Silakan diresume Bab 1 dari buku Metodologi Penelitian Pendidikan Berbasis Kasus di atas.
ACTIVITY: RESUME
Npm:2313031015
Konsep Penelitian Ilmiah
Penelitian ilmiah adalah suatu kegiatan sistematis yang bertujuan untuk memperoleh jawaban terhadap suatu permasalahan melalui metode yang terukur dan logis. Penelitian ini tidak dilakukan berdasarkan perkiraan atau perasaan subjektif, melainkan berdasarkan fakta dan data yang dapat diuji kebenarannya. Dengan berpikir ilmiah, peneliti dituntut untuk bersikap rasional, kritis, serta analitis dalam mengkaji fenomena yang ada di masyarakat.Menurut para ahli, penelitian ilmiah berawal dari rasa ingin tahu yang tinggi terhadap suatu peristiwa atau masalah. Rasa ingin tahu inilah yang mendorong seseorang untuk mencari jawaban dan menemukan solusi secara sistematis. Hasil dari proses penelitian tersebut kemudian menjadi pengetahuan baru yang bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan manusia.
Pertimbangan dalam Memilih Masalah Penelitian
Dalam melaksanakan penelitian, pemilihan masalah merupakan langkah yang sangat penting. Seorang peneliti harus mempertimbangkan beberapa hal, seperti kemampuan dan sumber daya yang dimiliki (workability), tingkat urgensi masalah (critical mass), minat pribadi (interest), nilai teoritis (theoretical value), dan nilai praktis (practical value). Dengan mempertimbangkan aspek-aspek tersebut, peneliti dapat memastikan bahwa penelitian yang dilakukan memiliki manfaat baik bagi pengembangan ilmu maupun penerapan praktis di masyarakat.
Metode Penelitian Ilmiah
Metode ilmiah adalah cara yang digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Secara umum, metode penelitian dibedakan menjadi dua jenis utama, yaitu penelitian dasar (basic research) dan penelitian terapan (applied research).
Penelitian dasar bertujuan untuk mengembangkan teori atau konsep baru tanpa memperhatikan penerapan langsung di lapangan.
Penelitian terapan berorientasi pada pemecahan masalah nyata, misalnya melalui penelitian evaluatif, penelitian pengembangan (R&D), dan penelitian tindakan (action research).
Berdasarkan tujuannya, penelitian dapat bersifat eksploratif, deskriptif, maupun verifikatif, sedangkan berdasarkan sifatnya dapat berupa studi kasus, penelitian historis, eksperimen, studi kelayakan, atau studi komparatif. Setiap jenis penelitian memiliki pendekatan dan tujuan yang berbeda, tergantung pada masalah yang ingin dipecahkan.
Langkah-langkah dan Prosedur Penelitian
Dalam melaksanakan penelitian ilmiah, terdapat beberapa langkah yang harus ditempuh secara berurutan agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
Pada penelitian kuantitatif, langkah-langkahnya meliputi:
Mengidentifikasi dan merumuskan masalah,Menyusun kerangka berpikir,Merumuskan hipotesis,Mengumpulkan dan menganalisis data,Menguji hipotesis,Membahas hasil penelitian, danMenarik kesimpulan.
Sementara itu, penelitian kualitatif memiliki langkah yang lebih fleksibel, dimulai dari identifikasi masalah, studi literatur, penetapan tujuan, pengumpulan data melalui observasi dan wawancara, analisis data secara induktif, hingga penarikan makna dari fenomena yang diamati.Kedua metode ini sama-sama bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap fenomena, hanya saja penelitian kuantitatif menekankan pada angka dan pengukuran, sedangkan penelitian kualitatif berfokus pada makna dan interpretasi.
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian diharapkan memberikan manfaat teoritis dan manfaat praktis.
Manfaat teoritis berkaitan dengan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan atau pengujian teori yang sudah ada.
Manfaat praktis berkaitan dengan penerapan hasil penelitian untuk memecahkan masalah di masyarakat atau meningkatkan kualitas suatu kegiatan, misalnya dalam bidang pendidikan, ekonomi, atau sosial.
Dengan demikian, penelitian tidak hanya bermanfaat bagi dunia akademik, tetapi juga memberikan dampak positif secara langsung bagi kehidupan nyata.
Secara keseluruhan, penelitian ilmiah merupakan proses yang terstruktur dan sistematis untuk menemukan kebenaran serta solusi terhadap masalah yang dihadapi. Peneliti harus mampu memilih masalah yang relevan, menggunakan metode yang sesuai, dan mengikuti prosedur penelitian dengan benar. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi baik dalam pengembangan teori maupun praktik kehidupan. Oleh karena itu, memahami konsep dan langkah-langkah penelitian ilmiah menjadi bekal penting bagi setiap mahasiswa, pendidik, maupun peneliti agar dapat menghasilkan karya ilmiah yang bermutu dan bermanfaat.
Nama : Annisa Luthfiyyah
NPM. : 2313031010
Resume Bab 1: Konsep Penelitian Ilmiah dan Langkah-Langkahnya
A. Penelitian Ilmiah
Penelitian ilmiah dilakukan dengan cara berpikir kritis, logis, dan teratur. Tujuannya untuk mencari jawaban atau solusi dari suatu masalah secara sistematis. Masalah penelitian sebaiknya dipilih sesuai kemampuan peneliti, menarik untuk diteliti, penting untuk ilmu pengetahuan, dan bermanfaat bagi masyarakat. Jenis penelitian ada banyak, seperti survei, deskriptif, evaluasi, kualitatif, eksperimen, dan studi kasus.
B. Metode Penelitian Ilmiah
Metode penelitian ilmiah adalah cara yang digunakan untuk melakukan penelitian secara teratur. Metode ini membantu peneliti mencari jawaban dengan langkah-langkah yang jelas dan terukur.
Ada dua jenis utama: Penelitian dasar: untuk mengembangkan teori dan penelitian terapan: untuk memecahkan masalah nyata di masyarakat.
C. Berdasarkan Tujuan, ada 3 yaitu: eksploratif (mencari hal baru atau masalah yang belum diketahui), deskriptif (menggambarkan keadaan sebenarnya) dan verifikatif (menguji kebenaran suatu hipotesis)
D. Berdasarkan Sifat
- Studi kasus: meneliti satu kasus secara mendalam.
- Studi sejarah: mempelajari peristiwa masa lalu.
- Eksperimen: menguji sebab dan akibat.
- Studi kelayakan: menilai apakah suatu proyek layak dijalankan.
- Studi banding: membandingkan untuk mencari solusi terbaik.
E. Langkah-Langkah Penelitian
Tujuan penelitian bisa untuk mengevaluasi, mengembangkan, atau mencari kepuasan ilmiah.
Penelitian kuantitatif meliputi:
1. Menentukan masalah.
2. Membuat kerangka berpikir.
3. Menyusun hipotesis.
4. Menguji hipotesis dengan data.
5. Membahas hasil.
6. Menarik kesimpulan.
Penelitian kualitatif meliputi:
1. Menemukan masalah.
2. Mempelajari teori yang ada.
3. Menentukan tujuan.
4. Mengumpulkan data lewat wawancara atau observasi.
5. Menganalisis data.
F. Manfaat Penelitian, ada 2 yaitu : teoritis (menambah pengetahuan atau teori) dan praktis (membantu memecahkan masalah di kehidupan nyata)
Nama: Tazki Alfikri
Npm: 2313031028
Kelas: 2023A
NPM : 2313031002
Konsep Penelitian Ilmiah
Penelitian ilmiah menggunakan metode ilmiah yang sistematis, dapat diukur, dan diandalkan untuk memecahkan masalah secara objektif, bukan berdasarkan subjektivitas atau perasaan.
Metode ilmiah membantu mengembangkan dan menguji pengetahuan melalui tahapan seperti observasi, perumusan masalah, penyusunan hipotesis, pengumpulan data, pengujian hipotesis, hingga penarikan kesimpulan.
Penelitian ilmiah adalah proses sistematis mencari pengetahuan baru atau solusi terhadap masalah tertentu, dimulai dari rasa ingin tahu yang kuat untuk menjelaskan atau memahami suatu fenomena.
Pertimbangan Memilih Masalah Penelitian
- Workability: Kesesuaian kemampuan peneliti dengan topik penelitian (waktu, dana, kompetensi).
- Critical Mass: Sejauh mana urgensi dan manfaat hasil penelitian.
- Interest: Ketertarikan dan bidang keahlian peneliti.
- Theoretical Value: Kontribusi penelitian terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
- Practical Value: Dampak langsung hasil penelitian terhadap praktik di lapangan.
Metode Penelitian Ilmiah
Terdapat dua jenis utama: penelitian dasar (untuk mengembangkan teori) dan penelitian terapan (untuk memecahkan masalah praktis).
1. Berdasarkan tujuan, ada metode eksplorasi, deskriptif, dan verifikatif.
2. Berdasarkan sifat, metode penelitian meliputi studi kasus, studi sejarah, penelitian eksperimental, studi kelayakan, dan studi banding.
Langkah-Langkah Penelitian
Untuk penelitian kuantitatif:
- Identifikasi dan rumuskan masalah
- Susun kerangka pemikiran
- Rumuskan hipotesis
- Uji hipotesis secara empiris
- Pembahasan hasil dan penarikan kesimpulan
Untuk penelitian kualitatif:
- Identifikasi masalah (fleksibel, bisa berubah selama proses)
- Tinjauan pustaka
- Penetapan tujuan penelitian
- Pengumpulan data (observasi, wawancara, sampel purposive)
- Analisis data secara induktif.
Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian dikelompokkan menjadi manfaat teoritis (pengembangan ilmu pengetahuan) dan manfaat praktis (pemecahan masalah riil di masyarakat).
Penelitian diharapkan menghasilkan narasi objektif yang menjelaskan hasil yang diperoleh dari proses penelitian.
Bab 1 menekankan bahwa penelitian ilmiah adalah proses formal dan terstruktur untuk memecahkan masalah dan menghasilkan ilmu pengetahuan yang relevan, baik untuk keperluan teori maupun praktik pendidikan. Pemilihan topik penelitian perlu mengacu pada pertimbangan logis dan manfaat yang diharapkan. Penelitian dapat dilakukan dengan metode kuantitatif maupun kualitatif sesuai kebutuhan dan tujuan penelitian.
NPM : 2313031020
A. Penelitian Ilmiah
Kegiatan penelitian ilmiah dapat dimulai dengan bagaimana kita mampu berpikir secara ilmiah. Tentu saja berpikir ilmiah berbeda dengan cara berpikir sehari hari, berpikir ilmiah memiliki sifat khusus seperti sistemik, testability, fleksibilitas, dan kemampuan untuk memprediksi atau menebak.
Pertimbangan dalam Memilih Masalah untuk Penelitian Ilmiah:
1. Pertimbangan Workability
Mungkinkah masalah diteliti sesuai dengan kemampuan atau keadaan. Kemampuan yang dimaksud dalam hal berupa makna yang luas, antara lain berhubungan dengan kemampuan pengetahuan yang dimiliki peneliti, adapun berupa secara finansial/keuangan, kemampuan meminimalisir waktu, dan kemampuan-kemampuan dari yang lainnya.
2. Pertimbangan Critical Mass
Apakah masalahnya harus diteliti, dan hasilnya apa. Masalah hendaknya menjadi suatu petunjuk bagi peneliti yang akan melakukan penelitian agar mendahulukan mempertanyakan urgen masalah yang akan diteliti, dan juga hasilnya
3. Pertimbangan Interest
Apakah menarik bagi peneliti atau apakah sesuai dengan bidang peneliti? Jadi masalah yang kurang menarik bagi seorang peneliti tidak akan pernah dikaji secara mendalam, dan juga di luar dari disiplin keilmuan yang peneliti miliki.
• Metode Penelitian Ilmiah
Metode penelitian ilmiah mengacu pada operasionalisasi metode ilmiah. Dengan kata lain, struktur pemikiran yang memuat langkah-langkah penyelidikan ilmiah adalah metode ilmiah.
1. Penelitian Dasar (Basic/ Pure Research) Penelitian dasar adalah kegiatan penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan pengujian sudah atau belum dilakukan sebelumnya dan membuktikan hipotesis dan konsep yang secara abstrak untuk diuji oleh peneliti (Gay, 1977). Penelitian ini dilakukan untuk menguji keabsahan teori-teori tertentu atau untuk mengetahui konsep-konsep tertentu dengan benar.
a. Penelitian deduktif, yaitu penelitian yang diarahkan untuk menguji hipotesis melalui pengujian teori atau pengujian penerapan teori dalam situasi tertentu.
b. Penelitian induktif dimaksudkan untuk mengembangkan konsep dan hipotesis melalui penelusuran fakta. Jenis penelitian ini memberatkan pada kebenaran dan fakta untuk menghindari kerancuan teori dan fakta.
2. Penelitian Terapan (Applied Research) Penelitian terapan adalah penelitian untuk memecahkan masalah yang terjadi di masyarakat dalam kaitannya dengan masalah dan masalah sosial, sosial, ekonomi, dan masalah lainnya. Menurut Kuncoro (2013), penelitian terapan ini memiliki format sebagai berikut:
a. Riset evaluasi studi adalah studi yang meliputi evaluasi terhadap efektivitas kerja, kegiatan, atau rencana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi langkah langkah alternatif untuk pengambilan keputusan.
b. Penelitian pengembangan (research and development) merupakan penelitian yang diperlukan untuk pengembangan hasil penelitian dengan tujuan mengembangkan atau mengembangkan teori-teori yang sudah ada sebelumnya.
c. Penelitian tindakan, adalah penyelidikan yang dilakukan untuk menguji atau mengembangkan metode baru untuk memecahkan masalah tertentu.
• Langkah-langkah atau Prosedur
dalam Melakukan Penelitian Penelitian dilakukan dengan tujuan yang bervariasi seperti tujuan evaluasi program, untuk kepentingan atau kepuasan pribadi, pengembangan dan lain sebagainya. Untuk menghasilkan hasil penelitian yang sesuai dengan tujuannya maka peneliti harus menetapkan metode yang akan dipakai , baik itu metode kuantitatif maupun metode kualitatif. Kedua metode tersebut absah dalam penelitian yang bertujuan untuk memecahkan masalah dan mencari jawaban, fakta realita dan peristiwa. Terdapat langkah langkah yang harus dilakukan secara terstruktur agar penelitian yang dilakukan terkontrol dan terjaga.
Ada langkah-langkah yang harus dilaksanakan dalam melakukan penelitian kuantitatif, yaitu:
1. Mengidentifikasi, memilih, dan merumuskan masalah Mengidentifikasi masalah adalah proses menemukan masalah yang signifikan dan menarik untuk diteliti. Mencari masalah yang akan diteliti dapat dilakukan dengan memanfaatkan panca indera melalui berbagai sumber seperti bacaan, seminar, pengalaman pribadi, perasaan intuitif, diskusi dan lain-lain.
2. Menyusun kerangka pemikiran Kerangka pikir adalah struktur logis dari pemikiran, dan argumen konsisten dengan ditunjang penelitian sebelumnya yang telah dikumpulkan.Kerangka berpikir mengacu pada suatu masalah dalam kerangka teori (theoretical frame) atau disebut juga proses deduktif (Imenda, 2014)
3. Merumuskan hipotesis Hipotesis adalah dugaan sementara terhadap masalah penelitian yang masih harus diuji kebenarannya. a. Menguji hipotesis secara empirik Menguji hipotesis secara empirik artinya penelitian diuji dengan alat statistik inferensial dan statistik deskriptif, untuk membuktikan apakah teori tersebut signifikan atau tidak berdasarkan hasil uji fakta-fakta secara empirik.
b. Melakukan pembahasan Pembahasan penelitian adalah jawaban dari pertanyaan pertanyaan yang menjadi landasan pembuatan penelitian.
c. Menarik kesimpulan Kesimpulan dari penelitian adalah bagian akhir dari sebuah karya ilmiah, yang membantu untuk menyajikan data singkat dan menggambarkan hasil dari penyelidikan.
Npm : 2313031005
BAB 1 KONSEP PENELITIAN ILMIAH DAN LANGKAH-LANGKAH SERTA PROSEDUR PENELITIAN
Penelitian ilmiah merupakan suatu kegiatan sistematis, rasional, dan empiris yang bertujuan untuk memecahkan masalah dan menemukan kebenaran berdasarkan metode ilmiah. Berpikir ilmiah berbeda dengan berpikir sehari-hari karena menuntut adanya sikap objektif, logis, dan dapat diuji secara nyata. Melalui penelitian ilmiah, seseorang tidak hanya berusaha memahami fenomena, tetapi juga mencari solusi yang tepat dan terukur atas permasalahan yang dihadapi.
A. Penelitian Ilmiah
Penelitian ilmiah berawal dari rasa ingin tahu yang kuat terhadap suatu fenomena. Ia dilakukan secara terstruktur, sistematis, empiris, dan kritis untuk menjawab pertanyaan dan menguji hipotesis tentang hubungan antarfenomena. Penelitian menjadi sarana untuk memperoleh pengetahuan baru dan mengembangkan teori yang sudah ada. Dalam memilih masalah penelitian, seorang peneliti perlu memperhatikan beberapa pertimbangan penting, antara lain:
1. Workability, yaitu kemampuan peneliti dalam melaksanakan penelitian dilihat dari segi waktu, biaya, dan keahlian.
2. Critical Mass, apakah masalah tersebut benar-benar penting dan perlu diteliti.
3. Interest, kesesuaian masalah dengan minat dan bidang keilmuan peneliti.
4. Theoretical Value, kontribusi hasil penelitian terhadap pengembangan teori.
5. Practical Value, sejauh mana hasil penelitian bermanfaat bagi praktik di lapangan.
Dengan demikian, penelitian ilmiah bukan sekadar kegiatan mencari data, tetapi merupakan upaya sistematis untuk menjawab rasa ingin tahu manusia terhadap suatu permasalahan dengan dasar berpikir logis dan dapat diuji.
B. Metode Penelitian Ilmiah
Metode penelitian ilmiah merupakan cara operasional dalam menerapkan langkah-langkah ilmiah untuk menjawab pertanyaan penelitian. Pemilihan metode bergantung pada jenis masalah dan tujuan penelitian.
Jenis metode ilmiah dibagi menjadi dua:
1. Penelitian Dasar (Basic Research), bertujuan mengembangkan teori dan menguji kebenaran suatu konsep tanpa mempertimbangkan penerapan langsung di lapangan. Pendekatannya bisa deduktif (menguji teori) atau induktif (mengembangkan teori berdasarkan fakta).
2. Penelitian Terapan (Applied Research), digunakan untuk memecahkan masalah nyata di masyarakat. Bentuknya meliputi:
• Riset evaluatif, menilai efektivitas program atau kebijakan
• Research and Development (R&D), mengembangkan produk atau model pembelajaran
• Penelitian tindakan (Action Research), mencari solusi terhadap masalah tertentu secara langsung.
C. Metode Penelitian Berdasarkan Tujuan
Berdasarkan tujuannya, penelitian dibedakan menjadi:
1. Eksploratif, untuk menemukan hal-hal baru yang belum diketahui.
2. Deskriptif, untuk menggambarkan fenomena atau kondisi sebagaimana adanya.
3. Verifikatif, untuk menguji kebenaran hipotesis dan teori yang telah ada.
D. Metode Penelitian Berdasarkan Sifat
Dilihat dari sifatnya, metode penelitian meliputi beberapa bentuk, antara lain:
1. Studi Kasus, yakni kajian mendalam terhadap kasus tertentu yang dianggap unik atau penting.
2. Studi Sejarah, mempelajari peristiwa masa lalu untuk memahami kondisi masa kini.
3. Penelitian Eksperimental, menguji hubungan sebab-akibat antarvariabel.
4. Studi Kelayakan, menilai kelayakan teknis maupun ekonomis suatu proyek.
5. Studi Komparatif, membandingkan dua atau lebih kondisi atau kelompok.
E. Langkah-Langkah dan Prosedur Penelitian
Proses penelitian, baik kuantitatif maupun kualitatif, harus mengikuti tahapan sistematis agar hasilnya valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
1. Dalam penelitian kuantitatif, langkah-langkahnya meliputi
• Mengidentifikasi, memilih, dan merumuskan masalah penelitian
• Menyusun kerangka pemikiran berdasarkan teori
• Merumuskan hipotesis yang akan diuji
• Mengumpulkan dan menganalisis data secara empiris menggunakan statistic
• Melakukan pembahasan terhadap hasil
• Menarik kesimpulan sebagai jawaban atas rumusan masalah.
2. Dalam penelitian kualitatif, langkah-langkahnya lebih fleksibel dan bersifat non-linier, antara lain:
• Identifikasi masalah yang berkembang di lapangan
• Kajian pustaka untuk mendukung pemahaman teoretis
• Menentukan tujuan penelitian
• Melakukan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi
• Menentukan sampel secara purposive (berdasarkan pertimbangan tertentu)
• Melakukan analisis data secara induktif untuk menemukan makna dan pola
• Menyusun kesimpulan berdasarkan interpretasi hasil penelitian.
F. Manfaat Penelitian
Setiap penelitian memiliki dua bentuk manfaat utama:
1. Manfaat Teoretis, yaitu kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan atau pembuktian teori yang sudah ada.
2. Manfaat Praktis, yaitu manfaat langsung yang dapat diterapkan untuk memperbaiki atau meningkatkan praktik pendidikan, sosial, maupun kebijakan tertentu.
NPM : 2313031021
Bab 1 – Pendahuluan
Bab ini membahas konsep dasar tentang hakikat penelitian pendidikan, peran penelitian dalam pengembangan ilmu pendidikan, serta pentingnya pendekatan berbasis kasus dalam memahami fenomena pendidikan secara mendalam dan kontekstual.
Penulis menjelaskan bahwa penelitian pendidikan bertujuan untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan agar dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan yang nyata. Penelitian pendidikan bukan hanya kegiatan akademik, tetapi juga alat untuk memperbaiki praktik pembelajaran, kebijakan, dan sistem pendidikan secara berkelanjutan.
Selain itu, Bab 1 juga menyoroti karakteristik penelitian berbasis kasus (case-based research), yaitu penelitian yang berfokus pada satu fenomena atau kasus tertentu yang dipelajari secara mendalam dengan mempertimbangkan konteks sosial, budaya, dan lingkungan. Pendekatan ini memungkinkan peneliti memperoleh pemahaman holistik dan detail mengenai realitas pendidikan di lapangan.
Penulis menegaskan bahwa seorang peneliti pendidikan perlu memiliki kemampuan analisis, berpikir kritis, serta kepekaan terhadap permasalahan yang terjadi di dunia pendidikan. Oleh karena itu, metodologi penelitian berbasis kasus menjadi sarana efektif untuk menghubungkan teori dengan praktik, serta menjembatani antara penelitian akademik dan kebutuhan dunia nyata.
NPM : 2313031019
Penelitian Ilmiah
Menurut Yusuf (2016) penelitian dimulai atau diawali dengan rasa ingin tahu yang mendalam dari manusia tentang sesuatu atau masalah. Penelitian ilmiah merupakan penyelidikan sistematis, terkontrol, empiris dan kritis dari proposisi hipotesis tentang hubungan tertentu antara fenomena. Oleh karena itu, penelitian adalah keingintahuan manusia akan pengetahuan melalui penggunaan metode atau metode ilmiah dalam situasi ini.
Secara teori ada beberapa pertimbangan bagi seorang peneliti dalam memilih masalah penelitian, yaitu:
1. Pertimbangan Workability
2. Pertimbangan Critical Mass
3. Pertimbangan Interest
4. Pertimbangan Theoretical Value
5. Pertimbangan Practical Value
Metode Penelitian Ilmiah
Metode penelitian yang benar adalah metode yang dapat menjawab pertanyaan penelitian dengan baik.
1. Penelitian Dasar (Basic/ Pure Research)
Penelitian dasar adalah kegiatan penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan pengujian sudah atau belum dilakukan sebelumnya dan membuktikan hipotesis dan konsep yang secara abstrak untuk diuji oleh peneliti (Gay, 1977).
2. Penelitian Terapan (Applied Research)
Penelitian terapan adalah penelitian untuk memecahkan masalah yang terjadi di masyarakat dalam kaitannya dengan masalah dan masalah sosial, sosial, ekonomi, dan masalah lainnya.
Metode Penelitian berdasarkan “Tujuan”
1. Metode Eksplorasi (explorative method)
2. Metode Deskriptif (descriptive method)
3. Metode Verifikatif (verificative method)
Metode Penelitian berdasarkan “Sifat”
1. Studi kasus
2. Studi sejarah
3. Penelitian eksperimental
4. Studi
5. Studi Banding
Langkah-langkah atau Prosedur dalam Melakukan Penelitian
Ada langkah-langkah yang harus dilaksanakan dalam melakukan penelitian kuantitatif, yaitu:
1. Mengidentifikasi, memilih, dan merumuskan masalah
2. Menyusun kerangka pemikiran
3. Merumuskan hipotesis
Langkah-langkah dalam penelitian metode kualitatif dimulai dengan identifikasi masalah, tinjauan pustaka, kejelasan tujuan penelitian, pengumpulan data, observasi, sampel, wawancara, masalah etis, dan analisis data.
1. Identifikasi masalah
2. Tinjauan pustaka
3. Tujuan penelitian
4. Pengumpulan data
5. Observasi
6. Sampel
7. Wawancara
8. Analisis data
Manfaat Penelitian
1. Manfaat teoritis
Manfaat teoritis adalah fungsi penelitian pengembangan ilmiah. Manfaat teoritis didasarkan pada tujuan verifikatif, yaitu untuk menguji teori-teori yang ada.
2. Manfaat praktis
Manfaat praktis adalah dampak langsung dari hasil penelitian, dan masyarakat dapat menggunakannya untuk memecahkan berbagai jenis rumusan masalah praktis.
Nama:Muhammad Rizqi Alfiah
Npm:2313031008
NPM : 2313031018
1. Pengertian Penelitian Ilmiah
Penelitian ilmiah adalah proses mencari jawaban atas suatu masalah melalui langkah-langkah sistematis, logis, terukur, dan objektif. Metode ilmiah digunakan karena dapat diuji kebenarannya dan dipahami oleh indera manusia. Penelitian ilmiah berbeda dari cara berpikir sehari-hari karena menuntut kemampuan menganalisis, menghubungkan fakta, serta menarik kesimpulan berdasarkan data yang valid. Oleh karena itu, penelitian ilmiah menjadi fondasi penting dalam pengembangan pengetahuan dan penyelesaian masalah kompleks di masyarakat.
2. Alasan dan Dasar Penggunaan Metode Ilmiah
Metode ilmiah digunakan karena mampu memberikan jawaban yang dapat diverifikasi. Prosesnya melibatkan observasi, perumusan masalah, penyusunan hipotesis, pengumpulan data, analisis, dan penarikan kesimpulan. Dengan mengikuti metode ilmiah, peneliti dapat memastikan bahwa temuan penelitian tidak hanya berdasarkan asumsi atau pendapat pribadi, melainkan diperoleh melalui proses objektif dan rasional. Hal ini membuat hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan dan diulang oleh peneliti lain.
3. Jenis-Jenis Metode Penelitian Ilmiah
Dalam penelitian ilmiah terdapat beberapa metode yang dapat dipilih, seperti survei, deskriptif, evaluatif, eksperimen, kualitatif, dan studi kasus. Metode survei dan deskriptif digunakan untuk menggambarkan fenomena apa adanya. Metode evaluatif menilai efektivitas program. Metode eksperimen mencari hubungan sebab-akibat. Penelitian kualitatif berfokus pada makna dan pengalaman manusia, sedangkan studi kasus mengkaji satu objek atau peristiwa secara mendalam. Pemilihan metode disesuaikan dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian.
4. Pertimbangan dalam Memilih Masalah Penelitian
Penentuan masalah penelitian harus mempertimbangkan beberapa aspek, yaitu workability (ketersediaan waktu, biaya, dan kemampuan), critical mass (urgensi masalah), interest (ketertarikan peneliti), serta nilai teoritis dan praktis. Masalah yang baik adalah masalah yang layak diteliti, memberikan kontribusi pada ilmu pengetahuan, serta bermanfaat bagi masyarakat atau bidang pendidikan. Pertimbangan ini membantu peneliti memilih topik yang tepat dan realistis untuk dikaji.
5. Prosedur Penelitian Kuantitatif
Penelitian kuantitatif dilakukan melalui langkah-langkah sistematis, yaitu identifikasi masalah, perumusan masalah, penyusunan kerangka pikir, penyusunan hipotesis, pengumpulan data angka, pengujian hipotesis menggunakan statistik, kemudian menarik kesimpulan. Proses ini bersifat deduktif, artinya berangkat dari teori, kemudian diuji melalui data empiris. Prosedur yang terstruktur membantu peneliti menghasilkan temuan yang objektif dan dapat digeneralisasikan.
6. Prosedur Penelitian Kualitatif
Berbeda dari kuantitatif, penelitian kualitatif bersifat fleksibel dan berkembang sesuai data lapangan. Masalah penelitian dapat berubah dan dipertegas selama proses berlangsung. Penelitian dimulai dari identifikasi fenomena, tinjauan pustaka, observasi, wawancara, dan analisis data secara mendalam. Data yang dikumpulkan berupa kata-kata, dokumen, perilaku, dan makna subjektif. Fokus penelitian kualitatif adalah pemahaman mendalam terhadap konteks sosial, budaya, dan pengalaman manusia.
7. Manfaat Penelitian
Bab ini juga menekankan bahwa penelitian memberikan dua manfaat utama: teoritis dan praktis. Manfaat teoritis berkaitan dengan upaya mengembangkan, memverifikasi, atau memperkuat teori yang ada. Sementara manfaat praktis memberikan solusi terhadap masalah nyata, misalnya memperbaiki proses pembelajaran, meningkatkan efektivitas program, atau membantu pengambilan keputusan. Dengan demikian, penelitian tidak hanya menambah ilmu tetapi juga memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat.
NPM: 2313031027
Kelas: A
Penelitian ilmiah merupakan proses penyelidikan yang sistematis, terkontrol, empiris, dan kritis untuk menemukan jawaban terhadap suatu permasalahan dengan menggunakan metode ilmiah. Penelitian ilmiah dimulai dari rasa ingin tahu yang kemudian dikembangkan menjadi upaya untuk memperoleh pengetahuan.
Berpikir ilmiah memiliki ciri:
• Sistematik
• Dapat diuji (testable)
• Objektif
• Fleksibel
• Mampu memprediksi (predictive)
Pertimbangan Memilih Masalah Penelitian
Lima pertimbangan penting:
1. Workability – sesuai kemampuan peneliti (waktu, dana, akses, kompetensi).
2. Critical Mass – tingkat urgensi dan kepentingan masalah.
3. Interest – kesesuaian minat dan bidang ilmu peneliti.
4. Theoretical Value – kemampuan penelitian memberi kontribusi teoretis.
5. Practical Value – manfaat praktis bagi pemecahan masalah nyata.
Metode Penelitian Ilmiah
Metode ilmiah terdiri dari beberapa pendekatan untuk menjawab pertanyaan penelitian, seperti:
• Survei
• Deskriptif
• Evaluatif
• Kualitatif
• Eksperimen
• Studi kasus
Metode penelitian dapat dibedakan menjadi penelitian dasar (pure research) dan penelitian terapan (applied research).
Metode Berdasarkan Tujuan
• Eksploratif: menemukan hal baru yang belum diteliti.
• Deskriptif: menggambarkan fenomena secara rinci.
• Verifikatif: menguji hipotesis.
Metode Berdasarkan Sifat Penelitian
Beberapa bentuk penelitian antara lain:
• Studi kasus
• Studi sejarah
• Eksperimen
• Studi kelayakan
• Studi komparatif
Langkah-Langkah Penelitian
langkah-langkah penelitian untuk dua pendekatan: kuantitatif dan kualitatif.
Penelitian Kuantitatif
1. Identifikasi dan perumusan masalah
2. Penyusunan kerangka berpikir
3. Perumusan hipotesis
4. Pengumpulan data
5. Pengujian hipotesis (statistik)
6. Pembahasan
7. Penarikan kesimpulan
Penelitian Kualitatif
1. Identifikasi masalah (bersifat fleksibel)
2. Tinjauan pustaka
3. Penetapan tujuan penelitian
4. Pengumpulan data (observasi, wawancara, dokumentasi)
5. Penentuan sampel (purposive)
6. Analisis data (induktif)
Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian terbagi menjadi:
• Manfaat teoritis: kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan.
• Manfaat praktis: manfaat langsung pada pemecahan masalah dalam praktik.
Penelitian ilmiah adalah proses sistematis untuk memecahkan masalah dengan metode ilmiah. Peneliti harus memilih masalah secara tepat, menentukan metode yang sesuai, dan mengikuti prosedur penelitian yang terstruktur baik untuk pendekatan kuantitatif maupun kualitatif. Penelitian harus menghasilkan manfaat teoretis maupun praktis.
NPM : 2313031026
1. Hakikat Penelitian Ilmiah
Penelitian ilmiah adalah kegiatan yang dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah, yaitu cara berpikir yang sistematis, logis, rasional, kritis, dan dapat diuji kebenarannya. Penelitian ilmiah berbeda dari pemikiran sehari-hari karena memiliki karakteristik seperti testability, sistemik, fleksibel, dan mampu menghasilkan prediksi yang dapat dibuktikan secara empiris. Penelitian dilakukan karena manusia memiliki rasa ingin tahu terhadap fenomena. Semakin kompleks permasalahan dalam kehidupan, semakin besar kebutuhan untuk menggunakan penelitian ilmiah dalam mencari solusi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan
2. Pengertian Penelitian
Secara etimologis, penelitian (research) berarti mencari kembali. Artinya, penelitian merupakan proses menggali, mencari, dan menemukan data untuk menjawab persoalan atau kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Penelitian bertujuan memberikan penjelasan, solusi, serta dasar pengambilan keputusan yang tepat dalam dunia pendidikan dan berbagai bidang lainnya
3. Metode Penelitian Ilmiah
Metode penelitian ilmiah mengacu pada pengoperasian metode ilmiah dalam praktik riset. Metode yang dipilih harus sesuai dengan pertanyaan penelitian. Dalam buku dijelaskan bahwa terdapat berbagai metode penelitian ilmiah seperti:
1. Survei
2. Penelitian deskriptif
3. Penelitian evaluatif
4. Penelitian kualitatif
5. Penelitian eksperimen
6. Studi kasus
4. Jenis Penelitian Berdasarkan Tujuan dan Sifatnya
- Tujuan
1. Penelitian dasar
2. Penelitian terapan
3. Penelitian evaluatif
4. Penelitian pengembangan
- Sifat
1. Deskriptif
2. Verifikatif
3. Eksploratif
4. Eksplanatori
1. Observasi fenomena atau gejala , peneliti mengamati masalah yang terjadi di lapangan.
2. Perumusan masalah, menyusun pertanyaan penelitian berdasarkan kesenjangan antara harapan dan kenyataan.
3. Menyusun hipotesis membuat dugaan sementara yang akan diuji.
4. Mengumpulkan data menggunakan instrumen seperti angket, wawancara, observasi, dokumen, atau tes.
5. Menguji hipotesis atau menganalisis data memilih teknik statistik atau analisis kualitatif.
6. Menarik kesimpulan membuat kesimpulan yang menjawab rumusan masalah dan memberi rekomendasi
6. Manfaat Penelitian
- Mengembangkan ilmu pengetahuan
- Memperbaiki praktik pendidikan
- Memberi solusi terhadap masalah
- Menjadi dasar pengambilan keputusan
- Memberikan prediksi serta pemahaman yang lebih baik tentang fenomena tertentu
NPM: 2313031016
A. Penelitian Ilmiah
Penelitian ilmiah dimulai dengan kemampuan berpikir ilmiah yang memiliki sifat sistemik, testable, fleksibel, dan mampu memprediksi. Dalam kehidupan yang semakin kompleks, pemikiran ilmiah dibutuhkan agar permasalahan dapat diatasi secara benar dan objektif. Secara etimologis, penelitian berarti “kembali mencari”, yaitu rangkaian kegiatan ilmiah untuk memecahkan masalah. Penelitian berfungsi mencari penjelasan dan solusi, dimulai dari rasa ingin tahu manusia tentang suatu masalah. Penyelidikan ilmiah merupakan proses sistematis, terkontrol, empiris, dan kritis terhadap hubungan antar fenomena sehingga menghasilkan pengetahuan. Untuk memilih masalah, peneliti mempertimbangkan workability, critical mass, interest, nilai teoretis, dan nilai praktis agar penelitian layak dan bermanfaat.
B. Metode Penelitian Ilmiah
Metode penelitian ilmiah merupakan operasionalisasi metode ilmiah yang berisi langkah penyelidikan ilmiah. Metode yang dipilih harus sesuai dengan pertanyaan penelitian. Penelitian dasar bertujuan mengembangkan atau menguji teori secara deduktif maupun induktif melalui penelusuran fakta. Sementara itu, penelitian terapan digunakan untuk memecahkan masalah nyata melalui riset evaluasi, penelitian dan pengembangan (R&D) yang memvalidasi produk pendidikan, serta penelitian tindakan yang menguji metode baru untuk menyelesaikan masalah tertentu.
C. Metode Penelitian Berdasarkan Tujuan
Metode eksplorasi digunakan untuk menemukan hal-hal yang belum diketahui keberadaan atau kebenarannya. Metode deskriptif bertujuan menggambarkan secara akurat suatu keadaan, sifat individu, atau penyebaran fenomena yang terjadi. Metode verifikatif digunakan untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan berdasarkan pertanyaan penelitian.
D. Metode Penelitian Berdasarkan Sifat
Studi kasus merupakan studi intensif, terperinci, dan mendalam tentang organisme, jaringan, atau fenomena tertentu yang dianggap istimewa. Studi sejarah menekankan pengamatan, pemahaman, interpretasi, dan penjelasan peristiwa masa lalu untuk menafsirkan kondisi sekarang dan memprediksi masa depan. Penelitian eksperimental digunakan untuk mengetahui hubungan sebab akibat. Studi kelayakan menilai apakah suatu program atau kegiatan layak secara teknis dan ekonomis. Studi banding berusaha menemukan solusi melalui hubungan sebab-akibat antara faktor tertentu.
E. Langkah-Langkah atau Prosedur Penelitian
Penelitian bertujuan variatif seperti evaluasi program atau pengembangan, sehingga peneliti perlu memilih metode kuantitatif atau kualitatif secara tepat. Penelitian kuantitatif mengikuti langkah-langkah: identifikasi, pemilihan, dan perumusan masalah; penyusunan kerangka pemikiran; perumusan hipotesis; pengujian hipotesis secara empirik menggunakan statistik; pembahasan; dan penarikan kesimpulan. Penelitian kualitatif dimulai dari masalah yang fleksibel, tinjauan pustaka, penetapan tujuan, pengumpulan data berupa teks atau gambar, observasi, sampel purposive, wawancara, hingga analisis induktif berdasarkan fakta dan gejala lapangan.
F. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian merupakan gambaran objektif mengenai hasil yang diperoleh setelah tujuan penelitian tercapai. Manfaat teoritis berfungsi menguji, memperkuat, atau meruntuhkan teori yang sudah ada sehingga mendukung pengembangan ilmu. Manfaat praktis adalah dampak langsung dari hasil penelitian yang dapat digunakan masyarakat untuk memecahkan masalah nyata atau meningkatkan praktik pendidikan.
NPM : 2313031025
BAB 1
Konsep Penelitian Ilmiah dan Langkah-Langkah serta Prosedur Penelitian
1. Pengertian Penelitian Ilmiah
Penelitian ilmiah adalah sebuah proses sistematis dan terstruktur yang dilakukan untuk menemukan jawaban yang valid atas suatu masalah. Proses ini harus logis, rasional, kritis, dan hasilnya dapat diuji kebenarannya (verifiable). Tujuan utamanya adalah mengembangkan berbagai teori, prinsip, dan konsep yang menjadi fondasi pengetahuan. Penelitian ilmiah berbeda dengan pemikiran sehari-hari karena penelitian mengharuskan peneliti untuk menyusun argumen berdasarkan teori, menghubungkan fakta, serta menarik kesimpulan yang bersifat objektif. Metode ilmiah digunakan agar hasil penelitian dapat dipahami oleh pancaindra, dapat diverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Melalui penelitian ilmiah, berkembanglah berbagai teori, prinsip, dan konsep yang menjadi dasar pengetahuan.
2. Metode Penelitian Ilmiah
Metode ilmiah merupakan cara pemecahan masalah yang digunakan oleh para ilmuwan secara universal. Metode Penelitian Ilmiah adalah prosedur baku dan universal yang digunakan ilmuwan untuk memecahkan masalah. Metode ini harus dilakukan secara sistematis melalui serangkaian langkah, dimulai dari observasi dan perumusan masalah hingga penyusunan hipotesis. Setelah itu, dilanjutkan dengan pengumpulan dan analisis data untuk kemudian dilakukan penarikan kesimpulan yang dapat diverifikasi kebenarannya. Langkah-langkahnya meliputi observasi, perumusan masalah, penyusunan hipotesis, pengumpulan data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Penggunaan metode ilmiah mencegah peneliti menarik kesimpulan berdasarkan asumsi pribadi yang tidak dapat dibuktikan. Dengan metode yang sama, peneliti lain dapat mengulang penelitian untuk memverifikasi kebenarannya.
3. Jenis-Jenis Metode Penelitian Ilmiah
Pemilihan metode penelitian sangat bergantung pada rumusan masalah dan tujuan yang hendak dicapai. Beberapa jenis metode yang dikenal antara lain Metode Survei, Deskriptif, Evaluatif, Eksperimen, Kualitatif, dan Studi Kasus. Metode penelitian ilmiah memiliki beberapa bentuk, di antaranya:
• Metode survei, digunakan untuk memperoleh gambaran umum mengenai suatu fenomena.
• Metode deskriptif, untuk menggambarkan kondisi objek penelitian secara apa adanya.
• Metode evaluatif, digunakan untuk mengetahui efektivitas suatu program.
• Metode eksperimen, untuk menguji pengaruh atau hubungan sebab-akibat.
• Metode kualitatif, bertujuan memahami makna, pandangan, perilaku, atau pengalaman manusia.
• Metode studi kasus, mengkaji secara mendalam satu objek, individu, atau peristiwa tertentu.
4. Pertimbangan dalam Memilih Masalah Penelitian
Penentuan masalah penelitian harus dilakukan dengan pertimbangan matang, mencakup aspek workability (ketersediaan waktu, biaya, dan kemampuan peneliti), critical mass (tingkat urgensi masalah), interest (ketertarikan peneliti), serta nilai teoretis dan praktis (manfaat bagi ilmu dan masyarakat). Masalah penelitian yang baik adalah masalah yang penting, relevan, dapat diteliti, dan memberi kontribusi nyata bagi dunia pendidikan maupun pengembangan teori.
Dalam memilih masalah penelitian, peneliti harus mempertimbangkan empat aspek utama:
• Workability: Ketersediaan waktu, biaya, dan kemampuan teknis peneliti.
• Critical Mass: Tingkat urgensi masalah dan potensi hasil yang signifikan.
• Interest: Ketertarikan pribadi peneliti untuk menjaga motivasi.
• Theoretical & Practical Value: Manfaat bagi pengembangan ilmu dan solusi praktis bagi masyarakat atau dunia pendidikan.
5. Langkah-Langkah atau Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian yang tercantum dalam buku meliputi tahapan sebagai berikut:
• Mengidentifikasi masalah
• Merumuskan masalah
• Menentukan tujuan penelitian
• Mengkaji teori yang relevan
• Menyusun hipotesis (apabila diperlukan)
• Menentukan metode penelitian
• Menentukan populasi dan sampel
• Mengumpulkan data
• Menganalisis data
• Menarik Kesimpulan
Prosedur yang sistematis membantu peneliti menghasilkan temuan yang valid dan sesuai dengan tujuan penelitian.
6. Prosedur Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
Dua pendekatan utama ini memiliki alur prosedur yang sangat berbeda:
• Penelitian Kuantitatif: Pendekatan ini mengikuti pola berpikir deduktif dan bersifat linier (berurutan) sesuai alur Teori → Hipotesis → Data → Analisis → Kesimpulan. Peneliti memulai dari teori untuk merumuskan hipotesis yang kemudian diuji kebenarannya menggunakan data numerik dan statistik. Fokus utamanya adalah pengujian teori, mencari hubungan antarvariabel (sebab-akibat), dan menghasilkan kesimpulan yang dapat digeneralisasikan.
• Penelitian Kualitatif: Pendekatan ini berpegang pada pola berpikir induktif dan bersifat fleksibel serta non-linier. Peneliti tidak selalu memulai dengan hipotesis yang kaku. Teori atau konsep justru dapat dibangun (grounded) dari data yang ditemukan saat pengumpulan data di lapangan. Fokus utamanya adalah mendapatkan pemahaman mendalam (makna) dari suatu fenomena sosial dalam konteks alaminya.
7. Manfaat Penelitian
Penelitian memiliki manfaat teoretis, yaitu mengembangkan, memperkaya, atau menguji teori yang ada. Selain itu, ada manfaat praktis, yaitu memberikan solusi bagi permasalahan nyata, seperti perbaikan proses pembelajaran, evaluasi kebijakan sekolah, atau peningkatan kualitas pendidikan secara umum.
Nama : Lis Tiara Putri
NPM : 2213031001
Nama: Tria Meilisma
NPM: 2313031029
A.Penelitian Ilmiah
Kegiatan penelitian ilmiah dapat dimulai dengan bagaimana kita mampu berpikir secara ilmiah. Tentu saja berpikir ilmiah berbeda dengan cara berpikir sehari hari, berpikir ilmiah memiliki sifat khusus seperti sistemik, testability, fleksibilitas, dan kemampuan untuk memprediksi atau menebak. Semakin tinggi tingkat pendidikan suatu masyarakat, semakin dibutuhkan pemikiran ilmiah untuk mengatasi banyak permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Secara etimologis, Research berasal dari bahasa Inggris yang artinya kembali mencari.Pertimbangan dalam Memilih Masalah untuk Penelitian Ilmiah Secara teori ada beberapa pertimbangan bagi seorang peneliti dalam memilih masalah penelitian, yaitu:
1. Pertimbangan Workability
2. Pertimbangan Critical Mass
3. Pertimbangan Interest
4. Pertimbangan Theoretical Value
5. Pertimbangan Practical Value
B. Metode Penelitian Ilmiah
Metode penelitian ilmiah mengacu pada operasionalisasi metode ilmiah. Dengan kata lain, struktur pemikiran yang memuat langkah-langkah penyelidikan ilmiah adalah metode ilmiah. Metode penelitian yang dipilih ketika melakukan penelitian sangat tergantung pada pertanyaan yang diajukan. Metode penelitian yang benar adalah metode yang dapat menjawab pertanyaan penelitian dengan baik
1.Penelitian Dasar (Basic/ Pure Research)
2.Penelitian Terapan (Applied Research)
C.Metode Penelitian Berdasarkan “Tujuan”
Berdasarkan tujuan penelitian, maka metode penelitian dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1.Metode Eksplorasi (explorative method)
2.Metode Deskriptif (descriptive method)
3.Metode Verifikatif (verificative method)
D.Metode Penelitian Berdasarkan “Sifat” Metode penelitian menurut sifat penelitian yang dilakukan dapat dikategorikan sebagai berikut:
1.Studi kasus
2. Studi Sejarah
3.Penelitian Eksperimental
4.Studi
5.Studi Banding
E. Langkah-langkah atau Prosedur dalam Melakukan Penelitian
Ada langkah-langkah yang harus dilaksanakan dalam melakukan penelitian kuantitatif, yaitu:
1.Mengidentifikasi, memilih, dan merumuskan masalah
2.Menyusun kerangka pemikiran
3.Merumuskan hipotesis
Langkah-langkah dalam penelitian metode kualitatif dimulai dengan identifikasi masalah, tinjauan pustaka, kejelasan tujuan penelitian, pengumpulan data, observasi, sampel, wawancara, masalah etis, dan analisis data.
NPM: 2313031017
Bab 1: KONSEP PENELITIAN ILMIAH DAN LANGKAH-LANGKAH SERTA PROSEDUR PENELITIAN
Bab ini menjelaskan bahwa penelitian ilmiah merupakan suatu proses sistematis yang dilakukan untuk memperoleh pengetahuan baru melalui metode yang terencana, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian ilmiah dalam bidang pendidikan memiliki tujuan utama untuk memperbaiki, mengembangkan, serta memahami berbagai fenomena pendidikan yang terjadi di lingkungan belajar. Penelitian bukan hanya kegiatan mencari data, tetapi juga proses berpikir ilmiah yang menuntut kejelasan tujuan, logika yang rasional, dan penggunaan metode yang sesuai.
Penelitian ilmiah memiliki beberapa karakteristik penting, yaitu objektif, rasional, sistematis, dan empiris. Objektif berarti hasil penelitian tidak dipengaruhi oleh pendapat pribadi peneliti. Rasional menunjukkan bahwa penelitian dilakukan berdasarkan penalaran logis. Sistematis menandakan bahwa penelitian mengikuti langkah-langkah tertentu secara teratur, sedangkan empiris berarti data diperoleh melalui pengalaman nyata dan dapat diuji.
Langkah-langkah penelitian ilmiah meliputi: perumusan masalah, kajian teori dan penelitian terdahulu, penyusunan hipotesis (jika diperlukan), pemilihan metode penelitian, pengumpulan data, analisis data, serta penarikan kesimpulan. Setiap langkah memiliki keterkaitan logis yang harus dijalankan secara berurutan agar hasil penelitian dapat dipercaya dan relevan dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Prosedur penelitian menggambarkan tahapan praktis dalam pelaksanaan penelitian, mulai dari persiapan instrumen, pelaksanaan pengumpulan data di lapangan, hingga penyusunan laporan hasil penelitian. Prosedur ini memastikan agar penelitian berjalan sesuai dengan etika, prinsip ilmiah, dan standar metodologis.
Nama : Selvidar Armalia
NPM : 2313031014
Npm: 2313031012
Kelas: A
BAB 1 — Konsep Penelitian Ilmiah dan Langkah-Langkah Serta Prosedur Penelitian
Bab ini menjelaskan pengertian penelitian ilmiah, tujuan penelitian, jenis metode penelitian, langkah-langkah penelitian, serta manfaat dan prosedur penelitian.
1. Pengertian Penelitian Ilmiah
Penelitian ilmiah adalah kegiatan meneliti yang dilakukan dengan metode ilmiah, yaitu proses berpikir kritis, rasional, empiris, dan sistematis untuk memecahkan masalah berdasarkan fakta dan data yang dapat diukur.
Penelitian ilmiah dilakukan untuk:
• memperoleh pengetahuan baru,
• menguji teori yang ada,
• memecahkan masalah dalam kehidupan nyata.
Metode ilmiah yang digunakan disebut penelitian ilmiah.
2. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian secara umum:
• mencari pemahaman dan kebenaran ilmiah,
• menghasilkan solusi terhadap suatu masalah,
• memberikan manfaat praktis bagi masyarakat atau lembaga,
• mengembangkan ilmu pengetahuan.
3. Jenis-Jenis Metode dalam Penelitian
Penelitian ilmiah dapat dilakukan dengan berbagai metode sesuai masalah yang diteliti, antara lain:
• Metode survei
• Penelitian deskriptif
• Penelitian evaluasi
• Penelitian kualitatif
• Penelitian eksperimen
• Studi kasus
Pemilihan metode tergantung tujuan penelitian dan bentuk masalah yang diteliti.
4. Langkah-Langkah Penelitian Ilmiah
Penelitian ilmiah memiliki proses yang sistematis agar hasil yang diperoleh akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Secara umum langkah penelitian meliputi:
1. Menemukan dan merumuskan masalah
2. Mengkaji teori atau kajian pustaka
3. Menyusun tujuan dan manfaat penelitian
4. Membuat hipotesis (jika diperlukan)
5. Menentukan desain penelitian
6. Menentukan populasi, sampel, dan teknik sampling
7. Menentukan instrumen penelitian
8. Mengumpulkan data
9. Menganalisis data
10. Menarik kesimpulan dan menulis laporan
Penelitian harus dilakukan secara sabar, teliti, dan tidak tergesa-gesa karena hasil penelitian harus dapat dibuktikan dan diuji ulang.
5. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian dapat berupa:
• Manfaat teoritis: memperkaya khazanah ilmu pengetahuan
• Manfaat praktis: membantu menyelesaikan masalah nyata di lapangan (misalnya di sekolah, pemerintah, lembaga, masyarakat)
Manfaat penelitian membantu memperkuat alasan pentingnya kegiatan penelitian dilakukan.
Kesimpulan Bab 1
Bab 1 menekankan bahwa penelitian ilmiah adalah kegiatan pemecahan masalah yang dilakukan menggunakan metode ilmiah yang sistematis, rasional, dan empiris. Penelitian harus mengikuti langkah-langkah yang runtut agar hasilnya valid, akurat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Npm: 2313031023
1. Pengertian Penelitian Ilmiah
Bab 1 menjelaskan bahwa penelitian dapat dilakukan dengan metode ilmiah dan non-ilmiah. Namun, penelitian yang bersifat akademik harus menggunakan metode ilmiah, karena metode ilmiah bersifat:
Sistematis, Dapat diuji (testable), Rasional, Analitis,Empiris.
Penelitian ilmiah bertujuan mencari pengetahuan baru atau memecahkan masalah melalui prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan.
2. Metode Penelitian Ilmiah
Metode ilmiah digunakan untuk menyelesaikan persoalan secara terstruktur. Ilmuwan menggunakan metode ini untuk menguji, menjelaskan, dan mengembangkan pengetahuan.
Jenis-jenis metode penelitian ilmiah yang dijelaskan dalam bab ini antara lain:
Metode survei, Deskriptif, Evaluasi, Kualitatif,Eksperimen, Studi kasus.
3. Pertimbangan Dalam Memilih Masalah Penelitian
Bab 1 menekankan bahwa sebelum menentukan judul penelitian, peneliti harus mempertimbangkan beberapa hal (Workability, Critical Mass, Interest, Theoretical Value, Practical Value).
Pertimbangan ini bertujuan agar masalah yang diteliti:
Layak dikerjakan, Penting, Sesuai minat, Bernilai teoritis, Memberikan manfaat praktis.
4. Metode Penelitian Berdasarkan Tujuan
Dalam bab 1 dijelaskan bahwa metode penelitian dapat dibedakan berdasarkan tujuan, yaitu:
Eksploratif (menemukan masalah baru), Deskriptif (menggambarkan fenomena),
Verifikatif (menguji teori/hipotesis).
5. Metode Penelitian Berdasarkan Sifat
Metode penelitian juga dapat dibedakan berdasarkan sifat, yaitu:
Studi kasus, Studi sejarah, Eksperimental, Studi kelayakan, Komparatif.
6. Langkah-Langkah dan Prosedur Penelitian
Bab 1 menjelaskan bahwa dalam penelitian ilmiah diperlukan langkah-langkah umum, yaitu:
Observasi fenomena atau gejala. Merumuskan masalah penelitian. Menyusun hipotesis (jika kuantitatif). Mengumpulkan data.
Melakukan analisis & pengujian hipotesis. Menarik kesimpulan.
Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa penelitian merupakan proses yang sistematis dan terencana.
7. Manfaat Penelitian
Bab ini juga menjelaskan manfaat penelitian, terutama:
Mengembangkan ilmu pengetahuan, Menyediakan data untuk pemecahan masalah, Menjadi dasar kebijakan,
Memberikan kontribusi bagi praktik pendidikan.
Bab 1 memberikan fondasi teori tentang apa itu penelitian ilmiah, bagaimana memilih masalah penelitian, jenis metode penelitian, serta langkah dan prosedur penelitian. Intinya, penelitian ilmiah adalah proses sistematis untuk menemukan solusi atau pengetahuan baru, dan keberhasilan penelitian bergantung pada pemahaman metodologi yang tepat.
Npm: 2313031022
1. Konsep dasar penelitian ilmiah merupakan bagian penting bagi setiap penelitian. Penelitian dapat menggunakan dua metode yaitu metode ilmiah dan metode non ilmiah, tetapi metode ilmiah lebih diutamakan dalam sistem akademik, karena menuntut untuk berpikir kritis, rasional, dan mengikuti langkah yang jelas. Metode ilmiah punya ciri yang bisa diukur dan bisa dibuktikan, sehingga penelitian yang memakai metode ini dianggap lebih dapat dipercaya.
2. Metode ilmiah adalah suatu cara yang biasa digunakan oleh peneliti untuk menyelesaikan suatu persoalan yang sedang dihadapi sekaligus menguji kebenaran pengetahuan. Metode ini sangat membantu karena selain menyelesaikan persoalan atau memecahkan suatu masalah, tetapi juga membantu peneliti untuk mengembangkan dan menguji kebenaran dari pengetahuan. Metode ilmiah menggunakan pendekatan yang sistematis dalam pelaksanaannya. Kegiatan penelitian ilmiah dapat dimulai dengan bagaimana kita mampu berpikir secara ilmiah, yang tentunya berbeda dengan cara berpikir sehari-hari karena memiliki sifat khusus seperti sistemik, testability, fleksibilitas, dan kemampuan untuk memprediksi. Penelitian berasal dari bahasa Inggris "Research" yang berarti kembali mencari. Penelitian dapat diartikan sebagai rangkaian kegiatan ilmiah untuk memecahkan suatu masalah.
Dalam memilih masalah untuk penelitian ilmiah, terdapat beberapa pertimbangan penting yang harus diperhatikan yaitu:
1. Workability, adalah masalah diteliti sesuai dengan kemampuan atau keadaan peneliti, baik dari pengetahuan, finansial, maupun waktu.
2. Critical mass, yaitu apakah masalahnya harus diteliti dan hasilnya seperti apa.
3. Interest, yaitu apakah masalah tersebut menarik bagi peneliti atau sesuai dengan bidang peneliti.
4. Theoretical value, yaitu apakah hasil penelitian dapat memberikan manfaat bagi ilmu pengetahuan.
5. Practical value, yaitu apakah hasil penelitian dapat memperbaiki praktik pendidikan yang tengah berlangsung.
Jenis-jenis penelitian
1. Berdasarkan tujuan, penelitian dapat dibedakan menjadi penelitian dasar dan penelitian terapan.
a. Penelitian dasar bertujuan untuk mengembangkan pengujian teori dan membuktikan hipotesis dan konsep yang secara abstrak untuk diuji. Penelitian ini dapat dikelompokkan dalam dua jenis yaitu penelitian deduktif dan penelitian induktif.
b. Penelitian terapan adalah penelitian untuk memecahkan masalah yang terjadi di masyarakat, yang meliputi riset evaluasi, penelitian pengembangan, dan penelitian tindakan.
2. Berdasarkan sifatnya, metode penelitian dikategorikan menjadi beberapa jenis yaitu
1. seperti studi kasus yang merupakan studi menyeluruh, intensif dan mikroskopis dari kasus tertentu
2. studi sejarah yang mengamati, memahami, menginterpretasi dan menjelaskan hal-hal di masa lalu
3. penelitian eksperimental yang dilakukan untuk mengetahui hubungan sebab akibat
4. studi kelayakan yang dirancang untuk menganalisis kegiatan yang akan dilakukan,
5. studi banding yang berusaha mencari solusi atas sebuah masalah dengan hubungan sebab akibat antara faktor tertentu.
Langkah-langkah dalam melakukan penelitian
a. Penelitian kuantitatif
1. Menentukan dan merumuskan masalah
2. Menyusun kerangka berpikir
3. Merumuskan hipotesis
4. Menguji hipotesis secara empiris
5. Menganalisis dan membahas hasil
6. Menarik kesimpulan
Penelitian Kualitatif
1. Masalah bersifat fleksibel (bisa berubah sesuai data lapangan)
2. Kajian pustaka
3. Menegaskan tujuan penelitian
4. Mengumpulkan data berupa teks, wawancara, observasi
5. Memilih sampel secara purposive
6. Observasi langsung
7. Analisis data secara induktif
Manfaat penelitian
Manfaat penelitian dapat bersifat teoritis dan praktis.
1. Manfaat teoritis adalah fungsi penelitian pengembangan ilmiah yang didasarkan pada tujuan verifikatif, yaitu untuk menguji teori-teori yang ada, apakah penelitian yang akan dilakukan memperkuat atau justru meruntuhkan teori yang sudah ada.
2. Manfaat praktis adalah dampak langsung dari hasil penelitian yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk memecahkan berbagai jenis rumusan masalah praktis atau dapat dikatakan sebagai bagian dari manfaat penelitian dari rumusan yang dilaksanakan.
Nama : Aulya Syifa Zulkarnaen
NPM : 2313031009
Konsep Peneltian Ilmiah
Dalam BAB ini menjelaskan bahwa penelitian ilmiah lebih unggul dibandingkan non-ilmiah karena dapat diukur, empiris dan diandalkan untuk memecahkan masalah secara objektif bukan berdasarkan subjektivitas. Penelitian ilmiah itu proses sistematis untuk memecahkan masalah melalui observasi fenomena, perumusan masalah, penyusunan hipotesis, pengumpulan data, uji hipotesis, dan penarikan kesimpulan yangberawal dari rasa ingin tahu manusia untuk memahami suatu fenomena.
Pertimbangan dalam Memilih masalah untuk Penelitian
- Workability (Sesuai dengan kemampuan peneliti berupa finansialnya, pengetahuannya serta waktu)
- Critical mass (Seberapa besar urgensi atau manfaatnya)
- Interest (Menarik dan sesuai bagi peneliti)
- Theoreticcal Value (Menambah ilmu baru)
- Practical Value (seberapa jauh dalam membantu praktek di lapangan)
Metode Penelitian Ilmiah
Terdapat dua jenis utama yakni, Penelitian Dasar (Basic) dan Penelitian Terapan (Applied). Penelitian Dasar : Untuk mengembangkan dan mengevaluasi konsep teori. Penelitian Terapan : Untuk memberikan solusi dari permasalahannya.
- Berdasarkan tujuan meliputi metode eksplorasi, deskriptif, dan verifikatif.
- Berdasarkan sifat meiputi metode studi kasus, studi sejarah, penelitian eksperimental (sebab-akibat), studi kelayakan dan studi banding.
Langkah Prosedur Penelitian
1. Kuantitatif (linier, deduktif): Identifikasi/rumusin masalah, susun
kerangka pikir teori, hipotesis, uji empiris menggunakan statistik, bahas,
kesimpulan.
2. Kualitatif (non-linier, induktif): Mulai identifikasi masalah fleksibel,
tinjau pustaka, tujuan ambil makna, mengumpulkan data (teks/gambar), observasi,
sampel purposive, wawancara, analisis tanpa validitas-reliabilitas kaku.
Manfaat Penelitian
Manfaat teoritis dalam penelitian berfungsi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dengan menguji, memperkuat, atau meruntuhkan teori yang sudah ada, sehingga menjadi dasar untuk penelitian dan pengembangan teori selanjutnya. Sementara manfaat praktis adalah dampak langsung yang dapat digunakan masyarakat untuk memecahkan masalah nyata di lapangan, seperti penerapan hasil penelitian untuk memperbaiki proses pembelajaran atau kebijakan.
NPM: 2313031006
Konsep Penelitian Ilmiah
Penelitian ilmiah didefinisikan sebagai penyelidikan yang sistematis, terkontrol, empiris, dan kritis untuk menemukan jawaban atas masalah melalui metode ilmiah. Penelitian ilmiah lahir dari rasa ingin tahu yang mendalam, bertujuan memecahkan masalah dan menghasilkan pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan. Peneliti perlu berpikir ilmiah (sistematis, dapat diuji, fleksibel, mampu memprediksi) sehingga masalah dalam kehidupan nyata dapat diselesaikan secara logis dan objektif, bukan hanya berdasarkan perasaan.
Pertimbangan memilih masalah penelitian
Beberapa pertimbangan pokok:
- Workability: sesuai kemampuan peneliti (ilmu, dana, waktu, kondisi lapangan).
- Critical mass: masalah cukup penting/urgens untuk diteliti dan hasilnya jelas bermanfaat.
- Interest: menarik dan sesuai bidang keilmuan peneliti.
- Theoretical value: berpotensi memberi kontribusi pada pengembangan teori/ilmu.
- Practical value: hasilnya bermanfaat untuk memperbaiki praktik (misalnya praktik pendidikan).
Metode dan jenis penelitian ilmiah
1. Berdasarkan sifat dasar:
- Penelitian dasar (basic research): menguji atau mengembangkan teori dan konsep secara abstrak, bisa deduktif (menguji teori) atau induktif (mengembangkan teori dari fakta).
- Penelitian terapan (applied research): memecahkan masalah nyata di masyarakat, misalnya riset evaluasi program, penelitian pengembangan (R&D), dan penelitian tindakan.
2. Berdasarkan tujuan:
- Metode eksploratif: menemukan hal-hal atau gejala yang belum jelas.
- Metode deskriptif: menggambarkan keadaan/karakteristik suatu fenomena secara sistematis.
- Metode verifikatif: menguji hipotesis yang dirumuskan dari teori.
3. Berdasarkan sifat penelitian:
- Studi kasus: kajian mendalam terhadap satu kasus/objek tertentu.
- Studi sejarah: mengkaji peristiwa masa lalu untuk memahami dan memprediksi peristiwa sekarang/masa depan.
- Penelitian eksperimental: menguji hubungan sebab-akibat.
- Studi kelayakan (feasibility study): menilai kelayakan teknis/ekonomis suatu rencana.
- Studi banding/komparatif: membandingkan fenomena untuk mencari hubungan atau perbedaan penting.
Langkah dan prosedur penelitian
Untuk penelitian kuantitatif:
- Mengidentifikasi, memilih, dan merumuskan masalah (dari observasi, bacaan, diskusi, pengalaman).
- Menyusun kerangka pemikiran (berdasarkan teori dan hasil penelitian terdahulu).
- Merumuskan hipotesis (dugaan sementara yang dapat diuji).
- Mengumpulkan data, menguji hipotesis secara empiris dengan statistik, membahas hasil, dan menarik kesimpulan.
Untuk penelitian kualitatif:
- Identifikasi masalah yang bersifat fleksibel dan berkembang.
- Tinjauan pustaka untuk memahami gagasan dan temuan terdahulu.
- Merumuskan tujuan (menggali makna, bukan menguji hubungan sebab-akibat).
- Pengumpulan data (teks, gambar, artefak), observasi, pemilihan sampel secara purposive, wawancara, dan analisis data secara induktif.
Manfaat penelitian
Manfaat penelitian dibagi menjadi dua:
- Manfaat teoritis: memperkuat, memodifikasi, atau meruntuhkan teori yang ada, sehingga memperkaya khazanah keilmuan.
- Manfaat praktis: memberikan solusi atau rekomendasi yang dapat langsung dimanfaatkan untuk memecahkan masalah nyata, misalnya dalam praktik pendidikan.
NPM: 2313031003
A. Penelitian Ilmiah
Penelitian ilmiah merupakan serangkaian kegiatan sistematis dan terkontrol untuk memecahkan masalah tertentu dengan menggunakan metode ilmiah. Penelitian ilmiah menuntut pola pikir yang berbeda dari pemikiran sehari-hari, karena harus dilakukan secara sistemik, dapat diuji (testable), fleksibel, dan mampu menghasilkan prediksi. Penelitian lahir dari rasa ingin tahu manusia terhadap fenomena yang terjadi di sekitarnya.
Secara etimologis, research berarti pencarian kembali atau penelusuran mendalam. Penelitian bertujuan memberikan penjelasan, jawaban, atau solusi terhadap masalah yang dihadapi. Penelitian ilmiah melibatkan kegiatan observasi, perumusan masalah, pengembangan hipotesis, pengumpulan data, pengujian hipotesis, dan penarikan kesimpulan. Peneliti juga harus mempertimbangkan beberapa aspek dalam memilih masalah penelitian, yaitu:
1. Workability – kesesuaian masalah dengan kemampuan peneliti (pengetahuan, waktu, biaya).
2. Critical Mass – urgensi masalah dan manfaat dari hasil penelitian.
3. Interest – minat peneliti terhadap masalah yang diteliti.
4. Theoretical Value – sejauh mana penelitian dapat memperkaya teori atau konsep.
5. Practical Value – apakah hasil penelitian memberikan manfaat praktis di lapangan.
B. Metode Penelitian Ilmiah
Metode penelitian ilmiah adalah langkah-langkah logis dan sistematis yang digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Metode ini dipilih sesuai tujuan dan sifat masalah yang diteliti.
Jenis utama metode penelitian ilmiah:
1. Penelitian Dasar (Basic Research)
Bertujuan mengembangkan atau menguji teori. Bisa bersifat:
* Deduktif: menguji teori pada situasi tertentu.
* Induktif: menghasilkan konsep atau teori dari fakta.
2. Penelitian Terapan (Applied Research)
Difokuskan pada pemecahan masalah praktis, termasuk:
* Penelitian evaluatif.
* Research and development (R&D).
* Penelitian tindakan (action research).
Metode yang dipilih harus dapat menjawab pertanyaan penelitian secara tepat, relevan, dan logis.
C. Metode Penelitian Berdasarkan Tujuan
Berdasarkan tujuan penelitian, metode dibedakan menjadi:
1. Eksploratif
Digunakan untuk menemukan fenomena baru atau masalah yang belum banyak diteliti.
2. Deskriptif
Bertujuan menggambarkan kondisi, gejala, atau fenomena secara faktual.
3. Verifikatif
Bertujuan menguji kebenaran hipotesis melalui analisis data empiris.
D. Metode Penelitian Berdasarkan Sifat
Berdasarkan sifat atau karakteristik penelitian:
1. Studi Kasus
Kajian mendalam terhadap satu kasus tertentu.
2. Studi Sejarah
Mengkaji peristiwa masa lalu untuk memahami kondisi sekarang atau memprediksi masa depan.
3. Penelitian Eksperimental
Menguji hubungan sebab akibat melalui perlakuan tertentu.
4. Studi Kelayakan
Menilai apakah suatu program atau kegiatan layak dilakukan.
5. Studi Banding (Komparatif)
Membandingkan dua fenomena, kelompok, atau variabel.
E. Langkah-Langkah atau Prosedur Penelitian
Langkah penelitian dibedakan menjadi langkah penelitian kuantitatif dan kualitatif.
1. Penelitian Kuantitatif
Berurutan dan sifatnya linier:
1. Identifikasi dan perumusan masalah
Peneliti menemukan masalah signifikan, membatasi ruang lingkup, lalu merumuskan masalah secara jelas.
2. Menyusun kerangka berpikir
Berdasarkan teori dan penemuan terdahulu.
3. Merumuskan hipotesis
Dugaan sementara yang harus diuji kebenarannya.
4. Pengumpulan data
Menggunakan instrumen yang valid dan reliabel.
5. Pengujian hipotesis secara empiris
Menggunakan statistik deskriptif dan inferensial.
6. Pembahasan dan interpretasi hasil
Menilai apakah temuan mendukung atau menolak hipotesis.
7. Penarikan kesimpulan
Merangkum hasil penelitian secara singkat dan jelas.
2. Penelitian Kualitatif
Bersifat non-linier, fleksinel, dan berkembang selama proses:
1. Identifikasi masalah yang bersifat tentatif.
2. Tinjauan pustaka untuk memahami konteks.
3. Menentukan tujuan penelitian.
4. Pengumpulan data melalui teks, gambar, artefak.
5. Observasi langsung di lapangan.
6. Penentuan sampel secara purposive.
7. Wawancara untuk pendalaman data.
8. Analisis data yang bersifat induktif.
F. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian berkaitan dengan kontribusi setelah tujuan penelitian tercapai, terdiri dari:
1. Manfaat Teoritis
Menambah wawasan ilmiah, menguji teori yang sudah ada, atau menghasilkan teori baru.
2. Manfaat Praktis
Memberikan solusi langsung untuk masalah nyata, berguna bagi:
* guru, siswa, lembaga,
* pembuat kebijakan,
* peneliti lanjutan.
Manfaat penelitian harus objektif dan disusun berdasarkan hasil penelitian, bukan opini pribadi peneliti.
NPM : 2313031007
RESUME BAB 1 Konsep Penelitian Ilmiah
Bab ini menjelaskan konsep dasar penelitian ilmiah sebagai proses sistematis untuk memecahkan masalah melalui metode ilmiah yang terukur dan dapat diuji. Penelitian ilmiah dibedakan dari metode non-ilmiah karena menuntut pemikiran logis, kritis, objektif, dan berbasis bukti.
Peneliti perlu memilih masalah secara tepat dengan mempertimbangkan workability, urgensi, minat, nilai teoretis, dan nilai praktis. Bab ini juga menguraikan jenis-jenis metode penelitian ilmiah seperti survei, deskriptif, evaluatif, kualitatif, eksperimen, dan studi kasus.
Berdasarkan tujuan, penelitian dapat bersifat eksploratif, deskriptif, atau verifikatif, sedangkan berdasarkan sifatnya dapat berupa studi kasus, studi sejarah, eksperimen, studi kelayakan, dan studi komparatif.
Bab ini kemudian memaparkan langkah-langkah penelitian kuantitatif (identifikasi masalah, kerangka pikir, hipotesis, pengumpulan data, pengujian, kesimpulan) dan langkah penelitian kualitatif (identifikasi masalah fleksibel, tinjauan pustaka, pengumpulan data melalui observasi/wawancara, analisis induktif).
Di akhir bab, dijelaskan manfaat penelitian—baik teoritis maupun praktis—yang memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan serta pemecahan masalah di masyarakat
NPM 2213031090
Penelitian ilmiah adalah kegiatan sistematis yang bertujuan memperoleh jawaban terhadap suatu masalah berdasarkan fakta dan data yang dapat diuji. Proses ini menuntut sikap rasional, kritis, dan analitis, serta berawal dari rasa ingin tahu untuk menemukan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi perkembangan ilmu dan kehidupan manusia.
Pemilihan masalah penelitian perlu mempertimbangkan beberapa aspek: kemampuan peneliti (workability), urgensi masalah (critical mass), minat pribadi (interest), serta nilai teoritis dan praktis dari penelitian tersebut.
Metode penelitian ilmiah dibedakan menjadi:
• Penelitian dasar (basic research): bertujuan mengembangkan teori.
• Penelitian terapan (applied research): bertujuan memecahkan masalah nyata.
Berdasarkan tujuan, penelitian dapat bersifat eksploratif, deskriptif, atau verifikatif, sedangkan berdasarkan sifatnya bisa berupa studi kasus, eksperimen, historis, atau komparatif.
Langkah-langkah penelitian kuantitatif meliputi:
1. Identifikasi masalah
2. Perumusan hipotesis
3. Pengumpulan dan analisis data
4. Pengujian hipotesis
5. Pembahasan dan kesimpulan.
Penelitian kualitatif lebih fleksibel, menekankan pada makna melalui observasi, wawancara, dan analisis induktif terhadap fenomena.
Manfaat penelitian terdiri atas:
• Manfaat teoritis: memperkaya ilmu pengetahuan atau menguji teori.
• Manfaat praktis: memecahkan masalah dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
Secara keseluruhan, penelitian ilmiah merupakan proses terstruktur untuk menemukan kebenaran dan solusi terhadap permasalahan, dengan hasil yang berguna bagi pengembangan teori dan praktik kehidupan.