Nama : Desmala Az Zahra
NPM : 2313031002
Setelah membaca artikel ini, saya memahami bahwa audit persediaan dan pergudangan merupakan bagian penting dari penilaian kewajaran laporan keuangan. Artikel tersebut menjelaskan bagaimana audit persediaan tidak hanya melibatkan perhitungan fisik stok, tetapi juga mencakup evaluasi pengendalian internal sepanjang siklus persediaan, mulai dari pembelian bahan baku, penerimaan barang, penyimpanan, hingga proses produksi. Saya melihat bahwa peneliti menekankan pentingnya analisis dokumen internal seperti laporan stock opname, faktur pembelian, surat jalan, buku besar, dan purchase order, serta observasi langsung proses produksi untuk memastikan bahwa persediaan dicatat secara akurat dan sesuai prosedur yang berlaku.
Artikel ini juga membahas perlunya kombinasi antara compliance test untuk menilai efektivitas pengendalian internal dan substantive test untuk memastikan jumlah persediaan yang tercatat benar-benar ada dan tercermin dalam laporan keuangan. Dari membaca artikel ini, saya menyadari bahwa meskipun laporan keuangan sudah disusun, audit persediaan tetap penting karena dapat mengungkap kelemahan, misalnya pada pencatatan cut-off atau penilaian stok produksi, yang jika tidak diperhatikan dapat mempengaruhi kewajaran laporan keuangan.
Saya juga menangkap bahwa audit persediaan sangat urgen bagi entitas karena persediaan merupakan aset signifikan yang memengaruhi laba bersih dan posisi keuangan. Metode audit yang komprehensif menggabungkan analisis dokumen, observasi proses, dan wawancara dengan pihak terkait memberikan gambaran menyeluruh tentang efektivitas pengendalian internal dan membantu memastikan laporan keuangan dapat dipercay
NPM : 2313031002
Setelah membaca artikel ini, saya memahami bahwa audit persediaan dan pergudangan merupakan bagian penting dari penilaian kewajaran laporan keuangan. Artikel tersebut menjelaskan bagaimana audit persediaan tidak hanya melibatkan perhitungan fisik stok, tetapi juga mencakup evaluasi pengendalian internal sepanjang siklus persediaan, mulai dari pembelian bahan baku, penerimaan barang, penyimpanan, hingga proses produksi. Saya melihat bahwa peneliti menekankan pentingnya analisis dokumen internal seperti laporan stock opname, faktur pembelian, surat jalan, buku besar, dan purchase order, serta observasi langsung proses produksi untuk memastikan bahwa persediaan dicatat secara akurat dan sesuai prosedur yang berlaku.
Artikel ini juga membahas perlunya kombinasi antara compliance test untuk menilai efektivitas pengendalian internal dan substantive test untuk memastikan jumlah persediaan yang tercatat benar-benar ada dan tercermin dalam laporan keuangan. Dari membaca artikel ini, saya menyadari bahwa meskipun laporan keuangan sudah disusun, audit persediaan tetap penting karena dapat mengungkap kelemahan, misalnya pada pencatatan cut-off atau penilaian stok produksi, yang jika tidak diperhatikan dapat mempengaruhi kewajaran laporan keuangan.
Saya juga menangkap bahwa audit persediaan sangat urgen bagi entitas karena persediaan merupakan aset signifikan yang memengaruhi laba bersih dan posisi keuangan. Metode audit yang komprehensif menggabungkan analisis dokumen, observasi proses, dan wawancara dengan pihak terkait memberikan gambaran menyeluruh tentang efektivitas pengendalian internal dan membantu memastikan laporan keuangan dapat dipercay