Posts made by Catur Febriyan

MPPE A2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Catur Febriyan -
Nama : Catur Febriyan
NPM : 2313031018

1. Populasi dan Sampel
Populasi adalah seluruh objek atau subjek yang memiliki karakteristik tertentu yang akan diteliti. Sampel merupakan sebagian dari populasi yang dipilih untuk mewakili keseluruhan ketika peneliti tidak dapat meneliti semua anggota populasi. Pemilihan sampel dilakukan bila keterbatasan waktu, biaya, dan tenaga tidak memungkinkan melakukan penelitian pada seluruh populasi.

2. Teknik Sampling
Teknik sampling adalah cara peneliti menentukan siapa atau apa yang akan dijadikan sampel. Bab ini membagi teknik sampling menjadi dua kelompok utama: probability sampling—yang memberi peluang sama bagi semua anggota populasi (simple random, stratified, cluster)—dan nonprobability sampling, yang peluang pemilihannya tidak merata (purposive, accidental, quota, snowball, jenuh). Pemilihan teknik harus disesuaikan dengan karakter populasi dan tujuan penelitian.

3. Menentukan Desain Penelitian
Desain penelitian adalah rencana menyeluruh yang memandu langkah penelitian, mulai dari identifikasi masalah, perumusan variabel, metode sampling, hingga teknik analisis. Penelitian kuantitatif memiliki desain yang tegas dan tetap, sedangkan kualitatif bersifat fleksibel. Desain dipilih berdasarkan tujuan riset, data yang dibutuhkan, dan pendekatan yang digunakan.

4. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat ukur untuk mengumpulkan data, berupa tes maupun non-tes. Instrumen disusun berdasarkan definisi operasional variabel agar menghasilkan data yang relevan. Bab ini menekankan pentingnya memilih instrumen yang sesuai dengan jenis data dan tujuan penelitian.

5. Kualitas Instrumen
Instrumen harus memenuhi syarat validitas, reliabilitas, dan praktikabilitas agar menghasilkan data yang sahih, konsisten, mudah digunakan, dan bermanfaat bagi peneliti.

Bab 5 menyimpulkan bahwa keberhasilan penelitian sangat bergantung pada kemampuan peneliti dalam menentukan teknik sampling, memilih desain penelitian, dan menggunakan instrumen yang tepat. Peneliti harus memahami karakteristik populasi untuk menentukan sampel yang representatif, baik melalui teknik probability maupun nonprobability. Selain itu, desain penelitian berperan sebagai rencana operasional yang mengarahkan seluruh proses agar sesuai tujuan dan menghasilkan data yang relevan. Instrumen penelitian pun harus disusun berdasarkan definisi operasional variabel serta memenuhi syarat validitas, reliabilitas, dan praktikabilitas agar data yang diperoleh akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Secara keseluruhan, bab ini menegaskan bahwa ketepatan dalam memilih sampling, desain, dan instrumen merupakan fondasi utama untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas dan ilmiah.

MPPE A2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Catur Febriyan -
Nama : Catur Febriyan
NPM : 2313031018

1. Teknik Sampling
Teknik sampling adalah cara peneliti mengambil sebagian anggota populasi untuk dijadikan sampel yang mewakili keseluruhan. Pemilihan teknik yang tepat penting agar data yang dikumpulkan valid dan sesuai karakter populasi. Teknik sampling terbagi dua: probability (setiap anggota memiliki peluang sama) dan nonprobability (peluang tidak merata).

2. Macam-Macam Teknik Sampling
Pada probability sampling, contoh tekniknya yaitu simple random, stratified, dan cluster yang memakai kaidah peluang. Sedangkan nonprobability sampling meliputi purposive, accidental, quota, snowball, dan sampel jenuh. Masing-masing teknik digunakan sesuai tujuan penelitian, kondisi lapangan, dan ketersediaan populasi.

3. Desain Penelitian
Desain penelitian adalah rencana dasar yang memandu proses pengumpulan serta analisis data. Desain menetapkan informasi apa yang dikumpulkan, sumber data, dan prosedurnya. Pada penelitian kuantitatif desain bersifat baku dan rinci, sedangkan kualitatif lebih fleksibel menyesuaikan fenomena. Unsurnya meliputi judul, latar belakang, tujuan/hipotesis, kerangka teori, serta metode penarikan sampel.

4. Instrumen Penelitian
Instrumen adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data, dapat berupa tes maupun non-tes seperti angket, observasi, wawancara, atau dokumentasi. Instrumen harus disusun berdasarkan definisi operasional variabel.

5. Persyaratan Instrumen
Instrumen yang baik harus memenuhi tiga syarat utama: validitas (mengukur apa yang seharusnya diukur), reliabilitas (hasil konsisten), dan praktikabilitas (ekonomis, mudah digunakan, serta hasilnya dapat diinterpretasi dengan tepat).

Bab 4 menyimpulkan bahwa keberhasilan penelitian sangat bergantung pada ketepatan menentukan teknik sampling, desain penelitian, dan instrumen penelitian. Teknik sampling digunakan untuk memilih sampel yang benar-benar mewakili populasi, baik melalui pendekatan probability maupun nonprobability. Desain penelitian berfungsi sebagai rencana dasar yang mengatur bagaimana data dikumpulkan dan dianalisis, sehingga proses penelitian dapat berjalan sistematis dan sesuai tujuan. Sementara itu, instrumen penelitian menjadi alat utama dalam mengukur variabel, sehingga harus memenuhi syarat valid, reliabel, dan praktis agar data yang diperoleh akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Secara keseluruhan, Bab 4 menegaskan bahwa pemilihan teknik sampling yang tepat, penyusunan desain yang terarah, dan penggunaan instrumen yang memenuhi standar merupakan fondasi penting untuk menghasilkan penelitian yang ilmiah dan terpercaya.

MPPE A2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Catur Febriyan -
Nama : Catur Febriyan
NPM : 2313031018

1. Kerangka Teoritis
Kerangka teoritis adalah dasar konsep yang digunakan peneliti untuk memahami fenomena yang diteliti. Di dalamnya terdapat konsep dan proposisi yang menjelaskan hubungan antarkonsep. Fungsi utamanya yaitu memperjelas ruang lingkup variabel, memprediksi temuan penelitian, dan menjadi landasan penyusunan hipotesis. Pada penelitian kuantitatif, teori berperan untuk merumuskan hipotesis dan instrumen penelitian, sedangkan pada penelitian kualitatif teori digunakan sebagai pembanding saat menganalisis data.

2. Kerangka Pikir
Kerangka pikir adalah alur logis yang menggambarkan hubungan antarkonsep dalam penelitian. Bagian ini disusun berdasarkan teori dan temuan terdahulu untuk menunjukkan bagaimana variabel saling terkait. Kerangka pikir memandu peneliti dalam memilih metode, menyusun argumentasi teoritis, dan membentuk model penelitian. Di dalamnya terdapat penjelasan deduktif dari teori menuju masalah, disertai bagan untuk memperjelas alur hubungan variabel.

3. Hipotesis
Hipotesis merupakan dugaan sementara mengenai hubungan antarvariabel yang perlu diuji secara empiris. Hipotesis dapat berbentuk hubungan asimetris (pengaruh satu variabel pada variabel lain), simetris (hubungan tanpa sebab-akibat), atau reciprocal (saling mempengaruhi). Fungsinya yaitu memberi arah penelitian, menentukan batasan variabel, menyediakan dasar analisis, dan membantu pembentukan kesimpulan. Penyusunan hipotesis umumnya melalui tahapan: merumuskan masalah, membuat dugaan awal, mengumpulkan data, memformulasikan hipotesis, lalu menguji dan menerapkan hasilnya.

4. Hubungan Ketiganya
Kerangka teoritis memberikan landasan konsep, kerangka pikir menyusun alurnya, dan hipotesis menjadi dugaan yang dapat diuji. Ketiganya saling terhubung dan menjadi struktur utama dalam penelitian kuantitatif.

Kesimpulan Bab 3 bahwa penelitian yang baik harus memiliki dasar berpikir yang terstruktur melalui tiga komponen utama yautu kerangka teoritis, kerangka pikir, dan hipotesis. Kerangka teoritis menyediakan landasan konsep untuk memahami fenomena, kerangka pikir menghubungkan teori dengan masalah penelitian melalui alur logis, sedangkan hipotesis menjadi dugaan sementara yang dapat diuji secara empiris. Ketiga unsur ini saling berhubungan dan membentuk fondasi penelitian yang sistematis, sehingga peneliti dapat menentukan variabel, metode, serta arah analisis secara jelas dan terukur.

MPPE A2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Catur Febriyan -
Nama : Catur Febriyan
NPM : 2313031018

1. Makna dan Peran Rumusan Masalah dalam Penelitian
Bab 2 menjelaskan bahwa rumusan masalah adalah bagian paling penting dalam penelitian karena menentukan arah, fokus, dan batasan penelitian. Rumusan masalah disusun setelah peneliti memahami fenomena yang ingin dikaji. Masalah harus berangkat dari kesenjangan antara harapan dan kenyataan, atau dari fenomena yang menimbulkan pertanyaan. Penyusunan latar belakang dapat dilakukan dari teori ke fakta atau dari fakta ke teori. Rumusan masalah yang baik harus jelas, layak diteliti, signifikan, sesuai kemampuan peneliti, dan bebas dari konflik etis.

2. Sumber dan Kriteria Masalah Penelitian
Sumber masalah dapat berasal dari pengamatan, teori, penelitian terdahulu, bacaan, pengalaman pribadi, diskusi ilmiah, hingga intuisi. Masalah harus memenuhi beberapa syarat, seperti dapat dijawab melalui penelitian, tidak memerlukan biaya berlebihan, dapat dipahami oleh pembaca, dan memberikan kontribusi bagi ilmu pengetahuan. Permasalahan dapat berbentuk deskriptif, komparatif, atau asosiatif (hubungan antar variabel), sehingga peneliti harus menentukan bentuk mana yang paling sesuai.

3. Tujuan Penelitian dan Fungsinya
Tujuan penelitian disusun berdasarkan rumusan masalah. Pada penelitian sederhana, tujuan sering hanya merupakan perubahan bentuk dari rumusan masalah menjadi kalimat pernyataan. Pada penelitian yang kompleks, tujuan harus disusun lebih rinci agar memberikan arah yang jelas. Tujuan dapat bersifat eksploratif untuk memahami fenomena baru, menguji kelayakan studi lanjutan, atau mengembangkan metode penelitian. Tujuan inilah yang nantinya akan dijawab melalui hasil penelitian dan kesimpulan.

4. Pengertian dan Fungsi Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian adalah dampak yang diperoleh setelah penelitian dilakukan. Manfaat dapat bersifat teoritis maupun praktis. Manfaat teoritis berkontribusi pada pengembangan ilmu, memperkuat atau membantah teori yang ada. Manfaat praktis memberikan solusi nyata bagi individu, lembaga, atau masyarakat. Penulisan manfaat harus rasional, berdasarkan hasil penelitian, bukan asumsi. Manfaat juga berfungsi sebagai dasar pengembangan penelitian selanjutnya dan bahan pertimbangan kebijakan.

5. Jenis-Jenis Manfaat Penelitian dan Contohnya
Penelitian dapat memberikan manfaat pada berbagai pihak seperti peneliti, peserta didik, guru, sekolah, peneliti lanjutan, atau lembaga tertentu. Manfaat teoritis memberikan kontribusi pada wawasan keilmuan, sedangkan manfaat praktis berdampak langsung pada peningkatan mutu pembelajaran, perbaikan kebijakan, atau penyelesaian masalah nyata. Bab ini juga memberikan contoh lengkap bagaimana menulis manfaat penelitian secara baik dan terstruktur.

MPPE A2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Catur Febriyan -
Nama : Catur Febriyan
NPM : 2313031018

1. Pengertian Penelitian Ilmiah
Penelitian ilmiah adalah proses mencari jawaban atas suatu masalah melalui langkah-langkah sistematis, logis, terukur, dan objektif. Metode ilmiah digunakan karena dapat diuji kebenarannya dan dipahami oleh indera manusia. Penelitian ilmiah berbeda dari cara berpikir sehari-hari karena menuntut kemampuan menganalisis, menghubungkan fakta, serta menarik kesimpulan berdasarkan data yang valid. Oleh karena itu, penelitian ilmiah menjadi fondasi penting dalam pengembangan pengetahuan dan penyelesaian masalah kompleks di masyarakat.

2. Alasan dan Dasar Penggunaan Metode Ilmiah
Metode ilmiah digunakan karena mampu memberikan jawaban yang dapat diverifikasi. Prosesnya melibatkan observasi, perumusan masalah, penyusunan hipotesis, pengumpulan data, analisis, dan penarikan kesimpulan. Dengan mengikuti metode ilmiah, peneliti dapat memastikan bahwa temuan penelitian tidak hanya berdasarkan asumsi atau pendapat pribadi, melainkan diperoleh melalui proses objektif dan rasional. Hal ini membuat hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan dan diulang oleh peneliti lain.

3. Jenis-Jenis Metode Penelitian Ilmiah
Dalam penelitian ilmiah terdapat beberapa metode yang dapat dipilih, seperti survei, deskriptif, evaluatif, eksperimen, kualitatif, dan studi kasus. Metode survei dan deskriptif digunakan untuk menggambarkan fenomena apa adanya. Metode evaluatif menilai efektivitas program. Metode eksperimen mencari hubungan sebab-akibat. Penelitian kualitatif berfokus pada makna dan pengalaman manusia, sedangkan studi kasus mengkaji satu objek atau peristiwa secara mendalam. Pemilihan metode disesuaikan dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian.

4. Pertimbangan dalam Memilih Masalah Penelitian
Penentuan masalah penelitian harus mempertimbangkan beberapa aspek, yaitu workability (ketersediaan waktu, biaya, dan kemampuan), critical mass (urgensi masalah), interest (ketertarikan peneliti), serta nilai teoritis dan praktis. Masalah yang baik adalah masalah yang layak diteliti, memberikan kontribusi pada ilmu pengetahuan, serta bermanfaat bagi masyarakat atau bidang pendidikan. Pertimbangan ini membantu peneliti memilih topik yang tepat dan realistis untuk dikaji.

5. Prosedur Penelitian Kuantitatif
Penelitian kuantitatif dilakukan melalui langkah-langkah sistematis, yaitu identifikasi masalah, perumusan masalah, penyusunan kerangka pikir, penyusunan hipotesis, pengumpulan data angka, pengujian hipotesis menggunakan statistik, kemudian menarik kesimpulan. Proses ini bersifat deduktif, artinya berangkat dari teori, kemudian diuji melalui data empiris. Prosedur yang terstruktur membantu peneliti menghasilkan temuan yang objektif dan dapat digeneralisasikan.

6. Prosedur Penelitian Kualitatif
Berbeda dari kuantitatif, penelitian kualitatif bersifat fleksibel dan berkembang sesuai data lapangan. Masalah penelitian dapat berubah dan dipertegas selama proses berlangsung. Penelitian dimulai dari identifikasi fenomena, tinjauan pustaka, observasi, wawancara, dan analisis data secara mendalam. Data yang dikumpulkan berupa kata-kata, dokumen, perilaku, dan makna subjektif. Fokus penelitian kualitatif adalah pemahaman mendalam terhadap konteks sosial, budaya, dan pengalaman manusia.

7. Manfaat Penelitian
Bab ini juga menekankan bahwa penelitian memberikan dua manfaat utama: teoritis dan praktis. Manfaat teoritis berkaitan dengan upaya mengembangkan, memverifikasi, atau memperkuat teori yang ada. Sementara manfaat praktis memberikan solusi terhadap masalah nyata, misalnya memperbaiki proses pembelajaran, meningkatkan efektivitas program, atau membantu pengambilan keputusan. Dengan demikian, penelitian tidak hanya menambah ilmu tetapi juga memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat.