Kiriman dibuat oleh Nur Ayu Dila 2313031055

ASP B2025 -> Diskusi

oleh Nur Ayu Dila 2313031055 -
Nama: Nur Ayu Dila
NPM: 2313031055

Sistem manajemen sektor publik di era digital menekankan pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pelayanan kepada masyarakat. Melalui penerapan e-government, masyarakat dapat mengakses layanan publik seperti pembayaran pajak, pengurusan dokumen, dan perizinan secara cepat dan mudah tanpa harus datang langsung ke kantor pemerintahan. Selain itu, penggunaan big data dan artificial intelligence membantu pemerintah dalam proses pengambilan keputusan yang lebih tepat dan berbasis data. Dengan adanya sistem digital, kinerja sektor publik menjadi lebih efektif, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Di sisi lain, penerapan sistem manajemen sektor publik berbasis digital juga menghadirkan tantangan tersendiri. Isu keamanan data, kesenjangan akses teknologi, dan kesiapan sumber daya manusia menjadi perhatian penting agar digitalisasi berjalan optimal. Pemerintah perlu memastikan seluruh masyarakat dapat menikmati manfaat teknologi secara merata serta membekali aparatur negara dengan kemampuan digital yang memadai. Oleh karena itu, sistem manajemen sektor publik di era digital menuntut sinergi antara teknologi, sumber daya manusia, dan tata kelola yang baik agar pelayanan publik dapat berjalan secara efektif dan terpercaya.

MPPE B2025 -> CASE STUDY

oleh Nur Ayu Dila 2313031055 -
Nama: Nur Ayu Dila
NPM: 2313031055

1. Populasi dan sampel
- Populasi: Semua siswa kelas XI di seluruh 600 SMA negeri di Provinsi Jawa Barat.
Alasan: Populasi adalah keseluruhan unit yang menjadi sasaran inferensi penelitian — di sini peneliti ingin mengetahui efek metode hybrid pada hasil belajar siswa kelas XI di semua SMA negeri Jabar, jadi setiap siswa kelas XI di ke-600 sekolah termasuk populasi.
- Sampel: Bagian dari siswa kelas XI yang dipilih dari beberapa sekolah (dan/atau kelas) terpilih di antara 600 SMA negeri.
Alasan: Karena tidak mungkin mengukur seluruh populasi (biaya, waktu, logistik), peneliti mengambil sampel yang mewakili variasi sekolah (kota/kabupaten, kondisi sosioekonomi, ukuran sekolah, tingkat penerapan hybrid) supaya hasil dapat digeneralisasi.

2. Teknik sampling yang paling tepat
- Teknik sampling yang paling tepat adalah stratified cluster sampling. Teknik ini dipilih karena populasi sangat luas, heterogen, dan tersebar di 27 kota/kabupaten. Dengan stratifikasi, peneliti dapat membagi sekolah berdasarkan wilayah, kondisi sosial ekonomi, atau tingkat infrastruktur digital agar setiap kelompok terwakili.
- Penerapannya dilakukan dengan cara membagi sekolah ke dalam strata terlebih dahulu, kemudian memilih secara acak beberapa sekolah dari tiap strata sebagai klaster. Setelah itu, peneliti dapat mengambil sampel kelas atau siswa secara acak dari sekolah-sekolah terpilih. Teknik ini efisien, representatif, dan sesuai untuk kondisi populasi pendidikan yang beragam seperti di Jawa Barat.

3. kelemahan jika hanya mengambil sampel dari kota besar
Jika peneliti hanya mengambil sampel dari kota besar seperti Bandung dan Bekasi, hasil penelitian menjadi kurang valid secara eksternal karena tidak mewakili kondisi sekolah di daerah lain. Sekolah di kota besar biasanya memiliki infrastruktur digital dan kondisi sosial ekonomi lebih baik, sehingga hasilnya bisa bias dan tidak mencerminkan efektivitas pembelajaran hybrid di seluruh Jawa Barat. Akibatnya, generalisasi hasil penelitian menjadi lemah dan kesimpulan yang diambil bisa menyesatkan

MPPE B2025 -> Penugasan mandiri

oleh Nur Ayu Dila 2313031055 -
Nama: Nur Ayu Dila
NPM: 2313031055

Teknik sampling merupakan prosedur yang digunakan peneliti untuk menentukan sebagian anggota populasi yang dianggap dapat mewakili keseluruhan populasi penelitian. Menurut Sugiyono (2019), teknik sampling adalah cara untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian, di mana sampel tersebut diambil dari populasi dengan prosedur tertentu agar dapat menggambarkan karakteristik populasi secara keseluruhan.

Teknik sampling dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu probability sampling dan non-probability sampling.
1. Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk terpilih menjadi sampel, contohnya seperti simple random sampling, stratified sampling, dan cluster sampling.
2. Non-probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anggota populasi, di mana sampel dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu seperti kemudahan akses atau tujuan penelitian, misalnya purposive sampling dan convenience sampling

Dalam penelitian pendidikan ekonomi, teknik sampling yang paling sering digunakan adalah proportionate stratified random sampling. Teknik ini digunakan ketika populasi terdiri dari beberapa kelompok atau strata yang memiliki karakteristik berbeda, seperti jurusan, semester, atau jenis kelamin. Teknik stratified random sampling dipilih karena dapat memastikan bahwa setiap kelompok dalam populasi terwakili secara proporsional dalam sampel. Hal ini penting dalam penelitian pendidikan ekonomi, di mana karakteristik mahasiswa bisa berbeda-beda berdasarkan faktor akademik atau demografis. Dengan menggunakan teknik ini, hasil penelitian menjadi lebih akurat dan representatif, sehingga kesimpulan yang diambil dapat digeneralisasikan secara lebih valid terhadap seluruh populasi mahasiswa pendidikan ekonomi.