perlu memperhatikan beberapa hal penting, yaitu:
1. Tujuan penelitian, agar populasi dan sampel yang dipilih relevan dengan fokus penelitian.
2. Karakteristik populasi, seperti jumlah, sebaran, dan homogenitas data.
3. Metode sampling, apakah menggunakan teknik probabilitas (acak) atau non-probabilitas (purposive, quota, dll).
4. Ukuran sampel, yang harus cukup besar untuk menggambarkan populasi secara representatif namun tetap realistis untuk diteliti.

Pemilihan populasi dan sampel yang tepat sangat menentukan keabsahan dan validitas hasil penelitian.
In reply to First post

Re: Diskusi

by Rieke Nindita Sari - -
Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019
Populasi adalah keseluruhan objek, individu, atau entitas yang menjadi sasaran atau lingkup penelitian dengan ciri-ciri dan karakteristik tertentu yang relevan, misalnya seluruh anggota yang terkait dengan topik penelitian. Sampel adalah sebagian dari populasi tersebut yang diambil datanya sebagai wakil populasi dalam penelitian. Sampel harus representatif, artinya mewakili karakteristik populasi secara akurat agar hasil penelitian dapat digeneralisasi ke populasi.
Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh peneliti saat menentukan populasi dan sampel antara lain:
• Populasi harus jelas didefinisikan berdasarkan isi, satuan, cakupan, dan waktu penelitian.
• Sampel harus mencerminkan karakteristik populasi yang diteliti dan dipilih dengan teknik sampling yang tepat (probability sampling atau non-probability sampling).
• Jumlah sampel harus cukup besar untuk mendapatkan hasil valid dan reliabel namun juga harus mempertimbangkan efisiensi waktu, biaya, dan tenaga.
• Peneliti perlu memastikan sampel dipilih dengan metode yang sesuai agar tidak bias dan bisa mewakili populasi secara utuh.
In reply to First post

Re: Diskusi

by Muhammad rizqi Alfiah -
Nama: Muhammad Rizqi Alfiah
Npm:2313031008

Populasi adalah keseluruhan subjek atau objek yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi sasaran penelitian. Populasi dapat berupa manusia, dokumen, benda, atau peristiwa yang relevan dengan tujuan penelitian. Sementara itu, sampel adalah sebagian dari populasi yang dipilih untuk mewakili keseluruhan, sehingga hasil penelitian pada sampel dapat digeneralisasikan ke populasi.
Dalam menentukan populasi dan sampel, peneliti perlu memperhatikan beberapa hal penting, yaitu: kejelasan karakteristik populasi, keterjangkauan populasi oleh peneliti, ukuran populasi, tingkat homogenitas atau heterogenitas populasi, serta teknik sampling yang sesuai dengan tujuan penelitian. Peneliti juga harus memastikan bahwa jumlah sampel memadai dan representatif agar mampu menggambarkan keadaan populasi secara akurat. Selain itu, pemilihan sampel hendaknya memperhatikan aspek etika, seperti izin, persetujuan responden, serta menjaga kerahasiaan data.
Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, penentuan populasi dan sampel akan lebih tepat sehingga hasil penelitian menjadi valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
In reply to First post

Re: Diskusi

by Nida Yasmin -
Nama : Nida Yasmin Sofiyah
NPM : 2313031026

1. Pengertian Populasi
Populasi adalah keseluruhan objek atau subjek yang memiliki karakteristik tertentu dan ditetapkan oleh peneliti sebagai wilayah generalisasi. Dalam penelitian, populasi dapat berupa manusia, kelompok, lembaga, dokumen, aktivitas, atau data yang memiliki kesamaan ciri tertentu. Populasi tidak selalu harus besar; bisa saja hanya satu kelas, satu sekolah, atau bahkan sekumpulan dokumen. Yang terpenting, populasi harus jelas batasannya sehingga peneliti mengetahui secara pasti siapa atau apa yang menjadi sasaran penelitian. Populasi juga menjadi dasar dari mana sampel diambil, sehingga definisi dan cakupan populasi harus disusun dengan teliti agar penelitian memiliki arah yang tepat dan hasilnya dapat digeneralisasikan secara benar.

2. Pengertian Sampel
Sampel adalah sebagian dari populasi yang diambil untuk mewakili keseluruhan populasi tersebut. Penggunaan sampel diperlukan ketika populasi terlalu besar atau ketika peneliti memiliki keterbatasan waktu, tenaga, serta biaya. Sampel yang baik harus bersifat representatif, artinya mampu mencerminkan keadaan populasi sebenarnya sehingga temuan penelitian dapat digeneralisasikan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik tertentu, baik probability sampling maupun non-probability sampling. Sampel yang tidak representatif akan membuat hasil penelitian bias dan tidak dapat digunakan untuk menarik kesimpulan yang valid, sehingga proses pemilihannya menjadi bagian penting dalam metodologi penelitian.

3. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Menentukan Populasi dan Sampel
Dalam menentukan populasi dan sampel, peneliti harus memperhatikan beberapa aspek penting. Pertama, peneliti harus memastikan bahwa karakteristik populasi telah ditentukan dengan jelas, seperti siapa subjeknya, bagaimana cirinya, di mana lokasinya, dan dalam konteks apa populasi itu berada. Kedua, besarnya populasi perlu diperhitungkan untuk menentukan apakah peneliti perlu menggunakan sampel atau cukup melakukan sensus. Ketiga, tujuan penelitian sangat memengaruhi jumlah sampel yang dibutuhkan; misalnya penelitian hubungan atau pengaruh memerlukan sampel lebih besar agar hasilnya lebih kuat secara statistik.
Selain itu, pemilihan teknik sampling juga harus tepat sesuai kondisi populasi, apakah menggunakan probability sampling untuk generalisasi yang lebih kuat, atau non-probability sampling jika populasi sulit dijangkau atau memiliki karakteristik tertentu. Peneliti juga harus memperhatikan representativitas sampel agar sampel benar-benar mencerminkan populasi. Faktor praktis seperti waktu, tenaga, biaya, dan akses terhadap subjek penelitian juga menjadi pertimbangan penting. Terakhir, peneliti harus memperhatikan etika penelitian, terutama jika melibatkan subjek yang sensitif seperti anak-anak, sehingga proses pengambilan sampel tetap bertanggung jawab dan sesuai prosedur etis.
In reply to First post

Re: Diskusi

by Mar'atus Shalihah Mar'atus Shalihah -
Nama : Mar'atus Shalihah
NPM : 2313031025

Populasi adalah seluruh keseluruhan objek atau subjek yang menjadi sasaran penelitian dan memenuhi kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian.​
Sampel adalah bagian atau sebagian dari populasi yang dipilih untuk mewakili keseluruhan populasi tersebut.
Hal-hal yang Perlu Diperhatikan oleh Peneliti dalam Menentukan Populasi dan Sampel
1. Kesesuaian dengan Tujuan Penelitian: Populasi dan sampel harus relevan dan mampu menjawab pertanyaan penelitian.​
2. Kriteria Populasi yang Jelas: Peneliti harus menetapkan karakteristik dan kriteria yang jelas agar populasi yang dipilih benar-benar sesuai dan tidak ambigu.​
3. Kemampuan Mengambil Sampel Secara Representatif: Sampel harus dipilih dengan teknik yang memungkinkan mewakili karakteristik populasi secara akurat, contohnya dengan teknik random sampling.​
4. Ukuran Sampel yang Memadai: Ukuran sampel harus cukup besar agar data yang diperoleh valid dan dapat digeneralisasi kepada populasi secara keseluruhan.​
5. Kemudahan Akses dan Ketersediaan Data: Peneliti harus memastikan bahwa data dari populasi dan sampel dapat diakses dan dikumpulkan secara efektif.​
Dengan memperhatikan poin-poin tersebut, peneliti dapat memastikan bahwa penelitian yang dilakukan memiliki validitas dan reliabilitas yang tinggi serta hasilnya dapat dipercaya.

Referensi
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Cetakan ke-19). Bandung: Alfabeta.
In reply to First post

Re: Diskusi

by Najwa Ayudia Aura Rachim -
Nama: Najwa Ayudia Aura Rachim
NPM: 2313031027
Kelas: A

Populasi
Populasi adalah seluruh objek atau subjek yang menjadi wilayah generalisasi penelitian. Populasi memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti, sehingga dari populasi tersebut dapat ditarik kesimpulan. Dalam modul statistika juga dijelaskan bahwa Populasi adalah seluruh elemen atau unit dalam penelitian atau observasi.
Contoh:
• Semua karyawan dalam sebuah perusahaan.
• Seluruh bola lampu yang diproduksi dalam satu tahun.

Pengertian Sampel
Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi dan sebagian elemen dari populasi yang dijadikannya
Contoh:
• 50 karyawan dari total 500 karyawan.
• 40 traktor dari 1000 traktor yang diproduksi.

Yang harus diperhatikan saat menentukan populasi dan sampel adalah
1. Definisi populasi yang jelas
2. Representativitas sampel
3. Teknik sampling yang tepat
4. Homogenitas/heterogenitas populasi
5. Tingkat presisi yang diinginkan
6. Ukuran sampel
7. Aksesibilitas populasi
8. Kesesuaian dengan teknik pengumpulan data
9. Kejujuran dan independensi
10. Kesesuaian dengan tujuan penelitian
In reply to First post

Re: Diskusi

by Ni Wayan Vara Wulandari -
Nama: Ni Wayan Vara Wulandari
NPM: 2313031017

Populasi adalah keseluruhan subjek, objek, atau individu yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi fokus dalam suatu penelitian. Populasi bisa berupa manusia, benda, peristiwa, atau dokumen yang relevan dengan tujuan penelitian. Dalam konteks penelitian pendidikan, populasi dapat berupa seluruh siswa di sekolah, guru dalam satu daerah, atau seluruh data hasil belajar pada periode tertentu. Populasi berfungsi sebagai sumber data tempat peneliti menarik kesimpulan umum.
Sampel merupakan bagian dari populasi yang dipilih untuk mewakili keseluruhan karakteristik populasi tersebut. Melalui sampel, peneliti dapat menghemat waktu, biaya, dan tenaga tanpa harus meneliti seluruh populasi, asalkan teknik pengambilannya dilakukan dengan benar. Sampel yang baik adalah sampel yang representatif, artinya dapat menggambarkan kondisi populasi secara akurat.
Dalam menentukan populasi dan sampel, peneliti harus memperhatikan beberapa hal penting, antara lain:
a. Tujuan penelitian
b. Karakteristik populasi
c. Metode penelitian
d. Keterbatasan waktu dan sumber daya
e. Ketersediaan data dan akses ke populasi
In reply to First post

Re: Diskusi

by Selvidar Armalia -
Nama : Selvidar Armalia
NPM : 2313031014

1. Pengertian Populasi
Populasi adalah seluruh objek, orang, atau unit yang menjadi sasaran penelitian.
Populasi mencakup semua anggota yang memiliki karakteristik tertentu yang ditetapkan peneliti.
Contoh:
Seluruh siswa kelas X SMA di Kota Bandung.

2. Pengertian Sampel
Sampel adalah sebagian dari populasi yang dipilih untuk mewakili populasi tersebut.
Sampel digunakan karena meneliti seluruh populasi sering tidak mungkin (terlalu banyak, jauh, atau mahal).
Contoh:
150 siswa kelas X yang diambil dari seluruh SMA di Bandung untuk mewakili populasi.

3. Hal yang Harus Diperhatikan Peneliti Saat Menentukan Populasi & Sampel
A. Saat Menentukan Populasi
1. Populasi harus jelas batasannya (siapa, di mana, dan karakteristiknya).
2. Populasi harus relevan dengan tujuan penelitian.
3. Populasi harus mewakili fenomena yang ingin dipelajari.
B. Saat Menentukan Sampel
1. Ukuran sampel cukup (tidak terlalu sedikit, tidak harus semuanya).
2. Teknik sampling tepat, misalnya: Random sampling (acak),Purposive sampling (bertujuan), Stratified sampling (berlapis)
3. Sampel harus mewakili populasi (representatif).
4. Memperhatikan keterjangkauan, seperti waktu, biaya, dan akses.
5. Pastikan tidak bias (pemilihan harus objektif).
In reply to Selvidar Armalia

Re: Diskusi

by Saqila Rahma Andini -
Nama : Saqila Rahma Andini
Npm 2313031020

- Pengertian Populasi dan Sampel serta Hal yang Harus Diperhatikan Peneliti
Populasi adalah keseluruhan subjek atau objek penelitian yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi sasaran untuk diteliti. Populasi dapat berupa individu, kelompok, objek, maupun fenomena yang relevan dengan tujuan penelitian. Dalam buku Metodologi Penelitian Pendidikan Berbasis Kasus, populasi dijelaskan sebagai keseluruhan elemen yang menjadi wilayah generalisasi dalam penelitian sehingga peneliti harus mampu mendeskripsikan ciri-cirinya secara jelas agar penelitian memiliki arah yang terukur
Sampel adalah sebagian dari populasi yang dipilih untuk mewakili populasi secara keseluruhan. Sampel digunakan ketika populasi terlalu besar sehingga peneliti tidak mampu mengumpulkan data dari seluruh anggota populasi karena keterbatasan waktu, tenaga, atau biaya.
Dalam menentukan populasi dan sampel, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh peneliti. Pertama, peneliti harus mendefinisikan populasi secara jelas, termasuk karakteristik yang melekat pada populasi tersebut, seperti jumlah, lokasi, dan ciri-ciri khusus yang relevan dengan penelitian. Kedua, peneliti perlu memastikan bahwa teknik sampling yang dipilih sesuai dengan sifat populasi. sampel agar sampel benar-benar mampu menggambarkan kondisi populasi secara objektif. Keempat, peneliti harus menyesuaikan teknik sampling dengan tujuan penelitian, jenis data yang dibutuhkan, sumber data, kondisi lapangan, serta ketersediaan waktu dan biaya. Selain itu, pemilihan teknik sampling juga harus menghindari bias agar hasil penelitian tetap valid dan reliabel. Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut, peneliti dapat menentukan populasi, sampel, dan teknik pengambilannya secara tepat sehingga kualitas penelitian dapat terjaga.
In reply to First post

Re: Diskusi

by Yesi Novia Pitriani -
Nama: Yesi Novia Pitriani
NPM: 2313031006

Populasi adalah seluruh objek atau subjek yang menjadi sasaran penelitian dan memiliki karakteristik tertentu. Sampel adalah sebagian dari populasi yang diambil sebagai wakil untuk diteliti lebih mendalam.

Hal yang perlu diperhatikan peneliti:
1. Populasi dan sampel harus sesuai dengan tujuan/rumusan masalah penelitian.
2. Sampel harus representatif (mewakili karakteristik populasi).
3. Memperhitungkan keterbatasan waktu, biaya, dan tenaga saat menentukan jumlah dan teknik pengambilan sampel.
In reply to First post

Re: Diskusi

by Tria Meilisma -

Nama: Tria Meilisma 

NPM: 2313031029

Populasi adalah keseluruhan objek, individu, atau entitas yang menjadi sasaran atau lingkup penelitian yang memiliki karakteristik tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih melalui prosedur tertentu untuk mewakili keseluruhan populasi dalam penelitian. Jadi, sampel merupakan wakil dari populasi yang digunakan agar penelitian lebih praktis, efisien, dan hasilnya dapat digeneralisasikan ke populasi tersebut.​

Dalam menentukan populasi dan sampel, seorang peneliti harus memperhatikan beberapa hal penting, yaitu: Tujuan penelitian yang jelas agar populasi dan sampel yang diambil relevan dengan pertanyaan penelitian, Karakteristik populasi, termasuk sifat homogen atau heterogen yang akan mempengaruhi teknik pengambilan sampel, Teknik sampling yang tepat, seperti Probability Sampling (pengambilan sampel acak) atau Nonprobability Sampling (pengambilan sampel tidak acak), Ukuran sampel yang representatif dan cukup besar untuk menghasilkan data yang valid dan dapat digeneralisasikan, Ketersediaan sumber daya, seperti waktu, biaya, dan tenaga, agar pengumpulan data dapat dilakukan secara efektif dan efisien.

In reply to First post

Re: Diskusi

by LIS TIARA PUTRI -
Nama : Lis Tiara Putri
NPM : 2213031001

Pengertian Populasi dan Sampel
Populasi adalah keseluruhan subjek atau objek yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi sasaran penelitian. Dalam penelitian pendidikan, populasi dapat berupa siswa, mahasiswa, guru, sekolah, atau data akademik yang memiliki ciri sesuai dengan variabel yang diteliti. Dengan kata lain, populasi adalah wilayah generalisasi dari mana peneliti ingin menarik kesimpulan.

Sampel adalah sebagian anggota populasi yang dipilih dengan teknik tertentu untuk mewakili keseluruhan populasi. Sampel digunakan karena peneliti sering menghadapi keterbatasan waktu, biaya, tenaga, dan akses, sehingga tidak memungkinkan meneliti seluruh populasi. Sampel yang baik harus dapat menggambarkan kondisi populasi secara akurat agar hasil penelitian dapat digeneralisasikan.

Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menentukan Populasi dan Sampel
Agar hasil penelitian memiliki validitas yang baik, seorang peneliti harus memperhatikan beberapa hal berikut:
Kesesuaian dengan tujuan penelitian
Populasi harus relevan dengan variabel yang diteliti agar data yang diperoleh benar-benar menggambarkan kondisi yang ingin dikaji.
Kejelasan karakteristik populasi
Populasi harus didefinisikan secara jelas terkait jumlah, lokasi, jenjang pendidikan, atau kriteria tertentu sehingga dapat diidentifikasi.
Ukuran populasi
Mengetahui jumlah populasi penting untuk menentukan apakah perlu sensus (meneliti semua) atau cukup menggunakan sampel.
Teknik pengambilan sampel
Pemilihan teknik sampling harus disesuaikan dengan kondisi populasi:

Probability sampling jika semua anggota memiliki peluang sama untuk terpilih

Non-probability sampling jika pemilihan bergantung pada pertimbangan khusus

Ukuran sampel yang memadai
Sampel harus cukup banyak agar analisis statistik dapat dilakukan dengan benar dan hasilnya tidak bias.

Representativitas
Sampel harus benar-benar mewakili populasi, terutama jika populasi memiliki karakteristik yang beragam (misalnya berdasarkan angkatan, kelas, jenis kelamin).

Aksesibilitas dan ketersediaan data
Peneliti harus mempertimbangkan kemudahan dalam menghubungi, mengumpulkan data, serta kemungkinan respon dari sampel yang dipilih.

Kesimpulan
Menentukan populasi dan sampel merupakan langkah krusial dalam penelitian. Populasi menggambarkan sasaran penelitian secara keseluruhan, sedangkan sampel adalah bagian yang mewakilinya. Jika pemilihan sampel dilakukan secara tepat dan proporsional, maka hasil penelitian dapat digeneralisasikan dengan tingkat kesalahan yang minimal.
In reply to First post

Re: Diskusi

by Dwi Apriyana -
Nama: Dwi Apriyana
Npm: 2313031022

Populasi adalah keseluruhan subjek atau objek yang menjadi sasaran penelitian dan memiliki karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi bisa berupa orang, benda, kejadian, atau segala sesuatu yang memiliki ciri-ciri yang sama.

Sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih dengan cara tertentu sehingga dianggap dapat mewakili populasinya.
Sampel digunakan ketika populasi terlalu besar atau sulit dijangkau, sehingga pengambilan data secara keseluruhan tidak efisien. Sampel yang baik harus mampu menggambarkan kondisi populasi agar hasil penelitian dapat digeneralisasi .
Dalam menentukan populasi dan sampel, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Peneliti harus memahami karakter populasi, misalnya jumlahnya, dan lokasi yang berhubungan dengan penelitian.
2. Peneliti harus menyusun kriteria inklusi dan eksklusi mengenai siapa saja yang boleh atau tidak boleh menjadi bagian dari populasi dan sampel. Tujuannya agar yang masuk sampel memang sesuai dengan kebutuhan penelitian.
3. Teknik penentuan sampel juga harus dipilih secara tepat. Jika populasi relatif sama, simple random sampling bisa dipakai. Tetapi jika populasi beragam, pilihan tekniknya stratified sampling atau cluster sampling.
4. Ukuran sampel juga perlu dipertimbangkan. Sampel yang terlalu kecil dapat membuat hasil penelitian kurang valid, sedangkan sampel yang terlalu banyak malah membuang waktu dan biaya. Ukuran sampel ditentukan dengan rumus atau tabel yang sudah umum dipakai dalam penelitian kuantitatif.
5. Sampel yang dipilih harus benar-benar menggambarkan kondisi populasi.
In reply to First post

Re: Diskusi

by Syifa Hesti Pratiwi -
Nama: Syifa Hesti Pratiwi
NPM: 2313031003

1. Populasi
Populasi adalah seluruh subjek, objek, atau individu yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi sasaran penelitian. Populasi menjadi wilayah generalisasi, karena hasil penelitian nantinya akan diberlakukan pada keseluruhan kelompok ini. Dalam penelitian pendidikan, populasi dapat berupa seluruh siswa, mahasiswa, guru, atau kelompok tertentu yang relevan dengan topik penelitian.

2. Sampel
Sampel adalah sebagian dari populasi yang dipilih menggunakan teknik tertentu dan dianggap mewakili keseluruhan populasi. Sampel digunakan ketika peneliti tidak memungkinkan meneliti seluruh populasi karena keterbatasan waktu, biaya, akses, atau jumlah populasi yang terlalu besar. Sampel yang baik harus objektif, representatif, dan sesuai dengan tujuan penelitian.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menentukan Populasi dan Sampel
Seorang peneliti perlu mempertimbangkan beberapa aspek penting berikut:
1. Relevansi dengan tujuan penelitian
Populasi harus sesuai dengan masalah yang ingin diteliti. Jika tidak relevan, hasil penelitian tidak akan menjawab pertanyaan penelitian.
2. Kejelasan karakteristik populasi
Peneliti harus menetapkan ciri-ciri populasi dengan jelas, seperti angkatan, jurusan, usia, lokasi, atau pengalaman tertentu. Populasi yang tidak jelas akan menghasilkan sampel yang bias.
3. Ukuran populasi
Besarnya populasi menentukan teknik sampling dan jumlah sampel yang perlu diambil. Populasi kecil dapat diteliti seluruhnya (sensus), sedangkan populasi besar memerlukan perhitungan sampel.
4. Homogenitas dan heterogenitas populasi
Jika populasi homogen, teknik sampling sederhana sudah cukup. Jika heterogen, perlu teknik yang mempertimbangkan kelompok atau strata tertentu agar semua kelompok terwakili.
5. Teknik sampling yang sesuai
Peneliti harus memilih teknik probability sampling jika ingin generalisasi kuat, atau non-probability sampling jika membutuhkan responden dengan kriteria khusus.
6. Representativitas sampel
Sampel harus benar-benar mewakili populasi agar hasil penelitian dapat digeneralisasikan. Ini bisa dicapai melalui prosedur pengacakan atau pemilihan responden yang sesuai kriteria.
7. Ketersediaan dan aksesibilitas responden
Peneliti harus memastikan bahwa anggota populasi mudah dihubungi dan bersedia menjadi responden.
8. Etika penelitian
Peneliti harus menghormati hak responden melalui informed consent, menjaga kerahasiaan data, dan memastikan tidak ada paksaan maupun konflik kepentingan.
In reply to First post

Re: Diskusi

by Intan Ruliana -
Nama: Intan Ruliana
NPM: 2313031016

Dari beberapa referensi metodologi penelitian yang saya pelajari, populasi adalah seluruh individu atau objek yang menjadi sasaran penelitian dan memiliki karakteristik yang sama. Jadi populasi itu ibarat “keseluruhan gambaran besar” yang ingin diteliti.

Sedangkan sampel adalah bagian dari populasi yang diambil untuk mewakili keseluruhan. Sampel digunakan karena meneliti seluruh populasi sering tidak memungkinkan, baik karena waktu, biaya, atau akses.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menentukan Populasi dan Sampel

1. Populasi harus didefinisikan dengan jelas
2. Ukuran populasi
3. Teknik sampling
4. Keterwakilan (representatif)
5. Ketersediaan waktu dan akses
In reply to First post

Re: Diskusi

by Aulya Syifa Zulkarnaen -
Nama : Aulya Syifa Zulkarnaen
NPM : 2313031009
Kelas : 2023 A

Populasi dan sampel adalah konsep dasar yang sangat penting dalam penelitian. Populasi merujuk pada keseluruhan elemen atau objek yang menjadi sasaran penelitian, yang memiliki karakteristik tertentu. Populasi dapat dibedakan menjadi populasi terbatas, yang jumlahnya dapat dihitung, dan populasi tak terbatas, yang jumlahnya tidak dapat dihitung. Selain itu, populasi juga dapat bersifat homogen, di mana semua anggotanya memiliki karakteristik yang sama, atau heterogen, di mana terdapat variasi di antara anggotanya. Sedangkan sampel adalah bagian dari populasi yang diambil untuk mewakili keseluruhan populasi dalam penelitian. Sampel berfungsi sebagai wakil dari populasi agar peneliti dapat melakukan analisis tanpa harus meneliti seluruh elemen populasi. Dengan kata lain, sampel adalah sebagian dari populasi untuk mewakili seluruh populasi.

Dalam menentukan populasi dan sampel, peneliti perlu memperhatikan beberapa aspek penting untuk memastikan bahwa hasil penelitian akurat dan dapat digeneralisasi. Hal-hal yang harus diperhatikan diantaranya:
1. Kriteria Inklusi dan Eksklusi
Peneliti harus menetapkan kriteria inklusi (syarat-syarat individu yang dapat dimasukkan ke dalam populasi) dan eksklusi (individu yang tidak termasuk dalam populasi). Ini membantu membatasi populasi agar relevan dengan pertanyaan penelitian.
2. Ukuran Populasi
Penting untuk mengetahui apakah populasi berukuran besar atau kecil, karena ini mempengaruhi metode pengambilan sampel. Populasi kecil mungkin memungkinkan pengambilan sampel keseluruhan, sementara populasi besar membutuhkan teknik sampling tertentu.
3. Ukuran Sampel
Ukuran sampel harus dipertimbangkan dengan baik agar cukup representatif terhadap populasi. Ukuran yang terlalu kecil mungkin tidak mencerminkan populasi, sedangkan ukuran yang terlalu besar bisa tidak efisien dari segi biaya dan waktu. Dalam menentukan sampel bisa menggunakan rumus-rumus statistik, seperti rumus Slovin yang sering digunakan untuk menentukan ukuran sampel yang tepat.
4. Teknik Pengambilan Sampel
Peneliti harus memilih teknik sampling yang sesuai dengan jenis penelitian dan karakteristik populasi. Ada dua kategori utama:
  • Sampling Probabilitas: Setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih, seperti simple random sampling, stratified sampling, atau cluster sampling. Ini sering digunakan untuk penelitian kuantitatif karena memastikan sampel yang lebih representatif.
  • Sampling Non-Probabilitas: Tidak semua anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk dipilih, seperti purposive sampling, convenience sampling, atau snowball sampling. Ini lebih cocok untuk penelitian eksploratif atau kualitatif.
In reply to First post

Re: Diskusi

by Rizka Mufidah -
Nama: Rizka Mufidah
NPM: 2313031001

Berdasarkan pengalaman dan referensi yang dibaca, populasi adalah keseluruhan subjek atau objek penelitian yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi target generalisasi hasil penelitian. Populasi dapat berupa individu, kelompok, lembaga, peristiwa, atau dokumen yang relevan dengan tujuan penelitian.

Sementara itu, sampel adalah sebagian dari populasi yang dipilih untuk mewakili karakteristik populasi tersebut. Sampel digunakan karena keterbatasan waktu, biaya, dan tenaga, sehingga peneliti tidak selalu memungkinkan untuk meneliti seluruh populasi.
1. Dalam menentukan populasi dan sampel, terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh peneliti.
2. kejelasan karakteristik populasi, yaitu peneliti harus menetapkan batasan populasi secara jelas agar tidak terjadi kesalahan dalam penarikan kesimpulan.
3. selaras dengan tujuan penelitian, karena populasi dan sampel yang dipilih harus relevan dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian.
4. teknik sampling yang digunakan, apakah menggunakan probabilitas sampling atau non-probability sampling, yang harus disesuaikan dengan jenis dan pendekatan penelitian.
5. ukuran sampel, yang harus cukup untuk mewakili populasi agar hasil penelitian dapat digeneralisasikan secara tepat.
6. keterwakilan dan potensi bias, di mana peneliti perlu memastikan bahwa sampel tidak menimbulkan bias yang dapat mempengaruhi validitas hasil penelitian.

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, peneliti dapat menentukan populasi dan sampel secara tepat sehingga hasil penelitian menjadi lebih valid, reliabel, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah
In reply to First post

Re: Diskusi

by Malik Fajar -
Nama : Malik Fajar
NPM : 2213031090

Dari referensi yang telah saya baca, populasi adalah keseluruhan elemen atau individu yang menjadi objek penelitian dalam suatu studi. Populasi ini mewakili kelompok yang lebih luas yang ingin diteliti. Sebagai contoh, jika seorang peneliti ingin meneliti siswa di suatu kelas, populasinya adalah seluruh siswa di kelas tersebut.

Adapun sampel adalah sebagian kecil dari populasi yang dipilih untuk dijadikan subjek penelitian. Mengambil sampel biasanya dilakukan karena seringkali tidak memungkinkan atau tidak praktis untuk meneliti seluruh populasi. Misalnya, dalam studi tentang siswa di suatu kelas, kita mungkin memilih sampel berupa sejumlah siswa yang mewakili beragam karakteristik dalam populasi.

Ketika menentukan populasi dan sampel, beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang peneliti, yaitu yang pertama adalah tujuan penelitian. Peneliti harus memiliki pemahaman yang jelas tentang tujuan penelitian mereka. Apakah tujuannya adalah untuk menggeneralisasi hasil dari sampel ke seluruh populasi, atau apakah tujuannya adalah untuk memahami karakteristik sampel itu sendiri. Yang kedua adalah karakteristik populasi. Peneliti harus memahami karakteristik dan ciri-ciri dari populasi yang akan diteliti. Hal ini akan membantu dalam menentukan apakah seluruh populasi dapat dijangkau atau apakah sampel akan lebih sesuai.

Selanjutnya kemampuan dan sumber daya. Peneliti harus mempertimbangkan keterbatasan sumber daya, waktu, dan anggaran yang mereka miliki. Terkadang, memilih sampel adalah pilihan yang lebih praktis. Yang keempat adalah relevansi sampel. Sampel harus relevan dengan tujuan penelitian. Sampel yang dipilih harus mencerminkan karakteristik yang ingin di teliti dalam populasi. Yang kelima adalah metode pengambilan sampel. Peneliti harus memilih metode pengambilan sampel yang sesuai. Hal ini bisa melibatkan metode acak (seperti sampling acak sederhana) atau metode non-acak (seperti purposive sampling) tergantung pada keperluan penelitian. Selanjutnya adalah ukuran sampel. Penentuan ukuran sampel adalah langkah penting. Ukuran sampel yang terlalu kecil mungkin tidak mewakili populasi dengan baik, sementara ukuran sampel yang terlalu besar bisa menghabiskan sumber daya yang berlebihan. Yang terakhir adalah analisis statistik. Peneliti harus merencanakan metode analisis statistik yang sesuai untuk sampel mereka, terutama jika tujuannya adalah untuk menggeneralisasi hasil sampel ke populasi.

Pemilihan yang tepat antara populasi dan sampel sangat penting untuk keberhasilan penelitian dan interpretasi hasilnya. Keputusan ini harus didasarkan pada pertimbangan yang cermat dan tujuan penelitian yang jelas.