Nama : Qonita Nurul Izzah
NPM : 2313031042
Kelas : B 2023
Jawaban :
1. Identifikasi jenis skala pengukuran (nominal, ordinal, interval, atau rasio) yang digunakan untuk setiap item dalam kuesioner di atas. Jelaskan alasan Anda!
Jawaban :
a. Usia responden (dalam tahun), menurut saya skala yang digunakan adalah Rasio
Alasan:
• Memiliki titik nol absolut (usia 0 berarti tidak ada umur).
• Dapat dilakukan operasi matematika (×, ÷, +, –).
• Selisih dan perbandingan bermakna (misal usia 20 tahun dua kali usia 10 tahun).
b. Jenis kelamin (laki-laki/perempuan), menurut saya skala yang digunakan adalah Nominal
Alasan:
• Hanya membedakan kategori tanpa urutan atau tingkatan.
• Tidak memiliki nilai numerik dan tidak dapat diurutkan.
c. Tingkat kepuasan terhadap dosen pembimbing (5 pilihan), menurut saya skala yang digunakan adalah Ordinal.
Alasan:
• Jawaban memiliki tingkatan (sangat tidak puas → sangat puas).
• Ada urutan tetapi jarak antar kategori tidak pasti sama.
• Tidak dapat dilakukan operasi matematis seperti rata-rata secara murni.
d. Jumlah mata kuliah yang diambil, menurut saya skala yang digunakan adalah Rasio.
Alasan:
• Memiliki nol absolut (0 berarti tidak mengambil mata kuliah).
• Besaran dapat dihitung secara matematis.
• Selisih dan perbandingan bermakna.
e. Pengurutan prioritas memilih universitas (1–5), menurut saya skala yang digunakan adalah Ordinal
Alasan :
• Menunjukkan ranking/prioritas.
• Urutannya jelas, tetapi jarak antara prioritas 1 dan 2 tidak dapat dipastikan sama dengan jarak 2 dan 3.
2. Apakah seluruh data dari kuesioner di atas dapat dianalisis menggunakan statistik parametrik? Mengapa demikian?
Jawaban :
Menurut saya tidak seluruh data pada kuesioner tersebut dapat dianalisis dengan statistik parametrik.
Alasannya :
1. Pertama statistik parametrik mensyaratkan data minimal berada pada skala interval atau rasio. Sementara pada kuesioner terdapat skala nominal (jenis kelamin) dan ordinal (skala kepuasan, ranking prioritas).
2. Kedua data nominal dan ordinal tidak memiliki jarak numerik yang sama, sehingga tidak memenuhi asumsi dasar statistik parametrik seperti linearitas, normalitas, dan homogenitas varians.
3. Ketiga Data interval/rasio seperti usia dan jumlah mata kuliah dapat dianalisis parametrik, tetapi ketika digabung dengan variabel ordinal/nominal dalam satu model, perlu perlakuan khusus.
3. Seandainya peneliti ingin mengetahui hubungan antara kepuasan layanan akademik dan jumlah mata kuliah yang diambil, metode analisis apa yang paling tepat? Jelaskan alasan pemilihan metode tersebut.
Jawaban :
Menurut pendapat saya, metode analisis yang paling tepat untuk mengetahui hubungan antara kepuasan layanan akademik dan jumlah mata kuliah yang diambil adalah korelasi Spearman (Spearman Rank Correlation). Metode ini sesuai karena variabel kepuasan berada pada skala ordinal, sedangkan jumlah mata kuliah berada pada skala rasio, sehingga tidak memenuhi asumsi yang dibutuhkan untuk korelasi parametrik seperti Pearson. Korelasi Spearman mampu mengukur kekuatan dan arah hubungan antar variabel tanpa mensyaratkan distribusi normal. Selain itu, Spearman bekerja dengan mengubah data menjadi peringkat, sehingga perubahan dalam skala kepuasan tetap dapat ditangkap secara akurat dalam analisis.
NPM : 2313031042
Kelas : B 2023
Jawaban :
1. Identifikasi jenis skala pengukuran (nominal, ordinal, interval, atau rasio) yang digunakan untuk setiap item dalam kuesioner di atas. Jelaskan alasan Anda!
Jawaban :
a. Usia responden (dalam tahun), menurut saya skala yang digunakan adalah Rasio
Alasan:
• Memiliki titik nol absolut (usia 0 berarti tidak ada umur).
• Dapat dilakukan operasi matematika (×, ÷, +, –).
• Selisih dan perbandingan bermakna (misal usia 20 tahun dua kali usia 10 tahun).
b. Jenis kelamin (laki-laki/perempuan), menurut saya skala yang digunakan adalah Nominal
Alasan:
• Hanya membedakan kategori tanpa urutan atau tingkatan.
• Tidak memiliki nilai numerik dan tidak dapat diurutkan.
c. Tingkat kepuasan terhadap dosen pembimbing (5 pilihan), menurut saya skala yang digunakan adalah Ordinal.
Alasan:
• Jawaban memiliki tingkatan (sangat tidak puas → sangat puas).
• Ada urutan tetapi jarak antar kategori tidak pasti sama.
• Tidak dapat dilakukan operasi matematis seperti rata-rata secara murni.
d. Jumlah mata kuliah yang diambil, menurut saya skala yang digunakan adalah Rasio.
Alasan:
• Memiliki nol absolut (0 berarti tidak mengambil mata kuliah).
• Besaran dapat dihitung secara matematis.
• Selisih dan perbandingan bermakna.
e. Pengurutan prioritas memilih universitas (1–5), menurut saya skala yang digunakan adalah Ordinal
Alasan :
• Menunjukkan ranking/prioritas.
• Urutannya jelas, tetapi jarak antara prioritas 1 dan 2 tidak dapat dipastikan sama dengan jarak 2 dan 3.
2. Apakah seluruh data dari kuesioner di atas dapat dianalisis menggunakan statistik parametrik? Mengapa demikian?
Jawaban :
Menurut saya tidak seluruh data pada kuesioner tersebut dapat dianalisis dengan statistik parametrik.
Alasannya :
1. Pertama statistik parametrik mensyaratkan data minimal berada pada skala interval atau rasio. Sementara pada kuesioner terdapat skala nominal (jenis kelamin) dan ordinal (skala kepuasan, ranking prioritas).
2. Kedua data nominal dan ordinal tidak memiliki jarak numerik yang sama, sehingga tidak memenuhi asumsi dasar statistik parametrik seperti linearitas, normalitas, dan homogenitas varians.
3. Ketiga Data interval/rasio seperti usia dan jumlah mata kuliah dapat dianalisis parametrik, tetapi ketika digabung dengan variabel ordinal/nominal dalam satu model, perlu perlakuan khusus.
3. Seandainya peneliti ingin mengetahui hubungan antara kepuasan layanan akademik dan jumlah mata kuliah yang diambil, metode analisis apa yang paling tepat? Jelaskan alasan pemilihan metode tersebut.
Jawaban :
Menurut pendapat saya, metode analisis yang paling tepat untuk mengetahui hubungan antara kepuasan layanan akademik dan jumlah mata kuliah yang diambil adalah korelasi Spearman (Spearman Rank Correlation). Metode ini sesuai karena variabel kepuasan berada pada skala ordinal, sedangkan jumlah mata kuliah berada pada skala rasio, sehingga tidak memenuhi asumsi yang dibutuhkan untuk korelasi parametrik seperti Pearson. Korelasi Spearman mampu mengukur kekuatan dan arah hubungan antar variabel tanpa mensyaratkan distribusi normal. Selain itu, Spearman bekerja dengan mengubah data menjadi peringkat, sehingga perubahan dalam skala kepuasan tetap dapat ditangkap secara akurat dalam analisis.