Silakan diresume Bab 5 dari buku Metodologi Penelitian Pendidikan Berbasis Kasus yang SUDAH TERSEDIA DI PERTEMUAN 1 di atas.
ACTIVITY: RESUME
Npm:2313031015
1. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling
Populasi adalah keseluruhan subjek yang menjadi sasaran penelitian, sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi yang mewakili karakteristiknya. Teknik pengambilan sampel harus dilakukan dengan hati-hati agar hasil penelitian dapat digeneralisasikan ke populasi.
Terdapat dua jenis teknik sampling utama:
1.Probability Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih. Jenisnya meliputi simple random sampling, stratified random sampling, disproportionate stratified sampling, dan cluster sampling.
2.Nonprobability Sampling, yaitu pengambilan sampel tanpa peluang yang sama bagi setiap anggota populasi, seperti systematic sampling, quota sampling, accidental sampling, purposive sampling, snowball sampling, dan sampling jenuh.
Pemilihan teknik sampling dipengaruhi oleh kondisi populasi, tujuan penelitian, serta ketersediaan sumber daya peneliti. Sampel yang baik harus mewakili populasi sehingga hasil penelitian akurat dan dapat dipercaya.
2. Menentukan Desain Penelitian
Desain penelitian adalah rencana atau kerangka kerja yang digunakan peneliti untuk mengarahkan seluruh proses pengumpulan dan analisis data. Desain yang baik harus mencakup rumusan masalah, tujuan, hipotesis, serta metode yang digunakan. Desain ini membantu peneliti menghindari kesalahan dalam pelaksanaan penelitian dan memastikan hasil yang diperoleh relevan dengan tujuan yang ditetapkan.
Beberapa jenis desain penelitian yang umum digunakan antara lain desain eksperimental, deskriptif, komparatif, dan korelasional. Pemilihan desain sangat bergantung pada tujuan dan pendekatan penelitian (kuantitatif atau kualitatif).
3. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data, seperti angket, wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Instrumen yang baik harus memenuhi tiga syarat utama:
1).Validitas, yaitu ketepatan alat ukur dalam mengukur apa yang seharusnya diukur.
2).Reliabilitas, yaitu tingkat konsistensi hasil pengukuran bila dilakukan berulang kali.
3).Praktikabilitas, yaitu kemudahan penggunaan instrumen dalam berbagai situasi penelitian.
Pemilihan dan penyusunan instrumen dipengaruhi oleh tujuan penelitian, jenis data yang dibutuhkan, waktu, biaya, serta kemampuan peneliti. Dalam penelitian kualitatif, instrumen bersifat lebih fleksibel karena dapat disesuaikan dengan dinamika lapangan.
Bab ini menegaskan bahwa keberhasilan penelitian bergantung pada ketepatan peneliti dalam menentukan teknik sampling, desain penelitian, dan instrumen pengumpulan data. Ketiganya merupakan satu kesatuan yang saling mendukung dalam menghasilkan data yang valid, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan perencanaan yang matang, penelitian dapat memberikan hasil yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun pemecahan masalah nyata di lapangan.
NPm:2313031023
1. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling
Populasi merupakan seluruh subjek yang menjadi fokus penelitian, sedangkan sampel adalah bagian dari populasi yang dianggap mewakili. Pengambilan sampel harus dilakukan secara tepat agar temuan penelitian dapat digeneralisasikan.
Teknik sampling terbagi menjadi dua kelompok utama:
A. Probability Sampling: setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih. Contohnya simple random sampling, stratified random sampling, disproportionate stratified sampling, dan cluster sampling.
B.Nonprobability Sampling: tidak memberikan peluang yang sama bagi semua anggota populasi. Bentuknya meliputi systematic sampling, quota sampling, accidental sampling, purposive sampling, snowball sampling, dan sampling jenuh.
C.Pemilihan teknik sampling ditentukan oleh karakteristik populasi, tujuan penelitian, serta sumber daya peneliti. Sampel yang representatif penting untuk menghasilkan data yang tepat dan terpercaya.
2. Menentukan Desain Penelitian
Desain penelitian adalah pedoman yang mengatur langkah-langkah pengumpulan dan analisis data. Desain harus memuat rumusan masalah, tujuan, hipotesis (jika ada), serta metode penelitian. Dengan desain yang tepat, penelitian dapat berjalan terarah dan hasilnya sesuai tujuan.
Beberapa desain yang umum digunakan meliputi desain eksperimental, deskriptif, komparatif, dan korelasional. Pemilihannya disesuaikan dengan pendekatan penelitian, baik kuantitatif maupun kualitatif.
3. Instrumen Penelitian
Instrumen adalah alat untuk memperoleh data, misalnya angket, wawancara, observasi, tes, maupun dokumentasi. Instrumen yang baik harus memenuhi tiga kriteria:
1. Validitas – sejauh mana instrumen mengukur hal yang tepat.
2. Reliabilitas – konsistensi hasil bila pengukuran dilakukan berulang.
3. Praktikabilitas – kemudahan instrumen digunakan dalam beragam kondisi.
Pemilihan instrumen bergantung pada kebutuhan data, tujuan penelitian, waktu, biaya, dan kemampuan peneliti. Pada penelitian kualitatif, instrumen lebih fleksibel menyesuaikan situasi lapangan.
NPM : 2313031020
cara menentukan teknik sampling, desain penelitian, dan instrumen penelitian yang tepat agar penelitian menghasilkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Bab ini dimulai dengan penjelasan tentang populasi sebagai keseluruhan subjek penelitian dan sampel sebagai bagian populasi yang mewakili keseluruhan. Untuk memilih sampel, peneliti menggunakan teknik sampling yang dibagi menjadi dua kategori, yaitu probability sampling dan nonprobability sampling. Probability sampling memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk terpilih dan mencakup simple random, stratified random, disproportionate stratified, serta cluster sampling. Sementara itu, nonprobability sampling tidak memberi peluang yang sama bagi semua anggota populasi dan meliputi sampling sistematis, kuota, aksidental, purposive, jenuh, dan snowball. Setelah menentukan teknik sampling, peneliti harus menetapkan desain penelitian yang berfungsi sebagai rencana atau pedoman untuk mengumpulkan dan menganalisis data, termasuk penentuan tujuan, hipotesis, serta prosedur penelitian. Bagian terakhir membahas instrumen penelitian sebagai alat pengumpul data, baik berupa tes maupun non-tes seperti angket, observasi, dan wawancara. Instrumen yang baik harus memenuhi syarat validitas, reliabilitas, dan kepraktisan. Secara keseluruhan, bab ini menekankan bahwa ketepatan menentukan teknik sampling, desain penelitian, dan instrumen sangat berpengaruh pada kualitas hasil penelitian.
NPM : 2313031021
Bab 5 - Teknik Pengumpulan Data dalam Penelitian Pendidikan
Bab ini menjelaskan berbagai teknik dan instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian pendidikan, baik kuantitatif maupun kualitatif. Penulis menegaskan bahwa kualitas data sangat menentukan keakuratan hasil penelitian, sehingga pemilihan teknik pengumpulan data harus disesuaikan dengan tujuan, pendekatan, dan jenis penelitian.
Beberapa teknik utama yang dibahas meliputi observasi, wawancara, angket (kuesioner), dokumentasi, dan studi kasus. Dalam penelitian kuantitatif, instrumen seperti angket dan tes digunakan untuk mengukur variabel secara objektif dan terstandar. Sementara itu, penelitian kualitatif lebih mengandalkan wawancara mendalam dan observasi partisipatif untuk memahami makna dan konteks suatu fenomena.
Penulis juga menekankan pentingnya validitas dan reliabilitas instrumen, serta perlunya uji coba alat sebelum digunakan di lapangan. Selain itu, peneliti harus memperhatikan etika penelitian, seperti menjaga kerahasiaan responden dan memperoleh persetujuan mereka sebelum pengumpulan data dilakukan.
Secara keseluruhan, Bab 5 menegaskan bahwa teknik pengumpulan data yang tepat akan menghasilkan informasi yang valid, reliabel, dan relevan dengan permasalahan penelitian, sehingga dapat memperkuat hasil analisis dan kesimpulan penelitian pendidikan.
NPM : 2313031002
Pengertian Populasi dan Sampel: Peneliti harus memahami definisi populasi sebagai kelompok subjek yang menjadi fokus penelitian, dan sampel sebagai bagian dari populasi yang dipilih secara sistematis untuk mendapatkan data yang representatif.
Teknik Sampling: Bab ini mendeskripsikan berbagai teknik sampling seperti random sampling, stratified sampling, cluster sampling, dan purposive sampling, serta memberikan pertimbangan metodologis dan praktis dalam memilih teknik yang sesuai dengan karakteristik dan tujuan penelitian. Penjelasan disertai contoh-contoh kasus konkrit di bidang pendidikan agar pembaca dapat langsung mengaitkan teori dengan praktik lapangan.
Langkah Menentukan Sampel: Peneliti diharapkan mampu mengidentifikasi populasi target, merumuskan kriteria inklusi dan eksklusi, serta menerapkan teknik sampling yang tepat agar data yang dihasilkan bisa diterapkan untuk generalisasi hasil penelitian.
Konsep Desain Penelitian: Desain penelitian merupakan blueprint proses penelitian yang membahas rangkaian mulai dari latar belakang masalah, tujuan, kerangka teori, dan penarikan sampel hingga analisis data dan interpretasi hasil.
Jenis-jenis Desain: Bab ini menguraikan tipe desain deskriptif, eksperimen, korelasional, ex post facto, dan desain penelitian campuran, disertai dengan contoh aplikasi pada masalah pendidikan aktual. Ditekankan perbedaan mendasar antara pendekatan kuantitatif (linier, data numerik, uji hipotesis) dan kualitatif (fleksibel, narasi mendalam, interpretatif, adaptif terhadap dinamika lapangan).
Unsur Pokok Desain: Penjelasan tentang unsur-unsur desain, seperti penetapan judul, perumusan masalah, tujuan, kerangka dasar penelitian, penarikan sampel, dan pendefinisian variabel serta indikator pengukuran yang operasional dan relevan dengan praktik pendidikan.
Jenis Instrumen: Bab ini mengidentifikasi instrumen riset seperti tes (kepribadian, intelegensi, sikap, minat, prestasi), angket (terbuka, tertutup, langsung, tidak langsung, check list), wawancara (bebas, terpimpin, bebas terpimpin), serta observasi (pedoman pengamatan, rekaman gambar/suara).
Syarat Instrumen: Uraian tentang validitas, reliabilitas, dan praktikabilitas instrumen serta tahapan penyusunan mulai dari penulisan butir soal, editing dan revisi, uji coba skala kecil/besar, hingga analisis butir dan revisi berdasarkan data hasil uji coba agar diperoleh instrumen final yang layak digunakan dalam penelitian pendidikan.
Definisi Operasional dan Indikator: Penekanan pada pentingnya mendefinisikan setiap variabel secara operasional, menentukan indikator pengukuran untuk memastikan data yang dikumpulkan akurat dan relevan dengan tujuan penelitian serta hipotesis yang diuji.
Npm:2313031008
Bab 5 menjelaskan cara menentukan populasi, sampel, teknik sampling, desain penelitian, dan instrumen penelitian secara tepat sebelum melakukan penelitian.
Pertama, peneliti harus memahami populasi dan sampel. Populasi adalah seluruh subjek yang menjadi sasaran penelitian, sedangkan sampel adalah sebagian yang mewakili populasi. Bab ini memberikan berbagai teknik sampling, mulai dari sampling acak (simple random, sistematis, stratifikasi, area) hingga sampling tidak acak (purposive, snowball, accidental, quota, dan sampel jenuh). Pemilihan teknik harus disesuaikan dengan tujuan, kondisi lapangan, dan karakter populasi.
Kedua, bab ini menegaskan pentingnya menentukan desain penelitian yang tepat. Desain penelitian berfungsi sebagai “rencana kerja” untuk mengumpulkan data dan menjawab tujuan atau hipotesis penelitian. Dalam desain penelitian, peneliti wajib menyiapkan elemen penting seperti judul, latar belakang, tujuan, kerangka dasar penelitian, hingga teknik penarikan sampel.
Ketiga, bab ini membahas instrumen penelitian, yaitu alat yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data. Instrumen dapat berupa tes maupun non-tes. Instrumen harus disusun berdasarkan definisi operasional variabel, dan harus memenuhi syarat validitas, reliabilitas, dan praktikalitas agar data yang diperoleh akurat. Contoh instrumen berupa pertanyaan atau pernyataan pilihan ganda juga diberikan.
Secara keseluruhan, Bab 5 menekankan bahwa penentuan teknik sampling, desain penelitian, dan instrumen adalah langkah penting untuk memastikan penelitian berjalan terarah dan menghasilkan data yang dapat dipercaya
NPM : 2313031018
1. Populasi dan Sampel
Populasi adalah seluruh objek atau subjek yang memiliki karakteristik tertentu yang akan diteliti. Sampel merupakan sebagian dari populasi yang dipilih untuk mewakili keseluruhan ketika peneliti tidak dapat meneliti semua anggota populasi. Pemilihan sampel dilakukan bila keterbatasan waktu, biaya, dan tenaga tidak memungkinkan melakukan penelitian pada seluruh populasi.
2. Teknik Sampling
Teknik sampling adalah cara peneliti menentukan siapa atau apa yang akan dijadikan sampel. Bab ini membagi teknik sampling menjadi dua kelompok utama: probability sampling—yang memberi peluang sama bagi semua anggota populasi (simple random, stratified, cluster)—dan nonprobability sampling, yang peluang pemilihannya tidak merata (purposive, accidental, quota, snowball, jenuh). Pemilihan teknik harus disesuaikan dengan karakter populasi dan tujuan penelitian.
3. Menentukan Desain Penelitian
Desain penelitian adalah rencana menyeluruh yang memandu langkah penelitian, mulai dari identifikasi masalah, perumusan variabel, metode sampling, hingga teknik analisis. Penelitian kuantitatif memiliki desain yang tegas dan tetap, sedangkan kualitatif bersifat fleksibel. Desain dipilih berdasarkan tujuan riset, data yang dibutuhkan, dan pendekatan yang digunakan.
4. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat ukur untuk mengumpulkan data, berupa tes maupun non-tes. Instrumen disusun berdasarkan definisi operasional variabel agar menghasilkan data yang relevan. Bab ini menekankan pentingnya memilih instrumen yang sesuai dengan jenis data dan tujuan penelitian.
5. Kualitas Instrumen
Instrumen harus memenuhi syarat validitas, reliabilitas, dan praktikabilitas agar menghasilkan data yang sahih, konsisten, mudah digunakan, dan bermanfaat bagi peneliti.
Bab 5 menyimpulkan bahwa keberhasilan penelitian sangat bergantung pada kemampuan peneliti dalam menentukan teknik sampling, memilih desain penelitian, dan menggunakan instrumen yang tepat. Peneliti harus memahami karakteristik populasi untuk menentukan sampel yang representatif, baik melalui teknik probability maupun nonprobability. Selain itu, desain penelitian berperan sebagai rencana operasional yang mengarahkan seluruh proses agar sesuai tujuan dan menghasilkan data yang relevan. Instrumen penelitian pun harus disusun berdasarkan definisi operasional variabel serta memenuhi syarat validitas, reliabilitas, dan praktikabilitas agar data yang diperoleh akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Secara keseluruhan, bab ini menegaskan bahwa ketepatan dalam memilih sampling, desain, dan instrumen merupakan fondasi utama untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas dan ilmiah.
Npm : 2313031005
BAB 5. Menentukan Teknik Sampling, Desain Penelitian Dan Instrumen Penelitian
A. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling
1. Populasi
Populasi adalah seluruh objek atau subjek yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi wilayah generalisasi penelitian. Populasi tidak hanya berupa manusia, tetapi juga benda, dokumen, aktivitas, maupun gejala tertentu. Peneliti harus memahami ciri-ciri populasi agar dapat mengambil sampel yang mewakili.
2. Sampel
Sampel merupakan sebagian dari populasi yang diambil sebagai sumber data penelitian. Penggunaan sampel dilakukan ketika populasi terlalu besar sehingga sulit diteliti secara keseluruhan karena keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya. Sampel yang baik adalah sampel yang mewakili (representatif) karakteristik populasi.
3. Teknik Sampling
Teknik sampling terbagi menjadi dua kelompok:
a. Probability Sampling
Setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih. Jenisnya:
1. Simple Random Sampling
2. Stratified Random Sampling
3. Proportionate & Disproportionate Stratified Sampling
4. Area/Cluster Sampling
Teknik ini cocok untuk penelitian kuantitatif dengan populasi jelas dan homogen/heterogen terstruktur.
b. Nonprobability Sampling
Tidak semua anggota populasi memiliki peluang sama untuk terpilih. Jenisnya:
1. Purposive Sampling
2. Snowball Sampling
3. Accidental Sampling
4. Quota Sampling
5. Sampel Jenuh
Teknik ini digunakan ketika populasi sulit diidentifikasi, akses terbatas, atau penelitian bersifat eksploratif.
B. Menentukan Desain Penelitian
Desain penelitian adalah rencana atau kerangka kerja yang memandu peneliti dalam proses pengumpulan data hingga analisis. Desain yang tepat membantu penelitian berjalan sistematis, efisien, dan relevan dengan tujuan penelitian.
Komponen utama desain penelitian:
1. Identifikasi variabel dan hubungan antarvariabel : Peneliti harus memahami apakah penelitian bersifat deskriptif, korelasional, atau eksplanatif.
2. Model atau kerangka dasar penelitian : Model menggambarkan arah hubungan variabel dan menjadi dasar penyusunan hipotesis. Misalnya model hubungan X → Y atau multivariat.
3. Penarikan sampel : Menjelaskan populasi, karakteristiknya, ukuran sampel, dan teknik pengambilan sampel. Bagian ini memastikan sampel yang dipilih representatif.
Desain penelitian tidak hanya berfungsi sebagai rencana awal, tetapi juga sebagai pedoman analisis data dan evaluasi hasil penelitian.
C. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat untuk mengumpulkan data sesuai variabel yang diteliti. Pemilihan instrumen harus disesuaikan dengan jenis penelitian, karakteristik responden, dan tujuan pengukuran.
Jenis instrumen penelitian:
a. Tes (Digunakan untuk mengukur aspek kognitif seperti hasil belajar, kemampuan, atau bakat).
b. Non-tes (Berupa angket, pedoman wawancara, lembar observasi, dokumentasi, dan checklist).
Syarat instrumen penelitian:
1. Validitas : Instrumen harus mengukur apa yang seharusnya diukur.
2. Reliabilitas : Menunjukkan konsistensi hasil pengukuran jika digunakan berkali-kali. Termasuk test-retest, internal consistency, dan bentuk paralel.
3. Praktikabilitas (Kepraktisan) : Instrumen harus ekonomis, mudah digunakan, mudah diberikan skor, dan menghasilkan data yang bisa dianalisis secara tepat.
Pertimbangan dalam memilih instrumen:
• Kejelasan variabel dan masalah penelitian
• Keragaman sumber data
• Jenis data yang diharapkan
• Kemudahan penggunaan dan efektivitas waktu
• Ketepatan instrumen untuk menjawab rumusan masalah
Instrumen yang baik membantu peneliti memperoleh data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Npm :2313031026
1. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling.
- Penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah secara ilmiah sehingga harus sistematis, terkontrol, dan berbasis teori.
- populasi adalah keseluruhan subjek yang memiliki karakteristik tertentu yang relevan dengan penelitian.
- Sampel adalah sebagian anggota populasi yang dijadikan sumber data penelitian.
- Tujuan pemilihan sampel adalah memperoleh data yang mewakili populasi tanpa harus meneliti semua anggota populasi.
- Teknik sampling dibedakan menjadi dua kelompok besar:
1. Sampling acak (probability): meliputi simple random, systematic random, stratified random, cluster/area sampling.
2. Sampling tidak acak (non-probability): meliputi purposive sampling, snowball sampling, accidental sampling, quota sampling, dan sampel jenuh.
- Pemilihan teknik sampling disesuaikan dengan tujuan penelitian, karakteristik populasi, ketersediaan data, sumber daya, dan ketepatan representasi.
2. Menentukan Desain Penelitian.
- Desain penelitian adalah kerangka atau rencana dasar yang membimbing proses pengumpulan data dan analisis penelitian.
- Desain berfungsi menentukan jenis data yang dikumpulkan, sumber data, dan prosedur pengumpulan data.
- Unsur pokok desain penelitian menurut buku ini meliputi:
1. Judul penelitian
2. Latar belakang masalah
3. Tujuan dan hipotesis
4. Kerangka dasar penelitian
5. Teknik penarikan sampel
- Banyak peneliti langsung ke lapangan tanpa rencana yang matang, sehingga desain penelitian diperlukan agar penelitian memiliki arah dan hasil yang valid.
- Desain penelitian harus disusun berdasarkan rumusan masalah dan jenis penelitian (deskriptif, komparatif, korelasional, eksperimen, kualitatif, dsb.).
3. Instrumen Penelitian
- Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data, seperti tes, angket, wawancara, observasi, atau dokumentasi.
- Instrumen harus dipilih agar kegiatan pengumpulan data lebih sistematis dan memudahkan peneliti.
- Menurut teori dalam buku:
1. Instrumen merupakan alat merekam keadaan dan atribut secara kuantitatif.
2. Instrumen harus sesuai dengan variabel penelitian dan indikator yang sudah ditentukan.
- Instrumen penelitian harus memenuhi tiga syarat utama:
1. Validitas: instrumen benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur.
2. Reliabilitas: hasil pengukuran konsisten ketika diulang.
3. Praktikabilitas: mudah digunakan dan dapat diterapkan dalam berbagai kondisi.
- Penyusunan instrumen harus mengacu pada teori, rumusan masalah, dan desain penelitian.
Nama : Annisa Luthfiyyah
NPM : 2313031010
Berikut inj adalah resume Bab 5 tentang Pengumpulan Data dalam Penelitian Berbasis Kasus
A. Pengantar Pengumpulan Data
Pengumpulan data adalah proses mengumpulkan informasi untuk menjawab pertanyaan penelitian. Dalam studi kasus, data dikumpulkan secara mendalam dari berbagai sumber. Tujuannya agar peneliti mendapatkan gambaran yang akurat tentang kasus yang diteliti.
B. Teknik Pengumpulan Data
Kualitatif: wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Kuantitatif: kuesioner, survei, atau tes. Campuran: menggabungkan dua teknik di atas untuk hasil yang lebih lengkap. Teknik dipilih sesuai kebutuhan penelitian.
C. Instrumen Penelitian
Instrumen adalah alat untuk mengumpulkan data, misalnya panduan wawancara atau lembar observasi. Validitas: instrumen benar-benar mengukur apa yang harus diukur. Reliabilitas: hasil pengukuran konsisten jika diuji ulang. Instrumen harus sesuai dengan konteks kasus, misalnya observasi kelas.
D. Populasi dan Sampel
Populasi: seluruh subjek yang terkait dengan penelitian. Sampel: sebagian dari populasi yang dipilih sebagai sumber data. Teknik sampling dapat berupa purposive (berdasarkan kriteria) atau snowball. Dalam penelitian kualitatif, jumlah sampel biasanya ditentukan sampai data dianggap cukup (saturasi).
E. Etika dalam Pengumpulan Data
Peneliti harus meminta izin (informed consent). Data peserta harus dijaga kerahasiaannya. Peneliti harus menghindari tindakan yang bisa merugikan peserta. Etika sangat penting terutama bila melibatkan siswa atau kelompok rentan.
F. Pengorganisasian dan Pengolahan Data Awal
Data yang terkumpul harus diatur dan disimpan dengan rapi, misalnya mengelompokkan wawancara atau lembar observasi. Data dibersihkan dari kesalahan sebelum dianalisis. Pada studi kasus, data biasanya diurutkan berdasarkan tema atau waktu kejadian.
NPM : 2313031019
Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari atas obyek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Nugroho, 2018).
Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Fink, 2003).
Teknik Sampling
Teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian.
Menentukan Desain Penelitian
Desain penelitian pada hakikatnya merupakan suatu strategi untuk mencapai tujuan penelitian yang telah ditetapkan dan berperan sebagai pedoman atau penuntun peneliti pada seluruh proses penelitian (Yonita, 2020). Tipe-tipe desain penelitian tersebut, ialah antara lain:
a. Causal Comparative Research
b. Riset Experimental
c. Ethnographic Research
d. Historical Research
e. Action Research
f. Survey Research
g. Correlation Research
Macam-macam Desain Penelitian
a. Study Cross Sectional
b. Study Case Control
c. Study Cohort
Instrumen Penelitian
Instrumen merupakan suatu alat yang memenuhi persyaratan akademis sehingga dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengukur suatu objek ukur atau mengumpulkan data mengenai suatu variabel.
NPM : 2313031025
BAB 5
Menentukan Teknik Sampling, Desain Penelitian, dan Instrumen Penelitian
1. Populasi dan Sampel
Populasi adalah keseluruhan subjek atau wilayah generalisasi yang memiliki karakteristik tertentu. Sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih untuk mewakili karakteristik keseluruhan populasi.
Penentuan teknik sampling harus mempertimbangkan:
• Ukuran populasi (besar atau kecil)
• Tingkat homogenitas populasi (apakah subjek relatif seragam atau sangat beragam).
• Ketersediaan sumber daya (waktu, biaya, dan kemampuan peneliti).
2. Menentukan Teknik Sampling
Pemilihan teknik sampling (apakah akan menggunakan Probability atau Nonprobability sampling, dan jenis spesifiknya) harus didasarkan pada kesesuaian dengan konteks penelitian:
• Pertimbangan Pemilihan: Peneliti harus melihat tujuan penelitian (apakah ingin generalisasi atau pemahaman kasus spesifik), karakteristik subjek yang akan diteliti, pendekatan penelitian (kuantitatif menuntut probability sampling agar dapat digeneralisasi; kualitatif sering menggunakan purposive sampling), dan kondisi lapangan yang memungkinkan.
• Kesesuaian: Pemilihan teknik harus dipertanggungjawabkan secara logis agar sampel benar-benar dapat mewakili populasi.
3. Menentukan Desain Penelitian
Desain penelitian adalah rencana kerja menyeluruh yang menjadi panduan peneliti dalam mengumpulkan dan menganalisis data. Desain penelitian harus dipilih berdasarkan tujuan spesifik penelitian yang sudah dirumuskan, karena setiap desain menawarkan prosedur pengujian yang berbeda:
• Jika tujuannya adalah mengetahui pengaruh atau hubungan sebab-akibat, peneliti wajib memilih desain Eksperimen atau Causal Comparative.
• Jika tujuannya adalah menggambarkan fenomena atau memperoleh data dari sampel besar, peneliti memilih desain Deskriptif atau Survei.
• Jika tujuannya adalah memahami makna dan proses di balik suatu fenomena secara mendalam, peneliti memilih desain Kualitatif (seperti studi kasus atau etnografi).
4. Instrumen Penelitian
Instrumen adalah alat yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data (misalnya: tes, angket, pedoman wawancara, observasi, dan dokumentasi). Penentuan instrumen penelitian menempatkan penekanan pada pemilihan alat pengumpul data yang paling tepat dan berkualitas. Pemilihan ini harus mempertimbangkan dua aspek mendasar:
a. Kesesuaian dengan Variabel (Substantive Fit) Instrumen yang akan digunakan (seperti tes, angket, pedoman wawancara, atau observasi) harus sesuai secara substantif dengan variabel yang sedang diukur atau diteliti. Hal ini memastikan bahwa alat ukur yang dipilih relevan dan mampu menangkap data yang dibutuhkan untuk menjawab tujuan penelitian.
b. Kualitas dan Persyaratan Instrumen Setelah instrumen ditentukan, peneliti memiliki kewajiban untuk memastikan instrumen tersebut memenuhi standar kualitas melalui pengujian. Kualitas instrumen ditentukan oleh:
• Validitas: Instrumen harus tepat mengukur konsep yang dimaksud.
• Reliabilitas: Instrumen harus memberikan hasil yang konsisten jika digunakan berulang kali.
• Kepraktisan: Instrumen harus efisien dan realistis untuk diterapkan di lapangan.
NPM: 2313031027
Kelas: A
1. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling
a. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek/subjek dengan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti. Populasi tidak hanya berupa manusia, tetapi juga objek atau fenomena lainnya yang relevan untuk diteliti.
b. Sampel
Sampel adalah bagian dari populasi yang mewakili keseluruhan populasi. Sampel digunakan ketika populasi terlalu besar sehingga tidak mungkin diteliti seluruhnya karena keterbatasan waktu, biaya, dan tenaga.
c. Teknik Sampling
Teknik sampling adalah cara untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian. Dua kelompok utama teknik sampling yaitu:
1) Probability Sampling
Memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk terpilih. Contoh:
• Simple Random Sampling: digunakan jika populasi homogen.
• Proportionate Stratified Random Sampling: populasi tidak homogen tetapi berstrata proporsional.
• Disproportionate Stratified Random Sampling: populasi berstrata tetapi kurang proporsional.
• Cluster (Area) Sampling: digunakan untuk populasi yang luas atau tersebar secara geografis.
2) Non-Probability Sampling
Tidak memberikan peluang yang sama untuk setiap anggota populasi. Contoh:
• Sampling Sistematis: pengambilan berdasarkan urutan (misal nomor ganjil/genap).
• Sampling Kuota: berdasarkan jumlah tertentu dengan ciri-ciri khusus.
• Accidental Sampling: siapa pun yang ditemui peneliti dan dianggap cocok.
• Purposive Sampling: dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu (umum pada penelitian kualitatif).
• Sampling Jenuh: semua anggota populasi dijadikan sampel (jika populasi kecil).
• Snowball Sampling: sampel awal sedikit lalu berkembang
2. Menentukan Desain Penelitian
Desain penelitian adalah strategi atau rencana dasar yang membimbing peneliti dalam mengumpulkan dan menganalisis data. Desain bertindak sebagai “peta jalan” penelitian sehingga proses penelitian berjalan terarah dan sesuai tujuan. Menurut Arikunto, desain yang baik menentukan bagaimana variabel dihubungkan, bagaimana data diukur, serta bagaimana data dianalisis. Desain penelitian dapat dilihat dari:
• Tujuan penelitian,
• Hubungan antar variabel,
• Jenis data yang dibutuhkan,
• Metode dan teknik pengumpulan data,
• Prosedur analisis data.
Tipe-tipe desain penelitian meliputi penelitian kualitatif, kuantitatif, eksperimen, survei, R&D, dan lain-lain.
3. Menentukan Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Instrumen harus dapat mencatat data secara sistematis, valid, dan reliabel.
Jenis Instrumen
• Tes (misalnya tes hasil belajar, IQ, bakat).
• Non-tes: angket, wawancara, pedoman observasi, dokumentasi, checklist.
Syarat Instrumen yang Baik
1. Validitas – instrumen mengukur apa yang seharusnya diukur.
2. Reliabilitas – memberikan hasil yang konsisten.
3. Praktikabilitas – mudah digunakan, ekonomis, dan dapat menghasilkan data yang diperlukan.
Peneliti harus mempertimbangkan tujuan penelitian, variabel, karakteristik sampel, lokasi, waktu, biaya, dan teknik analisis sebelum menentukan instrumen
Nama: Tria Meilisma
NPM: 2313031029
Populasi, Sampel dan Teknik Sampling
A. Populasi dan Sampel
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari atas obyek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Nugroho, 2018). Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Fink, 2003).
B. Teknik Sampling
Teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian.
Teknik sampling pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu probability sampling dan nonprobability sampling. bability sampling meliputi simple random, proportionate stratified random, disproportionate stratified random, dan area random. Nonprobability sampling meliputi sampling sistematis, sampling kuota, sampling aksidental, purposive sampling, sistem jenuh, dan snowball sampling.
C. Menentukan Desain Penelitian
Pada saat melakukan penelitian, terlebih lagi untuk penelitian kuantitatif, salah satu langkah yang penting ialah membuat desain penelitian. Desain penelitian pada hakikatnya merupakan suatu strategi untuk mencapai tujuan penelitian yang telah ditetapkan dan berperan sebagai pedoman atau penuntun peneliti pada seluruh proses penelitian (Yonita, 2020).
D. Instrumen Penelitian
Instrumen merupakan suatu alat yang memenuhi persyaratan akademis sehingga dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengukur suatu objek ukur atau mengumpulkan data mengenai suatu variabel. Instrumen dapat berbentuk tes dan juga dapat berbentuk non-tes, namun untuk memperoleh sampel tingkah laku dari ranah kognitif digunakan tes. Bentuk instrumen berkaitan dengan metode pengumpulan data, misal metode wawancara yang instrumennya pedoman wawancara. Metode angket atau kuesioner, instrumennya berupa angket atau kuesioner.
NPM: 2313031017
Bab 5: MENENTUKAN TEKNIK SAMPLING, DESAIN PENELITIAN DAN INSTRUMEN PENELITIAN
Bab ini menjelaskan langkah-langkah praktis dalam menentukan teknik sampling, desain penelitian, dan instrumen yang tepat untuk memperoleh data yang valid serta relevan dengan tujuan penelitian. Pemilihan metode yang sesuai menjadi kunci keberhasilan penelitian, karena akan memengaruhi kualitas data dan ketepatan hasil analisis.
Pada bagian pertama, dibahas mengenai penentuan teknik sampling yang harus disesuaikan dengan karakteristik populasi dan tujuan penelitian. Peneliti harus mempertimbangkan ukuran populasi, tingkat homogenitas, serta sumber daya yang tersedia. Dalam penelitian kuantitatif, disarankan menggunakan probability sampling untuk memperoleh representasi yang kuat, sedangkan penelitian kualitatif lebih sering memakai non-probability sampling karena menekankan kedalaman data, bukan jumlah responden. Selanjutnya, peneliti harus menetapkan desain penelitian yang paling sesuai dengan rumusan masalah. Desain penelitian menjadi kerangka yang mengatur langkah-langkah pengumpulan dan analisis data. Desain yang umum digunakan meliputi deskriptif, korelasional, eksperimen, dan tindakan kelas. Pemilihan desain harus memperhatikan jenis data, hipotesis, dan konteks penelitian agar hasilnya valid serta mudah diinterpretasikan.
Bagian terakhir membahas penentuan instrumen penelitian, yaitu alat yang digunakan untuk mengumpulkan data, seperti kuesioner, tes, lembar observasi, atau pedoman wawancara. Instrumen yang baik harus memenuhi syarat validitas dan reliabilitas agar hasil pengukuran akurat dan dapat dipercaya.
Bab ini menekankan bahwa hubungan antara teknik sampling, desain penelitian, dan instrumen bersifat integral. Ketiganya harus disusun secara konsisten agar penelitian berjalan sistematis, efisien, dan menghasilkan temuan yang benar-benar mencerminkan kondisi nyata di lapangan.
NPM : 2313031014
BAB 5 : MENENTUKAN TEKNIK SAMPLING, DESAIN PENELITIAN DAN INSTRUMEN PENELITIAN
A. Populasi , Sampel dan Teknik Sampling
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari atas obyek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.
Teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian. teknik sampling pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu probability sampling dan nonprobability sampling. Probability sampling meliputi simple random, proportionate stratified random, disproportionate stratified random, dan area random. Nonprobability sampling meliputi sampling sistematis, sampling kuota, sampling aksidental, purposive sampling, sistem jenuh, dan snowball sampling.
B. Menentukan Desain Penelitian
Desain penelitian pada hakikatnya merupakan suatu strategi untuk mencapai tujuan penelitian yang telah ditetapkan dan berperan sebagai pedoman atau penuntun peneliti pada seluruh proses penelitian. dalam arti sempit, desain penelitian merupakan penggambaran secara jelas tentang hubungan antara variabel, pengumpulan data, dan analisis data, sehingga dengan desain yang baik peneliti maupun orang lain yang berkepentingan mempunyai gambaran tentang bagaimana keterkaitan antar variabel, bagaimana mengukurnya.
Pada desain penelitian, terdapat beberapa tipe desain penelitian yang bisa kita gunakan. Tipe-tipe desain penelitian tersebut, ialah antara lain:
1. Causal Comparative Research
2. Riset Experimental
3. Ethnographic Research
4. Historical Research
5. Action Research
6. Survey Research
7. Correlation Research
C. Instrumen Penelitian
Instrumen merupakan suatu alat yang memenuhi persyaratan akademis sehingga dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengukur suatu objek ukur atau mengumpulkan data mengenai suatu variabel. Instrumen dapat berbentuk tes dan juga dapat berbentuk non-tes, namun untuk memperoleh sampel tingkah laku dari ranah kognitif digunakan tes. Misalnya: tes hasil belajar, tes intelegensi, tes bakat dan sebagainya. Instrumen berfungsi sebagai alat bantu dalam mengumpulkan data yang diperlukan. Bentuk instrumen berkaitan dengan metode pengumpulan data, misal metode wawancara yang instrumennya pedoman wawancara. Metode angket atau kuesioner, instrumennya berupa angket atau kuesioner. Metode tes, instrumennya adalah soal tes, tetapi metode observasi, instrumennya bernama checklist.
Npm: 2313031012
Kelas: A
BAB 5 — Menentukan Teknik Sampling, Desain Penelitian, dan Instrumen Penelitian
Bab ini menjelaskan tiga keputusan metodologis paling penting sebelum penelitian dilakukan, yaitu menentukan teknik sampling, menentukan desain penelitian, dan menentukan instrumen penelitian. Ketiganya menentukan keberhasilan dan validitas hasil penelitian.
1. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang memiliki karakteristik tertentu yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari dan disimpulkan.
Sampel adalah bagian dari populasi yang memiliki karakteristik sama dan dipilih untuk mewakili populasi. Sampel dipakai karena populasi terlalu besar untuk diteliti seluruhnya.
Teknik Sampling Teknik sampling adalah cara peneliti memilih anggota sampel secara tepat. Teknik sampling terbagi menjadi dua kelompok:
• Probability Sampling (peluang sama): Simple random, Proportionate stratified random, Disproportionate stratified random, Cluster/Area sampling
• Non-Probability Sampling (peluang tidak sama) : Sistematis, Kuota, aksidental, Purposive, Sampel jenuh, Snowball sampling.
2. Menentukan Desain Penelitian
Desain penelitian adalah strategi atau rencana yang menjadi pedoman dalam pengumpulan data sampai analisis data. Tanpa desain penelitian yang tepat, peneliti bekerja tanpa arah.
Fungsi desain penelitian:
• Menentukan jenis data yang dikumpulkan
• Menentukan sumber data
• Menentukan metode pengumpulan data
• Menentukan langkah analisis
Menurut isi buku, unsur pokok desain penelitian meliputi:
1. Judul penelitian
2. Latar belakang masalah
3. Tujuan dan hipotesis
4. Kerangka dasar penelitian
5. Penarikan sampel
Desain penelitian sangat penting terutama dalam penelitian kuantitatif, karena menjadi “peta jalan” agar proses penelitian berjalan tepat sesuai tujuan.
3. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat untuk mengumpulkan data dan mengukur variabel penelitian. Instrumen dapat berbentuk tes maupun non-tes.
Syarat instrumen yang baik:
1. Validitas → mengukur apa yang seharusnya diukur
2. Reliabilitas → memberi hasil stabil bila diukur ulang
3. Praktikabilitas (kepraktisan) → ekonomis, mudah digunakan, jelas cara penafsiran hasilnya
Instrumen harus dipilih sesuai jenis data yang ingin diperoleh dan kemudahan penggunaannya.
Kesimpulan Bab 5
Komponen dan Peran dalam penelitian
• Teknik Sampling : Menentukan siapa yang menjadi responden dan bagaimana memilihnya agar mewakili populasi
• Desain Penelitian : Menjadi pedoman lengkap mulai dari pengumpulan hingga analisis data
• Instrumen Penelitian : Alat ukur untuk memperoleh data yang valid, reliabel, dan praktis
Ketiga komponen ini tidak boleh dipilih sembarangan. Kesalahan dalam salah satunya dapat menyebabkan hasil penelitian lemah, bias, dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Npm: 2313031023
1. Pengertian Data dan Pengumpulan Data
Bab 5 menjelaskan bahwa data adalah seluruh informasi yang dikumpulkan peneliti untuk menjawab rumusan masalah penelitian.
Pengumpulan data dilakukan secara sistematis, menggunakan teknik dan instrumen tertentu agar hasilnya valid dan reliabel.
2. Jenis–Jenis Data
Data dalam penelitian dapat dibedakan menjadi:
a. Data Kuantitatif
Data berbentuk angka dan dapat diukur secara statistik.
b. Data Kualitatif
Data berbentuk kata, narasi, opini, atau deskripsi, yang memberikan pemahaman mendalam terhadap fenomena.
3. Teknik–Teknik Pengumpulan Data
beberapa teknik yang digunakan dalam penelitian pendidikan, yaitu:
1) Observasi (Pengamatan)
Teknik mengumpulkan data melalui pengamatan langsung terhadap objek/aktivitas.
Biasanya digunakan untuk melihat perilaku, proses pembelajaran, atau situasi kelas.
2) Wawancara (Interview)
Proses tanya jawab antara peneliti dan informan untuk menggali informasi mendalam.
Dapat bersifat terstruktur, semi-terstruktur, atau tidak terstruktur.
3) Angket/Kuesioner
Instrumen berupa daftar pertanyaan tertulis untuk memperoleh data dari responden dalam jumlah besar.
Cocok untuk penelitian kuantitatif.
4) Dokumentasi
Teknik mengumpulkan data dari dokumen seperti arsip sekolah, foto, data akademik, jurnal, atau laporan.
Digunakan untuk melengkapi data observasi dan wawancara.
4. Instrumen Pengumpulan Data
Peneliti perlu menyiapkan instrumen sesuai teknik yang digunakan, seperti:
Lembar observasi, Pedoman wawancara,Angket,Lembar dokumentasi,Instrumen harus disusun berdasarkan indikator variabel, sehingga data yang terkumpul sesuai tujuan penelitian.
5. Syarat Instrumen: Validitas dan Reliabilitas
Agar data yang dikumpulkan berkualitas, instrumen harus memenuhi dua syarat utama:
a. Validitas
Menunjukkan bahwa instrumen benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur.
b. Reliabilitas
Menunjukkan bahwa instrumen memberikan hasil yang konsisten bila digunakan berulang-kali.
NPM: 2313031006
Populasi, sampel, dan teknik sampling
Populasi didefinisikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas subjek/objek dengan karakteristik tertentu yang akan ditarik kesimpulannya, sedangkan sampel adalah bagian dari populasi yang mewakili karakteristik tersebut. Teknik sampling adalah cara menentukan sampel dari populasi, yang dikelompokkan menjadi probability sampling (simple random, proportionate dan disproportionate stratified random, cluster/area) dan nonprobability sampling (systematic, quota, accidental, purposive, jenuh, snowball).
Prinsip pemilihan: probability sampling digunakan bila ingin generalisasi kuat dengan peluang sama bagi tiap anggota populasi, sedangkan nonprobability sampling dipakai bila populasi sulit dijangkau atau penelitian lebih menekankan kedalaman daripada representativitas statistik.
Menentukan desain penelitian
Desain penelitian dipaparkan sebagai strategi atau “peta jalan” untuk mencapai tujuan penelitian, berfungsi menuntun peneliti dari perumusan masalah sampai analisis data. Unsur pokok desain meliputi judul, latar belakang, tujuan/hipotesis, kerangka dasar (variabel dan hubungan), penarikan sampel, metode pengumpulan data, dan teknik analisis.
Menentukan instrumen penelitian
Instrumen penelitian dijelaskan sebagai alat ukur atau alat pengumpul data (tes atau non-tes) untuk memperoleh informasi kuantitatif tentang variabel secara objektif. Pemilihan instrumen harus mempertimbangkan: kejelasan variabel dan indikator, karakter sumber data, jenis data yang diinginkan, validitas, reliabilitas, dan kepraktisan penggunaan.
Langkah menyusun instrumen meliputi identifikasi variabel, menjabarkan ke dimensi dan indikator, menyusun kisi-kisi, merumuskan butir, memberi petunjuk pengisian, lalu mengikuti prosedur pengadaan: perencanaan, penulisan butir, penyuntingan, uji coba, analisis hasil, dan revisi sampai diperoleh instrumen yang valid dan reliabel.
NPM : 2213031001
1. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling
a. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek/subjek dengan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti. Populasi tidak hanya berupa manusia, tetapi juga objek atau fenomena lainnya yang relevan untuk diteliti.
b. Sampel
Sampel adalah bagian dari populasi yang mewakili keseluruhan populasi. Sampel digunakan ketika populasi terlalu besar sehingga tidak mungkin diteliti seluruhnya karena keterbatasan waktu, biaya, dan tenaga.
c. Teknik Sampling
Teknik sampling adalah cara untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian. Dua kelompok utama teknik sampling yaitu:
1) Probability Sampling
Memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk terpilih. Contoh:
• Simple Random Sampling: digunakan jika populasi homogen.
• Proportionate Stratified Random Sampling: populasi tidak homogen tetapi berstrata proporsional.
• Disproportionate Stratified Random Sampling: populasi berstrata tetapi kurang proporsional.
• Cluster (Area) Sampling: digunakan untuk populasi yang luas atau tersebar secara geografis.
2) Non-Probability Sampling
Tidak memberikan peluang yang sama untuk setiap anggota populasi. Contoh:
• Sampling Sistematis: pengambilan berdasarkan urutan (misal nomor ganjil/genap).
• Sampling Kuota: berdasarkan jumlah tertentu dengan ciri-ciri khusus.
• Accidental Sampling: siapa pun yang ditemui peneliti dan dianggap cocok.
• Purposive Sampling: dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu (umum pada penelitian kualitatif).
• Sampling Jenuh: semua anggota populasi dijadikan sampel (jika populasi kecil).
• Snowball Sampling: sampel awal sedikit lalu berkembang
2. Menentukan Desain Penelitian
Desain penelitian adalah strategi atau rencana dasar yang membimbing peneliti dalam mengumpulkan dan menganalisis data. Desain bertindak sebagai “peta jalan” penelitian sehingga proses penelitian berjalan terarah dan sesuai tujuan. Menurut Arikunto, desain yang baik menentukan bagaimana variabel dihubungkan, bagaimana data diukur, serta bagaimana data dianalisis. Desain penelitian dapat dilihat dari:
• Tujuan penelitian,
• Hubungan antar variabel,
• Jenis data yang dibutuhkan,
• Metode dan teknik pengumpulan data,
• Prosedur analisis data.
Tipe-tipe desain penelitian meliputi penelitian kualitatif, kuantitatif, eksperimen, survei, R&D, dan lain-lain.
3. Menentukan Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Instrumen harus dapat mencatat data secara sistematis, valid, dan reliabel.
Jenis Instrumen
• Tes (misalnya tes hasil belajar, IQ, bakat).
• Non-tes: angket, wawancara, pedoman observasi, dokumentasi, checklist.
Syarat Instrumen yang Baik
1. Validitas – instrumen mengukur apa yang seharusnya diukur.
2. Reliabilitas – memberikan hasil yang konsisten.
3. Praktikabilitas – mudah digunakan, ekonomis, dan dapat menghasilkan data yang diperlukan.
Peneliti harus mempertimbangkan tujuan penelitian, variabel, karakteristik sampel, lokasi, waktu, biaya, dan teknik analisis sebelum menentukan instrumen
Npm: 2313031022
Bab 5 Menentukan Teknik Sampling, Desain Penelitian, dan Instrumen
1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Populasi bukan hanya orang, tetapi juga objek dan benda-benda alam yang lain.
2. Sampel
Sampel adalah sebagian dari populasi yang dipilih untuk menjadi sumber data. Sampel digunakan karena meneliti seluruh populasi biasanya membutuhkan terlalu banyak waktu, tenaga, dan biaya. Dalam penelitian, sampel harus benar-benar mewakili populasi agar hasilnya dapat digeneralisasikan.
3. Teknik Sampling
Teknik sampling adalah teknik pengambilan
sampel untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian. Teknik sampling pada dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu probability sampling dan nonprobability sampling. Probability
sampling meliputi simple random, proportionate stratified random, disproportionate stratified random, dan area random. Nonprobability sampling meliputi sampling sistematis, sampling kuota, sampling
aksidental, purposive sampling, sistem jenuh, dan snowball sampling Populasi adalah seluruh objek yang menjadi sasaran penelitian, populasi harus jelas batasan untuk diteliti misalnya berdasarkan wilayah, profesi, usia, atau kelas tertentu.
4. Desain penelitian adalah strategi atau rencana yang digunakan peneliti untuk mencapai tujuan penelitian dan menjadi pedoman selama proses penelitian.
Tipe Desain Penelitian
1. Causal Comparative Research
Penelitian untuk melihat hubungan sebab akibat tanpa memberikan perlakuan langsung pada subjek.
2. Experimental Research
Penelitian untuk menentukan sebab akibat dengan membagi subjek menjadi kelompok kontrol dan kelompok perlakuan.
3. Ethnographic Research
Penelitian yang mempelajari budaya atau kebiasaan suatu kelompok secara mendalam.
4. Historical Research
Penelitian yang menggunakan dokumen, literatur, atau sejarah masa lalu untuk memahami suatu peristiwa.
5. Action Research
Penelitian yang fokus pada tindakan langsung di lapangan untuk memperbaiki suatu praktik atau kondisi.
6. Survey Research
Penelitian kuantitatif yang mengambil sampel dari populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat utama pengumpulan data.
7. Correlation Research
Penelitian yang bertujuan melihat hubungan antara dua variabel. Hubungan ini belum tentu menunjukkan sebab akibat.
Macam-Macam Desain Penelitian
1. Study Cross Sectional
Penelitian yang mengumpulkan data pada satu waktu saja.
2. Study Case Control
Penelitian yang menggunakan pendekatan retrospektif. Efek (penyakit atau kondisi) sudah diketahui, kemudian ditelusuri faktor risikonya di masa lalu.
3. Study Cohort
Penelitian observasional jangka panjang yang mengikuti sekelompok subjek terpapar dan tidak terpapar faktor risiko.
Instrumen Penelitian
Instrumen adalah alat yang digunakan untuk mengukur variabel atau mengumpulkan data penelitian. Instrumen dapat berupa tes dan non-tes.
1. Instrumen Tes
a. Personality test untuk mengetahui kepribadian.
b. Aptitude test untuk mengetahui bakat.
c. Intelligence test untuk mengukur intelegensi.
d. Attitude test untuk mengukur sikap.
e. Interest test untuk mengetahui minat.
f. Achievement test untuk mengetahui prestasi atau capaian belajar.
2. Instrumen Angket atau Kuesioner
a. Kuesioner terbuka, responden menjawab dengan kata-katanya sendiri.
b. Kuesioner tertutup, responden memilih jawaban yang tersedia.
c. Kuesioner langsung, pertanyaan tentang diri responden.
d. Kuesioner tidak langsung, pertanyaan tentang orang lain.
e. Checklist, responden memberikan tanda centang.
f. Skala bertingkat, jawaban berbentuk tingkatan sikap dari sangat setuju sampai sangat tidak setuju.
3. Instrumen Wawancara
Wawancara adalah dialog untuk mendapatkan informasi. Instrumennya berupa pedoman wawancara. Wawancara dapat bebas atau terstruktur.
4. Instrumen Observasi
a. Observasi adalah pengamatan langsung menggunakan indera untuk mendapatkan data.
b. Instrumen dapat berupa pedoman observasi, tes, kuesioner, rekaman gambar, atau rekaman suara.
c. Ada dua sistem:
1. Sign system, mencatat kejadian umum yang mungkin muncul.
2. Category system, hanya mencatat kejadian yang termasuk kategori tertentu.
5. Instrumen Skala Bertingkat atau Rating Scale
Instrumen yang menilai pendapat atau sikap dalam bentuk skala. Penyusunan skala harus hati-hati agar mudah dipahami dan dijawab jujur. Beberapa faktor yang mempengaruhi ketidakjujuran jawaban adalah prasangka, tebakan, kesan pertama, penampilan instrumen, dan halo effect.
6. Instrumen Dokumentasi
a. Digunakan untuk mengumpulkan data dari dokumen seperti arsip, buku, peraturan, majalah, dan catatan sejarah.
b. Terdapat dua bentuk: pedoman dokumentasi dan checklist.
c. Cocok untuk penelitian analisis isi dan pencarian bukti sejarah.
Pertimbangan Pemilihan Instrumen Penelitian
1. Variabel penelitian harus jelas agar mudah menentukan instrumen yang sesuai.
2. Sumber data harus diketahui keragamannya untuk menentukan isi dan sistematika instrumen.
3. Instrumen harus sahih, ajeg, dan objektif.
4. Peneliti harus mengetahui jenis data yang ingin didapat dan cara menganalisisnya.
5. Instrumen harus mudah digunakan dan dapat menghasilkan data yang dibutuhkan secara efektif.
NPM: 2313031003
A. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling
Bagian ini menjelaskan bagaimana peneliti menentukan siapa yang akan menjadi sumber data penelitian.
Populasi adalah keseluruhan subjek yang memiliki karakteristik tertentu sesuai topik penelitian. Populasi digunakan sebagai dasar untuk menarik generalisasi hasil penelitian.
Sampel adalah sebagian dari populasi yang dipilih melalui teknik tertentu untuk mewakili keseluruhan populasi, sehingga penelitian dapat dilakukan secara efisien.
Dalam menentukan sampel, peneliti harus memperhatikan ukuran populasi, sifat anggota populasi (homogen atau heterogen), serta tujuan penelitian. Pemilihan sampel dilakukan menggunakan teknik sampling, yang secara umum dibagi menjadi dua kelompok:
1. Probability Sampling – memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih. Cocok untuk penelitian kuantitatif dan menghasilkan generalisasi yang kuat. Contohnya simple random sampling, stratified sampling, dan cluster sampling.
2. Non-Probability Sampling – tidak memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi. Digunakan jika peneliti membutuhkan responden dengan kriteria tertentu atau populasi sulit diakses. Contohnya purposive sampling, accidental sampling, dan snowball sampling.
Peneliti harus memilih teknik sampling yang tepat agar sampel benar-benar representatif dan sesuai dengan tujuan penelitian.
B. Menentukan Desain Penelitian
Desain penelitian adalah rencana atau struktur kerja yang digunakan peneliti untuk mengarahkan proses penelitian mulai dari pengumpulan data hingga analisis hasil. Desain penelitian ditentukan berdasarkan jenis masalah, tujuan penelitian, dan hubungan antarvariabel.
Desain penelitian membantu peneliti:
* Menentukan variabel yang diteliti (variabel bebas dan variabel terikat).
* Menetapkan jenis hubungan antarvariabel (sebab-akibat, korelasi, atau deskriptif).
* Menentukan cara pengumpulan data (angket, tes, observasi, dokumentasi).
* Menentukan teknik analisis data (statistik deskriptif maupun inferensial).
Jenis desain yang sering digunakan dalam penelitian kuantitatif meliputi desain deskriptif, korelasional, komparatif, dan eksplanatori. Untuk penelitian yang meneliti pengaruh antarvariabel, desain yang umumnya dipakai adalah desain korelasional atau eksplanatori karena mampu menjelaskan hubungan pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat.
C. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dari responden. Instrumen harus dirancang berdasarkan indikator dari setiap variabel agar data yang diperoleh sesuai dengan tujuan penelitian. Bentuk instrumen dapat berupa angket, tes, wawancara, lembar observasi, atau dokumentasi.
Instrumen yang baik harus memenuhi dua persyaratan utama, yaitu:
1. Validitas – instrumen harus benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur. Validitas dapat diperoleh melalui validitas isi, validitas konstruk, atau validitas empiris.
2. Reliabilitas – instrumen harus memberikan hasil yang konsisten dan stabil ketika diujikan berulang kali. Uji reliabilitas biasanya dilakukan dengan metode Cronbach Alpha, belah dua (split-half), atau uji coba instrumen.
Selain itu, instrumen juga harus memperhatikan kejelasan bahasa, kesesuaian dengan karakter responden, serta kelayakan butir-butir pertanyaan. Instrumen yang valid dan reliabel akan menghasilkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
NPM: 2313031016
Ringkasan Bab 5
A. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling
Bab ini menjelaskan bahwa populasi adalah keseluruhan subjek atau objek yang menjadi sasaran penelitian bisa siswa, mahasiswa, dokumen, atau objek lain sesuai fokus. Sedangkan sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih untuk diteliti. Teknik sampling diperlukan agar penelitian lebih praktis dan hasilnya tetap dapat digeneralisasikan ke populasi.
Penentuan sampel harus dilakukan dengan metode yang tepat. Jika populasi besar atau sulit dijangkau, teknik probabilitas (misalnya random sampling, stratified, cluster) sering digunakan karena memberi peluang sama bagi setiap anggota populasi. Jika populasi kecil atau keterbatasan akses, non-probabilitas sampling (misalnya purposive, quota, total sampling) bisa menjadi pilihan.
Peneliti juga perlu mempertimbangkan representativitas sampel harus mampu mencerminkan karakteristik populasi. Jika populasi homogen, ukuran sampel bisa relatif kecil; tetapi jika populasi heterogen, diperlukan sampel lebih besar agar hasil tetap valid.
B. Menentukan Desain Penelitian
Desain penelitian adalah kerangka yang menentukan bagaimana seluruh penelitian akan dijalankan mulai dari pengumpulan data, pemilihan sampel, hingga analisis data. Buku menjelaskan bahwa pemilihan desain harus selaras dengan tujuan penelitian, jenis data, dan masalah yang dikaji.
Misalnya: jika tujuan hanya menggambarkan kondisi saat ini → gunakan desain deskriptif/survei; jika ingin melihat sebab-akibat → bisa menggunakan desain eksperimen atau kuasi-eksperimen; jika ingin menyelami konteks mendalam → bisa memakai studi kasus atau kualitatif. Peneliti harus jelas memilih desain agar metode dan prosedur penelitian bisa dijalankan sistematis.
C. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat untuk mengumpulkan data seperti angket, tes, observasi, wawancara, atau dokumen. Instrumen harus dirancang berdasarkan teori/variabel penelitian dan indikator yang jelas.
Penting bahwa instrumen memenuhi syarat validitas (mengukur apa yang seharusnya diukur) dan reliabilitas (hasil konsisten jika pengukuran diulang). Jika instrumen tidak valid/reliabel, data yang dikumpulkan bisa menyesatkan. Oleh karena itu, penyusunan instrumen memerlukan pertimbangan matang terhadap variabel, definisi operasional, dan cara pengukuran.
NPM : 2313031009
Menentukan Teknik Sampling, Desain Penelitian, dan Instrumen Penelitian
A. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling
Bab ini menjelaskan bahwa populasi merupakan keseluruhan objek atau subjek penelitian yang memiliki karakteristik tertentu, sedangkan sampel adalah bagian dari populasi yang mewakili karakteristik tersebut. Pengambilan sampel dilakukan karena keterbatasan peneliti, namun harus tetap menjaga keterwakilan data agar hasil penelitian valid. Teknik sampling dibagi menjadi dua kelompok utama:
1. Probability Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang sama bagi setiap anggota populasi, seperti simple random sampling, stratified random sampling, dan cluster sampling.
2. Nonprobability Sampling, yaitu teknik yang tidak memberikan peluang sama, seperti purposive sampling, sampling kuota, sampling aksidental, sampling jenuh, dan snowball sampling.
Pemilihan teknik sampling harus disesuaikan dengan tujuan penelitian, karakteristik populasi, dan pendekatan penelitian yang digunakan.
B. Menentukan Desain Penelitian
Desain penelitian merupakan rencana dasar atau kerangka kerja yang berfungsi sebagai pedoman dalam pelaksanaan penelitian. Desain penelitian mengarahkan peneliti dalam menentukan langkah-langkah penelitian, mulai dari pengumpulan data hingga analisis data, sehingga penelitian dapat berjalan secara sistematis dan terarah. Desain penelitian juga dipandang sebagai “peta jalan” yang memastikan bahwa penelitian mampu menjawab rumusan masalah dan tujuan penelitian secara tepat. Oleh karena itu, pemilihan desain penelitian harus disesuaikan dengan jenis penelitian, variabel yang diteliti, serta jenis data yang dibutuhkan. Tanpa desain penelitian yang jelas, penelitian berisiko tidak fokus dan menghasilkan temuan yang lemah secara metodologis.
C. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan sebagai alat yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian, baik dalam bentuk tes maupun non-tes. Instrumen tes biasanya digunakan untuk mengukur aspek kognitif, seperti hasil belajar atau kemampuan intelektual, sedangkan instrumen non-tes meliputi angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Instrumen berperan penting karena kualitas data yang diperoleh sangat bergantung pada kualitas instrumen yang digunakan Instrumen penelitian yang baik harus memenuhi persyaratan akademis, yaitu validitas, reliabilitas, objektivitas, dan kepraktisan. Selain itu, pemilihan instrumen harus disesuaikan dengan variabel penelitian, sumber data, serta teknik analisis data. Instrumen yang tidak tepat dapat menghasilkan data yang bias dan sulit dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
NPM: 2313031001
Teknik Pengumpulan Data dalam Penelitian Pendidikan
Teknik pengumpulan data merupakan cara yang digunakan peneliti untuk memperoleh informasi yang relevan, akurat, dan sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik pemilihan pengumpulan data harus disesuaikan dengan jenis penelitian, pendekatan yang digunakan, serta karakteristik subjek dan objek penelitian agar data yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan.
Salah satu teknik yang sering digunakan adalah observasi, yaitu pengamatan secara langsung terhadap aktivitas, perilaku, dan situasi yang terjadi di lapangan. Observasi memungkinkan peneliti memperoleh data yang bersifat nyata dan kontekstual, terutama dalam penelitian pendidikan yang berkaitan dengan proses pembelajaran. Observasi dapat dilakukan secara terstruktur dengan pedoman tertentu maupun tidak terstruktur sesuai kebutuhan penelitian.
Teknik berikutnya adalah wawancara, yang digunakan untuk menggali informasi secara mendalam dari responden atau informan. Wawancara memungkinkan peneliti memahami pengalaman, pandangan, dan persepsi subjek penelitian yang tidak dapat diperoleh hanya melalui observasi. Bentuk wawancara dapat terstruktur, semi terstruktur, atau tidak terstruktur, tergantung pada tingkat kedalaman data yang diinginkan.
Selain itu, angket atau kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data dari responden dalam jumlah besar. Angket dapat disusun dalam bentuk pertanyaan tertutup maupun terbuka dan harus menggunakan bahasa yang jelas agar mudah dipahami. Teknik ini efektif untuk memperoleh data yang bersifat umum dan terukur.
Dokumentasi juga menjadi teknik penting dalam pengumpulan data, yaitu dengan memanfaatkan dokumen resmi, arsip, catatan, atau laporan yang relevan dengan penelitian. Dokumentasi data berfungsi sebagai pendukung data dan dapat memperkuat hasil observasi maupun wawancara.
Dalam penelitian pendidikan berbasis kasus, penggunaan lebih dari satu teknik pengumpulan data sangat dianjurkan. Pengombinasian beberapa teknik ini bertujuan untuk meningkatkan keabsahan data melalui triangulasi, sehingga hasil penelitian menjadi lebih akurat dan dapat dipercaya.
NPM : 2213031090
Bab 5 membahas cara menentukan populasi, sampel, teknik sampling, desain penelitian, dan instrumen penelitian sebelum melakukan penelitian. Populasi adalah seluruh subjek penelitian, sedangkan sampel adalah bagian yang mewakili populasi. Teknik sampling mencakup sampel acak (simple random, sistematis, stratifikasi, area) dan sampel tidak acak (purposive, snowball, accidental, quota, sampel jenuh), yang dipilih sesuai tujuan, kondisi lapangan, dan karakter populasi.
Bab ini juga menekankan pentingnya desain penelitian sebagai rencana kerja untuk mengumpulkan data dan menjawab tujuan atau hipotesis, mencakup judul, latar belakang, tujuan, kerangka dasar, dan teknik penarikan sampel. Selain itu, instrumen penelitian, baik tes maupun non-tes, harus disusun berdasarkan definisi operasional variabel dan memenuhi validitas, reliabilitas, dan praktikabilitas agar data akurat. Secara keseluruhan, penentuan sampling, desain, dan instrumen yang tepat menjamin penelitian berjalan terarah dan menghasilkan data yang dapat dipercaya.