Posts made by Aulya Syifa Zulkarnaen

MPPE A2025 -> CASE STUDY

by Aulya Syifa Zulkarnaen -
Nama : Aulya Syifa Zulkarnaen
NPM : 2313031009

1. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA negeri di Provinsi Jawa Barat. Sampel penelitian diambil dari sebagian siswa kelas XI di beberapa SMA negeri yang dipilih untuk mewakili kondisi keseluruhan, mengingat jumlah sekolah yang sangat banyak dan tersebar di berbagai kota dan kabupaten.
2. Teknik sampling yang paling tepat digunakan adalah multistage sampling yang dikombinasikan dengan stratified random sampling. Teknik ini dipilih karena memungkinkan peneliti mengelompokkan sekolah berdasarkan wilayah dan kondisi tertentu, seperti ketersediaan infrastruktur digital dan penerapan pembelajaran hybrid, kemudian memilih sekolah dan siswa secara acak. Dengan cara ini, sampel yang diperoleh lebih beragam dan dapat menggambarkan kondisi nyata di lapangan.
3. Kalau peneliti hanya mengambil sampel dari sekolah di kota besar seperti Bandung dan Bekasi, hasil penelitian berpotensi kurang mewakili kondisi seluruh Jawa Barat. Sekolah di kota besar umumnya memiliki fasilitas dan kesiapan teknologi yang lebih baik dibandingkan daerah lain, sehingga temuan penelitian bisa menjadi bias dan sulit digeneralisasikan ke sekolah di wilayah kabupaten atau daerah dengan keterbatasan sarana.

MPPE A2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Aulya Syifa Zulkarnaen -
Nama : Aulya Syifa Zulkarnaen
NPM : 2313031009

Menentukan Teknik Sampling, Desain Penelitian, dan Instrumen Penelitian

A. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling
Bab ini menjelaskan bahwa populasi merupakan keseluruhan objek atau subjek penelitian yang memiliki karakteristik tertentu, sedangkan sampel adalah bagian dari populasi yang mewakili karakteristik tersebut. Pengambilan sampel dilakukan karena keterbatasan peneliti, namun harus tetap menjaga keterwakilan data agar hasil penelitian valid. Teknik sampling dibagi menjadi dua kelompok utama:
1. Probability Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang sama bagi setiap anggota populasi, seperti simple random sampling, stratified random sampling, dan cluster sampling.
2. Nonprobability Sampling, yaitu teknik yang tidak memberikan peluang sama, seperti purposive sampling, sampling kuota, sampling aksidental, sampling jenuh, dan snowball sampling.
Pemilihan teknik sampling harus disesuaikan dengan tujuan penelitian, karakteristik populasi, dan pendekatan penelitian yang digunakan.

B. Menentukan Desain Penelitian
Desain penelitian merupakan rencana dasar atau kerangka kerja yang berfungsi sebagai pedoman dalam pelaksanaan penelitian. Desain penelitian mengarahkan peneliti dalam menentukan langkah-langkah penelitian, mulai dari pengumpulan data hingga analisis data, sehingga penelitian dapat berjalan secara sistematis dan terarah. Desain penelitian juga dipandang sebagai “peta jalan” yang memastikan bahwa penelitian mampu menjawab rumusan masalah dan tujuan penelitian secara tepat. Oleh karena itu, pemilihan desain penelitian harus disesuaikan dengan jenis penelitian, variabel yang diteliti, serta jenis data yang dibutuhkan. Tanpa desain penelitian yang jelas, penelitian berisiko tidak fokus dan menghasilkan temuan yang lemah secara metodologis.

C. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan sebagai alat yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian, baik dalam bentuk tes maupun non-tes. Instrumen tes biasanya digunakan untuk mengukur aspek kognitif, seperti hasil belajar atau kemampuan intelektual, sedangkan instrumen non-tes meliputi angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Instrumen berperan penting karena kualitas data yang diperoleh sangat bergantung pada kualitas instrumen yang digunakan Instrumen penelitian yang baik harus memenuhi persyaratan akademis, yaitu validitas, reliabilitas, objektivitas, dan kepraktisan. Selain itu, pemilihan instrumen harus disesuaikan dengan variabel penelitian, sumber data, serta teknik analisis data. Instrumen yang tidak tepat dapat menghasilkan data yang bias dan sulit dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

MPPE A2025 -> Penugasan mandiri

by Aulya Syifa Zulkarnaen -
Nama : Aulya Syifa Zulkarnaen
NPM : 2313031009

Teknik Sampling
Dalam penelitian, teknik pengambilan sampel sangatlah diperlukan, karena hal ini digunakan untuk menentukan siapa saja anggota dari populasi yang akan dijadikan sampel. Teknik sampling merupakan metode pemilihan sampel dari populasi dalam penelitian. berikut macam-macam teknik sampling:
1. Probability Sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Probability sampling terdiri dari 4 (empat) macam yang akan dijelaskan sebagai berikut:
• Simple Random Sampling (Sampel Acak Sederhana)
Sampel dipilih secara acak tanpa memperhatikan subkelompok.
• Stratified Random Sampling (Sampel Acak Berlapis)
Populasi dibagi menjadi subkelompok (strata), kemudian sampel diambil secara proporsional dari setiap strata.
• Cluster Sampling (Sampel Acak Kelompok)
Populasi dibagi menjadi kelompok-kelompok, dan sampel diambil dengan memilih beberapa kelompok secara acak.
• Two-Stage Sampling (Sampel Acak Dua Tahap)
Tahap pertama memilih kelompok secara acak, kemudian pada tahap kedua memilih elemen dalam kelompok tersebut.
• Systematic Sampling (Sampel Acak Sistematis)
Sampel diambil dengan memilih anggota pertama secara acak, kemudian memilih anggota berikutnya berdasarkan interval tertentu.

2. Nonprobability Sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Nonprobability Sampling terdiri dari 6 (enam) macam yang akan dijabarkan sebagai berikut ini:
a. Sampling Sistematis
Teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut.
b. Sampling Kuota
Teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan.
c. Sampling Insidental
Teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan/insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.
d. Sampling Purposive
Teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Teknik ini paling cocok digunakan untuk penelitian kualitatif yang tidak melakukan generalisasi.
e. Sampling Jenuh yaitu
Teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering digunakan untuk penelitian dengan jumlah sampel dibawah 30 orang, atau untuk penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan tingkat kesalahan yang sedikit atau kecil.
f. Snowball Sampling
Teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar.

Dasar Teoretis
Stratified random sampling lebih unggul karena menyediakan representativitas yang lebih baik dengan mengurangi variabilitas di setiap subkelompok dan menjamin keterwakilan proporsional semua subkelompok. Metode ini juga mengurangi bias melalui pembagian populasi menjadi strata homogen. Dalam riset pendidikan, pendekatan tersebut krusial karena perbedaan antar-strata (seperti antar-sekolah atau wilayah) berpotensi memengaruhi hasil secara signifikan. Teknik ini juga lebih efisien dibandingkan simple random sampling, karena menghasilkan akurasi lebih tinggi tanpa memerlukan ukuran sampel yang berlebihan.

MPPE A2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Aulya Syifa Zulkarnaen -

Nama   : Aulya Syifa Zulkarnaen

NPM   : 2313031009 

TEKNIK SAMPLING, DESAIN PENELITIAN, INSTRUMEN PENELITIAN DAN PERSYARATANNYA.


A. Teknik Sampling

Teknik sampling merupakan cara yang digunakan peneliti untuk menentukan sebagian anggota populasi (sampel) yang akan dijadikan objek penelitian. Pengambilan sampel dilakukan karena keterbatasan waktu, biaya, dan tenaga, namun tetap harus mampu mewakili karakteristik populasi secara akurat. Dalam penelitian pendidikan, pemilihan teknik sampling harus mempertimbangkan tujuan penelitian, karakteristik populasi, dan metode penelitian yang digunakan. Kesalahan dalam menentukan teknik sampling dapat menyebabkan hasil penelitian tidak dapat digeneralisasikan

B. Macam-Macam Teknik Sampling

Teknik sampling dalam penelitian dibedakan menjadi dua kelompok besar:

  1. Probability Sampling
    Merupakan teknik sampling yang memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anggota populasi untuk menjadi sampel. Teknik ini umumnya digunakan dalam penelitian kuantitatif karena memungkinkan generalisasi hasil penelitian.
    Contohnya:
  • Simple Random Sampling
  • Stratified Random Sampling
  • Cluster Sampling
Non-Probability Sampling
Merupakan teknik sampling yang tidak memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anggota populasi. Teknik ini banyak digunakan dalam penelitian kualitatif atau studi kasus.
Contohnya:
  • Purposive Sampling
  • Snowball Sampling
  • Convenience Sampling

Pemilihan teknik sampling harus disesuaikan dengan tujuan, pendekatan penelitian, dan kondisi lapangan agar data yang diperoleh relevan dan mendalam

 C. Desain Penelitian

Desain penelitian adalah rencana atau kerangka kerja penelitian yang digunakan sebagai pedoman dalam pengumpulan, pengolahan, dan analisis data. Desain penelitian membantu peneliti agar penelitian berjalan secara sistematis dan terarah.

Beberapa desain penelitian yang dijelaskan dalam bab ini antara lain:

  • Desain penelitian deskriptif
  • Desain penelitian eksperimen
  • Desain penelitian korelasional
  • Desain penelitian studi kasus

Pemilihan desain penelitian harus selaras dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian, karena desain yang tepat akan memudahkan peneliti dalam menjawab pertanyaan penelitian secara ilmiah

D. Instrumen Penelitian dan Persyaratannya

Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Instrumen dapat berupa angket, tes, pedoman wawancara, lembar observasi, atau dokumentasi.

Agar instrumen dapat digunakan secara ilmiah, maka harus memenuhi beberapa persyaratan utama, yaitu:

  1. Validitas, yaitu kemampuan instrumen untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.
  2. Reliabilitas, yaitu tingkat konsistensi instrumen dalam menghasilkan data yang sama jika digunakan berulang kali.
  3. Objektivitas, yaitu instrumen tidak dipengaruhi oleh subjektivitas peneliti.
  4. Kepraktisan, yaitu mudah digunakan dan dipahami oleh responden.