NAMA : NELA AMELIA
NPM : 2313031050
1. Evaluasi Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu angket dengan skala Likert, sudah sesuai dengan pendekatan kuantitatif.
Alasan: Penelitian kuantitatif membutuhkan data numerik yang dapat dianalisis secara statistik untuk menguji hubungan antarvariabel atau perbedaan antargrup. Skala Likert memungkinkan peneliti mengubah persepsi, sikap, atau motivasi guru menjadi angka yang dapat diukur, dianalisis, dan dibandingkan.
2. Kelebihan dan Kelemahan Angket
Kelebihan:
• Memudahkan pengumpulan data dari banyak responden sekaligus (efisien waktu dan biaya).
• Memberikan data kuantitatif yang konsisten untuk dianalisis statistik.
• Responden bisa menjawab secara anonim, sehingga cenderung lebih jujur.
Kelemahan:
• Tidak dapat menangkap alasan mendalam di balik jawaban responden.
• Respon bisa bias jika pertanyaan tidak jelas atau interpretasi responden berbeda.
• Risiko jawaban tidak serius atau asal centang pada skala Likert.
3. Teknik Analisis Statistik yang Tepat
a. Untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja:
Gunakan regresi linear sederhana atau korelasi Pearson jika asumsi normal terpenuhi.
Alasan: Gaya kepemimpinan (variabel independen) dan motivasi kerja (variabel dependen) berskala interval/rasio (hasil Likert dapat diperlakukan sebagai interval), sehingga memungkinkan analisis hubungan sebab-akibat atau kekuatan asosiasi.
b. Untuk mengetahui perbedaan motivasi kerja berdasarkan tingkat pendidikan guru:
Gunakan uji ANOVA satu arah jika terdapat lebih dari dua kategori pendidikan.
Alasan: Variabel motivasi kerja berskala interval/rasio dan variabel tingkat pendidikan berskala nominal/ordinal dengan beberapa kategori, sehingga ANOVA cocok untuk membandingkan rata-rata motivasi antargrup.
4. Potensi Bias dan Masalah Validitas
Potensi masalah:
• Bias respons: Guru mungkin memberikan jawaban yang dianggap “diinginkan” oleh peneliti atau kepala sekolah.
• Bias non-respons: Tidak semua guru mengembalikan angket, sehingga sampel bisa tidak representatif.
• Validitas kuesioner: Item angket mungkin tidak sepenuhnya mencerminkan gaya kepemimpinan atau motivasi kerja yang sesungguhnya.
Cara mengatasinya:
• Menjamin anonimitas dan kerahasiaan responden untuk mengurangi bias sosial.
• Melakukan pre-test atau uji coba angket untuk memastikan pertanyaan jelas dan valid.
• Menggunakan teknik sampling acak atau stratifikasi untuk memastikan sampel mewakili populasi guru.
• Menyertakan beberapa item reverse-coded atau pertanyaan pengecekan konsistensi untuk meningkatkan reliabilitas.
NPM : 2313031050
1. Evaluasi Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu angket dengan skala Likert, sudah sesuai dengan pendekatan kuantitatif.
Alasan: Penelitian kuantitatif membutuhkan data numerik yang dapat dianalisis secara statistik untuk menguji hubungan antarvariabel atau perbedaan antargrup. Skala Likert memungkinkan peneliti mengubah persepsi, sikap, atau motivasi guru menjadi angka yang dapat diukur, dianalisis, dan dibandingkan.
2. Kelebihan dan Kelemahan Angket
Kelebihan:
• Memudahkan pengumpulan data dari banyak responden sekaligus (efisien waktu dan biaya).
• Memberikan data kuantitatif yang konsisten untuk dianalisis statistik.
• Responden bisa menjawab secara anonim, sehingga cenderung lebih jujur.
Kelemahan:
• Tidak dapat menangkap alasan mendalam di balik jawaban responden.
• Respon bisa bias jika pertanyaan tidak jelas atau interpretasi responden berbeda.
• Risiko jawaban tidak serius atau asal centang pada skala Likert.
3. Teknik Analisis Statistik yang Tepat
a. Untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja:
Gunakan regresi linear sederhana atau korelasi Pearson jika asumsi normal terpenuhi.
Alasan: Gaya kepemimpinan (variabel independen) dan motivasi kerja (variabel dependen) berskala interval/rasio (hasil Likert dapat diperlakukan sebagai interval), sehingga memungkinkan analisis hubungan sebab-akibat atau kekuatan asosiasi.
b. Untuk mengetahui perbedaan motivasi kerja berdasarkan tingkat pendidikan guru:
Gunakan uji ANOVA satu arah jika terdapat lebih dari dua kategori pendidikan.
Alasan: Variabel motivasi kerja berskala interval/rasio dan variabel tingkat pendidikan berskala nominal/ordinal dengan beberapa kategori, sehingga ANOVA cocok untuk membandingkan rata-rata motivasi antargrup.
4. Potensi Bias dan Masalah Validitas
Potensi masalah:
• Bias respons: Guru mungkin memberikan jawaban yang dianggap “diinginkan” oleh peneliti atau kepala sekolah.
• Bias non-respons: Tidak semua guru mengembalikan angket, sehingga sampel bisa tidak representatif.
• Validitas kuesioner: Item angket mungkin tidak sepenuhnya mencerminkan gaya kepemimpinan atau motivasi kerja yang sesungguhnya.
Cara mengatasinya:
• Menjamin anonimitas dan kerahasiaan responden untuk mengurangi bias sosial.
• Melakukan pre-test atau uji coba angket untuk memastikan pertanyaan jelas dan valid.
• Menggunakan teknik sampling acak atau stratifikasi untuk memastikan sampel mewakili populasi guru.
• Menyertakan beberapa item reverse-coded atau pertanyaan pengecekan konsistensi untuk meningkatkan reliabilitas.