གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Rieke Nindita Sari -

MPPE A2025 -> ACTIVITY: RESUME

Rieke Nindita Sari - གིས-
Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019

Teknik Sampling
Margono (2004) memberikan pengertian bahwa teknik pengambilan sampel adalah suatu jumlah yang sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data sebenarnya dengan memperhatikan sifat serta penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang representative.
Macam – Macam Teknik Sampling
1. Sampel Acak
a. Pengambilan Sampel Acak Sederhana (Simple Random Sampling)
b. Pengambilan Sampel Acak Sistematis (Systematic Random Sampling)
c. Pengambilan Sampel Acak Berstrata (Stratified Random Sampling)
d. Pengambilan Sampel Acak Berdasar Area (Cluster Random Sampling)
e. Area Sampling atau sampel wilayah Bertingkat (Multi Stage Sampling)
2. Sampel Tidak Acak
a. Purposive Sampling
b. Snowball Sampling
c. Accidental Sampling
d. Quota Sampling
e. Teknik Sampel Jenuh
f. Sampling Sistematis atau Systematic Sampling

Desain Penelitian
Desain penelitian adalah rencana dasar atau rencana untuk sebuah pembelajaran digunakan sebagai panduan dalam pengumpulan dan analisis data (Gilberta jr. 1991: 127). Menurut (Supranto (1997: 39) rancangan riset meliputi kegiatan kegiatan sebagai penelitian.
a. Identifikasi dan pemilihan persoalan riset
b. Perumusan persoalan riset (uraian yang lebih rinci tentang objek yang akan diselidiki dan data yang akan dikumpulkan.
c. Pembuatan definisi/konsep dan cara pengukuran variabel (dengan quitioner misalnya).
d. Metode sampling dan instrumen pengumpulan data.
e. Editing, coding, dan processing data.
f. Metode analisis data.
g. Laporan riset
Unsur-unsur pokok dalam desain penelitian adalah sebagai berikut:
a. Judul Penelitian
b. Latar Belakang Masalah

Instrumen Penelitian dan Persyaratannya
Instrumen penelitian dapat diartikan sebagai alat untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menyajikan data data secara sistematis serta objektif dengan tujuan memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis (Anderson, 2005). Peneliti harus mengikuti langkah-langkah menyusun instrumen penelitian. ada enam langkah-langkah untuk menyusun instrumen penelitian, yaitu:
a. Mengidentifikasikan variabel-variabel yang diteliti.
b. Menjabarkan variabel menjadi dimensi-dimensi
c. Mencari indikator dari setiap dimensi.
d. Mendeskripsikan kisi-kisi instrumen
e. Merumuskan item-item pertanyaan atau pernyataan instrumen
f. Petunjuk pengisian instrumen

Bentuk - Bentuk Instrumen Penelitian
1. Bentuk Instrumen Tes
2. Bentuk Instrumen Angket atau Kuesioner
3. Bentuk Instrumen Interview
4. Bentuk Instrumen Observasi
5. Bentuk Instrumen Skala Bertingkat atau Rating Scale
6. Bentuk Instrumen Dokumentasi

MPPE A2025 -> Diskusi

Rieke Nindita Sari - གིས-
Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019
Populasi adalah keseluruhan objek, individu, atau entitas yang menjadi sasaran atau lingkup penelitian dengan ciri-ciri dan karakteristik tertentu yang relevan, misalnya seluruh anggota yang terkait dengan topik penelitian. Sampel adalah sebagian dari populasi tersebut yang diambil datanya sebagai wakil populasi dalam penelitian. Sampel harus representatif, artinya mewakili karakteristik populasi secara akurat agar hasil penelitian dapat digeneralisasi ke populasi.
Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh peneliti saat menentukan populasi dan sampel antara lain:
• Populasi harus jelas didefinisikan berdasarkan isi, satuan, cakupan, dan waktu penelitian.
• Sampel harus mencerminkan karakteristik populasi yang diteliti dan dipilih dengan teknik sampling yang tepat (probability sampling atau non-probability sampling).
• Jumlah sampel harus cukup besar untuk mendapatkan hasil valid dan reliabel namun juga harus mempertimbangkan efisiensi waktu, biaya, dan tenaga.
• Peneliti perlu memastikan sampel dipilih dengan metode yang sesuai agar tidak bias dan bisa mewakili populasi secara utuh.
Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019

Populasi dalam Metode Penelitian Kuantitatif
Sugiyono (2019) menyebutkan bahwa populasi adalah area generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang dipilih oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian sampai pada kesimpulan.

Populasi dalam Metode Penelitian Kualitatif
Dalam penelitian kualitatif, "populasi dan sampel" didefinisikan sebagai area generalisasi yang terdiri dari: objek atau subjek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian sampai pada kesimpulan. Dalam penelitian kuantitatif, "populasi dan sampel" didefinisikan sebagai area generalisasi yang terdiri dari sampel kecil. Dalam penelitian kualitatif, istilah "populasi" tidak digunakan. Sebaliknya, Spradley mengatakan situasi sosial terdiri dari tiga komponen yang saling berhubungan dengan tempat, pelaku, dan aktivitas.

Sampel
Sampel adalah sebagian kecil dari populasi yang dipilih untuk diobservasi, diukur, atau dianalisis untuk mendapatkan informasi yang mewakili keseluruhan populasi. Pengambilan sampel dilakukan karena seringkali tidak memungkinkan untuk mengumpulkan data dari seluruh populasi karena keterbatasan waktu, sumber daya, dan biaya. Pengambilan sampel harus dilakukan secara cermat dan representatif agar hasil yang diperoleh dapat digeneralisasi kembali ke populasi secara keseluruhan.
Menurut Purwanza (2022) sampel adalah sebagian anggota populasi yang diambil dengan menggunakan teknik pengambilan sampling. Disini sampel harus benar-benar bisa mencerminkan keadaan populasi, artinya kesimpulan hasil penelitian yang diangkat dari sampel harus merupakan kesimpulan atas populasi. Penelitian dengan menggunakan teknik pengambilan sampel lebih menguntungkan dibanding dengan menggunakan populasi saja. Oleh karena itu pertimbangan-pertimbangan itu perlu diperhatikan.
Sampel ditentukan oleh peneliti dengan mempertimbangkan beberapa hal yaitu dengan mempertimbangkan masalah yang dihadapi dalam sebuah penelitian, tujuan yang ingin dicapai dalam sebuah penelitian, hipotesis penelitian yang dibuat, metode penelitian serta intrumen sebuah penelitian. Dalam memilih sampel, penting untuk menggunakan metode yang sesuai untuk memastikan representativitas dan validitas dari hasil penelitian. Dengan memiliki sampel yang mewakili populasi dengan baik, maka dapat menghasilkan temuan yang dapat diterapkan secara lebih luas dan relevan dalam konteks yang lebih besar.

Sumber:
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

MPPE A2025 -> ACTIVITY: RESUME

Rieke Nindita Sari - གིས-
Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019

Kerangka Teoritis
Kerangka teoritis merupakan suatu konsep yang abstrak dan merupakan hasil dari pemikiran serta kerangka acuan yang mempunyai tujuan untuk menghasilkan tujuan terhadap suatu dimensi. Teori merupakan seperangkat variabel, definisi, dan juga proporsi dimana dimana saling berhubungan dengan yang lain dalam menyajikan sebuah pandangan yang sistematis mengenai fenomena ataupun keadaan yang menentukan hubungan antara variabel dan tujuan dengan menjelaskan suatu keadaan atau fenomena yang terjadi dalam penelitian (Marliyah, 2021). Maka dari itu kerangka teoritis mempunyai fungsi yaitu sebagai berikut:
1. Memperjelas serta mempertajam ruang lingkup pada variabel penelitian.
2. Memprediksi guna untuk menemukan fakta setelah itu digunakan untuk merumuskan hipotesis yang ada dan untuk menyusun instrumen dalam penelitian.
3. Untuk mengontrol serta membahas hasil dari penelitian kemudian digunakan untuk memberikan saran.
Fungsi Kerangka Pikir
Menurut Sugiyono (2013) kerangka berpikir adalah sintesa yang mencerminkan keterkaitan antar variabel yang diteliti serta merupakan tuntutan guna memecahkan masalah penelitian dan merumuskan hipotesis penelitian yang berupa bagan alur yang dilengkapi penjelasan kualitatif.
Fungsi Hipotesis
Hipotesis dilakukan untuk menyatakan sebuah masalah yang akan diuji biasanya hipotesis digunakan pada metode penelitian kuantitatif (Anshori, 2019). Untuk dapat memecahkan sebuah masalah melalui penelitian setidaknya dibutuhkan tiga hubungan untuk menentukan.
1. Hubungan yang bersifat asimetris
2. Hubungan yang bersifat simetris
3. Hubungan yang bersifat reciprocal
Adapun penentuan hipotesis adalah sebagai berikut :
1. Penentuan Masalah
2. Hipotesis pendahuluan atau hipotesis preliminer (preliminary hypothesis).
3. Pengumpulan Data
4. Formulasi Hipotesis
5. Pengujian Hipotesis
6. Penerapan/ Aplikasi.

MPPE A2025 -> ACTIVITY: RESUME

Rieke Nindita Sari - གིས-
Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019

Perumusan Masalah Penelitian
1. Latar Belakang Masalah
Latar belakang masalah adalah dasar atau alasan suatu tindakan untuk merumuskan masalah yang akan dicari jawabannya (Nugrahani, 2014). Pada penyusunan latar belakang masalah dapat dilakukan dengan dua pendekatan :
a. Diawali dengan pemikiran teoritis ke arah empirik.
b. Diawali dari dunia empirik ke arah teoriti
2. Rumusan Masalah
Masalah adalah penyimpangan antara yang diharapkan dengan kejadian atau kenyataan yang dapat diselesaikan. Masalah timbul karena adanya tantangan, adanya kesangsian ataupun kebingungan kita terhadap suatu hal atau fenomena, adanya kemenduaan arti (ambiguity, adanya kesangsian dan rintangan, adanya celah (gap) baik antar kegiatan atau antar fenomena, baik yang telah ada maupun yang akan ada. Kemudian rumusan masalah berbeda dengan masalah. Kalau masalah itu merupakan kesenjangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi, maka rumusan masalah itu merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data terdapat kaitan erat antara masalah dan rumusan masalah, karena setiap rumusan masalah penelitian harus didasarkan pada masalah (Sugiyono, 2013: 35).

Tujuan Penelitian
Dalam beberapa penelitian dimana permasalahannya sangat sederhana terlihat bahwa tujuan sepertinya merupakan pengulangan dari rumusan masalah, hanya saja rumusan masalah dinyatakan dengan pertanyaan, sedangkan tujuan dituangkan dalam bentuk pernyataan yang biasanya diawali dengan kata ingin mengetahui.

Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian adalah narasi yang objektif yang menggambarkan hal-hal yang diperoleh setelah suatu tujuan penelitian telah terpenuhi.
1. Fungsi Penulisan Manfaat Penelitian
a. Menginspirasi penelitian lebih lanjut.
b. Menginspirasi penelitian lebih lanjut menggunakan satu atau sebagian komponen dari penelitian sebelumnya.
c. Menjadi pertimbangan dalam pembuatan kebijakan pemerintah
2. Penerapan Isi pada Manfaat Penelitian
a. Manfaat diuraikan secara jelas dan sistematis
b. Rasional
c. Bukan hipotesis
d. Sisi pragmatis dari hasil penelitian.
3. Jenis Manfaat Penelitian
Terdapat dua jenis manfaat penelitian yang harus dicantumkan.
4. Manfaat Teoritis
Manfaat teoritis atau akademis merupakan manfaat penelitian bagi pengembangan ilmu.
5. Manfaat Praktis
Manfaat praktis menjelaskan manfaat yang berguna untuk memecahkan masalah secara tersebut secara praktis.