Nama : Catur Febriyan
NPM : 2313031018
1. Populasi dan Sampel
Populasi adalah seluruh objek atau subjek yang memiliki karakteristik tertentu yang akan diteliti. Sampel merupakan sebagian dari populasi yang dipilih untuk mewakili keseluruhan ketika peneliti tidak dapat meneliti semua anggota populasi. Pemilihan sampel dilakukan bila keterbatasan waktu, biaya, dan tenaga tidak memungkinkan melakukan penelitian pada seluruh populasi.
2. Teknik Sampling
Teknik sampling adalah cara peneliti menentukan siapa atau apa yang akan dijadikan sampel. Bab ini membagi teknik sampling menjadi dua kelompok utama: probability sampling—yang memberi peluang sama bagi semua anggota populasi (simple random, stratified, cluster)—dan nonprobability sampling, yang peluang pemilihannya tidak merata (purposive, accidental, quota, snowball, jenuh). Pemilihan teknik harus disesuaikan dengan karakter populasi dan tujuan penelitian.
3. Menentukan Desain Penelitian
Desain penelitian adalah rencana menyeluruh yang memandu langkah penelitian, mulai dari identifikasi masalah, perumusan variabel, metode sampling, hingga teknik analisis. Penelitian kuantitatif memiliki desain yang tegas dan tetap, sedangkan kualitatif bersifat fleksibel. Desain dipilih berdasarkan tujuan riset, data yang dibutuhkan, dan pendekatan yang digunakan.
4. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat ukur untuk mengumpulkan data, berupa tes maupun non-tes. Instrumen disusun berdasarkan definisi operasional variabel agar menghasilkan data yang relevan. Bab ini menekankan pentingnya memilih instrumen yang sesuai dengan jenis data dan tujuan penelitian.
5. Kualitas Instrumen
Instrumen harus memenuhi syarat validitas, reliabilitas, dan praktikabilitas agar menghasilkan data yang sahih, konsisten, mudah digunakan, dan bermanfaat bagi peneliti.
Bab 5 menyimpulkan bahwa keberhasilan penelitian sangat bergantung pada kemampuan peneliti dalam menentukan teknik sampling, memilih desain penelitian, dan menggunakan instrumen yang tepat. Peneliti harus memahami karakteristik populasi untuk menentukan sampel yang representatif, baik melalui teknik probability maupun nonprobability. Selain itu, desain penelitian berperan sebagai rencana operasional yang mengarahkan seluruh proses agar sesuai tujuan dan menghasilkan data yang relevan. Instrumen penelitian pun harus disusun berdasarkan definisi operasional variabel serta memenuhi syarat validitas, reliabilitas, dan praktikabilitas agar data yang diperoleh akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Secara keseluruhan, bab ini menegaskan bahwa ketepatan dalam memilih sampling, desain, dan instrumen merupakan fondasi utama untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas dan ilmiah.
NPM : 2313031018
1. Populasi dan Sampel
Populasi adalah seluruh objek atau subjek yang memiliki karakteristik tertentu yang akan diteliti. Sampel merupakan sebagian dari populasi yang dipilih untuk mewakili keseluruhan ketika peneliti tidak dapat meneliti semua anggota populasi. Pemilihan sampel dilakukan bila keterbatasan waktu, biaya, dan tenaga tidak memungkinkan melakukan penelitian pada seluruh populasi.
2. Teknik Sampling
Teknik sampling adalah cara peneliti menentukan siapa atau apa yang akan dijadikan sampel. Bab ini membagi teknik sampling menjadi dua kelompok utama: probability sampling—yang memberi peluang sama bagi semua anggota populasi (simple random, stratified, cluster)—dan nonprobability sampling, yang peluang pemilihannya tidak merata (purposive, accidental, quota, snowball, jenuh). Pemilihan teknik harus disesuaikan dengan karakter populasi dan tujuan penelitian.
3. Menentukan Desain Penelitian
Desain penelitian adalah rencana menyeluruh yang memandu langkah penelitian, mulai dari identifikasi masalah, perumusan variabel, metode sampling, hingga teknik analisis. Penelitian kuantitatif memiliki desain yang tegas dan tetap, sedangkan kualitatif bersifat fleksibel. Desain dipilih berdasarkan tujuan riset, data yang dibutuhkan, dan pendekatan yang digunakan.
4. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat ukur untuk mengumpulkan data, berupa tes maupun non-tes. Instrumen disusun berdasarkan definisi operasional variabel agar menghasilkan data yang relevan. Bab ini menekankan pentingnya memilih instrumen yang sesuai dengan jenis data dan tujuan penelitian.
5. Kualitas Instrumen
Instrumen harus memenuhi syarat validitas, reliabilitas, dan praktikabilitas agar menghasilkan data yang sahih, konsisten, mudah digunakan, dan bermanfaat bagi peneliti.
Bab 5 menyimpulkan bahwa keberhasilan penelitian sangat bergantung pada kemampuan peneliti dalam menentukan teknik sampling, memilih desain penelitian, dan menggunakan instrumen yang tepat. Peneliti harus memahami karakteristik populasi untuk menentukan sampel yang representatif, baik melalui teknik probability maupun nonprobability. Selain itu, desain penelitian berperan sebagai rencana operasional yang mengarahkan seluruh proses agar sesuai tujuan dan menghasilkan data yang relevan. Instrumen penelitian pun harus disusun berdasarkan definisi operasional variabel serta memenuhi syarat validitas, reliabilitas, dan praktikabilitas agar data yang diperoleh akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Secara keseluruhan, bab ini menegaskan bahwa ketepatan dalam memilih sampling, desain, dan instrumen merupakan fondasi utama untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas dan ilmiah.