གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Fajriyatur Rohmah 2313031048

MPPE B2025 -> CASE STUDY

Fajriyatur Rohmah 2313031048 གིས-
Nama: Fajriyatur Rohmah
NPM: 2313031048

Jawaban:
1. Jenis Skala Pengukuran pada Kuesioner
- Usia responden (dalam tahun): Rasio
Karena usia punya nol absolut (umur 0 = belum ada kehidupan), bisa dilakukan operasi matematika seperti kali-bagi, dan perbedaan antar nilai menunjukkan selisih yang nyata.
- Jenis kelamin: Nominal
Hanya sebagai kategori (laki-laki atau perempuan) tanpa urutan atau tingkatan.
- Tingkat kepuasan terhadap pelayanan dosen pembimbing akademik: Ordinal
Ada tingkatan dari sangat tidak puas hingga sangat puas, tetapi jarak antar kategori tidak bisa dipastikan sama persis.
- Jumlah mata kuliah yang diambil semester ini: Rasio
Karena ada nol absolut (0 mata kuliah = tidak ambil sama sekali), bisa dihitung dan dibandingkan secara matematis.
- Urutan prioritas memilih universitas (akreditasi, fasilitas, biaya, lokasi, rekomendasi): Ordinal
Karena responden diminta mengurutkan dari paling penting ke paling tidak penting, artinya ada peringkat, tetapi tidak ada jarak kuantitatif antar peringkat.

2. Tidak semua data di atas bisa langsung dianalisis dengan statistik parametrik. Statistik parametrik umumnya membutuhkan data berskala interval atau rasio, serta harus memenuhi asumsi tertentu (misalnya distribusi normal).
- Data seperti usia dan jumlah mata kuliah (rasio) cocok untuk analisis parametrik.
- Data ordinal (kepuasan dan prioritas universitas) serta nominal (jenis kelamin) lebih tepat dianalisis menggunakan statistik non-parametrik, kecuali diubah terlebih dahulu ke dalam bentuk skor yang bisa diperlakukan mendekati interval.

3. Metode yang paling tepat adalah uji korelasi.
Karena kepuasan diukur dengan skala ordinal (skor kategori) dan jumlah mata kuliah berskala rasio, maka analisis yang bisa dipakai adalah Spearman Rank Correlation.
Alasan: Spearman cocok untuk menguji hubungan antara variabel ordinal dengan variabel numerik, apalagi jika distribusi data tidak normal. Jika kepuasan diubah menjadi skor interval (misalnya 1–5), barulah bisa dipertimbangkan uji korelasi Pearson.

MPPE B2025 -> CASE STUDY

Fajriyatur Rohmah 2313031048 གིས-
Nama: Fajriyatur Rohmah
NPM: 2313031048

Jawaban:
1. Populasi dan Sampel
- Populasi: seluruh siswa kelas XI SMA negeri di Provinsi Jawa Barat. Alasannya karena mereka semua yang menjadi target penelitian terkait efektivitas pembelajaran hybrid.

- Sampel: sebagian siswa kelas XI dari beberapa SMA negeri yang dipilih peneliti. Sampel dipakai karena jumlah populasi terlalu besar (600 sekolah di 27 kota/kabupaten) sehingga tidak mungkin meneliti semuanya.

2. Menurut saya, teknik yang paling sesuai adalah stratified random sampling dengan pendekatan wilayah.
Alasannya:
- Kondisi sosial, ekonomi, dan infrastruktur digital antar daerah sangat bervariasi, sehingga perlu ada perwakilan dari tiap strata (misalnya kota besar, kota kecil, dan daerah kabupaten).
- Dengan stratifikasi, hasil penelitian lebih representatif karena mencerminkan keberagaman populasi.

Cara menerapkan:
- Pertama, kelompokkan sekolah berdasarkan wilayah atau karakteristik tertentu (misalnya kota besar vs kabupaten, daerah maju vs daerah terbatas infrastruktur).
-Kedua, ambil sampel sekolah secara acak dari tiap kelompok sesuai proporsinya.
-Ketiga, pilih siswa kelas XI dari sekolah terpilih secara acak juga agar tidak bias.

3. Kalau peneliti hanya mengambil sampel dari Bandung dan Bekasi, hasil penelitian bisa bias.
Kelemahannya adalah:
- Tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di seluruh Jawa Barat karena sekolah di kota besar biasanya punya fasilitas dan infrastruktur digital lebih baik.
-Hasilnya mungkin menunjukkan pembelajaran hybrid efektif, padahal di daerah dengan keterbatasan internet atau sarana, hasilnya bisa berbeda.
-Validitas eksternal menurun, artinya hasil penelitian sulit digeneralisasi ke semua SMA negeri di Jawa Barat.

MPPE B2025 -> Penugasan mandiri

Fajriyatur Rohmah 2313031048 གིས-
Nama: Fajriyatur Rohmah
NPM: 2313031048

Berdasarkan beberapa literatur metodologi penelitian (Iba & Wardhana, 2023; Susanto dkk., 2024; Mardhiyah, 2024), teknik sampling dibagi menjadi dua kelompok besar:
1. Probability Sampling
-Semua anggota populasi punya kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi sampel.
-Contohnya: simple random sampling, stratified random sampling, cluster sampling, dan systematic sampling.
-Kelebihannya: hasil penelitian lebih bisa digeneralisasi ke populasi karena representatif.
-Kekurangannya: sering butuh data populasi lengkap dan prosedurnya bisa lebih rumit.

2. Non-Probability Sampling
-Tidak semua anggota populasi punya peluang yang sama untuk dipilih. Pemilihan biasanya berdasarkan pertimbangan peneliti.
-Contohnya: purposive sampling, quota sampling, snowball sampling, dan convenience sampling.
-Kelebihannya: praktis, cepat, dan cocok jika data populasi lengkap sulit diperoleh.
-Kekurangannya: tingkat generalisasi rendah karena sampel bisa bias.

Teknik Sampling yang Sering Dipakai di Penelitian Pendidikan Ekonomi
Dalam penelitian pendidikan, khususnya di bidang ekonomi, teknik yang paling sering digunakan adalah stratified random sampling dan purposive sampling.
1. Stratified Random Sampling
Digunakan ketika populasi siswa heterogen, misalnya berbeda jurusan, kelas, atau tingkat prestasi. Dengan stratifikasi, tiap kelompok (strata) terwakili secara proporsional.
Alasan teoretis: teknik ini meningkatkan representativitas dan mengurangi bias karena setiap subkelompok dalam populasi memiliki peluang masuk sampel sesuai proporsinya (Creswell, 2018).

2. Purposive Sampling
Banyak dipakai terutama jika peneliti punya kriteria tertentu, misalnya hanya siswa kelas XI jurusan IPS atau hanya sekolah negeri tertentu.
Alasan teoretis: purposive sesuai dengan tujuan penelitian karena memungkinkan peneliti memilih sampel yang dianggap paling relevan dan bisa memberi data sesuai fokus penelitian (Sugiyono, 2019).

Argumentasi Teoretik
-Menurut teori metodologi, semakin representatif sampel, semakin kuat generalisasi hasil penelitian (Iba & Wardhana, 2023). Oleh karena itu, stratified random sampling cocok untuk penelitian kuantitatif pendidikan ekonomi.
-Namun, penelitian pendidikan sering menghadapi keterbatasan (akses siswa, waktu, izin sekolah). Maka, purposive sampling tetap banyak dipakai karena lebih fleksibel dan fokus pada kelompok yang relevan dengan topik penelitian (Mardhiyah, 2024).
-Jadi, pilihan teknik sampling biasanya menyesuaikan tujuan, desain penelitian, dan kondisi lapangan.
Nama: Fajriyatur Rohmah
NPM: 2313030148

Referensi yang saya baca:
- Metode Penelitian oleh Zainuddin Iba & Aditya Wardhana. Tahun 2024
- Konsep Penelitian Kuantitatif: Populasi, Sampel, dan Analisis Data (Tinjauan Pustaka) oleh Candra Susanto, Dewi Ulfah Arini, Lily Yuntina, Josua Panatap Soehaditama, Nuraeni Nuraeni. Tahun 2024
- Memahami Populasi dan Sampel: Pilar Utama dalam Penelitian Kuantitatif oleh Mushofa, Dina Hermina, Nuril Huda.Tahun  2025
- Populasi dan Sampel dalam Penelitian Pendidikan (Jurnal Katalis) oleh M. Mardhiyah. Tahun 2025

Hasil Bacaan:
1. Populasi dan Sampel
Populasi:
- Populasi adalah keseluruhan objek atau subjek yang memiliki karakteristik spesifik yang ingin diteliti. Bisa berupa individu, kelompok, institusi, peristiwa, objek, tergantung fokus penelitiannya.
- Populasi bisa bersifat terbatas (jumlah anggotanya diketahui atau bisa dihitung) atau tak terbatas (jumlahnya sangat besar atau tidak bisa terhitung secara praktis).
- Adanya variasi dalam karakteristik populasi: bisa homogen (unsur- unsurnya cukup serupa) atau heterogen (unsur populasi sangat bervariasi). Ini penting karena mempengaruhi cara memilih sampel dan ukuran sampel.

Sampel
- Sampel adalah bagian kecil dari populasi yang dipilih untuk mewakili populasi tersebut. Tujuannya agar hasil penelitian yang didapat dari sampel bisa digeneralisasi ke populasi.
- Sampel dipilih karena seringkali tidak memungkinkan meneliti seluruh populasi (karena keterbatasan dana, waktu, tenaga) serta agar penelitian lebih praktis dan efisien.

2. Teknik Pengambilan Sampel (Sampling)
Beberapa hal yang penting dalam memilih sampel:
Ada dua jenis teknik sampling utama:
1. Probability sampling: setiap anggota populasi punya peluang/ kesempatan yang diketahui untuk dipilih. Contoh: simple random sampling, stratified random sampling, cluster sampling.
2. Non-probability sampling: tidak semua anggota punya peluang diketahui; sampel dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu. Contoh: purposive sampling, quota sampling, snowball sampling.

3. Faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih sampel:
- Representativitas: sampel harus mencerminkan karakteristik penting populasi agar hasil penelitian valid dan bisa digeneralisasi.
- Ukuran sampel yang cukup: jika terlalu kecil, hasilnya kurang stabil/ akurat; jika terlalu besar, bisa boros sumber daya.
- Boundaries atau kriteria inklusi & eksklusi: menentukan siapa yang termasuk populasi & siapa yang tidak agar sampel sesuai.

4. Hubungan Populasi dan Sampel
- Pemilihan populasi & sampel yang tepat sangat krusial karena kesalahan dalam populasi atau sampel akan berdampak besar pada validitas penelitian (apakah hasil bisa dipercaya dan relevan).
- Bila sampel diambil secara benar dan memenuhi representativitas, hasil penelitian dari sampel bisa menggambarkan yang ada di populasi.

MPPE B2025 -> Diskusi

Fajriyatur Rohmah 2313031048 གིས-
Nama: Fajriyatur Rohmah
NPM: 2313031048\


Pengertian Populasi dan Sampel
- Populasi merujuk pada seluruh kelompok subjek, objek, atau fenomena yang menjadi fokus penelitian. Anggota populasi memiliki setidaknya satu karakteristik sama yang relevan dengan tujuan penelitian. Misalnya, dalam konteks pendidikan ekonomi, populasi dapat berupa semua siswa jurusan ekonomi di tingkat SMA pada suatu kabupaten, atau seluruh penelitian terdahulu tentang pembelajaran kewirausahaan dalam jurnal tertentu.
- Sedangkan sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih untuk benar-benar diteliti. Tujuannya adalah untuk mengambil sebagian kecil yang dapat mewakili keseluruhan populasi, sehingga peneliti dapat menarik kesimpulan tanpa harus meneliti semua anggota populasi, yang seringkali memakan waktu dan biaya.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menentukan Populasi dan Sampel
Berdasarkan literatur metodologi, berikut adalah beberapa hal krusial yang harus dipertimbangkan seorang peneliti:
1. Kejelasan kriteria populasi
Tentukan dengan sangat spesifik siapa atau apa yang termasuk dalam populasi. Hindari definisi yang kabur. Peneliti harus mampu mendefinisikan populasi secara operasional, termasuk:
- Kriteria inklusi: Siapa saja yang termasuk dalam populasi (misal: siswa kelas X, guru dengan pengalaman >5 tahun).
- Kriteria eksklusi: Siapa saja yang tidak termasuk.
- Ruang lingkup geografis dan waktu (contoh: di Kota Bandar Lampung, tahun ajaran 2025/2026).

2. Ketersediaan dan Akses
- Apakah populasi target mudah diakses? Terkadang, peneliti harus menggunakan populasi terjangkau, yaitu bagian dari populasi target yang memungkinkan untuk diteliti. Peneliti harus mempertimbangkan keterbatasan sumber daya. Jika populasi terlalu besar, gunakan teknik sampling yang efisien seperti cluster sampling atau stratified sampling.

3. Pemilihan Teknik Sampling yang Tepat
Pilih teknik pengambilan sampel yang sesuai dengan tujuan penelitian dan karakteristik populasi.
- Probability Sampling (e.g., random, stratified): Digunakan jika ingin hasil penelitian dapat digeneralisasi ke seluruh populasi. Memerlukan daftar populasi yang lengkap.
- Non-Probability Sampling (e.g., purposive, quota): Lebih cocok untuk penelitian eksploratif, kualitatif, atau ketika populasi sangat spesifik dan sulit dijangkau. Generalisasi lebih terbatas.

4. Penentuan Ukuran Sampel
Besarnya sampel tidak selalu tentang jumlah yang besar, tetapi tentang keterwakilan. Sampel yang kecil namun representatif lebih baik daripada sampel besar yang bias.
Faktor yang Mempengaruhi: Tingkat keragaman populasi (heterogenitas), tingkat kepercayaan (confidence level), dan margin of error yang ditoleransi. Rumus seperti Slovin atau Lemeshow sering digunakan untuk menghitungnya secara statistik.

5. Menghindari Bias
Upayakan agar sampel benar-benar mencerminkan populasi. Bias terjadi ketika sebagian anggota populasi memiliki peluang lebih besar untuk terpilih daripada yang lain, sehingga hasilnya tidak akurat.
Contoh Bias: Hanya menyurvei siswa yang aktif berkonsultasi untuk penelitian tentang kesulitan belajar. Hasilnya akan bias karena tidak mewakili siswa yang pendiam atau enggan konsultasi.

6. Pertimbangan Etika
Pastikan proses pengambilan sampel menghormati prinsip etika penelitian, terutama jika melibatkan subjek manusia. Hal ini termasuk mendapatkan informed consent (persetujuan setelah penjelasan) dan menjamin kerahasiaan data responden.

Jadi menurut saya, memilih populasi dan sampel ibarat memilih peta dan rute perjalanan. Populasi adalah destinasi akhir yang ingin kita pahami, sedangkan sampel adalah rute yang kita ambil untuk sampai ke sana. Pemilihan rute (sampel) yang tepat, efisien, dan representatif akan menentukan apakah kita sampai pada pemahaman yang benar tentang destinasi (populasi) tersebut. Karena itu, luangkan waktu untuk merencanakan kedua hal ini dengan matang sejak awal, karena kesalahan di sini akan berdampak pada seluruh proses penelitian selanjutnya.