Kiriman dibuat oleh Fitri Aisyiyah

Nama : Fitri Aisyiyah
NPM : 2313053202

Jurnal tersebut menjelaskan mengenai upaya yang dilakukan pemerintah Aceh untuk mempertahankan nilai, moral, sosial dan budaya masyarakat, serta jati diri bangsa yang sudah mengakar di masyarakat Aceh sejak dahulu. Mengingat perubahan zaman yang sangat pesat dapat mempengaruhi moral anak bangsa. Sebagai upaya pendisiplinan dan pengurangan masalah yang timbul pada generasi bangsa, pemerintah Aceh tidak hanya menjalankan pendidikan sesuai peraturan pemerintah saja, namun pemerintah Aceh juga menjalankan pendidikan yang sesuai dengan ciri khas budaya Aceh yang Islami. Setelah diberlakukannya otonomi daerah, Pemerintah Aceh membuat kebijakan pendidikan Aceh yang sesuai dengan adat istiadat setempat. Sistem pendidikannya berpedoman pada Qanun nomor 9 Tahun 2015 penyempurnaan dari Qanun Aceh nomor 11 Tahun 2014 yang berorientasi pada snilai-nilai Islami. Proses pendidikan yang berlangsung berlandaskan pada syariat Islam namun tetap sesuai dengan pendidikan nasional. Ini merupakan salah satu contoh peran pemerintah dalam upaya pembentukan karakter, nilai, moral serta mempertahankan jati diri pada anak bangsa di tengah perkembangan zaman ini.
Nama : Fitri Aisyiyah
NPM : 2313053202

Jurnal tersebut menjelaskan mengenai poin-poin yang harus diperhatikan dan dilakukan untuk membina nilai moral sosial budaya Indonesia khususnya di kalangan remaja sebagai upaya menangani masalah kelangkaan pembinaan moral remaja saat ini. Pembinaan nilai moral sosial budaya Indonesia pada remaja sudah langka dilakukan saat ini. Hal ini dapat dibuktikan dengan menjamurnya gejala-gejala kenakalan remaja. Jurnal ini menekankan bahwasannya untuk membina akhlak remaja diperlukan kolaborasi dan komuniasi proaktif antar tiga komponen, yaitu orang tua, masyarakat, dan pemerintah. Kasih sayang orang tua sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter anak. Selain itu pendidikan agama juga berpengaruh terhadap jati diri seseorang dalam pembentukan iman. Kemudian pendidikan formal juga berperan dalam pembentukan nilai moral yang sesuai dengan sosial budaya Indonesia. Namun pada kenyataannya ketiga komponen tersebut belum melaksanakan sinergitasnya secara optimal sehingga masih terjadi penyimpangan nilai moral yang tidak sesuai dengan kondisi sosial budaya Indonesia. Ketiga lingkungan pendidikan tersebut hendaknya saling berkolabprasi, berkoordinasi, dan bekerjasama atas dasar kekeluargaan yang sejalan dengan nilai agama. Dengan kolaborasi yang baik maka akan terbentuklah generasi-generasi atau remaja yang berpegang teguh pada jati diri bangsa, cerdas otaknya, lembut hatinya, terampil tangannya. sehingga terbentuklah bangsa yang maju yang bernilai, bermoral, dann berbudaya Indonesia yang diRidhai Tuhan Yang Maha Esa.
Nama : Fitri Aisyiyah
NPM : 2313053202

Jurnal ini membahas tentang penanaman nilai dan moral di usia dini sebagai upaya pencegahan tindakan yang menyimpang moralitas. Upaya penanaman nilai dan moral ini dilakukan dengan sosialisasi. Hal ini penting dilakukan sebagai upaya pembentukan generasi yang bermoral. Dalam jurnal tersebut dijelaskan bahwa SD Negeri Osiloa Kupang Tengah mengadakan sosialisasi penanaman nilai dan moral untuk mencegah tindakan korupsi. Adapun tujuan dari diadakannya sosialisasi ini adalah perwujudan penanaman nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan dengan dukungan masyarakat. Diadakannya sosialisasi ini berlandaskan dengan pentingnya nilai-nilai dan moral diterapkan di kehidupan sehari-hari. Di sini juga dijelaskan nilai moral dan hukum saling berkaitan. Nilai moral dan hukum merupakan poin-poin yang harus diyakini dan diterapkan dengan perilaku yang baik di kehidupanan sehari-hari  yang berfungsi sebagai pengingat, pembiasaan emosional, pengendalian dan pengaturan.  

PGSD_PIPSSD_G_2024/2025 -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 6

oleh Fitri Aisyiyah -
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
Nama : Fitri Aisyiyah
NPM : 2313053202
Kelompok : 1

Mengingat materi IPS itu tidak sedikit dan banyak yang harus diingat. Bagaimana tips yang bisa dipakai seorang guru untuk mengajarkan IPS khususnya sejarah dengan menyenangkan namun tersampaikan semua materinya dengan tepat waktu?

PGSD_PIPSSD_G_2024/2025 -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

oleh Fitri Aisyiyah -
Nama : Fitri Aisyiyah
NPM : 2313053202

Izin menjawab pertanyaan dari Dhea. Strategi pengajaran IPS menggunakan pendekatan bertahap dan tematik, di mana materi disusun mulai dari lingkungan terdekat, seperti diri sendiri dan keluarga, hingga ke skala global. Pendekatan ini, dikenal sebagai "expanding environments approach," mengikuti perkembangan alami pengalaman sosial siswa dari yang familiar ke konsep yang lebih kompleks. Materi disampaikan melalui tema-tema besar yang relevan, penggunaan media interaktif seperti teknologi dan visualisasi, serta proyek dan studi kasus yang melibatkan observasi langsung di lingkungan terdekat. Dengan cara ini, siswa belajar memahami dinamika sosial secara bertahap dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis terhadap isu-isu lokal dan global.