Kiriman dibuat oleh Paska Deswita Manalu

Selamat siang, Bapak.
Perkenalkan, saya
Nama : Paska Deswita Manalu
NPM : 2313053057
Kelas : 6B
Izin menjawab diskusi, Bapak.
1. Kesiapan SDM
Menurut saya kesiapan guru saat ini masih beragam. Ada guru yang sudah siap secara mental dan kompetensi untuk mengajar lintas disiplin ilmu terutama yang aktif mengikuti pelatihan dan terbiasa menggunakan model pembelajaran kreatif. Namun, masih ada juga guru yang merasa lebih nyaman mengajar secara terpisah per mata pelajaran karena sudah terbiasa dengan sistem lama. Kesiapan itu sebenarnya ada, tetapi tetap perlu didukung dengan pelatihan yang berkelanjutan, pendampingan, dan kemauan guru untuk terus belajar.
2. Efektivitas Ujian
Walaupun setiap sekolah bisa menggunakan tema integrasi yang berbeda, asesmen tetap bisa dilakukan berdasarkan capaian kompetensi, bukan berdasarkan temanya. Yang diukur adalah kemampuan siswa, seperti literasi, numerasi, dan pemahaman konsep dasar.
Jadi meskipun tema berbeda standar kompetensinya tetap sama. Asesmen bisa dirancang berbasis kemampuan berpikir, bukan sekadar hafalan materi tertentu.
3. Implementasi di Indonesia
Kurikulum Merdeka sudah cukup mencerminkan prinsip kurikulum terpadu, terutama melalui kegiatan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). Dalam P5, siswa belajar melalui proyek yang menggabungkan berbagai disiplin ilmu sekaligus, seperti sains, sosial, dan keterampilan. Melalui proyek tersebut, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik, kerja sama, dan pemecahan masalah. Ini menunjukkan bahwa prinsip pembelajaran terpadu sudah mulai diterapkan meskipun pelaksanaannya di setiap sekolah bisa berbeda-beda tergantung kesiapan dan fasilitas yang ada.

Sekian, terima kasih Bapak.

Selamat pagi, Pak.

Perkenalkan, Saya 

Nama : Paska Deswita Manalu

NPM : 2313053057

Kelas : 6B

Izin menjawab, Bapak.

1. Menurut saya mata kuliah Kajian Pembelajaran Tematik sangat penting bagi calon guru SD karena membantu memahami cara mengaitkan beberapa mata pelajaran dalam satu tema. Anak-anak SD cenderung lebih mudah memahami materi jika pembelajaran disajikan secara utuh dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dalam penerapannya di sekolah dasar, pembelajaran tematik membuat siswa lebih mudah melihat hubungan antar pelajaran, misalnya satu tema bisa mencakup kegiatan membaca, berhitung, dan pengamatan sederhana sekaligus. Hal ini membuat pembelajaran terasa lebih bermakna dan tidak membingungkan. Namun, guru tetap perlu merancang pembelajaran dengan baik agar integrasi antar mata pelajaran benar-benar berjalan efektif.

2. Menurut saya pembelajaran terpadu masih relevan dengan kurikulum saat ini. Meskipun dalam Kurikulum Merdeka istilah tematik tidak sekuat sebelumnya, konsep mengaitkan berbagai kompetensi tetap digunakan, misalnya melalui pembelajaran berbasis proyek. Kurikulum sekarang menekankan pemahaman yang mendalam dan penguatan karakter. Pembelajaran terpadu mendukung hal tersebut karena siswa belajar secara menyeluruh dan tidak hanya menghafal materi. Jadi pendekatan ini masih sangat sesuai untuk diterapkan di sekolah dasar.

Sekian, terima kasih Bapak

Selamat Malam, Bapak.

Perkenalkan, Saya

Nama : Paska Deswita Manalu

NPM : 2313053057

Kelas : 6B

Izin menjawab diskusi, Pak.

Pembelajaran kelas rangkap yaitu model pembelajaran yang dilakukan ketika satu guru mengajar dua atau lebih tingkat kelas dalam waktu yang bersamaan. Kondisi ini biasanya terjadi di sekolah dengan jumlah guru terbatas, terutama di daerah terpencil. Karakteristik pembelajaran kelas rangkap antara lain adanya perbedaan tingkat kemampuan, usia, serta materi dalam satu ruang kelas. Guru harus mampu membagi perhatian, waktu, dan strategi pembelajaran secara seimbang agar seluruh siswa tetap mendapatkan pelayanan yang optimal. Pengelolaan kelas menjadi lebih kompleks karena guru perlu menciptakan suasana belajar yang kondusif meskipun materi yang diajarkan berbeda. Dalam pembelajaran kelas rangkap, siswa dituntut untuk lebih mandiri. Ketika guru fokus menjelaskan materi kepada satu kelompok, kelompok lainnya dapat mengerjakan tugas secara mandiri atau bekerja dalam kelompok kecil. Perencanaan pembelajaran harus disusun secara matang agar kegiatan belajar tetap efektif dan terarah. Keberhasilan kelas rangkap terletak pada manajemen waktu yang baik, variasi metode pembelajaran, serta kemampuan guru dalam mengatur interaksi dan dinamika kelas. Apabila dikelola secara tepat, pembelajaran kelas rangkap tetap dapat berjalan optimal dan tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Sekian, Terima kasih Bapak. 

PEMBELAJARAN PKN SD PGSD 4B -> forum diskusi

oleh Paska Deswita Manalu -
Selamat sore, Bapak/Ibu.
Izin memperkenalkan diri
Nama : Paska Deswita Manalu
NPM : 2313053057
Kelas : 4B
Izin menjawab
Menurut saya, media yang tepat bagi anak SD kelas tinggi yaitu yang pertama Media Visual (gambar, poster, dan infografis)
Media visual sangat membantu karena siswa pada usia ini sudah mulai mampu berpikir secara logis dan memahami konsep abstrak secara sederhana. Gambar atau infografis yang menarik dapat memperjelas materi dan memudahkan pemahaman. Kemudian yang kedua yaitu Media Audiovisual (video pembelajaran, animasi, dan film pendek) Anak-anak pada usia ini cenderung menyukai hal-hal yang bersifat dinamis dan interaktif. Media audiovisual dapat menyampaikan materi dengan cara yang lebih hidup, sehingga siswa lebih mudah memahami dan tidak cepat merasa bosan. Ketiga ada Media Interaktif (game edukatif dan aplikasi pembelajaran digital) Media ini mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam proses belajar. Dengan adanya unsur permainan dan tantangan, siswa bisa belajar sambil bermain, yang pada akhirnya membuat proses pembelajaran menjadi menyenangkan dan bermakna. Lalu yang keempat Media Cetak (buku cerita bergambar, komik edukatif, dan lembar kerja siswa) .Buku tetap menjadi media penting untuk melatih kemampuan membaca dan berpikir kritis. Komik atau cerita bergambar dengan isi edukatif sangat efektif menarik minat baca siswa, sekaligus menyampaikan materi pelajaran secara ringan. Lalu yang terakhir Media Lingkungan (pengamatan langsung, praktik, atau eksperimen sederhana)
Belajar dari lingkungan sekitar atau melalui praktik langsung sangat cocok untuk siswa kelas tinggi. Cara ini membantu mereka memahami materi secara konkret dan mengaitkan pelajaran dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Sekian jawaban dari saya
Terima Kasih

PEMBELAJARAN PKN SD PGSD 4B -> forum diskusi

oleh Paska Deswita Manalu -
Selamat Siang, Bapak.
Nama : Paska Deswita Manalu
NPM : 2313053057
Izin menjawab, Bapak.
Discovery Learning menekankan pada eksplorasi mandiri, di mana siswa menemukan sendiri konsep atau prinsip dengan bimbingan guru. Model ini membantu mereka mengembangkan rasa ingin tahu dan keterampilan berpikir kritis. Inquiry Learning hampir serupa, tetapi lebih terstruktur, dengan siswa mengajukan pertanyaan, mengumpulkan data, dan menarik kesimpulan melalui proses penyelidikan.
Problem-Based Learning (PBL) berfokus pada penyelesaian masalah nyata. Siswa diberikan permasalahan yang harus mereka pecahkan dengan berpikir kritis dan bekerja sama dengan teman-temannya. Sedangkan Project-Based Learning (PjBL) mengajak siswa untuk belajar melalui proyek yang mereka selesaikan dalam jangka waktu tertentu. Model ini memungkinkan mereka mengembangkan keterampilan berpikir kreatif, kolaboratif, dan pemecahan masalah secara praktis.

Dari keempat model tersebut, Project-Based Learning (PjBL) adalah yang paling tepat untuk peserta didik di kelas rendah. Anak-anak pada usia ini lebih mudah memahami sesuatu melalui pengalaman langsung dan aktivitas yang menarik. Dengan proyek, mereka tidak hanya belajar teori tetapi juga melihat dan merasakan hasil dari apa yang mereka pelajari. Misalnya, ketika belajar tentang lingkungan, mereka bisa membuat taman mini atau poster tentang kebersihan.
Alasan utama memilih model ini adalah karena anak-anak di kelas rendah lebih aktif dan senang belajar sambil melakukan. Mereka lebih termotivasi ketika diberikan tugas yang melibatkan kreativitas, eksplorasi, dan kerja sama dengan teman-teman. Selain itu, PjBL juga membantu mereka mengembangkan keterampilan sosial seperti berkomunikasi, berbagi tugas, dan menyelesaikan masalah bersama.
Dampaknya bagi peserta didik sangat positif. Mereka menjadi lebih antusias dalam belajar, lebih percaya diri dalam menyampaikan ide, dan lebih memahami konsep karena mengalami langsung proses pembelajaran. Selain itu, PjBL juga melatih mereka untuk bekerja mandiri dan bertanggung jawab terhadap tugas mereka.

Sekian jawaban saya
Terima kasih.