ACTIVITY: RESUME

ACTIVITY: RESUME

Number of replies: 28

Silakan diresume  Bab 3 dari  buku Metodologi Penelitian Pendidikan Berbasis Kasus yang SUDAH TERSEDIA DI PERTEMUAN 1 di atas. 

In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Annisa Luthfiyyah -
Nama : Annisa Luthfiyyah
NPM : 2313031010

Resume Bab 3 membahas tentang kerangka teoritis, kerangka pikir, dan hipotesis yang menjadi dasar penting dalam penelitian.

Kerangka teoritis adalah dasar pemikiran yang digunakan peneliti untuk memahami dan menjelaskan masalah penelitian. Di dalamnya terdapat konsep, yaitu gambaran umum tentang suatu hal, dan proposisi, yaitu hubungan antara konsep-konsep tersebut. Teori berfungsi untuk memperjelas ruang lingkup penelitian, membantu peneliti membuat hipotesis dan alat penelitian, serta menjadi pedoman dalam membahas hasil penelitian. Dalam penelitian kuantitatif, teori digunakan untuk memperkuat alat dan hasil penelitian, sedangkan dalam penelitian kualitatif teori berfungsi untuk menggali dan menafsirkan data agar ditemukan makna yang lebih mendalam.

Kerangka pikir merupakan alur pemikiran logis yang menggambarkan hubungan antar variabel dalam penelitian. Kerangka pikir membantu peneliti memahami arah penelitian dan menjadi dasar untuk merumuskan hipotesis. Penyusunan kerangka pikir dilakukan dengan menentukan dasar teori yang relevan, menjelaskan hubungan antar variabel secara logis, serta menyusunnya dalam bentuk model atau bagan agar mudah dipahami. Dengan adanya kerangka pikir, peneliti dapat melihat keterkaitan antara teori dengan masalah yang diteliti secara lebih terstruktur.

Hipotesis adalah dugaan sementara terhadap suatu masalah yang masih perlu dibuktikan kebenarannya melalui penelitian. Istilah hipotesis berasal dari bahasa Yunani “hupo” yang berarti sementara dan “thesis” yang berarti pernyataan. Hipotesis biasanya digunakan dalam penelitian kuantitatif untuk diuji dengan data. Ada tiga jenis hubungan dalam hipotesis, yaitu asimetris (satu variabel memengaruhi variabel lain), simetris (dua variabel saling berhubungan tanpa sebab-akibat), dan timbal balik atau reciprocal (hubungan dua arah antara variabel). Hipotesis berfungsi sebagai pedoman penelitian, pembatas ruang lingkup, serta alat untuk menguji teori dan menarik kesimpulan.

Ketiga unsur tersebut saling berkaitan. Kerangka teoritis menjadi landasan dalam menyusun kerangka pikir, dan dari kerangka pikir inilah muncul hipotesis yang akan diuji kebenarannya. Dengan kata lain, teori digunakan untuk menyusun kerangka berpikir yang logis, lalu dari sana dirumuskan hipotesis yang bisa dibuktikan melalui penelitian. Hubungan ini menggambarkan alur penelitian yang runtut: teori melahirkan kerangka pikir, kerangka pikir menghasilkan hipotesis, dan hipotesis diuji dengan data untuk memperoleh kesimpulan yang dapat memperkuat teori.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Desmala Az-Zahra -
Nama : Desmala Az Zahra
NPM : 2313031002

Kerangka Teoritis
Kerangka teoritis adalah konsep abstrak dan rangka acuan yang digunakan untuk memperjelas, memperdalam, dan membatasi ruang lingkup variabel penelitian. Teori yang digunakan berperan sebagai landasan, menjelaskan fenomena yang diamati, dan menghubungkan konsep serta proposisi yang saling terkait secara logis. Fungsi kerangka teori, khususnya dalam penelitian kuantitatif, adalah:​
- Menjelaskan persoalan yang akan diteliti.​
- Menyusun hipotesis dan instrumen penelitian.​
- Membantu dalam menganalisis data serta memberikan rekomendasi solusi setelah penelitian selesai.​

Kerangka Pikir
Kerangka pikir adalah sintesis yang merepresentasikan keterkaitan antar variabel yang diteliti serta menjadi dasar dalam merumuskan hipotesis penelitian. Kerangka pikir dibangun berdasarkan pertanyaan penelitian, teori-teori yang relevan, dan hasil penelitian terdahulu. Beberapa fungsi utamanya adalah:​
- Menyusun alur pemecahan masalah secara logis dan sistematis.​
- Menunjukkan bagaimana peneliti ingin memecahkan masalah berdasarkan teori-teori dan pengalaman empiris yang ada.​
- Mengarahkan pada model penelitian yang digunakan dan penentuan indikator instrumen.​

Hipotesis
Hipotesis merupakan dugaan sementara atas masalah penelitian yang harus diuji kebenarannya melalui penelitian. Hipotesis biasanya digunakan dalam penelitian kuantitatif dan berfungsi untuk:
- Menjadi tonggak dalam teori yang diangkat pada penelitian.​
- Membatasi bagian yang akan diteliti.​
- Menyediakan fakta-fakta awal yang akan diuji secara empiris.​
- Membantu dalam merancang uji penelitian dan dalam menarik kesimpulan akhir.​

Terdapat tiga jenis hubungan dalam penyusunan hipotesis:
1. Asimetris (satu variabel mempengaruhi variabel lain, tetapi tidak sebaliknya).​
2. Simetris (dua variabel berhubungan tanpa pengaruh sebab-akibat).​
3 Reciprocal (saling mempengaruhi dari kedua variabel).​

Hubungan Kerangka Teoritis, Kerangka Pikir, dan Hipotesis
Hipotesis selalu diturunkan dari kerangka teori dan kerangka pikir yang telah dirancang sebelumnya. Pernyataan hubungan antar variabel dalam hipotesis adalah dugaan yang merujuk pada teori dan literatur yang digunakan dalam kerangka teoritis. Dalam penelitian kuantitatif, peneliti menguji teori melalui hipotesis yang diukur secara empiris. Ketepatan hipotesis sangat tergantung pada kekuatan teori yang digunakan sebagai dasar, sehingga teori dan hipotesis harus saling melengkapi agar penelitian berjalan efektif.​

Jadi, Kerangka teoritis memperjelas ruang lingkup dan variabel, Kerangka pikir memberikan arahan metodologis dalam menyelesaikan masalah penelitian, Hipotesis berfungsi sebagai dugaan awal yang diuji, didasarkan pada teori dan kerangka pikir.​ Ada hubungan erat dan saling menunjang antara kerangka teori, kerangka pikir, dan hipotesis, baik dalam menentukan variabel maupun dalam pemilihan metode analisis dan pemecahan masalah penelitian
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Sela Ayu Irawati -
Nama:Sela Ayu Irawati
Npm:2313031015

Bab ini membahas kerangka teoritis, kerangka pikir, dan hipotesis
Kerangka Teoritis
Kerangka teoritis merupakan landasan ilmiah yang digunakan peneliti untuk menjelaskan dan memahami fenomena yang diteliti. Dalam penelitian, teori berfungsi sebagai acuan untuk menjelaskan hubungan antarvariabel serta membantu peneliti dalam merumuskan hipotesis. Teori juga menjadi pedoman dalam penyusunan instrumen dan interpretasi hasil penelitian.
Kerangka teoritis disusun dengan menelaah teori-teori, konsep, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan masalah penelitian. Dari teori tersebut, peneliti kemudian melakukan proses operasionalisasi teori, yaitu mengubah konsep yang bersifat abstrak menjadi indikator yang dapat diamati dan diukur secara empiris. Dengan demikian, teori dapat diterapkan langsung dalam penelitian.

Kerangka Pikir
Kerangka pikir adalah alur logis yang menggambarkan hubungan antarvariabel berdasarkan teori yang telah dipilih. Ia berfungsi untuk menunjukkan arah berpikir peneliti dalam menjawab rumusan masalah. Kerangka pikir sering disajikan dalam bentuk bagan atau skema agar mudah dipahami.
Fungsi utama kerangka pikir ialah menjelaskan bagaimana teori dihubungkan dengan masalah yang diteliti dan bagaimana peneliti mengasumsikan hubungan sebab-akibat antarvariabel. Kerangka pikir juga menjadi jembatan antara teori dan hipotesis.

Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya masih perlu dibuktikan melalui pengumpulan dan analisis data. Hipotesis bersifat tentatif, artinya belum tentu benar sebelum diuji secara empiris. Dalam penelitian kuantitatif, hipotesis menjadi elemen penting yang akan diuji menggunakan data statistik.

Terdapat beberapa jenis hubungan antarvariabel yang dapat dijadikan dasar penyusunan hipotesis, yaitu:
1.Hubungan asimetris – satu variabel mempengaruhi variabel lain.
2.Hubungan simetris – dua variabel berhubungan tetapi tidak saling memengaruhi.
3.Hubungan resiprokal (timbal balik) – kedua variabel saling memengaruhi satu sama lain.

Hipotesis berfungsi sebagai pedoman penelitian, membatasi ruang lingkup kajian, membantu pengumpulan data yang relevan, serta memudahkan peneliti menarik kesimpulan.

Hubungan Antara Kerangka Teoritis, Kerangka Pikir, dan Hipotesis
Ketiga komponen ini membentuk satu kesatuan yang utuh. Kerangka teoritis menyediakan dasar teori, kerangka pikir menjelaskan logika hubungan antarvariabel, dan hipotesis merupakan rumusan sementara yang diambil dari hubungan tersebut. Tanpa kerangka teori yang kuat, hipotesis akan sulit dirumuskan dengan benar. Oleh karena itu, teori yang digunakan harus jelas, relevan, dan dapat diuji kebenarannya.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by IRFAN A SUKI -
In reply to IRFAN A SUKI

Re: ACTIVITY: RESUME

by Saqila Rahma Andini -
Nama : Saqila Rahma Andini
NPM ; 2313031020

membahas kerangka teoritis, kerangka pikir, dan hipotesis
- Kerangka Teoritis merupakan fondasi konseptual utama dari sebuah penelitian, yang berfungsi untuk menempatkan studi yang dilakukan di dalam konteks ilmiah yang lebih luas. Komponen ini membahas dan menguraikan secara mendalam teori-teori utama, konsep-konsep kunci, prinsip, dan proposisi dari literatur yang sudah ada dan diakui dalam bidang ilmu terkait, yang kemudian akan digunakan sebagai dasar untuk menganalisis dan menginterpretasikan data. Tujuannya adalah memberikan landasan logis dan ilmiah yang kuat agar penelitian memiliki arah yang jelas, menghindari pengulangan yang tidak perlu, serta memberikan definisi operasional yang akurat bagi setiap variabel yang akan diteliti.
- Berbeda dengan kerangka teoritis yang bersifat makro dan literatur-sentris, Kerangka Pikir (atau Kerangka Konseptual) adalah representasi yang lebih spesifik dan sering kali visual mengenai bagaimana peneliti memandang hubungan antarvariabel yang ada dalam penelitiannya. Kerangka ini merupakan sintesis logis yang diturunkan dari tinjauan teori yang telah dipaparkan, yang menjelaskan secara skematis atau naratif urutan hubungan sebab-akibat (atau hubungan asosiatif lainnya) yang diasumsikan antara variabel independen (X) dan variabel dependen (Y). Penyajiannya sering berupa diagram atau bagan alir yang berfungsi sebagai peta jalan
- Hipotesis Penelitian adalah dugaan sementara atau jawaban tentatif yang dirumuskan secara logis berdasarkan kerangka teoritis dan kerangka pikir yang telah dibangun, dan perlu diuji kebenarannya melalui pembuktian empiris menggunakan data. Hipotesis secara eksplisit hanya diperlukan dalam jenis penelitian kuantitatif yang bertujuan menguji hubungan atau pengaruh antarvariabel. Secara statistik, hipotesis umumnya terdiri dari Hipotesis Nol (H), yang menyatakan ketiadaan hubungan atau pengaruh, dan Hipotesis Alternatif (H atau H) , yang menyatakan adanya hubungan atau pengaruh yang diasumsikan oleh peneliti.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Khoirun Nisa -
Nama : Khoirun Nisa
Npm : 2313031005

Bab 3 Kajian Teori, Kerangka Berpikir, dan Hipotesis Penelitian
Pada bab 3 ini menjelaskan bahwa setiap penelitian ilmiah harus memiliki landasan teori dan logika berpikir yang jelas agar hasil penelitian memiliki dasar yang kuat. Oleh karena itu, peneliti wajib menyusun tiga komponen penting, yaitu kajian teori, kerangka berpikir, dan hipotesis penelitian. Ketiganya saling berkaitan dan membentuk dasar konseptual dalam pelaksanaan penelitian.
1. Kajian Teori
Kajian teori merupakan uraian yang sistematis mengenai konsep, prinsip, teori, dan hasil penelitian terdahulu yang berhubungan dengan topik yang sedang diteliti. Kajian teori bertujuan untuk membangun kerangka konseptual yang menjelaskan hubungan antarvariabel, serta memperkuat dasar ilmiah penelitian.
Kajian teori berfungsi untuk:
1. Memberikan landasan konseptual agar penelitian memiliki dasar ilmiah yang kuat.
2. Menjelaskan variabel dan konsep penelitian serta hubungan di antaranya.
3. Menunjukkan relevansi penelitian dengan penelitian terdahulu, apakah memperkuat, memperluas, atau menolak temuan sebelumnya.
4. Menghindari pengulangan penelitian, karena peneliti mengetahui batasan penelitian yang sudah dilakukan orang lain.
5. Mendukung penyusunan hipotesis dan kerangka berpikir secara logis.
Langkah-langkah menyusun kajian teori:
• Menentukan variabel penelitian, baik variabel bebas, terikat, maupun variabel moderator/intervening.
• Menelusuri sumber-sumber teori seperti buku ilmiah, jurnal penelitian, disertasi, laporan penelitian, dan sumber daring akademik yang relevan.
• Menganalisis isi teori secara kritis, bukan hanya menyalin, melainkan menyusun keterkaitan teori satu dengan lainnya.
• Membuat sintesis teori, yaitu merangkum inti teori dan menjelaskan bagaimana teori-teori tersebut mendukung penelitian yang dilakukan.
Dalam penyajiannya, kajian teori dapat dikelompokkan berdasarkan variabel penelitian. Setiap variabel dijelaskan secara mendalam, mulai dari definisi konseptual, definisi operasional, hingga indikator yang akan diukur. Dengan demikian, pembaca dapat memahami bagaimana peneliti memaknai variabel yang digunakan.

2. Kerangka Berpikir
Kerangka berpikir adalah alur logis yang menjelaskan hubungan antarvariabel penelitian berdasarkan teori yang telah dikaji. Kerangka berpikir menggambarkan logika peneliti dalam menjawab pertanyaan penelitian dengan menghubungkan teori, konsep, dan hasil penelitian terdahulu. Kerangka berpikir berperan sebagai jembatan antara teori dan data empiris. Artinya, peneliti berangkat dari teori yang telah ada, kemudian menyusun alur berpikir yang rasional untuk menjelaskan mengapa suatu variabel dapat memengaruhi variabel lainnya.
Langkah-langkah penyusunan kerangka berpikir:
1. Menentukan variabel-variabel utama dari penelitian (variabel bebas, terikat, dan antara).
2. Menjelaskan keterkaitan antarvariabel berdasarkan teori dan hasil penelitian terdahulu.
3. Menyusun alur berpikir secara logis dan sistematis, dari teori menuju hipotesis atau dugaan sementara.
4. Menuliskan uraian naratif yang mudah dipahami dan, jika perlu, dilengkapi diagram atau bagan hubungan antarvariabel untuk memperjelas logika penelitian.
Kerangka berpikir yang baik memiliki ciri-ciri:
• Disusun berdasarkan teori yang kuat dan relevan.
• Menunjukkan arah hubungan antarvariabel (sebab-akibat atau korelasi).
• Sistematis, konsisten, dan logis.
• Mengarah langsung pada perumusan hipotesis penelitian.
Dengan kerangka berpikir, peneliti menunjukkan bahwa penelitian yang dilakukan bukan sekadar mengumpulkan data, tetapi berlandaskan pemikiran ilmiah yang dapat diuji dan dipertanggungjawabkan.

3. Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan dugaan sementara atau jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, yang kebenarannya masih harus diuji secara empiris melalui pengumpulan dan analisis data. Hipotesis hanya diperlukan pada penelitian kuantitatif, karena bersifat menguji teori. Dalam penelitian kualitatif, peneliti biasanya tidak merumuskan hipotesis, tetapi menemukan pola dan teori dari data di lapangan (induktif).
Fungsi Hipotesis:
1. Memberikan arah bagi pengumpulan dan analisis data.
2. Menjelaskan hubungan yang diharapkan antarvariabel.
3. Menjadi dasar dalam penentuan metode penelitian dan instrumen pengukuran.
4. Mengarahkan peneliti dalam menarik kesimpulan berdasarkan bukti empiris.
Ciri-ciri Hipotesis yang Baik:
• Berdasarkan teori yang kuat dan kajian pustaka yang relevan.
• Dapat diuji melalui data empiris.
• Dirumuskan secara jelas, logis, dan operasional.
• Sesuai dengan variabel dan rumusan masalah penelitian.
Jenis-jenis Hipotesis:
1. Hipotesis Deskriptif, digunakan untuk memperkirakan nilai suatu variabel tanpa membandingkan atau menghubungkan dengan variabel lain.
2. Hipotesis Komparatif, digunakan untuk membandingkan dua atau lebih kelompok atau kondisi.
3. Hipotesis Asosiatif, digunakan untuk menguji hubungan antarvariabel. Hubungan ini dapat bersifat:
o Simetris, dua variabel muncul bersama tanpa hubungan sebab-akibat.
o Kausal, satu variabel memengaruhi variabel lainnya (sebab-akibat).
o Resiprokal, hubungan timbal balik antarvariabel.
Bentuk Hipotesis dalam Penelitian Kuantitatif:
• Hipotesis nol (H₀): menyatakan tidak ada hubungan atau perbedaan antarvariabel.
• Hipotesis alternatif (H₁): menyatakan ada hubungan atau perbedaan antarvariabel.
Hipotesis harus diuji menggunakan metode statistik yang sesuai, seperti uji korelasi, uji t, uji regresi, atau analisis varians (ANOVA), tergantung jenis dan tujuan penelitian. Hasil pengujian hipotesis akan menentukan apakah teori yang digunakan diterima, diperkuat, atau ditolak.
Hubungan antara Kajian Teori, Kerangka Berpikir, dan Hipotesis
Ketiga komponen ini membentuk rangkaian logis dan sistematis dalam penelitian ilmiah, khususnya penelitian kuantitatif:
1. Kajian teori menjadi landasan ilmiah yang menjelaskan konsep dan variabel yang diteliti.
2. Kerangka berpikir menunjukkan logika hubungan antarvariabel berdasarkan teori tersebut.
3. Hipotesis menjadi dugaan sementara yang muncul dari kerangka berpikir dan akan diuji secara empiris.
Dalam penelitian kualitatif, hubungan ini sedikit berbeda karena peneliti tidak menetapkan hipotesis di awal, tetapi membangun teori melalui proses analisis data di lapangan.
Bab ini menegaskan bahwa keberhasilan penelitian sangat ditentukan oleh kekuatan landasan teoretisnya. Kajian teori memberikan dasar konseptual, kerangka berpikir menjelaskan logika hubungan antarvariabel, dan hipotesis menjadi dugaan yang harus diuji secara ilmiah.
Ketiganya harus disusun secara logis, sistematis, relevan, dan berbasis teori, agar penelitian memiliki arah yang jelas, dapat diuji kebenarannya, serta memberikan kontribusi ilmiah terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik pendidikan.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Diah Arum Sari Nawang Ulan -
Nama : Diah Arum Sari Nawang Ulan
NPM : 2313031021

Bab 3 - Jenis dan Pendekatan dalam Penelitian Pendidikan

Bab ini menjelaskan berbagai jenis penelitian pendidikan serta pendekatan yang digunakan untuk memecahkan permasalahan di bidang pendidikan. Penulis membedakan jenis penelitian menjadi dua kelompok besar, yaitu penelitian dasar (fundamental research) dan penelitian terapan (applied research). Penelitian dasar bertujuan mengembangkan teori atau konsep baru, sedangkan penelitian terapan berorientasi pada penyelesaian masalah praktis di dunia pendidikan.

Selain itu, dijelaskan pula tiga pendekatan utama dalam penelitian pendidikan, yaitu pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan kombinasi (mixed methods). Pendekatan kuantitatif menggunakan data numerik untuk menguji hipotesis, sementara pendekatan kualitatif berfokus pada pemahaman mendalam terhadap fenomena sosial. Pendekatan kombinasi menggabungkan keduanya untuk mendapatkan hasil yang lebih komprehensif.

Penulis menyoroti bahwa dalam konteks penelitian berbasis kasus, pendekatan kualitatif lebih dominan karena menekankan analisis mendalam terhadap satu atau beberapa kasus pendidikan dengan mempertimbangkan konteks sosial dan lingkungan. Dengan demikian, peneliti dapat memperoleh pemahaman yang utuh, relevan, dan aplikatif terhadap realitas pendidikan yang diteliti.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Rieke Nindita Sari - -
Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019

Kerangka Teoritis
Kerangka teoritis merupakan suatu konsep yang abstrak dan merupakan hasil dari pemikiran serta kerangka acuan yang mempunyai tujuan untuk menghasilkan tujuan terhadap suatu dimensi. Teori merupakan seperangkat variabel, definisi, dan juga proporsi dimana dimana saling berhubungan dengan yang lain dalam menyajikan sebuah pandangan yang sistematis mengenai fenomena ataupun keadaan yang menentukan hubungan antara variabel dan tujuan dengan menjelaskan suatu keadaan atau fenomena yang terjadi dalam penelitian (Marliyah, 2021). Maka dari itu kerangka teoritis mempunyai fungsi yaitu sebagai berikut:
1. Memperjelas serta mempertajam ruang lingkup pada variabel penelitian.
2. Memprediksi guna untuk menemukan fakta setelah itu digunakan untuk merumuskan hipotesis yang ada dan untuk menyusun instrumen dalam penelitian.
3. Untuk mengontrol serta membahas hasil dari penelitian kemudian digunakan untuk memberikan saran.
Fungsi Kerangka Pikir
Menurut Sugiyono (2013) kerangka berpikir adalah sintesa yang mencerminkan keterkaitan antar variabel yang diteliti serta merupakan tuntutan guna memecahkan masalah penelitian dan merumuskan hipotesis penelitian yang berupa bagan alur yang dilengkapi penjelasan kualitatif.
Fungsi Hipotesis
Hipotesis dilakukan untuk menyatakan sebuah masalah yang akan diuji biasanya hipotesis digunakan pada metode penelitian kuantitatif (Anshori, 2019). Untuk dapat memecahkan sebuah masalah melalui penelitian setidaknya dibutuhkan tiga hubungan untuk menentukan.
1. Hubungan yang bersifat asimetris
2. Hubungan yang bersifat simetris
3. Hubungan yang bersifat reciprocal
Adapun penentuan hipotesis adalah sebagai berikut :
1. Penentuan Masalah
2. Hipotesis pendahuluan atau hipotesis preliminer (preliminary hypothesis).
3. Pengumpulan Data
4. Formulasi Hipotesis
5. Pengujian Hipotesis
6. Penerapan/ Aplikasi.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Muhammad rizqi Alfiah -
Nama:Muhammad Rizqi Alfiah
Npm:2313031008

Bab 3 menjelaskan bahwa penelitian selalu berangkat dari masalah, sehingga peneliti membutuhkan kerangka teoritis, kerangka pikir, dan hipotesis sebagai landasan berpikir yang terstruktur.

Kerangka teoritis adalah landasan teori yang berisi konsep-konsep dan proposisi yang menjelaskan hubungan antarvariabel. Kerangka teoritis berfungsi untuk memperjelas ruang lingkup penelitian, memprediksi fakta, menjadi dasar penyusunan hipotesis, dan membantu perumusan instrumen serta analisis data. Dalam penelitian kuantitatif, teori dipakai untuk memperjelas masalah dan menyusun hipotesis; sedangkan dalam penelitian kualitatif teori menjadi pembanding terhadap temuan lapangan.
Dari kerangka teoritis kemudian disusun kerangka pikir, yaitu alur logis yang menggambarkan bagaimana variabel saling berhubungan berdasarkan teori dan penelitian terdahulu. Kerangka pikir pada dasarnya adalah sintesis hubungan antarvariabel yang ditampilkan secara deduktif, sering dalam bentuk bagan alur yang menjelaskan arah penelitian. Kerangka pikir digunakan untuk menunjukkan proses penalaran peneliti dalam memecahkan masalah dan menjadi dasar langsung bagi penyusunan hipotesis.
Selanjutnya, hipotesis adalah dugaan sementara mengenai hubungan antarvariabel yang harus diuji kebenarannya secara empiris. Hipotesis muncul dari teori dan kerangka pikir. Hubungan antarvariabel dalam hipotesis dapat berbentuk: asimetris (X memengaruhi Y), simetris (dua variabel muncul bersamaan tanpa sebab-akibat), atau reciprocal (saling memengaruhi).
Fungsi hipotesis meliputi memberikan arah penelitian, membatasi fokus penelitian, membantu pengumpulan data, menyediakan dasar pembuktian empiris, serta menjadi pedoman dalam penarikan kesimpulan. Penyusunan hipotesis dilakukan melalui tahapan menetapkan masalah, membuat hipotesis pendahuluan, mengumpulkan data, merumuskan hipotesis final, menguji, dan menerapkannya.
Secara keseluruhan, kerangka teoritis → kerangka pikir → hipotesis merupakan satu rangkaian yang saling terhubung. Teori memberikan landasan konsep, kerangka pikir menguraikan alur hubungan antarvariabel secara logis, dan hipotesis menjadi pernyataan dugaan yang dapat diuji secara empiris dalam penelitian. Struktur ini membuat penelitian memiliki arah yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Catur Febriyan -
Nama : Catur Febriyan
NPM : 2313031018

1. Kerangka Teoritis
Kerangka teoritis adalah dasar konsep yang digunakan peneliti untuk memahami fenomena yang diteliti. Di dalamnya terdapat konsep dan proposisi yang menjelaskan hubungan antarkonsep. Fungsi utamanya yaitu memperjelas ruang lingkup variabel, memprediksi temuan penelitian, dan menjadi landasan penyusunan hipotesis. Pada penelitian kuantitatif, teori berperan untuk merumuskan hipotesis dan instrumen penelitian, sedangkan pada penelitian kualitatif teori digunakan sebagai pembanding saat menganalisis data.

2. Kerangka Pikir
Kerangka pikir adalah alur logis yang menggambarkan hubungan antarkonsep dalam penelitian. Bagian ini disusun berdasarkan teori dan temuan terdahulu untuk menunjukkan bagaimana variabel saling terkait. Kerangka pikir memandu peneliti dalam memilih metode, menyusun argumentasi teoritis, dan membentuk model penelitian. Di dalamnya terdapat penjelasan deduktif dari teori menuju masalah, disertai bagan untuk memperjelas alur hubungan variabel.

3. Hipotesis
Hipotesis merupakan dugaan sementara mengenai hubungan antarvariabel yang perlu diuji secara empiris. Hipotesis dapat berbentuk hubungan asimetris (pengaruh satu variabel pada variabel lain), simetris (hubungan tanpa sebab-akibat), atau reciprocal (saling mempengaruhi). Fungsinya yaitu memberi arah penelitian, menentukan batasan variabel, menyediakan dasar analisis, dan membantu pembentukan kesimpulan. Penyusunan hipotesis umumnya melalui tahapan: merumuskan masalah, membuat dugaan awal, mengumpulkan data, memformulasikan hipotesis, lalu menguji dan menerapkan hasilnya.

4. Hubungan Ketiganya
Kerangka teoritis memberikan landasan konsep, kerangka pikir menyusun alurnya, dan hipotesis menjadi dugaan yang dapat diuji. Ketiganya saling terhubung dan menjadi struktur utama dalam penelitian kuantitatif.

Kesimpulan Bab 3 bahwa penelitian yang baik harus memiliki dasar berpikir yang terstruktur melalui tiga komponen utama yautu kerangka teoritis, kerangka pikir, dan hipotesis. Kerangka teoritis menyediakan landasan konsep untuk memahami fenomena, kerangka pikir menghubungkan teori dengan masalah penelitian melalui alur logis, sedangkan hipotesis menjadi dugaan sementara yang dapat diuji secara empiris. Ketiga unsur ini saling berhubungan dan membentuk fondasi penelitian yang sistematis, sehingga peneliti dapat menentukan variabel, metode, serta arah analisis secara jelas dan terukur.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Nida Yasmin -
Nama : Nida Yasmin Sofiyah
NPM: 2313031026

1. Kerangka Teoritis
- Kerangka teoritis adalah uraian sistematis mengenai teori, konsep, dan hubungan antar-variabel yang digunakan sebagai dasar penelitian.
- Penyusunannya dilakukan setelah peneliti memahami seluruh variabel, membaca literatur, dan menganalisis teori yang relevan.
- Fungsinya antara lain:
1. Menjelaskan konsep atau variabel yang digunakan dalam penelitian.
2. Menunjukkan hubungan antarkonsep secara logis dan ilmiah.
3. Menjadi pedoman dalam penyusunan hipotesis.
4. Membantu peneliti memahami arah analisis yang akan dilakukan.
- Dalam kerangka teoritis, peneliti harus menyajikan pendapat ahli, temuan sebelumnya, serta konsep-konsep ilmiah yang mendukung fokus penelitian.
- Pada bagian akhir, peneliti dapat menyajikan model konseptual untuk memperjelas hubungan antar-variabel yang diteliti.

2. Kerangka pikir
- kerangka pikir merupakan alur logis yang menggambarkan hubungan antara variabel penelitian berdasarkan teori yang sudah dibahas sebelumnya.
- Penyusunan kerangka pikir dilakukan dengan mensintesiskan teori menjadi sebuah alur penjelasan yang runtut dan mudah dipahami.
- Kerangka pikir biasanya menggambarkan:
1. Variabel yang diteliti
2. Hubungan atau pengaruh antar-variabel
3. Alur pemikiran dari awal hingga munculnya hipotesis
- Kerangka pikir dapat disajikan dalam bentuk uraian maupun diagram/bagan.
- Fungsi utama kerangka pikir adalah menjembatani teori dengan hipotesis, sehingga menjadi dasar logis dalam pembentukan jawaban sementara penelitian.

3. Hipotesis
- Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian yang kebenarannya harus diuji melalui pengumpulan dan analisis data.
- Hipotesis hanya digunakan dalam penelitian kuantitatif, sementara penelitian kualitatif tidak memerlukannya.
- Penyusunan hipotesis harus berdasarkan teori, kerangka pikir, dan hasil kajian literatur yang relevan.
- Fungsi hipotesis antara lain:
1. Menjadi pedoman dalam pengumpulan data.
2. Mengarahkan teknik analisis yang akan digunakan.
3. Memberi batasan serta fokus pada penelitian.
- Bentuk hipotesis dalam penelitian dapat berupa:
1. Hipotesis deskriptif
2. Hipotesis komparatif
3. Hipotesis asosiatif (hubungan)
- Hipotesis harus disusun dalam bentuk pernyataan yang jelas, dapat diuji, dan sesuai dengan variabel penelitian.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Najwa Ayudia Aura Rachim -
Nama: Najwa Ayudia Aura Rachim
NPM: 2313031027
Kelas: A

Bab 3 membahas tiga komponen penting dalam penelitian kuantitatif, yaitu kerangka teoritis, kerangka pikir, dan hipotesis, serta hubungan logis di antara ketiganya. Ketiga elemen ini menjadi dasar ilmiah yang mengarahkan alur penelitian, mulai dari pemahaman teori hingga perumusan dugaan yang akan diuji.

1. Kerangka Teoritis
Kerangka teoritis merupakan dasar pemikiran yang bersumber dari teori-teori relevan yang menjelaskan fenomena atau variabel penelitian. Kerangka ini berisi konsep-konsep abstrak serta proposisi yang menggambarkan hubungan antar variabel berdasarkan temuan atau kajian ilmiah sebelumnya.
Fungsi utama kerangka teoritis antara lain:
• Memperjelas ruang lingkup variabel penelitian, sehingga peneliti memahami batasan kajian.
• Menjadi dasar dalam merumuskan hipotesis, serta membantu menentukan instrumen penelitian.
• Mengarahkan proses analisis data serta menjadi dasar dalam memberikan saran penelitian.
Dalam penelitian kuantitatif, teori digunakan untuk memperjelas masalah, menyusun hipotesis, dan menentukan instrumen penelitian. Dalam penelitian kualitatif, teori digunakan sebagai pembanding terhadap temuan lapangan.

2. Kerangka Pikir
Kerangka pikir adalah alur logis yang menggambarkan hubungan antar variabel berdasarkan teori yang telah dikaji. Kerangka ini dibuat sebagai sintesis dari teori-teori yang menunjukkan bagaimana peneliti memahami permasalahan serta bagaimana variabel-variabel tersebut saling berhubungan.
Ciri utama kerangka pikir:
• Bersumber dari teori dan penelitian terdahulu.
• Berbentuk uraian logis yang menggambarkan hubungan variabel secara deduktif.
• Sering dilengkapi bagan atau diagram agar memudahkan visualisasi alur penelitian.
Langkah penyusunan kerangka pikir:
1. Menentukan paradigma atau teori dasar.
2. Menjelaskan hubungan antar variabel secara deduktif.
3. Memberikan argumen teoritis yang relevan.
4. Merumuskan model penelitian dalam bentuk diagram atau bagan.
Kerangka pikir berfungsi untuk memandu peneliti dalam merumuskan hipotesis yang tepat.

3. Hipotesis
Hipotesis adalah dugaan sementara yang kebenarannya harus dibuktikan melalui penelitian. Hipotesis umumnya digunakan dalam penelitian kuantitatif dan berisi pernyataan mengenai hubungan antar variabel yang dapat diuji secara empiris.
Bentuk hubungan dalam hipotesis:
• Asimetris: variabel X memengaruhi Y.
• Simetris: variabel X dan Y muncul bersama tanpa hubungan sebab-akibat.
• Reciprocal: X memengaruhi Y, dan Y memengaruhi X.
Fungsi hipotesis:
• Menjadi pedoman pengumpulan data.
• Menentukan fakta apa yang perlu dicari.
• Menjadi dasar dalam menarik kesimpulan.
• Membatasi ruang lingkup penelitian.
Tahapan penentuan hipotesis meliputi:
1. Menentukan masalah penelitian.
2. Menyusun hipotesis awal (preliminary).
3. Mengumpulkan data.
4. Merumuskan hipotesis final.
5. Menguji hipotesis.
6. Mengaplikasikan hasilnya.

4. Hubungan Kerangka Teoritis, Kerangka Pikir, dan Hipotesis
Bab ini menegaskan bahwa ketiga komponen ini saling berkaitan secara logis:
• Kerangka teoritis → menyediakan teori dasar.
• Kerangka pikir → merangkai teori menjadi alur hubungan antar variabel.
• Hipotesis → dirumuskan dari kerangka pikir sebagai dugaan yang dapat diuji.
Dengan demikian, hipotesis merupakan turunan dari teori dan kerangka pikir. Tanpa kerangka teoritis yang kuat, hipotesis sulit dirumuskan secara tepat. Operasionalisasi teori menjadi variabel yang dapat diukur menjadikan hipotesis dapat diuji secara empiris.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Intan Ruliana -
Nama: Intan Ruliana
NPM: 2313031016

A. Kerangka Teoritis

Kerangka teoritis adalah landasan konsep yang dibangun dari teori-teori relevan yang mendukung penelitian. Dalam penyusunannya, peneliti mengumpulkan berbagai teori, konsep, temuan penelitian terdahulu, serta pandangan para ahli yang terkait langsung dengan variabel penelitian. Kerangka teoritis berfungsi sebagai fondasi untuk menjelaskan fenomena yang diteliti, mempertegas posisi penelitian, dan menunjukkan hubungan antarteori yang digunakan.

Kerangka ini juga menunjukkan gap penelitian, yaitu bagian mana dari teori yang belum dijawab atau masih kontroversial sehingga penelitian perlu dilakukan. Dengan kerangka teoritis yang kuat, penelitian menjadi jelas arah dan batasannya, serta memperkuat argumentasi ilmiah.


B. Kerangka Pikir

Kerangka pikir adalah alur logis yang menjelaskan bagaimana teori dan konsep yang dikumpulkan dalam kerangka teoritis dihubungkan secara operasional menuju penyusunan hipotesis. Kerangka pikir menggambarkan pola hubungan antarkonsep secara runtut, mulai dari variabel bebas, variabel terikat, faktor yang memengaruhi, sampai kemungkinan hasil.

Theoretical framework memberi dasar teori, sedangkan kerangka pikir memberi alur penalaran penelitian. Kerangka pikir harus logis, sistematis, dan mampu menunjukkan mengapa suatu hubungan antarvariabel layak diuji. Biasanya kerangka pikir juga divisualisasikan dalam bentuk bagan atau diagram.


C. Fungsi Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian yang kebenarannya masih harus diuji. Hipotesis disusun berdasarkan teori dalam kerangka teoritis dan alur penalaran dalam kerangka pikir.

Fungsi hipotesis meliputi:
• memberi arah pada penelitian,
• memfokuskan jenis data yang perlu dikumpulkan,
• menjadi dasar pemilihan metode analisis,
• membantu peneliti mengambil kesimpulan.

Dalam penelitian kuantitatif, hipotesis bersifat jelas, terukur, dan dapat diuji secara statistik. Dalam penelitian kualitatif, hipotesis formal sering tidak digunakan karena peneliti justru menemukan pola selama proses pengumpulan data.


D. Hubungan Kerangka Teoritis, Kerangka Pikir, dan Hipotesis

Ketiga komponen ini saling berkaitan dan membentuk struktur penelitian.
• Kerangka teoritis menyediakan dasar teorinya.
• Kerangka pikir menyusun alur hubungan teori menjadi pola logis.
• Hipotesis muncul dari kerangka pikir sebagai prediksi yang dapat diuji.

Dengan kata lain, kerangka teoritis → kerangka pikir → hipotesis adalah rangkaian yang memastikan penelitian memiliki landasan ilmiah, alur pikir yang jelas, serta tujuan yang bisa diuji melalui metode penelitian.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Mar'atus Shalihah Mar'atus Shalihah -
Nama : Mar'atus Shalihah
NPM : 2313031025

BAB 3
Kerangka Teoritis, Kerangka Pikir, dan Hipotesis

1. Kerangka Teoritis
Kerangka teoritis merupakan landasan ilmiah yang berisi teori, konsep, dan hasil penelitian yang relevan dengan topik penelitian. Teori berfungsi memperjelas serta mempertajam ruang lingkup pada variabel penelitian, memprediksi guna menemukan fakta setelah itu digunakan untuk merumuskan hipotesis yang ada dan untuk
menyusun instrumen dalam penelitian, dan untuk mengontrol serta membahas hasil dari penelitian kemudian digunakan untuk memberikan saran. Tanpa kerangka teori yang kuat, penelitian sulit dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Berdasarkan proses dalam penelitian kuantitatif, teori mempunyai fungsi yaitu untuk memperjelas suatu persoalan, menyusun suatu hipotesis, menyusun suatu instrumen serta untuk membahas analisis data. Sedangkan fungsi teori dalam penelitian kuantitatif yaitu untuk dapat memperkuat penelitian sebagai human instrument, dimana para peneliti mempunyai suatu skill untuk dapat menggali data penelitian secara lengkap, dan mampu mengkonstruksi temuannya tersebut ke dalam tema dan hipotesis penelitian.


2. Kerangka Pikir
Kerangka Pikir (Kerangka Berpikir) adalah alur logis yang menggambarkan keterkaitan antarvariabel berdasarkan landasan teori yang sudah dibahas. Kerangka pikir berfungsi sebagai sintesa dan panduan yang memetakan bagaimana suatu fenomena dijelaskan, dan bagaimana hubungan sebab-akibat atau korelasi antarvariabel dihipotesiskan. Kerangka pikir dapat disajikan dalam bentuk narasi maupun bagan (flowchart). Proses penyusunannya mencakup:
• Menentukan paradigma teoritis
• Menyusun hubungan antarvariabel
• Menyajikan argumen teoretis
• Membentuk model penelitian
Kerangka pikir memandu peneliti dari teori menuju pengujian empiris.

3. Hipotesis dan Fungsinya
Hipotesis adalah jawaban sementara yang merupakan dugaan atau prediksi tentang hubungan antarvariabel, yang kebenarannya harus diuji secara empiris melalui penelitian. Hipotesis digunakan dalam penelitian kuantitatif untuk memprediksi hubungan atau pengaruh antarvariabel. Fungsi utamanya adalah memberi arah yang jelas bagi penelitian, memandu pemilihan variabel, dan menjadi penentu utama dalam penarikan kesimpulan.
Untuk dapat memecahkan sebuah masalah melalui penelitian setidaknya dibutuhkan tiga hubungan untuk menentukan.
a. Hubungan yang bersifat asimetri
b. Hubungan yang bersifat simetris
c. Hubungan yang bersifat reciprocal

4. Hubungan Teori, Kerangka Pikir, dan Hipotesis
Teori, kerangka pikir, dan hipotesis memiliki hubungan hierarkis dalam penelitian. Teori menjadi dasar ilmiah yang menyediakan konsep dan proposisi untuk memahami fenomena. Berdasarkan teori tersebut, peneliti menyusun kerangka pikir sebagai alur logis yang menggambarkan hubungan antarvariabel dan menjelaskan masalah penelitian. Dari kerangka pikir inilah hipotesis dirumuskan sebagai dugaan sementara yang akan diuji melalui data empiris. Dengan demikian, teori memberi landasan konsep, kerangka pikir menghubungkan konsep secara logis, dan hipotesis menguji kebenaran hubungan tersebut.
Ketiganya memiliki hubungan berurutan: Teori → Kerangka Pikir → Hipotesis.
Teori menyediakan konsep, kerangka pikir menyusun hubungan antarvariabel, dan hipotesis menguji dugaan berdasarkan teori.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Tria Meilisma -
Nama: Tria Meilisma
NPM: 2313031029

KERANGKA TEORITIS, PIKIRAN DAN HIPOTESIS

A.Kerangka Teoritis

Kerangka teoritis merupakan suatu konsep yang abstrak dan merupakan hasil dari pemikiran serta kerangka acuan yang mempunyai tujuan untuk menghasilkan tujuan terhadap suatu dimensi.tujuan untuk menghasilkan tujuan terhadap suatu dimensi. Pemikiran teoritis selalu melekat pada seorang peneliti yang akan menulis suatu penelitian yang berguna untuk pengumpulan, pengolahan, analisis dan konstruksi dalam suatu penelitian. Fungsi teoritis yaitu sebagai tempat untuk menjelaskan fenomena atau keadaan yang akan diamati dalam penelitian.

B.Fungsi Kerangka Pikir

Menurut Sugiyono (2013) kerangka berpikir adalah sintesa yang mencerminkan keterkaitan antar variabel yang diteliti serta merupakan tuntutan guna memecahkan masalah penelitian dan merumuskan hipotesis penelitian yang berupa bagan alur yang dilengkapi penjelasan kualitatif. Secara umum kerangka pemikiran adalah suatu pembahasan yang dibuat berdasarkan pertanyaan peneliti yang akan dijadikan sebagai penelitian.

C.Fungsi Hipotesis

Hipotesis adalah sebuah dugaan sementara yang harus dicari kebenarannya. Hipotesis berasal dari bahasa Yunani adalah hupo (sementara) serta thesis, yang berarti pernyataan/dugaan. Hipotesis dilakukan untuk menyatakan sebuah masalah yang akan diuji biasanya hipotesis digunakan pada metode penelitian kuantitatif (Anshori, 2019).

D.Hubungan Antara Kerangka Teoritis, Kerangka Pikir, dan Hipotesis

Hipotesis menghubungkan dengan teori dengan realitas yang ada sehingga dalam penelitian dapat membantu pelaksanaan pengumpulan data yang diperlukan yang digunakan untuk menjawab permasalahan penelitian. Oleh karena teori berhubungan dengan hipotesis, untuk merumuskan hipotesis lebih akan sulit jika tidak memiliki kerangka teori yang menjelaskan fenomena yang diteliti, tidak mengembangkanproposisi yang tegas tentang masalah penelitian, atau tidak memiliki kemampuan untuk menggunakan teori yang ada.


In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Ni Wayan Vara Wulandari -
Nama: Ni Wayan Vara Wulandari
NPM: 2313031017

Bab 3: KERANGKA TEORITIS, PIKIRAN DAN HIPOTESIS
Bab ini membahas pentingnya kerangka teoritis sebagai dasar konseptual dalam penelitian ilmiah. Kerangka teoritis berfungsi untuk menjelaskan dan menuntun arah berpikir peneliti terhadap masalah yang dikaji. Melalui teori, peneliti dapat memahami hubungan antarvariabel, menjelaskan fenomena yang terjadi, serta menyusun dasar argumentasi ilmiah yang logis. Teori yang digunakan harus relevan dengan masalah penelitian dan bersumber dari literatur yang dapat dipertanggungjawabkan, seperti buku ilmiah, jurnal, atau hasil penelitian sebelumnya.
Penyusunan kerangka pikir merupakan tahap lanjutan dari landasan teori. Kerangka pikir menggambarkan alur logika berpikir peneliti dari dasar teori menuju kepada pemecahan masalah. Dalam kerangka pikir, hubungan antarvariabel dijelaskan secara sistematis dan dapat divisualisasikan melalui bagan alur (diagram). Dengan demikian, kerangka pikir membantu pembaca memahami bagaimana teori dan konsep digunakan untuk menjawab rumusan masalah penelitian.
Selanjutnya, bab ini juga menjelaskan tentang hipotesis penelitian, yaitu dugaan sementara atau jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang masih perlu diuji kebenarannya secara empiris. Hipotesis biasanya dirumuskan dalam penelitian kuantitatif dan harus dapat diuji melalui data. Berdasarkan sifatnya, hipotesis dapat berupa hipotesis deskriptif, komparatif, maupun asosiatif. Dalam merumuskan hipotesis, peneliti harus berpijak pada teori yang kuat dan logika yang rasional agar hasil penelitian memiliki validitas ilmiah. Dengan demikian, hubungan antara kerangka teoritis, kerangka pikir, dan hipotesis bersifat saling melengkapi. Kerangka teoritis menjadi dasar berpikir ilmiah, kerangka pikir menjadi arah penelitian yang logis, dan hipotesis menjadi panduan pengujian empiris untuk membuktikan kebenaran ilmiah suatu teori.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Selvidar Armalia -
Nama : Selvidar Armalia
NPM : 2313031014

BAB 3 : KERANGKA TEORITIS, PIKIRAN DAN HIPOTESIS
A. Kerangka Teoritis
Kerangka teoritis merupakan suatu konsep yang abstrak dan merupakan hasil dari pemikiran serta kerangka acuan yang mempunyai tujuan untuk menghasilkan tujuan terhadap suatu dimensi. Pemikiran teoritis selalu melekat pada seorang peneliti yang akan menulis suatu penelitian yang berguna untuk pengumpulan, pengolahan, analisis dan konstruksi dalam suatu penelitian.
Terdapat 2 istilah dalam kerangka teoritis:
1. Konsep menggambarkan secara abstrak untuk suatu kejadian, keadaan, kelompok atau individu yang akan menjadi pusat perhatian pada ilmu sosial.
2. Proporsi: adanya hubungan yang logis antar dua konsep (Indrawan, 2014).
#Fungsi Teoritis: sebagai tempat untuk menjelaskan fenomena atau keadaan yang akan diamati dalam penelitian.
Maka dari itu kerangka teoritis mempunyai fungsi yaitu sebagai berikut:
1. Memperjelas serta mempertajam ruang lingkup pada variabel penelitian.
2. Memprediksi guna untuk menemukan fakta setelah itu digunakan untuk merumuskan hipotesis yang ada dan untuk menyusun instrumen dalam penelitian.
3. Untuk mengontrol serta membahas hasil dari penelitian kemudian digunakan untuk memberikan saran.

B. Fungsi Kerangka Pikir
Menurut Sugiyono (2013) kerangka berpikir adalah sintesa yang mencerminkan keterkaitan antar variabel yang diteliti serta merupakan tuntutan guna memecahkan masalah penelitian dan merumuskan hipotesis penelitian yang berupa bagan alur yang dilengkapi penjelasan kualitatif. Adapun penyusunan kerangka berpikir dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1. Menentukan paradigma kerangka teoritis yang digunakan dalam penelitian.
2. Memberikan penjelasan secara deduktif mengenai hubungan antar variabel penelitian. Tahapan berpikir deduktif meliputi tiga hal yaitu: (a) Tahap penelaahan konsep (conceptioning), (b) Tahapan pertimbangan atau keputusan, (c) Tahapan penyimpulan.
3. Memberikan argumen yang teoritis antar variabel yang diteliti.
4. Merumuskan model penelitian yang akan dilakukan.

C. Fungsi Hipotesis
Hipotesis adalah sebuah dugaan sementara yang harus dicari kebenarannya. Hipotesis berasal dari bahasa Yunani adalah hupo (sementara) serta thesis, yang berarti pernyataan/dugaan. Hipotesis dilakukan untuk menyatakan sebuah masalah yang akan diuji biasanya hipotesis digunakan pada metode penelitian kuantitatif (Anshori, 2019). Dalam pemecahan kebenaran biasanya seorang peneliti mencari sebuah masalah sehingga dilakukannya penelitian. Sebagai contoh “Pengaruh kinerja dosen terhadap keberhasilan peserta didik dalam memahami tugas” dari sebuah masalah inilah dicari tau kebenarannya dan ada dugaan sementara yang bernama hipotesis.

D. Hubungan Antara Kerangka Teoritis, Kerangka Pikir, dan Hipotesis
Hipotesis diturunkan, atau biasanya bersumber dari teori dan tinjauan literatur yang berhubungan dengan sebuah masalah yang akan diteliti. Pernyataan hubungan antara variabel, sebagaimana dirumuskan dalam hipotesis, merupakan dugaan sementara atas suatu masalah yang didasarkan pada hubungan yang telah dijelaskan dalam kerangka teori yang digunakan untuk menjelaskan sebuah masalah penelitian. Oleh sebab itu, teori yang tepat akan pula menghasilkan sebuah hipotesis yang tepat untuk digunakan sebagai jawaban atau dugaan sementara atas masalah yang sedang diteliti atau dipelajari dalam penelitian. Dalam penelitian kuantitatif peneliti menguji suatu teori. Untuk menguji teori tersebut, peneliti menguji hipotesis yang diturunkan dari teori.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Suci Tri Wahyuni 2313031012 -
Nama: Suci Tri Wahyuni
Npm: 2313031012
Kelas: A

BAB 3 — Kerangka Teoritis, Kerangka Pikir, dan Hipotesis

Bab 3 menjelaskan tiga komponen konseptual penting dalam penelitian: kerangka teoritis (teori), kerangka pikir, dan hipotesis, serta hubungan di antara ketiganya.

1. Kerangka Teoritis
Kerangka teoritis adalah konsep atau landasan teori yang digunakan untuk menjelaskan masalah penelitian. Konseptual ini berasal dari teori, konsep, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan untuk membangun dasar penelitian.

Isi kerangka teoritis:
• Konsep dan definisi teori
• Hubungan antar konsep (proporsi)
• Penjelasan sebab-akibat dari fenomena yang diteliti

Fungsi kerangka teoritis:
1. Memperjelas ruang lingkup variabel penelitian
2. Memprediksi fakta sehingga membantu merumuskan hipotesis dan menyusun instrumen penelitian
3. Mengontrol dan membahas hasil penelitian untuk menarik saran

2. Kerangka Pikir
Kerangka pikir adalah alur logis hubungan antar variabel dalam bentuk sintesis yang menggambarkan bagaimana teori digunakan untuk menjelaskan fokus penelitian.

Biasanya dituangkan dalam:
• Penjelasan naratif
• Diagram alur / bagan hubungan antar variabel

Kerangka pikir menggambarkan aliran berpikir peneliti dari teori → masalah → variabel → kemungkinan jawaban atau dugaan penelitian.

3. Hipotesis
Hipotesis adalah dugaan sementara yang dirumuskan berdasarkan kerangka teoritis dan kerangka pikir, dan akan dibuktikan melalui penelitian.

Hipotesis memuat:
• Hubungan antar variabel
• Prediksi arah hubungan (positif / negatif / tidak berpengaruh)
• Diuji menggunakan data penelitian

Hipotesis hanya ada dalam penelitian kuantitatif, sedangkan dalam penelitian kualitatif tidak ada hipotesis tetap dan kesimpulan berkembang selama penelitian.

Hubungan antara Kerangka Teori – Kerangka Pikir – Hipotesis

• Kerangka Teoritis berfungsi Memberi landasan teori. Hubungannya Teori → digunakan untuk membangun kerangka pikir
• Kerangka Pikir berfungsi Alur logis antar variabel. Hubungannya Kerangka pikir → menghasilkan dugaan sementara
Hipotesis berfungsi Dugaan hubungan antar variabel. Hubungannya Hipotesis → diuji melalui penelitian.

Dengan kata lain:
Teori → Kerangka Pikir → Hipotesis

Ketiganya adalah pondasi ilmiah untuk penelitian yang sistematis.

Kesimpulan Bab 3

Bab ini menegaskan bahwa:
• Kerangka teoritis memberikan landasan konseptual
• Kerangka pikir memberikan alur logis penelitian
• Hipotesis memberikan dugaan yang perlu diuji

Tanpa Bab 3 yang kuat, penelitian akan lemah secara ilmiah karena tidak memiliki dasar teori, arah berpikir, dan fokus pengujian yang jelas.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Dela Novita -
Nama ; Dela Novita
Npm : 2313031023

Kerangka Teori, Kerangka Berpikir, dan Hipotesis
1. Kerangka Teori
Kerangka teori adalah kumpulan konsep, definisi, dan teori yang relevan dengan variabel penelitian. Bagian ini berfungsi sebagai landasan untuk menjelaskan fenomena serta menghubungkan variabel yang diteliti.
Isi pentingnya:
Menjelaskan teori-teori yang mendukung penelitian.
Menyusun teori secara sistematis dari konsep yang umum ke khusus.
Menunjukkan mengapa variabel tersebut layak diteliti.
Kerangka teori harus bersumber dari literatur ilmiah seperti buku, jurnal, dan penelitian sebelumnya.
Kerangka teori memperkuat posisi penelitian agar tidak berdiri sendiri tanpa dasar ilmiah.

2. Kerangka Berpikir
Kerangka berpikir adalah alur penalaran yang logis, menggambarkan bagaimana variabel-variabel dalam penelitian saling berhubungan.
Poin penting:
Disusun berdasarkan teori yang telah dipaparkan pada kerangka teori.
Menunjukkan urutan logis dari latar belakang → teori → hubungan antar variabel.
Berisi alur pikir yang mengarah pada rumusan hipotesis.
Biasanya dapat divisualisasikan dalam bentuk bagan atau diagram hubungan antar variabel.
Kerangka berpikir menjadi jembatan antara teori dan hipotesis.

3. Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang kebenarannya masih perlu diuji melalui penelitian.
Ciri-ciri hipotesis yang baik:
Dirumuskan secara jelas dan operasional.
Dapat diuji secara empiris.

Berdasarkan teori yang kuat (bukan asumsi pribadi).
Jenis hipotesis menurut bab ini:
Hipotesis Deskriptif – memprediksi keadaan suatu variabel.
Hipotesis Komparatif – membandingkan dua kelompok atau lebih.
Hipotesis Asosiatif – menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih.
Hipotesis hanya digunakan pada penelitian kuantitatif, sedangkan penelitian kualitatif tidak memerlukan hipotesis formal.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Dwi Apriyana -
Nama: Dwi Apriyana
Npm: 2313031022

Bab 3 Kerangka Teoritis, Kerangka Pikir, dan Hipotesis
1. Kerangka teoritis berisi teori-teori yang berhubungan dengan topik penelitian. Teori membantu peneliti memahami fenomena, membatasi variabel yang diteliti, serta menjelaskan hubungan antar konsep. Teori berfungsi memperjelas masalah, memprediksi hubungan antar variabel, serta menjadi pedoman dalam menyusun instrumen penelitian, terutama dalam penelitian kuantitatif.
2. Kerangka pikir merupakan alur logis yang menjelaskan hubungan antar variabel berdasarkan teori yang sudah dipilih. Kerangka pikir menggambarkan bagaimana peneliti melihat masalah dan bagaimana teori digunakan untuk menjawabnya. Kerangka disusun dari teori dan penelitian terdahulu, lalu dijelaskan secara runtut sehingga pembaca mengerti arah penelitian.
3. Hipotesis adalah dugaan sementara yang disusun berdasarkan kerangka pikir. Hipotesis digunakan dalam penelitian kuantitatif untuk memprediksi hubungan antar variabel, misalnya hubungan sebab-akibat atau hubungan timbal balik. Hipotesis berfungsi membatasi ruang lingkup penelitian, mengarahkan pengumpulan data, dan membantu peneliti mencapai kesimpulan. Agar bisa diuji, variabel dalam hipotesis harus dioperasionalkan menjadi indikator yang dapat diukur.
Jenis hubungan dalam hipotesis:
Asimetris: X memengaruhi Y, tetapi Y tidak memengaruhi X.
Simetris: ada hubungan, tapi bukan sebab-akibat.
Reciprocal: kedua variabel saling memengaruhi.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Yesi Novia Pitriani -
Nama: Yesi Novia Pitriani
NPM: 2313031006

Kerangka teoritis
Kerangka teoritis adalah susunan konsep dan proposisi yang abstrak yang menjelaskan hubungan logis antar variabel dan fenomena yang diteliti. Fungsinya untuk memperjelas dan mempersempit ruang lingkup variabel, memprediksi fakta sehingga dapat dirumuskan hipotesis dan instrumen, serta menjadi dasar membahas hasil penelitian dan menyusun saran. Teori dalam penelitian kuantitatif digunakan untuk: menjelaskan masalah, merumuskan hipotesis, menyusun instrumen, dan menjadi acuan analisis data; sedangkan dalam penelitian kualitatif lebih berfungsi sebagai pembanding dengan temuan lapangan dan penguat posisi peneliti sebagai “human instrument”.

Kerangka pikir
Kerangka pikir (kerangka pemikiran) adalah sintesis yang menggambarkan keterkaitan antar variabel yang disusun berdasarkan pertanyaan penelitian, teori, dan hasil penelitian terdahulu, biasanya divisualisasikan dalam bentuk bagan alur. Kerangka pikir memuat rancangan cara peneliti menjawab masalah melalui dugaan sementara, alur sebab akibat, dan tahapan logis yang akan ditempuh. Fungsinya antara lain: menjelaskan hubungan antar variabel secara deduktif, mendiagnosis masalah, menentukan model penelitian, dan menjadi petunjuk penyusunan indikator, instrumen, serta arah analisis.

Hipotesis dan fungsinya
Hipotesis adalah dugaan sementara tentang hubungan antar variabel yang kebenarannya masih harus diuji secara empiris, terutama digunakan dalam penelitian kuantitatif. Bentuk hubungan dalam hipotesis dapat berupa:
- Asimetris (satu variabel berpengaruh pada yang lain, misalnya intelektual terhadap minat belajar).
- Simetris (dua variabel berhubungan tetapi bukan sebab akibat langsung).
- Resiprokal (saling mempengaruhi, misalnya hasil belajar dan rasa percaya diri).

Hipotesis berfungsi sebagai: turunan teori, pembatas fokus variabel yang diteliti, pengarah pengumpulan fakta, dasar pengujian dengan statistik, dan landasan penarikan kesimpulan. Penyusunannya melalui tahapan penentuan masalah, hipotesis pendahuluan, pengumpulan data awal, formulasi hipotesis final, pengujian, dan penerapan.

Hubungan kerangka teoritis, kerangka pikir, dan hipotesis
Teori yang dikaji dalam kerangka teoritis menjadi sumber utama lahirnya hipotesis; hipotesis merumuskan secara operasional hubungan antar variabel yang dijelaskan teori. Kerangka pikir menjembatani teori dan hipotesis dengan menurunkan konsep abstrak menjadi alur logis dan skema empiris yang dapat diamati dan diukur.
Karena itu, tanpa kerangka teoritis yang jelas dan kerangka pikir yang tersusun rapi, perumusan hipotesis yang dapat diuji dan reliabel akan sulit dilakukan, dan kualitas analisis maupun kesimpulan penelitian menjadi lemah.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by LIS TIARA PUTRI -
Nama : Lis Tiara Putri
NPM : 221301001

Bab ini menjelaskan bagaimana landasan ilmiah dalam penelitian dibentuk melalui kerangka teori, kerangka berpikir, dan perumusan hipotesis. Ketiganya memiliki peran yang saling berkaitan dalam menjaga penelitian tetap logis, sistematis, serta memiliki arah yang jelas. Secara garis besar, bab ini memandu peneliti untuk mampu mengaitkan teori dengan masalah yang diteliti sehingga menghasilkan dugaan sementara atau hipotesis yang bisa diuji.

1. Kerangka Teoritis

Kerangka teoritis adalah kumpulan teori yang relevan dan digunakan sebagai dasar untuk menjelaskan variabel dalam penelitian. Pada bagian ini peneliti harus:

Mengumpulkan konsep/teori yang mendukung fokus penelitian

Menjelaskan hubungan antar variabel melalui teori yang sudah ada

Menyertakan sumber teori yang kredibel

Kerangka teori berfungsi untuk memperkuat argumentasi penelitian, mencegah terjadinya penelitian tanpa dasar, dan membantu menentukan metode yang tepat.

2. Kerangka Pikir

Kerangka berpikir merupakan hasil olahan peneliti dari teori yang telah dikaji, kemudian dirangkai secara logis hingga membentuk alur pemikiran yang menjelaskan hubungan antar variabel penelitian.

Ciri penting kerangka pikir:

Disusun berdasarkan teori yang sudah ada

Menampilkan hubungan sebab-akibat yang dirumuskan peneliti sendiri

Umumnya divisualisasikan dalam bentuk bagan alur agar lebih mudah dipahami

Kerangka berpikir menjadi jembatan antara teori dan hipotesis.

3. Hipotesis

Hipotesis adalah dugaan sementara mengenai hubungan antar variabel yang akan dibuktikan melalui penelitian. Hipotesis harus:

Disusun berdasarkan kerangka teori dan kerangka pikir

Dapat diuji secara empiris melalui data

Mengarah pada jawaban dari rumusan masalah

Jenis hipotesis yang dijelaskan dalam bab ini:

Hipotesis Deskriptif – hanya menjelaskan keadaan suatu variabel

Hipotesis Komparatif – membandingkan dua atau lebih kelompok/variabel

Hipotesis Asosiatif – menjelaskan hubungan antar variabel, baik searah maupun timbal balik

Hipotesis digunakan pada penelitian kuantitatif, sedangkan penelitian kualitatif sering kali tidak memerlukan hipotesis karena sifatnya eksploratif.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Syifa Hesti Pratiwi -
Nama: Syifa Hesti Pratiwi
NPM: 2313031003

A. Kerangka Teoritis
Kerangka teoritis adalah landasan konsep atau teori yang relevan dengan variabel-variabel yang diteliti. Peneliti harus mengumpulkan teori, hasil penelitian terdahulu, konsep-konsep ilmiah, serta pandangan para ahli yang berkaitan langsung dengan penelitian yang dilakukan.
1. Pengertian Kerangka Teoritis
Kerangka teoritis merupakan uraian sistematis mengenai teori-teori yang mendasari hubungan antarvariabel dalam penelitian. Teori yang dibangun mengarahkan peneliti pada pemahaman mendalam tentang variabel yang diteliti, definisi operasional, serta hubungan antarvariabel.

2. Fungsi Kerangka Teoritis
Kerangka teoritis berfungsi untuk:
* memberikan landasan ilmiah yang kuat,
* memperjelas hubungan antarvariabel,
* mempertegas konsep-konsep yang digunakan,
* menjelaskan keterkaitan antara penelitian dengan kajian sebelumnya,
* mempersempit ruang lingkup penelitian,
* membantu peneliti menghindari kesalahan konsep.
Kerangka teoritis tidak hanya menjelaskan teori yang sudah ada, tetapi juga harus menunjukkan posisi penelitian dalam konteks penelitian-penelitian terdahulu.

3. Sumber Penyusunan Kerangka Teoritis
Beberapa sumber yang digunakan:
* buku-buku ilmiah,
* jurnal penelitian,
* laporan penelitian terdahulu,
* artikel ilmiah dan referensi akademik kredibel,
* teori dan konsep dari para ahli.
Kerangka teoritis harus disusun secara logis, sistematis, dan langsung terkait dengan topik penelitian.

B. Fungsi Kerangka Pikir
Kerangka pikir adalah penjabaran logis dari kerangka teoritis yang menggambarkan alur berpikir peneliti berdasarkan teori-teori yang telah dijadikan landasan. Jika kerangka teoritis berisi teori yang mendasari penelitian, maka kerangka pikir adalah bagaimana teori-teori tersebut mengarahkan alur penelitian.
1. Pengertian Kerangka Pikir
Kerangka pikir menggambarkan hubungan antarvariabel berdasarkan teori yang telah dijelaskan. Ia berfungsi sebagai *alat visual atau naratif* yang menjelaskan bagaimana variabel-variabel saling terkait dan bagaimana peneliti memandang proses penelitian dari awal hingga akhir.
Kerangka pikir sering digambarkan dalam bentuk bagan atau skema agar hubungan antarvariabel terlihat jelas.

2. Fungsi Kerangka Pikir
Kerangka pikir berfungsi untuk:
* menjelaskan arah dan alur penelitian secara sistematis,
* mempertegas hubungan teoretis antarvariabel,
* mempermudah peneliti dalam menyusun hipotesis,
* memberikan gambaran bagaimana masalah dianalisis,
* menjadi dasar dalam penyusunan metodologi penelitian.
Kerangka pikir menyajikan alur logis yang menunjukkan bagaimana teori mendukung hipotesis.

C. Fungsi Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang masih perlu dibuktikan melalui penelitian. Hipotesis berasal dari hubungan teoretis antara variabel yang telah dijelaskan melalui kerangka teoritis dan kerangka pikir.
1. Pengertian Hipotesis
Hipotesis merupakan pernyataan tentang hubungan antara dua atau lebih variabel yang dapat diuji secara empiris. Hipotesis menjadi dasar bagi peneliti dalam menentukan teknik analisis, instrumen, dan jenis data yang akan dikumpulkan.

2. Fungsi Hipotesis
Hipotesis memiliki beberapa fungsi penting:
* memberikan arah dalam pengumpulan data,
* menjadi dasar dalam menentukan metode dan teknik analisis,
* memfokuskan penelitian pada hubungan tertentu,
* membantu peneliti membuat prediksi dalam penelitian,
* menjadi dasar untuk menarik kesimpulan ilmiah.
Hipotesis hanya diperlukan dalam penelitian kuantitatif yang bersifat eksplanatori atau verifikatif. Dalam penelitian kualitatif, hipotesis biasanya tidak digunakan atau bersifat sementara.

3. Jenis-Jenis Hipotesis
Hipotesis dapat berupa:
- Hipotesis Deskriptif: gambaran atau dugaan mengenai satu variabel.
- Hipotesis Komparatif: dugaan adanya perbedaan antarvariabel atau kelompok.
- Hipotesis Asosiatif: dugaan adanya hubungan antarvariabel.

D. Hubungan Antara Kerangka Teoritis, Kerangka Pikir, dan Hipotesis
Ketiga komponen ini saling berkaitan dan menjadi dasar dalam membangun desain penelitian yang kokoh.
1. Hubungan Kerangka Teoritis dan Kerangka Pikir
Kerangka teoritis menyediakan teori dan konsep. Kerangka pikir menyederhanakan, mengurutkan, dan menampilkan teori-teori tersebut dalam bentuk alur. Dengan kerangka teoritis sebagai fondasi, kerangka pikir menjadi penjelasan operasional yang mengarah pada penelitian.

2. Hubungan Kerangka Pikir dan Hipotesis
Hipotesis muncul setelah hubungan antarvariabel dijelaskan melalui kerangka pikir. Kerangka pikir menunjukkan secara jelas bagaimana variabel berhubungan, sehingga hipotesis dapat disusun berdasarkan logika ilmiah dan teori yang mendukung.

3. Hubungan Kerangka Teoritis dan Hipotesis
Hipotesis tidak boleh dibuat tanpa dasar teori. Teori memberikan landasan ilmiah mengenai arah hubungan antarvariabel. Oleh karena itu, kerangka teoritis menjadi dasar utama dalam penyusunan hipotesis.

4. Hubungan Ketiganya dalam Penelitian
Kerangka teoritis → memberikan konsep dan teori.
Kerangka pikir → menyusun alur logika hubungan variabel.
Hipotesis → jawaban sementara yang akan diuji, hasil dari alur logika tersebut.
Ketiganya menghasilkan rancangan penelitian yang kuat, sistematis, dan dapat diuji secara ilmiah.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Aulya Syifa Zulkarnaen -
Nama : Aulya Syifa Zulkarnaen
NPM : 2313031009

Kerangka Teoritis, Kerangka Pikir, dan Hipotesis
Dalam bab 3 ini membahas tiga komponen penting dalam penelitian: kerangka teoritis, kerangka pikir, dan hipotesis. Ketiganya saling berkaitan dan berfungsi sebagai landasan untuk menjelaskan fenomena, merumuskan dugaan sementara, hingga menentukan arah analisis penelitian.

1. Kerangka Teoritis
Pengertian
Kerangka teoritis adalah serangkaian konsep atau teori yang bersifat abstrak dan menjadi dasar berpikir dalam penelitian. Ia memberikan landasan bagi peneliti untuk mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data.
Dalam teori terdapat dua komponen penting:
• Konsep: gambaran abstrak tentang suatu fenomena, keadaan, kelompok, atau individu.
• Proporsi: hubungan logis antar dua konsep.
Teori pada dasarnya merupakan kumpulan proporsi yang saling terhubung secara logis untuk menjelaskan sebuah fenomena.
Fungsi Kerangka Teoritis
• Memperjelas dan mempertajam ruang lingkup variabel penelitian.
• Memprediksi serta membantu peneliti merumuskan hipotesis dan menyusun instrumen penelitian.
• Mengontrol dan membahas hasil penelitian, sehingga dapat menghasilkan saran yang tepat.

2. Kerangka Pikir (Kerangka Pemikiran)
Pengertian
Kerangka pikir adalah sintesis yang menunjukkan hubungan antarvariabel yang diteliti. Ia menggambarkan alur logis berpikir peneliti dari teori menuju model penelitian.
Fungsi Kerangka Pikir
• Menyajikan penjelasan teoretik guna mendiagnosis masalah,
• Menentukan model penelitian yang akan digunakan,
• Mempermudah pembaca memahami arah penelitian melalui bagan,
• Menjadi petunjuk dalam menentukan indikator instrumen dan variabel penelitian.

3. Hipotesis
Pengertian
Hipotesis adalah dugaan sementara yang kebenarannya masih harus diuji. Ia merupakan jawaban tentatif terhadap rumusan masalah penelitian, terutama pada penelitian kuantitatif.
Hipotesis sering dikatakan sebagai pernyataan teori dalam bentuk yang dapat diuji, karena menghubungkan teori dengan realitas penelitian.
Fungsi Hipotesis
• Memberikan batasan ruang lingkup penelitian.
• Menjai tonggak teori, karena disusun berdasarkan teori yang dipakai.
• Menyediakan fakta atau pedoman dalam pengumpulan data.
• Dapat dibuktikan benar atau tidaknya melalui pengujian.
• Menjadi panduan dalam analisis berdasarkan fakta.
• Membantu proses penyusunan kesimpulan.

4. Hubungan antara Kerangka Teoritis, Kerangka Pikir, dan Hipotesis
Ketiga komponen ini saling terkait erat dalam alur penelitian:
• Kerangka teoritis → menjadi landasan konsep dan teori.
• Kerangka pikir → menggabungkan teori-teori tersebut menjadi alur logis untuk menjawab masalah.
• Hipotesis → merupakan pernyataan sementara yang lahir dari kerangka pikir dan harus dibuktikan.
Hipotesis tidak akan dapat disusun dengan baik tanpa adanya kerangka teoritis yang kuat. Sumber hipotesis utama adalah teori yang telah dikelola dalam kerangka teoritis dan diterjemahkan ke dalam kerangka pikir.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Marista Febria Safutri 2313031007 -
Nama : Marista Febria Safutri
NPM : 2313031007

Bab 3 buku Metodologi Penelitian Pendidikan Berbasis Kasus membahas secara mendalam tiga komponen fundamental penelitian—kerangka teoritis, kerangka berpikir, dan hipotesis—yang bersama-sama membentuk dasar logis, ilmiah, dan terstruktur dari keseluruhan rancangan penelitian. Kerangka teoritis dijelaskan sebagai landasan konseptual yang berisi teori, konsep, dan temuan penelitian terdahulu yang relevan dengan variabel penelitian, sehingga memberikan pijakan kuat dalam memahami hubungan fenomena yang diteliti dan membantu peneliti menentukan definisi operasional, arah kajian, serta batasan variabel. Dari landasan teoritis tersebut, peneliti kemudian menyusun kerangka berpikir sebagai alur logika yang runtut mengenai bagaimana teori digunakan untuk menjelaskan masalah, bagaimana variabel saling berhubungan, dan bagaimana dugaan sementara dibangun; kerangka berpikir menuntut penalaran deduktif yang menghubungkan konsep teori ke arah hubungan antar variabel secara sistematis hingga membentuk model penelitian. Selanjutnya, hipotesis muncul sebagai jawaban sementara yang dibangun berdasarkan argumentasi teoritis dan alur kerangka berpikir, yang kemudian diuji secara empiris melalui pengumpulan serta analisis data; hipotesis dapat berupa hubungan antarvariabel, pengaruh, atau kecenderungan tertentu, dan harus memiliki indikator yang dapat diukur agar dapat diuji secara statistik. Bab ini menegaskan bahwa hubungan antara ketiga unsur tersebut bersifat hierarkis dan saling memperkuat: kerangka teori memberikan dasar ilmiah, kerangka berpikir menyusun alur penalaran, dan hipotesis menetapkan dugaan ilmiah yang akan diuji, sehingga bersama-sama menghasilkan rancangan penelitian yang kokoh, logis, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
In reply to First post

Re: ACTIVITY: RESUME

by Malik Fajar -
Nama : Malik Fajar
NPM : 2213031090

Bab 3 membahas kerangka teoritis, kerangka pikir, dan hipotesis sebagai dasar penelitian. Kerangka teoritis menjelaskan konsep dan hubungan antarvariabel yang membantu peneliti memahami masalah dan menyusun alat penelitian. Kerangka pikir menggambarkan alur logis hubungan antarvariabel berdasarkan teori, menjadi dasar perumusan hipotesis. Hipotesis adalah dugaan sementara yang diuji kebenarannya melalui data, berfungsi sebagai pedoman dan alat penguji teori. Ketiganya saling berkaitan: teori melahirkan kerangka pikir, kerangka pikir menghasilkan hipotesis, dan hasil pengujian hipotesis memperkuat teori.