Silakan anda membuat summary tentang teknik sampling dari buku/jurnal, silakan dikirim di sini, kemudian anda kemukakan dalam forum diskusi ini teknik sampling mana yang sering digunakan dalam riset pendidikan ekonomi dan sertakan argumentasi teoretiknya.
Penugasan mandiri
Npm :2313031015
Sampling adalah teknik pemilihan sampel dari populasi yang lebih besar. Tujuan dari sampling adalah untuk menentukan karakteristik populasi dengan menggunakan sampel yang lebih kecil. Ada berbagai macam teknik sampling yang dapat digunakan, termasuk:
1. Simple random sampling: merupakan teknik sampling yang paling dasar dan sederhana. Di sini, setiap individu dalam populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel.
2. Stratified sampling: merupakan teknik sampling yang mengelompokkan individu dalam populasi ke dalam beberapa strata atau kelompok terlebih dahulu, kemudian mengambil sampel dari setiap stratum secara acak.
3. Systematic sampling: merupakan teknik sampling yang mengambil sampel dengan menggunakan interval tertentu. Misalnya, jika intervalnya adalah 2, maka sampel pertama akan diambil dari individu ke-1, sampel kedua akan diambil dari individu ke-3, dan seterusnya.
4. Cluster sampling: merupakan teknik sampling yang mengambil sampel dengan mengambil beberapa cluster atau kelompok dari populasi, kemudian mengambil sampel dari setiap cluster tersebut.
Dalam riset pendidikan ekonomi, teknik sampling yang sering digunakan adalah stratified sampling. Hal ini karena teknik ini memungkinkan peneliti untuk mengelompokkan individu dalam populasi ke dalam beberapa strata atau kelompok sesuai dengan karakteristik yang diinginkan, seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan lainnya. Dengan demikian, peneliti dapat memastikan bahwa sampel yang diperoleh representatif terhadap karakteristik populasi yang ingin diteliti. Selain itu, teknik ini juga memungkinkan peneliti untuk mengurangi bias sampling yang mungkin terjadi pada teknik sampling lainnya
NPM : 2313031018
Menurut berbagai literatur, teknik sampling dalam penelitian terdiri dari dua kategori besar yaitu probabilitas (probability) dan non-probabilitas (non-probability).
1. Sampling probabilitas adalah ketika setiap unit/populasi memiliki peluang yang diketahui (non-nol) untuk dipilih menjadi sampel. Teknik-tekniknya meliputi: simple random sampling, systematic sampling, stratified sampling, cluster sampling, dan variasi multistage.
2. Sampling non-probabilitas adalah ketika pemilihan sampel tidak memenuhi prinsip peluang sama untuk tiap unit, meliputi teknik seperti purposive sampling, convenience sampling, snowball sampling, quota sampling.
Dalam pendidikan, literatur seperti Principles of Sampling in Educational Research in Higher Education (Ahrens & Zaščerinska) menekankan bahwa “ukuran sampel berhubungan langsung dengan analisis statistik dan generalisasi” yang menunjukkan bahwa pemilihan teknik sampling bukan sekadar teknis tetapi berdampak pada validitas dan reliabilitas penelitian. Berdasarkan literatur dan pengalaman saya, dalam riset pendidikan (termasuk pendidikan ekonomi) teknik yang paling sering digunakan adalah cluster sampling dan simple random sampling (probability sampling), serta dalam banyak kasus juga purposive sampling atau convenience sampling terutama bila keterbatasan logistik tinggi. Alasanya, Karena tiap siswa dalam populasi punya peluang sama untuk dipilih, maka hasilnya relatif bebas bias pemilihan, dan analisis statistik (seperti estimasi mean, varians) bisa dilakukan dengan asumsi bahwa sampel mewakili populasi. Dalam pendidikan ekonomi, bilamana semua siswa dalam satu sekolah mempunyai karakteristik yang sebanding, SRS bisa jadi pilihan tepat. Teorinya: pemilihan acak menjaga asumsi independensi dan identiknya distribusi, sehingga generalisasi lebih kuat.
NPM : 2313031021
Menurut Sugiyono (2018), teknik sampling adalah cara untuk menentukan sebagian anggota populasi yang akan dijadikan sampel penelitian agar mewakili keseluruhan populasi. Teknik sampling dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu probability sampling dan non-probability sampling.
1. Probability sampling memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel, seperti simple random sampling, stratified sampling, dan cluster sampling.
2. Non-probability sampling tidak memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi, seperti purposive sampling, quota sampling, dan snowball sampling.
Pemilihan teknik sampling harus disesuaikan dengan tujuan penelitian, karakteristik populasi, serta pendekatan penelitian (kuantitatif atau kualitatif).
Teknik Sampling dalam Penelitian Pendidikan Ekonomi
Dalam penelitian pendidikan ekonomi, teknik yang paling sering digunakan adalah purposive sampling. Hal ini karena penelitian di bidang ini sering bersifat terapan dan bertujuan menjelaskan fenomena spesifik, seperti perilaku siswa, efektivitas model pembelajaran, atau kebijakan ekonomi di lembaga pendidikan tertentu.
Secara teoretis, menurut Arikunto (2019), purposive sampling dipilih karena memungkinkan peneliti menentukan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Dengan demikian, teknik ini dinilai lebih efisien dan mampu menghasilkan data yang mendalam serta sesuai konteks pendidikan ekonomi.
NPm:2313031023
Menurut berbagai literatur penelitian, teknik penarikan sampel umumnya terbagi ke dalam dua kelompok besar: probability sampling dan non-probability sampling.
1. Probability sampling adalah metode di mana setiap anggota populasi memiliki peluang terukur untuk menjadi sampel. Teknik yang termasuk di dalamnya meliputi simple random sampling, systematic sampling, stratified sampling, cluster sampling, serta multistage sampling.
2. Non-probability sampling adalah strategi pengambilan sampel yang tidak memberikan kesempatan setara bagi semua unit populasi. Contohnya mencakup purposive sampling, convenience sampling, snowball sampling, dan quota sampling.
Dalam konteks riset pendidikan, literatur seperti Principles of Sampling in Educational Research in Higher Education (Ahrens & Zaščerinska) menegaskan bahwa besarnya sampel dan cara pemilihannya sangat menentukan kekuatan generalisasi dan kualitas analisis statistik. Dengan kata lain, teknik sampling sangat berpengaruh terhadap keabsahan hasil penelitian.
Dalam praktik penelitian di bidang pendidikan, termasuk pendidikan ekonomi, teknik yang paling umum dipilih ialah cluster sampling dan simple random sampling, sementara purposive dan convenience sampling sering digunakan ketika penelitian menghadapi keterbatasan lapangan. Teknik probability banyak dipilih karena memberikan peluang yang seragam kepada setiap individu, sehingga potensi bias lebih kecil dan sampel cenderung representatif. Pada studi pendidikan ekonomi, terutama ketika karakteristik siswa relatif homogen, simple random sampling dianggap efektif karena pemilihan acak membantu menjaga independensi data dan memperkuat generalisasi temuan.
NPM : 2313031002
summary tentang teknik sampling
- Teknik sampling adalah cara untuk menentukan bagian populasi yang akan dijadikan sampel dalam penelitian untuk memperoleh data yang representatif. Berdasarkan kajian literatur dan beberapa sumber referensi, teknik sampling umumnya dibedakan menjadi dua kategori besar:
- Probability Sampling: Setiap elemen populasi memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih sebagai sampel. Jenis-jenisnya meliputi Simple Random Sampling, Stratified Random Sampling, Cluster Sampling, Systematic Sampling, dan Multi-stage Sampling.
- Non-Probability Sampling: Pemilihan sampel tidak didasarkan pada peluang yang sama antar elemen populasi. Jenis-jenisnya meliputi Purposive Sampling, Quota Sampling, Snowball Sampling, Judgment Sampling, Convenience Sampling, dan Sampling Jenuh.
Dalam riset pendidikan ekonomi, teknik sampling yang paling sering digunakan adalah Stratified Random Sampling dan Purposive Sampling, meski teknik lain dapat digunakan sesuai dengan kondisi penelitian.
1. Stratified Random Sampling: Teknik ini dipilih karena populasi dalam pendidikan ekonomi seringkali berstrata, misalnya dilihat dari tingkat kelas, jurusan, atau kelompok sosial ekonomi. Dengan teknik ini, peneliti dapat memastikan bahwa representasi subkelompok dalam populasi menjadi lebih terjamin. Secara teoretik, teknik ini memperkecil kesalahan sampling dan meningkatkan validitas eksternal hasil penelitian, karena distribusi sampel lebih mencerminkan karakteristik populasi.
2. Purposive Sampling: Dalam situasi tertentu dimana peneliti ingin memilih responden yang memiliki pengetahuan atau pengalaman spesifik terkait dengan variabel yang dikaji, purposive sampling sering digunakan, misalnya memilih siswa yang telah mengikuti mata pelajaran ekonomi selama minimal satu semester. Argumentasi teoretik penggunaan purposive sampling adalah untuk memperoleh data yang relevan spesifik dengan tujuan penelitian, meskipun secara statistik tidak bisa digeneralisasi pada seluruh populasi.
Npm:2313031008
Menurut Modul Konsep Dasar Teori Sampling, teknik sampling dibagi menjadi dua, yaitu probability sampling (seperti simple random, stratified, cluster, systematic) yang memberikan peluang sama kepada setiap anggota populasi, dan non-probability sampling (seperti purposive, accidental, quota, snowball) yang memilih sampel tanpa acak dan lebih menekankan kemudahan atau kriteria tertentu.
Dalam penelitian pendidikan ekonomi, teknik yang paling sering digunakan adalah stratified random sampling dan purposive sampling. Stratified random sampling banyak dipakai karena populasi siswa biasanya heterogen (berbeda kelas, jurusan, atau kemampuan), sehingga stratifikasi membuat sampel lebih representatif dan presisi. Sementara itu, purposive sampling sering digunakan pada penelitian kualitatif, PTK, atau studi kasus, karena peneliti membutuhkan informan yang benar-benar sesuai dengan kriteria, misalnya guru ekonomi, siswa berprestasi, atau pihak sekolah tertentu.
Singkatnya, stratified random dipilih untuk survei kuantitatif yang membutuhkan representativitas, sedangkan purposive dipilih untuk penelitian mendalam yang membutuhkan informan spesifik.
Npm :2313031026
Teknik sampling adalah proses memilih sampel dari populasi yang lebih besar untuk melakukan penelitian. Berikut adalah beberapa teknik sampling yang umum digunakan:
1. Sampling Acak Sederhana (Simple Random Sampling): Setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel.
2. Sampling Sistematis (Systematic Sampling): Sampel dipilih berdasarkan interval tertentu, seperti setiap ke-10 anggota populasi.
3. Sampling Stratifikasi (Stratified Sampling): Populasi dibagi menjadi subkelompok (strata) berdasarkan karakteristik tertentu, kemudian sampel diambil dari setiap strata.
4. Sampling Kluster (Cluster Sampling): Populasi dibagi menjadi kluster, kemudian beberapa kluster dipilih secara acak sebagai sampel.
5. Sampling Kuota (Quota Sampling): Sampel dipilih berdasarkan kuota yang telah ditentukan sebelumnya, seperti jumlah laki-laki dan perempuan.
Dalam penelitian pendidikan ekonomi, teknik sampling yang sering digunakan adalah sampling stratifikasi. Hal ini karena populasi dalam penelitian pendidikan ekonomi seringkali heterogen dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda, seperti tingkat pendidikan, jenis kelamin, dan latar belakang ekonomi.
Argumentasi teoretiknya adalah bahwa sampling stratifikasi memungkinkan peneliti untuk memperoleh sampel yang representatif dan akurat, karena sampel diambil dari setiap strata yang ada dalam populasi. Hal ini juga memungkinkan peneliti untuk melakukan analisis yang lebih mendalam dan akurat tentang perbedaan antara strata.
Selain itu, sampling stratifikasi juga dapat membantu peneliti untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas hasil penelitian, karena sampel yang diambil lebih representatif dan akurat.
Dalam konteks penelitian pendidikan ekonomi, sampling stratifikasi dapat digunakan untuk mempelajari perbedaan antara siswa dari latar belakang ekonomi yang berbeda, atau untuk mempelajari perbedaan antara sekolah-sekolah yang memiliki karakteristik yang berbeda.
Referensi:
- Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
- Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Los Angeles: Sage Publications.
Npm : 2313031005
Teknik sampling merupakan elemen kunci dalam metodologi penelitian karena menentukan sejauh mana sampel dapat merepresentasikan populasi secara tepat. Berbagai literatur metodologi penelitian, seperti Creswell (2012), Sugiyono (2018), dan Fraenkel, Wallen, & Hyun (2015), mengelompokkan teknik sampling ke dalam dua kategori besar, yakni probability sampling dan non-probability sampling. Probability sampling memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih, sehingga lebih sesuai digunakan pada penelitian kuantitatif yang menekankan validitas eksternal dan kemampuan generalisasi. Sebaliknya, non-probability sampling digunakan ketika populasi sulit diakses atau penelitian bersifat kualitatif, eksploratif, dan menekankan kedalaman data.
Dalam konteks penelitian pendidikan ekonomi, teknik sampling yang paling banyak digunakan adalah Stratified Random Sampling. Hal ini disebabkan oleh karakteristik populasi pendidikan yang secara alami terbagi ke dalam beberapa strata, seperti tingkat kelas, jurusan, kemampuan akademik, serta karakteristik demografis. Menurut Kerlinger (2000), stratifikasi diperlukan ketika populasi bersifat heterogen tetapi memiliki homogenitas internal dalam setiap strata. Dengan demikian, pemilihan sampel berdasarkan strata akan meningkatkan presisi estimasi dan mengurangi sampling error.
Fraenkel dan Wallen (2015) juga menegaskan bahwa stratified sampling menghasilkan sampel yang lebih representatif karena setiap subkelompok dalam populasi memperoleh peluang proporsional untuk terwakili. Hal ini sangat penting dalam penelitian pendidikan ekonomi, mengingat variabel-variabel seperti hasil belajar ekonomi, literasi ekonomi, dan motivasi belajar sering dipengaruhi oleh perbedaan karakteristik antarsiswa. Berbagai studi metodologis dalam pendidikan menunjukkan bahwa teknik stratifikasi memberikan akurasi lebih tinggi dibanding simple random sampling, terutama ketika struktur populasi bersifat berjenjang.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Stratified Random Sampling merupakan teknik sampling yang paling tepat dan paling sering digunakan dalam penelitian pendidikan ekonomi. Teknik ini tidak hanya mendukung representativitas dan mengurangi bias, tetapi juga memperkuat validitas eksternal serta memungkinkan generalisasi hasil penelitian dilakukan secara lebih akurat.
1. Probability sampling
a. Simpel random samplinh
b. Proportionate stratified random sampling
c. Disproportionate stratified random sampling
d. Area (cluster) sampling (sampling menurut daerah)
2. Non probability sampling
a. Sampling sistematis
b. Sampling kuota
c. Sampling insidental
d. Purposive sampling
e. Sampling jenuh
f. Snowball sampling
Dalam riset pendidikan ekonomi, teknik purposive sampling dan simple random sampling adalah yang paling sering digunakan karena masing-masing memiliki landasan teoretis yang kuat: purposive sampling digunakan ketika peneliti membutuhkan responden dengan karakteristik tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian misalnya hanya guru ekonomi, siswa jurusan IPS, atau pengambil kebijakan sehingga sesuai dengan teori judgment sampling yang menekankan pemilihan informan berdasarkan pertimbangan keahlian atau relevansi; sementara simple random sampling banyak dipakai dalam penelitian kuantitatif karena setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih, sesuai prinsip probabilitas dalam teori statistik, sehingga memungkinkan generalisasi hasil penelitian terhadap populasi secara lebih valid dan mengurangi bias pemilihan sampel.
NPM : 2313031025
Teknik sampling adalah metode yang digunakan untuk menentukan jumlah dan cara pengambilan sampel dari populasi dalam penelitian. Teknik ini penting agar sampel yang diambil benar-benar mewakili karakteristik populasi sehingga hasil penelitian dapat digeneralisasi. Ada dua kelompok teknik sampling utama, yaitu probability sampling (setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk dipilih) dan non-probability sampling (pemilihan sampel tidak berdasarkan peluang sama).
Dalam riset pendidikan ekonomi, teknik sampling yang sering digunakan adalah probability sampling, terutama teknik stratified random sampling dan simple random sampling. Stratified random sampling dipilih ketika populasi memiliki strata atau kelompok homogen seperti kelas, jenjang pendidikan, atau latar belakang sosial ekonomi. Teknik ini membantu memperoleh sampel yang representatif dari setiap strata sehingga hasil penelitian menjadi lebih valid dan generalisasi lebih kuat. Sedangkan simple random sampling cocok digunakan untuk populasi yang homogen, dengan memberikan peluang sama kepada setiap anggota populasi untuk terpilih, meminimalisir bias pemilihan.
Teoretik, penggunaan stratified random sampling dalam pendidikan ekonomi didukung oleh prinsip bahwa pemisahan populasi berdasarkan strata penting untuk mengurangi variabilitas sampel dan meningkatkan akurasi estimasi populasi (Sugiyono, 2013). Teknik ini juga efisien digunakan karena memperhitungkan perbedaan karakteristik dalam populasi yang dapat memengaruhi variabel penelitian.
Referensi:
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Susanti, R. (2015). Sampling dalam Penelitian Pendidikan. Jurnal Teknodik, 9(16).
NPM: 2313031027
Kelas: A
Teknik sampling adalah cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data sebenarnya, dengan memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang representatif
Jenis-Jenis Teknik Sampling dapat dibagi menjadi dua kategori utama:
1. Probability Sampling
- Pengambilan sampel acak sederhana (simple random sampling)
- Pengambilan sampel acak sistematis (systematic random sampling)
- Pengambilan sampel acak berstrata (stratified random sampling)
- Pengambilan sampel acak berdasar area (cluster random sampling)
- Pengambilan sampel acak bertingkat (multi stage sampling)
2. Non-Probability Sampling
- Purposive sampling
- Snowball sampling
- Accidental sampling
- Quota sampling
- Teknik sampel jenuh
Teknik sampling yang sering digunakan dalam riset pendidikan ekonomi adalah Simple Random Sampling. Teknik ini memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anggota populasi untuk menjadi sampel. Kelebihan metode ini yaitu dapat mengurangi bias dan dapat mengetahui standard error penelitian. Penggunaan Simple Random Sampling dalam riset pendidikan ekonomi didasarkan pada asumsi bahwa populasi penelitian memiliki karakteristik yang homogen. Dengan demikian, pengambilan sampel secara acak sederhana dapat memberikan gambaran yang akurat tentang populasi. Selain itu, teknik ini juga dapat mengurangi bias dan meningkatkan validitas hasil penelitian. teknik sampling lain seperti Stratified Random Sampling dan Cluster Random Sampling juga digunakan dalam riset pendidikan ekonomi. Namun, Simple Random Sampling tetap menjadi pilihan utama karena kemudahan dan keefektifannya dalam mengumpulkan data.
NPM: 2313031017
Teknik sampling adalah prosedur memilih sebagian anggota populasi untuk mewakili keseluruhan populasi penelitian. Secara umum, teknik sampling terbagi menjadi dua kelompok, yaitu probability sampling dan non-probability sampling. Probability sampling meliputi simple random, stratified, cluster, dan systematic sampling, yang memberikan peluang sama bagi setiap anggota populasi. Sebaliknya, non-probability sampling seperti purposive, convenience, quota, dan snowball sampling tidak memberikan peluang yang sama dan biasanya digunakan ketika populasi sulit dijangkau atau dalam penelitian kualitatif.
Dalam penelitian pendidikan ekonomi, teknik yang paling sering digunakan adalah stratified random sampling, cluster sampling, dan purposive sampling. Stratified random sampling digunakan karena populasi pendidikan bersifat heterogen, misalnya berbeda kelas atau jurusan, sehingga setiap kelompok dapat terwakili secara proporsional. Cluster sampling dipilih karena efisien, terutama jika sampel diambil berdasarkan kelompok alami seperti kelas atau sekolah. Sementara itu, purposive sampling banyak digunakan dalam penelitian kualitatif, ketika peneliti membutuhkan informan yang dianggap paling memahami fenomena yang diteliti, seperti guru atau siswa tertentu.
Secara keseluruhan, pemilihan teknik sampling dalam penelitian pendidikan ekonomi disesuaikan dengan tujuan penelitian dan karakteristik populasi. Namun, ketiga teknik tersebut paling umum digunakan karena alasan representativitas, efisiensi, dan relevansi informan terhadap topik penelitian.
Secara umum teknik sampling dibagi menjadi dua kelompok:
1. Probability Sampling
Setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih sebagai sampel.
Jenisnya ada 4 :
1. Simple Random Sampling yaitu Pemilihan sampel secara acak tanpa mempertimbangkan karakteristik tertentu. Kelebihannya Tingkat kesalahan rendah, representatif. Kekurangannya Tidak cocok untuk populasi besar & tersebar.
2. Stratified Random Sampling yaitu Populasi dibagi menjadi strata (kelompok homogen), lalu sampel diambil dari tiap strata. Kelebihannya Lebih representatif karena mempertimbangkan perbedaan karakteristik. Kekurangannya Rumit saat strata banyak.
3. Cluster Sampling yaitu Pemilihan berdasarkan kelompok/cluster, bukan individu. Kelebihannya Efisien untuk populasi luas. Kekurangannya Variasi antar cluster dapat tinggi.
4. Systematic Sampling yaitu Pemilihan sampel berdasarkan interval tertentu (misal tiap siswa ke-10). Kelebihannya Prosedur mudah. Kekurangannya Rentan bias bila pola populasi berulang.
2. Non-Probability Sampling
Tidak semua anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk dipilih.
Jenisnya ada 4 :
1. Purposive Sampling yaitu Sampel dipilih berdasarkan pertimbangan/tujuan tertentu. Kelebihannya Fokus pada subjek yang paling relevan. Kekurangannya Risiko bias peneliti tinggi.
2. Convenience Sampling yaitu Berdasarkan kemudahan diakses (misalnya siswa yang tersedia). Kelebihannya Praktis, hemat waktu. Kekurangannya Validitas eksternal rendah.
3. Snowball Sampling yaitu Responden awal merekomendasikan responden lain. Kelebihannya Cocok untuk subjek sulit ditemukan. Kekurangannya Tidak representatif untuk populasi luas.
4. Quota Sampling yaitu Sampel ditentukan berdasarkan proporsi kategori tertentu. Kelebihannya Lebih cepat daripada stratified. Kekurangannya Kurang representatif karena non-acak.
• Teknik Sampling yang Paling Sering Digunakan dalam Riset Pendidikan Ekonomi Adalah : Stratified Random Sampling adalah teknik yang paling sering digunakan.
• Argumentasi Teoretik
Stratified Random Sampling lebih unggul dalam penelitian pendidikan ekonomi karena:
1. Populasi pendidikan bersifat heterogen
Siswa memiliki perbedaan karakteristik (gender, tingkat kelas, jurusan, prestasi akademik, sosial ekonomi, dsb.).
2. Memberi representasi lebih akurat
Dengan membagi populasi ke dalam strata, setiap kelompok terwakili sehingga hasil penelitian mencerminkan kondisi populasi secara menyeluruh.
3. Mengurangi sampling error
Variabilitas antar anggota populasi dalam satu strata cenderung rendah, sehingga varian sampel lebih stabil.
4. Cocok untuk penelitian komparatif dan korelasional
Misalnya membandingkan hasil belajar berdasarkan jurusan atau menganalisis pengaruh literasi ekonomi berdasarkan gender.
• Contoh penerapan dalam pendidikan ekonomi:
> Populasi: seluruh siswa kelas X, XI, XII jurusan IPS.
Strata: kelas X IPS, XI IPS, XII IPS.
Sampel: diambil proporsional dari setiap strata secara acak.
Referensi :
1. Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
2. Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE.
3. Taherdoost, H. (2016). "Sampling Methods in Research Methodology." International Journal of Academic Research in Management, 5(2), 18–27.
Npm : 2313031020
1. Summary teknik sampling dari buku/jurnal
Teknik sampling adalah prosedur pemilihan sebagian anggota populasi untuk dijadikan sampel penelitian sehingga hasilnya dapat digeneralisasi. Creswell (2014) menjelaskan bahwa sampling terbagi dua, yaitu probability sampling dan non-probability sampling. Probability sampling mencakup simple random, stratified random, cluster, dan systematic sampling, yang semuanya memberikan peluang sama bagi anggota populasi untuk terpilih. Sementara itu, non-probability sampling seperti purposive, convenience, dan quota sampling tidak memberikan peluang yang sama dan lebih sering dipakai saat populasi sulit dijangkau atau penelitian bersifat eksploratif. Cohen, Manion, dan Morrison (2018) menekankan bahwa pemilihan teknik sampling harus mempertimbangkan karakter populasi, tujuan penelitian, dan kebutuhan generalisasi data.
2. Teknik sampling yang sering digunakan dalam riset pendidikan ekonomi
Dalam penelitian pendidikan ekonomi, teknik sampling yang paling sering digunakan adalah stratified random sampling. Hal ini disebabkan oleh karakteristik populasi pendidikan ekonomi yang umumnya besar, heterogen, dan terdiri atas kelompok berbeda seperti wilayah sekolah, status sosial ekonomi, atau tingkat akreditasi. Teknik berstrata memungkinkan populasi dibagi menjadi kelompok homogen, lalu sampel diambil secara acak dari tiap strata, sehingga semua kelompok penting terwakili. Dengan cara ini, hasil penelitian lebih representatif dan memiliki kekuatan generalisasi yang lebih tinggi.
3. Argumentasi teoretiknya
Secara teoretis, stratified random sampling direkomendasikan karena memberikan representativitas yang lebih baik dibanding teknik sampling lain. Creswell (2014) menyebutkan bahwa stratifikasi mengurangi bias dan meningkatkan akurasi generalisasi. Cohen et al. (2018) menambahkan bahwa teknik ini sangat cocok ketika populasi memiliki perbedaan nyata yang dapat memengaruhi variabel penelitian—situasi yang umum dalam pendidikan ekonomi. Sugiyono (2019) juga menegaskan bahwa pembagian strata membuat hasil penelitian lebih stabil karena variasi dalam sampel dapat dikontrol. Dengan demikian, stratified random sampling menjadi pilihan logis dan metodologis untuk riset pendidikan ekonomi.
NPM: 2313031006
Teknik sampling dibagi dua:
- Probability sampling: pemilihan sampel secara acak (simple random, stratified, cluster, multistage) sehingga setiap anggota populasi punya peluang terpilih yang dapat dihitung dan memungkinkan generalisasi hasil penelitian ke populasi.
- Non‑probability sampling: pemilihan tidak acak (convenience, purposive, quota, snowball) sehingga peluang tiap anggota tidak diketahui dan generalisasi menjadi lemah.
Dalam riset pendidikan ekonomi yang bersifat kuantitatif-survei, teknik yang paling sering digunakan adalah probability sampling, terutama simple random sampling dan stratified random sampling, karena:
- Tujuan penelitian biasanya menguji hipotesis dan menggeneralisasi hasil ke populasi siswa/mahasiswa secara sah secara statistik.
- Teknik acak memungkinkan perhitungan kesalahan sampling dan penggunaan uji statistik inferensial, serta lebih representatif untuk populasi pendidikan yang berstrata (kelas, jurusan, angkatan).
NPM: 2313031029
Dalam penelitian pendidikan ekonomi, peneliti umumnya menggunakan probability sampling seperti simple random sampling dan stratified random sampling karena kedua metode ini memungkinkan representasi yang akurat dari populasi sehingga hasil penelitian dapat digeneralisasikan. Simple random sampling diterapkan ketika populasi relatif homogen, sedangkan stratified random sampling lebih sesuai jika populasi memiliki sub kelompok berbeda, misalnya berdasarkan tingkat pendidikan atau latar belakang ekonomi. Selain itu, non-probability sampling seperti purposive sampling juga sering digunakan pada penelitian kualitatif atau studi kasus untuk memperoleh data dari responden yang relevan dan memiliki pengalaman khusus terkait topik penelitian. Pemilihan teknik sampling disesuaikan dengan tujuan penelitian, karakteristik populasi, dan keterbatasan sumber daya penelitian.
NPM : 2213031001
Teknik sampling merupakan prosedur pemilihan sebagian anggota populasi untuk dijadikan sampel penelitian dan sangat menentukan kualitas data yang diperoleh. Berdasarkan literatur metodologi penelitian, teknik sampling terbagi menjadi dua kelompok besar yaitu probability sampling dan non-probability sampling. Probability sampling memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anggota populasi untuk terpilih menjadi sampel, termasuk teknik seperti simple random sampling, stratified random sampling, dan cluster sampling. Sementara itu, non-probability sampling tidak memberikan peluang yang sama bagi seluruh anggota populasi, dan pemilihannya berdasarkan pertimbangan tertentu, seperti pada purposive sampling, quota sampling, atau convenience sampling. Berdasarkan hasil telaah berbagai jurnal penelitian Pendidikan Ekonomi, teknik sampling yang paling sering digunakan adalah Stratified Random Sampling. Hal ini karena dalam konteks pendidikan, populasi mahasiswa atau siswa biasanya terbagi atas kelompok yang jelas seperti angkatan, kelas, atau jurusan, yang memiliki karakteristik akademik dan pengalaman pembelajaran yang berbeda. Dengan stratifikasi, sampel yang diperoleh lebih representatif, mengurangi bias, serta memberikan peluang generalisasi hasil penelitian yang lebih kuat. Selain itu, banyak penelitian Pendidikan Ekonomi menggunakan analisis statistik inferensial seperti korelasi dan regresi yang menuntut kualitas sampel yang baik dan dapat mewakili populasi secara adil. Oleh karena itu, secara teoritis dan empiris, stratified random sampling menjadi pilihan yang paling relevan dan efektif dalam riset Pendidikan Ekonomi.
Npm: 2313031022
Teknik sampling adalah cara mengambil sebagian anggota populasi untuk dijadikan sampel penelitian. Tujuannya agar hasil penelitian tetap mewakili populasi, tetapi tidak harus meneliti semua orang/objek. Teknik sampling di bagi menjadi dua kelompok yaitu Probability Sampling (acak) dan Non Provability Sampling (Tidak acak)
1. Probability Sampling (acak) adalah semua anggota populasi punya kesempatan yang sama untuk dipilih. Misalnya
1. Simple Random Sampling memilih secara acak seperti undian,
2. Stratified Sampling populasi dibagi kelompok (misalnya kelas, gender), lalu dari tiap kelompok diambil sampel. Sugiyono (2019) menjelaskan bahwa stratified sampling baik digunakan jika populasi heterogen.
3. Cluster Sampling memilih berdasarkan kelompok (misal: memilih beberapa sekolah, lalu mewawancarai siswa dari sekolah terpilih).
2. Non-Probability Sampling (tidak acak)
Tidak semua anggota populasi punya kesempatan sama. Misalnya
1. Purposive Sampling dipilih berdasarkan pertimbangan/karakter tertentu.
2. Convenience Sampling yang mudah ditemui.
3. Quota Sampling mengambil sampel sesuai jumlah tertentu.
Teknik ini dipakai jila peneliti kesulitan akses populasi, penelitian kualitatif, atau waktu terbatas.
Teknik Sampling yang Paling Sering Dipakai dalam Riset Pendidikan Ekonomi adalah:
1. Stratified Random Sampling
Karena siswa biasanya berbeda berdasarkan jurusan, kelas, gender, prestasi.
2. Cluster Sampling
Dipakai jika populasi tersebar di banyak sekolah dan sulit mendata satu per satu seluruh siswa.
NPM: 2313031003
Teknik sampling adalah cara peneliti memilih sebagian anggota populasi untuk dijadikan sampel agar data yang diperoleh dapat mewakili keseluruhan populasi. Dalam literatur metodologi penelitian (Sugiyono, 2021; Creswell, 2018), teknik sampling dibagi menjadi dua kelompok besar:
1. Probability Sampling
Setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih menjadi sampel. Teknik ini digunakan jika peneliti ingin menghasilkan temuan yang dapat digeneralisasikan.
Contohnya:
* Simple Random Sampling
* Stratified Random Sampling
* Cluster Sampling
* Systematic Sampling
2. Non-Probability Sampling
Tidak semua anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk dipilih. Teknik ini digunakan jika populasi sulit dijangkau atau penelitian membutuhkan responden dengan kriteria tertentu.
Contohnya:
* Purposive Sampling
* Accidental Sampling
* Quota Sampling
* Snowball Sampling
Masing-masing teknik dipilih berdasarkan sifat populasi, tujuan penelitian, dan desain riset.
Teknik Sampling yang Sering Digunakan dalam Riset Pendidikan Ekonomi
Dalam penelitian di bidang Pendidikan Ekonomi, teknik sampling yang paling sering digunakan adalah:
1. Simple Random Sampling (SRS)
* Populasi mahasiswa atau siswa biasanya homogen dalam hal karakter akademik dan kurikulum (Sugiyono, 2021).
* SRS memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih sehingga mengurangi bias.
* Cocok untuk penelitian kuantitatif yang ingin mencari pengaruh variabel (misalnya pengaruh media belajar, metode pembelajaran, kemampuan kritis, dll.).
* Lebih mudah dilakukan karena hanya membutuhkan daftar populasi lengkap (sampling frame) dan alat pengacak.
Banyak penelitian pendidikan ekonomi menggunakan teknik ini ketika populasi jelas, tidak terlalu besar, dan terbagi dalam kelompok yang sejenis (misalnya satu angkatan atau satu program studi).
2. Purposive Sampling
* Digunakan ketika peneliti membutuhkan responden dengan kriteria tertentu (Creswell, 2018).
* Dalam pendidikan ekonomi, sering dipakai untuk meneliti mahasiswa yang:
* pernah menggunakan teknologi tertentu (misalnya ChatGPT),
* memiliki pengalaman belajar tertentu,
* atau mengikuti mata kuliah tertentu.
* Teknik ini lebih efisien karena peneliti langsung memilih responden yang relevan dengan tujuan penelitian.
NPM: 2313031016
jurnal: https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPE/article/view/19994?utm_source=chatgpt.com
Dalam jurnal tersebut, peneliti memilih sampel mahasiswa secara sengaja berdasarkan kriteria tertentu (misalnya mahasiswa angkatan atau kelas tertentu).
Teknik ini sering dipakai karena:
• Penelitian pendidikan ekonomi biasanya butuh responden yang spesifik (misal: mahasiswa jurusan ekonomi, kelas tertentu, atau siswa yang sudah mengambil mata pelajaran tertentu).
• Peneliti lebih mudah mendapatkan data yang sesuai tanpa harus mengambil dari seluruh populasi.
2. Stratified Random Sampling
Teknik ini sering dipakai kalau populasinya besar dan beragam (misalnya banyak kelas atau angkatan).
Alasannya:
• Setiap kelompok (misal kelas A, B, C) tetap terwakili secara proporsional.
• Hasil lebih akurat dan bisa digeneralisasi ke populasi.
NPM : 2313031009
Teknik Sampling
Dalam penelitian, teknik pengambilan sampel sangatlah diperlukan, karena hal ini digunakan untuk menentukan siapa saja anggota dari populasi yang akan dijadikan sampel. Teknik sampling merupakan metode pemilihan sampel dari populasi dalam penelitian. berikut macam-macam teknik sampling:
1. Probability Sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Probability sampling terdiri dari 4 (empat) macam yang akan dijelaskan sebagai berikut:
• Simple Random Sampling (Sampel Acak Sederhana)
Sampel dipilih secara acak tanpa memperhatikan subkelompok.
• Stratified Random Sampling (Sampel Acak Berlapis)
Populasi dibagi menjadi subkelompok (strata), kemudian sampel diambil secara proporsional dari setiap strata.
• Cluster Sampling (Sampel Acak Kelompok)
Populasi dibagi menjadi kelompok-kelompok, dan sampel diambil dengan memilih beberapa kelompok secara acak.
• Two-Stage Sampling (Sampel Acak Dua Tahap)
Tahap pertama memilih kelompok secara acak, kemudian pada tahap kedua memilih elemen dalam kelompok tersebut.
• Systematic Sampling (Sampel Acak Sistematis)
Sampel diambil dengan memilih anggota pertama secara acak, kemudian memilih anggota berikutnya berdasarkan interval tertentu.
2. Nonprobability Sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Nonprobability Sampling terdiri dari 6 (enam) macam yang akan dijabarkan sebagai berikut ini:
a. Sampling Sistematis
Teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut.
b. Sampling Kuota
Teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan.
c. Sampling Insidental
Teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan/insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.
d. Sampling Purposive
Teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Teknik ini paling cocok digunakan untuk penelitian kualitatif yang tidak melakukan generalisasi.
e. Sampling Jenuh yaitu
Teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering digunakan untuk penelitian dengan jumlah sampel dibawah 30 orang, atau untuk penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan tingkat kesalahan yang sedikit atau kecil.
f. Snowball Sampling
Teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar.
Dasar Teoretis
Stratified random sampling lebih unggul karena menyediakan representativitas yang lebih baik dengan mengurangi variabilitas di setiap subkelompok dan menjamin keterwakilan proporsional semua subkelompok. Metode ini juga mengurangi bias melalui pembagian populasi menjadi strata homogen. Dalam riset pendidikan, pendekatan tersebut krusial karena perbedaan antar-strata (seperti antar-sekolah atau wilayah) berpotensi memengaruhi hasil secara signifikan. Teknik ini juga lebih efisien dibandingkan simple random sampling, karena menghasilkan akurasi lebih tinggi tanpa memerlukan ukuran sampel yang berlebihan.
NPM : 2213031090
Dalam penelitian, teknik pengambilan sampel sangatlah diperlukan, karena hal ini digunakan untuk menentukan siapa saja anggota dari populasi yang hendak dijadikan sampel. Berdasarkan buku yang saya baca dari Sugiyono (2014) yang berjudul Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, beliau mengelompokkan teknik sampling menjadi 2 (dua) yaitu Probability Sampling dan Nonprobability Sampling.
Probability Sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Probability sampling terdiri dari 4 (empat) macam yang akan dijelaskan sebagai berikut:
a. Simple Random Sampling. Dikatakan simple (sederhana) karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Teknik sampling ini digunakan apabila populasi homogen.
b. Proportionate Stratified Random Sampling. Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional.
c. Disproportionate Stratified Random Sampling. Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional.
d. Cluster Sampling (Area Sampling). Teknik pengambilan sampel daerah digunakan untuk menentukan sampel bila obyek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas.
Sedangkan pada Nonprobability Sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Nonprobability Sampling terdiri dari 6 (enam) macam yang akan dijabarkan sebagai berikut ini:
a. Sampling Sistematis yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut.
b. Sampling Kuota yaitu teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan.
c. Sampling Insidental yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan/insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.
d. Sampling Purposive yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Teknik ini paling cocok digunakan untuk penelitian kualitatif yang tidak melakukan generalisasi.
e. Sampling Jenuh yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering digunakan untuk penelitian dengan jumlah sampel dibawah 30 orang, atau untuk penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan tingkat kesalahan yang sedikit atau kecil.
f. Snowball Sampling yaitu teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar.
Dalam riset pendidikan ekonomi, purposive sampling sering digunakan sebagai teknik pengambilan sampel. Argumen teoretiknya adalah bahwa purposive sampling memungkinkan peneliti untuk memilih sampel yang spesifik dan relevan dengan tujuan penelitian. Hal ini penting dalam konteks riset pendidikan ekonomi karena peneliti ingin fokus pada subpopulasi yang memiliki karakteristik tertentu dan memberikan fleksibilitas yang cukup besar dalam pemilihan sampel. Misalkan dalam riset tentang perilaku belanja online mahasiswa, peneliti ingin fokus pada mereka yang aktif melakukan transaksi minimal enam bulan terakhir serta telah melakukan pembelian produk sekurang-kurangnya sekali dalam periode waktu tersebut. Dengan menggunakan teknik purposive sampling, peneliti dapat memastikan bahwa sampel yang digunakan memenuhi kriteria tersebut, sehingga hasil penelitian lebih akurat dan relevan dengan tujuan penelitian.