Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel

Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel

Number of replies: 26

In reply to First post

Re: Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel

by Sela Ayu Irawati -
Nama: Sela Ayu Irawati
Npm:2313031015

Book Report dan Jurnal tentang Populasi dan Sampel.
Dalam buku metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D Prof. Dr. Sugiyono. Penerbit Alfabeta Bandung

1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek itu.
2. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akak dapat diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili).

Terkait penjelasan mengenai sampel dan populasi kemudian berkaitan dengan artikel yang telah dibaca,berikut adalah analisisnya :
1. Populasi
Populasi merupakan keseluruhan dari kumpulan elemen yang memiliki sejumlah karakteristik umum, yang terdiri dari bidang-bidang untuk di teliti. Atau, populasi adalah keseluruhan kelompok dari orang-orang, peristiwa atau barang-barang yang diminati oleh peneliti untuk diteliti (Malhotra : 1996). Dengan demikian, populasi merupakan seluruh kumpulan elemen yang dapat digunakan untuk membuat beberapa kesimpulan.
2. Sampel
Sampel merupakan suatu sub kelompok dari populasi yang dipilih untuk digunakan dalam penelitian. Kesalahan umum yang sering dijumpai dalam menentukan besarnya jumlah sampel adalah sebagai berikut:

Peneliti gagal dalam menetapkan jumlah anggota populasi yang dapat dipercaya.
Peneliti menggunakan anggota sampel yang terlalu kecil untuk setiap subgroupnya,sehingga analisis statistika parameter tidak berlaku, padahal populasi sebenarnya cukup besar.
Peneliti tidak menggunakan teknik sampling stratified yang disyaratkan untuk menentukan anggota sampel subgroupnya..
Peneliti merubah prosedur teknik samplingnya.
Peneliti merubah rumus untuk menghitung besarnya anggota sampel.
Peneliti memilih anggota sampel yang tidak sesuai dengan tujuan penelitian.eneliti mengurangi anggota sampel yang telah ditentukan oleh perhitungannya.
Peneliti memilih group eksperimen dan group kelompok dari populasi yang berbeda.
Peneliti tidak memberikan alasan-alasan mengapa rumus dan teknik sampling yang digunakan di dalam penelitian itu.
Sumber:

https://www.academia.edu/download/60195765/POPULASI_DAN_SAMPEL20190803-83073-1cfv4dd.pdf
In reply to Sela Ayu Irawati

Re: Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel

by Saqila Rahma Andini -
Nama : Saqila Rahma Andini
Npm : 2313031020

1. Pengertian Populasi
Sugiyono (2017) dalam bukunya "Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D" mendefinisikan populasi sebagai “wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.” Dalam metodologi penelitian, populasi merujuk pada keseluruhan objek atau elemen yang memiliki karakteristik tertentu yang relevan dan menjadi fokus dalam suatu penelitian. Populasi adalah kumpulan dari semua individu atau objek yang ingin diteliti dan memiliki ciri-ciri tertentu yang ingin diketahui oleh peneliti.
Contoh Populasi: Dalam penelitian pendidikan ekonomi tentang pengaruh kualitas pengajaran terhadap prestasi belajar mahasiswa, populasi bisa berupa semua mahasiswa di Universitas Lampung yang mengikuti program studi Pendidikan Ekonomi. Atau, jika penelitian berfokus pada kualitas pengajaran di tingkat SMA, populasi bisa terdiri dari semua siswa SMA di Lampung.

2. Pengertian Sampel
Sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih secara sistematis untuk dianalisis lebih lanjut dalam penelitian. Sampel yang diambil harus representatif, yang artinya mencerminkan karakteristik populasi secara keseluruhan. Sampel diambil untuk menghemat waktu, biaya, dan tenaga karena sering kali tidak memungkinkan untuk meneliti seluruh populasi. Dalam bukunya Sugiyono juga menyebutkan bahwa dalam pengambilan sampel, peneliti harus memastikan bahwa sampel yang diambil mewakili populasi secara akurat sehingga hasil penelitian dapat digeneralisasikan ke populasi tersebut.

3. Teknik Pengambilan Sampel
Dalam bukunya Sugiyono menjelaskan beberapa teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian. Teknik ini bergantung pada tujuan penelitian, ukuran populasi, dan kemampuan peneliti dalam mengumpulkan data, beberapa teknik sampling yang sering digunakan dalam penelitian:
a. Sampling Acak (Random Sampling)
Dalam teknik ini, setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih menjadi sampel. Teknik ini mengurangi potensi bias dalam pemilihan sampel.
Contoh: Jika populasi adalah mahasiswa di suatu universitas, peneliti dapat memilih mahasiswa secara acak untuk menjadi sampel.
b. Sampling Bertingkat (Stratified Sampling)
Teknik ini digunakan ketika populasi terdiri dari beberapa subkelompok atau strata yang berbeda. Peneliti memilih sampel secara acak dari setiap strata agar seluruh bagian populasi terwakili.
Contoh: Jika populasi adalah mahasiswa dari berbagai jurusan di sebuah universitas, peneliti akan membagi populasi berdasarkan jurusan, dan kemudian mengambil sampel secara acak dari masing-masing jurusan tersebut.
c. Sampling Sistematis (Systematic Sampling)
Pada teknik ini, peneliti memilih setiap elemen ke-n dari populasi yang sudah diurutkan secara tertentu. Teknik ini sering digunakan ketika elemen populasi sudah terdaftar dalam urutan tertentu.
Contoh: Jika populasi adalah 1000 mahasiswa dan peneliti ingin mengambil sampel 100 mahasiswa, maka peneliti dapat memilih setiap mahasiswa ke-10 untuk dijadikan sampel.
d. Sampling Klaster (Cluster Sampling)
Teknik ini digunakan jika populasi terbagi menjadi kelompok-kelompok alami atau klaster. Kemudian, beberapa klaster dipilih secara acak dan anggota dari klaster tersebut dijadikan sampel.
Contoh: Jika populasi adalah seluruh sekolah di suatu daerah, peneliti bisa memilih beberapa sekolah secara acak dan kemudian memilih siswa dari sekolah-sekolah terpilih tersebut sebagai sampel.

4. Ukuran Sampel
Ukuran sampel merupakan hal penting yang perlu diperhatikan dalam penelitian. Dalam penelitian pendidikan ekonomi, ukuran sampel yang representatif akan mempengaruhi validitas dan reliabilitas hasil penelitian. Dalam bukunya Sugiyono mengemukakan bahwa ukuran sampel harus dipilih berdasarkan sejumlah faktor:
1. Tingkat presisi yang diinginkan.
2. Jumlah populasi yang ada.
3. Margin of error yang dapat diterima.
4. Tingkat kepercayaan (biasanya 95% atau 99%).
Contoh: Dalam penelitian tentang pengaruh kualitas pengajaran terhadap prestasi belajar mahasiswa, jika populasi mahasiswa adalah 1000 orang, dan peneliti ingin tingkat kepercayaan 95% dengan margin error 5%, maka ukuran sampel yang diperlukan bisa dihitung menggunakan rumus statistik untuk sampel.
In reply to Saqila Rahma Andini

Re: Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel

by Dela Novita -
Nama : Dela Novita
NPm : 2323031023

Populasi dan Sampel

1. Populasi
Menurut Sugiyono, populasi adalah keseluruhan wilayah generalisasi yang mencakup objek atau subjek yang memiliki ciri dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dikaji dan diambil kesimpulannya. Populasi tidak hanya terbatas pada manusia, tetapi juga dapat berupa benda, makhluk hidup, atau fenomena alam lainnya yang relevan dengan penelitian. Dengan demikian, populasi bukan hanya sekadar jumlah individu yang ada, tetapi juga meliputi seluruh sifat dan karakteristik yang melekat pada objek atau subjek tersebut.
Secara sederhana, populasi merupakan keseluruhan unsur yang menjadi sasaran penelitian dengan tujuan memperoleh pemahaman atau gambaran umum dari fenomena yang diteliti.

2. Sampel
Sampel adalah bagian kecil dari populasi yang memiliki karakteristik serupa dan dipilih untuk dijadikan objek penelitian. Apabila jumlah populasi terlalu besar sehingga tidak memungkinkan untuk diteliti secara keseluruhan karena keterbatasan waktu, biaya, dan tenaga, maka peneliti dapat menggunakan sebagian populasi sebagai sampel. Hasil penelitian yang diperoleh dari sampel tersebut kemudian digunakan untuk menggambarkan kondisi populasi secara keseluruhan. Oleh karena itu, sampel yang diambil harus benar-benar mewakili populasi (representatif) agar hasil penelitian dapat digeneralisasikan dengan tepat.

Analisis Berdasarkan Artikel Pendukung

1. Populasi
Berdasarkan pandangan Malhotra (1996), populasi merupakan kumpulan keseluruhan elemen yang memiliki kesamaan karakteristik dan menjadi fokus perhatian peneliti. Populasi dapat terdiri atas individu, peristiwa, ataupun benda yang menjadi pusat kajian penelitian. Dengan demikian, populasi dapat diartikan sebagai keseluruhan kelompok yang dijadikan dasar dalam pengambilan kesimpulan penelitian.

2. Sampel
Sampel merupakan bagian dari populasi yang dipilih dengan tujuan untuk diteliti dan dijadikan dasar dalam menarik kesimpulan mengenai keseluruhan populasi. Namun, dalam praktik penelitian, sering kali muncul kesalahan dalam penentuan sampel, antara lain:

a.Tidak akurat dalam menentukan jumlah anggota populasi yang sebenarnya.
b. Menggunakan ukuran sampel yang terlalu kecil untuk mewakili setiap subkelompok sehingga hasil analisis statistik menjadi tidak valid.
c. Tidak menerapkan teknik stratified sampling saat dibutuhkan.
d. Mengubah prosedur pengambilan sampel tanpa dasar metodologis yang jelas.
e. Menggunakan rumus yang tidak sesuai untuk menentukan ukuran sampel.
f. Memilih anggota sampel yang tidak sejalan dengan tujuan penelitian.
g. Mengurangi jumlah sampel dari hasil perhitungan yang telah ditentukan.
h. Mengambil kelompok eksperimen dan kontrol dari populasi yang berbeda sehingga hasil penelitian menjadi biasa.

Kesalahan-kesalahan tersebut dapat menyebabkan hasil penelitian tidak akurat dan tidak dapat digeneralisasikan dengan baik terhadap populasi.
In reply to First post

Re: Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel

by Khoirun Nisa -
Nama : Khoirun Nisa
Npm : 2313031005

Berdasarkan beberapa referensi yang telah saya pelajari, dapat disimpulkan sebagai berikut:
a. Populasi
Populasi merupakan wilayah generalisasi yang mencakup obyek atau subjek yang memiliki ciri, kualitas, dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari. Dari populasi inilah peneliti dapat menarik kesimpulan. Populasi tidak hanya terbatas pada manusia, tetapi juga bisa mencakup benda atau objek alam lainnya. Yang dimaksud dengan populasi bukan hanya jumlah subjek atau objek yang ada, tetapi juga seluruh karakteristik, sifat, dan atribut yang dimiliki oleh subjek atau objek tersebut. Dengan demikian, populasi memberikan gambaran menyeluruh mengenai objek yang menjadi fokus penelitian.

b. Sampel
Sampel adalah bagian dari populasi yang diambil untuk diteliti. Pengambilan sampel dilakukan karena tidak selalu memungkinkan bagi peneliti untuk meneliti seluruh anggota populasi, misalnya karena keterbatasan waktu, tenaga, atau biaya. Sampel yang diambil dari populasi yang representatif memungkinkan hasil penelitian untuk digeneralisasikan ke seluruh populasi. Sebaliknya, jika sampel yang dipilih tidak representatif, maka hasil penelitian tidak akan mencerminkan kondisi sebenarnya. Oleh karena itu, pemilihan sampel harus dilakukan dengan cermat agar dapat mewakili karakteristik populasi secara akurat.

c. Teknik Sampling
Teknik sampling merupakan prosedur yang digunakan untuk menentukan sampel dari populasi. Teknik ini terbagi menjadi dua kategori, yaitu probability sampling dan non-probability sampling.
1. Probability Sampling
Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel di mana setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih menjadi sampel. Beberapa jenis probability sampling meliputi:
• Simple Random Sampling: Sampel dipilih secara acak tanpa memperhatikan strata dalam populasi.
• Proportionate Stratified Random Sampling: Digunakan jika populasi memiliki anggota yang berstrata dan tidak homogen, sehingga jumlah sampel dari setiap strata ditentukan secara proporsional. Contohnya, jika satu perusahaan memiliki pegawai S1 sebanyak 100 orang, SMA 60 orang, dan SMK 70 orang, jumlah sampel akan dibagi sesuai proporsi tiap strata.
• Disproportionate Stratified Random Sampling: Digunakan bila populasi berstrata tetapi proporsi anggota tiap strata tidak seimbang.
• Cluster Sampling: Digunakan ketika populasi sangat luas, misalnya penduduk dalam satu negara, provinsi, atau kabupaten.
2. Non-Probability Sampling
Non-probability sampling adalah teknik di mana setiap anggota populasi tidak memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi sampel. Jenis-jenisnya meliputi:
• Sampling Sistematis: Sampel diambil berdasarkan urutan tertentu dari populasi yang sudah diberi nomor.
• Sampling Kuota: Sampel diambil dari populasi dengan ciri-ciri tertentu hingga kuota terpenuhi.
• Sampling Insidental: Sampel diambil dari individu yang kebetulan ditemui peneliti dan memenuhi kriteria penelitian.
• Sampling Purposive: Sampel dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu sesuai tujuan penelitian.
• Sampling Jenuh: Digunakan bila seluruh anggota populasi dijadikan sampel, biasanya untuk populasi yang relatif kecil.
• Snowball Sampling: Sampel awal sedikit, kemudian bertambah seiring rekomendasi dari anggota sampel sebelumnya.
Dalam menentukan ukuran sampel, peneliti dapat menggunakan tabel Isaac dan Michael dengan taraf kesalahan 1%, 5%, dan 10%, dengan asumsi populasi berdistribusi normal.
Saran ukuran sampel dalam penelitian:
1. Ukuran sampel yang layak berkisar antara 30–500 orang.
2. Jika sampel dibagi ke dalam kategori, masing-masing kategori minimal 30 anggota.
3. Dalam penelitian multivariat, jumlah sampel minimal 10 kali jumlah variabel yang diteliti.
4. Untuk penelitian eksperimen sederhana, setiap kelompok sampel disarankan berjumlah 10–20 orang.

d. Penentuan Ukuran Sampel
Semakin besar jumlah sampel mendekati jumlah populasi, semakin kecil kemungkinan terjadi kesalahan generalisasi. Sebaliknya, jika jumlah sampel kecil dibanding populasi, kesalahan generalisasi akan semakin besar. Penentuan ukuran sampel biasanya disesuaikan dengan tingkat ketelitian yang diinginkan, serta mempertimbangkan keterbatasan dana, waktu, dan tenaga peneliti.
Dalam jurnal yang saya baca, populasi penelitian adalah siswa kelas X Akuntansi SMK Negeri 1 Singaraja sebanyak 160 orang, dengan sampel sebanyak 116 orang. Data dikumpulkan melalui angket, dokumentasi, dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar berpengaruh terhadap aktivitas belajar siswa. Motivasi belajar juga memengaruhi hasil belajar secara langsung. Aktivitas belajar juga berpengaruh terhadap hasil belajar. Selain itu, motivasi belajar berpengaruh terhadap hasil belajar secara tidak langsung melalui aktivitas belajar akuntansi.

Sumber Referensi:
1. Amirullah. 2015. Metode Penelitian Manajemen: Populasi dan Sampel (Pemahaman, Jenis, dan Teknik). Malang: Bayumedia Publishing.
2. Nurmala, D. A., Tripalupi, L. E., Suharsono, N., & Ekonomi, J. P. 2014. Pengaruh motivasi belajar dan aktivitas belajar terhadap hasil belajar akuntansi. Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha, 4(1), 1–10.
3. Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: CV. Alphabeta.
In reply to First post

Re: Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel

by Suci Tri Wahyuni 2313031012 -
Nama: Suci Tri Wahyuni
Npm: 2313031012
Kelas: A

Populasi dan Sampel dalam Penelitian
Dalam penelitian kuantitatif, populasi dan sampel merupakan dua komponen penting yang menentukan keabsahan hasil penelitian.
1. Populasi
Populasi adalah keseluruhan individu atau elemen yang menjadi sasaran generalisasi hasil penelitian. Dalam proposal atau laporan penelitian, peneliti harus:
• Menjelaskan secara jelas siapa yang termasuk dalam populasi dan berapa jumlahnya, jika diketahui.
• Menyebutkan cara mengidentifikasi individu dalam populasi, misalnya melalui daftar nama, data sekolah, atau dokumen resmi lain.
• Menyampaikan akses terhadap populasi, termasuk ketersediaan sampling frame (daftar calon responden).

2. Desain Pengambilan Sampel (Sampling Design)
Terdapat dua bentuk utama:
• Single-stage sampling, yaitu pengambilan sampel langsung dari daftar populasi.
• Multistage (cluster) sampling, dilakukan bila daftar individu sulit diperoleh. Peneliti memilih kelompok atau klaster terlebih dahulu (misalnya sekolah atau kelas), kemudian memilih individu di dalamnya.

3. Jenis Sampel
Random sampling (probabilitas) adalah metode yang paling dianjurkan karena memberi peluang yang sama bagi setiap individu untuk terpilih, sehingga hasil dapat digeneralisasi.
Systematic sampling, yaitu memilih setiap elemen ke-n dari daftar populasi.
Nonprobability sampling (convenience sampling) digunakan bila keterbatasan waktu atau akses, namun hasilnya kurang representatif.

4. Stratifikasi Populasi
Kadang peneliti melakukan stratified sampling, yaitu membagi populasi berdasarkan karakteristik tertentu (seperti jenis kelamin, tingkat pendidikan, atau pendapatan), agar setiap kelompok terwakili secara proporsional dalam sampel.

5. Penentuan Ukuran Sampel (Sample Size)
Penentuan jumlah sampel tidak boleh dilakukan sembarangan. Fowler (2009) menyarankan agar ukuran sampel didasarkan pada:
• Rencana analisis data,
• Margin of error yang dapat diterima (misalnya ±4%),
• Tingkat kepercayaan (confidence level, misalnya 95%), dan
Perkiraan proporsi responden yang memiliki karakteristik tertentu.
Contohnya, dengan margin of error ±4%, tingkat kepercayaan 95%, dan peluang 50/50, maka diperlukan sekitar 500 responden untuk menghasilkan data yang representatif.

Penerapan dalam Penelitian Pendidikan Ekonomi
Dalam konteks penelitian pendidikan ekonomi, populasi biasanya mencakup siswa, guru, atau lembaga pendidikan ekonomi, tergantung pada fokus penelitian. Misalnya:
• Populasi: seluruh siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Kotabumi.
• Sampel: 100 siswa yang diambil secara acak proporsional dari setiap kelas.
Pendekatan ini memungkinkan peneliti menggeneralisasi hasil mengenai perilaku belajar, motivasi, atau prestasi ekonomi siswa secara lebih akurat.

Sumber Referensi :
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Fowler, F. J. (2009). Survey Research Methods (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Rahmawati, D., & Wulandari, S. (2022). Hubungan Keaktifan Belajar dan Partisipasi Diskusi terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Siswa SMA Negeri 1 Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Ekonomi Indonesia, 15(2), 87–95.
In reply to First post

Re: Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel

by Ni Wayan Vara Wulandari -
Nama: Ni Wayan Vara Wulandari
NPM: 2313031017

Pengertian Populasi
Populasi adalah keseluruhan elemen yang menjadi objek atau subjek dalam penelitian, yang memiliki karakteristik tertentu. Populasi dapat dibedakan menjadi beberapa kategori:
- Populasi Terbatas dan Tak Terbatas: Populasi terbatas memiliki jumlah elemen yang dapat dihitung, sedangkan populasi tak terbatas tidak dapat dihitung secara langsung.
- Populasi Homogen dan Heterogen: Populasi homogen terdiri dari elemen-elemen yang serupa, sementara populasi heterogen memiliki variasi yang signifikan di antara elemen-elemen tersebut.
- Populasi Target dan Populasi Survei: Populasi target adalah kelompok spesifik yang menjadi fokus penelitian, sedangkan populasi survei mencakup semua elemen yang bisa diobservasi.

Pengertian Sampel
Sampel adalah bagian dari populasi yang diambil untuk mewakili keseluruhan populasi dalam penelitian. Penggunaan sampel memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan data tanpa harus mempelajari seluruh populasi, sehingga lebih efisien dan ekonomis. Sampel harus dipilih dengan hati-hati agar dapat memberikan hasil yang akurat dan dapat digeneralisasikan.
Teknik Pengambilan Sampel
Ada beberapa teknik pengambilan sampel yang umum digunakan, antara lain:
1. Sampling Acak Sederhana: Setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih. Metode ini mengurangi bias tetapi mungkin tidak selalu representatif
2. Sampling Berstrata: Populasi dibagi menjadi strata atau kelompok berdasarkan karakteristik tertentu, kemudian sampel diambil dari setiap strata. Ini memastikan bahwa semua kelompok terwakili
3. Sampling Kluster: Populasi dibagi menjadi kelompok (kluster), dan kemudian beberapa kluster dipilih secara acak untuk dijadikan sampel. Metode ini berguna ketika populasi tersebar luas.
4. Convenience Sampling: Sampel diambil berdasarkan kemudahan akses oleh peneliti. Meskipun cepat dan mudah, metode ini dapat menghasilkan bias.
5. Purposive Sampling: Sampel dipilih berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian, sering digunakan dalam penelitian kualitatif.

Penentuan Ukuran Sampel
Ukuran sampel harus ditentukan berdasarkan beberapa faktor, termasuk tujuan penelitian, tingkat presisi yang diinginkan, dan metode analisis statistik yang akan digunakan. Umumnya, ukuran sampel berkisar antara 30 hingga 500 orang, tergantung pada kompleksitas penelitian dan jumlah variabel yang dianalisis.
Kesalahan dalam menentukan populasi atau sampel dapat mengakibatkan data yang tidak akurat, sehingga penting bagi peneliti untuk memahami konsep ini dengan baik agar hasil penelitian memiliki kualitas tinggi dan daya generalisasi yang baik.


Sumber Referensi:

Amirullah. (2015). Populasi dan Sampel. Malang: Bayumedia Publishing.

Amirul Huda, F. (2017). Pengertian Populasi, Sampel, Jenis Sampling, dan Teknik Sampling.
In reply to First post

Re: Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel

by Nida Yasmin -
Nama : Nida Yasmin Sofiyah
NPM : 2313031026

Dalam penelitian, populasi dan sampel merupakan komponen penting dari desain penelitian, terutama dalam pendekatan kuantitatif. Menurut Creswell, populasi adalah keseluruhan individu, kelompok, atau objek yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi sasaran generalisasi hasil penelitian. Populasi bisa berupa peserta didik, guru, institusi pendidikan, bahkan dokumen atau perilaku sosial, tergantung pada fokus penelitian.
Sampel adalah bagian dari populasi yang diambil untuk diteliti secara langsung. Pengambilan sampel dilakukan karena tidak mungkin meneliti seluruh populasi, terutama bila jumlahnya besar. Sampel yang baik harus representatif, artinya mampu menggambarkan karakteristik populasi secara akurat sehingga hasil penelitian dapat digeneralisasi.
Creswell membedakan dua pendekatan utama dalam penentuan sampel:
1. Pendekatan Kuantitatif.
Dalam penelitian kuantitatif, pemilihan sampel dilakukan secara acak (random sampling) agar setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk dipilih. Teknik yang umum digunakan antara lain simple random sampling, stratified sampling, dan systematic sampling. Tujuan utamanya adalah memperoleh data yang dapat digeneralisasi ke seluruh populasi. Ukuran sampel biasanya ditentukan berdasarkan rumus statistik agar hasil penelitian memiliki validitas eksternal yang kuat.
2. Pendekatan Kualitatif.
Dalam penelitian kualitatif, pemilihan partisipan dilakukan secara purposive, yakni dengan memilih individu yang dianggap paling mampu memberikan informasi mendalam tentang fenomena yang diteliti. Ukuran sampel kualitatif lebih kecil, tetapi penekanannya terletak pada kedalaman data, bukan pada jumlah responden. Teknik lain yang sering digunakan adalah snowball sampling, yaitu partisipan pertama merekomendasikan partisipan lain yang relevan.
Selain itu, dalam penelitian campuran (mixed methods), Creswell menjelaskan bahwa peneliti dapat menggabungkan kedua pendekatan tersebut: memilih sampel besar untuk bagian kuantitatif dan sampel kecil yang terfokus untuk bagian kualitatif. Strategi ini digunakan untuk memperkaya pemahaman data dan meningkatkan validitas hasil penelitian. Dalam konteks pendidikan ekonomi, konsep populasi dan sampel sangat penting. Misalnya, populasi dapat berupa seluruh siswa jurusan ekonomi di suatu sekolah, sedangkan sampelnya diambil dari sebagian siswa yang dipilih secara acak atau berdasarkan kriteria tertentu. Tujuannya adalah agar hasil penelitian mengenai perilaku belajar, motivasi, atau prestasi ekonomi dapat mencerminkan kondisi populasi secara menyeluruh. Secara keseluruhan, Creswell menekankan bahwa pemilihan populasi dan sampel harus selaras dengan tujuan, pendekatan, dan desain penelitian, karena keputusan pada tahap ini akan menentukan keakuratan dan kredibilitas temuan ilmiah.

Dan daalam jurnal berjudul “Pendekatan Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif” yang ditulis oleh Herlina (2023) dan diterbitkan oleh Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan (JIPP) Universitas Mataram, dijelaskan bahwa populasi merupakan keseluruhan individu, kelompok, atau objek yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi sasaran penelitian. Populasi menjadi dasar bagi peneliti untuk menarik generalisasi dari hasil penelitian. Namun, karena keterbatasan waktu dan sumber daya, peneliti sering tidak dapat meneliti seluruh populasi. Oleh karena itu, dipilih sampel, yaitu sebagian dari populasi yang mewakili karakteristiknya. Sampel harus dipilih secara tepat agar hasil penelitian dapat digeneralisasikan dengan akurat.
Herlina menjelaskan bahwa dalam penelitian kuantitatif, pengambilan sampel dilakukan dengan teknik probabilitas (random sampling), yang memberikan peluang sama bagi setiap anggota populasi untuk terpilih. Sementara dalam penelitian kualitatif, digunakan non-probability sampling, seperti purposive sampling, yaitu pemilihan partisipan berdasarkan pertimbangan tertentu agar data yang diperoleh lebih mendalam dan relevan. Artikel ini juga menekankan bahwa kesalahan dalam menentukan sampel dapat menyebabkan bias penelitian yang menurunkan validitas dan reliabilitas hasil. Dalam penelitian metode campuran, jumlah dan jenis sampel dapat berbeda antara bagian kuantitatif dan kualitatif — bagian kuantitatif membutuhkan sampel besar yang representatif, sedangkan bagian kualitatif fokus pada sampel kecil yang kaya informasi.
Secara keseluruhan, Herlina (2023) menegaskan bahwa pemahaman yang tepat tentang populasi dan sampel merupakan langkah penting dalam merancang penelitian yang valid, reliabel, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Rujukan :
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Herlina. (2023). Pendekatan Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan (JIPP), 9 (4) : 2721–2731. https://jipp.unram.ac.id/index.php/jipp/article/view/2657/1498
In reply to First post

Re: Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel

by Desmala Az-Zahra -
Nama : Desmala Az zahra
NPM : 2313031002
Populasi dalam penelitian merupakan keseluruhan individu, objek, atau entitas yang memiliki karakteristik tertentu sesuai dengan ruang lingkup dan tujuan penelitian. Populasi adalah sumber data yang ingin diketahui sifat atau karakternya secara menyeluruh dalam suatu penelitian. Contohnya, jika penelitian dilakukan pada mahasiswa Pendidikan Ekonomi di sebuah universitas, maka seluruh mahasiswa Pendidikan Ekonomi di universitas tersebut menjadi populasi penelitian. Sampel adalah sebagian dari populasi yang diambil secara sistematis atau acak untuk mewakili populasi tersebut, dengan tujuan agar hasil penelitian dapat digeneralisasi tanpa harus mengkaji seluruh populasi. Pengambilan sampel ini bertujuan menghemat waktu, biaya, dan tenaga, sehingga penelitian menjadi lebih efektif dan efisien. Sampel yang baik haruslah representatif sehingga dapat menggambarkan karakteristik populasi secara akurat. Teknik pengambilan sampel dapat berupa probability sampling seperti simple random sampling atau stratified sampling, maupun non-probability sampling seperti purposive sampling, tergantung jenis dan kebutuhan penelitiannya. Besar sampel juga perlu diperhitungkan dengan metode tertentu agar hasil penelitian valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
In reply to First post

Re: Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel

by Annisa Luthfiyyah -
Nama: Annisa Luthfiyyah
NPM: 2313031010

Laporan hasil membaca terkait dengan populasi dan sampel dari buku metodologi penelitian dan jurnal hasil penelitian pendidikan ekonomi.
 
a. Hasil Pembacaan Buku Metodologi Penelitian karya Hikmawati, Fenti. (2020).
Buku ini menjelaskan bahwa populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang memiliki karakteristik tertentu dan ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari serta ditarik kesimpulannya. Sementara itu, sampel adalah sebagian dari populasi yang dianggap dapat mewakili keseluruhan populasi tersebut.
Peneliti harus mendefinisikan populasi secara jelas agar tidak terjadi kekeliruan dalam penarikan kesimpulan. Pemilihan sampel dilakukan untuk efisiensi waktu, tenaga, dan biaya, dengan tetap memperhatikan keterwakilan data. Buku ini juga menguraikan berbagai teknik pengambilan sampel, antara lain probability sampling (seperti simple random, stratified, dan cluster) yang memberikan peluang sama bagi setiap anggota populasi, serta nonprobability sampling (seperti purposive, kuota, dan jenuh) yang digunakan dalam kondisi tertentu.

b. Hasil Pembacaan Jurnal Penelitian Pendidikan Ekonomi karya Sari, R. N., & Nugroho, A. (2023).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Project Based Learning (PjBL) terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas XI IPS. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Sleman. Dari populasi tersebut, peneliti mengambil dua kelas sebagai sampel, yaitu satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol.
Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling karena populasi terbagi dalam beberapa kelas dengan karakteristik yang relatif homogen. Kelas eksperimen menggunakan model PjBL, sementara kelas kontrol menggunakan metode pembelajaran konvensional.

c. Pembahasan
Kedua sumber menunjukkan kesamaan dalam penekanan pentingnya hubungan yang representatif antara populasi dan sampel. Buku Metodologi Penelitian memberikan landasan teoritis mengenai definisi, fungsi, dan teknik sampling, sedangkan jurnal penelitian menunjukkan penerapan konsep tersebut secara nyata dalam penelitian lapangan di bidang pendidikan ekonomi.
Populasi yang jelas dan sampel yang representatif akan menghasilkan data yang valid dan dapat digeneralisasikan. Kesalahan dalam menentukan populasi maupun sampel dapat menimbulkan bias dan menurunkan akurasi hasil penelitian.

d. Kesimpulan, dari hasil pembacaan buku dan jurnal, dapat disimpulkan bahwa:
1. Populasi adalah keseluruhan subjek yang menjadi sasaran penelitian, sedangkan sampel adalah sebagian kecil dari populasi yang digunakan untuk mewakili keseluruhan.
2. Pemilihan sampel harus memperhatikan keterwakilan agar hasil penelitian dapat digeneralisasikan.
3. Buku Metodologi Penelitian memberikan dasar teoritis mengenai konsep dan teknik sampling, sementara jurnal penelitian memperlihatkan penerapannya secara praktis dalam konteks pembelajaran ekonomi.
4. Representativitas sampel menjadi kunci penting dalam menjaga validitas hasil penelitian pendidikan.

Sumber Referensi:
1. Buku: Hikmawati, Fenti. (2020). Metodologi Penelitian. Depok: Rajawali Pers.
2. Jurnal: Sari, R. N., & Nugroho, A. (2023). Penerapan Model Project Based Learning terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa SMA Negeri 1 Sleman. Jurnal Pendidikan Ekonomi Indonesia, 18(2), 145–155.
In reply to First post

Re: Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel

by Diah Arum Sari Nawang Ulan -
Nama : Diah Arum Sari Nawang Ulan
NPM : 2313031021

Setelah saya membaca beberapa sumber buku metodologi penelitian dan jurnal pendidikan ekonomi, saya memahami bahwa populasi merupakan keseluruhan subjek atau objek penelitian yang memiliki karakteristik tertentu sesuai dengan fokus yang ingin dikaji oleh peneliti. Populasi bisa berupa manusia, benda, peristiwa, atau lembaga, tergantung dari topik penelitian yang dilakukan. Jadi, populasi tidak sekadar jumlah individu yang diteliti, melainkan mencakup seluruh sifat dan ciri yang melekat pada mereka.

Sementara itu, sampel merupakan bagian dari populasi yang dijadikan sebagai sumber data penelitian. Penggunaan sampel dilakukan agar penelitian lebih efisien dari segi waktu dan biaya, tanpa harus meneliti seluruh populasi. Namun, sampel yang dipilih harus mewakili karakteristik populasi secara akurat agar hasil penelitian tetap valid dan dapat digeneralisasikan.

Dalam menentukan siapa saja yang menjadi sampel, peneliti menggunakan teknik sampling, yaitu cara untuk memilih sebagian anggota populasi. Berdasarkan literatur, teknik sampling terbagi dua jenis besar: probability sampling, di mana setiap anggota populasi memiliki kesempatan sama untuk terpilih (contohnya simple random sampling dan stratified random sampling), serta non-probability sampling, di mana tidak semua anggota populasi memiliki peluang sama (misalnya purposive sampling, accidental sampling, dan snowball sampling).

Ukuran sampel ditentukan dengan mempertimbangkan besar populasi, tingkat kesalahan yang bisa diterima, serta sumber daya peneliti. Secara umum, semakin banyak jumlah sampel dibandingkan populasi, maka hasil penelitian akan semakin akurat. Misalnya, dalam jurnal pendidikan ekonomi yang saya baca, peneliti mengambil populasi seluruh siswa kelas X Akuntansi SMK Negeri 1 Singaraja yang berjumlah 160 orang, dan memilih 116 siswa sebagai sampel menggunakan teknik proportional random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar berpengaruh positif terhadap aktivitas dan hasil belajar akuntansi siswa.

Daftar Referensi:
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Amirullah. (2015). Metode Penelitian Manajemen. Malang: Bayumedia Publishing.
Nurmala, D. A., Tripalupi, L. E., & Suharsono, N. (2014). Pengaruh motivasi belajar dan aktivitas belajar terhadap hasil belajar akuntansi. Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha, 4(1), 1–10.
In reply to First post

Re: Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel

by Catur Febriyan -
Nama : Catur Febriyan
NPM : 2313031018

Populasi dalam penelitian diartikan sebagai keseluruhan subjek atau objek yang memiliki karakteristik tertentu yang ditetapkan peneliti untuk diteliti dan ditarik kesimpulannya. Dalam penelitian pendidikan ekonomi, populasi dapat berupa seluruh siswa jurusan IPS, guru ekonomi, atau pelaku usaha binaan sekolah. Sampel merupakan bagian dari populasi yang dianggap mewakili keseluruhan karakteristik populasi tersebut. Pengambilan sampel dilakukan karena populasi biasanya terlalu besar untuk diteliti secara menyeluruh. Teknik pengambilan sampel dapat dilakukan dengan metode probability sampling seperti simple random sampling atau stratified random sampling, serta non-probability sampling seperti purposive sampling yang digunakan bila peneliti memiliki kriteria tertentu. Dalam beberapa penelitian pendidikan ekonomi, seperti penelitian Wulandari dan Sari (2023), pengambilan sampel dilakukan secara proporsional agar semua kelas terwakili. Sedangkan penelitian Siregar (2022) menggunakan total sampling karena jumlah populasi kecil. Secara umum, populasi dan sampel berperan penting dalam menjamin hasil penelitian yang representatif, valid, dan dapat digeneralisasikan.
In reply to First post

Re: Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel

by Syifa Hesti Pratiwi -
Nama: Syifa Hesti Pratiwi
NPM: 2313031003

Berdasarkan hasil membaca buku Metodologi Penelitian (Sugiyono, 2019) dan beberapa jurnal penelitian di bidang pendidikan ekonomi, dapat disimpulkan bahwa populasi dan sampel merupakan dua elemen penting dalam penelitian kuantitatif yang berhubungan langsung dengan validitas hasil penelitian.

Populasi adalah keseluruhan subjek atau objek penelitian yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi sasaran generalisasi. Misalnya, dalam penelitian pendidikan ekonomi, populasi bisa berupa seluruh mahasiswa program studi Pendidikan Ekonomi di suatu universitas atau seluruh siswa SMA yang mengikuti mata pelajaran ekonomi. Populasi harus didefinisikan dengan jelas agar peneliti mengetahui batas cakupan penelitian.

Sampel adalah sebagian dari populasi yang diambil untuk mewakili keseluruhan populasi tersebut. Pemilihan sampel dilakukan karena keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya sehingga peneliti tidak mungkin meneliti seluruh populasi. Sampel yang baik harus representatif, artinya memiliki karakteristik yang sama atau mendekati karakteristik populasi. Dalam jurnal-jurnal pendidikan ekonomi, peneliti biasanya menggunakan teknik sampling seperti simple random sampling, stratified sampling, atau purposive sampling tergantung pada tujuan dan desain penelitian.

Sebagai contoh, pada penelitian tentang pengaruh model pembelajaran ekonomi berbasis proyek terhadap hasil belajar, populasi yang digunakan adalah seluruh siswa kelas XI IPS di satu sekolah, sedangkan sampelnya adalah dua kelas yang dipilih secara acak untuk dijadikan kelas eksperimen dan kontrol.

Dari hasil bacaan tersebut dapat disimpulkan bahwa pemahaman terhadap populasi dan sampel sangat penting agar hasil penelitian dapat digeneralisasikan dengan benar. Populasi menentukan ruang lingkup penelitian, sedangkan sampel menentukan ketepatan data yang diperoleh. Oleh karena itu, dalam penelitian pendidikan ekonomi, peneliti harus mampu menetapkan populasi dan memilih sampel secara tepat agar hasil penelitian valid, reliabel, dan dapat menggambarkan kondisi sebenarnya.
In reply to First post

Re: Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel

by Rieke Nindita Sari - -
Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019

Populasi dalam Metode Penelitian Kuantitatif
Sugiyono (2019) menyebutkan bahwa populasi adalah area generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang dipilih oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian sampai pada kesimpulan.

Populasi dalam Metode Penelitian Kualitatif
Dalam penelitian kualitatif, "populasi dan sampel" didefinisikan sebagai area generalisasi yang terdiri dari: objek atau subjek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian sampai pada kesimpulan. Dalam penelitian kuantitatif, "populasi dan sampel" didefinisikan sebagai area generalisasi yang terdiri dari sampel kecil. Dalam penelitian kualitatif, istilah "populasi" tidak digunakan. Sebaliknya, Spradley mengatakan situasi sosial terdiri dari tiga komponen yang saling berhubungan dengan tempat, pelaku, dan aktivitas.

Sampel
Sampel adalah sebagian kecil dari populasi yang dipilih untuk diobservasi, diukur, atau dianalisis untuk mendapatkan informasi yang mewakili keseluruhan populasi. Pengambilan sampel dilakukan karena seringkali tidak memungkinkan untuk mengumpulkan data dari seluruh populasi karena keterbatasan waktu, sumber daya, dan biaya. Pengambilan sampel harus dilakukan secara cermat dan representatif agar hasil yang diperoleh dapat digeneralisasi kembali ke populasi secara keseluruhan.
Menurut Purwanza (2022) sampel adalah sebagian anggota populasi yang diambil dengan menggunakan teknik pengambilan sampling. Disini sampel harus benar-benar bisa mencerminkan keadaan populasi, artinya kesimpulan hasil penelitian yang diangkat dari sampel harus merupakan kesimpulan atas populasi. Penelitian dengan menggunakan teknik pengambilan sampel lebih menguntungkan dibanding dengan menggunakan populasi saja. Oleh karena itu pertimbangan-pertimbangan itu perlu diperhatikan.
Sampel ditentukan oleh peneliti dengan mempertimbangkan beberapa hal yaitu dengan mempertimbangkan masalah yang dihadapi dalam sebuah penelitian, tujuan yang ingin dicapai dalam sebuah penelitian, hipotesis penelitian yang dibuat, metode penelitian serta intrumen sebuah penelitian. Dalam memilih sampel, penting untuk menggunakan metode yang sesuai untuk memastikan representativitas dan validitas dari hasil penelitian. Dengan memiliki sampel yang mewakili populasi dengan baik, maka dapat menghasilkan temuan yang dapat diterapkan secara lebih luas dan relevan dalam konteks yang lebih besar.

Sumber:
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
In reply to First post

Re: Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel

by Muhammad rizqi Alfiah -
Nama:Muhammad Rizqi Alfiah
Npm:2313031008

Setelah membaca buku metodologi penelitian dan beberapa jurnal pendidikan ekonomi, saya memahami bahwa populasi adalah seluruh kelompok yang menjadi sasaran penelitian, sedangkan sampel adalah sebagian dari kelompok tersebut yang dipilih untuk diteliti. Penelitian biasanya tidak bisa menjangkau seluruh populasi, sehingga sampel diperlukan agar penelitian tetap efisien namun tetap mewakili karakteristik populasi. Baik dalam buku maupun jurnal, peneliti selalu menekankan pentingnya menentukan populasi dan sampel secara jelas, mulai dari siapa yang diteliti, jumlahnya, hingga teknik pengambilannya. Teknik sampling yang dipilih harus sesuai dengan tujuan penelitian, misalnya random sampling untuk penelitian kuantitatif atau purposive sampling untuk penelitian yang membutuhkan responden dengan kriteria tertentu. Dari semua bacaan, saya menyimpulkan bahwa populasi dan sampel sangat menentukan kualitas data, karena semakin tepat pemilihannya, semakin valid dan dapat dipercaya hasil penelitian yang diperoleh.
In reply to First post

Re: Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel

by Tria Meilisma -
Nama: Tria Meilisma
NPM: 2313031029

Populasi adalah merupakan generalisasi yang terdiri dari objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi populasi bukan hanya orang,tetapi juga benda -benda alam yang lain.populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek atau subjek yang dipelajari tetapi meliputi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh objek atau subjek itu.

Populasi dapat di bedakan berikut ini

1.     Populasi terbatas atau populasi terhingga,yakni populasi yang memiliki  batas kuantitatif secara jelas karena memiliki karakteristik yang terbatas.

2.     Populasi tak terbatas atau populasi tak terhingga yakni populasi yang tidak dapat ditemukan batas-batasnya,sehingga tidak dapat dinyatakan dalam bentuk jumlah secra kuantitatif.

Populasi dapat dibedakan ke dalam hal berikut ini

1. populasi teoritis yakni sejumlah populasi yang bats-batasnya ditetapkan secara kualitatif.

2. populasi yang tersedia yakni sejumlah populasi yang secara kuantitatif dapat dinyatakan dengan tegas.

Populasi penelitian harus dibedakan ke dalam sifat beriku ini:

1.     Populasi yang bersifat homogen,yakni populasi yang unsur-unsur memiliki sifat yang sama sehingga tidak perlu dipersoalkan jumlahnya secara kuantitatif.

2.     Populasi yang bersifat heterogen yakni populasi yang unsur-unsur nya memiliki sifat atau keadaan yang bervariasi,sehingga perlu ditetapkan batas-batasnya,baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif.

Pengertian Sampel

Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut,atauapun bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasinya.jika populasi besar dan peneliti tidak mungkin dipelajari seluruh yang ada di populasi,hal seperti ini dikarenakan adanya keterbatasan dana atau biaya,tenaga dan waktu,maka oleh sebab itu peneliti dapat memakai sampel yang diambil dari populasi.

Teknik Sampling

Teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel. Untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian, terdapat berbagai teknik sampling yang digunakan.teknik sampling pada dasamya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu Probability Sampling dan Nonprobability Sampling.

a.      Probability Sampling

Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sarna bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Teknik ini meliputi, simple random sampling, proportionate stratified random sampling, disproportionate stratified random, sampling area (cluster) sampling (sampling menurut daerah).

1.     Simple Random Sampling

2.     Proportionate Stratified Random Sampling

3.     Disproportionate Stratified Random Sampling

4.     Cluster Sampling (Area Sampling)

 

b.     NonProbability Sampling

adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesernpatan sarna bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik sampel ini meliputi,

1.     Sampling Sistematis

2.     Sampling Kuota

3.     Sampling Insidental

4.     Sampling Purposive

5.     Sampling Jenuh

6.     Snowball Sampling

Menentukan Ukuran Sampel

Jumlah anggota sampel sering dinyatakan dengan ukuran sampel. Jumlah sampel yang diharapkan 100% mewakili populasi adalah sarna dengan jumlah anggota populasi itu sendiri. 1adi bila jumlah populasi 1000 dan hasil penelitian itu akan diberlakukan untuk 1000 orang terse but tanpa ada kesalahan, maka jumlah sampel yang diambil sarna dengan jumlah populasi tersebut yaitu 1000 orang. Makin besar jumlah sampel mendekati populasi, maka peluang kesalahan generalisasi semakin keeil dan sebaliknya makin kecil jumlah sampel menjauhi populasi, maka makin besar kesalahan generalisasi.

Cara Mengambil Anggota Sampel

Pengambilan sampel secara randornlacak dapat dilakukan dengan bilangan random, komputer, maupun dengan undian. Bila pengarnbilan dilakukan dengan undian, maka setiap anggota populasi diberi nomor terlebih dahulu, sesuai dengan jurnlah anggota populasi. Karena teknik pengambilan sampel adalah random, maka setiap anggota populasi mempunyai peluang sarna untuk dipilih menjadi anggota sampel. Untuk contoh diatas peluang setiap anggota populasi = 111000. Dengan demikian cara pengambilannya bila nomor satu telah diambil, maka perlu dikembalikan lagi, kalau tidak dikembalikan peluangnya menjadi tidak sarna lagi.

Dalam jurnal yang saya baca bahwa Jurnal ini menegaskan bahwa penentuan populasi dan sampel merupakan aspek krusial dalam penelitian pendidikan karena berpengaruh langsung terhadap validitas dan representativitas hasil penelitian. Populasi dipahami sebagai keseluruhan subjek yang memenuhi kriteria tertentu, sedangkan sampel merupakan bagian dari populasi yang dipilih untuk mewakilinya. Teknik pengambilan sampel mencakup probability sampling dan non-probability sampling, yang penggunaannya disesuaikan dengan tujuan dan kondisi penelitian. Tantangan yang diidentifikasi meliputi keragaman karakteristik subjek, keterbatasan sumber daya, serta ketidaktepatan dalam pemilihan teknik dan ukuran sampel.

sumber :Ramadani, U. P., Muthmainnah, R., Ulhilma, N., Wazabirah, A., Hidayatullah, R., & Harmonedi, H. (2025). Strategi Penentuan Populasi dan Sampel dalam Penelitian Pendidikan: Antara Validitas dan Representativitas. QOSIM: Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 3(2), 574–585.

In reply to First post

Re: Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel

by Najwa Ayudia Aura Rachim -
Nama: Najwa Ayudia Aura Rachim
NPM: 2313031027
Kelas: A

1. Pengertian Populasi
populasi sebagai wilayah generalisasi yang mencakup subjek atau objek yang memiliki karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari. Populasi tidak selalu berarti jumlah yang banyak; bahkan satu orang dapat menjadi populasi jika orang tersebut memiliki banyak karakteristik yang dapat diteliti, Contohnya
• Jika penelitian dilakukan di sekolah X, maka sekolah tersebut adalah populasi karena memiliki jumlah orang, objek, dan karakteristik tertentu seperti motivasi kerja, disiplin, kepemimpinan, kebijakan sekolah, dan lain-lain.
• Dalam bidang kedokteran, darah seseorang dapat menjadi populasi, sedangkan sampel adalah sebagian kecil darah yang diperiksa.
terlihat bahwa populasi dipahami dalam dua arti:
1. Populasi jumlah (kuantitas) > berisi anggota dalam jumlah tertentu.
2. Populasi karakteristik > berisi atribut/kualitas yang melekat pada anggota populasi.

2. Pengertian Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki populasi. Sampel digunakan ketika peneliti menghadapi keterbatasan tenaga, waktu, dana, atau kesulitan mempelajari seluruh populasi. Sampel harus representatif, artinya dapat mewakili populasi sehingga hasil penelitian dapat digeneralisasikan. memberikan ilustrasi bahwa sampel yang tidak representatif akan menghasilkan kesimpulan yang salah diibaratkan seperti beberapa orang buta yang menyimpulkan bentuk gajah hanya dari bagian tubuh yang mereka pegang. Dalam penelitian kuantitatif, sampel yang representatif memungkinkan generalisasi hasil ke populasi. Namun dalam penelitian kualitatif, sampel dipilih secara purposive dan hasilnya tidak digeneralisasikan, melainkan hanya dapat ditransfer ke situasi yang mirip.

3. Teknik Pengambilan Sampel
teknik sampling dibagi menjadi dua kelompok besar:

A. Probability Sampling
Memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Jenisnya:
1. Simple Random Sampling — populasi dianggap homogen dan pemilihan dilakukan secara acak.
2. Proportionate Stratified Random Sampling — populasi tidak homogen dan berstrata proporsional.
3. Disproportionate Stratified Random Sampling — digunakan ketika ada strata kecil yang tidak proporsional.
4. Cluster/Area Sampling — berdasarkan wilayah tertentu.

B. Non-Probability Sampling
Tidak memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh anggota populasi. Jenisnya:
1. Sampling Sistematis berdasarkan nomor urut populasi; misalnya mengambil anggota pada kelipatan tertentu.
2. Sampling Kuota menentukan jumlah sampel tiap ciri tertentu sampai kuota terpenuhi.
3. Sampling Insidental siapa pun yang kebetulan ditemui dan cocok dijadikan sampel.
4. Purposive Sampling berdasarkan pertimbangan tertentu, sangat umum dalam penelitian kualitatif.
5. Sampling Jenuh digunakan jika seluruh anggota populasi dijadikan sampel (misalnya populasi < 30).
6. Snowball Sampling jumlah sampel awal sedikit namun bertambah seperti bola salju karena peneliti terus mencari sumber data yang relevan.

4. Penentuan Ukuran Sampel
menyajikan rumus dan tabel dari Isaac & Michael untuk menentukan jumlah sampel berdasarkan tingkat kesalahan (1%, 5%, dan 10%). Misalnya:
Dari populasi 1000 orang, sampel ideal:
399 (kesalahan 1%)
258 (kesalahan 5%)
213 (kesalahan 10%)
Semakin besar sampel mendekati populasi, semakin kecil kesalahan generalisasi.

Jadi populasi dan sampel adalah dua konsep kunci dalam penelitian, terutama penelitian kuantitatif. Populasi merupakan keseluruhan elemen yang memiliki karakteristik tertentu, sedangkan sampel adalah bagian dari populasi yang digunakan sebagai sumber data. Pemilihan sampel harus tepat dan representatif agar hasil penelitian valid. Teknik sampling yang dipilih harus disesuaikan dengan jenis penelitian (kuantitatif atau kualitatif), kondisi populasi, serta tujuan penelitian.
In reply to First post

Re: Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel

by Mar'atus Shalihah Mar'atus Shalihah -
Nama : Mar'atus Shalihah
NPM : 2313031025

Populasi merupakan keseluruhan individu atau unit analisis yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi sasaran generalisasi penelitian, sehingga peneliti harus menentukan dengan jelas siapa saja yang termasuk dalam populasi serta cara mengaksesnya melalui sampling frame (Creswell, 2014; Sugiyono, 2013). Sampel sebagai bagian dari populasi digunakan untuk mewakili keseluruhan melalui prosedur pemilihan yang tepat agar penelitian tetap efisien namun tetap valid, sementara desain sampling seperti single-stage dan cluster sampling dipilih sesuai ketersediaan data dan struktur populasi (Creswell, 2014; Sugiyono, 2013). Teknik sampling mencakup probability sampling yang memberi peluang sama kepada setiap anggota populasi serta non-probability sampling yang tidak memberikan peluang merata, dan teknik probability lebih disarankan karena lebih menjamin representativitas sampel (Creswell, 2014; Sugiyono, 2013).
Penentuan ukuran sampel dilakukan berdasarkan margin of error, tingkat kepercayaan, dan variasi populasi untuk memastikan hasil penelitian akurat dan dapat digeneralisasi secara tepat (Creswell, 2014; Sugiyono, 2013). Penggunaan sampel memungkinkan penelitian dilakukan dengan efisien tanpa meneliti seluruh populasi, namun tetap menghasilkan temuan yang valid apabila sampel representatif, dan dalam penelitian pendidikan ekonomi populasi dapat berupa siswa, guru, atau mahasiswa dengan teknik sampling seperti random, stratified, atau cluster dipilih sesuai kebutuhan representativitas data (Creswell, 2014; Sugiyono, 2013).

Referensi:
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
In reply to First post

Re: Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel

by IRFAN A SUKI -
Nama : Irfan A Suki
Npm : 2313031013


Menurut Sugiyono, populasi adalah seluruh objek atau subjek yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi sasaran penelitian, sedangkan menurut Arikunto, sampel adalah sebagian dari populasi yang dipilih untuk diteliti karena tidak mungkin meneliti semuanya. Oleh karena itu, peneliti menggunakan teknik sampling seperti random, cluster, atau purposive agar sampel dapat mewakili populasi dan hasil penelitian dapat digeneralisasi.
In reply to First post

Re: Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel

by Yesi Novia Pitriani -
Nama: Yesi Novia Pitriani
NPM: 2313031006

Menurut Sugiyono, populasi adalah keseluruhan subjek atau elemen yang menjadi sasaran generalisasi penelitian, sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi yang benar‑benar diteliti untuk kemudian hasilnya digeneralisasikan kembali ke populasi tersebut.

Populasi
Populasi adalah kelompok besar (orang, organisasi, dokumen, dsb.) yang menjadi fokus utama penelitian dan yang ingin diberi deskripsi atau kesimpulan melalui data penelitian.
Dalam penelitian kuantitatif, populasi harus didefinisikan jelas (siapa, di mana, kapan) dan, sejauh mungkin, ukuran serta kerangka populasinya (sampling frame) dijelaskan agar dapat dilakukan penarikan sampel secara sistematis.
Peneliti juga perlu mempertimbangkan akses terhadap populasi, misalnya apakah tersedia daftar nama atau unit yang dapat digunakan sebagai dasar penarikan sampel.

Sampel
Sampel adalah sebagian anggota populasi yang dipilih melalui prosedur tertentu (misalnya random, sistematis, atau klaster) untuk mewakili karakteristik populasi.
Dalam desain kuantitatif, pemilihan sampel yang bersifat probabilitas (acak) ditekankan agar setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih dan hasil penelitian dapat digeneralisasikan.
Penentuan ukuran sampel sebaiknya tidak hanya berdasarkan “persentase populasi”, tetapi terkait dengan rencana analisis, margin of error, tingkat kepercayaan, dan proporsi respon yang diharapkan, seperti dijelaskan Creswell dengan merujuk tabel ukuran sampel dari buku survei (misalnya Fowler).

Hubungan populasi dan sampel dalam desain penelitian
Pada desain survei, tujuan utamanya adalah menggambarkan kecenderungan, sikap, atau opini populasi berdasarkan data dari sampel, sehingga kualitas definisi populasi dan prosedur sampling menjadi kunci.
Pada desain eksperimen, peneliti juga mengambil sampel dari populasi, tetapi fokus utamanya adalah menguji pengaruh perlakuan terhadap kelompok sampel; meski demikian, sampel tetap dipilih sedemikian rupa agar hasilnya dapat digeneralisasikan ke populasi yang relevan.
In reply to First post

Re: Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel

by LIS TIARA PUTRI -
Nama : Lis Tiara Putri
NPM : 2213031001

Setelah membaca beberapa sumber metodologi penelitian seperti buku Metode Penelitian Pendidikan karya Sugiyono dan jurnal-jurnal penelitian Pendidikan Ekonomi, dapat dipahami bahwa populasi dan sampel merupakan bagian penting dalam menentukan kualitas suatu penelitian. Populasi diartikan sebagai keseluruhan subjek atau objek yang memiliki karakteristik tertentu sesuai tujuan penelitian. Dalam penelitian pendidikan ekonomi, populasi biasanya berupa seluruh peserta didik, guru, atau bahkan data keuangan sekolah pada satu wilayah yang ingin diteliti. Contohnya, populasi bisa berupa seluruh siswa kelas XI IPS di salah satu SMA.

Namun, karena ukuran populasi seringkali terlalu besar dan peneliti memiliki keterbatasan waktu, biaya, serta tenaga, maka dipilih sebagian anggota populasi untuk dijadikan sampel. Sampel adalah bagian dari populasi yang mewakili keseluruhan sehingga hasil penelitian dari sampel dapat digeneralisasikan ke populasi. Untuk mendapatkan sampel yang benar-benar mewakili, peneliti harus menggunakan teknik sampling yang tepat sesuai kondisi di lapangan.

Dalam jurnal-jurnal penelitian pendidikan ekonomi yang dianalisis, teknik sampling yang banyak digunakan adalah probability sampling seperti simple random sampling ketika setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih, serta non-probability sampling seperti purposive sampling ketika sampel dipilih dengan pertimbangan tertentu, misalnya kelas yang sudah mendapatkan materi akuntansi sebelumnya.

Selain itu, penentuan ukuran sampel juga penting. Banyak peneliti menggunakan rumus Slovin atau tabel Krejcie & Morgan untuk menentukan jumlah sampel yang ideal. Hal ini bertujuan agar data yang dikumpulkan cukup untuk dilakukan analisis statistik, seperti uji regresi, uji t, maupun ANOVA. Dengan sampel yang representatif, temuan penelitian akan lebih akurat dan dapat digunakan dalam pengambilan keputusan bidang pendidikan ekonomi, misalnya terkait model pembelajaran atau peningkatan literasi ekonomi siswa.

Kesimpulannya, pemahaman yang tepat mengenai populasi dan sampel akan mempengaruhi validitas hasil penelitian. Oleh karena itu, setiap peneliti perlu cermat dalam menentukan siapa yang menjadi populasi, bagaimana memilih sampel, serta teknik apa yang digunakan agar hasil penelitian benar-benar mencerminkan kondisi sebenarnya.

Daftar Pustaka

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Krejcie, R. V., & Morgan, D. W. (1970). Determining sample size for research activities. Educational and Psychological Measurement, 30, 607–610.
Putri, D. & Santoso, H. (2023). Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa SMA. Jurnal Pendidikan Ekonomi Indonesia, 5(2), 112–120.
Rahmawati, A. (2022). Analisis Minat Belajar Ekonomi Menggunakan Media Digital Interaktif. Jurnal Edukasi Ekonomi, 4(1), 45–53.
In reply to First post

Re: Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel

by Selvidar Armalia -
Nama : Selvidar Armalia
NPM : 2313031014

Populasi dan Sampel Berdasarkan Buku Metodologi dan Jurnal Pendidikan Ekonomi:
Hasil pembacaan buku metodologi penelitian menjelaskan bahwa populasi adalah keseluruhan subjek yang menjadi sasaran penelitian, sedangkan sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih dengan teknik tertentu agar dapat mewakili keseluruhan.
Pemahaman ini sejalan dengan temuan berbagai jurnal pendidikan ekonomi yang ditulis oleh para peneliti seperti Suharsimi Arikunto, Sugiyono, serta peneliti pendidikan ekonomi seperti Sari (2020), Wulandari & Putra (2021), dan Rahmawati (2019).
1. Populasi dalam Penelitian Pendidikan Ekonomi
Dalam jurnal milik Sari (2020) tentang motivasi belajar mahasiswa ekonomi, populasi didefinisikan sebagai seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi pada angkatan tertentu. Penelitian tersebut menegaskan pentingnya batasan populasi yang jelas agar penelitian tidak melebar.
Peneliti lain, Wulandari & Putra (2021), menekankan bahwa populasi harus memiliki karakteristik yang relevan dengan variabel. Dalam penelitiannya mengenai literasi ekonomi, populasi mereka adalah guru ekonomi SMA di Kota Bandar Lampung.
2. Sampel dalam Jurnal Pendidikan Ekonomi
Dalam penelitian Rahmawati (2019) mengenai efektivitas pembelajaran daring, sampel dipilih menggunakan simple random sampling karena populasi mahasiswa dianggap homogen.
Sementara itu, Putra & Siregar (2021) menggunakan purposive sampling untuk memilih mahasiswa yang telah mengikuti mata kuliah tertentu sehingga memenuhi syarat variabel penelitian.
Buku metodologi oleh Sugiyono dan Arikunto juga menegaskan bahwa pemilihan sampel harus representatif, dan ukuran sampel dapat dihitung melalui rumus seperti Slovin atau tabel Krejcie dan Morgan.
3. Kesesuaian Konsep Populasi dan Sampel
Berdasarkan buku metodologi dan jurnal-jurnal tersebut, dapat disimpulkan bahwa:
• Populasi harus didefinisikan secara jelas, baik dari segi jumlah maupun karakteristiknya.
• Sampel harus dipilih dengan teknik yang sesuai dengan kondisi populasi.
• Peneliti harus memastikan sampel mampu menggambarkan populasi, sehingga hasil penelitian lebih akurat dan dapat digeneralisasikan.
In reply to First post

Re: Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel

by Intan Ruliana -
Nama: Intan Ruliana
NPM: 2313031016

Saya membaca satu jurnal penelitian pendidikan ekonomi yang meneliti pengaruh model pembelajaran terhadap hasil belajar siswa. Dari jurnal tersebut, populasi dijelaskan sebagai seluruh siswa kelas XI IPS di sekolah tempat penelitian dilakukan. Jadi populasi adalah semua siswa yang menjadi sasaran penelitian, bukan hanya yang diteliti.

Sampel pada jurnal itu diambil menggunakan teknik purposive sampling, yaitu peneliti memilih kelas yang dianggap paling sesuai dengan kebutuhan penelitian. Sampelnya terdiri dari dua kelas, satu sebagai kelas eksperimen dan satu lagi sebagai kelas kontrol. Jurnal tersebut menekankan bahwa sampel harus mewakili kondisi populasi agar hasil penelitian bisa digeneralisasi.

Dari bacaan itu, saya jadi paham bahwa populasi menggambarkan “keseluruhan peserta”, sedangkan sampel adalah “bagian dari populasi” yang diteliti. Cara memilih sampel juga harus jelas alasannya supaya penelitian lebih valid.
In reply to First post

Re: Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel

by Marista Febria Safutri 2313031007 -
Nama : Marista Febria Safutri
NPM : 2313031007

Artikel ini membahas kebingungan yang sering dialami mahasiswa pascasarjana dalam membedakan konsep theory, theoretical framework, dan conceptual framework dalam penyusunan proposal penelitian maupun tesis. Melalui pengalaman penulis dan tinjauan literatur sistematis, jurnal ini menjelaskan bahwa teori merupakan seperangkat konsep dan proposisi yang menjelaskan hubungan antar variabel dan mampu memprediksi fenomena ilmiah. Teori harus memiliki struktur logis, definisi yang jelas, serta telah diuji secara empiris.

Penulis menegaskan bahwa theoretical framework adalah bagian dari penelitian yang berfungsi sebagai landasan teoretis untuk menganalisis data. Kerangkanya tidak dibangun dari pendapat pribadi peneliti, tetapi bersumber dari teori-teori yang sudah mapan dalam bidang keilmuan terkait. Fungsi utamanya adalah menjadi “lensa” atau “struktur” yang membantu peneliti memberi makna pada data, menyusun argumen, serta mengaitkan temuan dengan pengetahuan ilmiah yang sudah ada.

Sementara itu, conceptual framework digambarkan sebagai “peta besar” dari keseluruhan penelitian. Kerangka ini mencakup pemikiran peneliti mengenai topik, tujuan penelitian, metodologi, teknik pengumpulan data, analisis, hingga cara melaporkan hasil. Dengan kata lain, conceptual framework merupakan keseluruhan konsep dan rencana penelitian, sedangkan theoretical framework hanyalah satu bagian di dalamnya.

Jurnal ini juga memberi panduan tentang cara menyusun theoretical framework, yaitu melalui kajian literatur mendalam agar kerangka tersebut muncul sebagai sintesis dari teori-teori relevan. Contoh penggunaan model konstruktivis ditampilkan untuk menunjukkan bagaimana teori dapat dijadikan dasar analisis data. Artikel ini menutup dengan penegasan bahwa setiap penelitian berkualitas harus memiliki theoretical framework yang kuat, meskipun tidak perlu menjelaskan conceptual framework secara eksplisit.
In reply to First post

Re: Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel

by Aulya Syifa Zulkarnaen -

Nama   : Aulya Syifa Zulkarnaen

NPM   : 2313031009

Kelas   : 2023 A


1. Populasi
Populasi diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri dari subjek atau objek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu, yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari serta disimpulkan. Dengan kata lain, populasi mencakup seluruh elemen yang relevan dengan fokus penelitian, misalnya semua penduduk dalam suatu daerah, siswa di sekolah tertentu, atau produk dari suatu pabrik​(Metodologi Penelitian).

2. Sampel

Sampel adalah subset dari populasi yang dipilih untuk mewakili keseluruhan populasi dalam penelitian. Dalam studi ini, peneliti mungkin memilih sejumlah mahasiswa dari populasi tersebut untuk dijadikan sampel, sehingga data yang diperoleh dapat digunakan untuk menarik kesimpulan tentang populasi secara keseluruhan. Pemilihan sampel harus dilakukan dengan metode yang tepat agar hasil penelitian dapat dianggap valid dan representatif.

Secara ringkas, pemahaman tentang populasi dan sampel sangat penting dalam metodologi penelitian, karena keduanya menentukan keakuratan dan generalisasi hasil penelitian. Penggunaan sampel yang tepat memungkinkan peneliti untuk melakukan analisis yang lebih efisien tanpa harus mengumpulkan data dari seluruh populasi.

3.     Teknik Sampling yang Digunakan

Teknik sampling yang paling umum digunakan dalam penelitian sosial dan ekonomi adalah Sampling Acak Sistematis (Simple Random Sampling). Namun, teknik sampling lain seperti Stratified Sampling, Cluster Sampling, dan Convenience Sampling juga bisa digunakan bergantung pada tujuan dan karakteristik subjek penelitian.

Contoh Implementasi Simple Random Sampling :

  1. Identifikasi Populasi: Identifikasilah semua mahasiswa jurusan pendidikan ekonomi Universitas Sriwijaya yang potensial untuk ikut serta dalam penelitian.
  2. Membuat Daftar: Buatlah daftar lengkap nama-nama mahasiswa tersebut.
  3. Menetapkan Ukuran Sampel: Tentukan ukuran sampel yang tepat untuk analisis statistik yang efektif tanpa melebihi batasan waktu dan biaya.
  4. Melakukan Sampling: Gunakan metode acak sistematis untuk memilih mahasiswa dari daftar tersebut. Misalkan jika populasi memiliki 1000 nama, maka ambillah contoh setiap 50 nama untuk total 20 responden.
In reply to First post

Re: Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel

by Dwi Apriyana -
Nama: Dwi Apriyana 
Npm: 2313031022

Populasi adalah keseluruhan subjek atau objek yang menjadi sasaran penelitian. Dalam konteks pendidikan ekonomi, populasi berupa seluruh siswa, guru, atau sekolah yang memiliki karakteristik tertentu sesuai dengan tujuan penelitian. Populasi bukan hanya jumlah orangnya, tetapi juga mencakup karakteristik yang sesuai pada subjek tersebut, peneliti harus jelas siapa yang diteliti dan apa saja ciri utamanya. Tetapi pada saat melakukan penelitian, seluruh populasi sering kali tidak memungkinkan karena keterbatasan waktu, biaya, dan tenaga. Oleh karena itu, peneliti menggunakan sampel. Sampel adalah sebagian dari populasi yang dipilih dengan cara tertentu, tetapi tetap mewakili kondisi populasi secara keseluruhan. Sampel yang baik adalah sampel yang karakteristiknya tidak jauh berbeda dengan populasi, sehingga hasil penelitian tetap bisa digeneralisasikan.
In reply to First post

Re: Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel

by Malik Fajar -
Nama : Malik Fajar
NPM : 2213031090

A. Populasi

Dalam penelitian ilmiah populasi dapat didefinisikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri dari objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Menurut Sugiyono (2010:117), populasi bukan hanya orang, akan tetapi objek dan benda alam lainnya. Populasi juga meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek itu.

Populasi dalarn suatu penelitian dapat dibedakan berdasarkan sifatnya, yaitu:

1. Populasi yang bersifat homogen, artinya populasi tersebut memiliki sifat dari karakteristik yang sama, sehingga tidak perlu dipersoalkan jumlahnya secara kuantitatif.

2. Populasi yang bersifat heterogen, artinya populasi tersebut memiliki sifat atau keadaan yang bervariasi, sehingga perlu di tetapkan batas-batasnya, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Pada umunya penelitian di bidang sosial yang objeknya adalah manusia atau gejala-gejala dalam kehidupan manusia termasuk dalam populasi yang heterogen.

B. Sampel

Sampel adalah bagian dari anggota populasi berupa subjek maupun objek yang mewakili keseluruhan populasi. Penggunaan sampel dipilih karena terdapat beberapa kasus yang tidak memungkinkan bagi peneliti untuk meneliti keseluruhan populasi. Oleh karena itu diperlukan perwakilan populasi yang disebut dengan sampel. Pengambilan sampel harus memperhatikan kualitas dan karakteristik suatu populasi. Dengan meneliti sampel maka peneliti dapat menarik kesimpulan yang mengeneralisasi untuk seluruh populasinya.

Terdapat beberapa langkah yang perlu diperhatikan dalam menentukan sampel yaitu sebagai berikut

1. Menentukan target populasi

2. Mendaftar seluruh elemen unit populasi

3. Mencari sumber informasi tentang populasi

4. Menentukan jumlah anggota sampel yang akan diambil

Teknik yang digunakan oleh peneliti untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam observasi atau penelitian disebut dengan teknik sampling. Teknik sampling dapat dibedakan menjadi probability sampling dan non probability sampling

1. Probability Sampling

Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Teknik ini meliputi simple random sampling, proportionate stratified random sampling, disproportionate stratified random sampling, dan cluster sampling (area sampling).

2. Non Probability Sampling

Non probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik sampling ini meliputi sampling sistematis, sampling kuota, sampling insidental, sampling purposive, dan sampling jenuh

Sumber Referensi:

Hermawan, 1. 2019. Metodologi Penelitian Pendidikan. Kuantitatif, Kualitatif, dan Mixed Methode. Kuningan: Hidayatul Quran Kuningan

Paramita, R.W.D, Rizal, N., & Sulistyan, R.B. 2021. Metode Penelitian Kuantitatif Lumajang: Widya Gama Press. Waruwu, M. 2023. Pendekatan Penelitian Pendidikan: Metode Penelitian Kualitatif, Metode Penelitian Kuantitatif dan Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Method), Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1), 2896-2910.